Stand By Me [Part 1]

Yups, time fo YulSic shipper now! Mianhe klo ceritanya aneh… Yasu, silahkan dibaca and enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Stand By Me~ [Part 1]

Genre: Gender-Bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon & Tiffany (TaeNy)

———

“Apa?!” teriak Jessica pada petugas tata usaha.

“Iya, maaf tapi kau terpaksa harus mengulang satu semester lagi.”

“Aish! Damn…”

Jessica keluar dari ruang sekertariat dengan wajah kesal. Bagaimana tidak, sudah susah payah dia mengejar dosen hanya untuk mendapatkan tanda tangan skripsinya tapi salah satu dosen pembimbingnya malah menolak dengan alasan sedang sibuk karena ada kepentingan keluarga dan tidak mau diganggu oleh siapa pun. Lebih dari itu Jessica juga tidak bisa mengganti kembali dosen tersebut. Akibatnya sekarang dia harus mengulang kembali dan menunggu giliran sidang berikutnya sebab saat ini pendaftaran sudah ditutup.

“Dasar dosen Kwon sial!” umpatnya lagi. “Gara-gara dia semuanya kacau dan aku harus mengulang satu semester lagi??? God dammit!!!” Gadis itu tidak peduli perkataannya barusan didengar oleh semua orang karena dirinya sekarang ini sedang diliputi rasa amarah dan tidak seorang pun berani mendekatinya.

Setelah beberapa lama akhirnya dia memutuskan pergi dari tempat tersebut.

———

Sementara itu tampak sekumpulan orang sedang berkumpul di rumah kediaman keluarga Kwon. Ya, mereka semua mengenakan baju berwarna hitam untuk menghadiri upacara pemakaman Victoria, istri dari Yuri. Pria berumur 27 tahun itu kini telah ditinggal pergi oleh wanita yang amat dicintainya itu untuk selamanya. Sanak famili dan para sahabatnya berusaha untuk menghibur Yuri yang kelihatan tampak tegar di hadapan mereka. Walau pun sesekali air mata tanpa sadar mengalir di pipinya.

‘Yul, kau harus kuat…’ Hanya kata-kata itu yang terus diucapkannya dalam hati.

Untuk terakhir kalinya Yuri kembali memandangi Victoria sebelum istrinya itu dikuburkan.

“Selamat jalan Victoria… Selamat jalan istri ku tercinta…”

———

-Setengah tahun kemudian-

@Dorm…

Pagi itu tidak seperti pagi bisanya karena mulai hari ini semester baru perkuliahan telah dimulai. Jessica pun kembali bersemangat karena akhirnya dia bisa mengurus skripsinya yang tertunda selama setengah tahun. Selama itu pula Jessica harus rela menunggu dosen Kwon yang ternyata secara tiba-tiba mengambil cuti. Gadis itu tidak mengerti alasan sang dosen berbuat demikian, dia hanya bisa pasrah. Untuk mengisi kekosongan waktunya, Jessica memutuskan ikut kerja sambilan dan sejak 3 bulan yang lalu dia pun resmi berpacaran dengan Lee Dong Hae, teman sekerjanya.

“Pagi Jessi.” sapa Tiffany, teman sekamar sekaligus satu angkatan dengan Jessica yang sekarang ini sedang melanjutkan studi S2-nya setelah lulus tahun kemarin dimana seharusnya Jessica juga lulus seandainya dosen Kwon tidak berbuat seenaknya.

“Pagi… Tiff… Hoahm…” balas Jessica sambil menguap.

“Omo~ Kau kenapa Jess? Sepertinya lelah sekali. Apa karena semalam… Hehehe.” goda Tiffany karena dia melihat semalam gadis itu pulang larut malam bersama Donghae. Perkataan temannya itu langsung disambut tatapan tajam Jessica.

“Yah! Kau ini pagi-pagi pikirannya sudah mesum saja.” Kemudian Jessica menghela nafasnya. “Tidak, aku hanya merasa sedikit gugup.”

“Gugup?”

“Iya, akhirnya aku bisa mengurus kembali skripsiku yang tertunda gara-gara dosen sialan itu!”

“Maksudmu dosen Kwon?”

“Siapa lagi kalau bukan dia!” Nada marah pun keluar dari mulut Jessica. Dirinya menjadi emosi setiap mengingat kembali hal itu. “Padahal dosen yang lain sudah menandatangani skripsi ku tapi semua kesempatanku untuk ikut sidang hancur cuma karena dia!”

“Sudahlah Jessi, sekarangkan kau bisa melanjutkannya lagi.” hibur Tiffany dengan eye smile-nya.

