Morning Glory [Part 8]

Yuhu~ Saya mudik ke sini lagi~ Okey, buat yang udah pada nunggu kelanjutan ff MG, ini silahkan dibaca. Maaf ya klo ngaconya semakin menjadi-jadi. Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Morning Glory~ [part 8]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon, Sooyoung, Yoona, Hyoyeon

———

“Si… Sica…” Melihat Jessica perlahan mendekatkan dirinya, Yuri menjadi semakin gugup dan menutup matanya. ‘Aigooo, apa dia ingin menciumku?!’ jerit Yuri dalam hati. ‘OMG!!!’

Sayang harapan Yuri sia-sia karena Jessica ternyata hanya bermaksud menyentuh keningnya.

“Kau tidak panas kok?”

“Eh???” Yuri langsung membuka matanya dan kemudian terkejut mendapati wajah Jessica sudah berada tepat dekat di depannya. ‘OMO! Si… Sica…’ Jantung Yuri pun berdegup kencang.

“Apa?” tanya Jessica yang sedang memastikan keadaan Yuri. “Kau tidak demam Yul, tapi kenapa wajahmu pucat dan sekarang malah memerah. Ini aneh.” ucapnya polos sambil melepaskan keningnya dari Yuri.

“Oh! Itu… Ah…” ujar Yuri gugup. Dia pun merasa lega tapi juga kecewa dan berusaha menenangkan dirinya kembali. ‘Syukurlah…’ Yuri menghela nafasnya yang berat.

“Kau kenapa?” Jessica bingung sedari tadi melihat gelagat aneh Yuri.

“Tidak. Aim faine!” Yuri membalas dengan bahasa Inggrisnya yang kacau.

Jessica hanya bisa tertawa kecil saat mendengar Yuri berbahasa Inggris.

“Eng, apakah ada yang lucu?” tanya Yuri heran dan menggaruk kepala.

Yeah, you’re so cute~

Tanpa disadari, jantung Yuri kembali berdebar kencang ketika memandang Jessica yang sekarang ini ada di hadapannya. Baru kali ini dia melihat gadis itu tertawa. ‘Aish! Kanapa hari ini Sica manis sekali!’ teriak Yuri dalam hatinya lagi.

“Buka.”

Perkataan Jessica mendadak membuat Yuri tersadar dari lamunannya.

“Hah?”

“Aku bilang buka.” Jessica mengulang perintahnya.

“???” Yuri menjadi semakin tidak mengerti dengan maksud Jessica.

“Yah! Yang kumaksud itu buka buku bahasa Inggris-mu bodoh!” tegas sang ice princess kesal.

“Ow, ya ya.” Yuri segera mengeluarkan buku dari tasnya. ‘Astaga, kukira dia minta aku membuka baju, kekeke.’

“Kwon Yuri, kenapa kau menyeringai seperti itu? Mengerikan tahu!” ucap Jessica yang dari tadi memperhatikannya. “Ayo cepat, lekas kita mulai bimbingan terakhir kita.”

“Terakhir?” tanya Yuri kaget. “Bukankah ujian masih dimulai lusa?”

“Iya, memang lusa kita sudah ujian dan aku ingin konsentrasi juga dengan pelajaranku. Jadi aku putuskan ini terakhir kalinya aku mengajarmu. Mengerti?” jelas gadis kutu buku itu. “Dan aku sarankan besok kau lebih baik beristirahat.” tambahnya memberi nasehat pada Yuri.

Yuri pun terdiam sejenak. Dia tidak menyangka kalau waktu berlalu begitu cepat. Meski awalnya dia senang bahwa sebentar lagi dirinya akan terbebas dari bimbingan privat dengan Jessica namun di hati kecilnya Yuri merasa sedih.

‘Ternyata sebentar lagi semua akan berakhir…’ Hati Yuri menjadi galau. ‘Kurasa aku harus segera menyatakan perasaanku padanya.’

“YURI!!!” pekik Jessica yang langsung membuatnya terkejut setengah mati. Rupanya sudah berkali-kali gadis itu memanggil Yuri tapi diacuhkan.

“Argh! Ada apa siy?!” keluh Yuri sambil mengelus-elus kedua telinganya. “Kau mau aku jadi tuli ya???”

