You Belong To Me [Part 4]

Helo Helo! Did you miss me??? Yeah, I’m BACK!!! Huff, akhirnya rampung juga kelanjutan ff ini. Tangan sampe cantengan euy ngetiknya, muhahaha! So buat yang udah nunggu kelanjutannya silahkan dibaca dan jangan lupa dikomen ya. Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!! *wuuuzzz!!!*

~You Belong To Me [Part 4]~

Genre: Gender-bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon, Tiffany, Sunny, Sooyoung, Hyoyeon, etc

———

“Sica! Kau tidak apa-apa?!” teriak Donghae yang panik melihat Jessica terjatuh. Tanpa disadarinya dia pun langsung terbangun dari tempat duduknya untuk menolong gadis itu.

Sayangnya Donghae kurang cepat sehingga Jessica akhirnya berhasil diselamatkan oleh orang lain.

“Kau baik-baik saja Nona Jung?” tanya orang itu yang suaranya tidak asing di telinga Jessica.

“Suara ini… Tidak mungkin dia…” gumam gadis tersebut.

Dengan dilanda rasa penasaran, perlahan Jessica mengadahkan wajahnya untuk melihat orang yang telah menyelamatkannya itu dan dia pun terkejut mengetahuinya.

“Kwon Yuri???”

“I… Iya.” jawabnya gugup.

“Apa yang kau lakukan di tempat ini?!” bentak Jessica.

“Aku datang untuk…”

“Dan mau sampai kapan kau memelukku seperti ini hah?” potong gadis itu.

Menyadari hal tersebut, Yuri dengan segera melepaskan Jessica.

“Ah, maaf.” Cowok itu masih canggung berhadapan dengan Jessica. Terlebih kejadian kemarin masih membekas dibenaknya.

Sementara itu Donghae masih tertegun melihat mereka berdua. Dia kesal karena bukan dirinya yang menolong Jessica. Diam-diam dirinya ternyata cemburu pada mantan pacarnya itu. Tidak jauh berbeda dengan kekasihnya, wajah Gyuri juga berubah menjadi masam saat tahu Donghae masih memperhatikkan Jessica. Gadis itu tidak menyukai hal tersebut dan berusaha menarik cowok itu pergi menjauh dari Jessica.

“Sayang, ayo kita pergi. Katanya hari ini kita mau nonton?” ucap Gyuri manja sambil merangkul tangan Donghae.

“Ah, iya… Tapi…” katanya yang masih enggan beranjak pergi. Dia masih penasaran dengan sosok penyelamat Jessica itu.

“Ayolah cepat. Nanti kita telat. Lagi pula sudah ada yang menolongnya. Jadi kau tidak usah cemas.” ujarnya sinis.

“Kau benar sayang. Mari kita pergi.”

Senyum kemenangan pun mengembang di wajah Gyuri dan tanpa rasa bersalah gadis itu berlalu meninggalkan kantin bersama Donghae. Jessica mencoba tidak memperdulikan mereka berdua, walaupun hatinya terluka. Sooyoung dan Sunny yang baru kembali membeli makanan langsung menghampiri Yuri dan Jessica.

“Apa yang terjadi?” tanya mereka berbarengan.

“Tidak ada kok, hanya saja tadi Nona Jung hampir terjatuh.” Yuri berusaha menjelaskan kejadian yang baru saja mereka alami.

Sedangkan Jessica masih memandang sosok Donghae yang perlahan-lahan menjauh dari pandangannya.

“Sudahlah Sica, lupakan Donghae.”  ucapan Sunny seketika membuyarkan lamunannya.

“Apa maksudmu Sunny? Aku tidak…” Jessica mencoba mengelak tentang perasaannya.

“Kau pikir aku mengenalmu baru kemarin huh? Kita ini sudah bersahabat sejak kecil. Jadi jangan bilang aku tidak tahu tentang dirimu.”

“Sunny, aku perlu waktu untuk melupakannya.” jawab Jessica tertunduk.

“Shhh, aku tahu kok.” ujar Sunny menenangkan sahabatnya itu.

“Maaf mengganggu Nona Jung.”

