I’m a Nerd… So What? [One-Shoot]

Spesial buat TaeNy shipper, this is for you guys. Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~I’m a Nerd… So What?~ [One-Shoot]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance

Cast: Taeyeon & Tiffany (TaeNy), Yuri, Jessica, Sooyoung, Sunny & Siwon.

I’m just a nerd…

You’re miss popular…

We are different…

But why I can fall in love with you?

——–

Perasaan berdebar-debar terus dialami oleh gadis kutu buku berkacamata tebal itu ketika berhadapan dengan Tiffany Hwang atau Fany, salah satu murid populer di sekolahnya. Berbeda dengan Tiffany, Kim Taeyeon hanyalah seorang murid kutu buku biasa. Kesehariannya hanya diisi oleh buku-buku pelajaran dan tempat favoritnya adalah perpustakaan. Sedangkan Tiffany merupakan idola sekolah yang terkenal dengan eye smile-nya. Tidak hanya itu, Tiffany juga mempunyai sifat yang baik dan tidak sombong kepada siapa pun. Itulah yang membuatnya berbeda dengan yang lainnya. Bila dibandingkan meereka berdua amat berbeda 180 derajat, ibarat bumi dan langit. Meski pada awalnya Taeyeon beranggapan bahwa menjadi pusat perhatian merupakan hal dibencinya, namun dia tidak membenci Tiffany. Sebuah kejadian membuatnya seperti itu…

———

*Flashback*

Hari senin adalah hari wajib diadakannya upacara bendera. Semua murid tampak tertib berbaris di lapangan sekolah SM High School. Hanya saja seorang murid tampak berwajah amat pucat. Temannya yang berada di samping Taeyeon menyadari ada yang tidak beres dengan gadis itu.

“Yah, Taeng, kau tidak apa-apa? Mukamu pucat.” tanya Yuri sambil berbisik ke arahnya.

“Hmm…” Taeyeon mulai merasakan kepalanya pusing dan beberapa saat kemudian dia sudah jatuh pingsan.

BRAAAKKKK!!!!

“TAEYEON!!!” Teriakkan Yuri membuatnya menjadi perhatian satu sekolah. Tapi Yuri yang saat itu sangat panik dengan keadaan Taeyeon tidak menyadarinya. Dia segera berlari menghampiri salah satu petugas kesehatan yang berjaga tidak jauh dari situ, sayangnya mereka sok menyibukkan diri. Hanya beberapa orang saja yang bersedia membantunya, selebihnya cuma memperhatikan saja.

“Taeyeonie~, ayo sadarlah!” kata Sunny berusaha membangunkan Taeyeon dengan menepuk-nepuk pipinya.

“Aish! Kemana siy para petugas kesehatan itu?! Bisanya cuma ngobrol aja.” umpat Sooyoung dengan nada kesal dan karena tidak satu pun petugas tersebut yang datang.

Akhirnya, Yuri pun datang bersama seorang petugas kesehatan yang tidak lain adalah Tiffany. Ya, selain menjadi murid populer, Tiffany juga aktif di ekskul yang diikutinya yaitu PMR.

“Yah! Kalian lama sekali!”

“Maaf Soo.” jawab Yuri dengan nafas tersenggal-senggal sambil membasuh keringatnya dengan tangan.

“Maafkan kami.” ucap Tiffany dengan nada bersalah. Gadis itu dengan sigap mencoba membawa Taeyeon ke ruang kesehatan untuk beristirahat, tapi dengan tenaganya seorang diri, Fany tidak sanggup melakukannya.

Melihat hal tersebut, Sooyoung mengambil inisiatif untuk membopong Taeyeon.

“Sini, biar aku saja yang menggendongnya. Kau tunjukkan jalan.”

Tiffany mengangguk dan segera bergegas mengantar Sooyoung beserta Taeyeon menuju UKS.

Sementara itu Yuri dan Sunny kembali melanjutkan kegiatan upacara walaupun sebenarnya mereka sangat khawatir dengan keadaan Taeyeon.

“Aku harap Taeng baik-baik saja…”

“Kuharap juga begitu Yul…”

———

@UKS…

“Baringkan dia di sana, aku akan mengambil kotak P3K dulu.”

Dengan hati-hati Sooyoung membaringkan tubuh Taeyeon di atas kasur ruang kesehatan itu. Perlahan-lahan Taeyeon akhirnya sadar meski belum sepenuhnya dan membuka sedikit matanya.

“Uhm… Ini dimana…”

“Taeng! Kau sudah sadar??? Syukurlah!” seru Sooyoung yang lega melihat temannya sudah sadar. “Ini di UKS. Kau tadi pingsan.” jelasnya singkat.

“Benarkah?”

Tidak lama kemudian Tiffany pun datang sambil membawa kotak P3K di tangannya.

“Kau sudah siuman?” Taeyeon hanya mengangguk. Lalu, tanpa diduga gadis itu langsung melonggarkan dasi Taeyeon dan membukakan kancing pertama bajunya yang kontan membuat Taeyeon terkejut. Tanpa sadar dia memalingkan wajahnya dari Tiffany.

“Kau kenapa?” tanya Tiffany heran. “Jangan cemas, ini supaya kau bisa bernafas.” katanya sambil memperlihatkan eye smile.

