Morning Glory [Part 13 – END]

Part terakhir dari ff ini dan saya gak jamin cerita sama endingnya bkln bagus. Yg ada malah makin gaje segaje-gajenya ff saya. Makin amburadul gak ketulungan OMG!!! Risk yourself then… Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Morning Glory~ [part 13 – END]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon & Tiffany (TaeNy), Sooyoung & Sunny (SooSun), Yoona & Seohyun (YoonHyun), Krystal

———

“Would you marry me?”

“No.”

———

“Apa kau mau menjadi kekasihku?” tanya Yoona serius. Tidak seperi biasanya yang selalu riang dan jahil. Kali ini dia tampak berbeda.

“A-aku…?” Seohyun memastikan perkataan teman sepermainannya tersebut. Dalam hati, peristiwa ini merupakan hal yang paling ditunggunya sejak lama. Ya, sejak dia pergi menuntut ilmu ke luar negeri hanya Yoona lah yang membuat Seohyun begitu merindukan Korea. “…”

“Hyunnie? Bagaimana?”

“Iya.” gumam Seohyun pelan dan hampir tidak terdengar.

“Apa?”

“Iyaakumaumenjadikekasihmu!” jawabnya lagi dengan cepat.

“Hah???”

“IYA, IM YOONA, AKU MAU MENJADI KEKASIHMU!!!” ucap Seohyun lantang. “Kau puas???” keluhnya lagi sambil menutupi wajah yang berubah merona merah karena tersipu malu dan buru-buru mengalihkan pandangannya dari Yoona.

“Terima kasih.” Yoona menyentuh dagu Seohyun agar bisa menatap jelas kembali rupa gadis yang dia sukai sejak kecil. Tak lama kedua mata mereka pun bertemu dan disambut sebuah senyumannya. “I love you Seohyun…”

“I love you too Yoong…” Lalu Yoona mengecup lembut pipi Seohyun dan kemudian mendaratkan bibirnya pada milik gadis itu.

Untuk pertama kali akhirnya mereka  berdua berciuman. Dengan ini baik Yoona mau pun Seohyun telah resmi melepas status mereka sebagai sahabat baik dan beranjak menjadi sepasang kekasih.

———-

“Kenapa?” tanya Yuri menatap heran Jessica. Dia tidak mengerti kenapa gadis tersebut menolak lamarannya.

“Kita masih sekolah Yul.” jawabnya polos. Tidak pelak Yuri pun tertawa mendengar perkataan Jessica. “Yah! Apa yang lucu?!”

“Sica~ Tentu saja tidak sekarang kita menikah.” Yuri berusaha menahan tawa. “Aigooo, kau benar-benar lucu~”

“Kau jahat!” ucap Jessica dengan wajah cemberut yang tidak lama kemudian beranjak dari tempat tidur.

“Hei! Kau mau kemana?”

“Kamar mandi! Dimana???” Yuri kembali tertawa melihat kelakuan Jessica. Namun sebelum kekasihnya pergi, dia dengan cepat menarik tubuhnya balik ke tempat tidur. “YURI!!!” pekik Jessica terkejut.

“Jangan pergi. Tetap di sini.” bisik Yuri dimana dia sukses membuat jantung Jessica sekali lagi berdebar kencang. “Aku masih ingin bersamamu. Sica…” ujarnya sambil menciumi leher Jessica.

Sebenarnya ada alasan lain kenapa Yuri tiba-tiba melamar Jessica lebih awal. Ini semua dikarenakan hubungan bisnis antara kedua orang tuanya dengan ayah Jessica yang selain itu juga demi masa depan hubungannya dengan Jessica.

‘Andai Sica tahu yang sebenarnya… Apakah dia akan membenciku?’ tanya Yuri dalam hati.

***

*Flashback*

“Jadi kau yang bernama Kwon Yuri?” tanya Mr. Jung padanya.

“I-iya tuan. Sa-saya Kwon Yuri.” jawab Yuri sedikit takut karena ini pertama kalinya dia berbicara empat mata dengan ayah dari Jessica itu.

“Sejak kapan kau menjalin berhubungan dengan Jessie?”

“Se-se-se…” Yuri benar-benar sangat gugup. Tanpa disadari keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya. Melihat kondisi Yuri, Mr. Jung tersenyum.

“Kau jangan takut. Bukankah appamu bilang kalau kau anak yang mandiri?” Perkataan pria tersebut memmbuat Yuri terkejut.

“Appa… saya?” Yuri mencoba memastikan lagi apa yang dia dengar barusan.

“Iya, Kwon Se In.” Kembali dirinya terkejut ketika mendengar nama ayahnya disebut oelh Mr. Jung.

“Bagaimana Anda bisa tahu? Apa Anda mengenalnya?” Sejenak Mr. Jung menatap dalam Yuri. Dia tidak menyangka kalau selama ini kekasih Jessica tidak lain adalah anak dari rekan bisnisnya dan memang telah dijodohkan oleh mereka berdua.

“Dia merupakan rekan bisnisku dan kami memang telah sepakat untuk mengikat kerja sama dengan cara menjodohkan kalian. Tapi ternyata kalian berdua telah saling mengenal satu sama lain.” jelasnya singkat. “Dan aku ingin minta maaf atas kesalahpahaman kemarin. Seandainya saja aku tahu kalau kau anak Se In…” ucap Mr. Jung yang sangat menyesali tindakannya tempo hari.

“Ah! Tidak apa-apa tuan. Lagi pula sekarang akhirnya saya mengerti semua persoalannya.”

“Yuri, hentikan memanggilku tuan. Panggil saja aku appa karena kita sebentar lagi akan menjadi keluarga.”

“Baiklah… Ap-ppa?” jawab Yuri agak sungkan dikarenakan belum terbiasa. Mendengar Yuri memanggilnya dengan sebutan itu, Mr. Jung langsung memeluk erat dirinya. Namun tak lama melepaskan pelukan tersebut.

