Love Acts [One-Shoot]

I’m back!!! Masih dengan one-shoot karena saya masih malas menyelesaikan YBTM. Kali ini spesial untuk Loyalist dan mian klo ceritanya gaje sekaligus membosankan. Btw cerita ff ini terinspirasi dari film “New York, I Love You!”. So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Love Acts~ [One-Shoot]

Genre: Gebder-bender, Romance

Cast: Yoona & Seohyun (YoonHyun), Yuri, Sooyoung

———

“Yoong, apa kau sudah siap?”

“…”

“Yoong? Kau baik-baik saja?”

“I-iya?”

“Kau sakit?”

“Ah… Aku tidak apa-apa hyung…”

“Apa kau yakin?”

“Ya… Ayo kita berangkat…” Untuk terakhir kalinya Yoona kembali menatap rumah yang selama ini membesarkannya. Ya, karena selanjutnya dia akan pindah ke suatu tempat… Jauh dari kota Seoul… “Selamat tinggal… Untuk sementara…”

———

Seperti biasa sebelum pergi ke sekolah, Seohyun terlebih dulu mengunjungi perpustakaan yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Kegemarannya akan membaca buku tidak ayal membuat Seohyun menjadi gadis terpintar di sekolahnya. Meski tinggal di kota kecil, Seohyun tidak mengeluh. Baginya dia bisa belajar dimana saja asalkan punya kemauan. Selain itu juga Seohyun mempunyai cita-cita menjadi sebagai seorang dokter yang makin membuatnya berusaha keras untuk meraih impiannya tersebut.

“Selamat pagi Nona Seo!” sapa Lee Jae Suk, petugas sekaligus pemilik perpustakaan yang telah dikenal Seohyun sejak memutuskan bergabung menjadi anggota.

“Selamat pagi Tuan Lee.” jawab Seohyun tersenyum sambil mengeluarkan buku-buku yang dia pinjam dari dalam tasnya. “Saya mau mengembalikan ini.”

“Tunggu sebentar ya, biar aku catat dulu.”

Selama Mr. Lee sedang sibuk mencatat tumpukan judul buku yang dikembalikan olehnya, Seohyun memutuskan berkeliling di antara rak buku untuk mencari buku selanjutnya yang akan dia pinjam.

“Hmm, hampir semuanya sudah pernah aku baca.” gumam Seohyun pelan. “Apa lagi ya?” Sambil terus berpikir, dia kembali mengelilingi tiap rak perpustakaan sampai pandangannya tertuju pada suatu sosok di salah satu rak yang tengah berusaha mengambil buku.

“Eish! Sial!” umpat seorang pemuda berkursi roda itu. Tanpa ragu, Seohyun segera menghampiri dan membantunya.

“Ini.”

“Huh?” Rupanya pemuda tersebut terkejut dengan kehadiran Seohyun yang tiba-tiba muncul.

“Kau ingin mengambil buku ini kan?” tanya Seohyun memastikan dan menyerahkan kepadanya.

“Ah… Terima kasih…” jawabnya singkat. Lalu dengan susah payah dia memutarbalikkan kursi roda. Ya, tampaknya pemuda itu belum terbiasa dengan benda tersebut. Merasa kasihan, Seohyun kembali bermaksud menolong, namun tampaknya kali ini perbuatannya membuat pemuda berkursi roda itu marah.

“Sini, biar aku bantu.”

“Tidak perlu! Aku bisa mendorongnya sendiri…”

“Ta-tapi…”

“Sekali lagi aku ucapkan terima kasih atas bantuannya nona… Permisi…”

Kini hati Seohyun dihinggapi perasaan bersalah karena telah melukai hargai diri pemuda tersebut yang rupanya kejadian itu tidak sengaja ikut disaksikan oleh Mr. Lee yang kebetulan ingin memanggil Seohyun.

“Jangan diambil hati Nona Seo. Dia memang seperti itu.” hibur Mr. Lee

“Ti-tidak… Ini memang salah saya… Tapi… Apa anda mengenalnya?” tanya Seohyun tiba-tiba penasaran.

“Saya sendiri juga tidak begitu mengenalnya tapi dari kabar yang terdengar, dia baru pindah ke kota ini sekitar seminggu yang lalu.”

“Oh begitu…”

“Iya. Emmm… Nona Seo…”

“Ya?”

“Apa kau tidak takut terlambat ke sekolah? Ini sudah hampir jam setengah delapan lho.” ujar Mr. Lee mengingatkan Seohyun. Kontan saja gadis itu terkejut setengah mati dan segera melihat jam di tangannya.

“Astaga!!! Sudah jam segini???” pekiknya panik. “Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Lee! Terima kasih!” Dia pun langsung bergegas menuju sekolah agar tidak terlambat.

———

“Kau sudah pulang, Yoong? Bagaimana kabarmu hari ini?” tanya Yuri yang sedang sibuk memasak menyambut kedatangan sepupunya.

“Buruk.” jawab Yoona singkat sambil memakan buah apel yang diambil dari dalam kulkas.

“Kenapa?”

“Lagi-lagi ada seseorang yang mengasihaniku…” Nada sedih terdengar jelas keluar dari mulut Yoona. “Kenapa hyung… Apa karena aku seperti ini? Kau tahu ini bukan kemauanku kan?!” Melihat Yoona semakin emosi, Yuri menghentikan kegiatannya dan segera menghampirinya.

“Yoong… Kau harus bersabar… Kelak semuanya akan kembali seperti semula… Kau tidak akan selamanya seperti ini…”

“Tapi hyung…”

“Ingat Yoong, ini konsekuansi yang harus kau tanggung.” Yoona akhirnya menyerah karena apa yang dikatakan Yuri adalah benar. Dia harus bertanggungjawab atas apa yang telah dia perbuat.

“Aku mengerti… Maafkan aku…” ucap Yoona menghela nafas dan menutupi wajahnya dengan tangan, dia  menyesal.

“Sudahlah Yoong. Lebih baik sekarang kita makan. Aku sudah buatkan makanan kesukaanmu.”

“Ya, lagi pula aku juga lapar.” Tanpa sungkan, Yoona melahap semua makanan yang tersedia. Siapa pun tahu jika dia memang pantas mendapat julukkan ‘shikshin’.

“Aigooo~ Makannya pelan-pelan saja Yoong.”

“Tidak bisa hyung, ini lezat sekali! Tidak heran Sica nuna sangat mencintaimu, hehehehe.” celetuknya tiba-tiba yang membuat wajah Yuri memerah.

“Apa maksudmu???”

“Yah! Kau tahu sendiri kalau nuna tidak bisa memasak. Jadi kelak jika kalian menikah, maka kau yang akan memasak untuknya seumur hidup!”

“Kau benar…” gumam Yuri pelan menyadari kebenaran tersebut. “Sica… Kau harus belajar memasak…”

“Hahahahaha~ Sudahlah hyung, tapi nuna kan punya kelebihan lain yang tidak semua wanita punya.”

“Ow ya? Apa?” tanya Yuri penasaran.