Sekejap jantung Taeyeon berdebar kencang begitu menyaksikan pemandangan tersebut. Dirinya begitu terpesona dengan senyuman Tiffany. Untuk pertama kalinya seumur hidup, dia merasa tertarik dengan hal lain selain buku pelajaran.

‘Astaga Kim Taeyeon, ada apa denganmu!’ teriak Taeyeon di pikirannya dan tanpa disadarinya wajahnya merona merah.

“Ah! Kenapa wajahmu kali ini memerah? Apa kau juga demam?” Tiffany yang panik segera memeriksa suhu badan gadis kutu buku itu dengan meletakkan tangannya di kening Taeyeon. “Tapi kau tidak panas?” ujarnya bingung.

Sooyoung yang menyadari sesuatu dalam diri sahabatnya itu tertawa kecil dan menyeringai. Dia berinisiatif meninggalkan mereka berdua.

“Hmm, kalau begitu aku kembali ikut upacara ya.”

“Terima kasih ya Soo…”

“Yup, kau istirahat Taeng.” Lalu Sooyoung menoleh ke arah Tiffany yang sibuk merawatnya. “Tolong jaga temanku ya.”

Tiffany hanya tersenyum membalas perkataan gadis jangkung yang kemudian berlalu dari hadapan mereka.

“Emm… Terima kasih ya… Ah…um…”

“Tiffany.”

“Ah iya, terima kasih Tiffany. Aku Taeyeon.”

“Okey, Taeyeon. Panggil saja aku Fany.” Sekali lagi dia menunjukkan eye smile-nya yang menawan dan membuat Taeyeon kembali tersipu. “Ini diminum dan istirahatlah.” Tiffany memberikan vitamin kepada Taeyeon dan kembali beristirahat hingga upacara selesai.

*End of flashback*

———

Sejak saat itulah Taeyeon terus mengalami hal itu. Jantungnya selalu berdebar-debar ketika dia bertemu dengan Tiffany dan menjadi salah tingkah dihadapannya. Teman-temannya tahu kalau Taeyeon sedang jatuh cinta, namun yang bersangkutan selalu mengelak. Baginya mustahil untuk bisa menyukai seorang gadis populer bak dewi seperti Tiffany. Terlebih status Tiffany yang sekarang resmi berpacaran dengan Choi Siwon yang juga idola di sekolahnya tambah membuatnya minder. Mungkin ini yang dinamakan dengan cinta bertepuk sebelah tangan.

“Taeng, kenapa kau tidak mencoba menyatakannya?” Yuri memberi saran pada temannya itu. Dia merasa kasihan melihat Taeyeon yang belakangan ini selalu depresi akibat hal tersebut.

“Aku ingin Yul, hanya saja…” Taeyeon menghela nafas dan menundukkan kepalanya. “Dia sudah punya pacar…”

“So what?”

“Lagi pula apa Fany masih mengingatku? Kurasa tidak…”

“Ayolah Taeng, jangan seperti ini. Kau tahu betapa sulitnya aku dulu mengejar Jessica Jung?”

“Aku tahu Yul…” Taeyeon menatap Yuri dengan senyum. “Aku salut padamu karena akhirnya kau bisa mendapatkannya, meski dia awalnya sangat dingin padamu.” goda Taeyeon sambil tertawa mengingat pengalaman Yuri waktu itu. Dia ingat Yuri harus berjuang mati-matian menghadapi para penggemar sang ‘ice princess’ itu.

“Lalu kalau aku bisa, kenapa kau tidak?” Yuri terus memberikan support semangat padanya. “Jadi kau jangan—” Tiba-tiba  hape Yuri bergetar yang ternyata berasal dari Jessica.

“Jessica ya?”

“Iya, hehehe. Aku pergi dulu ya. Semangat Taeyeon!”

“Okey.”

Taeyeon kini kembali seorang diri. Sooyoung dan Sunny yang biasanya juga bersama-sama dengannya saat ini sedang sibuk mengerjakan tugasnya. Akhirnya Taeyeon memutuskan pergi ke perpustakaan untuk menenangkan diri. Di tengah perjalanan, dia berpapasan dengan Tiffany yang sedang bersama Siwon, pacarnya. Melihat mereka berduaan, hati Taeyeon menjadi sakit. Namun dia juga sadar kalau dia yang seorang nerd tidak mungkin bisa memiliki Tiffany. Dia cukup senang bisa melihat gadis pujaannya itu bahagia.

“Mencintai seseorang tidak harus memilikikan?” tanya Taeyeon pada dirinya sendiri. Dengan segera dia kembali berjalan menuju tempat tujuannya.

———

Tanpa sengaja Tiffany melihat Taeyeon yang sedang ke perpustakaan. Entah kenapa sejak bertemu dengan Taeyeon, Tiffany selalu merasa ada hal yang disembunyikan oleh gadis itu karena selalu menghindari tatapannya. Tiffany merasa heran dan bingung dengan sikap Taeyeon.

‘Kenapa dia terus menghindariku? Apakah aku sudah berbuat salah padanya? Lebih baik aku bertanya langsung padanya.’ gumamnya dalam hati.

“Kau kenapa Fany?” tanya Siwon sambil memeluk erat Tiffany.

“Tidak oppa. Hmm, aku mau ke perpustakaan dulu ya. Aku ingat, ada buku yang aku cari.” Dengan berat hati Tiffany berbohong pada pacarnya itu. ‘Maafkan aku oppa…’

“Mau aku temani?”

“Enggak usah. Lagi pula bukannya oppa ada latihan sepak bola hari ini?”