“Nona Jung?” Sunny tertawa kecil  mendengar panggilan itu. “Siapa dia Sica? Pacar barumu?” tanyanya penasaran.

Jessica hampir saja melupakan Yuri yang telah menyelamatkannya.

“Pacar? Kau bercanda. Dia Kwon Yuri, seorang pelayan restoran yang mana mungkin menjadi pacarku.” ucap gadis itu dengan nada sombong.

Perkataan Jessica rupanya menyinggung emosi Sooyoung yang menemani Yuri.

“Yah! Apa kau bilang tadi???”

“P-E-L-A-Y-A-N, pelayan. Kau puas?”

“Aish! Gadis ini… Dia benar-benar menyebalkan!!!” teriak Sooyoung yang ingin menerkam Jessica tapi berhasil dicegah Yuri.

“Sudah cukup Sooyoung! Kita datang ke sini bukan untuk cari ribut.” Yuri kembali memperingatkan kawannya itu. “Maaf Nona Jung. Kami memang hanya seorang pelayan, tapi kami juga manusia sama seperti kalian. Jadi tolong jangan pandang rendah kami karena kami juga punya harga diri.” kata Yuri yang berupaya keras menahan emosinya, meski dia sudah kebal dengan kata-kata Jessica.

“Lalu mau apa kalian ke sini?” Kali ini giliran Sunny yang bertanya.

“Kami datang hanya ingin mengembalikan barang milik Nona Jung.” Yuri mengeluarkan sebuah kotak kecil dar bungkusan plastik yang dibawanya dan menyerahkannya pada Jessica.

“Apa ini?”

“Itu handphone kepunyaanmu yang kemarin tertinggal di restoran. Aku menaruhnya ke dalam kotak agar tidak rusak karena aku tahu harganya sangat mahal. Orang seperti kami perlu waktu bertahun-tahun untuk membelinya.” sindir Yuri.

Kata-kata cowok pelayan itu membuat Jessica dan Sunny terdiam.

“Jadi kalian datang hanya untuk ini?” tanya Sunny tidak percaya.

“Iya, kami bahkan harus merelakan jam makan siang kami hanya untuk mengantar benda tersebut. Harusnya kalian berterima kasih bukan mengejek kami.” ujar Sooyoung yang masih kesal.

Sayang, Jessica tidak menerima perkataan dari kedua cowok itu. Dengan segera dia membuka dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang.

“Ini ambil!” Jessica memberikannya pada Yuri. “Dan aku tidak butuh ini!” Gadis itu membanting handphone-nya dihadapan Yuri.

BRAAAKKK!!!

“Sica! Apa yang kau lakukan?!” teriak Sunny yang terkejut melihat tindakkan sahabatnya.

“Biar saja! Mereka pikir aku ini siapa???”

“Tapi kau tidak boleh seperti itu. Ini sudah keterlaluan tahu!” Gadis mungil itu berusaha memperingatkan Jessica.

Akibat ulah Jessica, sekarang mereka berempat menjadi pusat perhatian para penghuni kampus yang sedang makan di kantin.

“Yul…”

“Aku tidak apa-apa Youngie…” Yuri mencoba tegar meski dalam hatinya dia benar-benar merasa terhina. Namun karena teringat akan pesan Taeyeon, dia rela diinjak-injak oleh gadis arogan itu. Yuri kemudian menatap Jessica.

“Apa? Kenapa melihatku seperti itu? Menjijikkan tahu!”

“Ini aku kembalikan. Aku tidak butuh uangmu.” Yuri mengembalikannya kepada Jessica tapi ditolak olehnya.

“Kalau tidak mau buang saja.” jawab gadis itu enteng. “Ayo Sunny kita pergi.”

“Tapi Sica…” Sunny benar-benar merasa tidak enak dengan Yuri dan Sooyoung.

Saat kedua gadis itu akan beranjak pergi, tiba-tiba Yuri dengan cepat menghalangi jalan mereka.

“Tunggu.”

“Mau apa lagi?” tanya Jessica kesal.

“Ini.” Yuri memperlihatkan uang yang Jessica berikan padanya kehadapannya.

“Lalu?”