“Yah! Salahmu sendiri dari tadi melamun terus!” omel gadis itu. “Kalau ada yang mengganjal lebih baik kau ceritakan padaku dari pada mengacuhkanku seperti ini yang jadinya hanya membuang waktu belajar saja.”

“Maaf, ayo kita mulai.” kata Yuri menundukkan kepalanya yang kemudian membuka buku pelajaran.

Tanpa Yuri ketahui, Jessica pun merasakan hal yang sama. Hatinya sedih menyadari kalau sebentar lagi kebersamaan mereka harus berakhir. Namun, sebisa mungkin dirinya tidak mau menunjukkannya pada Yuri.

‘Yul… Mungkin setelah ini aku akan merindukan saat-saat bersamamu…’

Mereka akhirnya memulai pelajaran terakhirnya.

———

-2 jam kemudian-

“Okey. Bimbingan ini kita akhiri sekarang. Terima kasih kau sudah mau memperhatikan pelajaran yang aku ajarkan selama sebulan ini.” ujar Jessica tersenyum.

“Ya…” Berbeda dengan gadis tersebut, Yuri masih tertunduk lesu. ‘Selesai sampai di sini kah semuanya?’

“Yuri, ada apa sebenarnya denganmu hari ini?” tanya Jessica cemas. “Kalau kau tidak keberatan kau bisa cerita padaku karena bagaimana pun sampai saatnya ujian nanti, aku masih resmi menjadi pacarmu.”

Mendengar kata-kata Jessica yang bisa dilakukan Yuri hanya menatap wajahnya.

“Sica.” ucap Yuri pelan.

“Ya?”

“Seandainya nanti nilaiku bagus, boleh aku meminta sesuatu darimu?”

Walau pun awalnya dia sempat ragu, Jessica pun akhirnya mengangguk menyetujui permintaannya.

“Baik, tapi kau jangan minta yang macam-macam ya.” kata Jessica dengan nada menyindir yang lalu dibalas senyum kebahagiaan oleh Yuri.

“Sip!”

Akhirnya Yuri kembali bersemangat mendengar pernyataan Jessica. Dalam hatinya dia berjanji akan membuktikan bahwa dia bisa meraih nilai bagus dan setelahnya Yuri akan menyatakan perasaannya pada sang ice princess.

Ding dong ding dong!

Suara jam di rumah Jessica tiba-tiba berbunyi dan menunjukkan sudah pukul 8 malam.

“Wah, sudah malam.” Yuri segera merapikan buku-bukunya untuk dimasukan ke dalam tas. “Sica, aku pulang ya.”

Kemudian Yuri pun beranjak menuju pintu gerbang dengan diantar oleh Jessica. Namun sebelum dirinya pergi, gadis itu kembali memanggilnya.

“Yul.”

“Ya?” Yuri menoleh ke arah Jessica. “Kena—” Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Jessica sudah terlebih dulu mencium bibirnya. Hal ini membuat Yuri tersentak kaget dan perlahan membalas ciuman tersebut.

“Itu hadiah dariku karena kau telah menolongku hari ini.” ujar Jessica malu-malu yang enggan memandang wajah Yuri. Sesaat kemudian dirasakannya sesuatu menyentuh pipinya.

“Sica.”

Ternyata itu adalah tangan Yuri yang sedang mengelus pipi Jessica dan membelai rambutnya. Kali ini giliran gadis itu yang gugup. Jantungnya berdebar kencang ketika melihat Yuri mendekatkan wajahnya. Dengan segera Jessica pun menutup mata yang lalu merasakan sentuhan lembut di dahinya. Ketika itu juga dirinya membuka mata dan mendapati Yuri sedang mencium keningnya.

‘Jessica Jung, I love you.’ gumam Yuri dalam hatinya.

Setelah itu tanpa kata-kata, Yuri pun pergi meninggalkan Jessica yang masih tertegun.

———

Hari ujian pun tiba.Berbeda dengan yang sebelumnya, Yuri sudah mempersiapkan dirinya dengan matang. Ya, dia mempunyai target untuk memperoleh nilai bagus dalam ujian kali ini khususnya bahasa Inggris. Perasaan gugup bercampur antusias menghiasi hatinya saat akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan pada lembar soal.

“Sica, akan kubuktikan kalau aku mampu mengerjakan semuanya.”