“Aish! Aku lupa!” Siwon segera melihat jam di tangannya. “Kalau begitu sampai nanti ya.”

“Ya.” Siwon mencoba mencium Tiffany, namun gadis itu menghindarinya. “Oppa, kita masih di sekolah.” bisiknya memberi alasan.

Cowok itu hanya bisa pasrah dan mengerti maksud pacarnya. Dia pun pergi dengan perasaan kecewa, sementara Tiffany bergegas menyusul Taeyeon.

———

@Perpustakaan…

Sesampai di perpustakaan, Tiffany langsung mencari sosok gadis mungil itu.

“Dimana dia?” Akhirnya setelah beberapa saat, Tiffany berhasil menemukan Taeyeon yang sedang tertidur di atas meja. “Aigooo, kenapa dia tidur di sini? Sebentar lagikan bel masuk kelas.”

Tiffany berusaha membangunkan Taeyeon. Gadis itu mencolek pipinya dan mengagumi wajah Taeyeon yang terlihat sangat imut ketika sedang tidur. Perlahan jantung Tiffany mulai berdebar-debar dan semakin kencang. Dia pun mendekat ke arah Taeyeon dan terus memandanginya. Rasa penasaran dan ketertarikkan akan gadis itu mulai menghantui pikiran Tiffany.

“Eng…” gumam Taeyeon yang bangun dari tidurnya. Dia terkejut melihat Tiffany sekarang ada di depannya. Hal yang sama juga dialami oleh Tiffany, namun berbeda dengan Taeyeon dia berhasil menutupi perasaannya. “Fany!”

Gema suara Taeyeon menjadi pusat perhatian di perpustakaan dan segera dia menutupi mulutnya dengan kedua tangan.

“Hai, Taeyeon.” sapa Tiffany sambil tersenyum. “Kau sudah bangun?”

“Se..sedang apa kau di sini?” ujar Taeyeon pelan dan berusaha tidak menatapnya langsung.

“Tadinya aku mau mencari buku, tapi melihatmu tertidur dan sebentar lagi bel masuk jadi aku berniat membangunkanmu.”

“Ow, terima kasih.” Taeyeon lalu beranjak dari kursinya.

“Mau kemana?” tanya Tiffany bingung.

“Buku apa? Akan kubantu kau mencarinya.”

“Ah… Apa ya?” Tiffany mendadak menjadi panik karena tidak tahu harus menjawab apa. “Hmm, aku mencari buku tentang puisi.” jawabnya asal.

“Puisi?”

“Iya, aku ingin membuat puisi untuk Siwon.”

Mendengar nama Siwon disebut membuat hati Taeyeon kembali terluka, namun dia mencoba tegar dan tersenyum untuk menyembunyikan perasaannya.

“Baiklah, akan kucarikan.”

“Tapi sebentar lagi kan mau masuk kelas.”

“Tidak masalah, aku tahu semua letak buku-buku di sini.”

Tiffany yang penasaran memutuskan mengikuti Taeyeon mencari buku yang dimaksud. Dia tercengang melihat Taeyeon yang sangat hapal dengan buku-buku perpustakaan.

“Tidak heran dia berkacamata…” katanya pelan.

Tidak lama kemudian, Taeyeon kembali dengan membawa buku puisi yang dicari Tiffany.

“Ini buku yang kau maksud?”

“…” Tiffany terdiam, dia masih sibuk mengagumi Taeyeon.

“Halo? Tiffany?” Taeyeon melambai-lambaikan tangannya di wajah gadis itu.

“Ah! Iya!” Tiffany pun sadar dari lamunannya dan tidak sengaja dia menabrak tumpukkan buku yang ada di situ yang menyebabkan buku-buku itu jatuh ke arahnya.

“AWAS!!!”

Tiffany tidak menghindar dan hanya menutup matanya mendengar teriakkan Taeyeon.

BRAAAAKKKK!!!

Perlahan Tiffany membuka mata dan merasa sesuatu menindih tubuhnya.

“Taeyeon!!!” Ya, Taeyeon rupanya melindungi Tiffany dengan menggunakan tubuhnya agar gadis itu tidak terluka. “Tae! Kau tidak apa-apa???”

Taeyeon hanya tersenyum lemas. Petugas perpustakaan yang mendengar keributan tersebut langsung menghampiri mereka berdua.

“Apa yang kalian lakukan???”

“Maafkan kami tapi…” Tiffany memberi penjelasan tapi petugas itu mengacuhkannya dan menyuruh mereka berdua pergi karena bel masuk sudah berbunyi.

Akhirnya Taeyeon yang dibantu oleh Tiffany pergi dari perpustakaan menuju kelas mereka masing. Sebelum berpisah, tanpa disangka-sangka Tiffany mengecup pipi Taeyeon.

“Fa..Fany—” kata Taeyeon kaget sambil memegang pipinya.

“Terima kasih kau sudah melindungiku Tae.”

———

Hubungan antara Taeyeon dengan Tiffany semakin lama semakin dekat. Taeyeon yang biasanya selalu menjaga jarak dan menghindar dari Tiffany sekarang sudah bisa menerima keadaannya. Tidak hanya itu, Tiffany pun mulai bisa berbaur dengan Yuri (dengan Jessica tentunya), Sooyoung dan Sunny. Taeyeon juga merasa lebih senang berada di samping gadis itu, meski tidak jarang kedekatan mereka membuatnya menjadi bahan pergunjingan.

