Morning Glory [Part 2]

Lanjutan ff saya yang kemarin, kekekek. Gomapta! ^^ (No COPAS or DIE!!!)

Jangan…

Aku mohon jangan biarkan diriku menyukainya karena aku tidak pantas untuknya.

Bagaimanapun juga tolong lupakan aku, kau berhak untuk mendapatkan yang lebih baik dari ini.

Jadi, maafkan aku…because I love you…

~Morning Glory~ [part 2]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance, Comedy

Cast: Yuri, Jessica, Taeyeon, Hyoyeon

———

*Jessica POV

PLAAAKKKK!!!!

Aku menamparnya keras. Kulihat Yuri hanya meringis kesakitan.

“YAH!!! KAU GILA KWON YURI!!!”, teriakku murka.

Yuri hanya tersenyum sambil memegangi pipinya yang tadi kutampar.

“Ya, aku memang gila. Lalu kau mau apa?”, tanyanya dingin.

“Ka…kau…” Aku tidak sanggup berkata-kata lagi padanya.  Sungguh baru kali ini aku dicium oleh seseorang, meski itu hanya di pipi. Ini sudah cukup membuatku shock. Tanpa sadar air mataku menetes.

Yuri terkejut melihat ku menangis.

“Ah… Maafkan aku Jessica. Aku tadi cuma bercanda.”, ujar Yuri gugup.

Bercanda? Aku langsung menatap wajahnya tajam seakan ingin kubunuh saja dia.

“Bercanda??? Kau pikir ini lucu?!”

“Sica… Aku…” Dia berusaha menenangkanku.

“Cukup!!!” Aku pun mendorongnya dan berlari menuju kelas sambil berusaha menahan tangisku. Kau sudah keterlaluan Yuri!!!

*Yuri POV

Dia menangis? OMG! Apa yang sudah kuperbuat? Bukankah aku sudah berjanji pada Mr. Lee agar tidak macam-macam dengannya. Jangan sampai dia memberitahukan hal ini pada pamannya itu. Yuri, kau bodoh!!!

Dengan perasaan was-was aku kembali menuju ruang kelasku, beruntung kali ini pelajaran sedang kosong. Hanya Taeyeon yang menyambutku dengan berbagai pertanyaan dan tambah membuatku semakin stress.

“Yah! Yul, bagaimana tadi? Kau diapain sama Mr. Lee? Apa kau ketahuan mencontek? Atau dia tahu kau sering bolos? Bla…bla…bla…” Pertanyaan Taeyeon benar-benar panjang seperti gerbong kereta api!

“Duh! Kim Taeyeon! Apa kau tidak bisa diam??? Pertanyaanmu bikin mumet tahu gak?!”, bentakku kesal.

Taeyeon pun terdiam dan menatapku heran. Dia pasti tidak menyangka kalau aku akan semarah ini.

“Maafkan aku Taeng… Aku tidak bermaksud…” Kali ini aku merasa bersalah kepada Taeng.

“Tesseo, gwaenchana Yul. Lebih baik kau tenangkan dirimu dulu. Duduklah.” Taeyeon menenangkanku.

“Ya, gomawo…”

Aku akhirnya duduk di kursiku dan menghela nafas. Taeyeon sedari tadi terus memandangiku khawatir.

“Katakan padaku apa yang terjadi Yul.” Taeyeon kembali berkata padaku dan kali ini dengan hati-hati.

“Sebenarnya….”

Aku akhirnya memutuskan untuk  menjelaskan panjang lebar tentang semuanya, termasuk apa yang telah kulakukan pada Jessica. Reaksi Taeyeon sesuai perkiraanku, dia hanya menyeringai.

“Itu salahmu Yul.”, jawabnya singkat.

“Tapi aku khilaf.” Aku membela diri. “Lagi pula sikapnya yang menyebalkan itu membuatku ingin memberinya sedikit pelajaran.”

“Sedikit katamu???”, tanya Taeyeon sinis. “Coba kau bayangkan kalau hal sama terjadi pada Seohyun? Apa yang akan kau lakukan hah?!” Kali ini gantian Taeyeon memarahiku.

