The Truth [Part 1]

Sebelumnya cuma mau ngingetin kalau ini ff berat dan angsty, gak suka jgn baca. So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~The Truth [Part 1]~

Genre: Gender-bender, Romance, Angsty

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon,

———

I’ll be here…

Why…?

I’ll be ‘waiting’…here…

For what?

I’ll be waiting…for you…so…
If you come here… You’ll find me.
I promise.

———

“Yul!” panggil Taeyeon, sahabat karibnya yang terkenal akan julukan Byun-Tae karena memiliki hobi melihat ‘daerah terlarang’ milik gadis-gadis terutama kekasihnya, Tiffany.

Taeyeon merupakan teman satu dorm Yuri saat mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah atas. Perbedaan sifat, sikap dan latar belakang tidak menghalangi keduanya untuk berteman. Bisa dibilang Taeyeon satu-satunya orang yang tahu seperti apa Yuri sebenarnya.

“Ya?” jawab Yuri tanpa basa-basi karena dia memang sedang terburu-buru. Ada suatu hal yang harus segera diselesaikan. “Ada apa Taeng?”

“Tidak. Hanya saja…” Taeyeon lantas memberikan beberapa surat yang dia keluarkan dari dalam tasnya kepada Yuri. “Ini.”

“Apa ini?” tanya Yuri heran. “Memangnya kau pikir aku kantor pos?”

“Yah! Ini semua surat-surat dari para fans-mu Kwon Yul!”

“What?! Kau bercanda? Aku tidak merasa punya fans-club!”

“Terserah, yang pasti semuanya dari fans-mu!” keluh Taeyeon kesal. “Untung Fany mau mengerti, jadi dia tidak marah jika ada gadis yang memberikan surat kepadaku.” jelasnya lagi.

“Baiklah. Berarti ini semua untukku?” Taeyeon mengangguk. “Okey.” Tanpa ragu, Yuri membuang semua surat-surat itu ke tempat sampah. Sudah pasti reaksi Taeyeon adalah terkejut setengah mati.

“OH MY GOD YUL!!!” pekik Taeyeon melihat kelakuan Yuri. “Apa yang kau lakukan???”

“Kau bilang semua surat itu untukku kan? Jadi aku berhak melakukan apa yang aku suka seperti membuangnya.” ujar Yuri dingin. “Lagi pula aku sangat benci yang namanya surat dan tidak ada waktu untuk hal itu.”

“Tapi Yul—”

“Kalau sudah selesai, aku permisi. Ada banyak yang harusku kerjakan sekarang.”

Taeyeon tidak bisa menjawab apa-apa lagi jika Yuri sudah berkata demikian. Ya, dia tahu sahabatnya itu adalah seorang yang dingin, maka tidak heran bila banyak yang merasa segan kepadanya. Namun hal itu tidak mengurangi popularitas Kwon Yuri sebagai salah satu mahasiswa terkenal di kampus mereka selain karena dia sangat pintar dan juga mempunyai sisi misterius yang mampu membuat semua tertarik untuk dekat dengannya.

“Semoga kelak akan ada sosok yang bisa meluluhkan hati Yuri…” gumam Taeyeon saat menyaksikan Yuri berlalu dari hadapannya.

———

“Aish! Kenapa mendadak cuaca menjadi mendung begini siy???” keluh Jessica yang baru saja keluar dari bandara Incheon. Sambil berlari, dia bergegas menuju ke sebuah taksi yang sedang terparkir tidak jauh dari sana. Sayang, Jessica harus berebut dengan yang lain.

“Maaf nona, tapi bisakah saya menggunakan taksi ini? Istri saya sekarang mau melahirkan di rumah sakit.” selak pria paruh baya yang juga ingin menaiki taksi tersebut. Merasa tidak enak dan keadaan pria itu jauh lebih darurat, akhirnya Jessica pun mengalah.

“Silahkan Anda pakai. Biar saya naik yang lain.” ucapnya mempersilahkan.

“Terima kasih nona! Terima kasih banyak!”

“Iya, sama-sama tuan.” Tidak lama setelah taksi itu pergi, hujan kemudian turun dengan sangat deras. Mau tidak mau, Jessica kembali ke dalam bandara untuk berteduh. “Sepertinya aku akan lama ada di sini… Lebih baik aku telepon paman untuk meminta seseorang menjemputku.”