“Lihat, itu si kuper Taeyeon. Kenapa akhir-akhir ini dia selalu di dekat Fany?”

“Alah, paling dia juga mau numpang eksis.”

“Cih, dasar jelek! Tidak tahu diri!”

Caci maki dan umpatan sudah menjadi makanan sehari-hari Taeyeon mulai saat itu. Tidak jarang gadis itu diam-diam menangis sendirian. Namun dia akan berusaha tegar di depan Tiffany dan tersenyum kepadanya. Tiffany sendiri bukannya tidak tahu tentang hal tersebut, dalam hatinya dia pun merasa bersalah pada sahabat barunya itu.

“Tae?”

“Ya?”

“Apa kau senang berteman denganku?”

‘Teman ya?’ Raut kekecewaan  sekilas tampak di wajah Taeyeon. “Tentu saja Fany. Kenapa kau bertanya tentang hal ini? Apa kau tidak suka berteman denganku?” tanyanya balik.

“Tidak, bukan begitu Tae… Aku takut kau—” Seketika Taeyeon menghentikan perkataan Tiffany dengan menaruh jarinya ke mulut Tiffany.

“Aku mengerti Fany. Jangan takut… Aku sudah biasa seperti ini.” jawabnya tersenyum. “Tapi kalau kau ingin aku menjauh, aku siap melakukannya.”

“Thanks Tae, your my best friend…” Tiffany lalu memeluk Taeyeon dengan erat yang langsung membuat Taeyeon terkejut dan berdebar-debar.

“Ah… Iya… Sama-sama Fany…” bisiknya pelan dan menghela nafasnya.

Sayang, tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang dari kejauhan mememandang mereka dengan perasaan cemburu.

“Kim Taeyeon…”

———

Jam sekolah pun berakhir, seperti biasanya Taeyeon berserta teman-temannya janji untuk pulang bareng. Saat akan beranjak meninggalkan kelas, Taeyeon yang ketika itu tinggal sendirian kaget dengan kedatangan Siwon. Tatapan mata cowok itu berbeda dari yang dikenalnya selama ini.

“Si..Siwon-ssi… Ada perlu apa?” tanya Taeyeon dengan nada takut. Kakinya terlihat gemetar.

Siwon tidak menjawab dan tanpa basa-basi dia mencium Taeyeon. Gadis itu benar-benar terkejut setengah mati dengan apa yang dilakukan kekasih ‘sahabat’-nya itu. Dia pun segera berusaha melepaskan diri dari Siwon, tapi usahanya sia-sia karena tenaga cowok itu jauh lebih kuat dibanding dirinya yang seorang wanita.

———

“Taeng kemana siy? Jam segini belum muncul juga.” Yuri kembali melihat ke arah jam tangannya untuk kesekian kali. Di samping gadis itu, ada Jessica kekasihnya yang sudah mulai tertidur.

“Yul, ayo kita pulang. Aku ngantuk.”

“Sabar Sica sayang.” Yuri menyenderkan kepala Sica di bahunya sebagai pengganti bantal sementara. “Aish! Soo, kau susul Taeng sana!”

“Aku lapar Yul, gak ada tenaga…” ucap shikshin sambil memegangi perutnya.

“Yah! Youngie! Tadi kan kau sudah makan bekalku, masa masih lapar juga???” protes Sunny. “Ya sudah Yul, lebih baik aku yang menyusul Taeyeon.”

“Tunggu! Aku ikut ya.” Tiffany mendadak punya perasaan tidak enak dengan ketidak hadiran Taeyeon.

“Okey, ayo.”

Mereka berdua bergegas menuju ruang kelas Taeyeon dan amat sangat terkejut menyaksikkan apa yang mereka lihat. Orang yang selama ini dianggap Tiffany sebagai sahabatnya  kini tengah berciuman dengan kekasihnya Siwon.

“TAE!!!” teriak Tiffany yang akhirnya bisa membuat Taeyeon melepaskan diri dari Siwon.

“Fa…Fany… Ini… tidak seperti yang kau bayangkan… Dia yang—”

“Fany! Lihat sahabatmu ini?! Dia berusaha menggodaku. Padahal harusnya dia tahu kalau aku adalah pacarmu!” kata Siwon memutar balikkan fakta dan tidak memberi kesempatan sedikit pun pada Taeyeon untuk membela diri.

Tifanny yang masih shock dengan apa yang terjadi kemudian berlari pergi, disusul dengan Siwon yang mengejarnya. Kini tinggal Taeyeon dan Sunny yang ada di ruangan tersebut.

“Taeyeon… Apa benar kau…” Sunny berjalan mendekati Taeyeon yang terdiam. Hanya air mata di pipi gadis itu saja yang mengalir, namun wajahnya tidak ada ekspresi sedikit pun. Taeyeon tidak sedih atau pun marah, dia membisu. Hatinya benar-benar hancur melihat reaksi Tiffany. “Taeyeon…?” tanya Sunny cemas karena dia tidak melihat reaksi apa pun dari seorang Kim Taeyeon.

Taeyeon terus mengacuhkan Sunny, langkahnya yang berat menuntunnya untuk meninggalkan tempat itu. Gema suara Sunny tidak lagi didengarkan Taeyeon. Yang saat ini diinginkannya hanya kesendirian.