“Ya semoga saja seperti itu.” Jessica kembali menghela nafas. “Terus terang Tiff, aku ingin cepat-cepat lulus dari tempat ini. Kau tahu kan appa ku ingin aku segera mengelola perusahaannya…”

Melihat sahabatnya muram, Tiffany segera memeluk Jessica.

” Aku yakin kau pasti lulus tahun ini.” ucapnya lembut sembari mengelus-elus punggung Jessica dan kemudian Tiffany melepaskan pelukkannya. “Jessica Jung! You can do it!”

“Thanks Tiff.” Jessica hanya bisa tersenyum simpul.

“Sekarang lebih baik kau segera bersiap-siap Jess karena kudengar dosen Kwon itu termasuk dosen yang killer. Dia paling benci orang yang tidak tepat waktu.”

“Hah! Aku jadi ingin melihat wajahnya.”

“Lho? Memangnya selama ini kau belum pernah bertemu?” tanya Tiffany kaget. Jessica hanya menggelengkan kepalanya.

“Kau sendiri pernah bertemu dengannya?”

“Aku juga tidak pernah. Menurut kabar yang beredar, dosen Kwon memang termasuk dosen yang tidak suka keramaian. Jadi, hanya beberapa orang saja yang mengenalinya.”

“Hmm, pasti dia sudah tua dan jelek. Makanya dia tidak mau menampakkan dirinya di depan umum.”

“Hahaha, bisa saja kau Jess.” Tiffany tertawa mendengar perkataan temannya itu. “Sudah sana cepat mandi, sarapanmu sudah kusiapkan di atas meja. Aku berangkat duluan ya soalnya ada kuliah pagi hari ini. Bye Jessi.”

“Okey.” Setelah Tiffany pergi, Jessica pun meranjak menuju kamar mandi. Rasa penasaran kembali menghinggapi benakknya. “Seperti apa ya dosen Kwon itu? Pastinya dia orang yang menyebalkan.”

———

@Campus…

“Hai Yul! Bagaimana kabarmu sekarang?” sambut Taeyeon pada sahabatnya itu. Sudah setengah tahun dia tidak melihatnya. Sekarang ini kondisi Yuri kelihatan lebih baik dibandingkan beberapa waktu yang lalu.

“Kabarku baik Taeng.” balasnya sambil tersenyum meski raut wajahnya sekilas masih tampak sedih.

“Syukurlah kalau begitu dan selamat datang kembali di kampus ini.”

“Terima kasih.”

Mereka berdua kemudian berjalan menuju ruang dosen. Namun di tengah perjalan mereka tidak sadar ada seseorang yang sedang berlari tanpa memandang ke arah mereka.

BRUUUKKK!!!

“Auw!” teriak Yuri kesakitan karena tiba-tiba seorang gadis menabraknya dan akibatnya gadis pun terjatuh.

“Ma… Maaf!” Gadis itu segera berdiri dan merapikan buku-bukunya dengan tergesa-gesa. “Sekali lagi maafkan saya.” Dia tidak berani melihat ke arah Taeyeon dan Yuri dan langsung berlalu dari hadapan mereka.

“Ada apa dengan gadis itu?” tanya Taeyeon heran.

“Entahlah.” kata Yuri yang tidak mempedulikannya. Lalu dia pun mengganti topik pembicaraan. “Ow ya, aku dengar kau sudah punya kekasih ya?”

“Kau tahu dari mana Yul???” Taeyeon terkejut mendengar pertanyaan Yuri.

“Sooyoung yang cerita padaku.”

“Aish! Dasar shikshin mulut ember!” Taeyeon menggaruk-garukkan kepala. “Iya, sudah sejak sekitar setengah tahun yang lalu.” ucapnya malu-malu

“Wow, siapa gadis yang beruntung itu?”

“Emm, dia salah satu mahasiswaku.” bisik cowok yang tubuhnya jauh lebih pendek dari Yuri itu pelan.

“What?!” Kali ini giliran Yuri yang terkejut. “Kau gila! Kalau ketahuan kau bisa dipecat tahu?!”

“Sstt! Kecilkan suaramu Yul. Ini tidak seperti yang kau bayangkan.”

“Apa maksudmu?”

Taeyeon pun menjelaskan perihal sosok gadis pujaannya itu kepada Yuri.

“Jadi dia mahasiswa S2 dan dia asistenmu juga?” kata Yuri yang akhirnya mengerti.

“Iya seperti itulah. Kurasa tidak masalahkan?”

“Memang siy, tapi…”

“Tapi apa?” tanya Taeyeon penasaran dan juga agak sedikit ketakutan karena baginya Yuri bukan sekedar hanya rekan kerjanya, tapi juga sahabat sekaligus penasihatnya.

“Bagaimanapun dia masih tercatat sebagai mahasiswa di kampus ini dan kau harus tetap merahasiakan hubungan kalian.”

