The Story Only I Didn’t Know… [Part 1]

I’M BACK with another new ff. Nyebelin yak? Padahal yang lain aja belum selesai tapi malah bikin yang baru, kekekeke. Weits, sabar cuy~ Klo emg gak suka, ya gak usah dibaca secara ini fanfic pesenan orang dengan pairing non RF (tambah nyebelin~). Yasu, mgkn ini gaje banget tapi sebisa mungkin saya bkln nyelesain perpart perminggu. Sumpah! Saya butuh asisten!!! Buat pijetin segala macem, mehehehehehe~ Yasu, so enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~The Story Only I Didn’t Know…~ [Part 1]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance

Cast: Taeyeon & Ji Eun (IU)

———

“3…”

“2…”

“1…”

“HAPPY NEW YEAR!!!”

***

Gemerlap pergantian tahun mewarnai setiap sudut kota Seoul. Semua orang merayakan malam spesial itu dengan suka cita tapi tidak untuk seorang gadis remaja yang kini duduk termenung di sebuah taman sambil memandangi langit malam yang dipenuhi kembang api. Wajahnya tidak menyiratkan perasaan gembira sedikit pun, melainkan setetes air mata yang kemudian berlanjut turun dari pelupuk matanya. Sesekali gadis yang bernama Lee Ji Eun tersebut menghela nafasnya seakan dia sedang mengalami sebuah penderitaan berat.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang…” gumamnya pada diri sendiri.

Untuk menghibur diri dan mengusir sepi, Ji Eun memutuskan untuk memainkan gitar miliknya yang juga merupakan harta berharga satu-satunya yang tak pernah absen dia bawa kemana pun dirinya pergi. Alunan irama dari petikan senar gitar berpadu dengan suara merdu dari mulutnya kini menghiasi taman kota tempat berada. Ji Eun terus bernyanyi hingga malam semakin larut.

***

*Flashback*

“Appa… Izinkan aku pergi… Aku ingin menjadi penyanyi terkenal…” pinta Ji Eun kepada sang ayah.

Untuk yang kesekian kalinya permintaan Ji Eun itu tidak pernah pria itu gubris. Hal ini dikarenakan ayah Ji Eun yaitu Lee Young Jae mengalami sebuah trauma yang begitu membekas. Ya, wanita yang dia cintai memutuskan pergi meninggalkan dirinya dan Ji Eun hanya demi meraih impian menjadi seorang penyanyi. Awalnya Young Jae tidak setuju dengan keinginan istrinya tersebut selain karena sudah berkeluarga, Ji Eun pun saat itu masih sangat kecil. Namun akhirnya Young Jae terpaksa mengabulkannya meski dengan berat hati dan apa yang dia takutkan pun datang. Tidak lama setelah itu, sang istri dikabarkan meninggal akibat terlalu lelah bekerja demi mewujudkan impiannya. Berita tersebut tentu saja menjadi pukulan telak bagi Young Jae dan sejak itu pula dirinya berubah. Dia amat sangat membenci yang namanya penyanyi.

“Appa… Izinkan aku…” rengek Ji Eun.

“Tidak! Sampai kapan pun, appa tidak akan mengizinkanmu. Kau boleh menjadi apa saja tapi tidak untuk menjadi seorang penyanyi!!!”

“Tapi ap—“

“KUBILANG TIDAK YA TIDAK!!!” bentak Young Jae emosi yang lalu pergi meninggalkan gadis kecil itu seorang diri.

Tanpa dia tahu, apa yang dilakukannya telah melukai hati Ji Eun yang memang tidak mengerti alasan sang ayah begitu membenci cita-citanya karena setiap dia menanyakan alasannya pasti sang ayah buru-buru mengganti topik pembicaraan.

Hingga pada suatu ketika Ji Eun nekat memilih kabur dari rumah untuk mengikuti audisi di beberapa agensi terkenal di kota Seoul. Meski berulang kali dia ditolak, Ji Eun pantang menyerah dan terus berusaha dan tanpa terasa bekal uang yang dia bawa pun habis sehingga Ji Eun yang tidak mempunyai sanak family di Seoul terpaksa harus menghidupi dirinya dengan bekerja apa saja. Ini membuat Ji Eun akhirnya mengerti alasan kenapa sang ayah tidak mengizinkannya pergi.