Tanpa disangka-sangka cowok itu melemparkan uang tersebut ke udara dan menyebabkan berhamburan kemana-mana. Orang-orang yang menyaksikannya segera memungutinya.

“A… Apa maksudmu?” Gadis itu bingung dengan apa yang dilakukan Yuri.

“Dengar Nona Jung yang terhormat, jangan pernah lagi berbuat seperti ini kepada kami!” gertak Yuri yang seketika membuat Jessica menjadi ketakutan. Dia tidak menyangka kalau cowok pelayan itu akan semarah ini padanya. “Sooyoung! Ayo kita pulang. Sia-sia saja kita datang ke tempat ini.”

“I… Iya Yul.” Sang shikshin pun benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan. Dia tidak pernah menyangka Yuri bisa sangat menakutkan seperti itu.

Kedua pelayan itu pun akhirnya berlalu meninggalkan Jessica yang masih shock, sedangkan Sunny hanya bisa bernafas lega karena semuanya telah berakhir.

“Akhirnya…”

———

@Restaurant…

Taeyeon mulai khawatir melihat Yuri dan Sooyoung yang tidak kunjung kembali. Dia takut mereka berdua akam membuat masalah lagi.

“Harusnya aku juga ikut bersama mereka.” gumam Taeyeon.

“Tenang TaeTae. Percayalah pada Yuri dan Sooyoung.” ujar Tiffany yang memeluk kekasihnya itu dari belakang.

“Ya, kau benar. Aku harap mereka berdua tidak berbuat yang macam-macam.”

Perlahan Taeyeon membalikkan badannya untuk memandang wajah Tiffany. Dia hanya tersenyum kepada gadis itu yang dibalasnya dengan eye-smile.

“Ada apa?” tanya gadis itu lembut.

“Tidak. Aku cuma bersyukur kau ada di sampingku sekarang Mi… maksudku Tiffany. Maaf…” Entah untuk kesekian kalinya Taeyeon masih sering memanggil Tiffany dengan nama Koreanya.

“Sudahlah. Kau boleh memanggilku dengan nama itu jika kita hanya berdua seperti ini.”

“Benarkah?” tanya Taeyeon dengan nada bahagia. Dia terlihat sangat lucu.

“Iya.” bisik Tiffany.

“Miyoung-ah…”

“EHEM!!!” Hyoyeon yang dari tadi menyaksikkan kemesraan mereka berdua berpura-pura batuk. “Taeyeon, pesanan kita banyak lho.” kata gadis itu mengingatkan sepupunya.

“Ah, akan segera kukerjakan.” Taeyeon buru-buru memakai celemeknya dan segera menuju ke dapur. Namun langkahnya terhenti sejenak dan cowok itu kembali menemui Tiffany.

“Kenapa balik?” tanyanya bingung.

“Ada yang ketinggalan.”

“Apa?”

“Ini.” Taeyeon mendekatkan wajahnya ke arah Tiffany dan dengan cepat mengecup pipi gadis tersebut. “Aku lupa menciummu.” katanya sambil mengedipkan matanya.

“Dasar Byuntae!” Tiffany terkejut dengan ulah sang koki yang telah berlari ke dapur.

———

“Kami pulang.” ucap Yuri dan Sooyoung serentak.

“Yah! Kalian dari mana saja jam segini baru kembali?” tanya Hyoyeon menyambut keduanya.

“Aish! Kenapa hari ini semua wanita hobi marah-marah siy???” keluh Sooyoung yang langsung mencari makanan.

“Maaf Hyo, aku ingin istirahat sebentar.” Yuri berjalan menuju kamarnya.

“Sebenarnya ada apa dengan mereka berdua?” Hyoyeon kebingungan melihat kedua kawannya itu.

Taeyeon yang mendengar suara Yuri langsung bergegas menemui Hyoyeon. Dia ingin mengetahui apa yang terjadi.

“Dimana Yul?”

“Dia ada di kamarnya Taeng, katanya capek.”

“Di kamar?” kata Taeyeon heran. “Aku akan ke sana.”

“Taeng, lebih baik biarkan dia sendiri dulu.” ucapan Sooyoung menghentikan langkah kaki sang koki.