“Aku senang sekali mendengarnya. Tapi…”

“Ada apa appa?”

“Sebenarnya ada satu hal yang kami berdua inginkan sebelum kau dan Jessica menikah kelak. Hanya saja ini mungkin akan berat untuk kalian lakukan…” ujar Mr. Jung menghela nafas.

“Katakan saja appa. Aku bersedia melakukan apa pun demi Jessica. Meski berat sekali pun…”

“Apa kau yakin ingin melakukannya?” Pria paruh baya itu kembali memastika kesungguhan Yuri.

“Ya.” Dengan jantung berdegup kencang, Yuri berusaha tampak tenang di hadapan Mr. Jung. Dia berharap syarat yang diberikan keduanya tidaklah berat karena dia tidak ingin berpisah dari Jessica.

“Aku dan Se In ingin kau kelak menjadi penerus perusahaan kami jadi untuk mewujudkan hal itu, kami meminta kau untuk belajar tentang bisnis di luar negeri.”

Kata-kata yang terlontar dari mulut Mr. Jung ibarat palu besi yang menghujam hatinya. Hal yang ditakutkan Yuri pun terjadi, dia harus berpisah dari Jessica untuk sementara waktu. Untuknya ini tidak masalah tapi yang Yuri takutkan adalah reaksi dari kekasihnya tersebut. Yuri terdiam mematung, pikirannya kalut untuk beberapa saat.

“Yuri? Kau tidak apa-apa?” tanya Mr. Jung cemas melihat wajah Yuri mendadak berubah pucat.

“A-aku baik-baik saja, jangan khawatir.” Yuri berusaha menenangkan diri. “Kalau begitu kapan aku akan berangkat?”

“Kami berencana mengirimmu secepatnya. Mungkin bulan depan ketika semester awal dimulai.”

“Baiklah… Aku mengerti…”

“Tapi apa kau yakin Yuri?” Yuri menghela nafasnya mendengar pertanyaan Mr. Jung.

“Jika ini demi kebahagiaan Jessica, aku bersedia melakukannya…” Air mata kesedihan pun mengalir dari pelupuk matanya.

“Yuri…”

“Hanya saja tolong jangan sampai Jessica mengetahui hal ini… Biarkan aku saja yang memberitahunya… Kumohon…”

“Itu semua kami serahkan padamu…”

“Terima kasih… Appa…”

*End of flashback*

***

“Yu-yuri…” desah Jessica saat merasakan bibir lembut Yuri menyentuh kulitnya. “Uuummmhhh…”

“My princess… I love you…” bisik Yuri. ‘Maafkan aku Sica… Kita akan berpisah untuk sementara waktu… Tapi aku janji akan kembali secepatnya untukmu…’

“Me too seobang…”

———

“Jadi kalian memergoki mereka sedang— Hmmph!!!”

“YAH!!!” pekik Taeyeon yang segera membekap mulut Sooyoung. Dia tidak ingin mengingat kembali peristiwa yang terjadi ketika dirinya dan Tiffany berada di rumah Yuri. “Jangan lagi kau singgung-singgung kejadian tersebut!!! Mengerti???!!!” Sooyoung hanya bisa menganggukkan kepala. “Bagus!”

“Bwah! Kau hampir saja membunuhku shorty!!!” Sayangnya aksi protes sang shikshin tidak digubris oleh Taeyeon.

“Tapi kau masih hidup kan?” balas Taeyeon sinis. Lalu tatapannya beralih pada sosok yang berada di samping Sooyoung. Gadis ber-aegyo dan bertinggi badan tidak berbeda jauh dengan dirinya “Kau?”

“Oh aku—”

“Perkenalkan dia Lee Sunkyu, biasa dipanggil Sunny.” potong Sooyoung cepat sebelum Sunny menyelesaikan perkataannya.

“Hei, kau tidak sopan! Lagi pula yang kutanyakan itu dia bukan kau.”

“Memang kenapa? Sunny adalah pacarku!” Penjelasan Sooyoung langsung mengagetkan Taeyeon dan Tiffany yang juga bersamanya.

“APA???!!!” teriak TaeNy bersamaan. Mereka sulit mempercayai pernyataan Sooyoung terlebih Taeyeon yang benar-benar tidak menyangka kalau sahabatnya itu bisa mempunyai seorang kekasih karena selama yang dia tahu, Sooyoung hanya tertarik pada makanan saja.

“Unbelievable…” gumam Tiffany tidak percaya.

“Hah? Apa katamu? An-be-lip-pa-bel? Apa itu sejenis makanan?” tanya Sooyoung tidak mengerti saate mendengar kata-kata asing terlontar dari mulut kekasih Taeyeon tersebut.

“Itu artinya ‘luar biasa’.” jelas Sunny singkat. “Itu bahasa Inggris.”

“Oh ya? Wah, pacarku memang pintar~” puji Sooyoung sambil ber-aegyo yang kontan saja membuat Taeyeon merasa sangat muak melihatnya.

“Ew~ Hentikan aegyo-mu itu Choi shikshin! Menjijikan!!!” pinta Taeyeon agar Sooyoung menghentikan perbuatannya itu. Namun semakin dia mengeluh, semakin Sooyoung pun menjadi-jadi dan tak pelak lagi mereka berdua akhirnya ribut sendiri sementara Tiffany dan Sunny hanya bisa menyaksikan serta harus menahan malu akibat ulah Taeyeon dan Sooyoung.

“Hmm Tiffany.” sapa Sunny padanya.

“Panggil saja aku Fany.” jawab Tiffany dengan ber-eye-smile.

“Okey, Fany.”

“Iya?”

“Jadi apa yang kau dan Taeyeon saksikan di rumah Yuri?” tanya Sunny yang memang sebenarnya sedari tadi sangat penasaran dengan apa yang mereka bahas.