———

Yuri, Jessica dan Sooyoung yang dari tadi menunggu Taeyeon terkejut melihat Tiffany berlalu keluar dari sekolah dengan air mata yang terurai melintasi mereka seakan tidak mengenal, di belakangnya ada Siwon sang kekasih yang terus mengejar gadis itu. Yuri ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi. Tidak lama kemudian, Taeyeon pun muncul. Tapi Yuri merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu, tatapan matanya kosong dan lagi-lagi dia melihat air mata.

“Sebenarnya apa terjadi?”

Yuri berusaha bertanya pada Taeyeon, sayangnya gadis itu tidak menjawab dan berlalu pergi meninggalkan para sahabatnya yang diliputi kebingungan.

“Dia tidak seperti biasanya…” Sooyoung juga merasa ada keanehan.

“Sepertinya dia shock.” ucap Jessica singkat. Kata-kata yang keluar dari mulut kekasihnya itu tambah membuat Yuri cemas.

“Shock?”

Akhirnya Sunny pun datang dan langsung menjelaskan semua yang terjadi. Yuri dan lainnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Sunny.

“Lebih baik kita dengar juga penjelasan Taeyeon sebelum kita berasumsi.”

“Aku setuju dengan Yuri.” ujar Sooyoung, dia tidak percaya jika Taeyeon berani berbuat demikian.

“Ya, tapi bagaimana dengan keadaan Taeyeon?” Jessica merasa khawatir dengan gadis kutu buku itu.

“Biarkan dia sendiri dulu.” usul Sunny yang kemudian disetujui oleh yang lainnya.

———

Sudah seminggu Taeyeon tidak bersekolah, hal ini membuat orang tuanya cemas dengan kondisi Taeyeon. Mereka tidak tahu apa yang telah dialami anaknya itu sehingga menjadi seperti ini. Setiap mereka berusaha bertanya, Taeyeon hanya diam dan tidak menjawab. Begitu pula pada Yuri yang merupakkan sahabat baiknya. Semua usahanya sia-sia, Taeyeon tidak bergemi sedikit pun.

Berita mengenai Taeyeon juga beredar luas di sekolah dan menimbulkan banyak spekulasi. Ada yang bilang kalau Taeyeon telah menggoda Siwon dan merebut kekasih sahabatnya, Tiffany dan sebagainya. Tiffany sendiri sudah tidak peduli dengan Taeyeon, dia masih terluka dan menyangka kalau Taeyeon telah tega mengkhianatinya. Yuri semakin putus asa dan jalan satu-satunya untuk mengetahui kebenaran hanyalah melalui Siwon.

“Kita harus tanya langsung pada Choi Siwon.” Meski datar tapi nada emosi terdengar jelas dari Yuri.

“Yul, tenangkan dirimu.” Jessica segera memeluk gadis itu untuk menenangkannya.

“Maafkan aku Sica… Aku—” Jessica tanpa sungkan mencium Yuri. Sooyoung dan Sunny merasa iri dengan kemesraan dua temannya itu. “Sica… Terima kasih.”

Jessica hanya membalas Yuri dengan senyum.

“Maaf… Sebenarnya…” Sebuah suara tiba-tiba hadir mengagetkan mereka.

———

Walaupun hatinya sakit tapi tidak bisa dipungkiri lagi kalau dirinya benar-benar khawatir dengan kondisi Taeyeon. Sudah lebih dari seminggu dia tidak melihat sosok gadis mungil itu. Pertanyaan pun muncul dibenaknya, apa benar Taeyeon mengkhianatinya? Tiffany pun mulai meragukan penjelasan Siwon dan sekali lagi bermaksud menanyakannya kembali tentang yang sebenarnya terjadi.

“Aku harus mendengar yang sebenarnya.” gumamnya seorang diri.

———

Akhirnya waktu yang mereka tunggu-tunggu pun tiba, sekolah telah usai dan dengan segera mereka menuju ruang kelas Siwon. Cowok yang sedang asik bercengkraman dengan teman-temannya itu pun kaget dengan kedatangan Yuri dan Sooyoung. Kedua gadis itu langsung menyeret Siwon keluar kelas dan membawanya ke sudut ruangan.

“Yah! Choi Siwon! Katakan sebenarnya apa yang kau lakukan pada Taeyeon!” bentak Sooyoung penuh emosi.

“Hei, tenang. Aku tidak melakukan apa-apa kok.” kata Siwon menyeringai.

“Jangan bohong! Kau pasti telah berbuat macam-macam pada Taeyeon!”

“Kalian jangan asal bicara! Apa buktinya kalau aku melakukan macam-macam pada gadis kuper itu?!”

“Bukti? Kau mau bukti? Baiklah.” Yuri membawa seseorang kehadapan Siwon dan langsung membuat wajahnya pucat pasi. “Dia adalah petugas kebersihan di sekolah ini yang sudah bertahun-tahun bekerja di sini.”

“Kau…”

“Bibi, katakan apa yang sebenarnya terjadi?”

Kemudian di depan seluruh sekolah, wanita setengah baya itu menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa Siwon-lah yang menjadi penyebab semua ini. Cowok itu memaksa mencium Taeyeon dan karena takut, bibi itu memilih kabur dan sejak itu merasa bersalah terhadap Taeyeon.

Tiffany yang juga berada di situ dan juga bermaksud mencari tahu apa yang terjadi akhirnya tahu fakta sebenarnya langsung menghampiri Siwon.

