When We Meet… Then Falling in Love… [One-Shoot]

Okey, saya lagi bosen… Mian klo ff kali ini gaje abis~ Saya memutuskan untuk membuat cerita Kwon family ( “My Stupid Deer” and “Deer Choding”). Yup, mgkn hanya sebagai one-shoot or drabble aja coz ff on-going saya masih banyak yg blm tamat. -____- Yasu, silahkan dibaca ya~ :3

So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~When We Meet… Then Falling in Love…~ [One-Shoot]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Comedy, Romance

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Yoona

———

“Appa!” sahut Yoona kepada Yuri yang memang gilirannya menemani sang anak pergi tidur.

“Iya Yoong?”

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tentu saja. Memang kau mau tanya apa? Asal jangan yang macam-macam ya, hehehehe.” canda Yuri sambil mencubit lembut pipi anak perempuan satu-satunya itu.

“Tidak. Aku hanya ingin tahu bagaimana appa dan omma bertemu?” Yuri tersenyum mendengar pertanyaan polos Yoona. Dia pun mengubah posisinya dengan duduk di samping Yoona.

“Kau ingin mendengarnya?”

“Iya appa!”

“Tapi setelah ini kau tidur ya. Janji?” Wanita tersebut mengulurkan jari kelingking kanannya pada Yoona sebagai tanda perjanjian mereka.

“Okey appa! Yoong janji~” seru Yoona menyambut ‘pinky-promise’ Yuri.

Yuri tersenyum saat kembali mengingat masa-masa yang tidak akan pernah dia dan Jessica lupakan. Dimana keduanya bertemu dan keduanya saling jatuh cinta satu sama lain…

———

Sore telah menjelang, sudah waktunya bagi Yuri untuk menutup perpustakaan tempat dia bekerja. Dimulai dari merapikan buku-buku sesuai rak masing-masing hingga sibuk merapikan bangku-bangku perpustakaan. Dia sibuk melakukan tugas rutinnya itu hingga Yuri melihat sesosok gadis tengah tertidur pulas di pojok ruangan. Seandainya Yuri tidak menyadari keberadaannya, mungkin dia akan mengunci perpustakaan dan meninggalkan gadis berambut coklat itu seorang diri.

“Aigooo… Kenapa dia tertidur di sini?” Yuri pun bergegas menghampirinya dan perlahan mencoba membangunkan sosok tersebut . “Nona, bangun. Tempat ini akan segera di tutup. Ayo bangun.”

“…” Sayang, usaha Yuri berakhir sia-sia karena tidak sedikit pun dia bergemi.

“Eish! Bagaimana ini…” keluhnya kesal. “Tidak mungkin aku meninggalkannya di tempat ini sendirian…” ujar Yuri menghela nafas.

Akhirnya Yuri memutuskan untuk menunggu sampai gadis itu terbangun.

***

Waktu berlalu dengan cepat. Tanpa sadar malam mulai larut. Keheningan kini mewarnai suasana ruang perpustakaan dimana keduanya berada.

“Eng~”

“Kau sudah bangun?” tanya Yuri yang sudah terlebih dulu bangun.

“Ini…” Dengan sekuat tenaga dia mencoba membuka mata untuk menatap Yuri yang tengah duduk di hadapannya.

“Perpustakaan.” Mendengar jawaban Yuri yang dingin, dirinya hanya bisa tersenyum kecil. Gadis itu sedikit terluka dengan sikap Yuri. “Kau terti—”

“Aku tahu.” Tanpa panjang lebar, dia memotong perkataan Yuri dan langsung merapikan barang-barangnya. “Maaf telah mengganggumu.” Tidak lama kemudian dirinya berlalu dari hadapan sang pustakawan.

“Hei! Tu—” Yuri berusaha memanggil gadis tersebut, namun terlambat. “Dia pergi…”

Yuri menyesali sikapnya kepada salah satu pengunjungnya itu. Sambil kembali merapikan tempat duduknya, tanpa sengaja Yuri menemukan sebuah dompet terjatuh tergeletak di lantai.