“Kau mau tahu?” balas Yoona yang makin membuatnya penasaran. “Kemarikan telingamu.” Dia pun membisikkan sesuatu yang lantas membuat Yuri kesal.

“YAH!!!”

“Tapi benarkan hyung?”

“…”

“Hyung~~~”

“Kau benar… She is a sleepyhead…”

“Bingo!” Pengakuan Yuri memuaskan batin Yoona, akan tetapi dia tetap saja masih kesal dengan gadis yang ditemuinya di perpustakaan tadi. ‘Sial… Kenapa aku terus memikirkannya???’

———

Untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Yoona dan Seohyun kembali bertemu di perpustakaan. Walau pada awalnya dia membenci Seohyun, tapi lambat laun seiiring berjalannya waktu, keduanya pun sepakat untuk berteman. Kesamaan hobi yaitu membaca membuat mereka menjadi dekat.

“Yoona!” panggil Seohyun dengan nafas tersenggal-senggal seperti habis dikejar sesuatu. “Maaf aku terlambat… Tadi aku ada rapat kelas…” Melihat keringat bercucuran di wajah Seohyun, Yoona memberikan sapu tanganya kepada Seohyun.

“Ini pakai.”

“Untuk?”

“Tentu saja untuk menghapus keringatmu.”

“Ah! Terima kasih…” Dengan malu-malu, Seohyun menghapus keringatnya dengan sapu tangan pemberian Yoona. Tanpa dia sadari, pemuda tersebut memperhatikan dirinya. “A-ada apa?” tanya Seohyun tersipu.

“Kau aneh.” jawab Yoona tersenyum karena dia tahu, Seohyun pasti tidak mengerti tentang apa yang dimaksud.

“Aneh?”

“Ya. Karena kau mau berteman dengan orang cacat seperti aku ini…” Baik Yoona dan Seohyun sama-sama melihat ke arah kursi roda. “Padahal biasanya ti—”

“Yoong!” Yoona terkejut mendengar Seohyun meneriakkan nama panggilan kecilnya.

“Yo-yoong???”

“Iya. Memangnya kenapa?”

“Darimana kau tahu panggilanku itu?”

“Itu…” Seohyun terdiam. “Entahlah… Terucap begitu saja dari mulutku… Maaf kalau aku seenaknya…”

“Hyunnie~” potong Yoona cepat yang disambut kebingungan oleh Seohyun. “Kurasa akan impas jika kau juga punya panggilan khusus, kekekekeke.”

“Hyun-nie?”

“Kau tidak suka?”

“Ti-tidak… hanya saja…” Mendadak jantung Seohyun berdebar kencang dan semakin kencang ketika memandang wajah Yoona yang disadarinya memiliki wajah rupawan. ‘Ini…’

“Hyunnie? Kau kenapa?” tanya Yoona khawatir. “Apa kau sakit?” Dia meraih tangan Seohyun yang lantas segera ditepis gadis itu. “H-hyun???”

“Ma-maaf… Tapi aku tidak apa-apa! Aku baru ingat kalau ada urusan penting! Sampai jumpa Yoong!” Dengan langkah tergesa-gesa, Seohyun meninggalkan Yoona seorang diri.

“Hyunnie…” gumam Yoona yang kini sangat kecewa dan terluka atas sikap Seohyun. “Ternyata kau sama saja…”

———

Sejak hari itu, Seohyun berusaha menghindar dari sosok Yoona dan rupanya hal tersebut disadari betul oleh Yoona. Meski demikian Seohyun akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Yoona sekaligus meminta maaf kepadanya. Sayang, Yoona yang terlajur sakit hati menolak kehadiran Seohyun.

“Maaf ya Seohyun. Yoona tidak ingin diganggu untuk sementara waktu.” ujar Yuri memberi penjelasan. Sebenarnya dia pun merasa tidak enak terus menerus menolak kedatangan Seohyun ke rumahnya hanya untuk bertemu Yoona.

“Begitu ya… Baiklah oppa… Kalau begitu boleh aku minta tolong?”

“Ya?” Seohyun menyerahkan sebuah kotak kecil berserta secarik surat kepada Yuri.

“Itu untuk Yoona. Tolong oppa berikan padanya.”

“Okey. Aku akan berikan langsung padanya. Ada lagi?”

“Tidak, hanya itu saja… Terima kasih oppa… Kalau begitu aku permisi dulu dan selamat siang…” pamit Seohyun sebelum pergi.

“Ya, selamat siang. Hati-hati di jalan Seohyun.” Gadis itu mengangguk dan kemudian pergi dari sana dengan perasaan sedih.

“Maafkan aku Yoong… Maaf…” Pikiran Seohyun yang kembali teringat akan perkenalannya dengan Yoona. Tidak lama air matanya pun mengalir karena dia tak mampu lagi menahan tangis.

***

*Flashback*

“Ha-halo.” sapa Seohyun gugup saat kembali bertemu Yoona di perpustakaan. Pemuda itu langsung menunjukkan wajah ketidaksukaannya kepada Seohyun karena masih kesal dengan kejadian tempo hari.

“Kau lagi. Mau apa? Pergi sana.” usir Yoona sinis.

“Aku ingin minta maaf…”

“Maaf? Memangnya kau salah apa? Lagi pula aku tidak mengenalmu.” Meski terus dijawab ketus oleh Yoona, Seohyun tidak menyerah begitu saja hingga nekat menghalangi laju Yoona. “Yah! Minggir dari sana!”

“Tidak sebelum kau memaafkanku.”

“Sudah kubilang aku tidak mengenalmu, jadi buat apa minta maaf???”

“Tapi aku…” Seohyun menundukkan kepalanya. “Aku benar-benar ingin minta maaf…” Suara isak tangis perlahan terdengar jelas oleh Yoona. Tentu saja, hal tersebut langsung membuat hatinya lunak karena Yoona tipikal orang yang tidak tega melihat seseorang menangis terlebih dia adalah wanita.

“Aku maafkan.” jawabnya singkat. “Sudah jangan menangis lagi…”

“Be-benarkah…”

“Iya…” Sejenak mereka berdua diam hingga Yoona memulai pembicaraan.  “Okey, senang berkenalan denganmu. Sampai jumpa.” pamit Yoona.

“Tunggu!” Langkah Yoona terhenti saat dia ingin menjalankan kursi roda karena mendadak Seohyun kembali memanggilnya.

“Ya?”

“Senang berkenalan denganmu juga…” Entah kenapa lidah Seohyun mendadak keluh dan perasaannya amat gelisah ketika Yoona memandangnya. “Bo-bolehkah aku menjadi temanmu?” tanya Seohyun pelan.

Yoona hanya bisa kembali tersenyum kecil. Dia tidak habis pikir kenapa seorang Seohyun mau berteman dengan orang yang baru saja dikenalnya, terlebih dia cacat.

“Kenapa? Apakah kau tidak punya teman sehingga mau berteman denganku?”

“Tidak… Aku… Aku…” Tidak kunjung mengakhirin  ucapannya, Yoona pun pasrah jika Seohyun tulus ingin berteman dengannya.