———

Tok tok tok~

“Siapa?” sahut Mr. Lee ketika mendengar suara ketukan dari pintu ruang kerjanya.

“Maaf profesor, ini saya.” ucap Yuri memperlihatkan sedikit wajahnya di balik pintu sambil menunggu Mr. Lee mengizinkannya masuk.

“Oh Yuri! Masuklah.”

“Ya.” Yuri lantas segera memberikan berkas makalah yang diberikan Mr. Lee kepadanya kemarin. “Ini prof, sudah saya selesaikan semuanya.”

“Benarkah? Cepat sekali. Coba aku lihat” ujar Mr. Lee yang lalu memeriksa pekerjaan Yuri. “Sempurna…” pujinya saat membaca hasil tulisan pemuda itu. “Kau benar-benar mahasiswa kebanggaanku Kwon Yuri.”

“Terima kasih. Kalau begitu saya permisi.” Namun begitu Yuri akan pergi, Mr. Lee mendadak memanggilnya kembali.

“Yuri, tunggu sebentar.”

“Ya? Ada apa prof?”

Meski agak sungkan, Mr. Lee akhirnya memberanikan dirinya untuk meminta bantuan Yuri. “Boleh aku minta tolong padamu?”

“Silahkan.”

———

Sudah hampir satu jam lebih, tetapi hujan belum juga reda. Kini yang bisa dilakukan Jessica hanyalah duduk diam di sebuah coffee shop sambil menunggu kedatangan orang suruhan pamannya untuk menjemputnya. Sesekali dia memandang ke arah luar jendela dan mengamati langit yang masih gelap.

“Maaf, apa kau yang bernama Jessica Jung?” tanya seorang pemuda datang menghampirinya. Seluruh badannya tampak basah kuyup akibat terkena guyuran hujan.

Jessica langsung mengangguk mendengar pertanyaannya. “Ya, aku Jessica. Siapa kau?”

“Perkenalkan, namaku Kwon Yuri dan aku ditugasi oleh Mr. Lee untuk menjemputmu, jadi—”

“Kenapa lama sekali?” potong Jessica tanpa mau mendengar penjelasan Yuri lebih lanjut.

“Apa?”

“Aku bilang kenapa lama sekali??? Kau tahu aku sudah bosan menunggu di sini!!! Kalau saja tidak karena hujan, aku mungkin sudah sampai ke tempat paman!!!” Yuri hanya diam mendengar perkataan Jessica dan memilih tidak membalas semua umpatan dari gadis yang ternyata merupakan keponakan sang dosen. “Kenapa diam? Sejak kapan kau mendadak bisu???”

Yuri menghela nafas, dia berusaha menenangkan diri dan mengatur kesabarannya agar tidak terpancing. “Maafkan aku… Jika sudah selesai, lebih baik kita segera pergi.”

“Kau…” Jessica pun sadar jika dirinya sedari tadi telah membuat orang-orang memperhatikan mereka. “Okey, ayo kita pergi.” Untuk kali ini dia terpaksa menyetujui pendapat Yuri.

“Oh ya, pakai ini” Yuri memberikan jaket milikinya untuk menutupi kepala Jessica agar tidak terkena hujan. Kontan saja, gadis tersebut tertegun atas sikap Yuri.

“Ta-tapi kau???”

“Sudah, aku tidak apa-apa.”

Meski merasa tidak enak, Jessica pun dengan patuh melakukan apa yang diperintahkan Yuri dan mengikuti pemuda itu menuju tempat dia memarkirkan kendaraannya.

“Dia baik… Berbeda dengannya…” ucap Jessica hampir tidak terdengar.

“Masuklah.” ucap Yuri sambil membukakan pintu mobil untuk Jessica. Ya, meski Yuri kerap bersikap dingin tapi tidak bisa dipungkiri dia juga seorang gentleman kepada lawan jenisnya. Hal inilah yang sebenarnya membuat Yuri diam-diam punya banyak fans. Kini keduanya telah berada di dalam mobil dan sebelum menyalakan mesin, Yuri kembali mengingatkan Jessica untuk memakai seat belt. “Pakai seat belt-mu.”

