The Story Only I Didn’t Know… [Part 2]

Lanjut ke ff TaeIU lagi bray~~ Buat yg udah nunggu, so enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~The Story Only I Didn’t Know…~ [Part 2]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance

Cast: Taeyeon & Ji Eun (IU)

———

Saat-saat yang ditunggu pun akhirnya tiba. Setelah selama 6 bulan menjalani training singkat, Ji Eun kini resmi memulai debut sebagai penyanyi dengan IU sebagai nama panggungnya. Nama tersebut diambil dari kata I dan You yang menyimbolkan bahwa semuanya bisa menjadi satu dalam musik dan kehadiran IU mampu menggebrak dunia musik Korea. Meski pada awal kemunculannya, Ji Eun harus menerima caci-maki dari para fans artis lain. Seperti yang terjadi belum lama ini dimana dia tampil salah satu dalam acara musik. Dia tidak sengaja duduk berdekatan dengan sebuah boy-band terkenal yang akibatnya saat gilirannya menyanyi, Ji Eun pun mendapat cemooh dari fans boy-band tersebut.

“Yah! Apa yang kau nyanyikan?!!! Cepat turun dari sana!!!”

“Kami datang kemari untuk melihat oppa kami!!! Bukan seorang anak cupu dan kampungan!!!”

“Suaramu jelek!!! Gendang telingaku sakit mendengarnya!!!”

Ejekan demi ejekan terus didapat Ji Eun. Namun karena dituntut untuk bersikap profesional, Ji Eun harus rela menahan semuanya. Barulah setelah selesai pertunjukkan, dia langsung berlari ke belakang panggung dan menangis. Hal ini rupanya disadari oleh Taeyeon, baginya wajar jika seorang artis debutan baru mendapat kejadian seperti itu. Melihat Ji Eun terus menangis, akhirnya Taeyeon pun menghampiri gadis tersebut.

“Ji Eun.”

“Sonsaengnim…” Ji Eun segera berlari memeluk Taeyeon dan kembali menangis. “Kenapa mereka kejam sekali padaku… Memangnya aku salah apa…” Taeyeon tidak menjawab pertanyaan yang diajukan Ji Eun. Dia hanya sesekali mengelus punggung muridnya itu untuk membuatnya tenang.

“Kau harus bersabar Ji Eun. Semua itu adalah ujian jika kau ingin menjadi seorang penyanyi yang sukses.”

“Tapi..tapi… Mereka benar-benar keterlaluan…”

“Aku tahu dan aku paham perasaanmu karena dulu pun aku pernah berada di posisi yang sama denganmu.” jelas Taeyeon sambil menghapus air mata Ji Eun. “Aku tahu kau pasti bisa melewati semuanya.” Ucapnya tersenyum.

Senyuman sang guru membuat jantung Ji Eun kembali berdebar kencang. Meski awalnya dia tidak mengerti tentang apa yang terjadi padanya, tapi kini dia menyadari arti dari perasaannya itu. Ya, Ji Eun tahu bahwa dia telah jatuh cinta kepada Taeyeon.

“…” Ji Eun masih tertegun dan tidak sadar jika Taeyeon masih ada di hadapannya.

“Ji Eun? Kau baik-baik saja?” tanya Taeyeon yang mulai mencemaskan kondisi Ji Eun. “Halo~~~” Lalu dia pun melambai-lambaikan tangannya ke wajah Ji Eun.

“Y-ya…” Ji Eun akhirnya sadar dari lamunannya. “Aku baik-baik saja sonsaengnim…”

“Apa kau yakin?” Ji Eun hanya mengangguk. “Okey, kalau begitu. Lebih baik kau segera istirahat karena besok kau harus bangun pagi.”

“I-iya.”

“Semangat Lee Ji Eun. Sampai jumpa.” Namun ketika Taeyeon akan beranjak pergi, Ji Eun kembali memanggilnya.

“Sonsaengnim! Tunggu!”

“Ya—“ Saat Taeyeon berbalik, Ji Eun dengan cepat mencium pipi sang guru. Dia sangat terkejut dan tidak menyangka Ji Eun berani melakukannya untuk yang kedua kali. “Ini…”

“Terima kasih telah menghiburku. Aku permisi.” Pamitnya tersenyum dan setelah itu meninggalkan Taeyeon sekarang diam mematung sambil menyentuh pipinya.