“Memangnya ada apa? Apa yang terjadi dengannya?” Pertanyaan Taeyeon yang bertubi-tubi membuat Sooyoung menjadi semakin kelaparan.

“Akan aku ceritakan semuanya asal kau membiarkan aku makan terlebih dahulu.”

Taeyeon hanya menyeringai mendengar permintaan shikshin.

———

@Yuri’s room…

Yuri memasuki kamarnya dengan langkah gontai dan membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Dia kembali teringat dengan perbuatan Jessica, gadis yang telah merobek harga dirinya.

“Jessica Jung… Apakah kesalahanku begitu besar sehingga kau tega melakukan hal itu padaku?”

Kemudian Yuri bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju sebuah lemari. Dia lalu membuka laci di dalamnya dan mengambil sebuah foto tua. Di foto itu terlihat sepasang anak kecil yang sedang bermain pasir di pantai. Tidak diketahui siapa mereka karena foto tersebut diambil dari jauh. Bagi Yuri itu merupakan benda yang berharga kenangan masa lalunya meski saat ini dia belum bisa mengingat semuanya.

“Sebenarnya siapa aku ini? Apakah aku benar-benar Kwon Yuri? Atau aku hanya orang lain?” ucapnya pelan sambil memeluk foto itu. “Ayah, ibu, aku merindukan kalian…”

———

“Jadi begitu ceritanya Taeng.” kata Sooyoung mengakhiri penjelasannya yang panjang dan lebar setelah menghabiskan 8 mangkok mie ayam.

“Pantesan aja dia lain dari biasanya tadi.” Hyoyeon mengerutkan dahinya.

“Kalau begitu biarkan dia beristirahat. Aku harap kalian semua tidak keberatan dengan ini.” ujar Taeyeon yang khawatir jika Hyoyeon dan Sooyoung akan merasa iri.

“Tentu saja tidak. Bukan begitu Hyo?”

“Ya, kurasa begitu. Ternyata ‘sica-effect’ bisa berdampak seperti ini. Sungguh menyeramkan…”

“Sica-effect?” tanya Sooyoung tidak mengerti.

“Itu artinya efek dari Jessica Jung. Makanya lain kali jangan suka iseng.”

“Ooooow.” Mulut Sooyoung pun membentuk huruf ‘O’. Taeyeon hanya tersenyum melihat mereka berdua.

“Yak! Cukup istirahatnya. Sekarang ayo kerja.” perintah sang koki.

“Baik chef!”

Sooyoung dan Hyoyeon kembali mengerjakan tugas mereka masing-masing, sedangkan Taeyeon kembali ke dapur meski dia masih tampak sangat mencemaskan keadaan Yuri.

———

@Campus…

“Akh! Kenapa akhir-akhir ini nasibku sial terus siy???” keluh Jessica.

Sunny hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Jessica. Dia sendiri masih dilanda rasa bersalah terhadap Yuri dan Sooyoung.

“Sica, apa kau tidak ingin minta maaf?”

“Minta maaf? Apa maksudmu?” tanyanya tidak mengerti.

“Yah! Kau ini manusia atau bukan?! Apa kau tidak punya hati sedikit pun untuk meminta maaf kepada mereka atas ulahmu tadi siang???” kata Sunny emosi. Dia jengkel kepada Jessica yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.

“Hei! Kenapa jadi kau yang marah-marah? Mestinya itu aku tahu!”

“Ah, sudahlah Sica. Aku capek dengan kelakuanmu yang terus kekanak-kanakkan seperti ini.”

“Oh begitu? Okey, terserah kau saja Sunny. Aku juga capek!”

“Baiklah Sica, selamat tinggal. Temui aku kalau kau sudah berubah.” Sunny pun berlalu meninggalkan Jessica sendirian.

“Yah! Lee Soon Kyu!!!” teriaknya namun sahabatnya itu tidak bergemi dan terus melanjutkan langkahnya.

“Maaf Sica. Kuharap kau bisa menjadi lebih dewasa dan belajar menghargai orang lain.” gumam Sunny pelan.

———

-Malam hari-

Tok… Tok… Tok…

Taeyeon mengetuk pintu kamar Yuri.

“Yul, apa kau di dalam?”