“Apa itu benar Siwon?” tanyanya dingin. Siwon tidak menjawab dan tidak berani memandang wajah kekasihnya itu. “Jadi itu semua benar!”

PLAAAKKK!!!

Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Siwon.

“Kau tega melakukannya pada Taeyeon!” Tiffany pun berlalu menuju kelasnya dan merapikan tasnya. Ya dia ingin segera bertemu dengan Taeyeon. ‘Tae, maafkan aku…’

———

@Taeyeon’s house…

“Omma, appa, aku keluar dulu ya…” Taeyeon meminta izin untuk berjalan-jalan ke taman. Perlahan kondisi mentalnya sudah jauh lebih baik dan dia sudah mau berbicara.

“Iya, hati-hati.” Sebelum pergi, appa-nya memberikan sebuah brosur kepada Taeyeon. “Ini yang kau minta. Apa kau yakin ingin pindah sekolah Taeng?”

Taeyeon hanya mengangguk, keputusannya untuk pindah sekolah sudah bulat. Dia ingin melupakan kejadian buruk itu juga melupakan Tiffany, sahabat sekligus cinta pertamanya.

“Aku pergi…”

Saat Taeyeon membuka pintu rumahnya, dia terkejut melihat Tiffany dengan nafas yang tersenggal-senggal berdiri di hadapannya.

“Tiffany…?” Tanpa ragu, Tiffany langsung memeluk Taeyeon dengan erat. Taeyeon juga bisa merasakan air mata Tiffany membasahi bajunya. Taeyeon pun melepaskan pelukkan Tiffany dan kemudian menghapus air mata gadis itu dengan tangannya. “Sudah jangan menangis lagi…”

“Tae… Maafkan aku…”

Taeyeon membawa Tiffany menuju kamarnya setelah sebelumnya memperkenalkan dengan singkat pada orang tuanya.

“Kenapa kau meminta maaf Fany?” tanyanya lembut sambil mengelus rambut sahabatnya itu. Jantung Tiffany mendadak berdebar kencang, perasaan itu muncul lagi.

“Aku sudah tahu yang sebenarnya terjadi…” isak Tiffany. “Ini semua —”

“Jangan diteruskan… Lagi pula aku sebentar lagi akan pindah dari sekolah itu…”

Rasa ketakutan pun menghinggapi Tiffany, gadis itu tidak menyangka dengan keputusan Taeyeon.

“Ke…Kenapa? Apakah karena itu? Tapi semuanya sekarang sudah jelaskan, kau tidak salah tapi—”

“Aku mencintaimu…” potong Taeyeon. Setelah sekian lama akhirnya dia berani mengungkapkan perasaannya pada Tiffany dan mungkin ini terakhir kalinya dia bisa bertemu dengan pujaan hatinya itu. Taeyeon tidak menyesal bila nantinya dia harus dibenci oleh Tiffany sekali lagi. “Aku mencintaimu Fany…”

“Sejak kapan kau memendamnya…?” tanya Tiffany yang masih terkejut dengan pernyataan cinta Taeyeon.

“Sejak kau menolongku, saat aku jatuh pingsan dan sejak saat itu aku jatuh cinta padamu.” Sejenak Taeyeon terdiam. “Tapi aku sadar… Aku tidak pantas untuk memilikimu karena—”

Tanpa mengizinkan Taeyeon menyelesaikan kata-katanya, Tiffany lebih dulu mencium Taeyeon. Gadis kuper itu terkejut dan perlahan merespon balik ciuman Tiffany. Ciuman pertama mereka yang lembut namun semakin dalam, hingga mereka terpaksa menyudahinya hanya untuk bernafas.

“Tiffany…”

“Bodoh! Kau tahu Tae, sejak dulu aku juga menyukaimu, aku mencintaimu! Tapi aku takut hal ini akan merusak persahabatan kita karena kau hanya menganggapku sebagai seorang teman, tidak lebih… Kenapa kau baru bilang sekarang? Apa ini gara-gara cowok brengsek itu? Kenapa?!” Pertanyaan Tiffany yang bertubi-tubi langsung dibalas pelukkan olah Taeyeon dan berusaha menenangkannya. “Kenapa Tae? Kenapa kau tanggung semuanya sendiri…”

“Maafkan aku… Maaf Fany…”

Kembali mereka pun berciuman yang kali ini lebih dalam dari yang pertama mereka lakukan. Dengan lembut Taeyeon menciumi bibir Tiffany yang berwarna pink dengan aroma strawberry dari lips-gloss yang digunakannya. Ciuman itu terus berlangsung sampai pada akhirnya mereka berdua merebahkan diri di atas tempat tidur dan posisi Taeyeon berada di atas Tiffany.

“Tae…”

“Fany…”

Taeyeon terus beralih menciumi bagian kening, pelipis, mata, telinga, pipi hingga leher Tiffany yang tampak menikmati sensasi tersebut. Suasana kamar Taeyeon pun berubah menjadi sensual dan hanya terdengar suara seduktif dari mereka berdua. Tiba-tiba Taeyeon berhenti dan menyetel radionya agar suara mereka tidak terdengar. Kemudian dia kembali lalu menatap lurus Tiffany.

“Ada apa?”

“Aku…” kata Taeyeon dengan agak sungkan karena ini pertama kalinya dia melakukan hal tersebut.