“Ah? Oh! Seperti ini?” Walau gadis itu berusaha memakai seat belt-nya dengan baik, namun di mata Yuri belum benar.

“Tidak, bukan begitu.” Yuri segera membetulkan seat belt milik Jessica.

“Apa yang—” pekik Jessica terkejut karena tubuh Yuri tiba-tiba berada amat dekat dengan tubuhnya. Hingga tanpa sadar, Jessica memandangi wajah Yuri yang sekarang hanya terpaut beberapa senti saja dari wajahnya. ‘Entah dimana tapi sepertinya aku merasa tidak asing…’ gumam Jessica dalam hati.

“Yap, sudah selesai.”

“…”

“Nona Jung? Kau tidak apa-apa?”

“Huh? I-iya…” ujar Jessica yang akhirnya tersadar. “Terima kasih.”

“Bisa kita mulai jalan?” tanya Yuri meminta izin dan dibalas anggukkan oleh Jessica. “Okey.”

Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya berbicara seperlunya dan selebihnya diam sampai ketika perut Jessica berbunyi yang menandakan dirinya sedang lapar. Ya, sejak kedatangannya Jessica belum sekali pun mengisi perutnya.

“Ma-maaf…” Jessica tertunduk malu ketika Yuri menatapnya. Dengan cepat, pemuda tersebut kemudian melajukan mobilnya ke drive-thru sebuah restoran cepat saji.

“Kau mau pesan apa Nona Jung?” tanya Yuri sambil menunggu giliran mengantri.

“Apa saja.”

“Baiklah”

Tidak lama, tibalah giliran mereka memesan makanan. “Selamat datang, Anda mau pesan apa?” sapa suara pelayan dari dalam speaker.

“Saya ingin pesan dua sandwich-tuna dan dua chocolate shake.”

“Ada lagi?”

“Tan—” Belum selesai berbicara, mendadak Jessica menarik baju Yuri. “Tunggu sebentar.” Pemuda itu langsung mengalihkan perhatiannya kepada Jessica. “Ada apa? Kau tidak suka dengan apa yang aku pesan?” tanya Yuri bingung.

“To-tolong jangan pakai ketimun…” ujarnya pelan tapi terdengar jelas oleh Yuri.

“Itu saja?” Jessica mengangguk. ‘Aku tahu itu…’ ucap Yuri dalam hati.

Lalu Yuri kembali berbicara kepada sang pelayan untuk meminta pesananya tanpa irisan ketimun. Beberapa saat kemudian, pesanan mereka pun siap.

“Thanks Yuri.”

“You’re welcome, Nona Ju—”

“Sica.” potong Jessica cepat. “Cukup panggil aku Sica.”

“Okey Sica.” Sambil menikmati makanan, mereka pun melanjutkan perjalanan. Kemudian baru disadari karena lelah, Jessica tanpa sadar tertidur pulas. Yuri hanya tersenyum dan memakaikan jaket miliknya kepada Jessica. “Akhirnya kita bertemu lagi Sica…”

———

Di sebuah ruangan, tampak Mr. Lee sedang menunggu seseorang. Ya, keponakannya, Jessica belum juga datang dan dia sangat khawatir meski Yuri telah memberi kabar kalau mereka sebentar lagi sampai. Penantian Mr. Lee pun berakhir ketika mendengar suara mesin mobil terparkir di depan rumahnya.

“Itu mereka!” Mr. Lee segera berlari menghampiri keduanya. “Yu—” Pria itu langsung diam saat melihat Yuri membopong tubuh Jessica yang tertidur.

“Maaf prof, tapi dimana saya bisa membaringkan Sica?” tanya Yuri sekuat tenaga. Wajahnya pucat dan tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin. Semua disebabkan karena hujan yang telah mengguyur tubuhnya.

“Oh! Bawa dia ke ruang tidur tamu. Kamar pertama di lantai dua.” jelas Mr. Lee singkat.

“Baik.” Yuri lantas membawa Jessica menuju kamar yang tersebut dan membaringkannya pelan-pelan. “Kurasa dia terlalu lelah.” ucapnya sambil menyelimuti tubuh Jessica dengan selimut.

“Ya, terima kasih Yuri.”