“Aku Yoona.” ujar Yoona yang lalu mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan kepada Seohyun. “Siapa namamu?”

“Namaku Seo Joohyun tapi biasa dipanggil Seohyun…” ucap Seohyun menyambut uluran tangan Yoona dengan senang hati karena akhirnya niatnya berhasil. “Ja-jadi…”

“Yups, we are friends now.”

*End of flashback*

***

“Yoong…” Isak tangis Seohyun terus berlanjut meski kini hujan turun dan membasahi seluruh tubuhnya hingga dia tidak menyadari kehadiran Yoona yang ternyata menyusulnya.

“Yah! Kau mau sakit ya?!” bentak pemuda itu.

“Yo-yoong???” Yoona menghampiri Seohyun yang masih duduk diam di atas tanah sambil menatapnya dengan wajah tidak percaya.

“Eish! Kau pikir aku siapa?” Dia segera memberikan gadis itu payung dibawanya. “Pegang ini. Aku tidak ingin kau jatuh sakit gara-gara aku…”

“Yoong…”

“Hyunnie… Maafkan aku…”

“I-iya…”

———

Hari demi hari, Seohyun menyadari ada perasaan khusus di dalam dirinya untuk Yoona. Semakin dia mencoba untuk menghindar, semakin berkembang pula perasaan tersebut di hatinya. Kini yang bisa dilakukannya hanyalah meratapi nasib. Seohyun tahu jika ini adalah hal yang mustahil dan tidak mungkin Yoona akan membalasnya.

“Bagaimana ini… Apa yang harus aku lakukan?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri. “Tidak mungkin Yoong akan…”

“Apanya yang tidak mungkin?” Mendadak Yoona muncul di belakang Seohyun yang tentu saja mengagetkannya.

“Yoong?! Sejak kapan kau ada di sini???”

“Eish! Pelankan suaramu. Ini perpustakaan tahu.”

“Ah… Maaf…” Seohyun langsung mengecilkan suaranya begitu mendengar perkataan Yoona.

“Kau kenapa?” tanya Yoona yang menyadari ada keanehan dengan sikap Seohyun hari ini.

“Tidak, aku tidak apa-apa.” ujarnya tersenyum dan berusaha menenangkan diri. ‘Apakah aku harus mengatakannya? Sudahlah…’

***

Suasana perpustakan yang hening membuat Seohyun tertidur, sementara Yoona masih sibuk membaca buku dan kemudian menghentikan sejenak aktifitasnya tersebut karena kini perhatiannya terfokus pada Seohyun.

“Aigooo~ Hyun…” Yoona terus memandang wajah Seohyun yang terlelap. Harus diakuinya, dia selalu bahagia bila berada di samping gadis tersebut. Tanpa sadar Yoona membelai rambut Seohyun dengan lembut agar tidak mengganggu tidurnya. “Kenapa kau membuatku menjadi seperti ini Hyun…” bisik Yoona yang kemudian mengecup kening Seohyun.

“Eng…”

“Ah!”

Rupanya apa yang dilakukan Yoona telah mengusik Seohyun hingga gadis itu pun terbangun. Yoona buru-buru kembali mengambil bukunya agar Seohyun tidak curiga.

“Yoong…”

“Ya?”

“Kenapa bukumu terbalik?”

“Ah!” Yoona pun tersadar dan segera membalikkan kembali bukunya. Terlebih Seohyun juga menertawakan kelakuannya hingga membuat wajah Yoona berubah merah karena malu. “Yah! Hentikan! Ini tidak lucu!” protesnya kesal.

“Maaf~ Tapi ini benar-benar lucu~ hahahahahaha~~~” ujar Seohyun yang terus tertawa hingga akhirnya Yoona tidak tahan dan memutuskan pulang.

“Okey, lanjutkan saja tawamu. Bye!” Seketika itu juga tawa Seohyun berhenti dan segera segera beranjak menghalangi kepergian Yoona.

“Yoong! Kau mau kemana???”

“Mau pulang!”

“Ta-tapi…”

“Kenapa? Kau teruskan saja!” Seohyun pun kembali merasa bersalah terhadap Yoona karena telah menertawakannya. Dia juga tidak berani menatap wajahnya. Ya, Seohyun takut Yoona membenci dirinya lagi dan dia tidak ingin hal itu terjadi lagi.

“Aku…minta maaf…”

“Sudahlah… Lupakan… Aku capek.”

Sambil mendorong kursi rodanya, Yoona berlalu dari hadapan Seohyun. Namun tiba-tiba dia menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Seohyun. Tanpa ragu, Yoona menarik tangan gadis itu.

“Yoo—” Seohyun yang terkejut otomatis kehilangan keseimbangan dan terjatuh menimpa tubuh Yoona.

“Hyunnie… I love you…” bisiknya pelan.

———

“Jadi kau… Seohyun…” ungkap Yuri tercengang.

“Iya hyung.”

“Ih waw~ Tapi bagaimana bisa? Kau kan… Kita hanya sementara di sini.”

“Aku tahu itu hyung…”

“Lalu apa reaksi Seohyun setelah mendengar pernyataanmu?”

“Dia…”

***

*Flashback*

“Hyunnie… I love you…”

“…”

Seohyun tidak membalas ucapan Yoona. Dia masih tertegun di dalam pelukan pemuda berkursi roda itu. Jantungnya kembali berdebar kencang seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Yoona. Mimpi? Hal itulah yang terbesit di benak Seohyun.

“Hyunnie?” Yoona terus memanggil-manggil namanya hingga dia akhirnya sadar dan beranjak dari sisi Yoona. “Kau tidak apa-apa?”

“I-iya… Aku tidak apa-apa…” Seohyun benar-benar merasa gugup seperti waktu pertama kali mereka berkenalan namun ini lebih parah. “Yo-yoong… Tadi…” Melihat reaksi Seohyun, Yoona menduga jika dia belum siap dan akan menolak pernyataan cintanya.

“Lupakan saja yang barusan aku katakan. Anggap tidak pernah terjadi.”

“Tapi…”

“Mungkin lebih baik kita berteman saja karena tidak mungkin kau akan menerimaku yang seperti…” ucap Yoona pasrah.

“Kenapa… Kenapa kau terus mempersalahkan kondisi tubuhmu Yoong???!!!” teriak Seohyun yang tidak bisa lagi menahan emosinya. Dia tidak peduli meski sekarang sedang berada di perpustakaan dan menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya.

“Hyun…” Yoona bisa menyaksikan air mata Seohyun mengalir di pipinya. Perlahan Seohyun mendekat dan berlutut di hadapan Yoona. Wajah keduanya kini saling bertatapan satu sama lain. “Jangan menangis…” Yoona menghapus air mata Seohyun dengan kedua ibu jarinya.

“Kau tahu? Saat kau mengatakan hal itu… Aku bahagia Yoong…” isak Seohyun dalam tangisan. “Aku kira perasaanku akan bertepuk sebelah tangan… Tapi…” Pengakuan Seohyun memberi secercah sinar di hati Yoona. Senyum pun mengembang di wajah pemuda tersebut.