“Itu…” Mendadak wajah Tiffany berubah merah dan memanas jika kembali mengingat hal tersebut. “Ya, seperti itulah… hehehehe…”

———

Setelah semalaman menginap di tempat Yuri, Jessica akhirnya kembali pulang ke rumah yang tentunya diantar oleh Yuri. Sepanjang jalan menuju rumahnya, Yuri terus menggandeng tangan Jessica seakan tidak ingin melepaskannya sedikit pun. Sesekali Yuri dan Jessica saling berpandangan dan memerah bila teringat apa yang terjadi semalam. Tidak terasa mereka berdua sudah sampai di depan rumah Jessica.

“Sudah sampai.” gumam Yuri pelan. “Lekas masuk.”

“Ya.” Namun ketika akan memasuki rumah, Yuri secara tiba-tiba menarik Jessica dan memeluknya erat. “Y-yul???” ujar gadis itu terkejut.

“Sica maafkan aku…” bisik Yuri yang hampir tak bersuara.

“Yuri kau kenapa?” tanya Jessica khawatir dan segera melepaskan diri dari pelukkan Yuri. “Katakan padaku apa yang terjadi? Sesuatu mengganggu pikiranmu?”

“Sica… Aku…”

“Ya Yul?”

“…”

“Seobang…” Kedua tangan Jessica menyentuh lembut wajah Yuri yang memperlihatkan raut kesedihan. “Kumohon katakan saja…”

“Mulai besok aku tidak akan ke sekolah lagi…” Jessica tertawa kecil mendengar jawaban gadis berkulit eksotis tersebut.

“Tentu saja besok kau tidak masuk, sekarang kan sudah masuk libur semester.”

“Tidak, bukan itu maksudku…”

“Lalu?” Yuri kembali diam dan ini tambah membuat Jessica cemas. ” Sebenarnya apa yang ingin kau katakan??? Jangan membuatku takut seperti ini!!!”

“Aku akan pergi…”

———

I already falling for you now…

Even you didn’t remember it…

Even she’s not you…

Even we have been separated each other for a long time…

Remember that I always love you…

And always waiting for you…

———

Waktu berlalu dengan cepat semenjak kepergian Yuri belajar ke luar negeri sekitar 5 tahun yang lalu. Keberadaan sosoknya sementara digantikan oleh Taeyeon, Sooyoung, Tiffany dan Sunny untuk menyemangati Jessica. Sang ice princess tampak sangat terpukul dengan keputusan Yuri yang serba mendadak, dia juga kesepian meski tahu kelak Yuri akan kembali begitu selesai menyelesaikan studinya. Namun perlahan-lahan Jessica akhirnya bangkit setelah dia ingat akan janji Yuri kepadanya. Setelah menyelesaikan kuliah, kini Jessica bekerja dan menggantikan sang appa mengurus perusahaan keluargnya sambil menunggu Yuri pulang.

“Jessie!” teriak seseorang memanggilnya.

“Hei, Fany! Hey, Sunny! Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Jessica sambil merapikan file-file yang berserakan di meja kerjanya.

“Apa kau sibuk hari ini? Kami ingin mengajakmu ke suatu tempat. Sudah lama kita tidak pergi bersama.”

“Iya, kami menemukan restoran yang bagus. Kudengar dari Youngie kalau makanan di sana enak-enak makanya kami ingin kau ikut.”

“Huwah, aku mau tapi sayangnya aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku sekarang. Kalian bisa lihat sendiri.” ujar Jessica menatap berkas-berkas yang menumpuk di sebelahnya. “Maaf ya…”

“Aigooo Sica, kau ini dari kemarin selalu saja menolak ajakan kami tapi tidak untuk yang satu ini. Kau harus ikut!” Tiffany segera menggandeng tangan Jessica di sisi sebelah kanan dan di ikuti oleh Sunny di sisi sebelah kiri.

“Ya, kau harus ikut. Aku tidak mau tahu. Ini penting!”

“Ta-tapi bagaimana dengan pekerjaanku yang belum selesai???”

“Sica… Aku tidak boleh begini terus, sesekali kau juga butuh istirahat. Bagaimana jika Yuri tahu kalau tunangannya seorang workaholic? Pastinya dia akan sedih.”

“Aku bisa membayangkan hal yang sama sepertimu Fany…”

“Tapi aku…” Jessica memandangi sebuah cincin di jari manis kirinya. Ya, setiap kali dia merindukan Yuri, Jessica selalu melihat benda itu. “Yul…”

***

*Flashback*

Tidak terasa tibalah hari dimana Jessica dan yang lainnya mengantar kepergian Yuri ke Amerika, hari yang paling tidak mereka inginkan terjadi. Namun demi masa depan, Yuri dan Jessica harus menghadapi semuanya. Di antara hiruk pikuk bandara, Jessica kini duduk sendirian bersama Yuri karena Taeyeon berserta temannya sudah pamit terlebih dulu meninggalkan mereka berdua.

“Sica…”

“…”

“Sica… Kenapa kau diam saja? Apa kau sakit?” tanya Yuri cemas memandang wajah Jessica.

“Ti-tidak…” Gadis itu menggelengkan kepala dan kemudian tertunduk. “Aku…hanya…” Tak lama dia pun meneteskan air mata. Melihat hal tersebut yang bisa dilakukan Yuri hanyalah memeluknya.

“Jangan menangis… Jika kau seperti ini, bagaimana aku bisa tenang saat meninggalkanmu nanti?” bisik Yuri pelan sementara yang dilakukan Jessica hanyalah terus menangis. “Sica… Aku pasti akan segera kembali… Aku janji…”

“Aku tahu Yul… Aku tahu kau pasti akan menepati janjimu itu… Tapi aku tidak mau kau pergi…”

Yuri tersenyum mendengar perkataan Jessica dan melepaskan pelukkannya. Dia lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong jaket sebelah kanan. Sebuah kotak kecil berwarna merah marun diperlihatkannya kepada Jessica. Kemudian Yuri pun menatap lurus ke arah kedua mata sang ice princess.