“Dan kurasa dia tidak mengingatku… Baguslah…”

“Yuri… Maafkan Jessica…”

Yuri memandangi wajah Jessica yang sudah terlelap. Pikirannya kembali kepada sebuah kenangan pahit yang sebenarnya tidak ingin dia ingat lagi.

***

*Flashback*

“Hei Yul.” panggil gadis kecil berambut pirang kepada anak laki-laki yang sedang asyik bermain bola tidak jauh darinya.

keduanya tampak sangat manis dan siapa pun yang melihat mereka pasti akan setuju jika dikatakan sebagai pasangan kecil. Yang laki-laki memiliki wajah rupawan meski masih anak-anak dan berkulit gelap. Berlawanan dengannya, yang perempuan punya kesan seperti malaikat, namun terkadang mengeluarkan tatapan sedingin es hanya kepada orang asing.

“Ya Sica?” balas Yuri. “Ada apa?” Dia tetap sibuk bermain bola tapi berusaha fokus kepada Jessica.

“Apa kita ini teman baik?” tanya Jessica pelan. Tiba-tiba gadis itu meraih tangan kanan Yuri dan mengaitkan jari kelingkingnya dengan Yuri. Tentu saja Yuri tidak mengerti dan memilih diam hingga suara isak tangis Jessica terdengar olehnya.

“Sica, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis? Apa aku melakukan sesuatu yang buruk?” Dengan polos Yuri bertanya kepada Jessica sambil menghapus lembut air mata teman baiknya itu. “Kalau iya… Aku minta maaf…”

“Bukan.”

“Lalu apa?”

“Aku akan pindah ke L.A.” Akhirnya Jessica memberitahu alasan yang sebenarnya kepada Yuri dan membuatnya shock karena bagi Yuri, Jessica merupakan salah satu dan hanya satu-satunya teman yang dia punya.

“Ka-kapan kau—”

“Besok lusa.” potong Jessica.

“Oh… Begitu…”

“Apa kau marah Yul? Katakan padaku apa kau marah???” ujar Jessica mengguncang-guncang tubuh Yuri karena dia takut jika Yuri membencinya. Sekali lagi Yuri membisu, pikirannya kosong. “Yuri!”

“Tidak.” jawab Yuri cepat. “Aku tidak…” Dan kini giliran Yuri yang ingin menangis, dia berusaha menahan air matanya sebisa mungkin agar tidak jatuh. “…”

“Yuri…”

Jessica tahu betul tentang Yuri. Untuk menenangkannya, Jessica selalu memeluk Yuri dan mengusap pelan punggung anak laki-laki tersebut. Ya, mungkin Yuri tampak lebih tua dari Jessica tapi faktanya dia lebih muda dari temannya itu. Sekarang mereka hanya saling berpelukan satu sama lain.

“Sica…” isak Yuri.

“Ya?”

“Sebelum pergi… Bisakah kita berjanji satu hal?”

“Tentu Yul… Apa?”

“Aku ingin kita berjanji untuk tetap menjadi teman selamanya.” Jessica pun mengangguk. “Jadi teman baik selamanya?” tanya Yuri tersenyum. Hal inilah yang terkadang membuat Jessica tersipu. Tidak tahu kenapa tetapi kadang dia berdebar bila menyaksikan senyuman Yuri.

“Y-ya… Aku janji…” Setelah itu mereka pun memutuskan pulang dengan perasaan senang dan melupakan kesedihan untuk sementara.

***

Hari kepindahan Jessica pun datang. Yuri berlari sekuat tenaga menuju rumah sahabatnya itu. Ya, dia terlambat bangun karena sejak semalam tidak bisa tidur memikirkan hari ini. Akhirnya Yuri berhasil tiba tepat waktu di tempat tersebut dan melihat semua barang-barang milik keluarga Jung telah dibereskan. Seorang gadis kecil berjalan ke arahnya dengan mata sembab, bisa ditebak jika Jessica habis menangis.

“Sica, maaf… Aku…” Tanpa sepatah kata, Jessica langsung memeluk Yuri dan kembali menangis. “Telat…” bisik Yuri melanjutkan perkataannya.

“Yul… Aku tidak ingin pergi…” Jessica terus menangis hingga tubuhnya gemetar.