“Kau benar Yul…” Wajah Taeyeon seketika menjadi muram. Melihat hal tersebut, Yuri mencoba meghiburnya.

“Sudahlah, asal kau bisa berhati-hati, kurasa semua akan berjalan lancar.”

“Benarkah?” ujar Taeyeon berbinar-binar.

“Yup, semangat Kim Taeyeon!” Yuri pun menepuk pundak sahabatnya itu.

Mereka berdua kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan masing-masing.

———

Jessica terus memeriksa buku-bukunya yang tadi terjatuh akibat kecerobohannya. Dia harap tidak ada satu pun yang tertinggal karena sekarang ini dirinya harus segera menghadap sang dosen. Rasa gugup kembali mendera perasaannya. Jessica yang biasanya terlihat tenang mulai menjadi gelisah.

‘Rileks Jessica Jung. Kau harus tenang…’ gumamnya dalam hati. Dengan hati-hati dia mengetuk pintu ruangan dosen Kwon.

“Masuk.” sahut seseorang dari dalam.

Jessica perlahan membuka pintu dan memasuki ruangan tersebut.

“Ada perlu apa?” tanya sosok pria yang sedang berdiri di dekat jendela. Dia tampak membelakangi Jessica.

Gadis itu menjadi semakin gugup dengan pria tersebut dan terus bertanya-tanya mengenai siapa sebenarnya pria yang ada di hadapannya itu.

“Maaf, saya ingin bertemu dengan dosen Kwon.”

“”Iya.” Yuri kemudian membalikkan badannya dan sekarang wajahnya terlihat sangat jelas oleh Jessica. “Saya sendiri.”

Jessica tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia yang mengira kalau dosen Kwon adalah seorang pria paruh baya tua dan jelek kini terperangah dengan sosok dosen itu. Yuri jauh lebih muda dan keren dari apa yang dia bayangkan.

“…” Gadis itu hanya terpaku.

“Kalau anda tidak ada perlu lebih baik segera tinggalkan ruangan saya.” Kata-kata Yuri yang kasar langsung membuat Jessica tersadar dari lamunannya.

“Ah, maafkan saya sonsaengnim.” Jessica segera mengeluarkan skripsinya. “Saya butuh tanda tangan anda.” katanya sambil menyerahkannya pada Yuri.

“Okey, tunggu sebentar biar saya periksa dulu. Silahkan duduk.” Yuri menyuruh murid bimbingannya itu duduk.

‘Ternyata ini yang namanya dosen Kwon itu. Dia cute~… Hei?! Apa yang sedang kau pikirkan Jessi??? Ingat! Dia dosen yang menyebalkan!!!’ Perang batin melanda pikiran gadis itu yang tanpa disadarinya Yuri juga memperhatikan dirinya itu.

‘Jadi dia orangnya. Gadis yang tadi bertabrakkan denganku. Tapi kenapa dia tidak menyadarinya? Sudahlah, toh dia juga sudah minta maaf.’ gumam Yuri dalam hati. ‘Sayang, tulisannya banyak yang salah. Aigooo~’

Sekitar 30 menit Yuri membaca skripsi Jessica dengan teliti. Sementara itu Jessica yang masih gugup mencoba menenangkan dirinya dengan melihat-lihat sekeliling ruangan Yuri dan sesekali memandangi dosennya itu.

“Okey, saya sudah baca skripsimu.”

“Jadi bagaimana?” tanya Jessica berharap Yuri segera  menandatangani skripsinya itu.

“Apanya yang bagaimana?! Kau harus revisi kembali! Tulisanmu banyak yang salah dan tidak sesuai dengan teori yang dipakai!” bentak Yuri yang langsung mengejutkan gadis itu.

“Ta..tapi…”

“Dengar ya nona Jessica Jung. Jika kamu ingin membahas suatu masalah, setidaknya kau harus memperjelas pokok permasalahan yang akan dibahas. Seperti contohnya skripsimu yang mengambil tema pengaruh budaya Korea di Amerika Serikat, maka kau harus menjelaskannya lebih detail! Budaya Korea apa yang kamu maksud? Apakah musik, film, drama, style, makanan, kebiasaan atau sebagainya dan setelahnya kau juga harus memperkecil permasalahannya misal kau mengambil topik permasalahan tentang  musik maka musik apa yang sudah mempengaruhi negara tersebut! Mengerti?!”

Jessica hanya terdiam mendengar penjelasan Yuri yang singkat namun padat. Gadis itu juga tidak berani lagi bertatapan dengan sang dosen.

“Periksa kembali, setelah itu baru temui saya lagi.” Yuri melempar skripsi Jessica ke hadapannya. “Sekarang silahkan pergi dari ruangan saya kalau tidak ada keperluan lagi.”

