You Belong To Me [Part 10]

Okey, setelah kemarin update drabble, sekarang saatnya update kelanjutan YBTM. So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~You Belong To Me [Part 10]~

Genre: Gender-bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon, Tiffany, Sunny, Sooyoung, Hyoyeon

———

“Apa yang sedang kau buat?”

“Aku sedang membangun istana.”

“Istana?”

“Iya. Dan aku akan tinggal di dalamnya.”

“Kalau begitu aku akan jadi pangeran dan kau jadi putrinya.”

“Hmm, baiklah. Janji ya?”

“Iya, aku janji.”

“Kwon Yul will be my prince~”

“And Jessica Jung will be my princess~”

***

“Kenapa Yul??? Kenapa kau harus pergi???”

“Maaf Sica…”

“Aku benci Yul!!! Aku benci Kwon Yuri!!!”

***

“Appa!!! Omma!!!”

“Yul… Kau harus hidup…tanpa…kami…”

“TIDAK!!!”

***

“Aku ingat…” gumam Yuri pelan. Tanpa disadari, air matanya mulai mengalir dari pelupuk mata pemuda itu. “Aku…ingat…semuanya…”

“Yul…?” Taeyeon yang berada tepat di belakangnya kebingungan dengan sikap Yuri. Sekilas, Yuri menengok ke arah Taeyeon dan tersenyum. Aura kesedihan tampak jelas dari senyumannya.

“Aku ingat Taeng…” Yuri menutup mata dan kembali air matanya mengalir. Pemandangan itu tentu sangat menyakitkan siapa saja yang melihatnya, tidak terkecuali Taeyeon.

“Apa maksud—”

BRUK!!!

Belum sempat melanjutkan kata-katanya, Taeyeon kini harus menyaksikan Yuri pingsan di hadapannya sendiri secara langsung.

“YURI!!!” pekik Taeyeon segera menghampiri tubuh Yuri yang terkulai tidak sadarkan diri.

Sementara itu Jessica hanya bisa diam terpaku bersama Donghae. Dia tidak menyangka efek perbuatannya akan berakibat fatal bagi Yuri.

“Yu-yuri…” Jessica tidak saja didera rasa bersalah, tapi juga ketakutan setengah mati hingga membuat keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya.

“YURI!!! YURI AYO BANGUN!!!” Taeyeon berupaya membangunkan Yuri sambil menghubungi Tiffany yang memang berprofesi sebagai seorang dokter. “Halo Miyoung!!! Aku butuh bantuanmu segera!!! Yuri pingsan!!! Aku ada di apartemennya!!! Okey, aku tunggu secepatnya!!!.”

“Yu-yul…”

“JANGAN SENTUH!!!” usir Taeyeon geram. “LIHAT PERBUATANMU PADA YURI!!! LIHAT!!!” teriaknya lagi dengan nada yang benar-benar emosi. Baru kali ini Taeyeon menangis, hanya untuk seorang Yuri… Sahabat yang paling dia sayangi dan sudah dianggap seperti saudaranya sendiri. “Seandainya…seandainya saja dia tidak menikah denganmu… Di-dia tidak akan menderita seperti sekarang…”

“Yuri…” panggil Jessica untuk kesekian kalinya. Perlahan dia pun ikut menghampiri Yuri. Sayang, Donghae yang tidak ingin Jessica terlarut suasana menghalangi niatnya itu dengan cepat.

“Sica, ayo kita pergi.”

“Ta-tapi dia…”

“Sudah. Biarkan si pendek ini yang mengurusnya.” Sambil menggandeng lengan Jessica secara paksa, mereka berlalu meninggalkan Taeyeon berserta Yuri.

Kini tinggalah Taeyeon bersusah payah terus menerus membangunkan Yuri. Dia tidak peduli lagi dengan Jessica. Yang terpenting baginya adalah Yuri.

“Yul… Bangun…” isak Taeyeon.

———

“Apa katamu??? Jadi si arogan itu pacaran lagi dengan mantan kekasihnya???” tanya Sooyoung tidak percaya. “Dasar sinting! Apa dia tidak berpikir tentang Yuri sedikit pun??? Bagaimana juga mereka sekarang adalah suami-istri!!!”

“Sabar Soo. Tenangkan dirimu.” ucap Sunny cemas setelah menceritakan semuanya. Dia tidak ingin pemuda itu lantas melabrak Jessica.