“Sssshhhh~ Tenanglah Sica. Kau ingat janji kita kemarin? Teman selamanya.” Yuri berakting seakan dia bisa tersenyum tetapi siapa yang tahu jika di dalam dia justru terluka, terlebih ketika mendengar suara sedih Jessica.

“Jessica! Kita berangkat sekarang!” teriak orang tua Jessica dari dalam mobil.

“Iya appa! Aku datang!” balas Jessica sekaligus melepaskan pelukkan mereka. “Yul… Sudah waktunya… Aku akan sangat merindukanmu…” Namun sebelum Jessica menghilang, Yuri segera mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong.

“Tunggu sebentar!” Langkah Jessica seketika terhenti. “Ini untukmu.” Sepasang anting berbentuk hati diberikan Yuri kepada Jessica. “Sebenarnya aku ingin memberikannya di hari ulang tahunmu yang ke-12 nanti tapi… Apa kau suka?” tanya Yuri malu-malu.

“TERIMA KASIH BANYAK YUL!!!” pekik Jessica yang terlihat amat sangat senang. Dia tidak pernah menyangka jika Yuri akan memberinya hadiah. Tanpa sadar, Jessica mencium Yuri. Sebuah kecupan mendarat di pipi anak laki-laki itu. “Aku akan pakai kalau sudah ditindik.”

“Syu-syukurlah kau suka…” Jantung Yuri berdebar kencang setelah Jessica menciumnya. Sesuatu bergejolak dari dalam tubuh Yuri tapi dia menyukai hal tersebut.

“Jessica!!! Cepatlah!!!” teriak Mr. Jung sekali lagi dan membuat Jessica menjadi sedih.

“Yul, terima kasih untuk semuanya…”

“Sama-sama.”

Untuk terakhir kali, Jessica juga ingin memberi Yuri sebuah hadiah tetapi buka benda. Perlahan gadis kecil itu mendekatkan wajahnya ke arah Yuri dan berhenti sejenak. Secara tiba-tiba, Jessica kembali mencium Yuri namun kali ini di bibir. Tentu saja Yuri terkejut setengah mati dengan apa yang baru saja dilakukan Jessica.

“Itu hadiahku untukmu. Kuharap kau menyukainya.” ucap Jessica tersenyum dan lalu menghilang dari hadapan Yuri yang masih tertegun.

***

Sudah hampir satu bulan sejak kepergian Jessica, tapi berkat janji persahabatan mereka hingga kini tetap menjalin komunikasi melalui surat menyurat. Karena hal itu pulalah Yuri menjadi sangat rajin pergi ke kantor pos setiap kali mendapat balasan dari Jessica. Sampai suatu hari, sebuah tragedi menimpa dirinya.

“Aigooo~ kenapa mendadak hujan deras?” keluh Yuri sambil berteduh di sebuah bangunan tua tidak jauh dari jalan raya. “Semoga kantor pos tidak tutup. Hujan, cepatlah berhenti~” harap Yuri.

Tanpa Yuri tahu, sebuah sosok tengah memperhatikan gerak-geriknya dari dalam bangunan tersebut. Pelan tapi pasti, sosok yang ternyata adalah pria paruh baya itu berjalan ke arah Yuri.

“Hei…” bisik pria itu pelan dan dengan cepat membekap mulut Yuri untuk kemudian dibawa masuk.

“HMMPHH!!!!” jerit Yuri meronta-ronta berupaya melepaskan diri. Sayang, kekuatannya kalah jauh bila dibandingkan orang dewasa.”

“Sssstttt… Anak baik… Jangan khawatir… Paman tidak akan menyakitimu…” ucap sang pria misterius dengan suara mendalam. “Paman hanya ingin bermain-main sebentar… Jadi temani paman ya…” lanjutnya menyeringai.

Yuri hanya bisa menangis dan pasrah pada apa yang terjadi padanya. Dia tidak bisa berkutik lagi ketika sosok itu terus menggerayanginya. Terlebih dia juga dipaksa untuk memuaskan hasrat pria tersebut.

“Jangan paman… Aku mohon hentikan…” pinta Yuri sambil terisak menahan perih di sekujur tubuhnya.

“Diam!!!” Bukannya melunak, dia semakin beringas kepada Yuri kecil.

