Protect You [One-Shoot]

Sekarang bagian buat YoonHyun, kekeke. Sekali lagi maaf kalau ceritanya aneh…  Yasu, silahkan dibaca and enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Protect You~ [One-Shoot]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance

Cast: Yoona & Seohyun (YoonHyun)

———

“Jadi berapa lama lagi waktuku yang tersisa…?”

“Maaf, waktumu hanya sekitar 3 bulan lagi… Jalan satu-satunya kau harus segera dioperasi secepatnya atau…” Sang dokter tidak melanjutkan kata-katanya.

“Aku tahu, aku akan mati kan?” kata pasien tersebut dengan nada riang, walau sebenarnya dalam hati dia sangat shock dengan vonis itu. ‘Kurasa ini lebih baik…’

Sudah sejak kecil dia menetap di rumah sakit tapi sekitar setahun yang lalu pasien itu memutuskan untuk menikmati hidupnya. Menjalani kesehariannya seperti orang normal lainnya, meski tahu penyakit yang dideritanya semakin hari semakin bertambah parah…

———

Hari-hari sekolah mungkin membosankan tapi itulah yang dirasakan oleh Im Yoona yang saat ini sedang beristirahat (lebih tepatnya tidur) di atap gedung sekolah. Yup, tempat tersebut merupakan tempat favorit sekaligus tempat rahasianya jika dia sedang tidak ingin diganggu. Namun hari itu ada yang berbeda dari biasanya karena sesuatu hal sudah  mengganggu jam istirahatnya.

“Aish! Siapa siy yang mengobrol di sini?” Dengan sedikit rasa penasaran akhirnya dia mencoba mengintip. “Hmm?”

Sementara itu seorang pria dan seorang gadis tengah terlibat sebuah percakapan yang cukup serius dan tidak menyadari kalau Yoona sedang menguping pembicaraan mereka.

“Oppa… Aku merindukanmu…” Tanpa segan mereka pun berpelukkan mesra.

“Aku juga. Kuharap kau bersabar dengan hubungan ini.” kata pria tersebut tidak lama kemudian pergi.

Yoona yang melihat kejadian tersebut terkejut menyaksikannya. Dia tidak menyangka kalau itu adalah Seohyun, murid teladan di sekolahnya dan Jung Yong Hwa, guru muda yang juga merupakan guru matematikanya.

“Astaga… Jadi mereka berpacaran?” ucapnya pelan agar tidak diketahui. Sayangnya, saat akan beranjak diam-diam dari tempat itu, Yoona tidak sengaja menyenggol kaleng bekas minumannya.

KLONTANG!

Kontan saja Seohyun langsung menoleh ke asal suara tersebut.

“Siapa itu???” tanyanya dengan nada tinggi.

‘Argh! Sial!’ Yoona akhirnya terpaksa menampakkan dirinya kepada mereka. “Maaf, aku tidak tahu kalau kalian…” kata Yoona sambil menatap gadis yang ada di hadapannya.

“Kau? Im Yoona? Apa yang kau lakukan di sini?!”

Satu sekolah pastinya tahu siapa Yoona yang tidak lain murid paling nakal di sekolah. Hampir setiap saat gadis itu menjadi langganan tetap ruang konserling akibat perbuatannya.

“Tentu saja istirahat, memangnya apa lagi?” Lalu Yoona pun menyeringai. “Kau sendiri sedang apa di sini?” balasnya santai dengan menyilangkan kedua tangannya.

“A… Aku… Ka… Kami…” Seohyun sekejap menjadi gugup. Dia tahu kalau Yoona pasti sudah mendengar semuanya dan hubungannya dengan Yonghwa pasti juga sudah diketahui olehnya.

Kali ini Yoona yang mendekati Seohyun.

“Tenang saja ‘miss perfect’. Aku—”

DING DONG!

Perkataan Yoona pun terpotong dengan suara bel masuk kelas.

“Hmm, save by the bell huh?”

“Apa yang akan kau lakukan dengannya Im Yoona?” tanya Seohyun yang menghiraukan suara bel karena perhatiannya saat ini lebih terfokus pada Yoona.

“Hohoho, kenapa? Kau takut aku berbuat sesuatu pada kekasihmu itu?”

“Ya, lebih baik kau tidak mengusiknya atau aku…” Seohyun terdiam sejenak.

“Atau apa?” Yoona menaikkan sebelah alisnya. Dalam pikirannya dia tidak menyangka Seohyun  yang dianggap semua orang sebagai sosok yang sempurna bisa terlibat cinta terlarang dengan salah satu gurunya itu. Perlahan Yoona mendekati wajah Seohyun. “Hmm, atau kau mau menggantikkannya?” bisiknya.

“Apa?” Wajah Seohyun langsung memerah ketika melihat wajah Yoona ada tepat di depannya. Seohyun baru menyadari kalau ternyata Yoona memiliki sesuatu yang membuatnya tertarik. ‘Kenapa perasaanku seperti ini?’ gumamnya dalam hati.

“Sudahlah, lebih baik kita teruskan nanti.” Yoona tiba-tiba menjauh dan beranjak dari tempat tersebut. “Kurasa kau juga tidak mau rekor sempurnamu rusak hanya gara-gara telat masuk kelaskan?”

Perkataan Yoona itu pun menyadarkan Seohyun dari tadi hanyut dengan pikirannya.

“Oh!” Seohyun buru-buru menuju kelasnya sebelum akhirnya langkahnya terhenti dan kembali menoleh ke arah Yoona. “Kau tidak masuk kelas?”

Mendengar pertanyaan gadis itu, Yoona hanya tertawa.

“Kenapa? Kau mengkhawatirkanku?” goda Yoona yang lalu membuat Seohyun kesal dan kemudian melanjutkan langkahnya. Namun belum sempat akan pergi, Yoona segera menarik tangan gadis itu dan dengan cepat menciumnya.