*End of flashback*

———

Suasana panas sedang menyelimuti rapat sebuah agensi terkenal bernama Y&I Entertaiment. Mereka tampak sangat panik karena sejumlah saingan mereka telah terlebih dulu mengorbitkan artis barunya. Tidak hanya mereka tapi semua agensi pun saat ini sedang sibuk berlomba-lomba membuat debut dan come-back untuk para artis didikannya.

“Aigooo, kita butuh seorang penyanyi baru sekarang! Agensi saingan kita sudah mulai gencar mempromosikan debut artis mereka. Ini berita buruk!!!” ucap seorang pria bernama Kim Young Min, direktur utama sekaligus pemilik agensi tersebut.

“Dari mana kita bisa mendapatkannya bos? Sedang kondisi keuangan sedang terpuruk. Tidak mungkin kita mengadakan audisi dalam waktu sedekat ini.” Kata salah satu pegawainya yang memang berasal dari bagian keuangan.

“Kau benar… Sejak insiden itu, nama agensi kita semakin meredup… Seandainya saja kita tidak me…“

Sejenak ruangan pun berubah hening. Tidak ada seorang pun yang tidak mengingat kejadian itu. Sebuah skandal yang cukup besar bagi dunia hiburan di Korea. Kini mereka hanya bisa menyesali peristiwa tragis tersebut. Dengus nafas panjang terdengar dari seorang wanita muda yang duduk tepat di sebelah sang direktur. Siapa pun tahu jika dia memiliki kedudukan yang cukup tinggi di samping dari penampilannya yang biasa saja.

“Cukup. Jangan pernah ungkit-ungkit masalah itu lagi.” Wanita itu akhirnya bersuara. Dengan pandangan tajam dan dingin terpancar jelas dari matanya membuat semua orang segera menundukkan kepala.

“Tapi benarkan kalau—“

“AKU BILANG CUKUP!!!” bentaknya penuh emosi. Hal ini beralasan karena insiden itu telah menorehkan luka mendalam di hatinya dan berpengaruh cukup besar bagi dirinya sendiri.

“Yah! Beraninya kau membentak kami!!!”

“Terserah, yang pasti aku tidak mau kalian mengingat kembali tentang sunbaenim… Aku pulang…”

Kini wanita yang berprofesi sebagai salah satu artis sekaligus musisi handal dari agensi tersebut itu pun beranjak dari tempatnya duduk. Dia kemudian dengan seenaknya berlalu meninggalkan para anggota rapat yang lain bahkan dari hadapan direkturnya sendiri.

“Hei! Kita belum selesai!!! KIM TAEYEON!!!”

***

“Kita mau kemana nona?” sapa pengemudi taksi yang ditumpanginya itu dengan ramah saat Taeyeon memasuki taksi yang ditumpanginya.

“Sejauh mungkin pergi dari tempat kotor ini… Aku muak…” gumamnya pelan agar kata terakhir yang dia ucapkan tidak terdengar oleh sang pengemudi taksi.

“Ya?”

“Kita ke taman kota… Saya ingin mencari udara segar…”

“Baik.”

Untuk mengusir strees, Taeyeon mengeluarkan sebungkus rokok dari saku jaketnya. Dia lalu menyelipkan sebatang rokok di mulutnya namun tidak dinyalakan dan kembali menghela nafas.

“Oh ya, selamat tahun baru.” Ucap sang supir sambil tersenyum dari balik kaca spion.

“Ya… Selamat tahun baru…” balas Taeyeon dengan senyum kecil.

Selama diperjalanan, Taeyeon memandangi orang-orang yang sedang merayakan malam tahun baru. Meski demikian pikirannya kembali teringat akan kejadian memilukan yang pernah dia saksikan beberapa tahun yang lalu. Saat itu Taeyeon masih seorang trainee dan belum mengerti apa-apa. Maka dari itu setiap kali dia mengingatnya, perasaan bersalah selalu timbul dalam benaknya.

***

“Unnie!!! Jangan tinggalkan aku!!!”

“Jaga dirimu… Baik… baik… Taeyeonnie…”

“UNNIE!!!”

***

“Nona?”

“…”

“Nona?”

“Y-ya…”

“Kita sudah sampai. Anda tidak apa-apa?” tanya supir taksi itu cemas.