“Benarkah itu Hyunnie?” tanya Yoona memastikan yang dibalas anggukkan oleh Seohyun. “Terima kasih…”

“Ya…”

Suasana kembali hening, tetapi Yoona dan Seohyun masih saja terus memandang wajah masing-masing seakan waktu berhenti berputar di antara mereka.

“Hyun?”

“Iya?”

“Bo-boleh aku menciummu?”

“Huh?”

“Ah… Ti-tidak…” Yoona mengerti pasti Seohyun tidak mengerti maksudnya dan mungkin juga dirasa terlalu cepat bagi mereka untuk melakukannya. “Aku cuma bercanda, hahahaha.”

“Yoong.” Raut serius terpancar jelas dari wajah Seohyun. Rupanya gadis itu tidak menganggap kata-kata Yoona barusan sebagai sebuah candaan. “Kau serius?”

“Tidak. Aku tidak akan melakukannya jika kau belum siap.” Yoona menggelengkan kepala. Entah kenapa Seohyun yang sedang serius begitu membuatnya takut.

“Apa kau yakin?” Seohyun mendekatkan kembali wajahnya di hadapan Yoona hingga terpaut hanya beberapa senti dan kini keduanya bisa merasakan hembusan nafas mereka satu sama lain.

“Uh huh.” Yoona mengangguk pelan. Namun tetap saja dia tergoda, terlebih bibir Seohyun berada tepat di depan matanya. ‘Astaga… Kenapa dia terus menggoda imanku?’ teriak Yoona dalam hati.

“Okey.” Sayang, ketika Seohyun ingin beranjak, lututnya mendadak kram. Alhasil dia kembali terjatuh menimpa Yoona. “KYAAA~~~”

“Hyu— Hmmph!!!” Dan akibatnya tanpa sengaja mereka pun berciuman…

*End of flashback*

***

“OWAH!!!” pekik Yuri terperangah. “Sepertinya seru! Hahahaha~~”

“Yah! Berhenti menggodaku!” protes Yoona kesal.

“Lalu bagaimana perasaanmu saat menciumnya? Hah?”

“Eish! Sudah kubilang aku tidak menciumnya. Itu semua terjadi karena kecelakaan!”

“Aku mengerti, hehehe~” godanya lagi yang membuat wajah Yoona merona merah. Sungguh dia tidak pernah tahan dengan kebiasaan sepupunya itu.

“Tapi Hyung… Bagaimana reaksi Hyunnie jika dia tahu yang sebenarnya?”

“Huff…” Yuri menghela nafas sesaat. “Suka tidak suka, mau tidak mau. Kau tetap harus memberitahukannya Yoong. Dan aku yakin Seohyun akan memahaminya bila dia benar-benar mencintaimu.” ucap Yuri bijak.

“Semoga demikian…” Yoona berharap dalam hati.

“Oh ya Yoong, minggu depan aku harus kembali ke Seoul. Ada pekerjaan yang harus aku urus dan sebagai gantinya kau akan ditemani Taeyeon.”

“Tidak usah hyung. Aku tidak apa-apa.”

“Tapi Yoong, kau kan—”

“Aku bilang tidak usah.” potong Yoona singkat. Yuri tidak bisa berbuat banyak bila itu keinginan Yoona.

“Baiklah kalau itu maumu. Akan kuusahakan aku kembali secepatnya.” janji Yuri.

“It’s okey hyung. Gunakan waktumu di sana untuk menemui Sica nuna karena pastinya dia sangat merindukanmu.” Mendengar perkataan Yoona membuat Yuri tertawa kecil. Ya, dia pun sangat merindukan kekasihnya itu dan ingin segera menemuinya.

“Itu sudah pasti.”

“Sampaikan salamku padanya.”

“Ya, pasti akan kusampaikan. Ada lagi?” Yoona kemudian teringat akan sesuatu hal. “Yoong?”

“Hyung… Aku minta tolong…”

———

Perasaan bahagia tengah menyelimuti Seohyun. Gadis itu terus tersenyum dan tersipu bila mengingat kejadian yang terjadi di perpustakaan bersama Yoona dimana mereka berdua tidak sengaja berciuman. Berkat kejadian itu juga, Seohyun akhirnya mengetahui manisnya cinta pertama dan berciuman dengan orang yang dicintainya.

“Seohyun!” panggil seorang pemuda yang juga merupakan teman sekelas Seohyun, dia adalah Jung Yong Hwa. Sudah menjadi rahasia umum jika dirinya memang menyukai Seohyun. Sayang, Seohyun hanya menganggapnya sebagai seorang teman, tidak lebih dari itu.

“Ya. Ada apa Yong Hwa-ssi?” balas Seohyun dengan bahasa formal yang selalu digunakannya kepada semua orang terkecuali Yoona.

“Ah… Ini…” Yong Hwa memberikan sebuah kartu undangan ulang tahunnya pada Seohyun. “Aku harap kau datang.”

“Hmm, terima kasih.” ujar Seohyun senang. “Tentu saja aku akan datang tapi…” Namun seketika wajahnya berubah sedih.

“Ya?”

“Apakah aku boleh mengajak orang lain juga?”

“Tentu saja. Memangnya kau ingin datang dengan siapa? Sulli atau Luna? Mereka juga sudah kuberi undangan dan—”

“Yoona.” potong Seohyun cepat. “Aku akan datang bersama Yoona, kekasihku.” Pengakuan polos Seohyun langsung menghancurkan hati Yong Hwa yang sejak dulu berharap menjadi kekasihnya.

“…”

“Yong Hwa-ssi?”

“…”

“Yong Hwa-ssi, kau kenapa? Apa kau sakit?” tanya Seohyun sambil melambaikan tangannya di muka Yong Hwa.

“Ti-tidak… Te-tentu saja boleh! Woah, ternyata kau sudah punya kekasih!” Yong Hwa berusaha menutupi kekecewaannya dari Seohyun. “Nanti kau perkenalkan dia padaku ya Seohyun.”

“Ya.” Gadis itu mengangguk dan tidak sabar untuk memberitahukannya kepeda Yoona.

———

“Apa? Kau ingin aku datang ke pesta ulang tahun temanmu?!”

“Iya Yoong. Memang kenapa? Apa kau sibuk?”

“Tidak. Hanya saja…” Yoona lalu menatap dirinya sendiri. “Apa kau tidak malu dengan kondisiku yang seperti ini? Dan apa kata temanmu nanti jika melihatku?” Seohyun sudah menduga pertanyaan tersebut keluar dari mulut Yoona.

“Yoong, dengarkan aku…” Seohyun memegang penuh wajah Yoona dan menatap kedua matanya dalam-dalam. “Aku tidak peduli dengan apa kata orang lain. Bagiku yang terpenting adalah dirimu. Aku bahagia berada di sampingmu, tapi misalkan kau memang tidak ingin pergi, aku tidak akan memaksa.” Gadis itu tersenyum.

“Tapi teman-temanmu? Bagaimana dengan mereka?”