“TIDAK!!!” Selama mengalami peristiwa memilukan itu, di dalam hati hanya terpikir tentang Jessica. ‘Sica… Tolong aku…’ isak Yuri dalam hati. Namun semuanya sia-sia, sampai akhir Yuri berharap, Jessica tidak pernah datang…

*End of flashback*

***

“Yuri…”

“…”

“Yuri…” panggil Mr. Lee yang berusaha membangunkannya. Dia tampak sangat cemas dengan kondisi Yuri yang ternyata terserang demam. “Yuri bangun…”

“Ya-ya?” sentak Yuri tersadar. “Ada apa prof?”

“Lebih baik kau istirahat di ruang sebelah. Kau sakit nak…”

“Saya? Ti-tidak apa-apa…” Sayang, ketika Yuri mencoba bangkit, mendadak kepalanya pusing dan dia pun terjatuh.

“YURI!!!”

“Prof… Tolong jangan biarkan Sica mengingat masa lalunya… Saya tidak ingin dia tahu…” Setelah itu Yuri pun langsung tidak sadarkan diri. ‘Sica… Maafkan aku…’

-TBC-

Hohohohohoho~~~saya kembali membawa ff baru, kekekeke~~~ Sebomat sm yg belum selesai, ntr yak coz ane butuh suasana baru. Btw ini ff spesial khusus hanya untuk my loyal readers tercinta, di luar itu gak boleh. Ow ya, tadinya ini bakalan mw diposting di AFF tp kyknya bkln ditunda (udah dipost chapter 1 doang). Thanks buat yang udah mw baca, adios~~~ ^3^~~~ ❤

cr: FF8

Advertisements

43 thoughts on “The Truth [Part 1]

  1. itu Yuri kecil diapain sih un ? 😮 *bego
    iya uda pernah baca di aff ,tapi yang bagian flashback itu doang kan.
    keren” nih ,aku uda nunggu kelanjutannya ,ternyaya itu punya unnie toh~~
    eh iya ,sica ko bisa lupa sama yuri ?

    lanjutttt~
    hwaiting^^

  2. weleeeeh..anak kecil dah maen kissing..
    tp koq sica smpe lupa ma yuri ya?
    yuri aja ingat ==”
    ih ngeri bgt itu masa lalu yuri..
    eonni..gomawo pw nya..
    alhamdulillah masuk kategori loyal readers.hho~
    dtnggu lanjutan nya..
    SEMAMGAT eonni 😀

  3. oh my gosh!
    Yuri, wth?! T^T
    jd yuri bersikap dingin karna itu -.-a
    thanks eonni, di tunggu ya smw ff yg berchapter 😄
    hwaiting!!

  4. Thanks udah dPM…
    Hmmm,, ceritanya bakalan seru nih…tp ada beberapa hal yang tdak ku pahami..diantaranya mengapa Jessica tdak mengenal Yuri? kan sebelumnya dia sudah memperkenalkan drinya? trus knapa Yul tdak mau Sica mengingatnya?
    selain YBTM,,ni ff bakalan ku ikutin trus…keep update this fic and hwaiting..!! good job Aru~

  5. wah tragis nasib yul tega skali tuh si paman..
    Sica ko bsa lupa pdahal waktu kcil dah kissing yul
    critanya bgs thor

    Oh iya thanks ya pw nya..

  6. me : sica :v
    ingatlaaah akyuuu
    #dihajar yul
    yul : harus nya inget w bukan lo !
    me : setdah biasa aja kali masbro :v
    yul : masalah buat lo
    me : =_= *bawa minggat sica
    #comment geje#

    hha

  7. Itu yul kecil dapet pelecehan waktu kecil OAO
    Padahal udah sweet banget momentnya pas yulsic kecil kisseu~ >.<
    Sica, knp ga inget yul sih??
    Ga bisa ditebak nih apa selanjutnya, tunggu next part aja deh 🙂
    Hwaiting unn!

  8. it Yul di sodomi yaa ?? Ehbusetthor
    Sica kok lupa sii..
    Kayak nya seru nih cerita nya..

    Dtnggu klanjutan nya yaa..