“Tidak apa-apa Tae… Aku ingin melakukannya yang pertama denganmu…” Tiffany memberikanya eye smile. “I love you…”

Taeyeon tersenyum melihat eye smile yang sudah lama dia rindukan dan dia kembali melanjutkan kegiatannya yaitu menghujani seluruh tubuh Tiffany dengan ciuman darinya. Taeyeon merasa seperti sedang bermimpi karena dia bisa melakukannya dengan Tiffany. Apa lagi mendengar suara erangan Tiffany yang akhirnya membuat mereka berdua benar-benar melakukan hal tersebut. (# di-skip yea, kekekeke)

———

-Keesokkan harinya-

@Sekolah…

Kedatangan Taeyeon bersama Tiffany mengejutkan semua orang yang melihatnya. Mereka tidak menyangka seorang kutu buku seperti Taeyeon bisa mendapatkan seorang Tiffany, apa lagi mereka kelihatan sangat mesra. Taeyeon menggenggam erat tangan cewek idola yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya itu dan sesekali tersenyum padanya. Tentu saja berita mengenai dirinya itu dengan cepat menyebar luas di sekolahnya. Tidak terkecuali para sahabatnya yang ikut kaget karena akhirnya Taeyeon bisa mengungkapkan perasaannya pada Tiffany yang sudah dipendamnya sejak lama.

“Selamat ya Taeng!” seru Yuri dengan wajah bahagia.

“Aku jadi terharu, huhuhu.” ungkap Sooyoung sambil berakting layaknya orang menangis.

“Yah! Hentikkan akting burukmu Youngie! Jangan sok mendramatisir deh.” protes Sunny yang sebal melihatnya.

“Aish! Lee Soon Kyu, suka-suka aku dong!”

“Kau ini—”

“Hahaha, sudah-sudah kalian berdua hentikkan.” Taeyeon mencoba melerai mereka berdua. “Terima kasih ya semuanya.”

Tiffany yang terus berada di samping gadis itu tersenyum menatapnya dan kemudian mengecup pipi Taeyeon.

“Auw~ So sweet~!”

Seakan tidak mau kalah, Jessica pun mencium Yuri. Hal ini tentu saja membuat Sooyoung dan Sunny benar-benar iri dengan dua pasangan yang sedang kasmaran tersebut.

“Ckckckck, mereka membuatku iri…” gumam Sunny yang tidak tahu kalau Sooyoung mendengarkan perkataannya.

Ide nakal pun terlintas dalam benak sang shikshin.

“Kau mau?”

“Ap—” Saat Sunny akan menoleh ke arahnya, dengan cepat Sooyoung mengecup bibir gadis pendek itu yang tentu saja mengejutkannya. “YAH!!!”

Sayang, Sooyoung sudah duluan kabur sebelum akhirnya Sunny mengejar gadis jangkung itu. Yuri, Jessica, Taeyeon dan Tiffany yang melihatnya hanya bisa tertawa.

———

*Epilogue* (Just TaeNy)

“Tae?”

“Iya Fany?”

“Janji kau tidak akan meninggalkanku?”

“Iya, aku janji.”

“…” Tiffany tidak menjawabnya.

“Kenapa? Bukankah aku sudah membatalkan rencana pindah sekolah hanya untuk bersamamu.”

“Tidak Tae, aku hanya bahagia…”

“Aku juga.” Suasana kembali hening dan menyebabkan suara angin yang berhembus terdengar jelas. “Fany?”

“Ya?”

“Apa kau tidak menyesal bersamaku?”

“Why?”

“Because… I’m a nerd…”

Tiffany tersenyum mendengar pernyataan konyol Taeyeon.

“So what?”

Tanpa ragu, Tiffany langsung mencium kekasihnya itu.

-FIN-

Ow yeah! I’m BACK!!! Kali ini saya buat khusus ‘one-shoot’ untuk para penggemar TaeNy, kekeke. Mian yak, klo gak aku kasih nc, blm tega soalnya. Ntr aja saya buat di YulSic, akakaakak. Okey, saatnya saya menyapa para reader setia dulu. Howdy, apa kabar? Semoga baik-baik aja ya. Akhirnya setelah diem-diem nyolong waktu di tengah-tengah kesibukkan, ff ini berhasil rampung. Maaf ya klo ceritanya kurang seru atau malah membosankan, saya bingung karena cuma ini ide yang terlintas di pikiran pas lagi sarap. Yup, thanks buat komentarnya untuk para reader dan juga silers. Thank you all, have a nice day and bubye! Chu~! Reader jjang!!! ^3^

Advertisements

49 thoughts on “I’m a Nerd… So What? [One-Shoot]

  1. Wah makasih chingu ud d mention..
    Keren bgd certa nya, tp lbh keren lg kalo ga ad adegan skip2’an it..
    Hehehehehehe

    nanti yulsic adegan nc jgn d skip yah chingu.. #jebal

    d tunggu karya2 bgs mu chingu… 😉

  2. wow one shot yg bner2 pas aku puas bnget baca’a author..
    Konfliknya jg terselesaikan dgn baik..pkoknya keren dah.. 🙂

    dtnggu ff yulsic one shot’a dan tdk lupa bwt MG dn YBTM’a :p
    thx bwt mention’a.. hwaiting!! 😀

  3. Yeah kbetulan aku lg bete,gumawo author karyamu mengibur q hihihi,ga ada saran N kritik dr aku,komentar q adalah “krEn bGt”

  4. Gak’ nyangka Siwon Oppa bisa berbuat Setega itu! 😦
    Akhirnya TaeNy jadian,,, walaupun banyak rintangan yg menghadang 😀
    SooSun jadian gak’ tuh?’

