You Belong To Me [Part 2]

I’M BACK!!! Akhirnya jadi juga part 2 dari “You Belong To Me”. Okey, buat yang udah nunggu kelanjutannya silahkan dibaca, enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~You Belong To Me [Part 2]~

Genre: Gender-bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon, Tiffany, Hyoyeon, Sooyoung, etc

———

“Selamat datang di Soshi Royal Family Restaurant.”, sambut Hyoyeon kepada Jessica.

“Uh, ya.”

“Untuk berapa orang nona?”

“Apa kau tidak lihat aku sendirian?”, tanya Jessica balik dengan ketus.

“Maaf. Kalau begitu silahkan ikuti saya.”

Hyoyeon mengantar Jessica menuju tempat duduknya yang terletak di dekat jendela, tidak jauh dari dapur.

“Hei, kenapa aku harus duduk sini? Di situ masih kosong.”, protes Jessica sambil menunjuk tempat yang dimaksud.

“Kebetulan tempat itu sudah dipesan dan yang tersisa hanya di sini.” Hyoyeon berusaha menjelaskannya dengan senyum. ‘Aigooo, cerewet sekali orang ini. Sabar Hyo…’ Kemudian dia memberikan buku menu pada Jessica.

“Aish! Baiklah.”, kata gadis itu sambil membuka buku menu.

“Jadi anda mau pesan apa nona?”

“Tunggu sebentar biar kubaca dulu.” Jessica membaca daftar menu satu-persatu sementara Hyoyeon menunggu pengunjungnya itu memilih.

“Bagaimana?”

“Cerewet!”, bentak Jessica. “Aku pesan tuna sandwich dan orange juice saja kalau gitu. Cepat ya, gak pake lama.”

“Okey.” Dengan sigap pelayan itu mencatat pesanan tamunya. “Baiklah saya ulangi sekali lagi ya. Seporsi tuna sandwich dan orange juice. Itu saja? Ada tambahan lagi?”

“Tidak, cukup.”, kata Jessica memandang ke arah luar jendela.

“Terima kasih. Mohon ditunggu.”

Hyoyeon pun berlalu dari hadapan gadis berwajah dingin itu.

“Sial, kenapa aku harus duduk di sini siy? Cih!”, keluhnya.

———

“Siapa kau?!”, tanya Yuri yang langsung menarik tangan gadis itu saat mencoba kabur.

“Kya! Yuwree, ini aku!”, teriaknya.

“Kau… Miyoung?!” Lalu Yuri pun melepaskan genggamannya.

“Aish! Jangan pernah panggil aku dengan nama itu.”, protes Tiffany.

“Tiffany, sedang apa kau di sini? Bukankah kau seharusnya di Amerika?”

“Yah! Tentu saja aku datang untuk bertemu dengannya. Memangnya aku ke sini hanya buat makan kimchi???”, ujar Tiffany kesal. Tangannya masih sakit akibat cengkraman Yuri tadi. “Akh, sakit tahu. Kau menggenggamnya terlalu keras.” Sambil mengelus-ngelus daerah yang sakit.

Yuri hanya tersenyum dan perlahan mendekati Tiffany.

“Aw~, jangan begitu dong Fany-ah. Apa kau tidak merindukan aku?”, bisik Yuri ke telinganya.

Wajah Tiffany pun merona dan menjadi salah tingkah. Yuri yang melihatnya berusaha menahan tawa hingga akhirnya gadis itu sadar kalau Yuri hanya menggodanya.

“Yuwree! Kau…” Tiffany mencoba membalasnya, namun tiba-tiba seseorang dari arah restoran mendatangi mereka.

“Yuri-ah, apa yang sedang kau lakukan di sana? Ayo cepat bantu yang lain! Jangan malas!”, teriak Taeyeon memanggil Yuri yang kemudian menyadari kehadiran orang lain.