“Sudah kubilang, kau jauh lebih penting dari mereka. Percayalah padaku Yoong…”

“Okey…”

Melihat kegigihan Seohyun padanya, Yoona pun memutuskan untuk ikut datang ke acara tersebut meski ada ketakutan di dalam dirinya. Namun selama ada Seohyun, dia merasa jauh lebih berani untuk menghadapi semua ejekan yang akan diterimanya seumpama itu terjadi. Hingga akhirnya hari H pun tiba dan Yoona semakin gugup. Perasaannya benar-benar gelisah sepanjang perjalanan mereka menuju rumah Yong Hwa.

“Yoong? Kau baik-baik saja? Wajahmu pucat.” tanya Seohyun yang cemas akan kondisi Yoona. “Tanganmu dingin.” tambahnya lagi saat menggenggam tangan Yoona untuk menenangkannya.

“Aku tidak apa-apa Hyunnie. Jangan khawatir.” Yoona berusaha menenangkan diri agar Seohyun tidak terus mencemaskannya. Tidak lama, mereka pun sampai di tempat tujuan. Dibantu Mr. Seo, ayah Seohyun, Yoona beranjak keluar dari mobil. “Terima kasih banyak Tuan Seo.” ucapnya memberi hormat sambil membungkukkan badan.

“Tidak perlu sungkan Yoong. Aku titip Seohyun. Tolong jaga dia baik-baik.” Mr. Seo mengedipkan matanya ke arah Seohyun yang lantas membuat putrinya tersipu.

“Appa!”

“Hahaha, serahkan pada saya Tuan. Saya akan menjaga Seohyun sebaik mungkin.” ujar Yoona ikut menggoda Seohyun.

“Yoong! Eish! Kalian berdua ini.”

“Okey, kalau begitu appa pamit dulu ya Hyun. Kalian berdua selamat bersenang-senang.” ucap pria paruh baya tersebut yang kemudian berlalu dari hadapan mereka.

“Hyunnie, apa kau siap?”

“Ya. Ayo kita masuk.”

Sambil bergandengan tangan, Yoona dan Seohyun berjalan memasuki rumah Yong Hwa yang kelak terjadi suatu peristiwa besar dan berdampak pada hubungan mereka berdua. Suatu kebenaran yang terungkap tanpa sengaja dan akan melukai hati Seohyun…

———

“Yoong? Apa kau sudah siap?”

“…”

“Yoong?”

“…”

“Aigooo… Kenapa kau jadi seperti ini?” Yuri hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap Yoona yang terus terpuruk dalam kesedihan dan lantas meninggalkannya seorang diri.

“Hyunnie… Maaf…” gumam Yoona pelan memandang keluar jendela. Dia sedih karena mulai sekarang akan kembali ke Seoul. Tapi bukan itu yang menjadi permasalahannya, melainkan Seohyun. Ya, sejak malam itu, semuanya berubah.

***

*Flashback*

Kehadiran Yoona rupanya disambut baik oleh teman-teman Seohyun, jauh dari bayangannya selama ini. Tidak hanya itu, mereka juga tidak segan untuk bertegur sapa layaknya dia seorang yang normal. Malam mulai larut, Yoona baru menyadari kalau Seohyun menghilang. Maka dia pun bergegas mencari kekasihnya itu.

“Maaf, apa kalian lihat Seohyun?” tanya Yoona dengan perasaan tidak enak. Dia merasa ada sesuatu yang buruk terjadi kepada Seohyun.

“Aku tidak tahu.”

“Mungkin dia sedang ke toilet.”

“Ah, terima kasih.” Hampir semua jawaban dari orang-orang tidak ada yang memuaskannya. Hal ini semakin membuatnya khawatir karena Yoona tahu Seohyun tak akan pergi meninggalkannya begitu saja. “Hyunnie, kau dimana?”

“Apa kau mencari Seohyun?”

“Ya! Apa kau tahu???”

“Tadi aku lihat dia sedang bersama Yong Hwa di—”

“DIMANA?!” potong Yoona seketika emosi saat mendengar nama Yong Hwa. “CEPAT KATAKAN!!!”

“Me-mereka a-ada di ka-kamar Yo-yong Hwa barusan…” ucap teman Seohyun yang bernama Luna ketakutan.

“SIAL!!!” umpat Yoona penuh amarah. Tanpa sadar dia berdiri dari kursi roda dan berlari menuju kamar tersebut. “Tidak ada waktu untuk ini!!! Hyun!!!”

***

“Yong Hwa-ssi, mana buku yang kau maksud?” tanya Seohyun tanpa menaruh curiga sedikit pun pada Yong Hwa.

“Duduk dulu Seohyun.” Yong Hwa sengaja mengulur waktu agar bisa berlama-lama dengannya. “Sepertinya aku lupa dimana aku menaruh buku itu. Tunggu sebentar ya.”

“Okey.” Sambil berpura-pura mencari, Yong Hwa perlahan mengunci pintu kamarnya supaya Seohyun tidak bisa melarikan diri. Namun rupanya, gadis itu mulai merasa tidak enak dan memutuskan untuk kembali memanggil Yoona yang dia tinggal sendirian. “Hmm, Yong Hwa-ssi.”

“Ya?”

“Kurasa aku belum memberitahu Yoona kalau aku sedang bersamamu.”

“Lalu?”

“Aku ingin menemuinya sebentar agar dia tidak khawatir dan mencariku.”

“Silahkan.” ujar Yong Hwa mempersilahkan Seohyun pergi.

“Terima kasih.” Seohyun berusaha membuka pintu kamar tersebut, tapi tidak bisa karena ternyata pintunya terkunci. Yong Hwa menyeringai menyaksikan gadis polos itu. “Kenapa…terkunci?” Rasa ketakutan sekejap menghinggapi Seohyun dan merubah wajahnya menjadi pucat.

“Ada apa?” tanya Yong Hwa seakan tidak tahu yang lalu berjalan ke arah Seohyun. “Tidak bisa dibuka ya?” Dia memperlihatkan kunci kamar miliknya di hadapan Seohyun yang kemudian terkejut.

“Yo-yong Hwa-ssi…”

“Seo… Joo… Hyun… Apa kau tahu? Kesempatan ini sudah lama sekali aku tunggu-tunggu.”

“A-apa ma-maksudmu???” Sebelum tubuhnya terdesak di antara Yong Hwa dan pintu, dengan cepat Seohyun mencoba menghindar. “He-hentikan Yong Hwa-ssi! Ini tidak lucu!” Sayang, tanpa sengaja Seohyun terjatuh tepat di atas tempat tidur dan ini membuat Yong Hwa langsung menindihnya.

“Kau tahu Hyun? Aku sangat menyukaimu… Tapi kenapa kau menolakku?” bisik Yong Hwa dingin. Perlahan wajahnya mendekat ke arah Seohyun. “Dan kau malah memilih Yoona… Cowok berkursi roda itu…” Yong Hwa yang lalu mencium paksa Seohyun.