“Ah… Iya…” Taeyeon pun seketika tersadar. “Ini uangnya… ambil saja kembaliannya dan terima kasih…” Dia segera memberikan uang kepada pria tua tersebut.

“Terima kasih nona.”

Wanita muda itu hanya mengangguk dan kemudian beranjak dari taksi menuju taman, tempat penuh kenangan bersama orang yang dia sayangi. Taeyeon perlahan menutup mata, dia ingin menikmati dinginnya udara malam. Namun terusik dengan suara nyanyian yang samar-samar terdengar dari tempatnya berdiri.

“Suara?”

Taeyeon yang diliputi rasa penasaran memutuskan untuk mencari asal suara itu berasal. Dia berjalan hingga akhirnya menemukan seorang gadis tengah bersenandung bersama gitar miliknya. Selama beberapa saat, Taeyeon mengamati dan mendengarkannya bernyanyi hingga suara itu pun berhenti.

“Siapa dia…”

———

Air mata Ji Eun semakin mengalir deras, begitu pula suaranya menjadi semakin parau karena isak tangis yang membuatnya tidak sanggup lagi bernyanyi. Kini dia sadar bahwa untuk mewujudkan impiannya tidaklah semudah yang dibayangkan. Selama ini dia telah berpikir terlalu polos dan naïf. Sayang, semuanya sudah terlambat dan Ji Eun hanya bisa menyesal.

“Appa…” isaknya sambil memeluk gitar.  Tanpa sepengetahuan Ji Eun, seseorang telah mengawasinya sedari tadi sejak dia mulai bernyanyi.

“Suaramu bagus.” puji sebuah suara asing.

“Huh?”

“Apa kau ingin menjadi seorang penyanyi?”

Ji Eun pun langsung tersadar dan segera menghapus air matanya. Dia lalu mencari-cari asal suara itu berasal dan mendapati seseorang tengah berjalan ke arahnya. Sebuah sosok yang menyembunyikan rupanya dengan sebuah topi dan jaket tebal berwarna hitam kelabu. Tubuh orang itu tidak tinggi tapi juga tidak pendek.

“Ma-mau apa ka-kau?” tanya Ji Eun pada orang asing yang kini berdiri tepat di hadapannya.

“Ikutlah denganku. Aku akan mewujudkannya jika itu impianmu.” Jawab sosok yang ternyata seorang wanita.

“Si-siapa kau???”

Perasaan takut dan curiga masih menyelimuti Ji Eun. Hal ini wajar karena sejak gadis itu datang ke Seoul, dirinya pernah menjadi korban penipuan dari beberapa agensi yang mengadakan audisi. Sehingga Ji Eun tidak lagi mudah mempercayai orang-orang di sekelilingnya. Entah kenapa kali ini berbeda, Ji Eun merasa wanita tersebut tidak akan berbuat macam-macam padanya. Malah dia kini merasa terlindungi dan bisa mempercayai sosok itu.

“Kim Taeyeon… Siapa namamu?” ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Ji eun.

“Aku Ji Eun… Lee Ji Eun…” balas sang gadis remaja meraih tangan Taeyeon.

Sepintas Ji Eun seperti sudah tidak asing lagi dengan wajah Taeyeon. Akhirnya dia pun menyadari kalau ternyata yang sekarang ada di hadapannya adalah seorang penyanyi terkenal yang memang sejak dulu dia idolakan. Tapi sejak beberapa tahun yang lalu, Taeyeon mengundurkan diri dari dunia tarik suara dan beralih menjadi musisi sekaligus produser yang lebih banyak bekerja di belakang layar.

“Anda…” Ji Eun tidak berani melanjutkan perkataannya. Dia masih terlalu shock dengan semua yang terjadi.

“Ayo.”

“I-iya…”

Tanpa banyak bicara, Taeyeon membawa Ji Eun menuju tempatnya tinggal. Ya, Taeyeon telah menemukan apa yang dia cari. Suara merdu nan polos dari seorang Ji Eun membuatnya tertarik untuk melatih dan membimbing gadis mungil itu.

———

Dalam perjalanan menuju rumahnya, Taeyeon segera mengabari apa yang baru saja dia temukan kepada sang direktur, Kim Young Min. Dengan hati-hati Taeyeon mengeluarkan ponselnya dan menghubungi pria paruh baya tersebut.