Beberapa menit kemudian Yuri membuka pintunya dan bisa dilihat kalau saat ini wajahnya sangat suram.

“Ada apa Taeng?”

“Tidak, aku hanya ingin mengajakmu minum. ”

“Tapi bukannya restoran…”

“Jangan khawatir, aku sudah menutupnya.”

“Kenapa?” tanya Yuri heran.

“Karena hari ini aku melihat sahabatku sedang sedih, jadi aku ingin menghiburnya.” jawab Taeyeon tersenyum. “Ayolah Yul, sudah lama kita tidak pergi. Mumpung Miyoung mengizinkanku, hehehe.”

Yuri tahu selama ini sejak Taeyeon berpacaran dengan Tiffany yang seorang dokter, sahabatnya itu sangat jarang menyentuh alkohol. Lagi pula tidak ada salahnya kalau dia mengabulkan permintaan Taeyeon itu.

“Baiklah, tunggu sebentar. Aku ganti baju dulu.”

“Okey, aku tunggu di bawah ya.”

Yuri hanya mengangguk dan tidak lama kemudian dia turun menemui Taeyeon yang sudah menunggunya.

“Taeng.”

“Hmm?”

“Apa tidak sebaiknya kita ajak juga yang lainnya?”

“Tadi aku sudah mengajak mereka semua, tapi sepertinya mereka sibuk dengan urusan masing-masing.” ucap Taeyeon menjelaskan. “Kalau Miyoung, kau tahu sendiri dia paling anti dengan alkohol. Sudahlah, ayo kita berangkat.”

“Ya.”

Kedua sahabat itu pergi menuju sebuah bar langganan mereka dulu. Sejak Taeyeon membuka restorannya, mereka berdua sudah jarang minum di tempat itu.

———

@Bar…

“Pelayan! Aku pesan soju nya sebotol lagi, cepat!” teriak seorang gadis yang sudah sangat mabuk.

“Tapi nona, Anda sudah terlalu banyak minum.” kata sang pelayan berusaha memperingatkan tamunya itu.

“Cerewet! Nanti aku bayar, jadi cepat bawakan!”

“Baiklah, tunggu sebentar.” Pelayan itu bergegas mengambilkan pesanannya.

———

“Uwah, sudah lama ya kita tidak datang ke tempat ini. Banyak yang berubah.”

“Hahaha, Taeng, kau siy terlalu sibuk dengan Miyoung-mu. Makanya jarang datang ke sini.” sindir Yuri.

“Aigooo~! Hanya aku yang boleh memanggilnya dengan nama itu tahu. Sudahlah, ayo kita pesan.” Taeyeon melambaikan tangannya ke arah pelayan.

“Ya tuan. Anda mau pesan apa?” tanya sang pelayan yang dengan cepat menghampiri mereka.

“Kami pesan dua botol soju dan satu set daging pangganng.”

“Baik. Ada lagi?”

“Tidak, itu saja.”

“Mohon tunggu sebentar. Terima kasih.”

Sambil menunggu pesanan mereka datang, Yuri pergi menuju ke kamar kecil.

———

Tiga orang pria terlihat mendekati gadis yang mabuk tadi.

“Hai, apa kau sendirian saja nona? tanya Taecyeon, salah seorang dari mereka.

“Pergi… Aku ingin sendiri…” ucapnya dingin.

“Aw~, jangan begitu. Bagaimana kalau kami temani minum?” Kali ini Wooyoung yang merayunya.

“Aku bilang pergi!!!”, teriak gadis mabuk itu.

“Aish! Dia galak sekali tapi justru itulah yang kami suka.” kata Jay Beom penuh nafsu.

Kemudian para pria itu pun langsung memegang erat tangan gadis malang tersebut.

“Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan!!!” pekiknya. Dia terus meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya dari mereka.

“Percuma saja nona manis. Kau tidak akan kami lepaskan.” Taecyeon menyeringai.

“Tolong aku!!!” mohonnya.

Sayang, tidak ada seorang pun yang berani menolongnya. Mereka semua tertunduk takut dengan 2PM, kelompok trio yang terdiri dari tiga orang pria berandalan itu.