“TaeTae…”

“Mi… Miyoung? Apa itu kau?”, tanya Taeyeon tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Iya. Ini aku TaeTae! Tiffany!” Tanpa ragu, Tiffany langsung berlari kepelukkan Taeyeon. “Aku merindukanmu Kim Taeyeon…”, isaknya.

Air mata gadis berambut pendek berwarna hitam itu membasahi bahu sang koki. Sementara itu Yuri hanya bisa menyaksikkan kemesraan mereka berdua yang sedikit membuatnya merasa iri.

“Aigooo, kenapa hanya Taeng yang boleh memanggilmu ‘Miyoung’?”, gerutu Yuri menggaruk kepalanya.

Taeyeon segera menatap tajam bawahannya itu sembari masih memeluk Tiffany.

“Lebih baik kau segera kembali ke dapur, bantu yang lain. Ayo cepat!”, perintah Taeyeon.

“Iya iya, aku pergi. Have fun, hehehehe.”

Yuri pun berlalu meninggalkan mereka berdua.

“Miyoung-ah, sudah jangan menangis lagi.” Taeyeon melepaskan Tiffany dari pelukkannya dan mengusap air mata gadis ber-eye-smile itu. “Tersenyumlah, itu lebih baik.”

“Sampai kapan kau akan memanggilku dengan nama itu?”, tanyanya kesal. “I really miss you, TaeTae…”

Taeyeon hanya tersenyum mendengar ucapan Tiffany. Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke arah gadis itu dan berbisik padanya.

“I miss you too… Tippani…” Kemudian Taeyeon mencium bibir Tiffany. “Saranghae… Fany-ah…”

“Me too TaeTae…”

———

@Restoran…

“Hei Yul, dari mana saja?”, tanya Hyoyeon yang sibuk melayani pesanan para tamu.

“Memangnya kau tidak lihat tadi aku buang sampah?”

“Ya sudahlah. Sana cepat cuci tanganmu dan bantu aku membuat pesanan ini.” Hyoyeon menyerahkan buku catatannya pada Yuri.

“Tuna sandwich dan orange juice? Okey, akan segera kubuatkan.”

“Btw dimana Taeng?”

“Ow, sepupumu sedang ada tamu penting.”, ucap Yuri menyeringai.

“Tamu penting? Malam-malam begini? Siapa Yul?”, tanya gadis itu penasaran.

“Nanti kau juga tahu Hyo.” Sambil mengedipkan matanya, Yuri pun menuju ke dapur. Dengan sekejap, pesanan itu telah jadi dan siap untuk dihidangkan. “Okey, its done!”

———

“Aish! Kenapa pesananku lama sekali?” gumam Jessica yang perutnya kembali berbunyi. Tampaknya kali ini sudah tidak bisa diajak kompromi. “Ah, sial…”

Tidak beberapa lama kemudian pesanannya pun datang.

“Maaf menunggu lama.”

“Kemana saja??? Aku lapar tahu?!”

“Sekali lagi kami minta maaf telah membuat anda menunggu.” Lalu Hyoyeon meletakkan sepiring tuna sandwich dan orange juice ke meja gadis itu. “Silahkan dinikmati.”, ucapnya lagi sambil tersenyum dan dia pun undur diri.

“Akhirnya aku bisa makan juga.”

Tanpa basa-basi Jessica menyantapnya dan tidak menyadari sesuatu yang dibencinya ada di dalam makanan tersebut.

Krauk!

Gadis itu mulai merasa ada yang tidak beres dengan lidahnya dan langsung memeriksa isi sandwich pesanannya. “Inikan… KYAAAA~!!!”

Jeritan Jessica yang seperti suara lumba-lumba itu pun menggelegar ke seluruh ruangan restoran dan mengejutkan semua pengunjung dan sekejap menjadikannya pusat perhatian di tempat tersebut.

“Ada apa nona?!” Hyoyeon segera berlari menghampirinya.

“Ke…kenapa kau masukkan ‘itu’ ke dalam sandwich?”, tanya Jessica dengan wajah pucat.

