You Belong To Me [Part 6]

Good afternoon! How are you today? Okey, langsung aja ya. Yup, YBTM update now, muhahaha! Jangan lupa dikomen yak, okey? Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!! *wuuuzzz!!!*

~You Belong To Me [Part 6]~

Genre: Gender-bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon

———

“APAAA???!” teriak Jessica. Dia terkejut setengah mati mendengar pernyataan ayahnya barusan. “Hentikan leluconmu appa, ini tidak lucu!” ucapnya lagi. Jessica berharap itu hanya akal-akalan dari sang appa untuk membangunkannya.

“Aku tidak sedang bercanda Jessi.”

Raut wajah Mr. Jung tidak berubah sedikit pun dan masih tetap serius. Ketakutan mulai menghinggapi pikiran Jessica.

“Ta..tapi itu mustahil?! Aku baru mengenal Yuri beberapa hari yang lalu dan sekarang appa menyuruhnya menikah denganku minggu depan? You kill me dad!!!”

“Terserah apa katamu, yang pasti appa tidak akan mengubah keputusan ini.”

“Pokoknya aku tidak mau!!!” Jessica tetap bersikeras menolak pernikahannya.

PLAAAKKK!!!

Tanpa sadar Mr. Jung telah menampar putri kesayangannya itu. Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup, Jessica menerima hal tersebut dari ayahnya. Gadis itu pun bertambah shock. Mr. Jung sendiri merasa amat bersalah.

“Ma..maafkan appa Jess…” ucapnya pelan.

Sayangnya Jessica hanya diam, dia masih tidak percaya dengan apa yang telah dialaminya sekarang. Ini ibarat sebuah mimpi buruk. Pertanyaan pun mucul di benaknya. Jessica tidak habis pikir kenapa Yuri begitu gampangnya menyetujui pernikahan mereka? Padahal dia sudah sengaja membuat Yuri membenci dirinya agar pernikahan itu tidak terjadi.

“Lebih baik kau bersiap-siap. Sebentar lagi Sunny akan datang.” Pria itu kembali berbicara kepada Jessica.

“Jadi Sunny juga mengetahui hal ini?” tanya Jessica menatap tajam ayahnya.

“Ya, appa sudah menjelaskan semuanya termasuk rencana pernikahanmu dengan Yuri dan mulai sekarang kau akan terus diawasi. Aku telah menyuruh Sunny untuk itu.”

Jessica benar-benar menjadi spechless. Dia tidak tahu lagi bagaimana membalas semua perkataan ayahnya. Melihat keadaan putrinya yang masih shock, Mr. Jung hanya bisa menghela nafas lalu mengecup pipi Jessica. Kemudian dia pun berlalu. Tidak lama setelah sang appa pergi, Jessica akhirnya meneteskan air matanya yang sedari tadi telah susah payah dia tahan.

“Ini pasti mimpi…” isak gadis itu. “Aku harus segera bertemu Yuri…”

———

@Yuri’s room…

Yuri tampak duduk termenung di atas tempat tidurnya. Meski matahari sudah terbit, dirinya enggan beranjak dari tempat itu. Dia masih sulit mempercayai keputusan yang diambilnya yaitu untuk setuju menikahi Jessica, gadis yang selama ini membencinya.

“Kenapa aku bisa segampang itu menyetujuinya?” gumam Yuri pada dirinya sendiri.

Yuri pun teringat kembali akan pembicaraannya dengan Mr. Jung semalam.

———

*Flashback*

Begitu memasuki ruangan, entah mengapa Yuri merasa tidak asing dengan tempat tersebut. Namun dia segera melupakan perasaannya. Sementara itu tanpa disadari oleh Yuri, Mr. Jung sedari tadi telah menatapnya dalam. Pria itu sangat bahagia karena pada akhirnya dia bisa bertemu dengan Yuri secara langsung.

“Yuri-ah, apa kau masih mengingatku?” Pertanyaan dan nada bicara Mr. Jung mendadak berubah.

“A..apa maksud Anda?” tanya Yuri bingung.

“Hmm, tidak apa-apa. Sepertinya ingatanmu belum kembali.” Pria itu menundukkan kepalanya.

Yuri terkejut mendengar perkataan Mr. Jung padanya barusan.

“Da..dari mana Anda bisa tahu kalau saya—”

“Amnesia.” potong Mr. Jung. “Aku tahu semua tentangmu Yuri-ah.”