“Ini… Tidak boleh terjadi…”

———

Sejak kejadian tersebut, Taeyeon memutuskan untuk menjaga jarak dari Ji Eun. Dia terpaksa harus melakukan semuanya agar Ji Eun fokus kepada karir menyanyinya. Di samping itu, Taeyeon juga tidak ingin Ji Eun memiliki perasaan khusus padanya selain hubungan antara guru dan murid. Hal ini secara tidak langsung didukung dengan jadwal Ji Eun yang semakin padat sehingga membuat mereka berdua jarang bertemu. Di lain pihak, Ji Eun yang tidak mengetahui sikap Taeyeon yang berubah secara perlahan menjelma menjadi seorang idola baru. Dia yang kini dikenal dengan nama IU benar-benar sedang menuju puncak. Meski tampil secara personal, penampilan IU tidak kalah dengan performa artis lain terutama dalam format band. Hal ini tentu saja membuat pemasukan agensi Y&I kembali naik dan lebih besar dari sebelumnya. Maka dari itu, mereka lalu mengadakan pesta keberhasilan IU.

“Selamat IU!!!” seru semuanya beramai-ramai ketika IU yg juga Ji Eun memasuki ruangan. “Congratulation IU~!!!”

“Terima kasih semuanya!” balasnya terharu.

Satu persatu Ji Eun memandang ke sekelilingnya dan berharap Taeyeon juga ikut hadir dalam pesta tersebut. Namun sayang, tidak tampak sedikit pun batang hidung dari sang guru.

“Em, dimana sonsaengnim? tanya Ji Eun pada salah satu staf.

“Oh, Kim Taeyeon maksudmu? Dia ada di ruangan direktur. Sebentar lagi juga datang.”

“Okey, terima kasih.”

Ji Eun rupanya tidak sabar menunggu kedatangan Taeyeon dan memutuskan pergi ke ruang direktur untuk menemuinya. Saat berada di depan pintu ruangan tersebut, tanpa sengaja gadis itu mendengar pembicaraan rahasia antara Taeyeon dan sang direktur, tidak lain merupakan ayahnya.

“Kau memang hebat Taeyeon! Kau berhasil menemukan sosok yang tepat untuk kita orbitkan!” puji Young Min bangga.

“Yeah, thanks. Kalau begitu aku pamit dulu appa…”

“Appa? Jadi direktur adalah ayah dari sonsaengnim?”

Ketika akan pergi, Young Min kembali memanggil Taeyeon. “Tunggu sebentar. Ada hal yang ingin kusampaikan padamu.” Dia lalu mengeluarkan sebuah dokumen dari dala laci meja dan menyerahkannya pada Taeyeon.

“Apa ini?” tanya Taeyeon bingung.

“Bacalah dan kau akan mengerti.”

Tidak butuh waktu lama, raut wajahnya langsung berubah pucat. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dibacanya.

“Ini… Ini tidak mungkin…” gumam Taeyeon sambil membaca kembali dokumen di tangannya. “Katakan ini tidak benar???!!!”

“Sayangnya itu benar…”

“Ta-tapi aku tidak menyangka kalau dia… Ji Eun…” Kata-kata Taeyeon terputus dikarenakan dirinya masih shock dan ini membuat Ji Eun yang sedari tadi menguping pembicaraan ikut penasaran.

“Ada apa denganku? Kenapa namaku disebut-sebut?”

“Ya, dia, Lee Ji Eun, anak dari salah satu trainee kita yang meninggal, Lee Ji Ah…”

“Lee Ji Ah… Omma?!”

BRAK!!!

Suara keras bunyi bantingan pintu membuat semau mata tertuju pada asal suara tersebut dimana sosok Ji Eun telah berdiri hingga membuat keduanya amat sangat terkejut.

“Ja-jadi kalian penyebab kematian omma…” tanya Ji Eun memastikan. Kedua matanya tampak jelas memancarkan emosi.

“Ji Eun…” Young Min berjalan mendekati Ji Eun dan berusaha menenangkannya.

“JANGAN MENDEKAT!!!”