“Ini…” Meski awalnya ragu, Yuri akhirnya membuka isi dompet itu dan mendapati identitas dari sang pemilik yang tidak lain adalah gadis yang baru saja pergi dari hadapannya. “Jessica… Jadi namanya Jessica Jung…”

***

Di sebuah halte, tidak jauh dari perpustakaan, Jessica tampak murung. Dia sadar, dompetnya telah menghilang. Akibatnya Jessica tidak bisa kembali ke rumah yang dia tinggali seorang diri sejak kedua orangnya beserta adik perempuannya pindah ke Amerika.

“Aish! Kenapa aku bisa seceroboh ini?” gumam Jessica atas kebodohannya sendiri. “Sekarang apa yang harus aku lakukan?” Dia menatap ponselnya yang kini telah mati karena habis baterai. “Good!”  Gadis itu pun hanya bisa menghela nafas sambil meratapi nasib buruk yang menimpa dirinya.

Udara malam yang semakin dingin membuat Jessica sibuk menghangatkan diri tanpa beranjak sedikit pun dari tempatnya berada. Hal itu tidak berlangsung lama hingga seseorang berjalan mendatangi Jessica.

“Hei.” sapa Yuri tersenyum.

“Ka-kau? Ma-mau apa?” tanya Jessica terkejut. Dia tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan Yuri.

“Jangan cemas. Aku cuma ingin menyerahkan ini padamu.” Yuri memberikan dompet milik Jessica kepadanya. “Aku menemukannya terjatuh di tempat kau duduk.” jelasnya kembali.

Jessica segera mengambil dompet miliknya dan memeriksa isinya dengan sesekali menatap curiga ke arah Yuri.

“Kau…”

“Apa ada yang kurang?” tanya Yuri memastikan yang dibalas oleh Jessica dengan menggelengkan kepala.

“Tidak ada. Terima kasih Yu…” Jessica langsung menghentikan perkataannya sebelum Yuri mendengar apa yang baru saja dia lontarkan.

“Iya?”

“Te-terima kasih…” ucap Jessica lega karena dia beruntung rupanya Yuri tidak mendengar kata-katanya barusan.

“Sama-sama.” Yuri mengulurkan tangan kanannya kepada Jessica. “Aku Yuri. Kwon Yuri. Salam kenal.” Tanpa ragu, Jessica menyambut uluran tangan tersebut.

“Salam kenal Yuri. Aku Je—”

“Jessica Jung Sooyeon. Aku tahu.” potong Yuri sambil tertawa kecil menyaksikan ekspresi heran di wajah Jessica. “Aku melihat kartu identitasmu.” Yuri buru-buru menjelaskan.

“O-oh… Y-ya…”

Sejenak mereka berdua terdiam hingga Yuri memulai pembicaraan.

“Maafkan sikap kasarku tadi. Aku tidak bermaksud demikian.” ujar Yuri merasa bersalah. “Aku minta maaf…”

“Tidak apa-apa Yul. Itu juga salahku karena—”

“Yul?”

“…” Tanpa disadari, Jessica kelepasan bicara dengan nama panggilan Yuri. ‘God! I’m busted…’ Dia pun langsung melepaskan tangannya dan mengalihkan pandangan dari Yuri.

“Sica.” gumam Yuri pelan namun terdengar jelas di telinga Jessica. Sesuatu menyentuh pipinya yang lalu disadari Jessica kalau itu merupakan tangan Yuri.

“Eh?”

Gadis itu terperangah dan memberanikan diri untuk kembali menatap Yuri. Jessica melihat senyuman terpancar di wajah Yuri yang hangat serta mempesona yang kemudian membuat jantungnya berdetak kencang.

“Itu panggilanku untukmu sebagai ganti kau memanggilku Yul.” Dengan lembut Yuri mengelus pipi Jesica yang hanya mengangguk setuju.

“Nice to meet you, Sica~”

“Nice to meet you too, Yul~”

***

Hari demi hari, kedua gadis itu semakin dekat. Tanpa diketahui oleh Yuri, sebenarnya Jessica diam-diam telah menyukai Yuri sejak lama. Sebuah kejadian khusus yang membuat seorang Jessica yang terkenal dingin menjadi jatuh hati pada sang pustakawan.