  9. Hufffftttt…. *tutup muka dgn frustasi*
    gw ga bs ngomong ap2 ttg ms lalunya yuri.. Sakit bacanya ru 😦

    tipikal ffnya Kwonnie yg selalu bnyk prtanyaan dan penuh dgn teka-teki silang *jiahahah bahasa gue :p
    Semangat terus ru! Keep nulis! Hahah.. Aru jjang!

  10. Sica lupa ingatan????
    Kok bisa????

    Wah ada kissing scene antara YulSic kecil,,
    Sica kau belajar hal itu dr siapa huh,, msh kecil udh br kissu bgt,,,,ahahaha

    omo O.O yang bener aja tuh Yul digituin sm ahjussi k*p*r*t itu,,,,astaga,,,

    bxk pertanyaan di epep ini,,,,
    skg yg sy mau tanyakan,,,

    apakah epep ini akan cpt lanjut atau akan terbengkalai dulu,,,,
    smw jawaban ada pada aru unnie,,,,,ahahahaha

    semangat

  11. balik ke wp unnie lg guna coment duang..hahaha mklum keabisan pls semalem #cntoh reader yg bar..#nyombong dikit.
    pas baca yulsic momentnya ud senyum2 sndiri..
    pas sampai bagian itu tuh……..
    .
    .
    .
    .
    OMG!!!!!
    yul jd korban pedo unn??
    aigoo.. gbs bayangin..ga tega my yul digituin.. tapi tapi unn ceritanya bagus.. unni dpt dr aunty y ide masukin pedo… *eh bcnd2..

    ok smngt unnie

  12. wait..wait.. rasanya tuh quote di atas gw pernah denger deh…
    Oh ya.. itu kan dr FF8.. yg opening itu kan?
    heehe

    aigooo..
    trnyata cwo juga bisa digituin ya..
    pantesan si yul jd trauma mungkin..
    btw, knapa yul gmw sica inget dia ya???

    LANJUT ASAP! SEMNGAAAT! :3

  13. Akhir’y……thx

    thank for the PW…aishhhhhh jinjja ituh ahjussi pengen rasa’y aye nendang his manhood….

    Sica is coming…..nunggu sweet moment mreka….ga heran yul jd agak dingin ma org2 klo pu’y background kek gituh….smoga dirimu bae2 ajh Yuri…smoga Sica bisa ngrubah cold Yuri to Warmth Yuri….ameen.

    Di tunggu karya yg menggantung xDD…..gut lauck thor thor thor *tereak di atas gunung*

  14. TIDAKKK….!!! DASAR AJUSI” TAK BERMORAL!!! Kasian yuri.
    Apa itu sebab y yuri benci ma surat. Trs knp yuri gak mau kalo sampe sica ingat ama dy?
    Ayo unnie lanjut..

  15. kenapa yuri gak mau sica inget masa lalunya? :O

    jadi penasaran.

    apa karena yuri di gerayangi -,-” huee yul sabarlah~

    ditunggu part selanjutnya ^^

  16. Gw jingkrak2 dpt pw ini.

    Kenapa yul g mau sica datang? Knapa yul g mau sica inget masa lalunya? Kenapa sica juga g inget sma yul.?

    Hope up date so0n. Terutama yg YBTM next part.

    Oia gomawo pwnya.

  17. Yuriii~a….hiks hiks hiks…T_T
    kelam’a masa kecil Yul….
    Dasar ahjussi tak’ bermoral!!! masak Yul kecil di S*d*mi???!
    #huh! geram banget rasa’a…pengen cakar2 ntu muka ahjussi!
    pantes…Yul sikap’a dingin gara2 prilaku bejat ini… 😦

    knpa Sica gak inget ama Yul ya…??
    moga2 dng kehadiran’a Sica, Yul bakalan kembali ceria lagi 🙂