“Hei! Lepaskan gadis itu!” perintah Yuri yang menyaksikkan perbuatan mereka.

“Cih! Dasar bocah. Jangan berlagak sok jagoan kau!”

Tanpa basa-basi mereka langsung menyerang Yuri. Pukulan yang bertubi-tubi dari mereka berhasil dihindari oleh Yuri dengan baik. Enggak percuma cowok itu pernah belajar beladiri. Serangan mereka pun mulai melemah dan saat itulah Yuri membalas serangan mereka. Sampai akhirnya mereka bertiga pun babak belur dan lari meninggalkan tempat tersebut. Taeyeon yang baru sadar Yuri terlibat perkelahian, segera datang untuk membantunya.

“Yul, mana mereka?” tanya Taeyeon sambil menunjukkan kuda-kudanya.

“Kau telat Taeng. Mereka semua sudah pergi.” Yuri tertawa melihat kelakukan sahabatnya itu.

“Begitu ya? Sayang sekali.”

Perhatian Yuri pun beralih pada gadis mabuk tadi. Wajahnya tertutupi oleh rambutnya panjangnya yang terurai, membuat Yuri tidak bisa mengenalinya.

“Kau tidak apa-apa nona?”

Gadis itu hanya diam. Yuri yang penasaran mencoba melihat wajahnya dan terkejut saat tahu siapa gadis itu sebenarnya.

“Kau…”

-TBC-

ALRIGH!!! Akhirnya selesai juga meng-update kelajutan fanfic ini setelah hampir 2,5 jam ngetik di depan lappy hanya khusus untuk memenuhi permintaan para reader setia blog saya. OMG!!! Encok kambuh sangat! Halo reader kusayang, apa kabar? Semoga kalian selalu sehat selalu, kekekeke. Senang rasanya bisa bertemu dengan kalian lagi. Udah hampir seminggu saya hiatus, maaf ya. Terima kasih banyak buat yang udah komen, tapi yang paling menyedihkan buat saya adalah silent reader yang semakin banyak! Huhuhuhu…. Apa mending selanjutnya dikunci aja ya? Hmm, mungkin begitu lebih baik mengingat betapa menderitanya saya mencari wangsit demi fanfic ini. *lebay!* Okey deh, dari tadi curcol mulu. See you next chapter. Mian kalau saya bakalan lama update-nya. Like I said, semakin banyak komen, semakin semangat saya menulis dan sekali lagi thanks banget buat yang udah setia menulis komen, love you! Chu~! ^3^ *pengen makan ice cream ah~*

54 thoughts on “You Belong To Me [Part 4]

  1. Crita lama para author,,,SILERS…common guys comment napa,w sbg reader yg sring comment keganggu dgn byk’y proteksi dr author,kdu bolak balik liat email,liat dm d twitter to liat message d fb…haduh pusing tau bolak balik’y….sory ni thor,jd esmosi nich sayah ma SILERS…

    Waduh2 sica,kau sdh kterlaluan nich ma yùl,,tu photo yg dpluk yul pzt photo dy ma sica yua…wah co cweet dweh….

    Taeng2,dah kya polisi ja dtg stelah maslah slese,,^^,,waduh2 pzt sica dweh yg gy mabok,,,yul’y nanti nganterin sica pulang kant kerumah’y sica,nanti ktemu bapake sica….to mungkin gatau rmh sica dmn,ntar sica’y dbwa ke restoran gy…*sica2 mlu,emang’y tu sica,,kant crita’y jg nebak*

    kya’y bkalan sweet dweh,klo dbwa ke resto trz tdr dkasur’y yul,tp yul’y cuman tdr dsofa smbil nunggu sica ampe pagi…hehe itu khayalan aq doang loh thor

    yowis,slamet nyari wangsit gy,,,wt d next chapt,i always waiting ur ff,.,.oia dont forget wth ur 1st ff,SQ…daebak 4 u thor…

    • Tenang chingu, silahkan baca cuap-cuap aku. Udah aku kasih konfirmasi di sana.