“APA YANG KAU LAKUKAN???!!!” teriak Seohyun kaget dengan ulah Yoona.

“Hahahaha, kau lucu.” Yoona kembali tertawa lebar tanpa tahu perasaan marah menghinggapi Seohyun.

PLAAAKKK!!!

Kesabaran murid teladan itu pun habis dan tanpa ragu dia menampar Yoona.

“Kau gila Im Yoona!!!” katanya yang kemudian berlari cepat meninggalkan gadis itu.

Setelah kepergian Seohyun, Yoona hanya bisa mengelus-elus pipinya yang terkena tamparan.

“Auch~ lumayan sakit juga ternyata. Hmm… Sudahlah.” Lalu kembali Yoona melanjutkan tidur siangnya yang tadi sempat terganggu.

———

Di kelas, Seohyun tidak fokus dengan pelajarannya. Dia masih shock apa yang dilakukan Yoona kepadanya. Cewek bengal itu sudah berani menciumnya yang bahkan Yonghwa belum pernah lakukan padanya.

‘Im Yoona, kenapa kau yang harus manjadi yang pertama?’ Seohyun terus menyesali kejadian tersebut. Andai saja dia dan Yonghwa tidak bertemu di sana mungkin mereka tidak akan berurusan dengan Yoona.  Tanpa sadar Seohyun menyentuh bibirnya dan jantungnya mulai berdebar-debar saat kembali mengingat ciumannya dengan Yoona. ‘Perasaan itu datang lagi…’

———

-After school-

Seohyun yang berjalan menuju pintu gerbang sekolah untuk pulang terkejut dengan sosok Yoona yang sedang menunggunya. Dirinya ingin menghindari gadis itu namun terlambat karena Yoona sudah melihatnya.

“Yah! Kau mau kemana Hyunnie~?” Yoona dengan segera menghalangi Seohyun.

“Hyu… Hyunnie?” tanya Seohyun heran.

“Yup, itu adalah panggilanmu sekarang dan kau bisa memanggilku Yoong.” ucapnya sambil tersenyum. “Btw kau mau kemana? Urusan kita belum selesai lho atau kau mau rahasiamu terbongkar hah?”

“Co… Coba saja kalau kau berani.” ucapnya gugup.

“Apa kau yakin? Kau mau reputasimu hancur? Kau mau kekasihmu itu dipecat dan kalian menjadi bahan gunjingan satu sekolah?” ancam Yoona yang menyeringai.

“…” Seohyun tidak menjawab karena dia sibuk membayangkan perkataan Yoona bila hal tersebut menjadi kenyataan.

“Okey, baiklah kalau itu maumu. Besok aku—”

“Tunggu! Akan kuikuti apa yang kau minta tapi tolong jangan sebarkan hal ini pada siapa pun.” potong Seohyun seraya memohon pada Yoona. Air mata gadis itu pun menetes membasahi pipinya.

Melihat gadis itu menangis membuat Yoona merasa agak bersalah. Dia menjadi tidak tega dan kemudian dengan lembut menghapus air mata Seohyun.

“Jangan menangis Hyunnie~…” katanya lembut pada murid teladan itu. “Maafkan aku…”

Seohyun terkejut mendengar permintaan maaf yang terucap dari mulut Yoona. Dia tidak menyangka Yoona bisa melakukannya.

“A… Aku…”

“Ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu.”

Hati Seohyun kembali berdebar saat Yoona menggenggam tangannya. Penilaiannya pada gadis itu sedikit berubah karena ternyata Yoona tidak seburuk yang dia duga sebelumnya.

Setelah beberapa lama, mereka berdua sampai di depan rumah Seohyun. Meski pada awalnya ragu, Seohyun akhirnya tetap pulang bersama Yoona.

“Sudah sampai.”

“Ah, iya.” Seohyun langsung berjalan menuju pintu rumahnya.

“Hyunnie~” Ucapan Yoona membuat langkah Seohyun terhenti dan menoleh ke arahnya.

“Ya?”

“Sampai jumpa besok.”

Yoona lalu pamit undur diri dari hadapan Seohyun meninggalkan gadis itu yang kembali bingung dengan sikapnya.

———

-Beberapa hari kemudian-

Setelah kejadian tersebut, semua kembali seperti asalnya seakan tidak terjadi apa-apa. Seohyun sendiri heran pada Yoona yang mendadak berpura-pura tidak mengenalnya sejak saat itu. Harusnya Seohyun senang, namun entah kenapa hatinya menjadi sedikit sakit.

“Kenapa dia bersikap seakan-akan tidak mengenalku?”

Seohyun pun memutuskan untuk menemui Yoona di tempat pertama kali mereka bertemu yaitu atap gedung sekolah untuk meminta penjelasan. Dia khawatir kalau Yoona akan membeberkan semuanya. Di sana rupanya Yoona sedang tertidur pulas dengan mata terbuka. Seohyun hanya tersenyum melihatnya.

“Yoona?” panggil Seohyun.

“Hmm…”

“Yoong, bangunlah.”

Tidak beberapa lama, Yoona akhirnya bangun dari tidurnya dan langsung tersadar ketika menyadari Seohyun sudah berada di sampingnya.

“Eng? Ada apa Hyunnie~?” tanya Yoona sambil mengucek-ngucek matanya.

“Ada yang ingin kubicarakan.”

“Ya, kau bicara saja. Aku dengarkan kok. Hoam~” katanya sambil merentangkan kedua tangan ke atas.

“Kenapa kau mengacuhkanku?” Seohyun segera menuju pokok pembicaraan.

“Apa maksudmu?” Yoona tidak mengerti dengan pertanyaan gadis itu.

“Jangan pura-pura Yoong!”

“Argh! Okey, baiklah.” Yoona akhirnya terpaksa harus bangun dari aktifitas favoritnya. “Bukankah itu yang kau inginkan? Soal hubunganmu itu aku tidak akan buka mulut. Kau puas?”