“Sudah kutemukan.”

“Hah? Apa maksudmu?”

“Aku sudah menemukannya. Gadis yang kelak akan kita orbitkan menjadi seorang penyanyi.”

“Benarkah??? Kau memang hebat Taeyeon!!!”

“Ya. Tapi aku ada satu permintaan.”

“Apa itu?”

“Biarkan aku menjadi mentornya. Aku ingin mendidiknya dengan tanganku sendiri.”

“Tidak masalah. Aku akan memberimu waktu selama 6 bulan untuk melatihnya. Bagaimana?”

“Tapi itu terlalu cepat, aku—“

“Dengar Kim Taeyeon. Kita butuh dia secepatnya atau kau mau agensi kita bangkrut?”

Taeyeon terdiam mendengar ucapan sang direktur, dia sadar kalau saat ini kondisi agensi tempatnya bernaung sedang berada di ujung tanduk. Dengan berat hati Taeyeon pun menyanggupi syarat yang diajukan pimpinannya itu.

“Aku mengerti… Baiklah…”

“Okey! Oh ya, sekali lagi appa ucapkan terima kasih banyak. Kami berhutang padamu nak.” Puji Kim Young Min bangga pada putrinya. Ya, hanya beberapa orang saja yang mengetahui hubungan darah antara Taeyeon dengan Young Min. Dengan alasan dia tidak ingin Taeyeon hidup di bawah bayangan seorang Kim, Young Min ingin Taeyeon hidup mandiri. Tapi tanpa Young Min sadari, Taeyeon justru tertekan dengan apa yang dia lakukan. Putrinya tumbuh menjadi seseorang yang kurang kasih sayang dari figure seorang ayah. Hal ini diperburuk dengan meninggalnya sang ibu ketika Taeyeon berumur 10 tahun.

“Ya, appa…” Taeyeon mengakhiri pembicaraan. Pandangannya kini beralih pada gadis yang tertidur pulas di sampingnya. Ji Eun membuat Taeyeon seperti melihat dirinya sendiri sewaktu dia seumuran gadis remaja tersebut.

“Appa…” gumam Ji Eun dalam tidur. Taeyeon hanya tersenyum mendengar igauan Ji Eun.

“Kau mirip sekali denganku juga… Dengannya…”

———

Pagi pun menjelang, sinar matahari masuk melalui sela-sela jendela yang masih tertutup oleh korden yang dengan lembut mengenai wajah manis Ji Eun yang masih terlelap.

“Hei! Ayo bangun.”

“Eng~”

“YAH!!!” Tanpa ragu Taeyeon mengguyur Ji Eun dengan seember air yang dia bawa.

BYUR!!!

“ARGH!!!” teriak Ji Eun terkejut akibat siraman air yang juga membuat tubuhnya menjadi basah kuyub. Selama beberapa saat dia tertegun yang kemudian berubah panic karena tidak mengenali tempat dimana dia berada sekarang. “Ini… dimana?”

“Kau sudah bangun?” tanya Taeyeon memastikan atau dia akan kembali mengguyur gadis itu lagi.

“I-iya… Tapi ini dimana?” Ji Eun kembali mengulang pertanyaannya kepada wanita yang berdiri dengan memegang sebuah ember di tangannya.

“Kau ada di rumahku dan kau akan tinggal di sini untuk sementara.” Jelas Taeyeon singkat pada Ji Eun.

“Hah?” Rupanya penjelasan Taeyeon membuat  Ji Eun kebingungan.

“Dengar baik-baik Ji Eun, aku, Kim Taeyeon, akan mewujudkan impianmu menjadi seorang penyanyi. Aku akan melatihmu.”

“Aku tidak mengerti…” Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang berasal dari perut Ji Eun karena sejak semalam, dia belum memakan apa pun. “Maaf…” ucapnya dengan wajah memerah.

“Sarapanmu sudah siap. Aku tunggu di bawah.” Kemudian Taeyeon meninggalkan Ji Eun di kamarnya menuju dapur.

“Aigooo… Kau memalukan Ji Eun…”

***

“Okey, jadi kau sudah mengerti sekarang?” Ji Eun mengangguk. “Mulai hari ini aku akan membantumu menjadi seorang penyanyi. Ada pertanyaan?”