“Ya… Itu… Pastinya akan kupukul orang itu…”, kataku sambil memalingkan wajahku darinya. Jujur, aku sangat takut pada Taeyeon saat dia sedang marah.

“Lantas kalau kau tahu, kenapa masih juga kau lakukan?! Lagi pula bukankah kau sudah janji dengan Mr. Lee tidak akan berbuat macam-macam pada keponakkannya itu???”

Taeyeon mendampratku habis-habisan. Aku ingin membalasnya, tapi aku sadar kali ini memang salahku dan aku memilih untuk diam.

“Lalu apa yang harus kulakukan Taeng? Dia pasti sangat membenciku saat ini.”, ujarku bingung.

“Pastinya segera minta maaf. Bagaimanapun kau yang salah.”, kata Taeyeon dingin.

“Iya baiklah”, jawabku pasrah.

“Bagus.” Taeyeon tersenyum padaku. Ya, dia lebih baik seperti itu dibanding tadi. “Istirahatlah Yul.”

“Hmmm.”

Kemudian aku membenamkan kepalaku di atas meja. Aku putuskan jam kosong ini kugunakan untuk tidur sampai jam istirahat kedua nanti. Entah kenapa hari ini begitu melelahkan, tidak terasa akupun tertidur.

-Istirahat kedua…

*Author POV

Yuri bergegas mendatangi kelas Jessica untuk meminta maaf. Sesampainya di sana, seluruh murid dibuat terkejut dengan kehadiran salah satu dari ‘Soshi Qwartet’ itu di kelas mereka. Terlebih dia menanyakan Jessica yang dikenal sebagai ‘ice princess’.

“Maaf, apa kau tahu dimana Jessica?”, tanya Yuri kepada salah satu murid kelas itu.

“Ah… Aku tidak tahu…” Wajah murid itu hanya bersemu merah.

“Ow, terima kasih.”, balas Yuri dengan senyum komersilnya.

Tidak berhasil menemukan apa yang dia cari di tempat itu. Yuri pun memutuskan untuk pergi, namun tiba-tiba seseorang menghampirinya.

“Kau mencari Jessica?”

“I..iya… Kau tahu dimana dia?” Yuri kaget saat tahu ada orang di belakangnya.

“Coba cari di perpustakaan. Biasanya jam istirahat dia ada di sana.”, jawabnya.

“Perpustakaan? Baiklah kalau begitu…er…”

“Hyoyeon. Kim Hyoyeon.”, singkat gadis itu memperkenalkan diri.

“Okey, Hyoyeon-sshi, terima kasih.” Yuri pun pamit undur diri.

Yuri langsung berlalu dari hadapan Hyoyeon menuju tempat yang paling anti dia datangi yaitu perpustakaan. Dengan hati-hati dia mencari sosok Jessica. Yuri tidak mempedulikan pandangan para murid yang keheranan melihat dirinya di situ. Dengan seksama dia memeriksa satu persatu tempat di perpustakaan. Hingga akhirnya matanya tertuju pada seorang gadis berkacamata yang sedang berusaha mengambil sebuah buku di salah satu rak.

‘Itu Jessica!’, gumamnya dalam hati. Lalu secara diam-diam dia menghampiri dan membantunya mengambil buku. Gadis merasa sangat senang.

“Ah, terima kasih ba… Kau!!!” Jessica terkejut akan kehadiran orang yang paling dibencinya itu.

Yuri buru-buru menutup mulut Jessica dengan tangannya.

“Ssstt! Jangan ribut, ini perpustakaan.”, kata Yuri pelan. Jessica pun mengangguk tanda mengerti.

Kemudian Yuri melepaskan tangannya dari mulut Jessica.

“Apa yang kau lakukan di sini???”, bentak Jessica dengan suara rendah. Yuri pun menarik nafasnya dan memasang wajah serius. “Apa?” Jessica kembali bertanya pada Yuri.

“Aku minta maaf…”, ucap Yuri sambil menundukkan kepalanya.

“Eh?” Jessica tersentak tidak percaya.

“Hemm, maafkan aku mengenai kejadian tadi pagi.”, gumam Yuri menyesal. Dia takut kalau Jessica sudah melaporkan perbuatannya itu kepada sang paman, Mr. Lee.