Satu-persatu Yuri bisa menuntaskan soal-soal tersebut hingga selesai dan tidak lama kemudian bel tanda akhir ujian sekaligus pulang sekolah pun berbunyi.

“Selesai semuanya… Semoga aku dapat nilai bagus.” Yuri menyemangati dirinya.

Namun berbeda dengan Yuri, Jessica tidak bisa fokus mengerjakan ujiannya. Dia sedang dilanda perasaan khawatir karena kedua orang tuanya.

———

*Flashback*

“Apa?! Kembali ke Amerika???” teriak Jessica yang terkejut mendengar perkataan dari kedua orang tuanya.

“Iya sayang. Kantor cabang ayahmu sedang dilanda masalah, jadi untuk sementara kita semua pindah ke sana.” jelas omma-nya, sedang sang appa hanya diam.

“Tapi…”

“Tidak ada tetapi. Semua sudah appa urus dan kita berangkat setelah ujianmu selesai.” tegas Mr. Jung.

Jessica tidak habis pikir mengapa kedua orang tua yang jarang ditemuinya karena alasan sibuk itu tega membuat keputusan seenaknya. Tidak berbeda dengan dirinya, Krystal pun menolak hal tersebut dan saat ini adiknya itu kabur ke rumah salah satu temannya.

“Kalian benar-benar keterlaluan!”

“Jessi!”

Tanpa mempedulikan orang tuanya, Jessica berlari keluar rumah sambil menangis. Dia terus berlari dan akhirnya tiba di suatu tempat yaitu rumah Hyoyeon sahabatnya dimana selama ini menjadi tempatnya untuk menenangkan diri.

Dengan berbagai pertimbangan, Jessica pun dengan berat hati memutuskan untuk ikut kedua orang tuanya.

*End of flashback*

———

“Sica. Jessica.” Suara Hyoyeon yang memanggil-manggilnya menyadarkan Jessica dari alam pikirannya.

“Eng, ada apa Hyo?” tanyanya pelan.

“Itu ada Yuri.” Hyoyeon menunjuk ke arah pintu kelas dimana terlihat sosok gadis yang sedang melambaikan tangan kepada Jessica.

Jessica pun tersenyum dan segera menghampiri Yuri.

“Hai.” sapa Yuri hangat.

“Hai.” Dengan wajah lesunya, Jessica membalas. Dia juga tidak berani menatap Yuri.

“Kau kenapa?” tanya gadis yang sedari tadi menunggunya itu cemas. “Apa kau sakit?”

“Tidak.”

“Terus?”

“Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir.” Jessica tersenyum.

Namun tetap saja Yuri merasakan ada yang tidak beres dengan kekasihnya itu.

“Ayo ikut aku.” Sambil menggenggam tangannya, Yuri membawa Jessica menuju ke suatu tempat.

“Kita mau kemana Yul?”

“Sudah ikut saja.”

Dengan pasrah Jessica pun mengikuti Yuri dan tidak lama kemudian sampai ke tujuannya yang tidak lain adalah Soshi House.

“Mau apa kita ke sini?” tanya Jessica bingung.

“Masuklah.”

“Tapi…”

“Percaya padaku Sica…” ujar Yuri dengan raut serius.

Perlahan Jessica pun masuk ke dalam rumah tersebut dimana ternyata Yuri telah menyiapkan sebuah kejutan untuknya. Dengan beberapa kali siulan, sebuah spanduk bertuliskan YULSIC pun terbuka dan beberapa balon berbentuk hati sengaja dibiarkan berserakah di lantai. Disusul dengan alunan musik waltz yang telah dinyalakan oleh Yuri. Gadis itu mengulurkan tangannya pada Jessica untuk menari dengannya.

“Maukah kau berdansa denganku princess?” pintanya lembut.

Jessica masih membisu tidak percaya dengan kejutan yang dibuat oleh Yuri (beserta SQ tentunya).

“Sica?”

“Eng? Iya, tentu saja…”

“Terima kasih.” Yuri tersenyum yang lalu menuntun Jessica untuk berdansa bersamanya. Dengan sabar Yuri mengarahkan sang putri. “Okey, letakkan tangan kirimu di bahu kananku.”

“Seperti ini?”