“Ini untukmu.” Yuri menyerahkan kotak tersebut ke tangan Jessica.

“Apa ini?”

“Bukalah.” Jessica dengan patuh menuruti perintah Yuri untuk membukanya. Ekspresi keterkejutan langsung tampak di wajah Jessica yang keget melihat isinya. “Yu-yuri… Ini…” ujarnya tidak percaya.

“Iya, untukmu. Aku ingin memberikannya sebelum pergi sebagai tanda kau adalah milikku yang kelak akan menjadi pendampingku,  sebagai hatiku yang kelak akan menjadi hidupku dan sebagai malaikatku yang akan selalu menjadi panjagaku.”

“Yul…” Yuri meraih cincin perak dengan ukiran nama ‘YulSic’ di dalamnya itu untuk disematkan pada jari manis sebelah kiri Jaessica yang secara tidak resmi menandakan bahwa mereka telah bertunangan. Setelahnya Yuri pun mengecup lembut tangan kekasihnya.

“Jessica Jung Sooyeon, tunggulah aku…”

*End of flashback*

***

Cincin pemberian dari Yuri sebelum dia berangkat ke luar negeri dan tak pernah sedetik pun Jessica melepaskannya. Dia takut jika suatu saat cincin tersebut hilang jika dia lepaskan.

“Kalian berdua benar… Pasti dia juga akan marah padaku bila tahu aku menjadi seperti ini…” gumam Jessica merasa bersalah. “Lalu harus aku serahkan pada siapa semua pekerjaan ini?”

“Biar aku yang mengurusnya Sica-unnie.” ucap Seohyun yang tiba-tiba telah ada di hadapan mereka semua. “Unnie sudah terlalu bekerja keras. Lagi pula aku tidak sendiri, jadi jangan khawatir.”

“Lalu siapa yang akan membantumu?”

“Hyunnie~ Aku datang!” teriak Yoona yang disambut Seohyun dengan senyum.

“Yoong akan membantuku.”

“Eh? Aku membantu apa?” tanya Yoona tidak mengerti dengan maksud perkataan Seohyun. Kesal akan kebodohan kekasihnya itu, Seohyun langsung menginjak kaki Yoona. “AKH!!!” jeritnya kesakitan. “Aduh~”

“Yoona, kau tidak apa-apa?”

“Jangan khawatir Fany-unnie, Yoong-ku sangat kuat. Benarkan Yoong?” Kali ini giliran tatapan tajam yang harus diterima Yoona. Dia tidak mengerti kenapa Seohyun menjadi begitu kejam terhadapnya.

“I-iya…”

“Nah, sekarang kalian semua silahkan bersenang-senang. Terutama dirimu Sica-unnie.” Jessica akhirnya pasrah dan terpaksa harus menyerahkan semuanya kepada duo maknae tersebut.

“Baiklah, aku menyerah. Lalu kita akan kemana?”

“Alright!!!” seru Tiffany dan Sunny kompak.

“Lihat saja nanti, kau juga akan tahu.”

“Yup! Kalau kami beritahu sekarang jadi tidak seru lagi dong.” ujar Sunny menambahi. Kemudian bersama Tiffany, dia membawa Jessica berlalu dari hadapan Seohyun dan Yoona.

“Hyunnie~ sakit~” rintihnya yang masih merasa kesakitan.

“Maafkan aku Yoong. Ini semua karena kami ingin memberi kejutan pada Sica-unnie.” jelas Seohyun kepada Yoona.

“Lalu kenapa aku tidak tahu? Kau jahat…” rengek Yoona pura-pura kesal karena dia tahu kekasihnya akan merasa bersalah jika dia mengeluarkan jurus andalannya itu.

“Yoong… Aku benar-benar minta maaf…” Sesuai dugaannya, Seohyun kini merasa sangat bersalah dengan apa yang telah dia lakukan.

“Okey, aku maafkan tapi ada syaratnya~”

“A-apa itu?”

“Hmm~ tapi berat lho. Apa kau yakin bersedia melakukannya?” Yoona pun melanjutkan aktingnya di hadapan Seohyun.

“Asal kau memaafkanku, aku bersedia.” Senyum nakal sepintas tampak di wajah Yoona saat mendengar kata-kata gadis polos tersebut.

“Kemari.” perintahnya pada Seohyun untuk mendekat dan dengan patuh dilaksanakan oleh yang bersangkutan. “Tutup matamu dan jangan bergerak. Mengerti?”

Seohyun hanya mengangguk pasrah. Tidak lama dia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Secara perlahan Seohyun membuka kedua matanya dan mendapati Yoona sedang menciumnya. Lalu dia kembali menutup matanya untuk merasakan sensasi ciuman yang semakin mendalam itu. Keduanya pun terhanyut dalam dunia mereka sendiri.

———

“Apa kita sudah sampai?” tanya Jessica untuk kesekian kalinya. Dia kesal karena untuk mencapai tempat tujuan, dirinya harus memakai penutup mata.

“Belum. Kau istirahat saja dulu.” ujar Sunny yang sedang fokus menyetir.

“Iya, kalau perlu kau tidur saja dulu. Nanti akan kami bangunkan begitu sampai.” tambah Tiffany sambil tertawa kecil.

“Yah! Bagaimana aku bisa tidur dengan tenang jika kalian berdua membawaku ke tempat yang belum jelas???!!!”

“Maaf maaf, tapi aku yakin kau pasti menyukainya.” Tiffany berusaha menenangkan Jessica sementara Sunny hanya bisa berdoa agar semuanya berjalan dengan lancar.

“Kau tenang saja Sica, yang pasti kamu tidak akan menculikmu.”

“Terserah kalian…”

Setelah hampir satu jam, mereka akhirnya sampai. Sesuai rencana, Jessica kini tengah tertidur pulas. Dengan hati-hati Tiffany dan Sunny membuka pintu mobil meski mereka tahu Jessica tidak akan bangun walau terdengar suara keras sekali pun.