*Flashback*

Dengan langkah tergesa-gesa, Jessica berlari menuju ruang kelas. Namun dia tidak sadar jika seseorang sedang berjalan di depannya dan secara tidak sengaja menabrak orang itu.

“Argh!” erangnya kesakitan. Jessica pun bergegas bangkit untuk menghampiri orang tersebut.

“Ma-maaf… Kau tidak apa-apa?” tanya Jessica cemas yang kemudian raut wajahnya berubah total. Ternyata yang dia tabrak adalah Lee Donghae. Cowok yang selama ini mengejar-ngejarnya. “Kau…”

“Yah! Lihat apa yang telah kau perbuat?!” keluh Donghae emosi. “Bagaimana kalau nanti wajahku yang tampan ini sampai terluka?!” Jessica tidak menjawab. Dia sibuk merapikan isi tasnya yang berhamburan keluar.

Merasa diabaikan, Donghae langsung menarik tangan Jessica hingga gadis itu terjatuh di atas tubuhnya. Jessica yang terkejut berupaya bangkit. Sayangnya tenaga Donghae terlalu kuat.

“YAH!!! LEPASKAN AKU!!!” teriak Jessica. “TOLONG!!!” jeritnya kali ini.

Meski demikian tidak ada satu pun yang menolongnya karena seluruh sekolah tahu kalau Donghae merupakan anak dari kepala sekolah. Jika ada berani macam-macam dengannya maka dia akan segera mendapat sanksi dari sang ayah.

“Kumohon… Lepaskan aku…” pinta Jessica kepada Donghae. Air mata mulai mengalir membasahi pipi gadis yang dijulukki ‘ice princess’ itu.

“Kau tidak akan bi—”

“Lepaskan dia.” ucap sebuah suara dengan lantang.

Semua pandangan kini tertuju pada asal suara yang tidak lain adalah Yuri. Gadis bertubuh tinggi tersebut tanpa ragu menarik tubuh Jessica lepas dari pelukan Donghae.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Yuri memastikan kondisi Jessica.

“I-iya.”

“Ayo kita pergi.” Yuri lalu membawa Jessica pergi meninggalkan Donghae yang dengan cepat menghalangi mereka.

“Kalian mau kemana? Urusan kita belum selesai!!!”

“Enyahlah.”

“Apa katamu?! Apa kau tidak tahu siapa a–”

BRAK!!!

Sebuah pukulan melayang ke arah wajah Donghae yang seketika terjatuh. Kesempatan itu pun diambil Yuri untuk segera kabur bersama Jessica. Keduanya terus berlari hingga sampai ke suatu tempat dimana Donghae tidak bisa mengejar mereka.

“Huff… Ku-kurasa… Di-dia… ti-tidak akan bi-bisa mengejar kita sa-sampai kemari…” ujar Yuri terengah-engah.

“Ku-kurasa… be-begitu…” Jessica berusaha menjawab. “Te-terima… ka-kasih…”

Belum sempat keduanya berkenalan, Yuri kembali menyuruh Jessica untuk lekas pergi dari hadapannya karena dia melihat Donghae yang kini beserta teman-temannya datang mengejar mereka.

“Cepat pergi!”

“Ta-tapi kau—”

Demi keselamatan Jessica, Yuri nekat mendatangi Donghae guna membiarkan gadis tersebut pergi. Jessica hanya bisa mendengar suara jeritan Yuri dari jauh.

“AKH!!!”

Dia pun menghentikan langkahnya dan berdoa agar Yuri baik-baik saja.

“Yuri…”

***

Keesokan harinya, Jessica melaporkan kejadian yang dialaminya kepada kedua orang tuanya. Tentu saja mereka amat sangat marah dengan apa yang menimpa putri kesayangannya dan memutuskan Jessica pindah dari sekolah itu. Meski berat, Jessica hanya bisa pasrah dan menurutinya. Sebelum pergi, dia sempat mencari tahu keberadaan Yuri tapi tidak seorang pun tahu dimana gadis tersebut berada.

“Yuri…” gumam Jessica yang sekarang berada di bandara. Ya, sang ayah menyuruhnya untuk ikut bersama mereka dan melanjutkan studi di Amerika.

“Jessie, ayo cepat! Pesawat kita akan segera berangkat.” panggil ibunya.