      Wkwkwkwk, kyknya kamu bakat jadi peramal yak. Bisa nebak2 kayak gini, kekekek. Silahkan dibuktikan apakah benar tebakkannya, muhahaha,,

      Okey, gomapta! Untuk MG, author belum dapet wangsitnya,, xD

  2. huaaaaaa lagi, lagi, dan lagi kata TBC d t4 yg ga tepat… T_T

    keren tor n semakin penasaran aj dgn cerita ini tor…

    Sica kau sungguh arogan sekali…
    Ga kasian tah dgn yul yg harga diri ny kau injak2 gt d dpn org byk…
    Hmmmm

    siapakah gadis it? Pasti Jessica Jung si gadis arogan..

    • TBC oh TBC, kenapa dirimu begitu dibenci oleh reader? Nasib, wkwkwkwk

      Hahaha, kayaknya banyak yg bakalan membenci Sica di chapter ini. Maaf ya saeng ku. Ayo tebak siapa dia? Hehehehe.

      Thank you buat komennya. ^^

  3. cew itu psti cie sica. .. Ckckckckkck… Aigoo sica, kau tga skli, yul udh baik bgt, tpi mlah d’hina2 kyk gtu… Skit . . . *lebay* kna krma lho nti… Ati2 aja dech… Ff’y bgus author,, jgn lma2 update’y ya .. . Hehehehehe

    • Yuri boleh dihina saat ini sama Sica, tapi kita liat nanti, muhahahaha,,

      Sip, gomawo chingu! Udah di-update! ^0^

    • Sica memang kejam, huhuhu *langsung digampar*
      Silahkan baca chapter selanjutnya chingu, hehehe

      Gomapta! xD

  4. wuah yuri kalo marah menakutkan juga ternyata, donghae masi cinta sica sepertinya, ditunggu ff berikutnya thor. Hwaithing !!!!

  5. yg mabok thu pasti sica?
    kalo smpe dgn kejadian itu sikap sica msh dingin k yuri, wuaaa sica bner2 ktrlaluan.ckckck..
    moga ja dbukakan mata hatinya.hho..
    misteri 2bocah yg main pasir blm trpecahkan yah?hm..dtnggu kelanjutannya author 😀
    jgn lama2 yah.hho.. 😀

    • Ah masa? Yakin itu Sica? kekekek
      Mari kita doakan agar Sica dibukakan mata hatinya.
      Pelan2 semuanya bakalan terungkap kok.

      Sudah di-update! Thx u. ^3^

    • Hahaha, saya pinterkan. *ditimpukkin sone*
      Iya, ntr juga mereka nikah kok. Sabar, wkwkwkwk,,

      Gomapta! xD

  6. walaaah,tbcnya koq sip bkin penasaraan…tp kyknya cew yg mabok sica tuuh..smkin seru niih..oke2,lanjutkaan 🙂

  7. readeerr baruuu. hehehe
    bagus ceritanya thor, seneng banget sm karakter2nya.

    lagi..lagii.. TBC di saat yang tidak tepat. huhuhuhu
    lanjut thor…….

    • Welcome my new reader! Senangnya kau menampakkan diri, muhahaha
      Gomapta udah mw baca dan komen.

      Sip, dilanjutkan! Gomawo! ^3^

  8. SELALU 3 hruf buat aku stress TBC…
    Jessica kau keterlaluan sekali dengan kakakku.. Eehh sica nt dy jg jdi seobangmu..hahaha..

    Eh mw d.protect yaahhh…gpp deh asal ksh pwnya ke aku…ok ok..
    Lanjut lanjuuuuuutttt….

    • TBC pembawa derita, wkwkwkwkwk,,
      Sica nanti juga kena karmanya kok, muhahaha *spoiler*

      Untuk diproteksi atw egk, silahkan baca chapter selanjutnya.
      Gomapta! ^3^

  9. mw d protek yah? Krm pw ny bs lwt fb ato twit ja gt? Kalo lwt email aku ga bs dpt pw cz email ku pw ny lupa.. Jd ga bs lwt email.. *curhat
    hehehe

  10. wah jessica bener” menyebalkan di ff ini…..
    kasian yul dihina….
    pasti yg digangguin ma 2pm tu jessica ya author??
    kalo mw di protec tlong ksik tw pwnya author, ditunggu kelanjutannya…

    • Whahaha Sica banyak dibenci,, jgn dong…
      Ayo ditebak chingu,,
      Silahkan baca di chapter selanjutnya. Tararengkyu~ ^0^

  11. Yaahhh TBC lagiii#gubrakk
    Nggak tega aq liat yul oppa digitu’in ma sica eonnie…
    Hiks hiks#lebeee
    Author yg rajin yah update nya jgn bikin reader setiamu ini menunggu+pnasaran tingkat akut!
    Hihi^^

    Hwaiting!!!?