“Tapi…”

“Apa lagi? Dengar Hyunnie~ setelah melihat kau menangis, aku sadar aku salah dan aku tidak akan mengganggumu lagi…” ucap Yoona dengan sedikit parau. ‘Karena aku tahu rasanya melihat seseorang yang kita sayangi berpisah…’

“Terima kasih Yoong!” Mendengar pernyataan Yoona membuat Seohyun tanpa sadar memeluknya.

“Ah… Iya, sama-sama.” Yoona membalas dengan mengusap punggung gadis itu.

Seohyun akhirnya sadar dengan apa yang dilakukannnya dan segera melepaskan pelukkannya.

“Ma… Maaf… Aku…”

“Tidak apa-apa.”

Mendadak suasana menjadi sunyi dan hanya terdengar hembusan angin.

“Hyunnie~…” ucap Yoona yang menatap ke arah langit.

“Ya?”

“Tidak… Lupakan saja.” Yoona hanya tersenyum tipis. Semenjak itu dia tidak lagi datang ke sekolah. Tidak seorang pun tahu apa yang terjadi padanya. Yoona benar-benar menghilang tanpa jejak.

———

Hubungan Seohyun dan Yonghwa pun menjadi semakin dekat. Meski demikian Seohyun merasa sesuatu yang hampa hinggapi di hatinya. Namun gadis itu berusaha mengabaikannya hingga akhirnya yang ditakutkannya pun datang. Ya, jalinan asmaranya dengan sang guru pun terbongkar. Seseorang tidak sengaja memergoki mereka dan melaporkan hal tersebut pada sekolah.

Kini Seohyun menjadi bahan gunjingan satu sekolah sama seperti apa yang pernah dikatakan oleh Yoona. Tidak ada satu orang pun yang bisa dijadikan tempatnya untuk bersandar karena semuanya saat itu terus menyalahkannya bahkan Yonghwa, kekasihnya sendiri pun memutuskan meninggalkannya demi wanita lain setelah hubungannya diketahui.

“Katanya murid teladan, tapi ternyata…”

“Ckckckck, berani sekali dia menggoda seorang guru.”

“Maaf Seohyun, kurasa lebih baik kita akhiri semuanya. Aku tidak ingin dipecat… Maaf…”

Semuanya menjadikan Seohyun sebagai kambing hitam, mendadak hanya nama Yoona-lah yang sekarang terbesit dipikirannya. Walaupun dia mengenai Yoona selama beberapa hari saja tapi kehadirannya sangat terasa bagi Seohyun dan dengan segera dia bergegas menuju tempat biasa Yoona berada, tapi sayangnya dia tidak menemukan sosok gadis itu karena dia sadar Yoona sudah sejak lama pergi. Gadis itu pun menangis sendiri.

“Yoong…”

Sesaat kemudian seseorang dengan perlahan datang mendekati Seohyun.

“Hyunnie~?”

Mendengar suara memanggil namanya, Seohyun langsung menoleh ke arah sosok tersebut.

“Yoong???!!”

“Iya, ini—”

Seohyun tanpa ragu segera memeluk Yoona dengan erat dan kembali menangis. Yoona hanya bisa membelai rambutnya untuk menenangkan Seohyun.

“Aigooo~ Kau kenapa Hyunnie~? Segitunya merindukanku, hehehe.” Seohyun tidak menjawab, gadis itu terus memeluknya seakan takut kalau Yoona akan kembali menghilang. “Hei, apa yang terjadi?” Dengan lembut Yoona melepaskan Seohyun.

“Yoong… Kau kemana saja???” tanyanya dengan agak marah.

“Maaf, aku ada urusan mendadak selama beberapa hari.” Yoona lalu menatap lurus gadis yang ada di hadapannya. “Katakan padaku apa yang terjadi?”

Seohyun pun menjelaskan semua yang terjadi dan menimpa dirinya. Yoona tidak terkejut kalau pada akhirnya hal itu terjadi karena cepat atau lambat pasti akan diketahui. Namun dia tidak mengatakan apa yang ada dipikirannya.

“Apa yang harus aku lakukan Yoong? Kau benar, harusnya aku tidak melakukannya…”

“Terus Yonghwa pergi begitu saja tanpa membelamu?” ucap Yoona kesal dan dibalas Seohyun dengan menganggukkan kepalanya. “Aish! Dasar cowok brengsek! Beraninya dia melukai Hyunnie-ku.”

“Hah???” Seohyun terkejut dengan kata-kata ‘Hyunnie-ku’ yang terlontar dari mulut Yoona.

“Apa?” Rupanya Yoona tidak menyadari apa yang telah dia katakan.

“Tidak.”

“Ya sudah, kau tenang saja. Aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini.” kata Yoona sambil mengedipkan matanya.

Seohyun tersenyum lega namun seketika dia teringat dengan sesuatu hal yang dari dulu ingin ditanyakannya.

“Yoong.”

“Iya?”

“Kenapa kau menciumku waktu itu?”

“Eh?” Yoona menggaruk kepalanya. “Hahaha, entahlah. Aku hanya ingin melakukannya saja. Maaf ya…” jawabnya lagi dengan rasa bersalah. “Tapi pastinya kau sudah melakukannya dengan dia kan?” goda Yoona yang membuat wajah Seohyun bersemu.

“Ah… Iya…” kata Seohyun terpaksa berbohong. ‘Itu ciuman pertama ku…’ gumamnya dalam hati.

“Okey, sekarang ayo ikut aku.” Yoona menarik tangan gadis itu.

“Kemana?”

“Pokoknya ikut saja, ayo.”

Ternyata Yoona membawa Seohyun ke lorong kelas dimana saat ini sedang ramai dengan murid-murid yang istirahat.

“Apa yang akan kau lakukan Yoong?”