“…” Yuri pun dia sejenak dan dalam sekejap rasa keingintahuan memenuhi pikirannya. Pemuda itu ingin segera mengetahui masa lalunya dan juga mengenai kedua orang tuanya. Dia ingin menanyakan semuanya.

Melihat reaksi Yuri, Mr. Jung hanya tersenyum. Dirinya bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh anak sahabatnya itu.

“Tapi sebelum kau bertanya, ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu.”

“Apa itu tuan?” tanya Yuri penasaran.

Mr. Jung tertawa mendengar Yuri masih memanggilnya dengan sebutan ‘tuan’.

“Yuri-ah, panggil saja aku appa.”

“A..appa???” Yuri semakin bingung dengan arah pembicaraan mereka.

“Ya, dengarkan aku baik-baik Yuri-ah. Aku ingin kau menikah dengan putriku, Jessica.”

Pemuda itu hanya bengong dan masih butuh waktu untuk mengerti arti perkataan Mr. Jung. Hingga beberapa saat kemudian dia pun tersadar.

“HEEEHHH???!!!” Yuri bagai tersambar petir mendengar ‘hal penting’ yang disampaikan oleh pria paruh baya yang ada di hadapannya. “Me..menikah??? De..dengan..no..Nona..Ju..Jung??? Aku???!” tanya tidak percaya.

Mr. Jung hanya mengangguk.

“Anda pasti sedang bercanda…”

Kali ini pria itu menggelengkan kepalanya yang menandakan bahwa dia tidak sedang bercanda.

“Bagaimana mungkin… Ini mustahil!” kata Yuri yang masih menolak kenyataan.

Mr. Jung lalu mendekati Yuri dan memegang bahunya.

“Duduklah, aku akan jelaskan semua alasannya termasuk masa lalumu.” Pria itu berusaha menenangkan Yuri.

———

-2 Jam kemudian…

Akhirnya Mr. Jung mengakhiri semua ceritanya mengenai  siapa sebenarnya Yuri. Cowok itu merasa sangat senang karena bisa mengetahui asal-usul dirinya, kenangan masa lalu dan juga kedua orang tuannya yang telah meninggal. Namun Yuri masih tetap merasa bingung dengan permintaan pria itu untuk menikah dengan Jessica.

“Lalu kenapa aku harus menikah dengan Nona Jung?” tanya heran.

Mr. Jung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju meja kerjanya. Dia lalu mengambil sebuah foto dari dalam laci kerjanya tersebut dan memberikannya kepada Yuri.

“Kurasa kau juga memiliki foto ini bukan?”

Begitu melihat foto tersebut, mata Yuri langsung terbelalak. Dia sungguh kaget karena foto itu sama seperti yang dia miliki. Foto sepasang anak kecil yang sedang bermain di pantai. Foto yang entah mengapa sangat penting bagi dirinya meski Yuri tidak mengigatnya.

“Ke..kenapa Anda bisa memiliki foto ini?”

Pria itu tersenyum mendengar pertanyaan Yuri.

“Tentu saja aku punya, karena anak perempuan di dalam foto itu adalah putriku, Jessica dan —”

“Anak laki-laki itu adalah aku, begitukan maksud Anda?” potong Yuri yang sudah mengerti arah pembicaraan Mr. Jung.

“Ya, dan apa kau tahu? Sebenarnya kalian berdua sudah saling mengenal sejak kecil. Malah bisa dibilang tidak terpisahkan.” Mr. Jung tertawa kecil dan kemudian sekejap wajahnya berubah menjadi sedih. “Sampai tragedi itu terjadi dan merubah semuanya…” Dia kembali menghela nafasnya yang berat.

“Tragedi itu?”

“Kecelakaaan yang telah merenggut nyawa kedua orang tuamu dan juga ingatanmu…”

“Lalu apa hubungannya dengan Nona Jung? Dan kenapa dia tidak mengingatku sama sekali andai kami sangat dekat waktu kecil seperti yang Anda katakan tadi?”

“Yuri-ah… Jessica juga kehilangan ingatannya…” jawab Mr. Jung singkat.

“Apa?!”

