Touch… [One-Shoot]

Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!! D:<

~Touch… [One-Shoot]~

Genre: Gender-bender, Romance

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon, Tiffany & Mr. Square-fvck

———

“Hati-hati mengangkatnya ke atas kasur!”

“Baik dok!”

Dengan sigap, Yuri memeriksa kondisi fisik Jessica. Ya, gadis itu secara tidak sengaja temukan Yuri di sebuah jalan kecil yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Saat ditemukan, tubuh Jessica penuh dengan luka lebam. Beruntung dia hanya mengalami kekerasan fisik dari hasil visum yang dilakukan oleh Yuri.

“Jessica!” teriak seseorang dari arah pintu. “Jessie!!!” Sosok gadis berambut kemerahan langsung menghampiri Jessica yang masih tak sadarkan diri.

“Maaf, apakah kau keluarga gadis ini?” tanya Yuri singkat.

“Bukan, aku hanya sahabatnya. Namaku Tiffany Hwang.” ujarnya memperkenalkan diri. “Sebenarnya apa yang terjadi??? Kenapa Jessie…”

“Saya juga tidak tahu Nona Hwang. Saya tidak sengaja menemukannya di tepi jalan.” Yuri berusaha menjelaskan. “Kurasa seseorang telah memukulinya.”

“Begitukah… Pasti ini ulah orang itu lagi!!!” teriak Tiffany diiringi air mata yang akhirnya ikut mengalir. “Jessie… Bangunlah…” isak Tiffany tiada henti-hentinya.

Dihinggapi rasa penasaran akan sosok Jessica, Yuri pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Tiffany.

“Hmm… Nona Hwang?”

“I-iya.”

“Bisa kita bicara sebentar?” Tiffany mengangguk setuju dan dia berjalan mengikuti Yuri menuju ruangannya. “Silahkan duduk Nona Hwa—”

“Tiffany. Cukup panggil aku Fany.” potong Tiffany cepat.

“Baiklah Fany, sebelumnya perkenalkan saya Kwon Yuri, dokter yang menangani sahabatmu, Jessica…”

“Jessica Jung.”

“Ya. Jessica… Dia selain mengalami kekerasan fisik, hampir saja menjadi korban kekerasan seksual.” Yuri memperkecil suaranya.

“Maksudmu Jessie hampir diperkosa???!!!” seru Tiffany terkejut.

“Hmm ya, seperti itulah.”

“Oh my God… Jessie…”

Sejenak keduanya terdiam. Yuri memberikan kesempatan pada Tiffany untuk menenangkan dirinya selama beberapa saat sebelum mereka kembali ke topik pembicaraan.

Setelah dirasa cukup, Yuri pun melanjutkan pembicaraannya. “Kalau boleh saya tahu… Apakah Jessica sering mengalami kekerasan fisik?” tanya Yuri tanpa basa-basi yang kembali mengejutkan Tiffany.

Tiffany segera menarik nafasnya lagi sebelum menjawab pertanyaan Yuri. “Ini semua salahku… Seandainya saja aku tdak memperkenalkannya pada Taecyeon… Mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi…” gumam Tiffany sambil menunduk.

“Taecyeon?”

“Dia tunangan Jessica.”

“Oh… Jadi begitu…”

“Ya…” Suasana ruangan kembali hening hingga mendadak ponsel Tiffany berdering.

Can’t read my, can’t read my
No he can’t read my poker face
(she’s got me like nobody)
Can’t read my, can’t read my
No he can’t read my poker face
(she’s got me like nobody)

P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)
P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)

Dengan susah payah, Tiffany mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. “Maaf permisi sebentar.” ujar Tiffany meminta izin kepada Yuri.

“Silahkan.” Sementara menunggu Tiffany, Yuri memutuskan untuk membaca profil Jessica. Entah kenapa dia merasakan dirinya mempunyai suatu hubungan terhadap gadis tersebut. “Jessica Jung…?”

———-

Sudah 3 hari sejak kejadian itu, kini kondisi fisik Jessica berangsur-angsur membaik. Namun sebaliknya, gadis itu rupanya mengalami trauma yang cukup dalam bila bertemu dengan orang asing.

“Selamat pagi Nona Jung.” sapa Yuri dengan senyum. “Apa kabar Anda hari ini?” tanyanya lagi sambil membuka jendela bangsal Jessica agar sinar matahari dan udara pagi yang sejuk bisa masuk.

Sayang, Jessica hanya menatap kosong sosok dokter muda yang tengah berdiri di hadapannya. Kemudian secara tiba-tiba Jessica pun menjerit histeris ketika Yuri mendekatinya.