“Sudah, kau lihat saja.” Lalu Yoona menarik nafasnya. “YAH! DENGARKAN SEMUANYA. MULAI SAAT INI SEOHYUN ADALAH PACARKU. HYUN ADALAH MILIKKU. JIKA ADA YANG BERANI BERBUAT MACAM-MACAM PADANYA DAN MEMBUATNYA MENANGIS, MAKA KALIAN AKAN BERHADAPAN DENGANKU!!!” teriaknya lantang.

Pernyataan Yoona kontan saja membuat seluruh sekolah terkejut tidak terkecuali gadis yang berada di sampingnya yang sekarang ‘resmi’ menjadi kekasihnya.

“Im Yoona! Kau ingin mempermalukanku???” bentak Seohyun yang marah sekaligus malu.

“Hyunnie~ Tenang dulu, dengar penjelasanku.”

“Apa lagi yang mesti kau jelaskan?! Kau sama sa—” Tanpa ragu Yoona langsung mengunci mulut Seohyun dengan bibirnya sampai gadis itu tenang. Kemudian Yoona pun melepaskannya.

“Dengar Hyunnie~ Aku harus lakukan ini agar kau tidak lagi menderita. Aku janji mulai sekarang aku akan melindungimu sampai kau menemukan orang yang benar-benar tulus mencintaimu. Terserah kau mau menganggapku apa tapi hanya ini yang bisa kulakukan untukmu.” ucapnya sambil memegang wajah Seohyun yang sekarang shock. ‘Karena waktuku tidak banyak…’

Seohyun tidak membalasnya dan hanya diam terpaku. Melihatnya terdiam, Yoona makin merasa bersalah. Dia memutuskan untuk pergi dari hadapan gadis itu. Namun tiba-tiba, Seohyun menggenggam tangannya.

“Kau mau kemana?” tanya Seohyun yang sudah sadar kembali.

“Aku…”

“Bukankah barusan kau bilang kau akan melindungiku?”

“Hyunnie~?” Yoona terkejut dengan perkataan Seohyun tersebut.

“Yoong, mungkin aku tidak mengerti dengan apa maksudmu tadi dan yang bisa kulakukan sekarang hanyalah percaya padamu. Terima kasih kau mau melindungiku.” ucapnya tersenyum.

Jantung Yoona pun menjadi berdebar-debar saat melihat senyum polos gadis itu. Hal yang ditakutkannya pun datang dalam benaknya. Ya, akhirnya Yoona menyadari kalau dia sudah jatuh cinta dengan Seohyun.

———

Sejak pernyataan Yoona, tidak ada seorang pun yang berani mengganggu Seohyun dan lambat laun skandal hubungannya dengan Yonghwa pun mulai terlupakan. Kini semua hanya tahu Seohyun adalah pacar Yoona. Meski sebagian besar masih penasaran bagaimana bisa seorang murid berandal berpasangan dengan murid teladan, mereka berdua tidak peduli dengan hal itu. Yoona pun berhasil membuktikan dirinya bisa melindungi Seohyun dan hanya tinggal satu yang harus segera dipenuhinya yaitu menemukan pasangan yang tepat untuk gadis itu.

“Hyunnie~” ucapnya sambil menyenderkan kepala di bahu Seohyun yang sedang fokus membaca buku.

“Hmm?”

“Besok kau ada waktu?”

“Ada. Kenapa?”

“Kita kencan yuk.”

“Boleh.”

“Kau serius?” Yoona langsung terbangun dan menatap ke arah Seohyun karena selama ini mereka jarang sekali pergi berdua.

“Tentu saja.”

“Alright!” teriak Yoona girang. Seohyun hanya bisa tertawa melihat kelakuannya itu. Tanpa diketahui Seohyun, Yoona berniat untuk mengenalkan ‘pacar’-nya itu dengan seseorang. Ini terpaksa dilakukannya karena dia tahu sebentar lagi dia tidak akan bisa menemuinya lagi. ‘Maafkan aku Hyunnie~…’

Perasaan Seohyun sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Yoona. Sejak pertama kali gadis itu menciumnya, tanpa disadari sejak itu juga dirinya mulai jatuh cinta padanya. Walau banyak yang menganggapnya murid berandal tapi tidak dimata Seohyun. Baginya, Yoona merupakan sosok yang sangat berbeda dan misterius. Dia baik, lembut dan selalu mengerti dirinya. Kadang sesekali dia melihat raut kesedihan terpancar di wajah Yoona. Namun tidak sekali pun Seohyun menanyakan hal itu padanya.

———

-Keesokan harinya-

@ Soshi Cafe…

Seohyun akhirnya tiba di tempat yang mereka janjikan. Begitu memasuki tempat tersebut, dia langsung mencari sosok Yoona dan tidak beberapa lama seseorang memanggil namanya.

“Hyunnie~! Di sini~” Yoona melambaikan tangannya.

“Hai Yoong, maaf aku…” Seohyun sedikit terkejut melihat ada orang lain duduk di samping gadis itu. “Eng… dia?”

“Ah maaf, aku lupa memberitahumu. Kenalkan dia Jin Woon, sahabatku.” ucapnya tersenyum. “Jin Woon, kenalkan ini Seohyun.”

“Aku Jin Woon.” kata cowok ber-eye smile itu sopan.

“Seohyun.” Dengan segera setelah itu Seohyun pun menarik tangan Yoona. “Maaf ya, aku ingin berbicara sebentar dengan Yoona.”

“Okey, silahkan.”

Seohyun membawa Yoona yang kebingungan ke sudut ruangan.

“Kau kenapa siy Hyunnie~?”

“Apa maksudmu dengan ini Yoong?”

“Maksud apa? Aku tidak mengerti.”

“Kau bilang ini kencan, tapi kenapa kau membawa orang asing ke sini?” tanya Seohyun kesal dengan kepura-puraan Yoona. Sayangnya Yoona tidak menjawab dan ini membuat dirinya kehilangan kesabaran. “Lebih baik aku pergi!”