“He-hentikan… Aku mohon…” pinta Seohyun sambil meronta-ronta agar bisa melepaskan diri dari Yong Hwa. “Yong Hwa-ssi…”

“Kau tidak bisa lari lagi Hyun… Karena aku akan menjadikanmu milikku malam ini.” ucap Yong Hwa tidak peduli.” Air mata pun mengalir dari pelupuk mata Seohyun. Terlebih saat Yong Hwa mulai berani meraba-raba daerah sensitifnya.

“Ti…Tidak… YOONG!!!”

BRAAAK!!!

Seketika itu juga pintu kamar Yong Hwa terbuka lebar dan tampak sosok Yoona yang penuh kemarahan melangkah ke arah mereka. Seohyun tentu saja terkejut, terlebih saat melihat Yoona berjalan normal tanpa menggunakan kursi roda.

“KAU!!!” Yoona langsung menarik paksa Yong Hwa dari tubuh Seohyun dan menghujani cowok itu dengan pukulannya secara bertubi-tubi. “BERANINYA KAU MENYAKITI HYUNNIE!!!”

“Argh!!!” pekik Yong Hwa menahan sakit akibat pukulan Yoona yang terus menghujam tubuhnya. “Hentikan!!! Aku minta maaf!!!” ujarnya memohon ampun.

“DASAR BRENGSEK!!!” Yoona tidak peduli dengan permintaan maaf Yong Hwa. “LIHAT APA YANG KAU PERBUAT???!!!”

Keributan di antara Yoona dan Yong Hwa segera mengundang perhatian dari semua teman-teman Seohyun. Beberapa dari mereka berusaha melerai perkelahian itu dengan memisahkan keduanya hingga akhirnya suasana mulai sedikit tenang. Kini Yong Hwa hanya bisa meringis kesakitan.

“Ugh…”

“Dengar Jung Yong Hwa!!! Jangan pernah lagi kau mendekati Hyunnie!!!”

“I-iya…”

“Bagus! Hyunnie, ayo kita pulang.”

Lantas Yoona meraih tangan Seohyun dan menariknya pergi dari tempat tersebut. Sepanjang perjalanan, mereka tidak berbicara sampai tiba-tiba Seohyun menghentikan langkahnya. Yoona tahu, sudah saatnya dia harus menjelaskan kenyataan yang sebenarnya.

“Hyunnie…” Yoona melepaskan jaket tuxedo miliknya untuk dipakaikan ke tubuh Seohyun. “Begini lebih baik…” ucapnya tersenyum namun dibalas dingin oleh Seohyun yang menunggu penjelasan Yoona.

“Yoong… Katakan padaku kenapa… Apa kau sengaja membohongiku?” tanya Seohyun sinis.

“Hyun… Aku…” Yoona tidak berani menatap wajah Seohyun karena dia tahu kondisi kekasihnya saat ini. “Aku akan jelaskan semuanya… Tapi kumohon kau dengarkan baik-baik…” Seohyun hanya diam sambil terus menatap tajam Yoona dan menunggu penjelasan darinya. “Okey… Sebenarnya…”

Selama hampir setengah jam, Yoona akhirnya selesai menceritakan alasannya kenapa dia harus berpura-pura duduk di kursi roda layaknya orang cacat. Ya, semua dia lakukan demi mendalami sebuah peran. Yoona yang dikenal Seohyun rupanya seorang aktor muda yang tengah naik daun.

“Ja-jadi kau seorang aktor???!!!” tanya Seohyun tidak percaya.

“Ya… Dalam waktu dekat ini aku akan segera bermain dalam sebuah film.”

“Pantas wajahmu tidak asing… Ternyata…”

“Hyunnie… Maafkan aku…” gumam Yoona yang berharap Seohyun bisa menerimanya kembali. “Aku janji aku ti—”

“Yoong…” potong Seohyun cepat. “Mungkin untuk sementara, lebih baik kita tidak bertemu…” Keputusan gadis itu tentu saja mengagetkan Yoona.

“Kenapa???”

“Aku… Aku butuh waktu…”

“Tapi Hyun…”

“Maaf Yoong…”

Kemudian Seohyun pun berlalu dari hadapan Yoona. Meski dia bisa menerima penjelasan kekasihnya, tapi Seohyun belum bisa menerima kebohongan Yoona selama ini. Seohyun takut jika hubungan mereka juga hanya merupakan tuntutan Yoona dalam mendalami perannya.

*End of flashback*

***

Sejak saat itu, Yoona tidak pernah lagi bertemu dengan Seohyun. Walau dia berusaha mencari keberadaan gadis itu, namun tidak seorang pun memberitahukan dimana sekarang. Yoona hanya bisa pasrah jika hal tersebut yang memang diinginkan oleh Seohyun.

“Hyung, aku mau ke perpustakaan sebentar.”

“Okey Yoong. Cepat kembali atau kita akan terlambat.”

“Ya.”

Yoona berjalan menuju perpustakaan, tempat dia pertama kali bertemu dengan Seohyun. Setelah insiden di rumah Yong Hwa, Yoona memutuskan untuk tidak lagi menggunakan kursi roda karena memang percuma dimana semua orang di kota itu telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Selamat siang Tuan Lee.” sapa Yoona kepada pemilik perpustakaan tersebut.

“Oh, Yoona! Ada yang bisa aku bantu? Kalau kau datang untuk mencari Seohyun, dia tidak ada di sini.” Mendengar perkataan Mr. Lee, Yoona hanya bisa tersenyum pahit.

“Tidak… Saya tidak datang untuk mencarinya…”

“Lalu?”

“Ini…” Yoona menyerahkan secarik surat kepada Tuan Lee. “Tolong berikan surat itu kepada Seohyun seandainya dia datang ke sini… Ow ya, juga berikan ini.” Yoona memberikan sebuah kotak kecil yang sudah dibungkus rapi dengan kertas kado bergambar Keroro.

“Baiklah. Ada lagi?”

“Tidak, itu saja. Lagi pula saya harus segera pergi. Terima kasih atas semuanya Tuan Lee”

“Kau mau kemana?”

“Saya akan kembali ke Seoul. Kalau begitu sampai jumpa.”

“Ah! Tunggu sebentar!” panggil Mr. Lee menghentikan kepergian Yoona. “Bisa aku minta tanda tanganmu? Cucuku ternyata merupakan fans beratmu.” ujarnya sambil menyodorkan kertas dan spidol kepada Yoona.

“Tentu saja. My pleasure.” Dengan lihai Yoona menandatangani kertas itu. “Ini”

“Terima kasih banyak Yoona. Hati-hati di jalan.”

“Ya.” Yoona bergegas kembali menuju rumahnya dimana Yuri sudah pasti menunggunya. Dalam perjalanan, Yoona memandangi langit biru kota itu sebelum dia pergi. ‘Hyunnie… Selamat tinggal…’

———

-5 tahun kemudian…-

Jadwal syuting Yoona yang sangat ketat membuatnya tidak mempunyai waktu luang untuk beristirahat hingga akhirnya suatu hari dia pun jatuh sakit. Yuri yang kala itu tengah sibuk mempersiapkan kelahiran anak pertamanya tidak bisa menemani Yoona karena Jessica jauh lebih membutuhkan kehadirannya dan Yoona memahami hal itu. Akhirnya agar tidak merepotkan orang lain, dia memutuskan untuk memanggil dokter pribadinya sekaligus sahabat baik dianya yaitu Sooyoung.