“PERGI!!!” Kontan saja Yuri langsung panik dan berusaha menenangkan Jessica meski gadis itu terus melemparinya dengan berbagai benda yang ada di sekitarnya. “JANGAN MENDEKAT!!!”

“Suster! Cepat ambil obat bius!” perintah Yuri kepada suster yang menemaninya. “CEPAT!!!”

Akhirnya dengan susah payah, Yuri berhasil menahan serangan Jessica sambil menunggu suster yang diperintahkannya kembali. Dalam dekapan Yuri, Jessica terus meronta-ronta sekuat tenaga.

“JANGAN SENTUH!!!” Jessica kali ini memukul tubuh Yuri. Walau begitu tetap saja dia tidak bisa bergerak karena tenaga Yuri jauh lebih kuat.

“Tenangkan dirimu Nona Jung!”

Setelah beberapa lama, suster pun datang dengan membawa obat bius. Akan tetapi akibat perlawanan Jessica yang tanpa henti, membuat Yuri kesulitan untuk membiusnya melalui jarum suntik.

“Ba-bagaimana ini dok?” tanya sang suster mulai ketakutan melihat Jessica terus memberontak.

“Ambilkan obat bius yang berbentuk kapsul! SEKARANG!!!”

Beruntung suster tersebut membawa segala jenis bentuk obat bius dengan takaran yang telah disesuaikan. “Ini.”

“Terima kasih.” Yuri pun segera memasukan kapsul yang berisi obat bius itu ke dalam mulutnya. “Maafkan aku Nona Jung.” Dia lantas mendekap wajah Jessica dengan kedua tangannya dan kemudian memberikan obat bius tersebut ke dalam mulut Jessica secara paksa.

“HMMMPPHH!!!”

“ASTAGA?!”

Baik Jessica mau pun sang suster sangat terkejut menyaksikan tindakan Yuri yang memberikan obat bius melalui mulutnya. Tidak lama, obat itu akhirnya bekerja dan Jessica perlahan-lahan kembali tertidur.

“Selesai…” ucap Yuri pelan. “Tolong kau rapikan kamar ini.” Dia lalu beranjak meninggalkan kamar tersebut dengan cepat.

“Ba-baik.” Sang suster membuka suaranya. Ya, siapa saja yang melihat kejadian tadi pasti beranggapan jika Yuri sedang mencium Jessica.

Dalam perjalanan menuju ruangannya, Yuri mencoba untuk melupakan yang terjadi. ‘Apa yang kau lakukan bodoh???!!!’ sesalnya dalam hati.

———

Setelah kejadian itu, Yuri berusaha bersikap seakan hal tersebut tidak pernah terjadi. Setiap Jessica menatapnya, Yuri selalu mengalihkan pandangannya ke tempat lain dan itu terus berlangsung hingga pada suatu hari Yuri mendapati Jessica sedang menangis.

“…”

“Pe-permisi…”

Mendengar suara Yuri, Jessica segera menghapus air matanya dan kemudian menyelimuti dirinya. Gadis itu enggan bertemu dengan Yuri karena dia merasa jika pemuda itu masih membencinya. “Pergi…” usir Jessica dengan suara pelan.

“Maaf?”

“Aku bilang pergi!!!”

“Tapi aku—”

“APA??? SETELAH KAU BERANI MENCIUMKU, KAU MENGACUHKANKU BEGITU SAJA???!!!”

“Itu…”

Beruntung Tiffany datang tepat pada waktunya dan langsung melerai keduanya.

“Yah! Kalian berdua berhenti!!!”

“TIFF!!!” Jessica pun bangkit dari tempat tidurnya dan memeluk erat sahabatnya itu. “I miss you…”

“Hai Jess. Bagaimana keadaanmu?” tanya Tiffany membalas pelukan Jessica.

“Buruk.”

“Kenapa?”

Pandangan Jessica lalu beralih kepada Yuri yang tengah berdiri diam. “Dia.” ujar Jessica sambil menunjuk ke arah Yuri.

“Dia? Maksudmu Yuri?”

“Kau mengenal dokter gila ini???”

Tiffany pun tertawa kecil mendengar pertanyaan Jessica. “Tentu saja aku kenal. Selain dia yang merawatmu, dia juga yang menyelamatkanmu. Yuri menemukanmu pingsan di tepi jalan.” Gadis ber-eye-smile itu memberi penjelasan.

“Be-benarkah?” tanya Jessica memastikan, sedang Yuri hanya tersenyum. Seketika wajah Jessica pun berubah merah karena malu telah menuduh Yuri yang tidak-tidak.