” Untuk apa?”, tanya gadis berkacamata itu pura-pura tidak tahu. Jessica rupanya senang dengan permintaan maaf Yuri dan berniat sedikit mengerjainya.

“Apa?” Yuri pun kebingungan.

“Aku bilang ‘untuk apa’?”

“Itu… Aish! Sudahlah, terserah kau!”, ujar Yuri kesal dengan sikap Jessica. Gadis itu berusaha menahan tawa dengan reaksi Yuri. “Tidak lucu!”

Sejenak mereka berdua terdiam dan saling bertatapan. Kali ini Jessica yang memalingkan wajahnya dan bergegas meninggalkan Yuri, tapi Yuri berhasil menahannya dengan menarik tangan Jessica.

“Kau mau kemana? Urusan kita belum selesai.”

“Aku… Lebih baik kita bicarakan di luar Kwon Yuri.”

Yuri setuju dengan usul Jessica, dia tidak ingin yang lainnya juga mengetahui apa yang terjadi di antara dirinya dan Jessica. Mereka pun menuju suatu tempat yaitu pohon besar dimana biasa Jessica menghabiskan waktunya untuk istirahat selain di perpustakaan. Yuri takjub melihat tempat rahasia Jessica itu.

“Uwah! Bagaimana bisa aku tidak tahu tempat ini?”, ujar Yuri terkagum-kagum.

“Pastinya kau tidak tahu karna kau menghabiskan waktumu percuma dengan pacar-pacarmu.”, balas Jessica sinis.

“Ouch! Sangat menyakitkan ‘ice princess'”, goda Yuri.

“Darimana  kau tahu itu?”, tanyanya kaget.

“Tidak ada yang tidak kuketahui di sekolah ini Jessica Jung.” Yuri hanya tertawa kecil melihat wajah Jessica yang cemberut. ‘Aw~! Ternyata dia lucu juga.’, ucapnya dalam hati.

“Ya sudah. Kembali ke pembicaraan, sekarang apa maumu?” Jessica dengan raut serius. Yuri kembali menghela nafasnya.

“Aku minta maaf karena telah menciummu.”

Mendengar perkataan Yuri, wajah Jessica kembali merona mengingat kejadian pagi tadi. Ya, untuk pertama kali di dalam hidupnya ada seseorang yang berani mencium dirinya. Padahal selama ini dirinya paling menghindari hal tersebut terjadi. Makanya Jessica selalu bersikap dingin kepada semua orang sampai-sampai mendapat julukkan ‘ice princess’. Hanya kepada sahabat baiknya Hyoyeon-lah Jessica membuka hatinya.

“Jessica?”, panggil Yuri.

“…” Jessica diam.

Yuri pun terus memanggil-manggilnya, namun Jessica masih terdiam dan tidak sadar kalau Yuri mendekatkan dirinya.

“Sica baby?” Yuri melambaikan tangannya di pandangan gadis itu. “Halo?”

“KYAAA~!!!”, teriak Jessica kaget dengan suara lumba-lumbanya yang langsung membuat telinga Yuri sakit.

“Yah! Kau ini kenapa siy?!”

Yuri berusaha memastikan kalau pendengarannya baik-baik saja.

“Yuri, kau tidak apa-apa???”, tanya Jessica panik.

Melihat gadis itu khawatir padanya, Yuri kembali mengerjainya dengan berpura-pura tidak bisa mendengar.

“Ah, kenapa tiba-tiba suasana menjadi sunyi?”

“Apa maksudmu?” Jessica mulai ketakutan. Dia terus bicara pada Yuri namun gadis itu tidak mendengar apa yang dikatakannya. “Yuri?!”

Jessica pun menangis karena merasa bersalah. Yuri akhirnya menghentikan permainannya yang sudah keterlaluan itu.

“Jessica… Aku baik-baik saja kok. Sudah jangan menangis.”

Mengetahui Yuri baru saja mengusilinya, Jessica bangkit dan menendang Yuri dengan keras.

“AUW!!!”, pekik Yuri kesakitan.

“Rasakan ini!!!” Jessica terus menendang Yuri tanpa henti.

“Maafkan aku Sica, hentikan!!! Aku minta maaf!!!”