“Kalau kau kehilangan ingatanmu karena kecelakaan, Jessica kehilangan ingatannya akibat shock.” Hati pria itu terluka bila mengingat kembali apa yang dialami oleh Jessica. “Dia sangat terguncang saat tahu kau mengalami kecelakaan dan menghilang…”

Yuri hanya tertunduk sedih mendengar penjelasan Mr. Jung. Dia menjadi merasa bersalah karena secara tidak langsung telah menyebabkan hal itu.

“Ja..jadi itu sebabnya dia tidak mengenaliku sama sekali?”

“Begitulah. Tolong maafkan dia Yuri-ah. Kau tahu? Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa melihat Jessica kembali ceria…” pinta pria itu.

“Aku paham maksud Anda tuan, tapi…” Yuri tidak melanjutkan kata-katanya.

“Tapi apa Yuri? Katakan saja.”

“Aku tidak bisa menikah dengan Nona Jung…” ucapnya pelan. Dia takut Mr. Jung akan marah dengan keputusannya. “Memang menurut Anda kami tidak terpisahkan waktu kecil, tapi itu di masa lalu dan sekarang dia tidak ingat dengan hal itu dan bahkan dia sangat membenciku… Jadi aku tidak bisa… Maaf tuan…”

Mr. Jung kembali mendekati Yuri dan kali ini memeluk pemuda itu.

“Aku mohon Yuri-ah. Ini adalah permintaan terakhir dariku dan juga wasiat dari ayahmu, Kwon Se In…” bisiknya. “Kau tahu betapa berat aku menanggungnya?  Selain itu aku sangat berhutang budi pada kedua orang tuamu dan hanya dengan inilah aku bisa membalasnya…” Air mata Mr. Jung pun menetes membasahi pundak Yuri dan Yuri bisa merasakan kalau pria itu sedang menangis.

“Tapi tuan… Aku…”

“Aku hanya ingin kau bahagia…”

Lalu dia melepaskan pelukkannya dari pemuda itu dan memandang wajah Yuri dengan penuh kesedihan. Sesaat kemudian dia berlutut dan di hadapan Yuri yang sangat terkejut dan tidak menyangka tindakkan yang dilakukan oleh Mr. Jung.

“Aku mohon Yuri-ah…” mohonnya.

“Tuan Jung, tolong hentikan.”

“Tidak! Sebelum kau menyetujuinya!”

Akhirnya Yuri tidak punya pilihan lain. Dengan berat hati dia menyetujui rencana pernikahan tersebut. Apa lagi ini juga merupakan wasiat dari kedua orang tuanya.

“Baiklah… Aku bersedia. Jadi tolong hentikan hal ini sekarang juga.”

Mr. Jung langsung menatap Yuri dengan wajah bahagia.

“Benarkah? Berjanjilah padaku kau tidak akan menarik keputusanmu itu.” katanya memastikan.

Yuri tersenyum dan mengangguk.

“Terima kasih Yuri-ah!!!” Pria itu kembali memeluk Yuri, kali ini dengan sangat erat. Akibatnya dia menjadi sulit bernafas.

“Uhuk..maaf tuan… Uhuk…sesak…” Yuri berusaha berbicara.

“Ah maaf.”

Dengan segera Mr. Jung melepaskan pelukkannya dan Yuri akhirnya bisa bernafas lagi.

“Jadi kapan pernikahan tersebut dilaksanakan?”

“Minggu depan.” jawab Mr. Jung enteng.

“APAAA???” Yuri kembali benar-benar sangat terkejut dengan keputusan pria itu. “Ke..kenapa harus minggu depan tuan? Kenapa secepat itu? Kenapa tiba-tiba seperti ini???” Pertanyaan secara bertubi-tubi keluar dari mulut Yuri yang wajahnya berubah pucat.

“Maaf Yuri-ah, karena aku hanya punya waktu 2 minggu sebelum berangkat ke Amerika untuk mengurus perusahaanku selama setahun di sana.” Mr. Jung memberi penjelasan.

“Ta..tapi…”

“Dengar Yuri, aku ingin kau menggantikan aku untuk menjaga Jessica. Hanya kau satu-satunya orang yang bisa kupercaya.” katanya sambil menepuk pundak Yuri.

“Bagaimana Anda bisa begitu mudahnya mempercayaiku tuan? Sementara kita baru bertemu hari ini?” tanya Yuri yang makin frustasi.