“Er… Kau tidak sedang menipukukan?” Taeyeon hanya menyeringai mendengar pertanyaan polos Ji Eun.

“Kalau kau pikir aku menipumu lalu kenapa kau percaya dan ikut denganku?” tanyanya balik sementara gadis remaja itu tidak menjawab. “Dengarkan aku Ji Eun. Aku melihat potensi dalam dirimu maka aku putuskan untuk melatihmu. Jadi jika kau masih ragu lebih baik kau segera pergi dari sini. Lagi pula apa untungnya aku menipu anak kecil sepertimu?” ucap Taeyeon sinis.

“…” Ji Eun masih diam. Dia tetap sulit mempercayai apa yang dikatakan oleh Taeyeon.

“Jika kau masih ragu, lebih baik kau lekas pergi dari rumahku karena aku tidak punya waktu untuk orang yang bimbang akan impiannya.” Tegasnya lagi.

Taeyeon pun pergi meninggalkan Ji Eun yang kebingungan. Dia ingin memberikan waktu untuknya berpikir. Apakah nanti Ji Eun akan menerima tawaran Taeyeon atau tidak, itu semua tergantung dari keputusannya.

“Tunggu!” seru Ji Eun menghentikan langkah Taeyeon. “Aku terima… Bantu aku meraih cita-cita ini…” Ji Eun lalu membungkukkan badannya di hadapan Taeyeon. “Bimbinglah aku sonsaengnim… Kumohon…”

“Baiklah. Tapi dengan satu syarat.”

“Apa saja akan aku lakukan!”

“Cukup patuhi apa yang aku perintahkan padamu. Mengerti?” Ji Eun langsung mengangguk setuju dan secara tidak sadar memeluk tubuh Taeyeon.

“Aku mengerti!!! Terima kasih sonsaengnim!!!” teriak Ji Eun tepat di telinga kanan sang sonsaengnim.

“I-iya… Kalau begitu bisa kau lepaskan aku sekarang juga?” Ji Eun tersadar dan tersipu dengan apa yang dia lakukan. Sesegera mungkin dirinya melepaskan Taeyeon.

“Ma-maafkan aku…” ucap Ji Eun tertunduk malu.

“Sudahlah, lupakan. Sekarang habiskan makananmu. Kita akan mulai latihannya hari ini juga.”

“YA!”

Ji Eun kembali ke meja makan dan menyantap sarapannya sedang Taeyeon menuju ke ruang kerja guna mempersiapkan peralatan untuk mulai melatih Ji Eun.

———-

Hari demi hari dilewati oleh Ji Eun yang berlatih keras. Aktifitas diawali dengan berolahraga sebelum gadis itu berlatih vocal. Jenuh? Bisa dibayangkan betapa besar kejenuhan Ji Eun terhadap apa yang dia lakukan. Namun demikian Ji Eun hanya bisa mematuhi Taeyeon. Hingga suatu hari dirinya benar-benar merasa tidak kuat lagi…

“Ji Eun! Kau mau kemana???” teriak Taeyeon ketika melihat anak didiknya berlari keluar rumah tanpa menjawab sepatah kata pun. “HEI!!!” Taeyeon berusaha mengejar Ji Eun dan berhasil menghentikannya. “Ada apa denganmu??? Katakan!”

“…”

Air mata Ji Eun yang mengalir merupakan jawaban atas seluruh pertanyaan Taeyeon. Diikuti isak tangis yang samar-samar terdengar makin jelas. Hal ini benar-benar membuat Taeyeon bersalah. Ya, harus diakui kalau dia memang terlalu keras, tapi semua dilakukannya demi yang terbaik untuk Ji Eun. Terlebih beberapa minggu lagi Ji Eun akan segera menjalani proses rekaman untuk debut albumnya.

“Maafkan aku…” isak Ji Eun pilu. “A-aku…” Tubuhnya kini gemetar hebat dan membuat Ji Eun tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Dia hanya bisa menangis untuk menuangkan seluruh emosi yang terpendam.

Melihat kondisi Ji Eun seperti demikian membuat Taeyeon teringat kembali akan apa yang terjadi dengan sang sunbaenim. Persis dengan apa yang dia lihatnya sekarang.

***

*Flashback*

“Sudah berapa kali diulang tapi kenapa kau tidak bisa-bisa???!!!”