    • Sabar chingu,, kekekeke
      Iya, doakan saya biar selalu dapat wangsit tepat waktu. Jd bisa terus update deh,,
      Thx u! Semangat! xD

  12. Pasti yg mabuk ntu si Sica!
    Sica kasar amat sih… ngomong’a…:(

    Morning Glory-Nya jgn Lama2 ya….
    Lanjut Chingu… 🙂

    • Mari kita buktikan di chapter berikutnya, muhahaha,,
      Sica, banyak yg protes tuh,,

      MG mgkn bkln saya pending krna belum dapet wangsit.
      Gomapta udah nge-like ff ini! ^3^

  13. sica unnie galak bangrt sich?!
    kasihan jg ma yul kalo gt .
    biasanya jg yul yg sewenang wenang ma sica skrg kebalik .
    karakter yul beda bgt biasnya dy jg player d sini yul polo + penyabar cocok banget ma sica .
    kakak ipar sabar yya unnie qu walo galak + jutek + sombong tp asli dy tuh baeeeeek bngt loch .

    author hwaiting^^
    cepet dpt wangsit .

    • Hohoho, author lagi bosen ngeliat Yul selalu jadi player, pengen sesekali ngerjain dia, wkwkwkwkw,, *ditimpuk Yuri pake sendal jepit*
      Iya, Sica baik kok,, ^^

      Sip! Tetap setia ya,, gomawo! xD

  14. uwah sica kau sngguh keterlaluan, untung aja yul sabar…
    ah itu foto msa kecilnya yul yach? ama siapa tuh, sica bukan?
    yah klo part slnjtnya mau d protek, bkalan ribet deh urusannya. tpi gak apap deh yg penting jgn lupa kirimin pw nya ke email aku yach…..

    • Yul memang penyabar di sini, hehehehe,,
      Siapa ya? Ayo tebak, aku aja blm tahu,,
      Untuk proteksi sudah dikonfirmasi di chapter selanjutnya, silahkan dibaca,,
      Gomawo! ^^

  15. gyahhahahhaha sica songong banget dah ah di sini :p
    Kasian yuuuuuull huhuhu
    yeaaaah hero yul selalu datang tepat waktu 🙂

    lanjuuuuuuuut

  16. Wow superhero kwon yul..
    Iich bukannya terima kasih malah menghina..g baik itu eon..cepet minta maaf ma yul..

  17. TBC TBC TBC ngegemesin+nyebelin lagi sru2nya juga,komentnya: sica teganya dirimu terhadap yuri kan kasian dah cpk2 nganterin hpnya malah dibanting (lok gag mau hpnya buat ak aj hheee :p) syukur gag dijual ma yuri.

  18. Taeny moment’x sweet bgt…
    Sica jahat bnget ma yuri.
    Waduh sica knp mabok?pasti gara” hae.untung da yuri yg nyelametin.
    Lanjut…

  19. aihh.. kok jadi kayak gini sihhh…
    ayoo YulSic bersatu…!!!

    ini lagi yuri.. hanya tae yg boleh mnggil fany dengan sebutan ‘miyoung’..
    taeyeon kok lucu banget yahh.. hahahahaa.. tae kamu telat !!! datang di saat yg tidak tepat..
    hmmnn.. YulSic selalu dipertemukan.. jodohkan ??
    aihh terlalu banyak basa basanya.. eghh mksudnya basa basinya.. ok lanjut ke next part..
    author jjang !! fighting !! lanjutkan

  20. wahh sica arogan banget..beraninya hina abang kwon ku huuu…
    tu siapa hayo yang nyelametin elu huuuffg dasar nyonya muda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s