Jessica tidak menjawab, dengan tangan sedikit gemetar dia merapikan skripsinya yang berantakkan di lantai. Gadis itu sangat terluka dengan perilaku dosen pembimbingnya dan kembali teringat perkataan Tiffany yang bilang kalau dosen Kwon merupakan dosen yang killer. Jessica juga kesal pada dirinya sendiri yang tidak berani membalas. Harusnya yang marah-marah adalah dirinya, bukan dosennya karena gara-gara pria itu impiannya untuk segera lulus tertunda.

“Maaf sonsaengnim… Kalau begitu saya permisi…” pamit Jessica dengan nada datar sambil membungkukkan badan dan kemudian meninggalkan ruangan Yuri dengan langkah lunglai. Setelah berada di luar, air mata Jessica yang sudah tidak terbendung pun mengalir membasahi pipinya. Rasa marah dan sedih bercampur menjadi satu dalam dirinya. Mulai saat itu juga rasa kebencian pada dosen Kwon bertambah besar.

———

@Dorm…

“Astaga! Jessica? Kau kenapa?” tanya Tiffany yang terkejut melihat keadaan sahabatnya itu. Mata Jessica tampak sembab dan memerah, siapa pun pasti tahu kalau gadis itu habis menangis.

“Aku capek…” Tanpa mengidahkan Tiffany, langkah Jessica langsung menuju ke kamarnya dan lalu merebahkan diri di atas tempat tidur. Hatinya masih sakit mengingat perkataan dan perbuatan dosen Kwon padanya karena baru kali ini ada seseorang yang berani memarahinya selain sang appa. Ya, harga dirinya terluka. ‘Akan ku buktikan padamu dosen sialan! Akan ku buktikan kalau aku bukan mahasiswa biasa yang bisa dengan mudah kau hancurkan!’ tekad Jessica pada dirinya sendiri. Tidak lama matanya pun terpejam dan dia larut menuju alam mimpi.

Sementara itu, Tiffany yang juga ikut sedih dengan kondisi Jessica memutuskan untuk menelpon Taeyeon. Entah kenapa mendadak gadis ber eye smile itu merindukkan kekasihnya.

“Halo Fany? Ada apa?” tanya Taeyeon memulai percakapan.

“Tae…” ucap Tiffany galau.

“Iya? Kau kenapa sayang? Apa yang terjadi? Kenapa suaramu seperti itu?” Cowok itu cemas mendengar nada bicara Tiffany yang tidak seperti biasanya.

“Tidak… Aku hanya…” Sebenarnya Tiffany menyimpan sebuah rahasia besar dari Jessica dan amat berat baginya untuk terus menerus menyembunyikannya.

“Katakan saja padanya Fany… Aku tahu kau sangat tersiksa dengan hal ini.”

“Aku ingin Tae, tapi kau tahu sendiri Jessi sangat membenci dosen Kwon dan aku takut dia juga ikut membencimu hanya karena kau juga seorang dosen.” Ya, sejak setengah tahun yang lalu Tiffany resmi berpacaran dengan Taeyeon, dosennya sendiri. Hanya saja karena takut pada Jessica, dia memutuskan untuk merahasiakan hubungan tersebut.

“Fany, dengarkan aku. Jessica itu sahabatmu, aku yakin dia pasti mengerti.”

“Tapi Tae…”

“Sudah tenanglah, lebih baik kau katakan jika kau sudah siap. Okey sayang?”

“Hmm, aku mengerti. Terima kasih Tae.”

“You’re welcome my mushroom. I love you Fany Fany Tiffany, see you.”

“Love you too my Tae Tae, bye.”

Setelah mengakhiri pembicaraan mesranya di telepon, Tiffany menghampiri Jessica yang sedang tidur. Dia duduk di samping gadis itu dan mengelus rambutnya. Rasa bersalah terus mendera batinnya.

“Jessi… Maafkan aku… Aku bukan sahabat yang baik…” Perlahan air matanya mengalir dan dia pun menghela nafas. “Suatu saat rahasia ini akan ku ceritakan padamu… Aku janji…”

———

-Keesokkan harinya-

Jessica tampak sibuk mempersiapkan semua catatan untuk memperbaiki skripsinya dan mulai berkonsentrasi pada laptopnya. Tiffany yang baru bangun dibuat kaget oleh hal tersebut karena tidak biasanya Jessica bisa bangun sepagi ini. Seakan tidak percaya, Tiffany kembali melihat jam di dinding yang menunjuk ke pukul tujuh.

“Aigooo~ Apakah ini mimpi?” goda Tiffany.

“Yah! Kau menggangguku saja Fany.”

“Haha, maaf. Habis tidak biasanya si putri tidur bangun sepagi ini.”