“Ma-maafkan aku…”

“Dengarkan aku nona Lee Ji Ah!!! Jika kau seperti ini terus, kami tidak akan bisa mengontrakmu sebagai penyanyi!!!” tegas sang pelatih itu lagi sebelum akhirnya pergi meninggalkan dia seorang diri.

Ji Ah yang kemudian menangis tidak sadar jika Taeyeon sedari tadi mengintip dari balik pintu dan langsung menghampirinya saat dia sendirian.

“Unnie… Apa kau baik-baik saja?” tanya Taeyeon sambil mengusap air mata Ji Ah.

“Iya… Aku tidak apa-apa Taeyeonnie~” jawab Ji Ah berusaha tertawa agar teman kecilnya itu tidak terus khawatir.

“Tapi kenapa kau menangis? Kenapa mereka memarahimu?” Semua pertanyaan dari Taeyeon dibalas Ji Ah dengan mengelus lembut kepalanya.

“Tidak Taeyeonnie, ini bukan salah mereka. Unnie yang salah…”

“Lalu kena—“

“Bagaimana kalau kita pergi ke taman hiburan?” potong Ji Ah mengalihkan topik pembicaraan. Tentu saja Taeyeon kecil segera menyambut girang.

“Benarkah?”

“Iya, ayo!”

*End of flashback*

***

Tidak ada yang menyangka setelah kejadian itu, sang sunbaenim tersayang pergi untuk selama-lamanya. Bagi Taeyeon sosoknya tidak akan pernah tergantikan oleh apa pun. Dia telah dianggap seperti seorang kakak sekaligus ibu dan mempunyai tempat khusus di hati Taeyeon.

“Ji Eun…” Taeyeon tidak ingin hal yang sama terulang pada Ji Eun. Sejenak dia menghela nafas dan menyesali sikapnya. “Ikut aku.”

Beberapa saat kemudian akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang tak lain adalah taman hiburan. Ji Eun hanya bisa terkagum-kagum melihatnya karena ini pertama kali dia berada di sana.

“Ayo.”

“Y-ya..”

Mereka berdua berjalan menuju pintu masuk untuk membeli tiket. Taeyeon yang masih menjadi publik figur langsung menjadi perhatian publik. Tapi dengan cuek, dia menggandeng tangan Ji Eun agar gadis itu tidak hilang dan melintas begitu saja di depan semua orang. Taeyeon yang sekarang tidak peduli lagi pada image-nya.

“Pegang tanganku, jangan sampai lepas atau kau akan tersesat.” ujar Taeyeon memperingatkan Ji Eun.

“I-iya sonsaengnim.” balasnya mengangguk mengerti.

“Okey, jadi kau mau main apa?” tanya Taeyeon sesampai mereka di tempat permainan yang disambut raut kebingungan dari sang murid.

“Aku…”

“Hari ini kau bebas jadi silahkan kau bermain sepuasnya.”

“Benarkah???”

“Ya.” Tanpa ragu, Ji Eun berlari menuju komedi putar. Rupanya sudah sejak lama dia ingin menaiki permainan yang juga disebut merry-go-round tersebut dan Taeyeon hanya tersenyum kecil menyaksikan kelakuan Ji Eun.

“Sonsaengnim!” teriak Ji Eun melambaikan tangan kepadanya.

“Dia mengingatkanku pada dirinya dulu…” gumam Taeyeon yang duduk tidak jauh dari muridnya yang sedang asyik bermain. “Unnie…”

Malam akhirnya menjelang,  sudah saatnya Taeyeon mengajak Ji Eun pulang. Dalam perjalanan, dia tampak tertidur pulas dengan wajah bahagia.

“Syukurlah…” gumam Taeyeon saat menatap Ji Eun dan kelak hari itu menjadi kenangan indah yang tidak akan mereka berdua lupakan.

———

“Ji Eun.”

“Ya?”

“Ini latihan terakhir kita.” Pernyataan Taeyeon membuat Ji Eun terkejut.

“Kenapa sonsaengnim??? Apa aku membuat kesalahan lagi???” tanyanya cemas.

“Tidak.” jawab Taeyeon singkat membuat Ji Eun bertambah bingung. “Kau akan segera masuk dapur rekaman untuk memulai debut.”

Ji Eun seketika tertegun, dia tidak percaya jika impiannya sebentar lagi akan menjadi kenyataan.