“Itu?”

Pelayan itu lalu memeriksa sandwich yang mereka buat. Hyoyeon heran karena dia tidak menemukan apa pun di dalamnya. Semuanya memakai bahan-bahan yang biasa dipakai. Pandangannya pun tertuju pada Jessica yang tampaknya sangat ketakutan dengan sestuatu. Tangan gadis itu perlahan menunjuk ke arah salah satu sayuran.

“Ketimun…”

“Apa?”

“Aku alergi ketimun… Tolong singkirkan benda itu dariku!”

“Maksudmu ini?”, tanya Yuri yang tiba-tiba datang dan memperlihatkan ketimun itu ke hadapannya. Kontan aja Jessica langsung pingsan di tempat.

“Yul!!! Apa yang kau lakukan???!!!”, bentak Hyoyeon yang sangat marah akan ulah temannya itu.

“Habis, baru kali ini aku melihat ada orang yang benci dengan ketimun. Padahal kan enak,” jawab Yuri tanpa rasa bersalah.

“Akh! Pokoknya kau urus gadis ini! Aku mau panggil Taeyeon dulu!”

“Ta… Tapi…” Belum selesai Yuri bicara, Hyoyeon sudah pergi meninggalkannya. “Ck, terpaksa harus dibawa ke kamarku. Amber, tolong bantu aku mengangkatnya.”

“Ba… Baik hyung…”

Sementara mereka berdua membopong Jessica ke kamar Yuri, para pelayan lainnya berusaha menenangkan dan memberi penjelasan kepada pengunjung karena tidak ingin kejadian ini berdampak buruk yang nantinya berakibat fatal bagi restoran Taeyeon yang telah susah payah dia bangun.

———

@Kitchen…

“Taeyeon!!!”

“Ada apa Hyo?”, tanya Taeyeon yang baru kembali sambil menggandeng tangan Tiffany. “Ow ya, Pasti kau bingung kenapa Mi… maksudku Tiffany ada di sini. Selama beberapa waktu dia akan berada di Korea.”

“Oh, halo Tiffany. Lama tidak jumpa.” Hyoyeon tersenyum pada Tiffany. “Tapi penjelasan itu nanti saja. Ada yang lebih penting!”

“Hyo, tenangkan dirimu dan jelaskan apa yang terjadi?” Taeyeon mengerutkan alis.

“Taeyeon, kita dalam masalah. Salah satu pengunjung kita pingsan!!!”, jelasnya singkat.

“APA???!!!, pekik sang koki terkejut. “Bagaimana bisa terjadi???” Wajah Taeyeon langsung berubah pucat dan menjadi sangat khawatir. Tiffany yang melihatnya berusaha menenangkannya.

“Tae… Taeyeon, tenanglah.”

“Tapi Fany-ah… Aku…”

“Serahkan hal ini padaku.” Tiffany mengelus pipi Taeyeon.

“Baiklah.”

Taeyeon hanya bisa pasrah dan menghela nafasnya dalam- dalam. Dia mempercayakan pengunjung pingsan itu kepada Tiffany yang merupakan seorang dokter. Taeyeon bertemu dengannya pertama kali saat Tiffany  sedang kuliah di Korea dan sejak setahun yang lalu, gadis itu kembali ke Amerika untuk melanjutkan studi S2 nya. Meski berat bagi mereka untuk berhubungan jarak jauh, namun pada akhirnya mereka tetap bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Baik itu lewat email, chat, facebook atau sahut-sahutan di twitter. Sudah hampir sekitar 2 tahun lamanya Taeyeon dan Tiffany berpacaran. Saat ini kampus Tiffany sedang mengalami libur panjang semester dan dia memutuskan untuk mengunjungi Taeyeon.

“Hyoyeon-sshi, dimana dia?”, tanya Tiffany.