“Ya dan pegang tangan kananmu di tangan kiriku.” jelas Yuri lagi. Jessica pun mengangguk. “Bagus.” Untuk memperkecil jarak tubuh mereka, Yuri merangkul pinggang Jessica.

“Yah! Kau mau apa?!” protes gadis itu.

“Mau berdansa. Memang aku mau apa lagi?” goda Yuri dengan menyeringai.

“Tapi…”

“Percaya padaku Sica, aku tidak berniat berbuat macam-macam padamu.”

“Okey, aku pegang perkataanmu.”

Akhirnya meski awalnya Jessica merasa tidak nyaman, lambat laun dia mulai terbiasa. Dengan mengikuti irama lagu, mereka pun berdansa.

———

Dari kejauhan terlihat beberapa orang tengah mengintip apa yang sedang dilakukan Yuri dan Jessica.

“Yah! Kau berat Yoong!” keluh Sooyoung yang sedari tadi ditimpa oleh Yoona.

“Aish! Unnie, kalau tidak seperti ini, aku tidak bisa melihat mereka berdua.” balasnya membela diri.

“Kalian berdua berisik! Diamlah.” Hyoyeon tidak bisa fokus pada pandangannya gara-gara kedua shikshin.

“Maaf… Hai! Kau siapa???” tanya Sooyoung yang barus sadar ada orang asing di antara mereka. “Kau maling ya???” tuduhnya lagi.

“Enak saja! Aku ini Hyoyeon, sahabat Jessica.” jelas gadis bertindik banyak itu.

“Sudah-sudah, kalian semua jangan ribut. Lebih baik kita pergi dari sini. Biarkan mereka berdua.” ajak Taeyeon bijak.

“Kau benar, lagi pula aku juga sudah lapar. Ayo kita makan Yoong.”

“Okey unnie.”

Tanpa basa-basi, keduanya langsung pergi menuju tempat makan yang biasa mereka datangi. Hingga yang tertinggal di sana hanya Hyoyeon dan Taeyeon.

“Aigooo, dasar shikshin. Kalau sudah menyangkut makanan pasti cepat.” ujar Taeyeon yang mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Hmm, aku juga lebih baik pulang.” ucap Hyeoyeon yang sekali lagi memandang kedua pasangan itu dengan tatapan sedih sebelum beranjak pergi. ‘Semoga Yuri bisa menerima keputusan Jessica…’

Melihat Hyoyeon, Taeyeon menyadari ada yang tidak beres dengan gadis tersebut.

“Boleh aku bertanya sesuatu padamu Hyo?” tanya Taeyeon memberanikan diri.

“Ya?”

“Apakah terjadi sesuatu pada Jessica?”

Hyoyeon pun terkejut dengan pertanyaan Taeyeon yang langsung menuju pokok pembicaraan.

“Itu…”

———

Beberapa saat kemudian musik yang mengiringi pun selesai, begitu juga dengan Yuri dan Jessica yang ikut mengakhiri waltz-nya. Mereka sekarang hanya bisa saling bertatapan satu sama lain dan tersenyum.

“Sica.”

“Ya?”

“Mungkin ini terlalu cepat tapi…” Dalam sekejap Yuri menjadi gugup. Dia takut kalau Jessica akam membencinya setelah dia mengatakannya.

“Apa?”

“Sooyeon, apa kau masih ingat padaku?”

“A…apa maksudmu?” Jessica tidak mengerti dengan maksud Yuri.

“Ini aku Kwon Yul. Apa kau masih belum ingat padaku, Sooyeon cengeng.”

Begitu mendengar nama panggilan kecilnya disebut air mata Jessica pun menetes. Akhirnya dia sadar apa maksud dari perkataan Yuri yang ternyata masih mengingat dirinya.

“Kau… Masih… Ingat… Pa..da..ku?” ucap Jessica terbata-bata.

Yuri mengangguk dan langsung memeluknya. Seakan telah lama berpisah, pelukan mereka pun menjadi semakin erat. Kini yang terdengar hanya isak tangis Jessica.

“Sooyeon… Maksudku Sica… Maafkan aku.”

“Yul…”

Perlahan Yuri melepaskan Jessica dari pelukkannya untuk memandangi wajah gadis yang sekarang sedang menangis itu. Dengan tangannya, Yuri menghapus air mata Jessica.