“Halo Soo, apa kau bisa datang ke tempatku?”

“Memangnya ada apa denganmu Yoong?”

“Entahlah, mendadak kondisi badanku tidak enak…”

“Begitu ya? Tapi hari ini aku ada urusan. Nanti akan aku suruh dia yang menanganimu.”

“Hah? Tapi Soo—”

“Okey, sampai jumpa~”

“Ta—” Belum selesai berbicara, Sooyoung sudah terlebih dulu mematikan telponnya dan kembali beristirahat. “Eish!”

Yoona pun akhirnya hanya bisa pasrah. Sambil menunggu kedatangan pengganti Sooyoung, dia tertidur dan terbangun lagi saat mendengar bel pintu apartemennya berbunyi.

Ting~ Tong~

“Iya! Tunggu sebentar!” Yoona beranjak dari atas tempat tidur kamarnya untuk membukakan pintu. “Silahkan ma—” Raut wajahnya langsung berubah begitu melihat sosok yang kini berdiri tepat di hadapannya. “Hyun..nie…”

“Apa kabar Yoong? Lama tidak bertemu.” balasnya tersenyum. Ya, dia adalah Seohyun, sosok yang selama ini begitu dicintai dan dirindukan Yoona. Tidak sedetik pun dia lupakan gadis tersebut selama hampir 5 tahun, meski tidak ada kabar jelas mengenai keberadaannya.

“Hyunnie??? Apakah benar ini…” ungkap Yoona masih tidak percaya. “Tidak mungkin… Ini pasti mimpi!”

“Tidak Yoong. Ini bukan mimpi… Ini aku… Seohyun…”

“Tapi…”

“Yoong, apa kau ingat dengan ini?” Seohyun memperlihatkan sebuah cincin platina di jari sebelah kanannya kepada Yoona yang terkejut.

“Itu…”

“Ya, kau memberikan ini untukku sebelum pergi kepada Tuan Lee.”

“Hyunnie…” Yoona mencoba mendekati Seohyun dan menyentuh wajahnya. “Ini benar-benar kau? Bukan mimpi?” Mendengar pengakuan Yoona membuat Seohyun tertawa kecil.

“Aigooo~ Yoong~ Tentu saja ini aku dan benar-benar aku, your Hyunnie.” balas Seohyun menggenggam tangan Yoona. “Kenapa kau masih tidak percaya kalau ini adalah aku???”

“Maaf… Aku hanya…” Yoona tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“Tutup matamu.” perintah Seohyun yang lalu dipatuhi Yoona.

Tanpa sepengetahuannya, Seohyun perlahan-lahan mendekatkan wajahnya ke Yoona. Sesaat kemudian pemuda itu merasakan sesuatu yang lembut di bibirnya. Itu adalah bibir milik Seohyun yang sedang menciumnya dan tidak lama ciuman itu pun berakhir.

“Hyunnie…”

“Yoong… Maafkan aku karena—”

“I love you Hyun…” potong Yoona cepat yang tidak peduli lagi dengan penjelasan Seohyun. Dia kembali menarik tubuh Seohyun untuk menciumnya dan kali ini lebih mendalam. Yoona seperti melampiaskan semua kerinduannya melalui hal itu.

“Hmmm~~~ Yoong~~~” desah Seohyun dalam ciuman tersebut. Dia bisa merasakan suhu tubuh Yoona yang panas yang membuatnya tersadar kalau Yoona sedang sakit dan dengan segera Seohyun menghentikan ciumannya.

“Kenapa Hyun???”

“Kau harus istirahat Yoong. Kau kan sedang sakit.”

“Tapi…”

“Uh huh. Tidak ada tapi atau aku pergi.” ancam Seohyun serius yang mana menjadi salah satu kelemahan Yoona.

“Baiklah…” ujar Yoona cemberut. “Tapi janji ya, kau tidak akan pergi kemana-mana lagi Hyunnie~~~”

“Iya. Aku janji.”

“Aku tidak percaya. Nanti kau pergi lagi~”

“Lalu kau ingin aku bagaimana agar kau percaya? Padahal dulu kau juga membohongiku…” gumam Seohyun kesal, sementara Yoona hanya tersenyum mendengarnya. “Yah! Mau apa? Kau kan—” Yoona mengecup bibir Seohyun dan berbisik di telinga gadis itu.

“Aku ingin kau menikah denganku…” Seohyun tidak membalas dengan perkataan namun kembali mencium Yoona sebagai tandai dia setuju. “I love you Hyunnie…”

“Love you too Yoong…”

Yoona dan Seohyun lantas menghabiskan malam itu dengan menceritakan kisah hidup masing-masing sambil melepas kerinduan hingga fajar menyingsing sekaligus memulai lembaran baru tentang hubungan mereka.

-FIN-

Wokeh, akhirnya selesai juga bikin ff terpanjang untuk saat ini… ASLI!!! AYE STRESSSS!!! Huff~~~ Yasu, saya gak ada curhatan apa-apa untuk kali ini. Thanks buat loyal readers, silers dan komen untuk wp ini. I love you all~~~ Sekali lagi mohon maaf jika ceritanya membosankan. Okur~ See you next update~~~ You all are JJANG!!! ^3^~~~ ❤

Advertisements

55 thoughts on “Love Acts [One-Shoot]

  1. pertamax ?#celingakcelinguk

    ceritanya seru banget unn ! apa lagi Castnya Yoonhyun paiRing kesukaanku.. YBTM jangan lupa di lanjutin ya^^

    unnie ! hwaiting !

  2. YoonHyun! Huwaaa… Mereka dewasa bgt di ff ini 😀
    Wkwk… Ga bisa komen apa2 lagi, pokoknya keren lah! Sebagai yoonhyun shipper puas bacanya 🙂

  3. huwaa~~ YoonHyun~ >.<

    suka suka suka~ 😀

    iya emang panjang.. aku aja bacanya same satu setengah jam -____-" heran deh baca ff ato ngapain sih aku ini sebenernya wkwkwkwkk XDD

    oke deh unn ditunggu updatetan lainnya~
    Author jjang!! telor jg jjang~!! kekekeke

  4. awalnya bosenin gatau knp aku kurang suka yoonhyun pdhl bias aku yoona..lbh suka yoong jd anak yulsic sih lol *loyalist demo!
    well,keseluruhan seru jg ko….kali2 bikin oneshot yoonyulsic dong kak,genben yg mreka jd keluarga *hah banyak mau nya.
    update soon ^^

  5. Kenapa tiap baca ff YoonHyun slalu brasa kaya gini trs….agak membosankan tp sweet…lololol

    Hyuni yang suka baca….knp ga bqn Hyunie agak spoil brat….*di gebukin fandom Hyunie* wkwkwkwk….