“Kau kira aku suka? Ini semua demi mendapatkan tanda tangan si dosen menyebalkan itu. Kau tahu? Dia menyuruhku memperbaiki semuanya!” ujar Jessica dengan nada kesal. “Dia bahkan berani membentakku! Kau bisa bayangkan itu Tiff?! Membentakku! Kukira hanya appa ku saja, ternyata…” Gadis itu tidak melanjutkan kata-katanya karena masih sakit hati.

“Ow, jadi itu sebabnya kemarin kau bersikap demikian?”

Jessica tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya. Pikirannya kembali tertuju pada laptopnya. Tiffany yang melihat sahabat  sedang berkonsentrasi memutuskan untuk meninggalkannya sambil tersenyum.

Setelah seharian membereskan skripsi, tiba-tiba Jessica teringat kalau dia punya janji berkencan dengan Donghae. Yup, semenjak semester baru dia memutuskan untuk berhenti dari kerja sambilan dan akibatnya Jessica jarang bertemu dengan kekasihnya itu.

“Astaga! Aku lupa ada kencan dengan Donghae-oppa!” Jessica segera meraih hapenya dan kaget saat melihat jumlah sms masuk yang semuanya berasal dari cowok tersebut. “Dia pasti sangat marah…” Jessica menyesal karena terpaksaharus mematikan hape nya dari tadi agar tidak mengganggunya lalu dia pun mencoba menghubunginya balik. Namun usahanya sia-sia, Donghae tidak kunjung menjawab panggilannya. “Mungkin dia sedang sibuk. Ya sudahlah, lebih baik aku cari makan dulu.”

Tidak terasa hari sudah malam dan gadis itu pun beranjak dari kamar asramanya menuju tempat biasa dia makan. Di perjalanan secara tidak sengaja Jessica melihat sosok Donghae dan bergegas menghampirinya. Alangkah terkejutnya dia melihat kekasihnya itu ternyata tengah asik berduaan dengan wanita lain.

“Oppa?!” teriak Jessica yang membuat keduanya terkejut.

“Je.. Jessi…?”

“Siapa dia?!” tanya Jessica sambil menatap dingin gadis yang bersama kekasihnya itu.

“Di.. Dia…” Donghae tidak bisa lagi menyembunyikan kebohongannya. “Dia tunanganku…” jawabnya pelan.

“Apa???” Kali ini giliran Jessica yang terkejut mendengar pernyataan cowok itu. “Sejak kapan kalian… Kenapa kau baru bilang sekarang oppa???”

“Aku berusaha untuk segera memberitahukan berita ini padamu Jess, tapi akhir-akhir ini kau selalu sibuk. Jadi aku sulit menghubungimu.” jelas Donghae yang merasa bersalah. “Maafkan aku…”

PLAAAAKKK!!!

Tanpa basa-basi Jessica langsung menampar pipi Donghae, sedangkan tunangannya hanya diam dan bersembunyi di belakang Donghae karena ketakutan melihat Jessica yang sedang marah.

“Kau… Kau sungguh tega oppa… Kau tega padaku!!!” jerit Jessica yang kemudian berlari meninggalkan mereka berdua.

———

“Aigooo~ Kenapa aku harus punya sepupu seperti dia siy??? Seenaknya menyuruh orang yang lebih tua.” gerutu Yuri sambil berjalan menuju tempat makan. “Kalau dia lapar harusnya dia sendiri yang membelinya. Aish! Im Yoona, awas ka—”

BRAAAKKK!!!

Seseorang lagi-lagi menabraknya dan kali ini hingga dirinya terjatuh.

“Argh!” pekik Yuri. “Yah! Kau ini punya mata atau tidak siy???” Tapi semua amarahnya seketika padam ketika melihat yang menabraknya adalah Jessica, salah satu murid bimbingannya yang kemarin sudah dia marahi habis-habisan. “Kau… Jessica Jung?” tanya Yuri memastikan.

Jessica tidak menjawab karena sekarang ini gadis itu sedang menangis.

“Hei, apa yang terjadi denganmu?” Perlahan Yuri berdiri dan menghampiri Jessica yang masih duduk di tanah dan kemudian ikut duduk di sampingnya. “Jessica, kau baik-baik saja?” tanya cowok itu lembut, nada bicaranya sangat berbeda dengan Yuri sebelumnya. Sayang, Jessica masih tidak menjawab dan Yuri memutuskan untuk menunggu gadis itu sampai selesai menangis.

Akhirnya setelah sekitar satu jam, tangisan Jessica pun reda.

“Kau sudah selesai?” Suara Yuri mengagetkannya. Dia tidak menyadari kalau ternyata cowok yang menemaninya itu adalah sang dosen yang sangat dibencinya.

“Son.. Sonsaengnim?!”

“Memangnya kau kira siapa?” ujar Yuri menyeringai.