“Tunggu Hyunnie, maafkan aku.” Yoona langsung memeluk Seohyun dari belakang untuk mencegahnya pergi. “Maaf…”

“Kalau begitu jelaskan kenapa kau berbuat seperti ini.”

“Aku tidak bisa tapi pastinya ini yang terbaik untukmu…”

Mendengar perkataan Yoona yang tetap tidak memberikan alasan kembali membuat Seohyun emosi.

“Baik.” Seohyun perlahan melepaskan diri dari pelukkan Yoona dan berbalik menatapnya tajam. “Lakukan semaumu, aku tidak peduli.” ujarnya yang kemudian berlalu dari hadapan Yoona.

“Hyun—” Saat mencoba mengejar Seohyun, tiba-tiba rasa sakit mendera dada sebelah kirinya. Yoona yang berusaha menahannya pun ambruk.

BRAK!

Suara jatuh Yoona mengagetkan Seohyun. Gadis itu tidak menyangka kalau Yoona pingsan dan segera menghampirinya dengan perasaan amat cemas.

“Yoong!!! Kau kenapa?! Sadarlah!!!” seru Seohyun untuk menyadarkan Yoona.

“Hyun… Ma..af…” Yoona berkata dengan sedikit kesadaran yang tersisa dan setelah itu dia pun tidak sadarkan diri.

———

@Rumah sakit…

Perlahan Yoona membuka matanya dan menatap ke sekeliling ruangan. Ya, dia berada di rumah sakit. Yoona pun terkejut melihat sosok Seohyun yang tengah tertidur di samping tempat tidurnya sambil terus memegangi tangannya.

“Hyunnie…” bisiknya pelan dan membelai rambut gadis itu dengan lembut.

“Eng… Yoong?” Seohyun akhirnya bangun. “Kau sudah sadar?” Yoona pun tersenyum mengangguk. “Aku akan panggil dokter.”

Beberapa saat kemudian dokter pun datang memeriksanya dan menyuruh Yoona untuk banyak istirahat bila tidak ingin hal ini terulang lagi. Seohyun yang selama pemeriksaan berada di luar kamar sangat khawatir dengan kondisi Yoona. Tidak lama sang dokter pun keluar dari ruangan Yoona. Seohyun yang melihatnya langsung menanyakan keadaan gadis itu.

“Bagaimana dokter? Dia baik-baik saja kan???”

“Wow, tenang nona. Pacarmu baik-baik saja kok. Dia hanya kelelahan dan butuh banyak istirahat.”

“Syukurlah. Terima kasih.” ucapnya lega dan kembali masuk menemui Yoona.

Dokter dan suster yang melihatnya hanya bisa merasa kasihan pada Seohyun yang tidak tahu apa-apa mengenai penyakit Yoona.

“Dok, apa benar dia tidak bisa sembuh?” tanya suster tersebut.

“Jalan satu-satunya hanya operasi dan itu pun kemungkinannya sangat kecil.”

“Kalau begitu kasihan sekali gadis itu…”

———

“Yoong! Sudah kubilang kau jangan banyak bergerak, kau harus istirahat!” teriak Seohyun saat tahu Yoona pergi jalan-jalan meninggalkannya.

“Aigooo~ Hyunnie, kau galak sekali siy.” keluh Yoona. “Habis aku bosan di kamar terus.”

Seohyun hanya bisa menarik nafasnya melihat Yoona memasang raut imut.

“Baiklah, tapi lain kali aku ikut ya.”

“Ya. Btw Hyunnie~ Kau tidak sekolah? Ini kan bukan hari libur.” tanyanya heran.

“Tidak.” jawab Seohyun singkat.

“Kenapa?”

“Karena…” Seohyun mendekatkan wajahnya ke Yoona yang membuat gadis itu menjadi gugup.

“Ye… Ye?”

“Karena hari ini ulang tahun sekolah jadi libur.” jelasnya. “Hahahaha, wajahmu lucu Yoong.” Seohyun tertawa melihat Yoona yang gugup sedari tadi.

“Aish! Kau ini!” Yoona lalu membalas perbuatan Seohyun dengan memeluk gadis itu. “Rasakan, kekekeke.”

“Yah! Lepaskan!”

“Tidak akan.”

“Im Yoo—” Saat berusaha lepaskan diri, Yoona membisikkan sesuatu di kupingnya.

“Kumohon biarkan aku memelukmu…” Seohyun pun terdiam. ‘Maafkan aku Hyunnie… Sebentar lagi aku akan meninggalkanmu…’

“Yo… Yoong?”

Yoona pun melepaskan pelukkannya dan menatap Seohyun dalam. Seohyun sendiri tidak mengerti dan merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Yoona. Tapi kembali lagi dia tidak menanyakannya, dia takut melukai Yoona.

“Hyunnie.”

“Ya?”

“Berjanjilah padaku satu hal.”

“Apa?”

“Teruslah tersenyum untukku.”

“Bodoh. Tentu saja aku akan tersenyum untukmu. Aku janji.”

“Terima kasih Hyun…”

Kemudian Yoona mencium Seohyun dengan lembut. Meski awalnya terkejut namun Seohyun membalas kecupan itu yang tanpa diketahuinya itu adalah ciuman perpisahan dari Yoona untuknya.

———

-Setahun kemudian-

Hari kelulusan pun tiba. Ya, mulai sekarang Seohyun bukan lagi seorang murid SMU karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang mahasiswa. Dengan nilai gemilang dia berhasil diterima di sebuah universitas ternama. Miss perfect bukan lagi sebuah julukkan untuknya tapi juga kenyataan dimana semua orang pasti setuju dengan hal itu. Dia cantik, pintar dalam segala hal dan sebagainya. Hanya saja satu kekurangan yang dimilikinya, dia tidak memiliki seorang kekasih. Padahal sudah banyak yang mengantri untuk menjadi kekasihnya, namun semuanya ditolak Seohyun.