Pandangan Ji Eun beralih kepada Taeyeon. Dia tidak menyangka kalau selama ini agensi tempatnya bernaung telah menyebabkan kematian ibunya. Ji Eun tahu ini semua bukan salah Taeyoen, tapi tidak bisa dipungkiri lagi dan sangat ironis sebab dirinya kini menjadi bagian dari agensi tersebut. Tanpa pikir panjang, Ji Eun langsung berlari dari hadapan mereka.

“JI EUN!!!” teriak Taeyeon berusaha memanggil gadis itu kembali dan lantas mengejarnya. “Ji Eun!!! Tenangkan dirimu!!!” Dia akhirnya berhasil meraih tangan Ji Eun yang sekaligus menghentikan langkahnya.

“PEMBOHONG!!!” pekik Ji Eun tepat di hadapan Taeyeon. Dia kembali meluapkan emosinya dengan memukul tubuh Taeyeon. “Kenapa kalian tega pada omma…”

“Ji Eun…” Taeyeon pun memeluk Ji Eun untuk menenangkannya. “Maafkan aku…” bisiknya. “Seandainya saja aku mengetahui hal ini dari dulu…” Taeyeon merasa amat bersalah kepada Ji Eun. Mendengar kata-kata Taeyeon, yang bisa dilakukan Ji Eun hanyalah menangis.

“Kenapa…” Selang beberapa lama, Ji Eun akhirnya tenang dan tertidur di pelukkan Taeyeon akibat kelelahan.

“Maafkan aku…”

———

Sejak peristiwa itu, sikap Ji Eun pun berubah. Dia tidak lagi ceria seperti dulu dan selalu menghindar tiap kali Taeyeon menghampirinya. Hingga pada suatu hari secara diam-diam Ji Eun memutuskan pulang kembali ke rumahnya. Dia rupanya ingin menenangkan diri untuk sementara. Sikapnya ini tentu saja membuat sang manajer harus membatalkan sejumlah kontrak dan kegiatan lainnya. Apa lagi Ji Eun yang memutuskan secara sepihak dengan mereka. Maka jadilah agensi harus menanggung sejumlah kerugian yang tidak sedikit.

“Bagaimana ini??? Apakah tidak ada seorang pun yang mengetahui kemana dia pergi?!!!” tanya manajer Ji Eun.

Sudah hampir setiap menit telponnya terus berdering yang intinya menanyakan keberadaan Ji Eun alias IU. Terkait karena dirinya merupakan artis pendatang baru dan dikarenakan kasus ini bisa jadi popularitasnya akan menurun sekaligus buruk di mata publik. Tidak rela jika hal tersebut menimpa Ji Eun yang juga muridnya, Taeyeon akhirnya buka suara walau sebenarnya dia enggan.

“Biar aku yang mencarinya.”

“Harus!!! Karena kaulah yang membawanya dan kau juga yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi!!!” ujar salah seorang staf agensi menyalahkan Taeyeon. “Kau tidak tahu berapa banyak kerugian yang kita tanggung sejak gadis itu kabur!!! Dia ti—“

“HENTIKAN!!!” Seketika perang argumen pun berhenti. “Ini bukan salah Taeyeon tapi ini kesalahan kita semua. Seandainya dulu insiden trainee itu tidak terjadi, mungkin hal ini pun tidak akan pernah terjadi.” Kata-kata sang direktur langsung membuat semua orang tertunduk dan mengingat kembali kejadian pahit itu.

“Direktur…”

“Taeyeon, kau pergi dan cari Ji Eun. Bujuk dia untuk kembali. Jika gagal… Biarkan dia bebas…”

“Appa…” gumam Taeyeon pelan. Baru kali ini dia menyaksikan sang ayah yang terkenal dingin dan hanya mementingkan keuntungan semata berkata demikian. “Apa kau yakin?”

“Ya… Mungkin ini memang sudah karma…” lanjut Young Min tersenyum. “Dan aku tidak ingin peristiwa tersebut terulang lagi…” Pria paruh baya itu pun menghela nafas. Bisa Taeyeon bayangkan, betapa berat beban yang dipikul oleh sang ayah tanpa sepengetahuan dirinya.

“Jangan khawatir, aku akan membawanya kembali.”