Sayangnya, Jessica terlanjur mengamuk dan dengan terpaksa Yuri pun memeluknya agar dia berhenti menendang.

“Lepaskan!!!” Jessica meronta-ronta.

“Tidak!!!”

“Kenapa kau terus jahat padaku???” Kali ini Jessica memukul Yuri dengan tangannya.

“Maafkan aku…”, ucap Yuri lembut.

“Kenapa Yul…”

Yuri terhenyak mendengar Jessica memanggil dirinya dengan sebutan itu. Dalam hatinya Yuri merasa sangat senang. Perlahan Jessica pun berhenti menangis dan melepaskan dirinya dari dekappan Yuri.

“Sica, maafkan aku ya?”, bujuk Yuri sambil mengelap air mata Jessica dengan sapu tangan miliknya.

“Sudah, lupakan saja…” Gadis itu mencoba tegar.

“Sungguh Sica, aku minta maaf…” Yuri makin merasa bersalah.

“…” Jessica hanya terdiam dan tidak ingin melihat wajah Yuri.

Suasana pun hening, dari kejauhan terdengar bel masuk kelas terakhir berbunyi. Jessica beranjak dari tempat dimana dia duduk tanpa mempedulikan Yuri yang terus menyesal.

“Jessica…”

Sang ‘ice princess’ menghentikan langkahnya.

“Kita mulai pelajaran tambahan setiap hari sepulang sekolah Kwon Yuri.”, ucap Jessica dingin.

“Apa?”, tanya Yuri tidak mengerti.

“Sejak hari ini sampai ujian, kita akan terus belajar. Bahkan kalau perlu hari liburmu dipakai untuk belajar. Tidak ada lagi yang namanya main-main.”, tegasnya lagi.

“Ta…tapi Sica…” Kali ini gantian Yuri yang panik.

“Kalau kau tidak mau, tidak apa-apa. Tapi jangan salahkan aku mengadukan semuanya pada paman. Termasuk apa yang telah kau lakukan terhadapku seharian ini.” ujar Jessica dengan nada mengancam.

Yuri pun membeku (Sica effect…) dan tidak percaya dengan sikap Jessica.

“Ow ya, satu lagi. Jangan pernah panggil aku Sica ataupun Sica baby. Sungguh memuakkan!”

Kemudian Jessica berlalu meninggalkan Yuri yang masih terdiam. Yuri hanya memandangi sosok Jessica dari belakang.

“Dia…benar-benar ‘ice princess’…”, gumam Yuri.

-TBC-

Huff! Akhirnya dengan susah payah ngejar wangsit fanfic ini bisa selesai juga. Buat yang udah nunggu lama, maaf yak. Okey, selamat membaca dan jangan lupa dikomen. Bubye! ^3^ *kali ini ngejar layangan putus, WUUUUUZZZZ!!!!

Advertisements

61 thoughts on “Morning Glory [Part 2]

  1. Hurray…kaya’y prtama nich,,
    huhu….sica cengeng ih,bntar2 nangis,masa dicium yul nangis klo aq c PENGEN….haha

    lanjut truz un,,daebak lakh

    • Selamat anda PERTAMAX, kekekeke
      Iya, di sini Sica cengeng banget. Uwah, dicium Yul mah semua juga mau atuh, rebutan *lgsg kena Sica effect,,

      Okey, gomawo ya. ^0^

  2. Hahaha..lucu bgt yuri ma sica.
    saling ngjailin. biar adil.hho~
    wow..efect dr ice princess bner2 dahsyat.
    smpe bikin yuri trdiam beku gtu.ckckck..
    sica serem ish kalo dah marah-_-
    ada unsur taeny.x g yah ni?hhe..~maunya
    dtnggu lanjutan.x yah author 😀

    • Kekekeke, gak kebayang kalo aku yang kena tendangan Sica…
      Makanya Yul, jgn nakal *sok menasehati,,

      Untuk kali ini cerita bakalan fokus ke YulSic dulu,
      Tenang aja, TaeNy ada gilirannya kok, coming soon,,

      Sip, stay trus yak. Gomapta! xD

  3. wahh..dah update>

    partx taeyeon cma dikit,
    g’ ap2 yg pntng mncul,

    maklm biasq*gak nanya*

    ngaakak,suara sica kayk lumba2,wkwk *ditendng sica dri korea*

    kemarin sica dicium yul,skrng dipeluk,slanjtx nc kah?hehe *yadong made on*!