“Hahaha. Kau jangan khawatirkan itu. Sudah kubilang sebelumnya kalau aku tahu semua tentang dirimu Yuri-ah. Aku sudah menyelidikimu sebelumnya.”

“Menyelidikiku?” tanya Yuri curiga.

“Ya, aku telah menyuruh seseorang untuk menyelidikimu. Maaf Yuri…”

Yuri sebenarnya marah saat mengetahui hal itu, namun dia berusaha tenang untuk menutupi semuanya.

“Lantas siapa orang itu?”

“A..aku tidak bisa mengatakannya padamu. Ini rahasia.” Mr. Jung memalingkan wajahnya dari Yuri karena takut melihat reaksi pemuda itu.

“Katakan padaku atau aku terpaksa membatalkan pernikahan ini!” bentak Yuri yang kecewa karena ternyata selama ini seseorang secara diam-diam telah menyelidikinya.

“Tu..tunggu Yuri. Jangan begitu…” pinta pria itu.

“Kalau begitu katakan padaku siapa orangnya.”

Mr. Jung tidak punya pilihan lain selain memberitahukan identitas orang suruhannya itu.

“Baiklah, tapi kau jangan membatalkan pernikahanmu.”

“Ya, aku janji. Jadi siapa orang itu?” tanya Yuri yang makin penasaran.

“Dia salah satu pelayan yang juga bekerja di restoran tempatmu bekerja. Dia Amber…” ucapnya pelan.

“Amber??? Jadi dia selama ini…” Yuri seakan tidak percaya kalau juniornya yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri adalah orang suruhan Mr. Jung.

“Yu..Yuri-ah…” Mr. Jung melambaikan tangannya untuk menyadarkan Yuri yang masih shock.

“Ah, maaf tuan.” Yuri pun akhirnya sadar.

“Tidak apa-apa Yuri-ah. Kurasa lebih baik kita akhiri pembicaraan kita sampai di sini.” Mr. Jung tahu kalau Yuri masih shock dengan apa yang terjadi padanya hari ini. Pemuda itu benar-benar butuh istirahat.

“Ya, Anda benar. ” Yuri tampak sangat lelah. “Kalau begitu aku permisi tuan…”

“Tunggu sebentar.” Sebelum pergi, pria itu memberikan sesuatu kepada Yuri. Dia menyerahkan sebuah foto dan juga sebuah liotin padanya.

“Apa ini tuan?”

“Ini foto kedua orang tuamu dan ini adalah liontin peninggalan ibumu. Ambillah.”

“Te..terima kasih banyak tuan!” ucapnya senang sambil membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada Mr. Jung.

“Ow ya, Yuri-ah. Apa besok kita bisa bertemu lagi? Masih ada hal yang ingin aku sampaikan padamu.”

“Baiklah, aku akan menemui Anda besok.”

“Okey, besok di jam makan siang akan kusuruh anak buahku untuk menjemputmu di tempat kerjamu.”

“Iya tuan.” Namun sebelum pergi Yuri teringat sesuatu dan kembali berpaling ke arah Mr. Jung yang masih menatapnya.

“Ada apa Yuri-ah?” tanyanya bingung.

“Tuan, apa boleh aku memberitahukan rencana pernikahan ini pada teman-temanku?” pinta Yuri.

“Tentu saja. Kau berhak memberitahukan mereka tentang hal ini.”

Yuri lega mendengar permintaannya dikabulkan. Setelah itu dia pun pamit dan kembali pulang menuju restoran tempat dia tinggal selama ini.

*End of flashback*

———

“Ayah, Ibu, kenapa kalian memberiku wasiat yang berat?” tanya Yuri sambil memandangi foto orang tuanya. Dirinya lalu berbaring di tempat tidur sambil memandangi langit-langit. “Jessica… Maafkan aku…”

———

Taeyeon memutuskan untuk menemui Yuri karena melihat sahabatnya itu belum keluar dari kamarnya.

Tok… Tok… Tok…

Taeyeon mengetuk pintu kamar Yuri tapi tidak ada reaksi. Dia pun mencoba memanggilnya.

“Yul, ini aku Taeyeon. Apa kau di dalam?”

“Masuk saja Taeng.” sahut Yuri saat tahu kalau yang mengetuk pintu adalah Taeyeon.

Cowok mungil itu terkejut ketika masuk ke kamar Yuri yang ternyata sangat gelap.