“Gadis itu… Dia…”

“Gadis itu ada di kamarku.”, potong Yuri yang datang tiba-tiba. “Taeng, maafkan aku…” Dia merasa bersalah kepada sahabatnya itu karena akibat ulah isengnya Taeyeon mendapat masalah.

“Fany-ah, aku percaya padamu.” Tiffany hanya mengangguk pada Taeyeon dan langsung menuju kamar Yuri. “Dan kau Kwon Yuri, aku ingin bicara denganmu nanti. Sekarang lebih baik semua kembali bekerja.”

“Taeyeon-oppa, kurasa sebaiknya kau juga memberi penjelasan kepada para pengunjung. Aku takut nantinya…”, ujar Hara yang bekerja paruh waktu di tempat Taeyeon.

“Iya, sudah pasti Hara-sshi. Itu juga adalah tanggung jawabku sebagai owner restoran ini. Kalian jangan khawatir.” Taeyeon menenangkan para karyawannya. Kemudian dia pun segera menemui para pengunjung.

“Hei Hyo, apa yang terjadi?”, tanya Sooyoung yang baru kembali membeli makanan.

“Biasa Youngie. Isengnya Yul kumat di saat yang tidak tepat.” Hyoyeon masih kesal dengan perbuatan temannya itu dan membuka bungkusan makanannya.

“Memang kali ini apa ulahnya?”

“Dia membuat salah satu pengunjung kita pingsan.”

“Wow! Bagaimana bisa?” Sooyoung terlihat makin penasaran.

“Lebih baik kau tanya sendiri padanya, aku malas mengingatnya lagi.”

“Okey baiklah. Thanks Hyo!”, ucap Sooyoung langsung pergi meninggalkannya.

Tanpa Hyoyeon sadari, makanannya telah habis dimakan oleh cowok yang udah keburu kabur itu.

“Aish! Dasar shikshin, enggak boleh ngeliat makanan nganggur!”

———

Taeyeon menemui Yuri yang telah menunggu dirinya di ruang kerja. Akhirnya dia selesai juga memberi penjelasan kepada para pengunjung restoran dan setelahnya Taeyeon menjenguk gadis pingsan itu untuk mengecek kondisinya yang kata Tiffany sudah membaik. Dia pun hanya bisa memasang raut wajah kecewa dan menarik nafasnya dalam-dalam kepada Yuri.

“Yul, aku sudah dengar apa yang terjadi.”

“Maafkan aku Taeng…”

“Cukup. Kau jangan minta maaf padaku, tapi minta maaflah pada gadis itu.”

“Ya, aku tahu. Aku akan minta maaf padanya.”

“Bagus.” Taeyeon akhirnya tersenyum.

Melihat hal tersebut, hati Yuri menjadi sedikit lebih lega. Yup, dia paling takut dengan Taeyeon yang sedang marah.

“Kalau begitu aku permisi dulu Taeng.”, ujar Yuri yang akan keluar dari ruangan itu.

“Eits, aku belum selesai.”, potong Taeyeon.

“Apa maksudmu?”

“Selanjutnya adalah hukuman untukmu.” Wajah Taeyeon mendadak kembali berubah.

“Hukuman?”

“Iya. Tentu saja karena kesalahanmu hampir membuat seseorang celaka.”

“Tapi…”

“Tidak hanya itu. Kau juga hampir membuat restoran ini dalam masalah kalau saja para pengunjung tidak menerima penjelasanku tadi.”

Yuri terdiam. Dia tidak bisa berkata apa-apa karena semua yang dikatakan Taeyeon adalah benar.

“Aku tahu Yul, sebenarnya ini bukan hanya kesalahanmu karena kita tidak tahu kalau ternyata dia membenci ketimun. Tapi kau juga harusnya tidak berbuat konyol seperti itu.” Taeyeon kembali menghela nafas. “Harusnya aku tahu tentang hal ini…”

“Lalu apa hukumanku?”