“Jangan menangis putri…” Namun Jessica masih saja terus mengeluarkan air matanya. “Kumohon…” Hingga akhirnya Yuri pun mengangkat dagu gadis itu dan menciumnya…

———

“Jadi Jessica akan pergi ke Amerika?”

“Ya.”

“Dan Yuri belum mengetahui hal ini?”

“Ya.”

Taeyeon hanya bisa menghela nafasnya setelah mendengar penjelasan Hyoyeon. Dia takut membayangkan sahabatnya itu patah hati dan bernasib sama seperti dirinya sampai dia bertemu dengan Tiffany, kekasihnya sekarang.

‘Yul…’

———

Tangisan Jessica pun selesai begitu Yuri menciumnya. Dia masih tidak percaya dengan semua yang dikatakan Yuri. Namun seandainya itu adalah kenyataan maka sudah terlambat.

‘Yul… Kenapa baru sekarang…’

Yuri pun mengakhiri ciumannya tersebut dan kembali memandang wajah Jessica dengan tatapan mendalam.

“Maaf, baru sekarang aku mengatakannya padamu.” jawab Yuri seakan bisa membaca isi pikiran Jessica.

“Kenapa Yul… Kau tega membuatku menderita selama ini!”

“Aku…”

“Kau tahu betapa sakitnya aku saat tahu kau tidak mengingatku sama sekali???” bentak Jessica disertai air matanya yang kembali mengalir. “Kau tahu betapa sakitnya aku saat melihatmu menjadi seorang player??? Kau tahu itu Kwon Yuri???” Gadis itu pun tidak dapat lagi menahan emosinya. Lalu dia pun memukul pangeran yang dirindukannya itu.

“Auch! Tenanglah Sica. Kau boleh memukulku sampai kau puas.”

Berangsur-angsur pukulan Jessica menjadi melemah dan Yuri kembali memeluknya sambil mencoba menenangkannya.

“Kau jahat Yul…” ucapnya pelan yang sekarang berada dipelukkan Yuri.

“Ya, aku memang jahat… Aku pantas kau benci… Tapi…”

“Tapi apa…” Jessica masih terisak.

Yuri mendekatkan mulutnya di telinga Jessica.

“I love you Sica… Aku benar-benar mencintaimu…”

Sekejap Jessica langsung mendorong tubuh Yuri menjauh darinya.

“Sica!” Yuri kaget dengan reaksi cinta pertamanya itu dan menyangka gadis itu telah menolaknya.

Namun, Jessica kembali menghampiri Yuri dan dengan cepat menarik kerah bajunya. Tanpa ragu dia pun mencium Yuri yang masih shock  yang kemudian dibalas lagi oleh Yuri. Ciuman itu pun menjadi sangat mendalam hingga mereka terpaksa menyudahinya. Bagi Jessica mungkin ini adalah ciuman terakhir darinya untuk sang pangeran yang selama ini dicintainya karena sebentar lagi dirinya harus pergi jauh dari Yuri.

“Sica…”

“Maaf Yul… Aku tidak bisa menerimamu… Semua sudah terlambat…”

Segera setelahnya Jessica berlari meninggalkan Yuri seorang diri di tempat yang akan menjadi kenangan manis mereka nanti.

“SICA!!!”

-TBC-

I’m back! Abis lebaran emang paling enak baca ff nc, akakakakak~ *yadong kumat* Mianhe reader krna sepertinya dugaan kalian semua meleset, no nc inside! Sabar ya, lagian mereka juga masih sekolah jadi gak boleh melakukan hal di bawah umur, kekeke. Tapi nanti suatu hari dan suatu saat akan saya kasih deh, masih butuh banyak inspirasi soalnya. Alright! So how are you reader? Dapet THR banyak gak? Bagi2 author dong, wkwkwkwk. Nasib udah berumur jd gak dapet banyak, yg ada malah harus ngasih, hiks! Btw sekali lagi maaf ya klo ff ini jadi gimana gitu~ Kebanyakan twist-nya dan mungkin malah tambah ancur gak karu-karuan. Ow my gawd~ I’m so hopeless… T^T Thanks berat buat para komentator blog ini alias my lovely reader. Tanpa dukungan kalian, saya mungkin akan semakin stress menjadi-jadi, mwahahaha. Jadi jangan pernah bosen buat komen yak karna saya juga gak akan pernah bosen untuk menulis buat kalian. Buat silent reader… No komen dah, udah spechless tapi yang pasti saya bakalan akan memproteksi part terakhir dari setiap seri on-going saya yg mungkin akan dibumbui nc, kekekeke (tetep gak janji yaw). Yup, thats it! Its time to me to go. Love you~ My reader jjang! Chu~ ^3^