“Hei, bagaimana keadaan Sica?” tanya sebuah sosok yang tidak asing menghampiri kedua wanita tersebut.

“Seperti dugaanmu. Dia tidur sepanjang perjalanan.” jawab Tiffany sambil tersenyum melihat ke arah Jessica.

“Ya, tapi sebelum itu dia sangat berisik.” canda Sunny menambahi kata-kata temannya yang dibalas dengan anggukkan.

“Ahahahaha, kalian bisa saja.”

“Kalau begitu sekarang giliranmu yang mengurusnya. Aku dan Sunny ingin istirahat dulu.”

“Yup, kami lelah mengurus calon istrimu.”

“Iya iya, aku mengerti. Okey then… Fany, Sunny, thank you very much.”

“You’re welcome Yul.” Keduanya pun berlalu dari hadapan Yuri dan kini yang tertinggal hanya Jessica yang masih tertidur. “Aigooo~ Aku tidak berubah Sica. Masih tetap seorang sleepyhead.” Dengan susah payah Yuri masuk ke dalam mobil untuk membangunkan Jessica. “Dan sejak kapan kau menjadi sangat cantik seperti ini?” bisik Yuri tertawa kecil.

———

“Sica… Sica… Ayo bangun~” panggil suara yang tidak asing ditelinganya. Dengan setengah sadar Jessica berusaha membuka matanya. “Wake up my princess~”

“Engh~”

“Sooyeonnie~” bisik suara itu lagi yang kali ini berada tepat di telingannya.

“Yul?” Akhirnya Jessica menyadari pemilik suara tersebut. “YUL!!!” pekiknya ketika melihat jelas sosok Yuri berada di hadapannya.

“Aku pulang Si—” Belum sempat Yuri menyelesaikan kata-kata, Jessica pun bangkit dan langsung memeluknya erat.

“YURI!!! KAPAN KAU KEMBALI??? KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU???” Pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut Jessica.

“Sica… Tenanglah…aku…” Yuri merasakan sesuatu membasahi bajunya. Ya, dia tahu itu pasti air mata Jessica. “Sica…”

“Kau jahat Yul…” ujarnya terisak. “Padahal…a-aku sangat merindukanmu…”

“Maafkan aku…” Dengan lembut Yuri mengelus punggung Jessica. “Sica, maafkan aku…” Keduanya terdiam sejenak untuk saling melepas rindu selama beberapa saat. “Sica?”

“Hmm?”

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat…”

———

“Bagaimana persiapannya? Apa semua sudah beres? Sebentar lagi mereka datang.” tanya Tiffany memastikan rencana mereka.

“Jangan khawatit, semua sudah siap. Tinggal menunggu mereka datang.” jelas Taeyeon singkat sambil mengacungkan jempol tanda persiapan telah komplit. “Ayo semuanya, lekas kita pergi dari sini sebelum Yuri dan Jessica tiba.” perintahnya pada Sooyoung dan Sunny, sementara Hyoyeon sudah lebih dulu meninggalkan mereka karena ada urusan pribadi.

“Okey!” jawab keduanya serempak.

“Fany, ayo.” ujar Taeyeon menggandeng tangan kekasihnya itu. Tiffany hanya membalas dengan eye-smile yang membuat wajahnya menjadi merona merah. “Hem!” Taeyeon pura-pura batuk dan segera memalingkan muka agar tidak terlihat oleh Fany.

“I-iya…” jawab Tiffany pelan. Gadis itu tidak menyadari apa yang terlah diperbuatnya kepada Taeyeon. Namun mendadak langkah mereka terhenti.

“Jangan pernah kau memperlihatkannya selain untukku…” gumam Taeyeon pelan.

“Hah?” Tiffany tentu saja kebingungan dengan arti perkataannya. “Apa maksudmu?”

“Senyummu…”

“Ya?”

“Jangan pernah kau tunjukkan selain di depanku…” Tiffany hanya tertawa kecil mendengar pengakuan Taeyeon. Lalu dengan cepat dia mengecup pipi kekasihnya tersebut.

“Aku mengerti Tae Tae~”

———

Dengan susah payah, Yuri menggendong Jessica yang matanya sedang tertutup ke tempat yang telah dia siapkan. Meski Yuri harus menahan beratnya tubuh Jessica, dia terus berjalan sekuat tenaga demi mewujudkan rencananya malam ini.

“Sejak kapan kau jadi berat seperti ini Jessica Jung?” ucap Yuri berbisik dan berharap yang bersangkutan tidak mendengar perkataannya barusan. Sayang, omongannya terdengar cukup jelas di telinga Jessica.

“Siapa yang maksud?” balasnya dingin.

“Ti-tidak…”

“Aku dengar semuanya Kwon Yuri~” Jessica pun menggoda Yuri. Dia sengaja mencium tengkuk leher Yuri yang memang merupakan daerah sensitifa dari gadis itu. “Coba kau katakan sekali lagi~”

“Ukhhh…” desah Yuri menahan diri. “Si-sica… Ja-jangan sekarang…”

“Lalu?” Jessica kembali mengulangi perbuatannya hingga membuat Yuri berhenti berjalan. “Kenapa berhenti Yul?”

“Aku mohon hentikan atau…

“Atau?”

Yuri lantas menurunkan tubuh Jessica dari punggungnya. Masih dengan mata tertutup, Jessica merasakan Yuri kini sedang menyentuh wajahnya. Perlahan jari jemari Yuri mengikuti lekuk wajah Jessica. Dimulai dari kening, pelupuk mata, batang hidung, pipi dan kemudian sampai pada bibir mungilnya.

“Aku tidak bisa lagi menahan diri…”

Lalu tanpa ragu, Yuri pun mendaratkan bibirnya kepada milik Jessica. Untuk pertama kalinya mereka berciuman setelah berpisah selama beberapa tahun dan sebelum terlarut lebih jauh, Yuri menghentikan aktifitas tersebut.