“Sudah tentu yang pertama adalah gajimu akan kupotong. Aku minta maaf Yul…”

“Baiklah, aku terima…”

“Dan yang kedua pastikan kau sudah mendapatkan maaf dari gadis itu dan jangan biarkan dia melaporkan kejadian ini.”, ucap Taeyeon dengan penuh kekhawatiran.

“Memangnya kenapa?”, tanya Yuri heran.

“Sebab dia…”

———

*Flashback*

@Yuri’s room…

“Eng… Dimana ini…”, ucap Jessica setengah sadar.

“Kau sudah sadar? Syukurlah.”

“Huh? Siapa kau? Aku dimana?”

“Aku Tiffany. Tadi kau pingsan, tapi sepertinya akan segera membaik. Istirahatlah.” Tiffany kembali menyelimuti Jessica.

“Pingsan? Apa yang…” Gadis itu berusaha mengingat apa yang terjadi padanya.

“Aku akan segera kembali.”

“Tunggu!” Tiba-tiba Jessica menarik tangan Tiffany yang akan beranjak pergi. “Mana dia?”

“Dia? Siapa yang kau maksud?”, tanyanya tidak mengerti.

“Mana orang menyebalkan itu???”, bentak Jessica. “Apa dia tidak tahu sedang berurusan dengan siapa???”

Tiffany pun mencoba meredakan amarah gadis itu.

“Tenangkan dirimu…em…”

“Jessica… Aku adalah Jessica Jung!”, jawabnya dingin.

*End of flashback*

———

“Jessica Jung?”

“Ya.”

“Memangnya siapa dia?”, tanya Yuri polos.

“Aish! Apa kau tidak tahu Yul?! Dia itu putri dari pemilik Jung Enterprise, Jung Jae Min! Salah satu perusahaan terbesar di negara ini. Merekalah yang mengelola supermarket-supermarket besar langganan kita.”

“Terus?”

“Kau tahu akibatnya kalau dia sampai buka mulut?”

“Aku tidak mengerti maksudmu Taeng.”

“Jika gadis itu Jessica Jung melaporkan hal ini yang ada reputasi restoran akan hancur dan tidak akan ada lagi supermarket yang bersedia memasok bahan-bahan makanan untuk kita. Dengan kata lain kita akan bangkrut!!! Kau mengerti?!!!”

Kali ini Taeyeon sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Dia bingung harus menjelaskan apa pada yang lainnya terutama kepada Tiffany bila hal tersebut menjadi kenyataan. Yuri pun akhirnya mengerti dan menenangkan sahabatnya itu dengan memeluknya. Meski samar, Yuri bisa merasakan kalau Taeyeon sedang menangis. Hal yang jarang terjadi pada cowok mungil itu. Terakhir Yuri melihatnya menangis adalah di saat dia berpisah dengan Tiffany.

“Taeng… Sudah tenanglah. Aku akan mencoba meminta maaf dan mempertanggung jawabkan perbuatanku ini…”

Yuri merasa amat bersalah kepada Taeyeon. Dia tidak menyangka kalau ulah isengnya itu akan berakibat fatal seperti ini. Perlahan Yuri melepaskan Taeyeon dari pelukkannya.

“Lebih baik aku segera menemuinya dan menyelesaikan masalah ini.”, ujar Yuri sambil tersenyum.

“Iya…” Taeyeon mengucek matanya yang masih terlihat memerah. “Terima kasih Yul…”

“Okey! Semangat Kim Taeyeon!” Sembari menepuk punggung Taeyeon dan berlalu menuju kamarnya tempat Jessica berada.

———

@Yuri’s Room…

Tok… Tok… Tok…

“Siapa?”, tanya seseorang dari dalam yang rupanya adalah Jessica. Gadis itu terlihat sendirian, Tiffany yang menjaganya sedang berada di dapur.

“Ini aku.”