Advertisements

51 thoughts on “Morning Glory [Part 8]

  1. Err~ gemes.. Kirain nc.. Trnyata.. #cubit” eonnie#

    But nice ff eonn.. Manis deh, saya suka!! Sangat bikin gregetan..
    Menghibur d kala sumpek krn d tinggal tdr pcr #eeaa curcol#

    Yul nya bisa romantis juga..
    Tp sayang Udah d cium sica #ini bikin deg”n# tp d tolak –” #bikin gregetan#
    Yul, kau sama aku aja #dgaplok sica

    Taeny nya dong eonn.. Penasaran sama mrk d sini. Kaya ninja nih ngumpet” #plakk

    Saya menunggu debut nc buat eonnie :p

  2. makin rumit nih hubungan -_-

    ternyata sica tau klo itu yul masa kecilnya, gw kira gg tau
    coz part2 sebelumnya cuma nyeritain yul yg tau ..

    duh gg kebayang yul ditinggal sica, semoga aja gg setres @@

    oh ya , TaeNy nya donk tongolin sekali-kali 😐

  3. waah aru eonnie akhirnya nepatin janji buat update 😄 #buttdance
    yah yah yah tp syg skali ga ada nc’nya.. #pletak tp yg ky gini jg bagus eonn.. manis~~ ky sewajarnya kisah2 cinta anak SMA gt..
    Tp yg YBTM kynya bisa tuh dibuat nc~ *puppy eyes*

    hehe, update soon eonnie.. And thx for mention 😀 *caaww*

  4. yeeee aru eonnie update…
    Sweet bnr sih un, yul romantis lagi, biarpun tanpa nc tak apa lah…
    Btw it un knp sica mesti d buat pergi k amerika un? Hmm kasian appa yul ku..
    Nanti buat appa nyusul sica ya un.. Trz biarkap appa n omma ku ber1 ya un.. Kekekekekeke

    Lanjut segera un..

  5. Wah….kaya’y byul banyak peenan nc nich,aq jg ah mw pesen…akakak…*evil laugh….*

    tu kant sica’y mw keluar negri,knp yul’y ga ikut ja…kant yul pnerus keluarga kwon pasti kdu wajib fardu ain sekolah gy tuch,anggep ja nerusin skulah kluar negri pdahal….kant da pepatah sambil menyelam minum aer *akakak….keselek dun*

    Crita d chap ni nich sweet skaligus sedih,yul confessed k sica,tp sica’y mlah kdu pegi….ywdah buat alesan author yg blg mereka masih skulah mka’y gada nc..aq restui di chap ni gada nc,tp….klo chap slanjut’y gDa…siap2 trima lmparan bom krumah.. *lol,maksa.com*

    yowis…dah koment’y…kaya’y panjang beud….bye.

  6. huweeeeeeeeee T^T
    hikz hikz hikz
    sumpah, pgen nangis rasanya yul onnie ditolak “sementara” sama sica onnie … 😥
    huhuhuhu
    knp sica onnie tiba2 pergi sih?
    tp seru kok thor critanya ..
    jgn lupa cpet update ya thooor …
    hehehehehe
    seru serunya ini …
    lanjutkan !

  7. Wahh ada aja masalah,udh baik hbungannya malah dtng lagi mslahnya dsar mr. & mrs.jung…….

    Kshan ni si yul,mga2 mreka dpt brstu kmbali..

    Nice ff chingu…

  8. Yey……. Unnie comeback aku seneng…..
    Sekarang bnyk author yg baru balik dari hiatsu.

    Sica jgn tinggalkan yul. Tiket y d kasi ama aku aja biar aku yg k amerika ama krystal.

    Yul sica y d pasung aja biar gak bisa pergi kemana”.
    Lanjut onn….

  9. yey akhirnya update juga hha ff nya keren chingu bkin penasaran ..itu jessie mau ke amerika yaa ikuuttt hhha … lanjut ching ff mu ..