“Iya omma…”

Sejak saat itu Jessica pergi meninggalkan Korea untuk beberapa waktu sampai dia kembali dan mendapati keberadaan Yuri lagi.

*End of flashback*

Tanpa Yuri sadari, Jessica tengah menatap dirinya yang sedang sibuk bekerja dari kejauhan. Sudah menjadi kebiasaan bagi Jessica mendatangi perpustakaan setiap hari hanya demi bertemu Yuri.

“Sica, berhenti menatapku seperti itu.” ucap Yuri pelan. Hal ini sekejap membuat wajah Jessica merona merah. “Ada apa denganmu akhir-akhir ini?” tanyanya cemas.

Jessica memang sering terlihat melamun dan terus memandangi Yuri. Menyadari kegiatannya terbaca oleh Yuri, dia hanya menundukan kepala. Jessica tidak ingin Yuri mengetahui yang sebenarnya tapi dia juga ingin Yuri tahu isi hatinya.

“Maaf Yul… Aku…”

“Ikut aku.” Yuri menggandeng Jessica ke sebuah ruangan di dalam perpustakaan.

“Y-yul… A-aku—Engh???!!!” Belum sempat berbicara, Yuri langsung mencium Jessica. “Ehmmm~” Mereka terus berciuman hingga keduanya berpisah untuk menghirup udara.

“I love you Sica.”

Pernyataan cinta dari Yuri membuat Jessica terkejut. Dia tidak menyangka bahwa cintanya berbalas meski dalam hati dia terus bertanya-tanya akan alasan Yuri mencintainya. Namun sekali lagi, dia tidak peduli dengan semuanya.

“Yul…”

“Sica… Kau mungkin tidak tahu tapi…” Yuri terdiam.

“Ya?”

“Aku jatuh cinta padamu sudah sejak dulu…”

“Apa maksudmu Yul?” Jessica mencoba memastikan apa arti dari kata-kata Yuri, memastikan jika apa yang dirasakannya adalah benar.

“Kau mungkin lupa tapi aku tidak akan pernah melupakan hari itu. Hari dimana—”

“Kau menolongku.” potong Jessica cepat. Kini giliran Yuri yang terkejut. “Aku ingat hari itu dan tidak pernah sedikit pun melupakannya.”

“Sica…” Yuri mendekatkan wajahnya ke arah Jessica dan kembali menciumnya. “Aku bersyukur bisa bertemu denganmu lagi…” desah Yuri dalam ciuman mereka yang kemudian terhenti.

“Tapi Yul… Kemana saja kau selama ini? Setelah hari itu, kau menghilang bak ditelan bumi. Kau kemana?” Pertanyaan Jessica dibalas senyuman oleh Yuri.

“Ayahku… Dia mengirimku belajar musik ke Austria karena mengetahui bakatku bermain piano…”

“Lalu?”

“Tapi aku menolak karena kupikir kau masih ada di Korea.”

“Yul…”

“Ternyata kau beserta keluargamu pindah ke Amerika…” Rasa bersalah pun menghinggapi hati Jessica. “Dan sekarang aku tidak akan pernah lagi melepaskanmu.” Yuri menatap lurus Jessica.

“Kau berbeda Sica…”

“Benarkah?”

“Ya, kau berubah… Jauh lebih cantik… I really love you Jessica Jung.” ucap Yuri berbisik di telingan Jessica.

“I love you too… Kwon Yuri… Thanks for saving me…”

———

“Dan begitulah ceri—” Yuri mengakhiri ceritanya dan mendapati Yoona telah tertidur pulas. “Good nite Yoong.” Dia pun mengecup kening anaknya sebelum kemudian beranjak menuju kamarnya dimana sang istri, Jessica tengah menunggu kedatangan Yuri.

“Sudah selesai?” tanya Jessica menutup buku yang dia baca dan meletakan kacamatanya di samping tempat tidur.

“Ya. Ough!” jawab Yuri sambil melompat ke atas tempat tidur. Jessica tertawa kecil melihat kelakuan kekanakan dari seobangnya itu.