“Yu-yuri…”

“Pegang tanganku dan ikuti aku…”

***

Tidak lama berselang, Yuri dan Jessica  akhirnya sampai di tempat yang tentunya tidak asing lagi bagi mereka berdua yaitu Soshi House. Dengan berhati-hati Yuri membimbing Jessica memasuki ruangan dan mempersilahkannya duduk di kursi yang telah dipersiapkan.

“Yul, ini dimana? Boleh aku buka penutupnya? Mataku sakit.” keluh Jessica tidak sabar. Dibantu oleh Yuri, dia pun membuka kain penutup itu. “Ini…” Dia takjub menyaksikan apa yang ada di hadapannya.

Kini Jessica berada di tengah-tengah ruangan yang dipenuhi dengan bunga yang ditata sedemikian rupa agar terlihat sangat cantik sehingga menimbulkan suasana romantis di dalamnya.

“Nama bunga ini adalah morning glory.” jelas Yuri sambil membawa setangkai untuk Jessica. “Kau tahu Sica? Bunga ini mempunyai banyak arti khusus yang melambangkan perasaanku padamu.” Yuri menghela nafas sebelum melanjutkan penjelasannya. “Ada yang bilang artinya cinta yang sia-sia, ada juga artinya cinta yang tidak terbalas…”

“Yul…” Jessica tertegun melihat kesedihan tampak di raut wajah Yuri.

“Ya, morning glory juga salah satu jenis tanaman gulma, tanaman yang kehadirannya tidak diinginkan.” Yuri menatap lurus ke arah Jessica. “Tapi di balik itu semua, morning glory pun mempunyai arti lain.”

“Apa itu?” tanya Jessica yang semakin penasaran setelah mendengar penjelasan Yuri mengenai bunga tersebut dan dibalas Yuri dengan senyum.

“Morning glory bisa juga berarti janji teguh atau kasih sayang.” ucapnya sambil kemudian berlutut di hadapan Jessica. “Sica… Terima kasih telah menepati janjimu padaku dan menyayangiku berserta semua kekuranganku…”

“Yuri…” Mata Jessica pun berkaca-kaca menahan air mata yang akan keluar ketika mendengar perkataan Yuri.

“Jessica Jung Sooyeon… Would you marry me?” Tanpa disadari, sebuah cincin emas putih bermata batu sapir telah tersemat di jari manis tangan sebelah kanan Jessica. “Maaf kalau mungkin mengagetkanmu tapi ak—” Jessica tidak memberi Yuri kesempatan untuk menyelesaikan ucapannya langsung menarik kerah baju Yuri untuk menciumnya.

“Hmmph~” desah Yuri dan Jessica yang terus terlarut hingga mereka terpisah hanya untuk bernafas. Namun demikian Yuri masih menunggu jawaban dari Jessica untuk memastikan semuanya.

“Jadi… Apa jawabanmu?” tanya Yuri harap-harap cemas.

“Aku bersedia…”

———

*Epilogue* (Just YulSic)

Selang satu bulan setelah Yuri melamar Jessica, mereka akhirnya menikah dan resmi menjadi pasangan suami istri. Sambil menggendong sang istri, Yuri memasuki rumah baru yang dia beli khusus untuk keluarga mereka. Tanpa basa-basi Yuri langsung membawa Jessica menuju kamar pengantin karena dirinya sudah tidak bisa lagi menahan diri.

“Yah! Kau bisa pelan-pelan tidak??? Bagaimana kalau nanti aku keguguran Kwon Yuri???!!!” bentak Jessica kepada Yuri yang membalasnya dengan mengeluarkan puppy eyes. Jurus ampuh yang mampu meluluhkan hati ice princess tercinta.

“Aigooo~ Maafkan aku Sica baby~”

“Eish! Sudahlah. Lagi pula aku capek! Aku mau tidur!” Jessica turun dari gendongan Yuri dan naik ke atas tempat tidur meninggalkan Yuri yang terdiam.

“Sica…” Dia masih berdiri tidak beranjak sedikit pun. Yuri berharap Jessica tidak serius dengan ucapannya hingga Yuri pun menyerah karena mengira istrinya benar-benar sudah terlelap. Namun saat berjalan keluar, Jessica tiba-tiba memanggilnya.

“Dasar bodoh~  Cepat kemari!” perintah Jessica yang dengan segera dituruti oleh Yuri.

“Maafkan aku Sica~” gumamnya merasa bersalah. “Harusnya aku lebih berhati-hati karena saat ini kau sedang hamil…”

“Sudah lupakan. Sekarang hal yang penting yang harus kau lakukan.”

“Hah???”

“I WANT YOU SEOBANG!!!”

-FIN-

Finally… IT’S DONE!!! ALHAMDULILLAH~ SOL SEPATUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! SAYA STREESSSSSSSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Setelah hampir setahun akhirnya ff ini selesai juga!!! Anjrit… Panjangnya amit2 gak ketulungan~ Yasu, saya gak bisa komen panjang lebar karna tenaga udah habis terkuras untuk ngetik. Thanks for my loyal readers yg udah men-support saya untuk menyelesaikannya. Maaf klo endingnya bener2 gaje, maksa dan ancur. Sumpah! Udah gak ada ide lagi secara otak berasep~ Mgkn byk yg bertanya kenapa di-pw padahal gak ada nc? Okey, sesuai komitmen saya untuk mem-pw setiap bagian akhir dari cerita on-going. Selain mencegah keberadaan silent reader, ini juga untuk terhindar dr para copaster tak bertanggung jawab. Sekali lagi thanks buat para reader yg udah komen dimari meski belum saya bales. You’re all JJANG!!! Love ya~ ^3^~ ❤

PS: Klo ada yg masih bingung kenapa Sica bisa hamil padahal Yuri di sini cewek, jawabannya karena ini hanya fanfic. Jadi jangan terlalu terpaku dengan dunia nyata, okey~ 😀