“Aigooo~ Yul, mengapa kamarmu gelap seperti ini? Ayo buka kordennya, aku tidak bisa melihat apa-apa niy.” desaknya.

Yuri menuruti permintaan Taeyeon dan akhirnya sinar matahari bisa masuk dan menerangi kamar itu. Meski demikian, wajah Yuri masih tetap muram dan semakin suram.

“Aish! Kau kenapa lagi siy Yul?” Taeyeon tidak habis pikir dengan sikap Yuri yang berubah drastis belakangan ini. Dia rupanya merindukan sosok Yuri yang ceria dan jahil. “Kalau kau ada masalah, ceritakan padaku. Aku ini sahabatmu Yul. Aku selalu siap mendengar dan membantumu menyelesaikan semuanya bersama-sama.” ucapnya lembut.

“Thanks Taeng.” Yuri pun tersenyum. Dia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan seorang sahabat seperti Taeyeon.

“Lalu apa masalahmu?” tanya Taeyeon.

“Sebenarnya aku…”

Belum sempat menceritakan masalahnya, mendadak Jessica pun muncul di hadapan mereka.

“Yah! Kwon Yuri!!!”

-TBC-

Annyeong reader-ku tersayang, apa kabar? Mian, aku baru update ff-nya sekarang dan hiatus gak bilang-bilang, kekekeke. Saya lagi bernostalgila sama lagu-lagu SNSD zaman dulu. Sekarang lagi suka banget dengerin “Tinkerbell”, “Mabinogi”, “Oh Lala”, “Etude” sama “My Child” gara-gara nonton tur mereka pas di Shanghai. Their songs are sweet~! Terima kasih banyak buat yang udah komen, nge-like dan subscribe blog saya. Hahaha, untuk chapter kali ini cerita saya fokuskan pada Yuri dan beberapa hal. Mengenai amnesia yang dialami oleh Sica itu terispirasi dari pengalaman pribadi. Ceritanya dulu ternyata saya pernah dipermalukan oleh guru saya sendiri dimana saat itu saya dicuekin abis2an padahal udah nunjuk tangan buat jawab pertanyaan. Kata temen2 saya, waktu itu saya nangis cuma herannya saya egk ingat sama sekali mengenai kejadian tersebut sampe sekarang. Gitu chingudeul. Btw buat yang nunggu kawinannya Yulsic harap sabar yak, masih lama, wkwkwkwkwk. Yasu, saya harap cerita kali ini tidak mengecewakan kalian. Ow ya, terima kasih juga buat para silent reader karena telah membuat statistik blog ini naik, muhahaha *ow my gawd!* Sekian untuk kali ini, so have a nice day! (^,^)a

Advertisements

54 thoughts on “You Belong To Me [Part 6]

  1. yaaaa… T_T
    knp tlsn TBC it d t4 yg tdk pas sih tor… T_T
    ah author 1 ini emang pinter buat org penasaran dgn ini cerita…
    Hmmmm Lanjutkan tor, tp jgn lama2 kaya kmrn ya..
    Hehehehe

  2. jiaah 3kata yg muncul dsaat yg tdk tpat.. TBC ==a

    uyee,, kawin..kawin..minggu depan yulsic kawin.. *nyanyi*
    #bad voice T.T

    ayo author hwaiting!! Dtnggu next chapt’a 😀

    eh iya,,btw morning glory apa kbar thor?? Kngen lnjutan ff yg itu jg..
    hehe ^.~

    • TBC, kau jgn mojok di sana dong *dia udah ngambek!*
      Tunggu YulSic kawin ya? Segera kok, kekeke,,
      Btw MG udah aku update, silahkan dibaca. Gomapta! xD

  3. wah..wah..trnyta sica jg amnesia.
    yuri amnesia, sica jg ikut2an amnesia.
    sehati..bnr2 dah jodoh.haha..
    huft..udh g sbr yulsic nikah trz pnya anak.hho~
    dtnggu lanjutannya 😀

  4. what ? !
    Sicca jg amnesia .
    Nich ff bener2 susah d tebak, seru oii .
    YulSic sama sekali blm ada rasa yya chinggu .
    Siapa yya yg bakal jatuh cintrong duluan? ! *tiba2 terpikir ini*
    d tunggu kisah na .
    Seperti na kisah mereka msh panjang .