“Kali ini apa yang kau ceritakan? Ingat Yul anak kita masih ke—” Namun Yuri segera menutup pembicaraan wanita tersebut dengan menciumnya. “Ehmmm~ Yu-yul~” desah Jessica merasakan ciuman Yuri semakin mendalam.

Tanpa sadar, jari jemari Yuri sudah menyusup masuk ke dalam gaun tidurnya. Sensasi sentuhan Yuri yang lembut membuat Jessica tidak bisa menahan hasratnya.

“Yeah?” goda Yuri mengedipkan sebelah matanya pada Jessica.

“This time for us~ I want you now…” balas sang istri berbisik.

Yuri kembali mencium Jessica hingga kedua beranjak melakukan ‘aktifitas khusus’ yang hanya bisa mereka lakukan di tengah malam. Seiring dengan malam yang semakin larut hanya suara desahan dan derik tempat tidur yang terdengar dari kamar YulSic…

———

Mendadak Yoona terbangun dari tidurnya karena dia tak kuasa menahan keinginannya untuk buang air kecil. Maka dari itu Yoona memutuskan untuk segera bangun dan pergi ke kamar mandi.

“Ah~ Hampir saja aku mengompol… Kalau tidak, pasti omma akan sangat marah padaku…” gumam Yoona yang kini bergegas kembali ke kamar. Namun ketika melewati kamar kedua orang tuanya, tidak sengaja dia mendengar suara yang berasal dari ruangan itu.

“Yu-yuri~ Ngggghhhhh… Fa-faster!!! ”

“Aaaahhhh… Si-sica… I…love…you…”

Yoona pun sejenak menghentikan langkahnya. Semakin dia mendekati kamar YulSic, semakin jelas suara-suara aneh tersebut terdengar.

“Oh my gawd~ Pasti appa dan omma sedang main gulat-gulatan lagi!” gumam Yoona pelan. “Kira-kira siapa yang menang ya? Hmm, lebih baik besok saja aku tanyakan. Appa, omma fighting!!!”

Akhirnya Yoona bergegas meninggalkan kamar mereka menuju ke kamar untuk melanjutkan mimpinya yaitu menikah dengan Seohyun.

-END-

SAYA STRESS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! GAK TAHU MESTI NGOMONG APA??????????????????????????????? Okey, cukup sekian terima duit (u,u). Lagi males nulis tapi pengen nulis, alhasil jadilah ff super duper gaje ini. Mian, saya silent author jd gak bales komen dan lebih suka baca komen, wkwkwkwwkwk. Thanks for my loyal readers, you all are JJANG!!! See you and bye~ ^3^~~ ❤

Advertisements

66 thoughts on “When We Meet… Then Falling in Love… [One-Shoot]

  1. yulsic ketemu nya lucu banget ,juga gara” sica ketiduran ,wkwkwkw.
    itu ending nya ,ampunnn ,untung yoong masih polos ,dikira gulat”an lagi ,LOL

    ini gak geje” amat kali unn ,keren juga kok (y)
    ff lainnya ditunggu .
    hwaiting ^^

  2. kembaLi dgn crta YuLsic ya un.. Kekeke
    YoonA ngerti ya tiap mLm YulSic ngapain dkamar. Anak pintar. Hahahahaha
    cie yoona yg mimpi’na nikah dgn seobaby.. Smga kesampean ya Yoong. Lol.

  3. Ngakak pas Yoong bilang > “appa, omma fighting!!!”
    puahahahahahah! Emak bapaknya lagi “begonoan” disemangatin ama doi.. Dasar anak polos.. Eh tunggu! Anak polos kok ud bisa ngimpi nikah sgala?! Berarti Yoong bkn anak polos tp anak pintar. Dasar anak pintaar.. Hahahah

    thx sms-nya buddy..
    Fighting!!! ^^

  4. One-shoot yg Manis,yulsic penuh misteri,ada banyak pertanyaan tentang mereka saat lagi mesrah bagai dunia milik berdua dan saat perang dingin seperti kiamat sudah dekat lol,morning glory.