Im Yoona, hanya nama itu yang sampai saat ini ada di hatinya. Meski gadis tersebut telah pergi meninggalkannya, tapi Seohyun bertekad tidak melupakannya. Kadang dia menangis ketika ingat kenangannya bersama Yoona dan ciuman terakhir mereka yang menyakitnya. Hingga perpisahan itu datang.

———

*Flashback*

Sudah seminggu ini Seohyun disibukkan dengan kegiatan sekolahnya sehingga dia pun jarang menjenguk Yoona dan hanya menyapanya melalui telepon. Yoona sendiri tidak marah dengan hal itu, justru dia senang Seohyun bisa fokus dengan yang lain di samping mengurus dirinya.

“Hyunnie~ Mulai besok kita tidak akan bertemu lagi…” gumam Yoona sambil menatap langit. Dia sedih karena harus meninggalkan Seohyun tanpa bisa berpamitan.

Hari ini Yoona akan segera berangkat menuju Jerman untuk kesembuhannya. Dirinya sudah sejak kecil menderita penyakit jantung dan bertambah parah ketika melihat perceraian orang tuanya. Sejak itu Yoona mencoba tegar. Hanya sepupunya Yuri yang perhatian dengan dirinya dan mengetahui penyakitnya itu.

“Yoong, apa kau sudah siap?” tanya sesosok wanita tinggi yang seumuran dengannya.

“Iya Yuri-unnie. Aku siap. Ayo kita pergi…”

Dengan berat hati Yoona akhirnya pergi, namun sebelumnya dia menitipkan sebuah surat kepada suster yang merawatnya untuk disampaikan kepada Seohyun seandainya gadis itu datang dan dia pun pergi.

Sejam setelah kepergian Yoona, Seohyun yang tidak tahu apa-apa datang untuk menjenguknya. Betapa terkejutnya dia saat melihat kamar Yoona sudah kosong dan rapi. Segera dia menghampiri suster yang merawat kekasihnya itu.

“Suster! Apa kau tahu dimana Yoona???” tanyanya panik.

“Im Yoona sudah pergi ke Jerman. Ow ya, dia menitipkan ini untukmu. ” Sang suster memberikan sebuah surat pada Seohyun dan kemudian pergi.

“Terima kasih.” Dengan tangan gemetar Seohyun membuka surat tersebut dan berusaha tenang saat membacanya.

Hai Hyunnie~

Mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak berada di sini. Maaf ya, aku pergi tidak bilang-bilang padamu. Hyunnie, terima kasih kau sudah mau menjadi ‘pacar’ ku meski hanya sebentar. Sebenarnya alasanku pergi adalah untuk menyembuhkan penyakitku. Ya, aku menderita penyakit jantung. Konyol bukan? Aku yang murid berandalan bisa seperti ini. Mungkin kau juga akan menertawakanku setelah mendengar hal ini.

Hyunnie, kumohon maafkan aku dan teruslah tersenyum walau aku tidak bersamamu. I love you Seohyun, aku benar-benar jatuh cinta padamu! SEOHYUN SARANGHAE!!!

By Deer Yoong always love Hyunnie~ (^3^)

Air mata pun menete dan mengalir di pipi Seohyun. Dia menyesal baru menyadari apa yang terjadi pada Yoona. Seandainya waktu bisa diputar kembali, dirinya pasti tidak akan sedetik pun meninggalkan gadis itu.

“Yoong… Kenapa kau pergi… Aku juga mencintaimu…” isaknya dan terus menangis.

Semenjak hari itu, Seohyun yang awalnya terguncang, lambat laun kembali fokus pada kehidupannya karena dia tahu kalau Yoona pastinya tidak mau dia terus terpuruk. Seohyun juga menepati janjinya dengan terus tersenyum, walau dalam hati dia masih terluka.

*End of flashback*

———

Upacara kelulusan pun akhirnya usai, semua murid berfoto dengan masing-masing orang tuanya. Begitu juga Seohyun yang merupakan lulusan terbaik di sekolahnya. Kedua orang tuanya sangat bangga pada putri semata wayangnya itu dan menyesal telah menyalahkannya saat skandal itu terjadi. Meski demikian, Seohyun melupakan dan telah memaafkan kedua orang tuanya itu.

Perlahan suasana sekolah pun menjadi sepi, Seohyun yang ingin berada di sekolah meminta izin untuk tetap tinggal di sana beberapa lama. Dia berjalan menuju suatu tempat, atap gedung sekolahnya dimana pertama kali dia bertemu Yoona. Seohyun tersenyum bila mengingat kejadian tersebut dan tersipu saat Yoona menciumnya. Tanpa disadari, seseorang sudah berada di sana dan sedang mengawasi gadis itu.

“Hyunnie~”

Seohyun terkejut mendengar sebuah suara memanggil namanya dan langsung mencari asal suara itu. Sayang dia tidak menemukan siapa pun di situ.

“Ini pasti hanya ilusi ku saja. Mungkin aku terlalu banyak pikiran…”

Namun sekali lagi suara itu muncul.

“Hyunnie~”

Seohyun segera beranjak dari tempatnya.

“Tidak! Ini bukan mimpi!” teriaknya seorang diri.

Ketika akan berbalik, Seohyun melihat sebuat  sosok mendatanginya dan terkejut setengah mati saat tahu siapa sebenarnya orang itu.

“YOONG!!!” Tanpa ragu Seohyun berlari menuju gadis itu dan mencoba memeluknya erat.

“Aigooo~ sakit Hyunnie~” goda Yoona padanya.

“Kau jahat Yoong! Kenapa kau pergi?!” Sekarang Seohyun menangis di dada Yoona dan air matanya bisa dirasakan olehnya.

“Maafkan aku Hyunnie~ Aku terpaksa meninggalkanmu agar aku bisa bersamamu.” Yoona merangkul pinggang Seohyun untuk mempererat pelukkannya. “Sudah, jangan menangis lagi…”

“Apa ini mimpi?” tanya Seohyun yang masih tidak percaya dengan keberadaan Yoona.