“Iya, tahan emosimu shikshin.” ujar Hyoyeon yang juga ikut mendengarkan cerita Sunny. “Tapi memang Jessica benar-benar keterlaluan. Kasihan Yuri…”

Tidak lama berselang, Tiffany yang berjalan terburu-buru melintas di depan mereka. Lengkap dengan pakaian dinas kedokterannya sambil menjinjing tas yang biasa dia gunakan berisi perlengkapan kesehatan. Semua yang melihatnya langsung kebingungan.

“Fany, kau mau kemana?” tanya Hyoyeon heran.

“Ah! Aku akan pergi ke tempat Yuri. Tampaknya sesuatu yang buruk telah terjadi.” jelasnya singkat.

“Apa maksudmu? Apa yang terjadi?” Sooyoung dengan cepat kembali memberi Tiffany beberapa pertanyaan.

“Yuri… Yuri pingsan…”

“Ya tuhan…” gumam Sunny terkejut sedangkan Sooyoung tidak bisa lagi menutupi kekesalannya pada Jessica saat mendengar hal tersebut. Saking tak kuasa menahan emosi, Sooyoung hanya bisa mengepalkan tangan sembari mengumpat.

“Eish! Yul…”

———

“Yul… Yuri…” Sebuah suara yang tidak asing memanggil namanya.

Yuri sendiri tidak tahu saat ini dia ada dimana. Hampa. Mungkin kata yang tepat menggambarkannya suasana tempat dia berada sekarang.

“Siapa…”

“Yuri…”

Didera rasa penasaran, Yuri memutuskan untuk mencari asal suara tersebut berasal. Dia terus berjalan hingga akhirnya melihat sesosok pria paruh baya tengah berdiri sambil tersenyum ditemani seorang wanita yang umurnya tidak jauh beda dengan pria di sampingnya.

“Anda siapa?” tanya Yuri gugup. Entah kenapa dia merasa tidak asing pada kedua orang itu. Yuri pun sadar kalau mereka tidak lain adalah kedua orang tuanya. “Appa? Omma? Apa itu kalian?” Yuri kembali bertanya untuk memastikan.

“Iya. Ini kami.”

“Kemarilah Yul. Kami sangat merindukamu.”

Tanpa ragu Yuri segera berlari ke arah mereka dan memeluk erat keduanya. Dia pun menangis dipelukan orang-orang yang paling dirindukannya itu.

“Aku sangat merindukan kalian…”

———

Tiffany akhirnya tiba di apartemen Yuri ditemani Sooyoung, sedangkan Sunny menyusul Jessica. Dari kejauhan, samar-samar mereka mendengar tangisan Taeyeon. Tiffany dan Sooyoung pun bergegas masuk ke dalam.

“Yul… Bangun…” ucap Taeyeon berulang-ulang. Sesekali dia menepuk-nepuk pipi Yuri atau mengguncang-guncangkan tubuhnya. Apa pun dia lakukan agar bisa menyadarkan Yuri.

“Tae…” Tiffany menepuk pelan pundak Taeyeon.

“Mi-miyoung???” Baru kali ini Tiffany menyaksikan seorang Kim Taeyeon menangis karena selama ini Taeyeon bukan tipikal orang yang bisa menangis di hadapan orang lain. “Yu-yuri…”

“Serahkan Yuri padaku.” Dengan sigap, Tiffany memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Yuri yang semakin melemah. “Sooyoung, kau bawa Yuri ke kamar! Tae, kau ambil air!” perintahnya pada kedua pemuda tersebut

“Okey!!!” ujar keduanya serentak menjalankan perintah Tiffany.

———

“Appa, omma, siapa mereka?” tanya Yuri menunjuk ke arah dua orang anak kecil yang sedang asik bermain pasir. Mr. Kwon tersenyum, begitu pun dengan istrinya. Pandangan mereka lalu beralih kepada Yuri.

“Masa kau tidak ingat?” Mr. Jung mencoba membuat Yuri menggunakan ingatannya. “Itu kau.”

“Aku?”

“Dan anak perempuan yang bersamamu adalah Jessica.” ucap Mrs. Kwon menambahkan.

“Sica? Jadi itu Jessica?” ungkap Yuri tidak percaya. “Dia manis.” gumamnya tanpa sadar.

“Hohoho, kalian sangat akrab sejak kecil. Kami dan orang tua Jessica bahkan tidak sanggup memisahkan kalian.”

“Benarkah itu appa?”

“Itu benar. Hingga peristiwa tersebut terjadi… Kami sangat menyesal…” lirih sang omma dengan mata berkaca-kaca. “Akibatnya kau sekarang…” Wanita itu akhirnya menangis.