“Be-benarkah???”

“Iya. Jadi kuharap kau fokus di sesi latihan ini.”

“SIAP!!!”

Untuk terakhir kalinya juga Taeyeon bertemu dengan Ji Eun karena jika sudah memulai debut, hampir bisa dipastikan tidak ada kesempatan lagi bagi mereka untuk bertemu. Di samping sibuk, jadwal Ji Eun pun pastinya akan sangat padat. Sayang, Ji Eun sendiri tidak mengetahui hal tersebut. Dia berpikir sang guru akan selalu berada di dekatnya dan terus menemaninya.

“Okey, latihan selesai. Sekarang kau boleh istirahat dan ingat besok jangan bangun kesiangan karena—“ Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Ji Eun telah terlebih dahulu mengecup pipi Taeyeon.

“Terima kasih sonsaengnim.”

Entah apa yang dipikirkan Taeyeon yang perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Ji Eun sehingga membuat jarak di antara mereka sangat dekat. Keduanya kini bisa saling merasakan desah nafas masing-masing. Ji Eun bisa merasakan tubuhnya memanas dan jantungnya berdegub kencang ketika memandang wanita sekaligus pembimbingnya itu.

“Ji Eun…”

“Sonsaeng..nim…”

Namun sebelum makin mendekat, Taeyeon segera berpaling meninggalkan Ji Eun yang masih mematung.

“Lekas tidur… Selamat malam…” ujarnya sebelum masuk ke dalam kamar.

“Y-ya…” jawab Ji Eun pelan. ‘Kenapa perasaanku seperti ini? Tidak mungkin…’

.-TBC-

SILAHKAN BANTAI AUTHOR STREESS INI!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGGGGGGHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *hiraukan*

Finally the first part is done~ Buat yg merasa request, ini pesenan lo bray. I need mocca float as soon as possible… Menderita banget kopi pada diumpetin sama nyokap. I CAN’T LIVE WITHOUT COFFEE MOM!!! (acak2 rambut). Udah ah, yg ada saya malah makin stress di sini. Thank buat komennya dan seperti biasa gak dibales sm saya. Maklum, silent author, kekekeke. Love you all, kecuali silent reader and copaster~ bubye! You all are JJANG!!! ^3^~ ❤

42 thoughts on “The Story Only I Didn’t Know… [Part 1]

  1. Kyaaaaaaaaaaa! Akhirnya!
    Prtma2, thanks banget ya bray..gila gw bahagia banget sumpah. Lo memenuhi hasrat gw..jiahahahahahahah
    oke2 mocca float asap, call~!

    Damn, gw gtw mw komen apa sangking bahagianya! Hahah!

    Oke pas baca BGM-nya ud pasti the story only i didn’t know biar feel-nya lbh mnggila. Stlh msk k crita,gw jatuh cinta sm sosok Taeyeon yg dingin nan misterius.
    Taeyeon-ssem..jgn galak2 sama JiEun guee..kasiaaan 😦
    latihan trakhir bikin gw deg2an.. Untung taeyeon bisa nahan diri.
    Tp sediih, jieun mw debut trus ga ktmu2 taeyeon lagiii, mrka bdua psti akan saling kangen, hiks hiks

    keren ru! gw pnasaran nanti mrka brdua akan gimana..
    Semangat terus ya.. Pokonya aru Jjang!!!
    (drtd gw snyum2 sndri)

  2. jiah kirain mau ciuman,#mulaiyadong

    keren chingu ceritanya, next part yang cepet ya,

    oh iya aku reader baru salam kenal ya^^

  3. hahahaha…di rumah aq kopi byk noh….pilih mw kopi apa ajh…jgn lupa bill’y ntar aq krim xD.

    tau ga sih…nih epep aq baca sejam kaya’y…penuh dgn rintangan bgt mw baca epep ajh…*curcol start xDD lupakan*

    ouh kopel baru toh…taeng x jieun….byk teka teki yua…latar blkg jieun,taeng…pa yg da di otak sayah bnrkah?hohoho just me n god who know.

    slamat melanjutkan epep mu gy…dont push your mind so much…keep rest.

    papay….*gowe speda*

  4. nah kan pas mau tbc otak yadong ku kumat adeh -____-
    heheheehhehe
    lanjut unn keren deh
    penasaran mode on

    semangat lah,tar di kirimin kopi sama yul kok tenang aja
    #plak di jitak sica
    hihihihihi ^^

  5. Haha!
    Ogud juga suka IU. Ahahaha!
    Aku pnasaran!
    Cpat buat klanjutannya ya. . .

    Jgn kbanyakan k0pi. Jgn jd pcandu k0pi. G bgus buat jantungmu.