    Ditunggu update’a…^^

  18. Aruuuu, thx yah PW nya… Kirain ada NC wkwkwkwkkwk
    Ooooh ini udah jadi yaaaah, ff yg pengen bgt lo bikin itu kan??
    Hmmmm sakit bgt hati gw baca masa lalu yuri di ff ini. Kebayang hancurnya kayak apa perasaan yuri saat itu.. Thoooooor, kau buat diriku menangis… *meluk yul kecil
    Me: yuuuul, kok lo ga ngenalin gw sih??
    Yul: sape looo?
    Me: gueeeee
    Yul: iye siapeeeeee???
    Me: kagak liat muke gw mirip siape??
    Yul: ya mirip emak lo lah!
    Me: yeeee, gw mirip bapak lo kaleeeeee! Serius gw nih..
    Yul: iye gw jg seriuuuuus
    Me: gw Jung Vidrie, kakak pertamanya Jessicaaaaa 😦
    Yul: Oh iyeee.. Mirip bgt deh ma sica baby, seperti pinang di belah 2. Tapi, sica bagian yg bagus, sayangnya onnie bagian yg abis dimakan kelelawar wkwkwkkwkwk
    Me: GUBRAK!!! *pingsan
    Aru, omma suka ff mu, bakal jd ff yg seru niiiiih…. Keep writing sweetheart! Muach muaaaaaach!! 😉

  19. yul oppa jadi dulu km ?
    ohh tragisnya nasib oppa ku.
    aku yakin sica unnie tetep cinta ma km yul.
    wajar sih sica ga kenal. Pasti yul udh jd namja yg gantengnya ga ketulungan trs dadanya kotak” gt.
    Unnie aku rada ga ngerti kenapa yul ga mau sica inget ma dia.
    Apa krna . . . ?
    Lanjuut unnie.
    Hwaiting.

  20. sorry unn.. baru bs mampir.. soale aku lg frustasi sama matkul statistik yg buat aku STREESSSSS~~~~!!!! *acak2 rambut*
    lol

    btw.. kasian little yul.. masa itu ahjussi tega amat main sodomiredomi >_
    ahh penuh intrik dan drama lah pokoke ff mu unn..

    update soon author~ and keep writting!! hwaiting!!! ^^

  21. omo omo
    kenapa yul junior itu
    di apain dia sama om om
    grrrr
    bakal seru nih unn
    aku akan tunggu kelanjutannya
    thx buat info updatenya ya unn
    hwaiting ^^

  22. Woaaah yuri kecil diapain tu ? Tragis banget
    Kasian ya pasti yuri kecil trouma…
    Berasa banget ensi nya *plaaakkk
    Sica kok bisa ga inget sama yuri thor (?) Pasti ada masalah…. jadi penasaran sama kelajutannya.
    Update soon ya author
    Author Jjang
    Hwaiting xD

  23. aissh tuhan, sungguh malang nasib yuri kecil.
    kenapa sica ga inget sama yul oppa unnie? -.-”
    belon bisa comment banyak sbelom lyat part slnjutnya. hehe. janji deh comment panjang. 😀

    i love u and u’r epep unnie!
    DAEBAK. see u unnieee.. emmuach!

  24. Itu yul diapain sih unn#mka polos
    aigoo sica kok lpa g2 ma yul c….#getok pala yul
    Masih smar2 jd g bsa cment,ya udah dtnggu part slnjtnya ja..

    fighting n gomawo pwnya!!!!

  25. Nice unn ._. Btw itu orang yang berbuat “apalah* itu sama yuri itu cowo ya? Maho dong
    ื ื(º̩̩́Дº̩̩̀) yuriku cayang…

  26. waaahh kasiannya yul, punya masa lalu yang cukup mengerikaaan,, apakah yul korban sodomi ya unn????? hmmm di tunggu part selanjutnyaaaa^,^

  27. allo Kakak.. ^^
    Akhirnya aku bisa main2 kemari.. Aku mulai dari FF yang pendek2 yaa.. hehe
    Huweeee kasian Yul-nya.. Pelecehan wkt kecil ya? Hufft bener..
    Apa itu jg yg bikin dia jd dingin ama cewek2kah?
    Ditunggu chap selanjutnyaaaa 😀

  28. Annyeong,,,,,,
    Hhee,,,,,Mulai lagi
    ————

    Yyaaa,yul Kecil mngalami masa lalu yng bkin shockk,,omoo,,ksian bngeet,,

    Sica Bner” gk inget sama Yul,,hhee
    Tpi Yuri dh Tau aja,tmen msa kcilnya itu,,,
    Tpi knpa Sica gk bleh ingat msa lalu???
    Penasaaaran,,d tunggu Next Chapnyaaa deh,,,,,,
    ——– Ini bneran Critanya Kren —-
    Dtungggu,,,Chaaaw~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s