“Sudahlah istriku… Jangan menangis…” Mr. Kwon menenangkan sang istri. “Ini bukan salahmu… Bukan salah kita… Tapi takdir…”

Yuri terdiam saat ibunya menangis karena pandangan hanya tertuju pada kedua anak kecil tersebut.

“Sica…”

———

Di tempat lain, Jessica yang sedang bersama Donghae terkejut dengan kedatangan Sunny. Tentu saja Sunny tahu dimana mereka berdua berada karena hanya dia yang diberitahu oleh Jessica mengenai hal tersebut. Jessica bisa melihat sahabatnya itu tampak sangat emosi. Dengan nafas terengah-engah, Sunny langsung melabrak keduanya. Tanpa ragu, Sunny menarik tangan Jessica meninggalkan Donghae seorang diri.

“Yah!!! Apa yang kau lakukan?!” pekik Jessica kesakitan. “Lepaskan!!!”

“Tidak sampai kau bertemu Yuri dan minta maaf!!!”

“Hei pendek!!! Lepaskan Jessica!!!” ujar Donghae kasar dan berupaya menghalangi kepergian mereka.

“Diam kau oppa… Jangan sampai aku juga harus memberimu pelajaran karena kau telah menghancurkan rumah tangga Sica!!!” ucap Sunny dengan tegas memberi peringatan keras padanya. Donghae pun tidak berkutik karena apa yang dikatakan Sunny adalah benar. “Ayo Sica!!!”

“Itu bukan urusanmu—”

“AKU TIDAK PEDULI JESSICA JUNG!!!” bentak Sunny yang memang sudah habis kesabaran. “Kau harus menemuinya sekarang!!! SEKARANG!!!”

Jessica tidak menjawab lagi dan akhirnya terpaksa dia menuruti keinginan Sunny.

———

“Bagaimana ini Miyoung??? Sudah hampir dua jam Yuri tidak juga sadar???” tanya Taeyeon yang semakin cemas dengan keadaan Yuri.

“Tenang Tae, aku sudah memanggil temanku untuk ikut memeriksa Yuri. Sekarang dia sedang diperjalanan.” ujar Tiffany sambil memeriksa denyut nadi Yuri.

Tiba-tiba mereka pun dikejutkan dengan kedatangan Sunny dan Jessica. Melihat kehadiran Jessica rupanya menyulut emosi Taeyeon dan Sooyoung. Beruntung Tiffany segera menahan keduanya.

“Mau apa kau kemari?! Tidak puas sudah membuat Yuri menjadi seperti ini???!!!” bentak Sooyoung berusaha menahan amarah.

Berbeda dengan Sooyoung, Taeyeon lebih melampiaskan kemarahannya dengan berdiam diri sejenak untuk kemudian bangkit menghampiri Jessica.

PLAK!!!

———

“Yuri… Yuri…”

Samar-samar Yuri kembali mendengar seseorang memanggil namanya. Untuk kali ini dia tidak asing lagi dengan suara tersebut yang merupakan suara Taeyeon, sahabatnya. Kedua orang tua Yuri pun mengerti jika memang sudah waktunya anak mereka kembali ke dunia.

“Yul, kau harus kembali sekarang.”

“Apa maksud appa? Aku masih ingin tetap di sini bersama kalian.” ujar Yuri tidak mengerti.

“Tidak Yul. Kau belum semestinya bersama dengan kami.” ungkap sang omma menjelaskan semuanya, yang diikuti anggukan Mr. Kwon.

“Ya, tapi kelak bila sudah waktunya, kau pasti akan kembali ke tempat ini dan bertemu kami lagi. Sekarang pergilah, jaga Jessica baik-baik.”

“Ta-tapi…”

“Selamat tinggal Yul. Kami menyayangimu.” Kedua orang itu pun kini menghilang dari hadapan Yuri.

“Appa! Omma!”

———

“Tae!” pekik Tiffany ketika menyaksikan Taeyeon menampar istri sahabat baiknya itu.

Tentu saja semua tercengang dengan kejadian yang berlangsung di depan mata mereka. Taeyeon yang biasa mereka kenal berubah menjadi sosok yang menakutkan. Tidak ada seorang pun yang berani menghentikannya sekarang.

“Kau… Tidak pantas memiliki Yuri…” ucap Taeyeon pelan namun menghujam hati Jessica. “Aku tidak akan membiarkan Yuri menderita… Mulai sekarang dia akan kembali tinggal di tempatku dan ka—”

“Taeng… Jangan…” Yuri yang baru saja sadar mencoba menghentikan Taeyeon.

“Yuri!!! Kau sudah sadar??? Syukurlah!!!” Perhatian mereka kini beralih kepada Yuri. Di waktu yang bersamaan, teman seprofesi Tiffany juga tiba.