———

“Ji Eun, apa kau baik-baik saja? Dimana kau tinggal selama ini? Appa sangat mencemaskanmu nak.” Young Jae memeluk erat anak semata wayangnya penuh rindu.

Sudah hampir satu tahun lebih Ji Eun pergi meninggalkan rumah. Selama itu juga dia berusaha mencari keberadaan Ji Eun, namun hasilnya selalu nihil. Kini Ji Eun telah kembali dan Young Jae bersyukur dengan apa yang terjadi.

“Appa… Maafkan aku…” isak Ji Eun yang kini menangis. Dia menyesal telah mangabaikan nasihat ayahnya.

“Sudahlah Ji Eun… Appa sudah memaafkanmu, terlebih sekarang kau pulang… Itu semua sudah membuat appa senang…”

“Terima kasih appa…”

“Ayo kita masuk. Appa akan buatkan makanan kesukaanmu malam ini.”

“Ya.”

———

Taeyeon berusaha sekuat tenaga mencari tempat tinggal Ji Eun di seluruh pelosok kota Seoul, tapi hampir semua alamat yang dia kunjungi tidak ada yang mengenal gadis itu hingga akhirnya Taeyeon memutuskan untuk menyerah. Dia baru menyadari jika Ji Eun tidak pernah menyertakan alamat asli rumahnya dan hanya menulis alamat dimana dia pernah singgahi.

“Ji Eun… Kau dimana…” gumamnya pelan. Taeyeon tidak hanya khawatir pada Ji Eun, tetapi juga dia sangat merindukan gadis polos itu. “Ji Eun…”

Kini Taeyeon memutar langkahnya menuju tempat pertama kali dirinya bertemu Ji Eun, di sebuah taman kota. Dia lalu duduk di salah satu bangku taman dan kembali mengingat hari itu. Sesekali Taeyeon tersenyum hingga mendadak dia teringat akan buku harian peninggalan sunbaenimnya.

***

*Flashback*

“Kau yang bernama Kim Taeyeon?”

“Iya. Anda…”

“Ini.” ucap pria yang ternyata merupakan petugas kebersihan di dorm agensinya memberikan sebuah buku catatan kepada Taeyeon.

“Ini…” Taeyeon terkejut saat mengetahui apa isi dari buku kecil itu dan menatap heran wajah sang petugas kebersihan, sebuah buku harian.

“Saya menemukannya saat merapikan kamar Nona Lee.”

“Jadi ini milik Ji Ah unnie???”

“Sepertinya demikian. Saya tidak tahu harus menyerahkannya kepada siapa. Jadi saya putuskan untuk memberikannya kepadamu karena selama ini kamu yang dekat dengan Nona Lee.”

“Ah! Terima kasih tuan.”

“Sama-sama.” Setelah menyerahkan benda tersebut, pria itu pun undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya.

*End of flashback*

***

“Aku lupa!!! Buku itu… Ya! Buku itu!!!” Seketika itu juga Taeyeon langsung bangkit dan bergegas pulang. Dengan tergesa-gesa dia masuk ke dalam kamar dan mulai mencari mencari buku tersebut. “AHA!!! KETEMU!!!” Taeyeon lalu membuka buku itu sambil mengamati tulisan-tulisan di dalamnya. Dia begitu terkejut saat membaca beberapa fakta yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. “Tidak mungkin…”

———

“Appa! Aku pulang~” ujar Ji Eun setibanya dari pasar. Namun tampaknya sang appa sedang tidak berada di rumah. “Hmm, kurasa appa sedang bekerja.”

Sesosok pria asing rupanya telah mengikuti Ji Eun. Sayang, gadis itu tidak menyadari kehadirannya sama sekali dan tampak sibuk mengerjakan pekerjaan rumahnya. Perlahan sosok itu pun semakin mendekat ke arah Ji Eun yang kemudian mengeluarkan sebilah pisau dari dalam saku jasnya.

“JI EUN AWAS!!!” teriak seseorang yang melihat kejadian itu dari kejauhan.

“Apa yang—“ Ji Eun seketika menoleh dan melihat pria tersebut berusaha menikamnya. “KYAAAA!!!” teriaknya ketakutan.

“Mati kau!!!”

“Tidak!!!”