    Lanjuutt chinggu .
    Hwaiting .

  5. akhirnya update juga ni ff….

    ni ff makin seru plus ga ketebak.. trnyata sica jg amnesia haaa tambh seru..

    tapi ada 1 yg buat aku kecewa… TBC!!! huruf ini knp selalu salah penempatan.. aaahhh…

    update soon plisss ga sbr liat YulSic Nikah..

  6. Dasar kau author jahil,cape tau bolak balik wp mu thor….

    Eh3….amber tryta kau mata2 bpa’y sica….

    Adegan trakhr bqn geger se rt tuch….haha sica dtg,,pzt bkalan mrah2 tuch ma yul…..

    Dtgu d next chap’y thor

    • Hehehe, maaf yak,, saya emg suka iseng,, *plak!!!*
      Yup, nanti bkln dijelasin alasannya kenapa dia mau jadi mata2,,
      Sica menggegerkan dunia!!!

      Stay terus yak,, thanks. ^3^

  7. waaa yulsic kawinnnn eh nikah, undang aku yulsic onnie 🙂

    waduh ko mereka berdua kompak banget amnesia, ckck bener bener sehati ya….

    terakhirnya datang sica, pasti mau marah” tuh habis marah” mesra”n.. #keseringan liat ff yulsic kaya gini# hahaha

    lanjut thor… semangat!!

  8. Ternyata Sica juga Amnesia toh???’
    Tbc nya di saat yg tidak tepat… 😦

    Chingu, klanjut’an nya jangan lama” ya….
    soal’a dah gak sabar nie,,,

    Daebak deh!!! 🙂

  9. cieee cieee jessica ciee /plak
    akhirnya..
    tapi jessica marah apa setuju?
    semoga dia berubah pikiran dan langsung setuju /jger
    wkwk

  10. Ffx bagus bgt chingu.
    Aq dh baca dr part awal.
    Yulsic bakalan nikah.
    Taeny disini so sweet bgt.
    Ntar bakalan ad soosun moment ga?
    Oh ya,aq new reader;).
    Part selanjutx GPL ya.

    • Hahaha, gomapta chingu! xD
      YulSic bakalan nikah kok, tunggu tanggal mainnya.
      TaeNy emg selalu sweet~!
      SooSun bakalan aku juga buat kok. Semua pasti kebagian kecuali YoonHyun.
      Sip, MG udah baca? Udah di-update soalnya.
      Alright! ^^

  11. wah akhirnya trungkap juga siapa 2 ank kcl yg d pntai itu.
    yach jdi msh lma ylsic nikah, pdhl udh gak sbr nih nunggu momentx…..

  12. annyeong ,,
    reader baru 🙂

    komennya di recap disini aja ya ..
    aiisshhh TBC mulu dah ahh , udah geregetan juga ..

    ayo donk thor dilanjutin lagi ffnya *wing* xD

  13. Pas lagi seru serunya TBC!
    Eh,mian ya thor ngomennya cuman di part 6 nya
    Kereeennn~~
    Feelnya dapet(??) banget!
    Lanjut~
    Jangan lama lama ya thorr~<3

  14. wahh.. yg 1 manesia yg atunya jg itut… bener² mate yah… (soulmate maksute) heuheu…
    wah dah mau nikah.. hoho.. daptar jd tamu undangan donk yul appa >_<

  15. KYAAAAAA!!!! Awas Sica galak dataaaaaang!!! hahahhahaha

    hadeeeuh kisah yulsic kecil sungguh tragis ckckckck

    moga ingatan mereka sbalik lagi deh biar sica ga galak lagi hehehhe

  16. Ni author bener” deh.bisa banget nempatin tbc dsitu.ck….ck….
    Aduh…dua”nya pada terpaksa mau nikah.ahhh…
    Lanjut author…
    *ngacir k next part*

  17. aihhh so sweeetttt…
    aku tidak mampu berkata apa pun lagi…

    horeee… minggu depan is the day… lebih cepat lebih baik…
    aku sangat menunggu waktu itu…
    dan itu.. sica kenapa lagi… aduuhhh
    please stop it all sica.. yuri sekarang milikmu… !!??? hahahhaa
    okay lahh.. jangan buang buang waktu.. lanjut ke next part ja dehh..
    authoorrrrrr fighhtiingggggg !!!! lanjutkan !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s