“Maaf aku terlam—”

“Jinki!!! Thanks God!!! Akhirnya kau datang juga!!! Cepat bantu aku memeriksa keadaan Yuri!” potong Tiffany cepat.

“Baik!”

Tanpa buang waktu, kedua dokter tersebut memeriksa keadaan Yuri yang baru saja sadar. Sementara Jinki memulai pemeriksaan, Tiffany menyuruh Taeyeon dan yang lainnya untuk menunggu di luar kamar agar mereka berdua bisa konsentrasi.

“Syukurlah dia sadar…” gumam Taeyeon lega. Namun ketika dia menatap Jessica, emosinya kembali terusik. “Urusan kita belum selesai Nona Jung…” Taeyeon melupakan niatnya untuk menceritakan perbuatan Yuri penyebabkan semua masalah ini terjadi. Ya, dia sudah tidak peduli dengan semua itu.

Jessica masih terpaku. Entah kenapa dia merasa sangat terpukul dengan keadaan Yuri. Khawatir? Cemas? Mungkin lebih dari itu. Dia merasa pernah mengalami hal ini sebelumnya, jauh sebelum dia bertemu Yuri.

***

“Kenapa kau harus pergi???”

“Maaf Sica…”

***

‘Deja vu…’ Jessica berkata dalam hati. ‘Kenapa aku tidak asing lagi dengan ini… Apakah dulu aku… Tidak…’ Batin Jessica mulai gundah, banyak pertanyaan yang muncul di pikirannya.

Tidak lama berselang, Tiffany muncul di hadapan mereka dan berkata bahwa kondisi Yuri sudah membaik. Pemuda itu hanya butuh istirahat selama beberapa hari untuk pulih seperti sedia kala.

“Jessica.”

“I-iya?” Gadis tersebut tanpa sadar menyahuti panggilan Tiffany dengan nada heran, begitu juga yang lainnya. Ada apa gerangan Tiffany menyebut nama Jessica?

“Masuklah. Yuri ingin bertemu.” jelasnya singkat.

“Apa kau yakin Miyoung?” tanya Taeyeon memastikan. “Jessica?”

“Ya. Cepat temui Yuri.”

“Ba-baik.” Meski sungkan, Jessica akhirnya masuk menemui Yuri yang kini terbaring di atas tempat tidur. Perlahan dia berjalan mendekati Yuri. “Hei…” sapanya sambil mencoba tersenyum.

“Hei… Sica, duduklah…” Yuri bangkit dan mempersilahkan Jessica untuk duduk di sampingnya. Suasana canggung mewarnai ruangan tersebut hingga Jessica memutuskan untuk memulai pembicaraan.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Aku tidak apa-apa…” Wajah Yuri tampak pucat, kedua bola matanya memancarkan kesedihan yang mendalam membuat rasa bersalah kembali hinggap di hati Jessica. “Kenapa?” Yuri menyadari Jessica tengah memperhatikannya.

“A-aku…”

“Apa kau bahagia?” tanya Yuri tiba-tiba. “Apa kau bahagia kembali bersama kekasihmu?”

“Y-ya… Tapi aku…”

“Aku minta maaf perihal kejadian tadi pagi… Itu—” Jessica langsung berubah sensitif ketika Yuri kembali membahas kejadian tersebut dan dengan cepat memotong pembicaraan.

“Jangan diteruskan. Lupakan saja, lagi pula kita melakukannya tanpa sengaja. Kau dan aku semalam sama-sama mabuk, jadi wajar kalau hal itu bisa terjadi…”

“Tapi Sica itu—” Yuri berusaha melanjutkan omongannya tapi lagi-lagi Jessica tidak mengizinkannya.

“Sudah kubilang lupakan. Cukup jangan dibahas lagi… Aku mohon padamu Yul…” ucapnya pelan yang tanpa sadar memanggil Yuri dengan panggilan kecil.

“Yul?”  Yuri tersentak tidak percaya mendengarnya keluar dari mulut Jessica. Dia berharap itu bukan mimpi semata. “Kau memanggilku ‘Yul’?” tanya Yuri memastikan.

“Memang kenapa kalau aku memanggilmu ‘Yul’? Tidak boleh?” Yuri tertawa kecil melihat sikap Jessica. Dalam hatinya dia senang karena Jessica akhirnya memanggil dengan nama itu. “Yah! Apa yang lucu???”