Yuri membuka sedikit pintunya. Cowok itu agak takut menatap Jessica. ‘Kenapa di sini terasa dingin?’ Dia merasakan aura dasyat berada di sekeliling gadis tersebut.

Jessica pun terkejut melihat kedatangan Yuri. Akhirnya dia bisa menemukan orang yang dijodohkan oleh ayahnya itu dan tidak menyangka bahwa ternyata dia juga adalah orang yang telah tega dan hampir membuatnya celaka. Akibatnya Jessica semakin membenci Yuri.

“Mau apa kau ke sini?!”

“Aku ingin minta maaf…”

“Segampang itu??? Pergi! Aku tidak akan pernah memaafkanmu!!!”

“Tapi…” Yuri perlahan masuk.”

“Aku bilang pergi Kwon Yuri!!!”, usir Jessica yang kelepasan memanggil nama Yuri.

“Tunggu… Apa kau bilang barusan? Kwon Yuri???”, tanya Yuri kaget.

Jessica langsung memalingkan wajahnya dari cowok itu.

“Sudah sana pergi. Aku mau istirahat.”

“Dari mana kau tahu namaku?” Yuri makin penasaran dengan gadis itu. Padahal mereka belum saling memperkenalkan diri masing-masing dan ini juga pertama kalinya dia bertemu Jessica.

“…”

Jessica tidak mennjawab dan berpura-pura tidur. Yuri yang kesal diacuhkan kemudian menarik selimut dari Jessica.

“Hei, jawab aku!”

“Bukan urusanmu!”

“Ada apa ini ribut-ribut?”, tanya Tiffany yang datang dengan membawa makanan untuk Jessica. Yuri pun segera menengok ke arahnya.

“Fany, apa kau yang memberitahu namaku padanya?”

“Tidak.”, ucapnya sambil mengeleng-gelengkan kepala. “Memangnya kenapa? Apa kalian saling kenal?”

“Terus bagaimana gadis sombong ini tahu namaku?!”

“Sombong???” Jessica yang kesal langsung merampas selimut dari tangan Yuri. ” Sudahlah. Lagi pula itu juga tidak penting!”

“Tapi itu penting buatku!”

“Untuk apa?!”

“Kau ini kenapa siy???” Emosi Yuri menjadi semakin memuncak. Dia lupa dengan tujuan awalnya yang datang untuk meminta maaf dan sekarang yang ada Yuri malah terlibat pertengkaran dengan Jessica.

“Aku tidak apa-apa. Lebih baik kau segera menyingkir dari hadapanku sekarang dan jangan ganggu aku. Aku mau tidur!!!”, tegasJessica sambil menarik selimutnya.

“Yah! Kau pikir sekarang kau ada dimana nona?!”

“Sudah, kalian berdua hentikan! Yuri biarkan dia beristirahat. Keluarlah.”, pinta Tiffany yang berusaha melerai pertengkaran mereka.

“Tidak bisa. Ini kamarku dan ini selimutku!!!”, ujar Yuri tidak mau kalah dan menarik selimutnya dari Jessica.

“Apa yang kau lakukan??? Berikan selimut itu!!!”

“Tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku!”

“Berikan!”

“Tidak!”

Tarik menarik selimut pun terjadi hingga akhirnya Jessica yang kesal menendang kaki Yuri.

“AUCH!!!”

“Hahaha, rasakan! Ini milikku!”

“Kau… Ah!!!”

Saat Yuri berusaha mempertahankan selimut yang ditarik oleh Jessica, tiba-tiba tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Jessica yang berada di tempat tidur. Tidak sengaja Yuri pun mencium bibir gadis itu.

“Omo!!!” Tiffany terkejut melihat apa yang terjadi di depan matanya.

Dengan segera Yuri melepaskan dirinya dari Jessica.

“Maaf… Aku…”, ujar Yuri gugup.

Sedangkan Jessica hanya diam mematung dan perlahan menyentuh bibirnya. Dia tidak menyangka cowok yang dibencinya itu telah berani menciumnya. Jessica pun langsung berdiri dan sebuah tamparan darinya melayang ke arah wajah Yuri.