    SMANGAT TANPA KOPI OK4Y!!!

  6. annyeong..
    wah.. ni pairing baru ya author.. aku baru tau tae unnie ma iu unnie..
    bagus ceritanya!!
    lanjutkan n smangat berkarya!!!

  7. Eaaaaaa taeng sama IU hahahaha coba kasih konflik… Masukin taeyang sama tiffany… Wah mantap hahahaha fighting eonn!

  8. Ehem… lagi2 omma minta maaf baru sempet komen hohoho
    Sumpah minggu ini aku sibuk n hektik bgt hiks 😦

    Hiyaaaaaa kok request nya jung lady udah publish?? request-an aku kapaaaaaaan??? Aiiiiiish mana cuma di sogok mocca float doank, giliran aku sogokannya aku kudu ke jakarta, aaaaah author ga ADIL!!! Hiks hiks *nangis di pelukan dokter ganteng hohoho

    Aku no komen ah *sok ngambek hahaha… Ga kooook hehehe
    Ff nya kereeen, ru… Gemes2 gimana gitu baca karakter taeyeon disini hihihi. Pokoknya request-an aku kudu lebih keren dr request-an lady! *dikepret jung lady wkwkwkwkwk

    Semangat aru, ntar klo soshi ke indo aku pasti ke jakarta kok hahaha. Fighting!!! Muaaaaaach!!

  9. Pertama basa basinya ‘bkn pairing rofl’ , kirain bakal bikin taesun ato taesic ato member lain , tp stlh ada tulisan ‘taeyeon x lee ji eun IU’ , lgsung GLEGARRR !! *bunyi petir numpang lewat*

    pas baca openingnya ‘ga bakal seru keknya, awalnya ngebosenin’ .
    pas ke bawah bawah bawah , ‘wah seru jg nih’ .
    wakaka 😄 .

    wokeh sip lanjut tancap gas let’s go go sing ~ !!

    ps : klo publish ff d blog blg” dong un -.-

  10. baru sempet baca, makasi udah dimention
    keren authoor, jd gitu sekilas kerja keras seorang penyanyi untuk terkenal, walau awalnya aneh castnya pas baca.. keren nih couple, penasaran ma cerita selanjutnya
    semangat authorr 🙂

  11. WHOAA!!
    i hate TBC! t.t
    ayoo thor, lanjutkan ff iniii 😥 *rengek ala seo*
    brb lempar duit receh k author bwt beli coffe –a

  12. Ada yang stress tanpa kopi…….. *merinding*
    Yehhaa!! terakhir aku baca pairing ini di LiveJournal itu aja… adeeuuhh,, masa kelam baca itu… >> sesuatu banget perkataan ini..

    suka akrakter tae.. mau dah punya mentor kaya die…
    sipp next la… >
    fighting!!!

  13. jahaaaaaat kenapa harus ada TBC…*asah pisau*

    tp keren juga ya onn. btw umur tae brp ya? kayanya tua bngt, soalnya dia kan pernah temenan sm ibu ji eun, *kl ga salah*

  14. Nemu pairing ini jarang2 banget..
    Tapi seru..
    TaeU.. Bisa bikin kebawa dan sesaat lupa kalo biasana pairing tae itu fany..hehe
    Taenya galak tapi ttp brasa unyunya..
    Lanjut baca ya, Thor.. 😀

  15. pertamany sih ngga tertarik bacanya karna castnya taeng IU tapi setelah baca … hwaaaa kereeennn ….

    mmm .. umur taeng dengan IU beda berapa tahun???

    teang melihat IU seperti dia waktu kecill dab ada kmiripan dngan sunbaenimnya?? maksunya???

    lanjuuuttt …

  16. Hai 3x
    Sy new reader
    Y-ya, knp perasaanku seperti ini? Tdk mungkin……
    Tdk mungkin pa???
    Pa mungkin ji eun sk/cinta/menyukai tau palah kpd tae???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s