“Tidak. Aku hanya senang.” Yuri kembali diam. “Ya… Aku senang…” Dia memandang wajah cantik Jessica. Yuri tahu, gadis yang ada di depannya kini sudah bukan lagi Jessica yang dulu. “Ada yang ingin aku sampaikan padamu. Jadi dengarkan aku baik-baik.” Yuri kemudian menghela nafas sebelum dia kembali melanjutkan kata-katanya.

“Yul…”

“Sica… Aku tahu kau terpaksa menikah denganku dan aku tahu kalau kau juga sangat membenciku… Tapi aku harap kau bersabar karena ayahmu merupakan alasan dari semua ini. Mr. Jung memberi amanat padaku untuk menjaga dan melindungimu selama dia berada di luar negeri… Setelah dia pulang nanti, kita bisa mengajukan perceraian…”

“Yuri…”

“Mengenai Donghae… Seandainya kau benar-benar bahagia bersamanya, aku tidak keberatan. Asal kau tetap tinggal di sini bersamaku… Dan aku janji, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu…”

Sejujurnya Jessica keberatan dengan keputusan Yuri, tapi demi sang ayah akhirnya dia pun mau menyetujui hal itu. Lagi pula Jessica masih merasa bersalah atas sikapnya yang hampir saja mencelakakan Yuri.

“Baiklah. Aku mengerti…”

———

Seorang pria keluar dari sebuah mobil sedan yang terparkir di luar apartemen Yuri. Dengan langkah tergesa-gesa, dia pun memasuki tempat tersebut. Pakaiannya rapi dan terkesan elit mencitrakan dirinya bekerja sebagai eksekutif muda. Sambil merapikan sedikit jasnya, dia mengetuk pintu apartemen Yuri.

“Ya? Ada perlu apa?” tanya Sooyoung yang membukakan pintu.

“Maaf, apakah ini kediaman Tuan Kwon Yuri?”

“I-iya betul. Kau siapa? Dan ada perlu apa dengan Yul?”

“Tolong izinkan saya menemui Tuan Kwon. Ada hal penting yang ingin saya sampaikan langsung padanya.” pinta pria itu tersenyum. Meski tidak mengerti, namun akhirnya Sooyoung mengizikannya masuk. “Kalau begitu masuklah. Ikut aku, dia ada di kamar.”

“Terima kasih.”

———

“Yul, bagaimana kondisimu? Apa kau ingin makan sesuatu? Nanti akan aku buatkan khusus untukmu.” ujar Taeyeon penuh semangat di saat gilirannya menengok Yuri.

“Thanks Taeng, tapi aku tidak lapar…” ucap Yuri yang sibuk memikirkan Jessica yang sedang pergi menemui Donghae. ‘Sica…’

***

*Flashback*

“Baiklah. Aku mengerti…”

Jeongmal d d d d d d d d deep in my heart
Jakku keokeokeokeo keojineun nae sarangeul
Jebal daranaji malgo kkwak jabajwo
I will love you forever with all of my life
I will love you forever with all of my life

Suara dering ponsel milik Jessica tiba-tiba berbunyi yang rupanya dari Donghae. Jessica mencoba mengabaikannya, tapi Yuri tahu kalau dia pasti ingin menjawab telepon tersebut.

“Angkat saja.”

“Tapi…”

“Jangan khawatirkan aku… Angkatlah…”

“Okey.” Jessica segera menjawab teleponnya. “Baiklah, tunggu aku di sana oppa. Aku akan segera ke sana, bye.” ucapnya mengakhiri percakapan. “Yul, aku—”

“Pergilah. Jangan biarkan Donghae menunggumu…” jawab Yuri yang telah mengerti maksud Jessica.

“Apa kau yakin?” Yuri hanya mengangguk. “Kalau begitu aku pergi dulu.” pamit Jessica kepada Yuri sebelum dia pergi.

“Ya. Hati-hati di jalan…”

*End of flashback*

***

“Yul…” Melihat raut kesedihan di wajah Yuri, Taeyeon langsung ikut memasang wajah sedih. “Yuri…”

“Jangan khawatir Taeng. Kalau aku lapar, aku akan segera memberitahukanmu.” balas Yuri tersenyum karena tidak ingin Taeyeon terlalu mencemaskan dirinya

“Benarkah???”

“Iya.”

Percakapan mereka seketika harus berhenti karena mendengar ketukan pintu. Tidak lama Sooyoung pun masuk bersama seorang pria asing.

“Maaf Yul, orang ini memaksa ingin bertemu denganmu.”

“Siapa dia Soo?” Tanpa basa-basi, pria berjas itu segera memperkenalkan diri.

“Halo Tuan Kwon. Perkenalkan nama saya Nickhun Horvejkul, salah satu bawahan Tuan Jung.”