Sekejap suasana berubah menjadi hening. Ji Eun merasa seseorang tengah mendekap erat tubuhnya. Lalu dia pun segera membuka mata dan kaget melihat identitas dari sang pelindung.

“Ji Eun…” Tidak lain adalah Taeyeon yang datang tepat waktu menyelamatkannya. “Ji… Eun… Maaf…” Cairan  berwarna merah mengalir dari tubuhnya. Ya, Taeyeon menggunakan dirinya sebagai perisai demi melindungi Ji Eun yang akibatnya dia mengalami luka tusukan di bagian perut sebelah kanan. Taeyeon kini tidak sadarkan diri.

“SONSAENGNIM!!!”

“Sial!!!” Pria misterius itu pun melarikan diri setelah aksinya gagal.

***

Tidak lama berselang, Lee Young Jae akhirnya datang dan segera menghampiri putrinya yang sedang menangis memeluk tubuh Taeyeon.

“Ji Eun!!! Apa yang terjadi?!!!” tanyanya dengan nada sangat cemas.

“Appa!!! Tolong… Sonsaengnim…”

“Kemarikan!!! Astaga!!! Wajahnya pucat sekali!!!”

Tanpa buang waktu, Young Jae langsung membawa Taeyeon ke sebuah rumah sakit tidak jauh dari tempat mereka tinggal. Beruntung nyawa Taeyeon berhasil diselamatkan meski kehilangan banyak darah.

“Ji… Eun…” panggil Taeyeon pelan.

“Sonsaengnim!!! Syukurlah kau sudah sadar!!!” sontak Ji Eun bahagia. “Tunggu sebentar, aku akan panggilkan dokter.”

Usai pemeriksaan berakhir, dokter menganjurkan agar Taeyeon beristirahat total sampai kondisinya kembali pulih dan terpaksa untuk sementara dia tinggal di rumah Ji Eun. Meski pun Taeyeon sungkan pada awalnya. Terlebih dia harus berhadapan dengan ayah Ji Eun.

“Kau Kim Taeyeon?” tanya pria itu sambil menatap tajam dirinya.

“I-iya…” jawab Taeyeon gugup. ‘Aigooo… Ini kah ayahnya Ji Eun? Menyeramkan…” gumamnya dalam hati.

“Terima kasih telah menolong Ji Eun.” Young Jae menundukkan kepalanya. “Seandainya saja kau tidak ada… Mungkin Ji Eun…”

“Tidak apa-apa Tuan Lee. Sudah semestinya saya— Ugh!” pekik Taeyeon kesakitan akibat nyeri luka yang dia alami. Melihat hal tersebut, Ji Eun segera menghampirinya.

“Sonsaengnim!!!” Wajah Ji Eun menjadi  pucat, dia khawatir jika kesehatan Taeyeon memburuk.

“Ji Eun… Tenanglah… Aku baik-baik saja…” ujar Taeyeon tertawa kecil sambil mengelus kepala Ji Eun. “Akhirnya aku menemukanmu…”

“Sonsaeng—“

“EHEM!!!” Sang appa yang sejak tadi menyaksikan tingkah keduanya terpaksa memotong pembicaraan sebelum keluar dari ruangan itu. “Ji Eun, kau jaga Taeyeon. Appa mau mengurus administrasi dulu.”

“I-iya…”

“Kalian silahkan lanjutkan kembali, kekekeke.”

Setelah sang appa pergi, suasana ruangan mendadak berubah kikuk. Taeyeon dan Ji Eun hanya saling berpandangan satu sama lain. Sesekali mereka melempar senyum hingga akhirnya Ji Eun memulai pembicaraan.

“Sonsaengnim…”

“Ya?”

“Maafkan aku…” sesal Ji Eun karena telah menyebabkan Taeyeon terluka. “Aku…”

“Ji Eun…” Dengan lembut Taeyeon menyentuh wajah Ji Eun dan menatap dalam gadis itu. Perlahan dia mendekatkan wajahnya dan sesaat kemudian bibir keduanya pun bertemu. Tanpa Taeyeon sadari, dia telah mengingkari janjinya sendiri yaitu untuk tidak jatuh cinta kepada Ji Eun.