    Aq suka bagian buku trbalik….brasa bodoh bgt sumpah Yoong di situh….

    Dah ah…makasih dh update ^^

  6. Wah aku 2x salah nebak isi ceritanya -__- haha. Ceritanya ngegantung! Harusnya ceritakan jg bahwa yonghwa menikah dengan kyungsee XD hehe peace!

  7. Tadinya saya fikir YoonA itu punya penyakit apa gitu sampai cacat dan menggunakan kursi roda, ej ternyata hanya tuntutan peran doank,,,,wkwkwkwkwk
    empat ngegalau pas bc YoonA udah mau balik keseoul dan belum ketemu SeoHyun, saya fikir mereka nggak akan bersatu, huh tapi untunglah kau menyatukan mereka unni,,,,ahahaha
    ph ya next update yg TaeHyun two shot dilanjutin ya *puppy eyes* ya ya unni
    sy tunggu loh

  8. akhir’a pairing ‘duo maknae’ di bwt lagi T^T jarang2 ad author yg inget tuh pairing *terharu*
    jujur td pas bca pertama sempet ‘percaya’ n kasian kalo si yoong bneran cct tp malah sbalik’a hahaha *tawa ala SNSD*

    makasi ya eonn uda bwt pairing yoonhyun *bowed*

    d tggu next ff&next chap YBTM nya X)
    author jjang!! ^3^

  9. Oah, tdnya gw ud brpkr berat ttg Yoong dan kursi rodanya.. Tnyta cm bwt pndalaman karakter kpntingan peran. Lega gw.. Hehe
    tp iya sih seohyun pantes jd ragu tkt hubungan mrka jg cm bwt kpntingan krja Yoona.. Untungnya hubungan mrka asli.. Lega juga gue. (2x lega)

    manis ceritanya. Scra ksluruhan gw suka. Pmilihan kata2 lo jg smakin mahir. Ktauan bgd org yg suka nulis. Hihi

    smangat terus ya Kwonnie~~
    Kwonnie jjang! 🙂

  10. Kekekekekek aduh si yoona main cium-cium aja sih…….

    Hey yonghwa berani2nya kau!!!!!

    Heeee asik thor romantis deh….

  11. Keren oneshotnya suka suka ^^
    author daebak!!
    Kirain yoona beneran lumpuh eh taunya dia bisa lari nolong seohyun dari yonghwa keke~
    endingnya soo sweet.. :3
    dtnggu update ff kesukaanku YBTM hoho
    hwaitaeng thor ^^

  12. yah!! yonghwa!! hampir saja kau menodai seobaby.. untung yoong datang.. rasakan itu!!

    ooh yoong artis.. tapi seobaby kecewa tapi akhirnya bersatu deeh hehehe

    bagus bagus ^^

  13. Waaah YoonHyun is back (ʃƪ´▽`)
    Kirain bakal pisah ternyata happy ending XD
    Alhamdullillah ya *sesuatu*

    Author lanjutan YBTM nya ditunggu loh “̮ƗƗɐ”̮ƗƗɐ”̮ƗƗɐ”̮
    Author Jjang Hwaiting^^

  14. Aiish, c yoong emang aktor sejati dah. Mpe segitunya dia demi peran. Pantes aja hyunnie marah. Dibo’ongin gitu sih. Tapi gak papa, yang penting hepi ending. Aseeek! Daebak thor! ayoow YBTM dilanjutin. jgn malez dunk! readersmu kan nungguin. pliiiiish…..

  15. Ih waw *ikut2 Yuri*
    Aku pikir neh bocah pake kursi roda karena cacat atau mau menemui akhir.. atau apa.. ternyata..
    yeaahh jessica lahiraan.. asik siap2 banyak makanan… eh?
    Kau tahu aru appa! ini ff terpanjang yang dengan sediamu terpajang di WP ini..
    Dan…ih waw! aku……….. dengan min di mataku yang semakin bertambah, warna abu2 ini… ouucchh… i’m so sick seing a grey color and theme ><
    aku select all text dulu baru baca… huhuhu.. *anak rewel*
    cowiie… appa… such a fussy kiddo..

    Cemungut lanjutt….

  16. kirain yoong bener2 cacat , gg taunya .__.

    itu yul kerjaannya apa ya ? temenin yoong mulu.
    menejer yaa o.o

    eaaaaaaaa, sica lahiran. anaknya siapa ??
    krystal kah ?? lol

    kacooo dah syoung jadi dokter xD

  17. Endingnya keren wakakakak seobb jadi dokter… Kayaknya sooyoung sengaja tuh haha. Daebak,eonn! Fightiiing

  18. yoonhyun dsini satu langkah lbh maju dr sbelumnya.
    dah g malu2 lg untk kissing..
    duo maknae sudah dewasa.hho~
    nice story 😀

  19. Woah… Dahsyaaat ,,
    Eeh tapi flashback mulu yah ><
    #Dijitakauthor XD
    Kereen banget,, di tunggu yoonhyun lain.a 😉

  20. yoona, memang aktor jjang deh.
    dr awal baca kukira emang unnie bikin yoong cacat bneran lho un.
    hahaha trnyata saya tertipu abiz.

    “Lalu kau ingin aku bagaimana agar kau percaya? Padahal dulu kau juga membohongiku…”

    “Aku ingin kau menikah denganku…”

    “I love you Hyunnie…”

    awwww, so sweeeet yonhyun!

    love this oneshoot.
    and love u unnie..
    lanjuut!

  21. cihuyyy .. Sosweet bangetdah duo magnae ini hehehe …
    Yahyah kirain aku yoong cacat benera teryata cuma pengen dalemin peren toh (?) hehehe …
    Sica hamil ?? Kapan buat’a koq gk ada penjelasan’a sih thor ..wkwkwkwk# yadongkumat …
    Well, akhir’a happy ending . Aku salut sama author yg slalu nugguhin ff yg the best ..
    Author daebbak 🙂

  22. Maunya jadi komenan ke 45 tpi jdi ke 44
    Gpp ahh..

    Maaf unn saya baru2 bisa baca ff di blog ini..
    habis un jdi sedikit bebas 🙂

    aku suka sekali ff inii..
    So sweet
    Semua ffmu aq suka
    Author jjang ^^

  23. Annyeong,,,,
    Lgi” FF nya bner” daebak,,NGENA Bnget…..,!!!
    T’nyata Yoong cma pura” duduk d kursi roda ntuk mndalmi akting nya…..,
    Daebakkk Dahhh…

  24. aiihhh.. so sweet banget…
    YoonHyun mesranya…
    dan YulSic.. punya anak… aigoooo
    nice story.. suka banget ma ceritanya.. apalagi pairingnya YoonHyun..

    ok author hwaiting… !!!!

  25. aishh, prikitiw.. cieee, ciee, so sweet bgt ending nya..
    oia, author slh bsar kalo blg crita ini bikin bosen..
    dr mananya coba?
    justru ak mau blg jeongmal gamsahamnida untuk ff nya- apalagi ak loyalist shipper, thumb deh buat author..
    hwaiting thor!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s