“Okey. Lalu ada kepentingan apa Anda datang mencari saya?” tanya Yuri yang penasaran dengan kedatangan Nickhun. “Apa Tuan Jung baik-baik saja?”

“Jangan cemas Tuan Kwon, beliau baik-baik saja dan kedatangan saya kemari adalah untuk menyampaikan pesan dari Tuan Jung kepada Anda.”

“Pesan?” Yuri semakin tidak mengerti.

“Iya. Mulai sekarang Anda akan menjadi direktur utama Jung Enterprise dan saya ditugaskan oleh beliau agar menjadi asisten pribadi Anda.” Kontan saja Yuri dan semua yang mendengar pernyataan Nickhun terkejut.

“Anda jangan bercanda Tuan—”

“Nickhun Horvejkul.”

“Ah iya itu…”

“Sayangnya tidak dan ini perintah langsung dari Tuan Jung.” Untuk kesekian kalinya Nickhun dengan sabar menjelaskan hal itu kepada Yuri dan terus meyakinkannya. Namun tetap saja Yuri masih tidak percaya.

A-aku… Menjadi direktur??? Tidak mungkin!!!”

-TBC-

No comment ya~~~ Setelah menerima banyaknya komen kegalauan kalian pada part sebelumnya, saya jadi merasa bersalah tapi ya mw gimana lagi coz itu adalah bagian dari cerita. Bahkan dongeng pun gak selalu berakhir dengan happy ending. Kita gak tahu bagaimana kelanjutan cerita ‘Cinderella’ or ‘Snow White’ setelah mereka menikahi pangerannya. Masih dengan mode ‘silent author’, saya ucapkan banyak terima kasih buat komen2 dari kalian semua. Tanpa readers, wp saya gak akan hidup. I love you… Really thanks very much for those support… Okey, it’s time to me to go. See you next chapter~~~ You all are JJANG~~~ ^3^~~~ ❤

Advertisements

56 thoughts on “You Belong To Me [Part 10]

  1. Ah……. Nangis sama kesetiaan+keikhlasan Yuri…. Yul… Sica gak pantes buat kamu…. /peluk Yuri/ ah! Sicaaa! Pengen kutampar! /plak/ (????) update soon,eonn!

  2. Jessica Jahat !!! *udah itu doank 😡

    Semoga sica bisa cepetan cinta sma Yuri.
    Unnie Hwaiting !!! Abaikan reader2 yg bikin kesel *Jederr xD

  3. Yul oppa hatimu baik skali,,,klo memang ada namja sepertimu,,,wanita yg mendapatkanmu adalah wanita yang beruntung #plak *ngomong apa saya* hohohoho

    yul oppa jd direktur utama atas keinginan appa sica,,,waow tambah seru,,,,ahaha

    lanjutkan

  4. Aaaaah..Yul..kmu emang ehmm apa yah ..sulit untk diucapkn.. Trlalu.. T__T

    Yakin dah.. Sica bkalan nyesel senyesel nya udah gituin Yul, aplagi smpai mreka cerei.. Ah tidak, jngan smpai.. Wipwiw.. Yul jadi direktur^^..

    Si donghae enak bner ngomong orng pendk..huh..tak getok pake duren nih..haha.. Tak doain gak bkalan awet sama Sica, Sica diperuntukkan untk Yul yg setia tauk.. Bweeek..haha..

    dtnggu klanjutan nya..

  5. Taeng, saia suka dgn sikap mu k sica dan cuma bs bLg, Yul, hati mu muLia sekaLi, dan sbr ya. Suatu saat nanti sica akan ingat it smua n mencintai mu kembaLi.. Semangat Yul, Semangat jg un..

  6. Nyesek juga klo jadi yuri :nohope: ,, jitak sica jitak donghae :hammers,, :peluk sunkyu :ngacir ,, thor semangka!! Lanjutkan :thumbup

  7. Haduuuuuhhhhh Yuri…How Great Is Your Love lah…aku padamu lah kalo kek ginih cara’y…ga rela jd’y euy ngasiin drimyu pada diri’y *nunjuk Sica Baby* *di grebek YulSic shipper*

    tp di chapt inih emang Yuri nicely bgt,,,knp aq jd pnsaran ma past’y Yuri yua…knp Yuri ma Sica bs separated gituh…hehehe ^^,trs ituh knp ujug2 Yuri dijadiin direktur…apakah ada hub’y ma mba Song?