” Saya rasa kesalahpahaman ini telah selesai. Terima kasih banyak, Fany.” Yuri membungkukkan badannya ke hadapan mereka. “Kalau begitu saya pamit dulu.” Namun saat Yuri sudah keluar dari kamar tersebut, mendadak Jessica menyusulnya.

“Yuri tunggu!” panggil Jessica.

Yuri pun menghentikan langkahnya dan berbalik. “Ya?”

“Itu…” Mulut Jessica tiba-tiba menjadi keluh.

“Hmm?”

“Maafkan aku…” Meski suara yang dilontarkan Jessica sangat pelan, tapi Yuri bisa mendengarnya dengan jelas.

“Tidak apa-apa Nona Jung. Saya juga minta maaf karena telah melakukan hal yang tidak pantas kepadamu.”

Namun di saat Yuri akan menyentuh Jessica, gadis itu tanpa sadar menghindarinya dan Yuri pun tahu bahwa trauma yang dialami Jessica belum hilang.

“Aku…” Jessica ternyata juga terkejut dengan tindakannya itu. Tidak bisa dipungkiri kalau dirinya masih takut bersentuhan dengan lawan jenisnya. “Yuri… Maaf…”

“Saya mengerti dan mulai besok saya mohon kerja sama nona untuk melakukan serangkaian terapi.”

“Terapi?” tanya Jessica tidak mengerti.

Yuri kembali tersenyum. “Ya, agar trauma Anda bisa sembuh.” jelasnya singkat.

“Oh… Okey.”

“Baiklah, sampai jumpa besok Nona Jung.”

———

“Nona Jung, apa kau sudah siap?”

“Ya, tapi…”

“Tapi apa?”

“Panggil aku Jessica dan bisakah kita berbicara tidak terlalu formal?.”

“Baik, Jessica.” Keduanya pun tersenyum.

Hari-hari terapi pun dimulai. Dengan sabar, Yuri membuat Jessica mau menyentuh dirinya. Baik dari hal yang mudah hingga yang sulit.

“Jessica, coba kau ulurkan tanganmu ke atas tanganku.” Dengan sedikit takut, Jessica mencoba menyentuh tangan Yuri. “Pelan-pelan saja.” Tidak butuh waktu lama, tangan Jessica sudah berada sangat dekat dan hampir menyentuh tangan Yuri. Sayang, belum sempat bersentuhan, Jessica langsung menarik tangannya.

“Maaf… Aku tidak bisa…” ujar Jessica menundukkan kepala.

“Tidak apa-apa, perlahan saja.” hibur Yuri. “Ayo kita coba lagi.” Jessica pun mengangguk.

———

“Bagaimana? Apa kau temukan jejak wanita itu?”

“Sudah tuan. Sepertinya dia sedang menjalani perawatan di Soshi Hospital.”

“Pastikan lagi keberadaannya sebelum kita jemput dia.”

“Baik.”

Setelah bawahannya pergi, Taecyeon memandang keluar jendela kantornya. Senyum menyeringai terlihat jelas di wajahnya begitu tahu keberadaan Jessica telah ditemukan. Pria itu benar-benar tidak sabar ingin segera bertemu kembali dengan pujaan hati yang segera akan dia nikahi.

“Kau tidak bisa lari lagi Jessica Jung. Kau akan segera menjadi milikku.”

———

“Lihat! Sedikit lagi kau pasti bisa!” Yuri memberi semangat kepada Jessica. “Ayo sedikit lagi.”

Jessica tampak berkonsentrasi penuh dengan aktifitas terapinya. Kemajuan demi kemajuan telah dia alami. Jessica sudah berhasil menyentuh tangan Yuri meski hanya sebentar.

“Aku tahu…” Jessica menahan nafas beberapa saat. “Ah!” Akhirnya gadis itu bisa menggenggam tangan Yuri, meski tubuhnya masih gemetar akibat perasaan takut. “Yu-yuri..lepas…”

“Jangan. Kita tunggu sebentar lagi. Kau pasti bisa.”

“Yuri…” Getaran tubuh Jessica kian terasa hebat. Dia lantas berusaha melepaskan tangannya dari Yuri. “Yuri…”

“Belum Jessica. Tahan…”

“YURI!!!” Akhirnya karena tidak kuat menahan diri, tubuh Jessica mulai meronta-ronta dan saat itu juga Yuri segera melepaskan Jessica yang langsung lunglai di tempat.

“Si-sica??? Kau tidak apa-apa??? Maafkan aku!!!” seru Yuri menghampiri Jessica tanpa bisa menyentuhnya. Wajah gadis itu tampak pucat dengan nafas tidak beraturan. “Akan aku panggilkan sus—”

“Jangan! Aku… baik-baik… saja…” potong Jessica memohon.