  10. hohoho
    mntang” hbs bln suci, org” pada g bwt nc nih LOL

    iye ye. taeny g prnh nongol
    hahaha
    yah. nih chap nano-nano getooo.. ada manis dan pahitnya
    yul dah confess ke sica tp sicanya kburu pergi..
    pdhl kan mreka shrusnya dah jadian! 😦
    okelah g ada nc soalny mreka msh d bwh umur. tp kl udah kuliah, blh dong ya..
    *eaaa *kode

    anyway.
    lnjut! smngat! :3

  11. huwaaaaaaaaaaaa hiks hiks hiks “nangis-nangis ga’ jelas”
    kok yulsic mw dipisahin sih kan kasihan
    sica kabur aja kaya’ krys supaya g’ terpisah sma yul
    krys kamu kabur kemana sih ??
    FF’y bikin penasrn, lanjut…..

  12. aigooo, kenapa harus complicated begituuu~ huyuh~ smg part brikutnya udah baikan lg deehh, dan bisa ada taenynya kekekeke~~
    lanjut yaa unn.. hohoho 🙂

  13. waah panjang sangat unnie . Jd puas bacanya.

    ommo~ yul so romantis. Yul unnie saranghae~yyo^

    Sica mau pergi yya. Ayoo yul kejar sica walo sampe k ujung dunia yul appa harus dapetin sica umma.
    Yul appa hwaiting.

    Minal aidzin walfa’izin yya unnie^^

  14. riuwet..riuwet..
    aaaah sica knpa gak jujur aj ke yul nyaa..psti yul bkal nungguin kok..

    Kasian yul nya..

    Dtnggu klanjutannyaa..

  15. Romantis banget Yul….
    tapi sayang, Sica harus pergi…
    hiks… hiks… hiks… ;(
    gak ridho, gak ridho, gak ridho! :((
    mudah2an Sica gak jadi pergi…..

    ditunggu part brikutnya….

  16. Yul romantis banget.
    So sweet dh yulsic d part ini. Tapi.kenapa coba sica mesti ninggalin yul kayak gitu?
    Gak rela klo yulsic berpisah.

  17. maf thor bru kment dsn…
    Susaaaah lwt hape… ^^
    kasian yuri mo dtinggal ma sica.. 😥
    next chap pnjangin lg thor,biar tmbh seru..

  18. jyaaaaaa kirain nc *dasar vidrie yadong hahahhaha

    Tapi so sweet bangeeeeeet…

    Authooooor, please jangan pisahkan yulsic kuuuuu….huhuhu

    loncat next chap

  19. jd makin penasaran cerita akhir’a gara-gara author ngmg ending part ad nc!! t.t *nangis darah*
    yak!! Di tunggu part akhir’a ya thor 😀
    HWAITING!!

  20. tanpa yadong scene jg udah romantis kok author.
    wkwkwk
    hwaiting ya author.
    trs bikin fanfic keren.
    wkwkwk

    kok scene taeny udh g ad lg.

  21. Lucu bgt liat yul pas ngelamunin yg enggak tentang sica.
    Eh kok terakhir’x nyesek….
    Next part…

  22. YulSic lagi galau…Aku juga galau…
    aihhh gimana nih Author ???
    aduhh YulSic jangan pisah …
    yahh yahh…
    so sad..

  23. eeaaaaa..byunyul in action..
    pas denger kata ‘buka’ langsung aja kebayang buka baju..ckckck yul yul..sica itu nyuruh buka buku bukan buka baju gkgkgk

    lanjut ah..

  24. ekh sica mau pergi ke amrik, akh jangan jangan kasihan kwon seobangnya, wuah kirain ada pake nc nya ternyata enggk huft hehe ekh diprotek yah? gmana untuk dapat pw nya?

  25. yah yah yah… yulsic mau pisah lagi deh -___-
    knp juga sica harus ikut ke amerika? kan ortunya aja bisa kan ga usah bawa2 anaknya.. toh udah sering sica sama krystal di tinggal ortunya kerja huh..
    itu SooNaTaeHyo ngapain nginti2 wkwkwkwkk 😄
    yuri sabar ya? “……”

  26. andwae jessjung pergi…setelah yul mengatakan yg sebenarnya.
    itu duo shiksin pasti ribut mulu…tp sukaaa 🙂
    author jjang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s