    The midget #plak *ditabok Taeng* galak yua…sumpah…talk less do more pokoe’y mah…eh…cast baru muncul da jinky…ampe kaget sndri……….

    smangat2 Thorrrrrrr…..di tunggu karyamu yg laen xDDD *bhsa gw dh ngaco kek’y dweh* sblom smakin ngelantur…babay thor #tringggggg *ngilang*

  8. yuri ikhlas banget ya, sica nyesel loh entar kamu malah tetep sama donghae. entar kalo victoria muncul nah lo, baru cemburu.

    ah aku mau nangis ngerasain gimana perasaan yuri yang ikhlas gitu ngrelain sica sama donghae! ahh yuri~ poor yuri. sabar aja yul nanti juga sica pasti ke kamu!

    semangat sama tugas direkturnya! kamu bisa yul~

  9. nyesek nyesek nyesek!! T_T

    victoria cpetan datang dong
    sica uda kebangetan bnget
    yul jdi org terlalu baik

    lanjutnya jngan kelamaan ya thor^^??
    ffnya daebakk!!! 😀

  10. Sica tega banget sih…….
    kasian kan Yul nya…. T_T
    udah gitu, Yul nya mana mau ngalah lagi.
    huh, moga2 Vic cepat muncul buat kembali ama Yul,
    sekaligus bikin Sica cemburu. #biasa’a saya tak’ suka klo Vic muncul buat gangguin hubungan YulSic, tapi x nie…brharap banget Vic muncul. 😦
    moga2 aja Sica sadar klo Yul itu sangatlah berharga dihati’a…

    Hwaiting Kwon Yul!!!! 😀

  11. nyesek banget ngeliat sica jalan ama donghae !!
    Yul jd direktur ??? Wua berarti sedikit lg yul ktemu victoria dong !!
    Penasaran kalo mereka b’dua ktemu jd’a kya apa ??
    Cinta segitiga akan dimulai pada part selanjut’a …
    Ayo yul balas dendam!! Buat sica jadi cemburu & buat sica jadi mencintaimu yul oppa #dramatis
    update soon ya thor ^^fighting

  12. SICA YAAAAAAAAAAAAAA .
    ishh donghae juga .
    ahh -_______________________________-

    yul, yang sabar yul.
    semua bakalan berakhir.
    semua akan kembalai seperti dulu.
    sica milik lo dan selamanya bakalan milik lo

  13. huhuhuhuhuu,,, ikut nyanyi bareng Jokwon….
    malah anngis karena backsongnya ituu…. huuuaa!!!!!! 2AM!!!
    pas banget sama ff ini buat perasaan yuri…….
    eh iyaa..
    itu yuri belum jelasin kejadian sebenernya looooh…
    ketemu sama donghae.. gak berharep deh mereka ngapa2 in..
    bener..
    cerita gak pernah berakhir bahagiaaa.. sesekali buat yuri gak sama jessica gak papa kok… wahahahaha… *babakbelur*

    lanjut!! 🙂
    cemunguth!!

  14. aish kesel ih ama sica…andwae!! jgn ampe yulsic cerai trs sica balik ama donghae
    =_= . .sica knp lo ga nyadar2 kl yul pangeran kecil lo..! het kl tau mah nyesel jumpalitan deh*jleb.
    update soon ^^

  15. hah sooyeon-an..kau benar2.. ter~la~lu~~ (–,–)

    cerita emang ga selalu berjalan mulus dan berakhir bahagia.. Tp percaya deh Yul selama sang author RF shipper jd YulSic dijamin happy end~ kekeke 😄

    Ah unn jd ga sabar ada drama lainnya..ditunggu kedatangan Ms. Song.. u,u

    tetap semangat nulis unn.. Author Jjang!! Telor jg Jjang!! 😀

  16. Sica tega bgt sih…nanti nyesel lowhhh…salut ma taetae bgtu pduli’y ma yul..next part updet soon ya chingu….

  17. ga tau knapa ko aq sdh bca nya..sica tega buat yuri kya gth yul ko baik bgt ikhlasin sica ma org lain mdh”an sica cpet inget msa lalu nya

    stlelah yul jd direktur apa yg akn trjadi aq pnasaran..

  18. yul itu laki-laki yg patut di contoh… yah kayaknya gue juga harus niru sifat gentle nya yuri.haha 😀
    hwaiting thor..