  5. hahahahahaha unnie pas di ending si yoong nya lucu banget hahahahaha
    lucu unn lucu hihihihi

    so sweet dah yulsic emang dah the best hehehehe
    gomawo info updatenya hehehehe

  6. Azeee yulsic emang so sweet dah !

    Yoong, polos banget masa ortu nya lagi “gituan” malah disemangati ? Anak pintar Ckckck
    ff nya bagus kok thor & authornya juga daebakk, ditunggu ff selanjutnya hehehe^^

    AUTHOR FIGHTING !!

  7. onnie cukup tahu !! 🙂
    cerita ff ” mu ” sangat bagus 😀
    deabbak buat family kwon , selalu mesra ditengah malem *lol
    author fighting o.O

  8. hoho~
    yoong gokil ih, yulsic bkan lagi gulatan tw tapi wushuan..haha
    Caaah..si yoong keren mimpi nya, nikahin seo pula..plokplokplok

    keren ff nya..dtnggu update nye yeh^^..

  9. gak nyangka Yoona sepolos itu…
    ckckck’ masa lagi gituan dibilang lagi gulst2an??’
    Hahaha ada2 aja sii Yoong 😀

    kyak’a ada yg kurang nih….
    hhhmmm…yg kurang itu adalah………………………………………………………………………………..gak ada NC! 😦
    NC’a kurang tuh… :/

    Lanjuuttt…
    update jangan lama ^^

  10. yulsic emang so sweet dah pokonya….
    Wahahaha yoong gokil bngat! ortu ny lg begituan malah dikira gulat2an….
    Ff ny keren thor…..

  11. Klo unnie lg stress trus buat FF keren gini,,,,ya mending sering ” stress aja un,,,,hehehe
    Critax bagus,,tlinga polosx yoong oppa slalu terusik sama atlet gulat itu ya wkwkwkwk
    Smangat ya un buat lanjutin FFx hehehe

  12. appa omma FIGHTING !!!!!!! hahaha
    ngakak baca yg ini , gg tau kenapa -.-

    stress aja ff nya sik asik, gmn kalo gg stress ?? o.O

  13. Gyaahahahhahaha Yoong anak yg cerdas!! Pengertian bgt ma omma appa nya lg beraktivitas wkwkwkwk
    Untung ga kumat jahil nya, klo iya habis deh tuh yulsic pasti kentang gyahahahaha
    Aru anakku, omma kangen ff nc mu hahahhha
    Btw, oneshoot n drabble nya omma sukaaaa, tp omma jg penasaran sama yg ff on going mu hohoho
    Semangat terus, sweetheart! Mommy always love u muach muaaaaach!

  14. so sweeettt bnget….

    aku gak than ama kluguan yona,,,
    kra2 klo yong nnya siapa yg mnang gulat,,gmna tnggapan yulsic y??

  15. bgs ffnya… Authornya jg so pst hbt. Yulsic so sweet. Yoong trnyata sepolos drku yg ingn cpt nikah.kkkkkkk. Author fighting….

  16. emm begitu yya ceritanya omma appa nya yoong ketemu.
    so sweet yya.
    YulSic emang sehati.
    Jatuh cinta aja bareng.
    Sica kyota~

    Yoong pengen punya adek tuh makanya nyemangatin yulsic.
    Bhahahaha. .

  17. “Oh my gawd~ Pasti appa dan omma sedang main gulat-gulatan lagi!” gumam Yoona pelan. “Kira-kira siapa yang menang ya? Hmm, lebih baik besok saja aku tanyakan. Appa, omma fighting!!!”
    *tepok jidat

    Akhirnya Yoona bergegas meninggalkan kamar mereka menuju ke kamar untuk melanjutkan mimpinya yaitu menikah dengan Seohyun.

    Muahahahhahahahahaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!
    LOLOLOL!
    ya ampun, seneng bgt punya anak pngertian kyk yoona yah!
    ekekekkekekek…
    lanjut! smngka! :3

  18. kisah cinta yulsic ehhmm keren
    yulsic bergulat?? hahhahahaah sii yoona itu sangat amat polooss
    yang jelas yg menang pasti yuri
    bagus chingu ceritanya
    ditunggu ff selanjutnya 🙂

  19. Wkwkwkwk….GULAT….gulat versi baru ala yulsic….ceuk neng syahrini mah SESUATU…..

    Jam 1 dini hari ane baca nich epep…jeder xDD….*gledek ala sinetron* trnyata nich epep semi porn….kirain epep biasa wae…teu nanaon lah…sepenting mah aya bacaan jeung sayah…