“Hei, sekarangkan kau sudah memelukku. Lihat ini.” Yoona meletakkan tangan Seohyun di pipinya. “Coba cubit aku.”

Seohyun pun melakukan apa yang diperintahkan oleh gadis itu dengan mencubitnya.

“Auch!” jeritnya kesakitan.

“Jadi ini bukan mimpi?”

“Tentu saja bukan.” ucap Yoona sambil mengelus-elus pipinya. Seohyun hanya tersenyum melihat raut wajah Yoona dan kemudian mengecup pipinya. “Aw~!”

“Bagaimana? Masih sakit?”

“Un~, di sini juga sakit.” Yoona menunjuk pipinya satu lagi yang dikecup oleh Seohyun lagi. “Di sini.” Kali ini Yoona menunjuk bibirnya.

“Kau nakal.” kata Seohyun pura-pura kesal dan memalingkan wajahnya.

“Ah! Maafkan aku Hyunnie~ Aku—” Mendadak Seohyun kembali berbalik yang lalu langsung mencium bibir gadis itu.

“Hmm…” Ciuman lembut tersebut menjadi semakin dalam hingga akhirnya mereka menyudahinya untuk bernafas. “Uwah, Hyunnie~ Kau ternyata—” Lagi-lagi perkataan Yoona terpotong dengan Seohyun yang kembali lagi menciumnya. Seohyun terus mencium Yoona yang sudah lama dia rindukan selama ini. Setelah beberapa saat ciuman itu pun juga selesai.

“Hyunnie~ Aku…”

“Yoong, aku mencintaimu…” ujarnya pelan.

Yoona tersenyum mendengar pernyataan cinta Seohyun dan menyambutnya dengan memeluk gadis itu.

“Aku juga, aku mencintaimu.” bisiknya.

Mereka berdua mempererat pelukkannya untuk melepas kerinduan yang selama ini menghinggapi perasaan masing-masing di tempat kenangan tersebut.

———

*Epilogue* (Just YoonHyun)

“Hyunnie~”

“Hmm?”

“Apa kau marah saat aku meninggalkanmu.”

“Hmm.”

“Aish! Maafkan aku ya.”

“Hmm.”

“Yah! Kenapa jawabanmu hanya ‘hmm’ saja dari tadi?” tanya Yoona mulai kesal.

” Yoong.”

“Iya?”

“Jangan pergi lagi ya. Berjanjilah padaku kau terus berada di sampingku.”

“Tentu saja.” Yoona mendekatkan wajahnya ke hadapan Seohyun. ” I’ll always protect you…” Mereka pun kembali berciuman.

-FIN-

Ow my gawd~ Tangan saya cantengan!!! Help!!! (lebay). Ahoo, apa kabar reader ku yang tercinta? Semoga sehat selalu dan tidak seperti saya yang sekarang lagi batuk plus pilek. Hadoh! Rasanya menderita sangat. Padahal lagi pengen nulis. Emang godaan orang puasa banyak banget, salah satunya banyak ff bagus yang bertebaran dimana-mana. Entah itu di wp, ssf sampe aff. Sayangnya ada nc-nya, andwae!!! Yasulah, mw diapain lagi. Sebelumnya mian klo ceritanya aneh, lagi jadi YoonHyun shipper soalnya. Btw thanks buat para reader yang udah komen dan mohon tetap komen meski saya tidak bales, kekeke. Buat silen reader juga terima kasih banyak karena beberapa dari kalian akhirnya menampakkan diri. Alright! Sekian untuk hari ini, see you again! Bubye, chu~! Reader jjang!!! ^3^

Advertisements

64 thoughts on “Protect You [One-Shoot]

  1. ahhh sweet ny ini cerita…
    Semakin bgs aj tor karya mu ini.. Hehehehe
    Yulsic yg kmrn blm tamat tor..
    Kpn mw d tamatin? *d jitok author cz ngelunjak.. Kekekeke

    • Sad ending? Egk lah, aku lebih suka happy, hehehe
      Jgn sebel dong, ini kan cuma cerita aja. Ok? >,<
      Sip, ditunggu ya. Thank you.

    • Iya, aku juga gak rela ngasihya, kekeke
      Pasti happy klo gak aku bakalan dibantai para Loyalists, aw~
      Gomawo. ^^

  2. fiuuh kirain sad ending.. Udh was2 ama pnyakitnya yoong d’awal cerita.. Dan dugaan sy salah trnyata.. Haha happy ending itu memang menyenangkan ^^p

    dtnggu klanjutan MG ama YBTM 😀 smangat author!! n_n oh iya satu lg smoga puasanya lancar~

    • Tenang, aku upayakan selalu happy kok wlo gak menutup kemungkinan suatu saat nanti aku bkln buat sad, hehehe.
      Right, happy is good!

      Okey, bkln dilanjut klo dah dapet wangsit. Thanks ya, semoga puasa kita semua lancar. Amin~! xD

  3. Yes….! Happy Ending!!! 🙂
    saya udah ngebayangin kalo crita nya bakalan sad ending,
    trnyata nggak’ ^^
    Klo sad ending saya kurang suka, tpi kalo Happy Ending, Suukaaaa….banget! 😀

    • Egk lah, mereka kan salah satu pairing favorit aku. Innocent maknae couple~
      Ceritanya sweet kyk aku, wkwkwkwk *mendadak narsis*
      Gomapta! ^^

  4. Horre happy ending 😀 trnyta seo bisa nyium jg tp aku rada ksel krna kata2 ini (tapi seohyun sudah memaafkan orang tuanya) cpt smbuh ya author q sayang,aq msh shock trnyta kau pemilik mynoir

    • Hahahaha, Seo kan belajar banyak dari TaeNy. Ya, namanya juga anak baik jd harus bisa maafin siapa pun terutama ortu.
      Thanks buat doanya, sekarang aku udah sembuh lho, kekeke.
      Btw kenapa shock? Am I wrong? >,<