“Se.. sedang apa anda di sini???” tanya Jessica gugup.

“Tadinya aku berniat membeli makanan tapi mendadak seseorang menabrakku dan hampir satu jam aku menemaninya menangis.” sindir Yuri yang langsung membuat wajah Jessica memerah karena malu.

“Maafkan saya sonsaengnim…”

“Sudah lupakan saja dan ubah gaya bicaramu karena saat ini kita tidak sedang berada di kampus. Mengerti?” Jessica menjawabnya dengan menganggukkan kepala. Yuri pun berdiri dan kemudian memberikan tangannya untuk membantu Jessica berdiri. “Kau sudah makan?”

“Apa?” tanya Jessica heran.

“Setelah menangis biasanya seseorang akan menjadi lapar nona Jung.” ucapnya sambil tersenyum.

Senyuman Yuri yang menawan itu sekejap membuat jantung Jessica berdetak kencang dan suhu tubuhnya memanas. Gadis itu pun langsung memalingkan wajahnya dari sang dosen.

“Kau kenapa?” tanya Yuri bingung melihat sikap muridnya itu.

“Ti.. Tidak… Aku… Aku tidak apa-apa…”

“Kalau begitu ayo.” Yuri meraih tangan Jessica dan membawanya menuju tempat makan.

“Ta.. Tapi…”

“Kenapa? Kau sudah makan ya?”

“A.. Aku…” Tiba-tiba suara perut Jessica pun berbunyi.

KRUYUK~

“Hmph! AHAHAHHAHAH!!!” Yuri pun tertawa lebar mendengar hal tersebut dan membuat  Jessica jadi bertambah malu. Gadis itu berusaha melepaskan tangannya untuk bergegas pergi meninggalkan dosen tersebut. Namun Yuri kembali menahan Jessica. “Kau mau kemana?”

“Lepaskan! Aku mau pulang!” ujar gadis itu kesal.

“Maaf Jessica, aku tidak tahan soalnya.” Jessica pun terdiam. “Maaf ya.” Kemudian Jessica berbalik memandang Yuri.

“Sonsaengnim, terima kasih untuk hari ini. Tapi maaf, aku benar-benar tidak bisa…” Setelah berkata demikian, Jessica segera berlari pulang meninggalkan Yuri seorang diri.

“Aish! Apa yang ku lakukan? “Sadarlah Yul, dia itu muridmu!” sesal Yuri yang mendadak dihinggapi rasa bersalah pada Jessica dan lalu dia pun memandangi langit malam dengan tatapan sedih. “Victoria, maafkan aku…”

-TBC-

Saatnya menyapa para reader setia! Hai, how are you guys??? Kekekeke, akhirnya ff sarap saya nongol lagi. Rencananya tadi mw dibikin one-shoot cuma karena ini bakalan agak panjang jadi saya putusin buat dibagi jadi beberapa part. Ya sekitar 2-3 part lha, egk akan sebanyak MG atw YBTM kok. Jadi, tenang aja yak, kekekeke. Ow ya, mungkin saya bkln semi-hiatus dulu ya. Egk tahu niy, mendadak listrik di rumah suka mati nyala gak tentu tapi diusahain jalan seperti biasanya (ide lagi mengalir deras, wkwkwkwk). Btw thanks buat reader setia yang udah komen di blog aneh ini dan maaf saya blm bisa bales satu-satu, kekekeke. Tapi tolong jangan berhenti komen yak, saya perlu saran dan kritiknya. Terus buat adegan nc, saya pikir2 dulu yak, akakakak. Okey, pokoknya terima kasih banyak buat semuanya. Love you all & see you,, chu~! Reader jjang! ^3^

49 thoughts on “Stand By Me [Part 1]

  1. yeeee kambek yulsic, tp knp d sini yulsic blm ber1 tor? Btw d buat 3part aj tor, jgn byk2.. Hehehehehe
    Lanjut ya tor..
    Semangat

  2. cerita ini mengingatkanku pada tgas akhirku…..
    hampir sama, tp g sama persis. kok jd curhat.
    yul jd dosen??? ky apa y???
    doh….
    jgn bnyk2 y partnya…
    SEMANGAT!!!

  3. Ah….menjauh,soal’y mw dcium author….

    Resmi hiatus,hufth…berkurang dweh,hiburan aq atu…..yowis teu nanaon lah,sok mangga ari arek hiatus mah,….

    Yul dosen sica mhasiwa,,wah,,kya’y bkalan seru nich,,vict’y kesian mat.,cuman numpang batu nisan doang d ff ni,,,Ah….menjauh,soal’y mw dcium author….

    Resmi hiatus,hufth…berkurang dweh,hiburan aq atu…..yowis teu nanaon lah,sok mangga ari arek hiatus mah,….