Advertisements

52 thoughts on “Morning Glory [Part 13 – END]

  1. Jiahh endingnyaaaaa .
    kurang sreg sm endingnya wkkw .
    but it’s still good ~
    i am jjang ~ *loh?

    yg Sica jd autis mana unn ? Lanjutin yg itu dong wkwk .
    *dikemplang Sica gr” ngatain autis ._.*

  2. GYAAAAAAA!! XD
    akhir’a terbayar smw rasa pnasaran yg menghantui setiap mw tidur ~
    perfect ! Coba kalo di jadi’in film @_@ *dilempar kasur*
    -.-a
    well, d tunggu part ff yg masih blm end unnie 😀
    HWAITING!! (~ ^3^)~~(^o^~)

  3. Akhirnyaaaaaaaaa!!!!!
    Tamat juga MGx, stelah unnie berkeliling mencari wangsit hehehe
    Ndak sadar klo udah hampir setaun nih FF,,,,
    Tp walau lama gitu crita dr part ke part yg lain keren”.kok un,
    Endingx jg bagus,sica bisa hamil gitu,padahal seobangx cewek hehehe
    Author jjang,,
    Hwaiting untuk FF selanjutx un *utama yg yul jd pelayan ituloh un* hehehe

  4. ternyata Morning Glory it bunga n ada arti’na ya un? Baru tau aku…
    Jiah sica hamiL dLuan sbLm nikah…
    Nanti kLo lahir, at anak’na aku it.. Hahahahahaha *dihaJarYulsicshipper*
    kekekekeke.
    OkLah un, bgg sy mw bercuap2 apa.. D tunggu karya LainMu..
    *semangka… #eh semangat!

  5. suka line trakhir….jgn tanya tanya knp sica hamil…KARENA ini FANFIC……lol…sesuatu bgt…noh mkan’y klo baca yg bner…

    maf masukan ajh…tulisan’y da yg careless….trs pas aq baca da yg sdkit ganjil di pelapalan’y….tp klo crita sih jgn ditanya aq suka ko…ga gaje mnurut aq…tp manis…

    di pw ga nc…dh ga aneh…sayah mah sbgai org yg suka baca disini DUKUNG srebu%…

    copaster….tembak diah ULTRAYOYO… *biyong biyong biyong* xDDD maf fans ababil lewat…wkwkwkw

    di tunggu ff yg mw ending slanjut’y…*bow*…

    ps: thx for the PW..papay

  6. Wohoooo,,,

    akhirnya end juga nih epep,,,hohoho

    bgs kok endingnya unn,,,huwaaahh Sica dah hamil aja,,, emg dsr Yuri ntuh hebat sekali sikat lsg berhasil,,,,wkwkwkwk

    ok unn setelah ini YBTm ya lanjutin please *puppy eyes*,,,

  7. huaaaaa onnie nice ff. onnie kejam, ybtm nya tamatin juga dooooong, penasaran nih. yayaa

    yul romantis bngt ya sm sica, berdua lg di mobil..kekkeke yulsic is the best couple!!!

  8. Waahhh…gak nyangka apdetan kali ni jd last chapter…ku kira ada adegan HOTnya krn dprotected…gak taunya udah ending…
    Hmm,, memang endingnya gaje nih.. kesannya diburu-buru bget aru~ lg kebelet ya? lol
    Walaupun Yul jd Seobang,, ttep Sica baby yang berkuasa…hahaha
    Thanks bget buat pwnya,, Aru udah jd author fav aku… fanfic YulSic km keren2 banget…love it..

  9. haha… endingnya keren…
    Yoonhyun juga lebih berasa 😀

    Jadi ceritanya Sica udah hamil duluan pas nikah?? Wkwk~

    Ditunggu updatenya yg laen~ hwaiting! 🙂

  10. itu kenapa sica udah hamil aja ????
    hahahahaha

    hyo urusan pribadinya apa tuh ? nyamperin nicole kah ? xD

    endingnya bagus , walau agak syuok juga ini chap terakhir u.u
    btw, thx ya pw nya 🙂

  11. Ah xD
    Akhirnya END juga :p
    Yulsic Bersatu \(ˇ▽ˇ)/
    Cepet juga ya kuliah cuma 5 tahun :3
    Kalo lama2 sica baby udh ga tahan *eh
    Lanjutkan ALY !!
    Sica nya Unyu di situ :p
    Hwaiting !!

  12. keren author, akhir ending juga
    happy ending 🙂 hebat si yul belum nikah sica dah hamil dluan hahahahaa gpp yg penting skrang udah nikah
    ditunggu ff selanjutny
    semangat chingu

  13. Oooh jd morning glory tuh itu ya..lu pnya mak bunganya drmh?? *eh ga penting gw!*

    akhirnya yah buk..ayo selametan kitah,hahahh
    yulsic kawin, yoonhyun jadian akhirnya, taeny pun pcrn ala abege, soosun pun bersama..semua bahagia. Uhuy~ *pelukJohnygsukaagresif*

    oke buk smangat terus!
    Aru jjang lah pokonya.
    Fighting mocca~!!! ^^

  14. waa,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, selesai juga,, ussap jidat unn pake tissu,,
    bagus2,, endingnya ga trlalu berat,, ringan tapi menarik 🙂
    BGMnya uda nggak ngagetin,,, 😀
    tapi unn ada slh pnulisan?? :
    “Aigooo~ Aku tidak berubah Sica. Masih tetap seorang sleepyhead.”

    >SEMANGKA<

  15. wihhh ,uda tamat yak ?
    wooo ,hepi ending ,semua bahagia
    sica udah hamil aja noh ,LOL
    keren banget pokok nya!

    thanks for update n pw unn 🙂
    FF yang lain” nya di update gih #maksa

    hwaiting ^^

  16. hore…..yulsic akhrnya nikah jg,,,iktan sneng nih gw hiks hiks
    tp knpa undngan pernikahannya ga sampai k tnganq?? *tangan mengepal
    aku kan jg mau makan makanan yg ada d sana !!!! ckckckcck

  17. akhirnya ffnya aru unnie ada yg kelar jg.
    amiin~
    Hwaaa sica hamil.
    Bakal punya ponakan nih.
    Haduuuh repot.