  19. Yul baik banget ya T^T ngerelain sica sama donghae ahhh~ tidakkk
    yulsic harus tetap bersatu pleasee T^T
    yul jadi direktur ?? Pasti ga bisa cerai dong sama sica kan itu perusahaan mr.jung asik #dzigh
    lanjut thor ^^

  20. yuri rapuh bgt..smpe pingsan gtu.hho~
    ayolah sica..masa kmu g ingat dgn yuri?ckckck..
    wow..ada nickhun..
    yuri jd direktur?keren bgt.. kekeke~
    oke deh dtnggu lanjutan nya 😀

  21. Huaaaa T.T
    Kasian sekali yuri….
    Jessica tega amat, masa balikan lg sama donghae u,u
    Yaudah yul yang sabar ya kalo jodoh sica pasti untuk mu !!!
    atau cari pengganti sica aja kan ada victoria tuh #ditabok yulsic shipper u,u
    Author ff ini sungguh membuatku mewek T.T
    Tp aku sukaaaa……..
    Author Jjang (0,0)b
    update soon……..HWAITING^^

  22. keren bgt unnie nih ff konfiknya complet mulai dr cinta keluarga persahabat perselingkuhan pokoknya paket lengkap.
    kasihan urri yul appa demi kebahagian sica umma dia rela . . . Hwaaa hiks hiks.
    Kenapa sica umma tega sekali.

    Lanjuuut unn.
    Hwaiting^^

  23. gw iba sama Yuri.. sabar ya Yul, mudah2an Jessica berubah secepatnya dan yang utama Jessica harus menyudahkan perselingkuhannya. tenang Kwon seobang kalo ntar Sica macem2 lagi, ntar kita rusakin aircon-nya biar dia kegerahan. hahahah
    buat Sica… hufffttt…. udah ngapa neng jahatin Yuri-nya… kesian dikit ama Yuri-nya.. ntar kalo Yuri ud jd Dirut trus sibuk trus perhatiannya jadi kurang, jangan kangenin Yuri yah. awas loch sica *lah gua ngapa dah?!* makanya yang akur ya sica..

    Aru fighting!!!

  24. >.< Yosh setelah mencoba berkali2 akhirnya bisa comment juga :3
    Kenapa sica harus bersama dengan ikannnn (Wo3o)W kenapa ga sama jaejoong aja #eh
    Sica how dare you hurt my husband #peluk yuri #eaa
    Keep writing unn ^^ makin seru ceritanya

  25. Waaahh tega kali si sica….. kasian si yul
    Yuri baik banget…..
    wahh sica balik ke donghae berati yuri pasti dket lg ma victoria waw konflik
    makasi udah di mention sorry baru komen hehhehehe
    ditunggu FF selanjutnya
    semangat author

  26. Yeyeye yul udah inget semua kayaknya ma sica..
    Aduh yul sweet deh..
    Sica cepet sadar donk ma perasaanmu yg ehm menyebalkan itu hehe

  27. Yuri yuri kmu tuh buaikkkk bgt dah di sia2in sica masih aj mau ma dia.
    yuri pingsan OMO? EOTHOKAE? semogga sica cpt sadar dan mau baikan ma yuri dr kejadian ini #BAHASANYA

  28. sica, knp kamu sia siain yul yg tulus bgd cintanya sm kamu.
    yul msh sabar luar biasa meski banyak nerima cobaan :
    ngelitan dg mata kepala sendiri sica n donghae cipokan, di rumah mreka lagi!,
    pas pingsan sica ikut aja wktu donghae ngajak pergi tanpa peduliin keadaan yul,
    n wktu donghae telpon n yuri nyuruh angkat, sica mau mau aja! kenapa g sadar keadaan sih sica??? yul sakiiiiiit!
    n yul msh aja ngrelain sica ktemu sm donghae..

    i hope this torture will end soon. i wanna se my yuri happy..
    unnie, granted my wish okay!

    DAEBAK!
    LANJUUUT UNNIE! 🙂

  29. ahhh.. aku nangis.. jeongmalll
    uhhh author memang paling bisa !!! feelnya bener bener dapet.. palagi bacanya sambil denger lagunya tim-i love you..
    ouuhhh… nyesek banget
    sica kamu kelewatan.. apa kamu gak bisa merasakan begitu kuat dan besarnya cinta yuri ?? aihhh jinjja

    aihh yuri.. kenapa seperti ini…
    kenapa kamu harus merelakan sica….
    jangan ceraiii… ntar dosa lohh.. hehehe
    lanjut aja dehh…

  30. kwon yul emng keren, cowok idaman nih:-):-):-):-)
    sica emng ratu tega, kasian bnget tuh suamimu, ntr di ambil si vic bru tau rasa lho

  31. huwaaahhh masih mangkel ma sica donghae pengen aku sate tu 2 bocah…yull mgkin sdh waktunya km ktemu vic..ahhhh entah knp aq cenderung ke vic..sica kelewat sihh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s