    Yul dosen sica mhasiwa,,wah,,kya’y bkalan seru nich,,vict’y kesian mat.,cuman numpang batu nisan doang d ff ni,,,Ah….menjauh,soal’y mw dcium author….

    Resmi hiatus,hufth…berkurang dweh,hiburan aq atu…..yowis teu nanaon lah,sok mangga ari arek hiatus mah,….

    Yul dosen sica mhasiwa,,wah,,kya’y bkalan seru nich,,vict’y kesian mat.,cuman numpang batu nisan doang d ff ni,,,Ah….menjauh,soal’y mw dcium author….

    Resmi hiatus,hufth…berkurang dweh,hiburan aq atu…..yowis teu nanaon lah,sok mangga ari arek hiatus mah,….

    Yul dosen sica mhasiwa,,wah,,kya’y bkalan seru nich,,vict’y kesian mat.,cuman numpang batu nisan doang d ff ni,,,

  4. Wow yul jd duren hohohoho……
    Aku baru pertama nie nemu ff yulsic yg sica takut ama yul, biasa y kan yul yg ketakutan ngeliat sica.
    Ayo thor lanjtu.

  5. ahh klow dosen dkampus ku ky kwon yul mah kga bkal pernah bolos mata kuliahnya~ hahaha *ktauan suka bolos 😄

    aw aw aw yul jd duren duda keren.. Godain kita dong yul~ *aegyo+wink* #sepatu boot tentara melayang n_nV

    Jgn lama2 hiatus ya thor 😀 update soon ^^p

  6. appa!! galak bangeet sich ma umma .
    huft .
    tp ujung”nya appa baek yya .
    mau loh nungguin sica nanggis 1 jam . ga ada duda se so sweet yul appa .
    yul jjang walo pun duda tp tetep sexy + cakep .
    untung sicca udah putus ma hae ahjjusi dan vic ahjjuma udah ga ada .
    berarti yulsic bisa bersatu dong .
    YulSic Daebbak^^
    di tunggu nc nya chinggu *plaakk*
    Hwaiting^^

  7. Yul mah ketuaan,mudain dkit dunk.. klo tiffany ngsih tau rahasia hbungannya ke sica kyakna ga trlalu berat kcuali klo fany pcrn ma yul. Yah jngn hiatus dunk hiks hiks

  8. Omo??? Yul?? Duda?? olalala… Duren…. :3
    Hahahaa…. aku ngera kasihaaann banget sama yang namanya Jessica jung..
    aku dah bisa bayangin gimana rasanya menghadapi dosen pembimbing yang menyebalkan!! huff…
    tapi lau dosen pembimbingnya kaya Si Yuri mah aku juga mau nantinya.. hehehe…
    Tabah ya sica… lupakan donghae,,dan tatap lah duda Yul.. kakaka..
    aku baru nemu neh blog… wuuaaah ternyata,,..
    ada ff yang menarik dari judulnya… baca dulu ah…
    kenalan disini ya…
    aku El ^^
    SEMANGAT!!

  9. yeyeyeye ff bruu.. castnya yulsic pula yeee…..

    huaaa yul jd dosen sica mhasiswanya…bkalan seru bgt nih ff..
    tp kshn bgt sica d.sni msa cm ga dpt ttd hrus smp ulgi stahun lg… emang gtu yah klo ga dpt ttd 1 dosen hrs ngulang??
    maaf sy ga tau 😀

    Sica lpakanlah donghae dan mulai khdpan brumu brsm dosen Yul… Yul km jg shrsnya km mulai khdpan bru ma Sica..mulailah mencntai Sica sprt km mncntai Vic… hahahahahaha apa coba!!

  10. Kasian Banget hidup Sica…
    Mana Skripsi nya salah2,
    ditambah Lagi…Donghae udah punya Tunangan!
    Bagus’an Sica ama Yul aja.
    Lumayan dapet Duda Kereen…. 😀 #Plak~#

  11. ada duda keren namanya yuri.haha..
    bakalan seru nih 😀
    sica g bakalan nyesel koq klulusannya trtunda.
    kn biar sering2 ktmu ma yuri.hhi..
    eh tp yuri dah pnya anak blm tuh?
    dtnggu lanjutannyb 😀

  12. Annyeong~!
    Sudah lama nggak maen ke sini ˘з˘~♡♥
    YulSic jjang!
    Semi hiatus?
    Kenapa thor?
    Author tinggal ϑĩ mana sih?
    Penasaran -__-
    Jangan lama lama ya lanjutannya~!
    Keep writing!

  13. Wow ada ff bru dgn yulsic sbg castnya.
    Sica jdi mahasiswa sedangkan yul jdi dosennya.
    Hmm.. Pasti seru nih!
    Ayo lnjt

  14. Wow seorang ice princess takut sama kwon yuri, biasa’ykan yul yang takut ama sica

    TaeNy makin mesra aja sih..