    Lanjuutkan ff yg laen unnie.
    Hwaiting^^

  18. wah. i love it!
    critanya so sweeet bgt!
    hahahay..

    selesai satu, tp utang ff mu msh byk thor.. *sabar yee..
    trutama yg sica autis itu *pnasaran bner saya
    wakakak

    keep going! smngat! :3

  19. makasii uda ngsh PW 🙂

    eyaaa, kirain ada nc..tp gag apa dah, mskipun gag ada nc, yg ptg happy ending 😀
    sicanya hamil lg..wkwkwkwk.

    trs berkarya yaa..ditunggu karya selanjutnya 🙂

  20. waaaaaaaa, akhrinya tamat juga moring glory..
    hiks hiks.. aku bakal kange bgd dah ah sm ni epep.. *srot sroot*
    SO SWEEEEET unnie.. yuri will always belongs to sica, and sica is belong to yuri forever.. HAPPY SWEEEET ENDIING!!! WOOT WOOOOT!!
    sica unni uda hamil aja tuh, padahal baru kawin.. hebat bgd dah yul seobang..! yahahaha

    GOOD JOB UNNIE..
    thx u bkin epep ciamik buat para readers un..
    ff yg lain dilanjutin ya un..
    i will always support u!! SARANGHAEYOOO… ^3^

  21. Hwaaaaaaa..happy ending^^..
    Hebat yaa yul, bisa bikin sica nya hamil dluan, gak bisa nahan sih *gak usah ditanya ini mah*..haha

    ending yg keren, sederhana, dan romantis..hahaha

    taengkyu pw nya yaa^^

  22. woh hampir setaun ya ? Keren.. Selama setaun ngikutin ff ini baru tau morning glory itu ternyata bunga O.o #plak
    yeah~ happy ending ffnya YulSic bersatu kembali ^^

    author daebak !!
    Ditunggu lanjutan YBTM ya thor kekeke~ ><

  23. Ncnya g da unn#plak..

    Sica udh hamil tp msih blum puas ja wahahaha
    Bguz kok unn endingnya asal yulsic bersatu#plak

    okeh dtnggu ff laennya n gomawo pwnya FIGHTING!!!!

  24. Akhirnya end jg…keren…I want you seobang,,i like this word…kekekkk… Always love you’y lanjutin dong chingu…

  25. Akhirnya end jg…keren…I want you seobang,,i like this word…kekekkk… Always love you’y lanjutin dong chingu…Hwaiting…

  26. yoyoyoyoyooyooo!!! el datang!!!
    wah..wah..wah… aku dah dag digigigidududugguguduung bacanya aku kira bakal eeaa… *pervysmile*
    ternyaaattaaa…. ahahhaahah…….. *byunbangetakutadi*
    yang ada dikepalaku, -> “mana bagian NCnyaa???”
    Hahahahahahaa……….. #tampartampar
    Lumayan ngobatin pikiraann.. hahaha…
    Sica hamil, belum terdetect anaknya siapa.. ah kesana ah!! aku mau nysup kesana.. dan jadi anak merekaaaaa…. yiihuiii,,,
    semangat Appa!!
    bantai SR!!!!!!! selamatkan warga ROFL.. (??)

    SEMANGAT!! ^ ^,

  27. weeeeew..pdhl lg hamil tp msh bsa “beraktifitas”
    hahaha~
    penuh perjuangan yg akhrnya happy ending.. 😀
    sica bsa hamil pasti hsl dr suntik sperma?~plak
    DAEBAK ffnya 😀

  28. jiaah telat baca gw
    huhuhu T.T
    pdahal PWnya udah lama di kasih.

    kirain pake PW bakal ada ence :p*otak yadong
    hahaha

    bagus endingnya thor,
    daebaklah.
    di tunggu karya2 yg lainnya.. ^^

  29. *demo d depan rmh author* ini d pw kirain ada ncx thooooor ternyaata gx ada.wkwkw kecewa penonton. Tapi aq suka arti bungax. Morning glory jjang ^^

  30. huah unnie maafkan aku baru bisa baca
    sibuk kuliah soalnya #plak ga ada yang nanya
    asik happy ending nih
    mantap unn

  31. Akhir’a selesai juga nie ff.
    fiuhhh…berakhir dengan Happy Ending 😀
    tapi syang, gak ada NC nya 😦
    kira’in klo di pw bakalan ada NC besar2an… ;/

    ywda deh, Daebak aja buat Author’a…
    Fighthing!!!

  32. aru #plakgasopan XDD

    saya baru smpt buka wp wkwkwkwkwk

    aaahhh akhirnya tamat jg ni epep #eeeeaaaa

    kurang NC jiahaha XDDD
    :ngilang

  33. dan akhirnya happy ending …

    gue suka endingnya … lucuuu
    ..

    sedikit bngung sih koq sica bisa lansung hmil?? yulsickan bru brsma skitar 1 bulanan …

    lanjut eonn buat ffny … fighting!?

  34. Isssh,,, jringan malem bner” bkin ksel,,,terpksa bolak blik refresh ,,, U,u
    – – – – – –
    Happy Ending ,,,,,~~kkee

    – Soo bner” bkin ktawa aj,adooh Unbelievable aja dia pkir sjenis mkanan ,,,hmm
    – YoonHyun Sweet ya,,
    Yoong dpet injekan skit kli ya,,?
    *pertnyaanApaIni*
    *efekUdhngatuk*abaikan#

    YulSic brakhir dngan bhgia,,hhe sweeet,,,,,
    D tunggu New Update nya,,,,,,
    Selamt malam,,,,
    SEMANGAAAAAT~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s