PLAAAKKKK!!!!

-TBC-

Lagi-lagi berakhir dengan tamparan, wkwkwkwk. And finally, its done! Yeah! (sambil nari “The Great Escape”) Author sarap akhirnya bisa balik lagi setelah susah payah nyari wangsit mengarang bebas di sana-sini, mwahahaha! Reader apa kabar? Wah, senang sekali saya bisa melanjutkan fanfic ini dan tentunya amat sangat senang menerima komentar dari kalian meski jumlahnya enggak banyak, tapi ini sangat berarti buat author dalam memacu semangat untuk menulis. Untuk lanjutan kali ini mungkin lumayan agak panjang dari kemarin, jangan bosen bacanya yak. Sip! Kalo gitu sekian dulu kali ini. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah. Sekali lagi thanks banget buat yang udah pada mampir dan bersedia ngasih komentar (terharu mode: ON) juga pastinya untuk para silent reader ayo dong tunjukkan dirimu, jangan shy2 cat gitu ah, kekekeke. See you next chapter, bubye! ^3^ *goyang-goyang sambil dengerin SNSD*

58 thoughts on “You Belong To Me [Part 2]

  1. kata2 TBC yg tak tepat.. T_T
    semakin d buat penasaran dgn cerita nya.. Author yg baik, cepat lah kau mendapatkan wangsit n melanjutkan cerita yg bgs n membuat org penasaran ini.. #plak d jitok author cz ga sopan..

    • Sip bos! Wangsit sudah berhasil saya dapatkan.
      Penasaran yak? Segera di-update.
      Wkwkwkwk, gomawo! ^^

  2. Yulsic seperti tom and jerry tapi pasti nanti saling cinta #sok tahu. Oke ditunggu kelanjutannya ceritanya author gomawo.

  3. Uwooo……..
    Ah sica, maen tampar2 aja ntar minta french kiss lagi #plakk
    pdhal gak ngerti french kiss itu kaya gmna OAO

    Lanjut ya thor *noel2 pipi yuri =3=

    • Sica emang paling seneng nampar si Yul, wkwkwkwk
      Frech kiss? Itu apa kakak *sok polos*

      Okey, lanjut chingu! ^3^

  4. anyeoung..reader bru ^^ slm kenal yaa..yul sm sica lucuu kl berantem..uda prtma kali ktmu lgsg kisshu lg..wkwkwk..siip..lanjutkaan 🙂

    • Salam kenal juga yinyang.
      Kekeke, kissu yg tidak sengaja namun begitu membekas di hati.

      Yup, lanjut! ^0^

  5. Silent readers muncul ehehe,Morning glory kpn d lnjt?? Asiik yulsic ciuman tp sdkit tamparan..dua”nya q tnggu klnjutanX

    • Akhirnya kau menampakkan dirimu nak, muhahaha!
      Untuk Morning Glory harap sabar ya, wangsitnya gesit, susah nangkepnya. *alasan author*

      Sip, gomapta! xD

  6. iiisshhhh -_- knp TBC di saat ga tepaaatt…
    Udah pnsrn tingkat akuuuttt…
    Cepet” dpt wangsit yah biar cpt updatenya

    • *Tendang TBC jauh-jauh!*
      Waduh, dia udah akut! Sabar chingu, wangsit sudah dapet, wkwkwkwk.

      Gomawo! ^^

  7. Haduh2,,yulsic knp jd pd brantem gto,,,aq kira yg ngintip tuch sica,eh gtau’y fany,,,hahay,trtipu aq….

    Weitz adegan ranjang,,,dliat fany gy,,haha,sumpah lucu bgd,,,

    daebak thor,update sooner…dtgu

    • YulSic emg lagi hobi berantem di sini, muhahaha *digampar Sica*
      Aih, Fany-ah, Taeng gimana niy?