“Enghh~~~” desah Ji Eun dalam ciuman tersebut yang kini bahagia karena pada akhirnya cintanya terbalas. “Son..saeng..nim~~~”

‘I love you Ji Eun…’

-TBC-

Wokeh, akhirnya saya kembali melanjutkan ff yang tertunda cukup lama ini. Mian buat yg request, mgkn kali ini lebih sedikit dari yg kemarin tapi saya usahakan next part lebih banyak. Thank to all my readers yang udah komen dimari dan maaf semuanya blm dibales~~~ (hadeh~~~). Wokeh, see you next part~~~ You’re all JJANG!!! ^3^~~ <3

About these ads

32 thoughts on “The Story Only I Didn’t Know… [Part 2]

  1. Trlalu byk pertanyaan di otakku inih untukmu Author……dr apa yg di omongin Taeyeon,bapake Taeyeon ma Staff…isi diary….knp bs meninggal tante Lee Ji Ah’y….trs sapa yg mw coba bnuh dek Ji Eun…

    Officially official……..eh eh eh…Taeng nakal ya maen cium cium..mw dong di cium xDD……hurray…untung Super Taeng cpet dateng klo ga pst yg kena Ji Eun..klo yg kena Ji Eun laen gy dong ntar alur crita’y… *Lol..mangap sdh mulai slek otak & omongan..ga sinkron xD*

    Tp sumpah…..semuah epep mu yg trlalu byk prtanyaan kya’y epep yg ini dah…kaya gy jawab soal UN xDD….tp bkn soal choice…nich soal Essay yg da dua no tp jwbn’y PUUUANNJJJAAANNNGGGGG masaaloh…. #lebay #plak

    dah lah…segituh ajh komen’y…capcus dlu thor…salamuailkummmmmmmmm

  2. Aaaaaaaaa tidak taeyeon ketusuk……!!!!! Sakit tuh

    yaaaaah si author mau hiatus kayanya sampe FK abis deh…… Jangan nagis ya thor ngeliat kissing scene yuri kekekeke

  3. taeng rela berkorban dmi iu eh eh eh itu di rumah skt jgn ciuman#emg knp?? plak abaikn
    lanjut thor pnasaran klanjutan nya..

  4. Eisshh desahan IU bikin aku tergoda =_= apa rasanya ciuman sama IU ya? Awas aja kalo appanya IU liat mereka ciuman o.O gaswat!

  5. waw.. taeyeon unnie keren..
    hmm..jadi makin penasaran gimana kelanjutannya?
    ditunggu selalu kelanjutannya ya author!!
    fighting!! :D

  6. itu mreka kisseu gw ga salah baca kan ru??!!! aaaahhhhh lega gw.. huasek!!
    ciye Taengoo rela pasang badan demi si cutie JiEun.. cinta sekali nampaknya anda yah.. hahahahahah
    IU jangan kabur2an lagi dooonk, kalo capek larinya ke Taeyeon sonsaengnim aja oke, ntar dicium sama sonsaengnim lagi pasti kamu suka #gwjugasuka :p

    wah thanks ya mpok ud nglanjutin yg ini. penasaran slanjutnya TaeU akan gimana stlh adegan cipok-mencipok. hahah
    buat Aru, smangat terus ya.. yang semangat hiatusnya, pokonya mo ngapain aja semangtlah. aheheh. Aru JJANG!

  7. Author daebak!

    Annyeong saya reader baru disini. Ceritanya author bagus2 semua. aku suka! Aplg YBTM. yg itu jg cepat2 di lanjuti ya thor!! :)

  8. Ah! Tumbuh benih benih cinta diantara taeng dan aiyu! Tidaaakh! Ini tidak boleh terjadi! /plak.
    Daebak,eonn! Update soon! Hwaitiiiiing~

  9. TBC … ya ya ya .. menggangu banget -_- ..

    lanjutt ..

    siapa pria misterius itu??? knapa ibgin melukai IU???

    huwaaa … taeng maen cipok cipok aja .. wkwkwk

  10. hmm 2x
    ji eun sk pd tae
    pa ny yg tdk mungkin tae?
    oh tdk tae di tsk sm org g jls bt p’tahanan gar ji eun tdk t’kn tsk an
    cie 3x
    akhir ny jadian
    pa akan bhg bg ke2ny?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s