    TaeNy YulSic forever

  15. waahh.. Vicx mokad yah.. pertanda gg akan ada sesi yul appe selingkuh sama victoria hoho…
    jessica sial amat yak,bru juga dapet 1 masalah dapet 1 lagi,wahahaha…
    yuri galak tp mw nungguin sica nangis,haha..
    d anjutan ffx thor! seru.. ^^

  16. Haaaaaiii… saya dataaaang…hahahahhaha

    Wuaaaaaah adaaaaa dureeeeeeen…
    aku jg mau donk bimbingan nc eh salah bimbingan skripsi sama dosen yg ganteng kayak yuuuuL hohoho

    cie cieeee ternyata yul luluh liat sica baby nangiiiis… mpe rela nunggu 1 jam gitu hihihi

    Hmmmm dasar donghae ga sopan! berani2nya kau bikin dongsaeng ku nangis arrrrrrgh *cekal kerah baju donghae *di sabarin author
    Untung aja author ngelerai, klo ga udah bonyok tuh donghae hohoho

    Daebak thor! Lanjutkaaaaaan… GPL yaaaaaah hohoho

  17. Wah,knpa yul m nnkh ma victoria??untng aja dah meninggal…hehe… Udh mncl benih2 cnta ne antra yulsic,, next part jngan terlalu lama updet’y ya thor… Author hwaiting…!!

  18. Permisi ex sider kemari.. Sblum’a minta maaf dlu krna gk bsa koment d part2 lain. Saya akan berusaha bwt koment trus dri skrg.

    I like it, duren yg ntar bkin icy princess meleleh.. Hehe
    aku cman baca 1/2 bwt part ini krna kmren uda smpat baca n tetep gk bsa koment #lemparhp
    bingung komen apa lagi. Lanjot aja deh.#plak

  19. Aruuuu…. Hahahahah pas awal bc part 2 gw ngrasa ga ngerti n aneh d gw..kenapa? Karna gw blm bc part 1, trus gw lsg ngubek2 arsip lo dan sampailah d mari. Hahahahahah.. Aigoo~ aih aiih yuri duda braaay.. Keren pulak.. Aw aw aaaaw gw jg mau kl yuri jd dosen pmbimbing skripsi gw, gw pasti rajin bimbingan n bimbingannya minta d rmh dosen kwon..sayang gw ud ga skripsian lg..jiahahahahah seru dan menarik ru. Okelah gw mw k part2 kl begetoh. Cusss~

  20. aruuuuuuuuuuu, surprise bgt lama gak mampir ada x y setaunan, t”nyata blog nya makin maju pesat, ckck salut bnr2 top markotop (pinjem jargonnya bpk kuliner kita)
    suka deh sm skpnya yuri yg bnr2 berubah drastis saat d cmpz dgn d luar lingkungan cmpz, btw yoona nya cm nongol nama doank uy

  21. Yuri galak bgt jd dosen…
    Hae ketauan belang’x.asik jd putus ama sica.
    Lanjut thor…

  22. seru ni ff …

    jdi yuri duda dong …

    kra kra yulsic maupun taeny terpaut perbedaan usia berap yah??? …

  23. eaaaa kalo dosennya kece gitu sih.. Kayaknya rela2 aja lama2 dkampus..haha
    Reaksi sica yg sebel ama yul itu ngingetin aku ama kjadian beberapa bulan lalu. Yeaaahhh revisi..haha
    Unyuu kakak.. Lanjut yeee..

  24. Yuri beda banget ya di kampus ama luar kampus ,jahat lg ngetawain si jessi yg klaperan hahaha
    Taeny sembunyiin apa tuh dri jessi jadi pnasaran *ngacir ke chap2

  25. Annyeong,,,, Mulai jelajah lagii,,,,

    Kyaa,Yul Nya duda,,,hhee dosen nya ckep kyak Yul Bgtu mah ,tiap hari dh ke kmpus,bkan mau belajar,,tpi pngen Lihat Dosennya doang,,,,,,,

    Hheee,,,the Next Chapter~

  26. barux ini ada ff yul nya jd duda,,,
    meskipun duda tp gak apa2, yg penting YULSIC….
    Victoria gak ada, brarti gak kan ada yg gangguin yulsic…
    hehehehee..

  27. Author jjang…. Wah… Ternyata bertemu diwaktu yang tepat yulsic, apakan sica masih dendam sama yul? Keren nih ceritanya.. Once more author jjang

  28. whooaaa ada duren tuh, kl durennya kyk yuri mah bnyak yg mau wkwkwk
    cieeee sica kyknya suka tuh sm pak dosen:-):-):-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s