    When we meet….yul lucu yua dongengin bocah kisah cinta ke bocah…pake crita cium2 sgala gy xDD…klo ane pu’y anak ane critqin gituh jg ah ma ank ane xDDD….*yulsic shipper sdh mndrh daging inih mah*

    Thanks for update *bow* n mention me

  20. annyeong.. saya reader baru..
    tapi lebih tepatnya reader baru yang baru aja bisa comment sekarang.. hehehe
    mianhae author.. jeongmal mianhae..
    hahaha.. ceritanya kocak banget..
    dapet inspirasi darimana itu?? keren..keren..!!
    yoona.. kecil2 udah mimpiin nikah sama seohyun.
    jessica omma n yuri appa lagi maen gulat-gulatan romantis tuh yoong, jadi ga ada yang menang ato kalah.. hehehe..
    author jjang!!
    semangat berkarya ya!! fighting!

  21. Kwon family daebak, keluarga bahagia n romantis…
    Yoona juga polos banget d sini, tapi.kok mimpinya nikah ama seobaby kan masih kecil….
    Semangat….!!!

  22. Yoong polos amat sich…ms maen gulat,pke dsmngtn lg,,,klo yoong bsoknya bner” nanya cp yg menang yulsic mo jwb apa ya?

  23. Hahaha yoona polos banget ya dikira gulat”an mana mau ditanyain ke appanya lg , hayo yul jwb apa XD
    kwonfamily jjan daebak author ^^

  24. HUAAAAA!!
    Kwkwkwk keren banget!
    ‘excelent’ kalo bisa d kasi nilai 100 deh buat author eh 1000 kwkw .
    nice story ff’a ( terutama ada yoona! XD ) *kocak abis* muka polos’a dy

  25. salam kenal author, aq reader baru nih..
    endingx bnar2 keren…wkwkwkwkk….
    yoona..polos amat sih…
    YulSic emang romantis sjak awal ketemu
    Minta pw donk thor, bwt yg dprotect
    Emailku: ulfhi.unique@gmail.com
    Jgn lama2 ya up datenya thor…
    Thanx

  26. huwaaaa… yoong.. lucu banget siii.. hahaha
    tapi kesian juga yoongnya, benar-anak seperti arti namanya anak kecil yang tak berdosa.. polos amiiir. hoho..

  27. “Oh my gawd~ Pasti appa dan omma sedang main gulat-gulatan lagi!” ini artinya yoong sering mergokin appa sama ommanya main “gulat” ya haha

  28. terlambat tidak apa2.. karena saya jarang baca ff bulan2 ini..
    mian ya author..

    dengerin lagu smbil baca bisa ningkatin mood..
    ceritanya bagus ^^

    author jjang

  29. hahahahahaha…. kasian yoong.. pikirannya telah ternodai oleh ‘aktifitas khusus’ YulSic..
    oh my goddd.. YulSic terlalu agresiff !!!!! ga tahaannnnn

    ok lah ~ author figthing !!!

  30. Kwon family emang Daebak,,,
    Yulsic gokil,,,
    Yoong jg ğªќ kalah gokil kaya appa n umma nya, pake mimpi nilkah ama seobaby sgala…

  31. Slm kenal thor, pembaca baru nih…
    baru 2bulan jd sone n RF shipper, jd masih byk salah..

    aq suka bgt sm ceritamu ini, sweet bgt yulsicnya 🙂
    smgt terus berkarya thor! Gomawo

  32. aigoooo yoong lucu skali, di kiranya main gulat bneran ya wkwkwkwk…..
    cieee msh kcil udh mimpiin merid sm seohyun:-):-):-):-)

  33. pertemuan yulsic agak serem juga ya..harus gulat2an dulu ma donghae wkwkwkkk
    tp keren juga ending yulsicnya wkwkwkk klu jodoh gak bakal kmn wkwkwkkk..perpustakan cinta wkwkwkkkk #lebay wkejwkk
    yoong gmn hsil mimpi elu ma seobaby wjwkwkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s