    Chingu buat one-shoot YulSic juga donk……. #Ngarep…. ^^ #

  5. Yaahhh
    NCnya kenapa ϑĩ skip unn? #pllaakk
    Ada TaeNy,YulSic,SooSun,sama SiFany ^^
    Suka!suka!sukaa!!
    Bikinin sekuelnya dongg…
    Atau bikin yang YulSic juga boleh *puppy eyes*
    Daebak~~

  6. D 1st oneshoot,is it right…?gmn rasa’y bqn oneshont?bgus ko thor,da konflik,n trslesaikan,wlopun nc’y ga mpe klimaks*otak yadong gy jalan,lol*tp gpp yg pnting yulsic nc…lho..???!!

    Daebak kau thor,byebye jg…muach….

  7. Wahhh hero taeng so sweettttt….
    Wkakakakkk
    Yulsic nya diikiiiitttt banget lain kali diperpanjang ya eonn!
    Hahaha
    Cerita nya bgus ^^

  8. Bagus author…
    disini lihat siwon perannya gmna gitu ….
    yee akhirnya taeny bersatu…, yulsic juga walau dkit
    sooyoung pasti gag jauh” dari mkanan…. kyaknya laper mulu hahahha
    ditunggu ff selanjutnya

  9. Walopun taeny tetep yulsic nyempil .
    Yulsic daebbak .
    Taeng jd kutu buku tp tetep agresif .
    Itu siwon ga da yg mau yya . Sini oppa sama aq aj, aq mau kok sama oppa *lol*

    Kalo buat 1shot lg YULSIC yya chinggu? ! Yya yya yya .
    d tunggu NC nya . *yadongmodon*
    Hwaiting^^

  10. siwon jahat bgt sih, untung aja taeny bisa bersatu kembali.
    ah ada yulsic jga…
    oke aq req yulsic yah….
    d tunggu ff lainnya

  11. wahaha..gomawo author dah ngsih TaeNy 😀
    so sweet ih..wlwpun d awal ada konflik.
    tp ttep happy ending.
    taeng, tumben dsni g byun?~plak
    malah kutu buku. tp brhasil bikin fany suka 🙂
    royal couple kurang yoonhyun nya.hhe..
    haha..yulsic g mw kalah mesra nya.
    brhasil bikin sunny envy n sooyoung mlancarkan serangannya.
    haha..lucu 😀

  12. hahaha ngakak pas moment SooSun d.sni…
    tp knp siwon jahat bgt..masa cmbru ma shbt pcrnya,,ya wlpn akhrnya TaeNy pcran sh..rnya,,ya wlpn akhrnya TaeNy pcran sh..

  13. Yuuuuuuuuuupppp aku suka one shot ini…
    tapi liat karakter Siwon aku…aku…aku…….kenapa gak sama aku aja siwon oppa??
    hheheheheee……
    yes!! akhirnya cinta Tae terbalas…dan si cupu taeng… bisa…mendapatkan si populer Fany…
    kasihan sama SooYoung and Sunny selalu mendapat pemandangan tak enak dan buat envy… betul juga tuh sooyoung aturan sunny bahagia lo dapet sooyouung secara bisa memperbaiki keturunan mereka,.. hehehehe 😀
    semangat!!

  14. mabinogi ~
    pasti abis cari wangsit d gunung merapi *ehh
    haha daebak un!
    adegan’a jgn cuma di TaeNy aja dong un, pas di crita YoonHyun jg ada *ngarep* –a
    ayoo unnie, smangat cari wangsit wkwkw *dilempar bata*

  15. ffnya keren abis,
    agak kesel nih liat siwon gangguin TaeNy,
    tapi kenapa bagian itunya di skip *yadongnya kumat 🙂
    lanjut terus onnie, fighting!!!!

  16. duhh mesra banget pasangan taeny …
    Happy end yg menyenangkan …
    Yulsic cemburu aja ngeliat kemesraan taeny … Haha author jjang

  17. Yeyeye akhirnya taeny bersatu kembali..
    Gara2 wonpa taeng jadi trauma+dibenci fany tapi untungnya keburu ketauan deh siapa yg salah..

  18. Siwon jahat bgt sich.kan kasian tae.tp akhir’x d tampar jg ma fanny.kkkkk
    Suka ma taeny moment’x sayang nc’x d skip.XD

  19. wkakakakakak
    jadi ngebayangin gimana kalo taeyeon kaya gitu gimana ya
    –”
    oiya,saya reader baru di sini
    salam kenal ya thor
    ^^

  20. aihhhh so sweett..
    kalo jodoh tu emang g kemana yahh..
    taeny tetap bersatu.. owhhh nice story..
    sama kayak sooyoung .. aku juga terharu niihh.. hahaha

    author hwaiting..

  21. hyaa… ceritanya bener2 bagus ^^
    yah author knp di skip sih itu.. nanggung #plakk #byunreader
    happy ending \(^-^)/

  22. cerita y bgs kok g ngebosenn,,,
    aku sk pas sica bilang seperti y dia shock! penilaian y pd taeyeon saat itu tpt bgt smntara tmn2 y yg lain msh bingung ada ap dngn taeyeon…???? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s