      Sip! thanks bgt ya chingu! xD

  8. ommo
    alerginya sicca unnie keterlaluan tuh ampe pinsan lg .
    Yul unnie jg sich jail sangat .

    Sicca ati2 loch benci ma cinta itu bedanya tipis *sok tau*
    udah yul ikutan bobok aja kalo sica ga mau bangun *plakk*
    lanjuut chinggu .

    • Sica oh Sica, kenapa kau hobi sekali pingsan? *diselepet sama Sica*
      Yul, jahilin Sica nya yang lebih parah dong! *ngomporin*

      Andwae! Yul harus tidur sama aku, muhahaha.
      Gomapta! ^^

  9. kenapa harus TBC T______T
    oia annyeong aku ini reader baru hehehe
    lanjut authorrr!! hwating~~ sangat dinantikan dan ditunggu kelanjutanya^^ hehehe

    • Welcome gumgum!
      Iya niy TBC, hush, pergi sana!
      Kekeke, lanjutan segera diluncurkan. Enjoy it! Thx u. xD

  10. LANJUT….LANJUT * teriak pake toak *
    nice ff ^ ^… Mian unn gak komen dipart 1,gak ap2 kan? 😛
    unnie…DAEBAK ^ ^

  11. sica alergi ketimun or emang takut ketimun?haha…~plak
    lucu ish cra tiffany manggil yuri, ‘Yuwree’
    logat amriknya keluar.kekeke~
    bca ni ff jd inget pasta. apalagi taeyeon yg jd koki utama.hho~
    wah ada ambernya? jd g ush repot2 lg cri pasangan bwt krystal.hhe..
    yulsic berantem kyk junpyo ma jandi.
    ntar jg malah cinta bneran. brawal dr kissing..
    awal yg bagus.hho~
    dtnggu lanjutannya 😀

    • Sica itu kena dua2nya. Gara2 alergi dia jd benci sama ketimun.
      Nulis ‘Yuwree’ nya butuh kerja keras euy, muhahaha.
      Sst! Jgn spoiler yak chingu, wkwkwkwk

      Dilanjutkan! Gomapta! xD

  12. auwww yul oppa udh mulai nyium2 sica nih, tinggal ditunggu nc nya az lg
    wkwkwk PLAKKK
    Lanjut author!!!
    (^^V)

    • Jyahaha, minta nc niy. Jujur, aku pernah nyoba nulis tapi yg ada tangan aku malah cantengan.
      Mesti mangadakan penelitian dulu biar sukses, muhaha.
      Sip, lanjutkan! Thx u! xD

  13. aq kira cwek yg ngeliatin yul itu sica, wah ternyata si tiffany!
    awal2 sica mungkin gak ska ama yuri, tpi psti seiring berjlnx wktu, aq ykin sica akn jatuh cinta ama yul *gw gak sbr nunggu momen2nya*

  14. tabok lagi tabok lagi wakakakakkakakak *poor yuri

    hadeeeeuh yul lupa deh klo kudu minta maaf, malah bikin masalah baru hohohoho

    Seruuuuuuu… lanjut ah

  15. Ooh ternyata yang diliat yul fany toh..haha
    yeyeye ada taenynya juga..
    Q suka taeny meski ni cerita yulsic pun tapi q suka ceritanya..

  16. yuri iseng bgt sih,bwa2 ketimun trus diliatin ke jessicaa didpnnya lagi,jessica lucu bgt sih masak takut ma ketimun ampe pingsan gitu.cute 🙂

  17. hahahaha.. sica.. sica… liat ketimun aj langsung pingsan gitu.. padahal ketimun itu kan enak.. kek katanya yuri oppa.. hahaha
    dan..
    omooooo.. YulSic kissing !!! wkwkwkwkw.. sica.. bilang aja kalau kamu suka.. hehehe
    serunya cerita nih.. okay lanjut ke part 3…
    author fighting !!! lanjutkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s