    • Detail? Masa siy? Menurut aku malah banyak yg mesti diperbaikin lagi, wkwkwkwk.
      Btw thx udah jd reader baru. xD

    • Iya dunks, must happy ending, akakakak.
      YoonHyun aku usahain bakalan nongol lagi coz aku suka sama kepolosan mereka, hehehe. Gomawo~ >,<

  5. udh smpe nangis byangin nya yoona pnya pnyakit jantung n sad ending.
    tp untung ja happy ending.yeaaaah 😀
    so sweet bgt crtanya. suka!suka!suka~
    cocok bgt lah ma pasangan YoonHyun.
    mrka memang cocok dkasih crta yg manis2.hhi..
    dtnggu ff selanjutnya~
    cpet smbuh yah author 😀

    • Cup cup waw waw. Aku gak setega itu kok sama mereka, kekeke.
      Yup, they’re sweet couple. Pasti aku kasih yang manis2 kok, kan aku udah manis, akakakak. *dilempar sapu*

      Thanks buat doanya coz sekarang aku udah sembuh mseki masih sedikit rada batuk but I’m fine. Luph you. ^3^

  6. Haah udh was was kirain bakalan sad ending tpi ternyata berakhir dgn bahagia, saya suka…
    Yoonhyun jjang
    author hwaiting

    • Happy ending always be the best karena aku pengen buat semua cerita itu bahagia, hehehe. ^^
      Reader jjang!!! xD

  7. Wah…tryta kau reader aff jg….tp klo ssf aq blm prnah baca,soal’y ga ngerti…hehe ^^

    kirain bkalan hiatus lma,eh tryta….haha,tp aq sneng,da bacaan….

    Yoonhyun….rf couple,aq suka…sweet dweh crita’y…kirain bkal sad ending,eh eh tryta happy ending *hurray.,..*

    ayo dlnjut trz bqn ff’y…dtgu MG n yulsic yg atu’y gy tuch *hehe,lupa ane*gomawo…daebak wt

    sayah…haha^^
    oia,kmren aq coba wt follow twitter author,tp ko nda bisa yua,,kalo boleh,author ja dweh yg follow ntar aq follback*maklum selalu always ga prnah never ol pake hp….^^*

    • Hahaha, iya setiap hari aku pantengin aff buat nge-wangsit. *sesat mode*
      Egk kok, aku usahain hiatus egk lama2 coz ide suka dateng tiba2 soalnya.
      Selalu happy ending pastinya untuk mereka, wkwkwkwk
      Yup, ditunggu aja ya kelanjutannya. Gomapta, reader daebak!!! xD

      Twitter kamu apa? Ntr aku follow deh. ^^

  8. good job…. >.<d
    gw ska bgt pas yg yoong ngumumin klo hyunie pcarnya.
    jd ikut seneng dah.
    kirain yoong g bakal balik lg. alis dead tnyata cm bwt brobat ya???

    happy ending itu yg paling gw suka…

    bikin yulsic atau taeny atau soosun atau yoonhyun lagi dong…..
    @_@
    ditunggu lho….

  9. hiyaaaaaaaa …:D 😀
    annyeeoooooong semuanyaaaa ..
    author, aku reader baruuumu ..
    hehehehehehe
    salam kenaaal …
    eh, ff nya bagus2 looh 😀
    aku menikmati skaleee … kekekekeke
    apalagi ni favorit aku banget banget dah pairing yulsic n taeny, n yoonhyun ..
    mantaaapp ..
    lanjutkan thooor .. 😀 😀

  10. puaaass bgt baca’a (secara ak YoonHyun shipper) .
    cuma bisa bilang ff’a ‘PERFECT’ !!
    gomawo unnie 😀
    jgn lupa cari wangsit di gunung kidul yaa *ngaco*

  11. Keren thor 🙂
    Aku plg suka pairing ini.
    Kalo blh masukin aku ke pm list dunk 😦
    Please
    Twitterku @melyunita

  12. Ahhhhh….suka…suka…suka…><
    suka ma Seohyun yg agak agresif.
    Happy ending lg.
    Good story thor:-D

  13. aihhh aku kira sad ending.. ampe dah mau nangis pula…
    owhhh so sweet.. ceritanya menyentuh..
    suka banget.. apalgi akukan YoonHyun Shipper.. jugaa..
    keren thor.. 🙂

  14. co cweet …. krain yoong akan meninggalkny selamany trnyata hany untuk sementara …

    buat yng lebih bnya lg ffny yah thor … fighting!!!!

  15. kirain yoona bakalan pergi selamanya..tp untungnya dia kembali buat seohyun..

    ahhh senangnya melihat yoonhyun bersatu..^^

  16. Ahh.. YoonHyun So Sweet..
    Aku suka ff nya chingu.. Smgt teruss yahh bwd ff yoonhyun yg lain ohoho..
    Hwaitaaeenggg~~ ehehehe^^

  17. oohhh romantisnya yoonhyun,,,,
    untung happy ending, kalo enggak??????
    yaaa gak napa-napa orang author yg buat hehe :p

  18. annyeong kakak…
    akhirnya saya balik lg ke wp yg cetar membahana ini,setelah menjelajah wp lain *curcol*

    seo agresifnya,unyu deh mereka…
    suka lah pokonya 🙂

  19. Gw kira yoong bakal ninggal, ternyata balik lagi..hohoho
    Selain pairing Taeny gw paling suka pairing Yoonhyun, Taengsic juga sihh..hohoho *^O^* #gaknanya tuh

    Author juga jjang..ヽ(^。^)ノ

  20. Walaupun ak loyalist shipper kayaknya seru kalo sad ending, hahahaha..*pasti d timpuk rame2*,,
    ampunn,
    Anneyong haseo new reader imnida, hehe,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s