    Mkin seru ceritax,laanjutt…hwaiting

    Oya aq panggil apa nich? Author,oenni,taeng atau bok aja,wkwkwk
    */hey,km kira aq tembok,gembok atw bok jamu hahh/*
    hehee..becanda…v..v..kabuurr

    • Hohoho, penggemar Taeyeon yak? Idem deh.
      Sabar ya, ntr dia juga ada porsinya kok. Mw nyelesain yg ini dulu, kekekeke,,

      Suara Sica emang dasyat, wkwkwkwk,,
      Wah nc ya? I’m still innocent, tp klo byk yg request nanti aku coba buat,, nyari wangsitnya dulu di gunung,, mwahahahaha,,

      Gomapta ya, terserah mw panggil apa. Yul, Sica, Taeng? Tinggal pilih, kakakakak *dipukuli sone*
      Apa aja boleh kok,, xD

  4. enak nya jd sica, udh dcium eh dpluk lgi sma yuri, mau nah yul..hhaa#halah#plak

    dtnggu chapter slanjutnya..

    • Kekekekek, klo aku dengernya pas di Horror Movie Factory. Aigooo, sampe pengen dengerinnya, wkwkwkwkwk,,

      Sip, gomapta! ^0^

  5. wahhhhh sica effect emang luar biasa…
    Ck ck ck
    Kyak nya mulai tumbuh benih2 cinta nih diantara yulsic ^^

    Buat author qw doa’in semoga cepet2 dpt wangsit deh biar cepet update lg!
    Hwating!!!!!!!

    • Hohoho, cinta itu tumbuh tanpa bisa diketahui kapan, dimana, dan kenapa, kekekeke,, *sok bijak mode: ON
      Kita lihat saja nanti, pantengin terus yak,, ^^

      Sip, ini lagi mw nangkep wangsit di sawah, wkwkwkwk,,
      Gomapta! xD

  6. kyya
    aq mau senyum komersilnya yul unnie .
    pasti langsung klepek” tuh sicca unnie kalo d kasih itu .

    kayak nya yul tuh bener” player tingkat akut .
    dy tau banget cara memperlakukan cewe .
    suka bgd ma karakternya yul d sini .
    Sicca jg dingin nya .

    d tunggu chinggu next part nya .
    Hwaiting^^

    • Hahahaha, ntr dikirimin satu ke rumah sama si Yul,,
      Namanya juga player, jd udah tahu caranya secara dia kan juga, hohoho,,
      Sica tidak akan takluk semudah itu kok.

      Okey, pantengin terus ya,, gomapta! xD

  7. wahh sepertinya sudah mulai suka satu sama lain
    kasian yuri ditampar hahahah tp salah yuri sendiri,
    hampir semua fanfic tntang YULSIC pasti yul selalu player knp yaa??
    ditunggu kelanjutannya…..

    • Mungkin di antara yang lainnya cuma Yuri yang paling menggoda, kekekeke,,
      Makanya selalu kebagian peran player *sok tahu.com*

      Oke, tungguin ya,, thank you! ^-^

  8. Yuri lgsg” aja mggil sica,sica baby….
    knp TBC…. Lanjut lgi bca part 3…

    Prknln dirinya di part 3 aja yah…

  9. d ff yg mana pun yg bkin yul tobat jd player cuma sica yak,.. Ice-glarex iku lho Wkwkwk.. 😀
    ea.. Panggilan baby-nya udh muncul,hoho.. Bkal mulai tmbuh benih2 cintrongz.. Lanjut!
    Author daebak

  10. ahahaha.. kasian Yuri di tendang2 kek gitu
    dan emang yaa.. sica effect itu mematikan.. haha

    lanjut ke next part jha deh..

  11. dia benar2 ice princess! Haha gw aja ngeri, gmana pula yuri yg ada d stu? Makanya yul jgn tw nya tebar pesona.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s