Yuri hanya bisa menghela nafas sembari menunggu kondisi Jessica kembali normal. Dia pun duduk bersebelahan dengan Jessica dan kemudian menatap langit.

“Sica…” Yuri tersadar akan ucapannya. “Maaf… Maksudku Jessica.”

“Kenapa minta maaf? Aku suka nama panggilan itu.” balasnya tersenyum.

“Benarkah kau tidak keberatan?” Jessica pun mengangguk. “Okey, sebagai gantinya kau boleh memberiku nama panggilan juga.”

“Kau yakin?”

“Tentu saja.”

“Hmm… Bagaimana kalau Yul?”

“Yul?”

“Hu uh…” Mereka kini saling berpandangan satu sama lain. “Yul…” Perlahan wajah Yuri mendekat ke arah Jessica. Namun begitu jarak di antara mereka hanya terpaut beberapa senti, Yuri menarik diri. “Maaf…”

Tanpa Yuri ketahui, jantung Jessica berdebar kencang akibat hal tersebut. Debaran itu semakin terasa ketika melihat senyuman Yuri.

“Yul…”

“Ya?” Jessica kembali berusaha menyentuh tangan Yuri. Entah keberanian dari mana, tapi dia bertekad untuk segera mengakhiri traumanya agar bisa cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala. “Sica… Sedikit lagi…”

“I’ll try…” Setelah Jessica berhasil menyentuh tangan Yuri, dia pun menggenggamnya. Dengan sekuat tenaga, Jessica menahan ketakutan dari dalam dirinya. ‘Aku pasti bisa!’ Dia memejamkan mata.

Memang pada awalnya tubuh Jessica kembali gemetar dan berkat kegigihannya, dia akhirnya mampu menenangkan diri. Alhasil, Jessica berhasil melakukannya.

“Sica! Kau berhasil!!!” pekik Yuri girang kepada Jessica yang masih terpejam. “Hei! Buka matamu~” Jessica dengan patuh membuka kedua matanya.

“Ini…”

“Ya! Kau bisa menyentuhku!”

“Benarkah?”

“Kau tidak percaya??? Lihat ini!” Yuri memperlihatkan tangan Jessica yang tengah menggenggam tangan Yuri. “Lihat?”

“I-iya… Jadi aku…”

“Yup, kau sudah sembuh dan itu berarti kau bisa segera keluar dari rumah sakit ini.”

Mendadak wajah bahagia Jessica berubah menjadi kekecewaan. Hatinya terluka mendengar ucapan Yuri. ‘Yul benar… Aku sudah sembuh dan normal, jadi buat apa aku terus berada di sini?’ gumamnya dalam hati.

“Sica?”

“…”

“Si—”

“Aku lelah… Bisakah aku beristirahat?”

“Baiklah.” Yuri lalu mengantar Jessica kembali ke kamarnya. Sepanjang jalan dia terus bertanya-tanya mengenai sikap Jessica padanya. ‘Apa yang terjadi? Kenapa dia berubah dingin?’

———

Keesokan harinya, Jessica memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit sebelum perasaannya jauh lebih mendalam kepada Yuri. Namun sebelum pergi, Jessica bertekad menyatakan perasaannya tersebut. Dia tidak peduli jika nanti Yuri menolaknya.

“Sica, apa kau yakin ingin keluar sekarang? Kau memang sudah sembuh tapi—”

“Ini keputusanku.” potong Jessica tanpa memberi Yuri kesempatan mengakhiri kata-katanya.

“Okey…”

Tidak lama, Tiffany datang untuk menjemput Jessica. “Jessie, kau sudah siap? Taeyeon sudah menunggu kita di parkiran.”

“Taeyeon?” tanya Yuri penasaran.

“Dia suamiku.” jelas Tiffany singkat. “Tenang saja, dia bukan siapa-siapanya Jessie.” godanya lagi.

“Huh? Okey.” Yuri berusaha tersenyum dan entah mengapa setelah mengetahui siapa Taeyeon, hatinya menjadi sangat lega.

“Tiff, kau duluan. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Yul berdua.”

“Yul?” Jessica tidak menjawab dan hanya menatap tajam Tiffany. “Er… Aku tunggu kau di luar… Bye Yul~” Kemudian Tiffany pun berlalu dari hadapan mereka. Kini kembali hanya ada Jessica dan Yuri dalam kamar tersebut.

“Lalu… Apa yang ingin kau bicarakan kepadaku?” tanya Yuri kebingungan. Jessica tidak menjawab, namun malah berjalan mendekati Yuri. “Si-sica…”

“Yul… Terima kasih atas bantuanmu selama ini…”

“Sama-sama. Sudah seharusnya sebagai seorang dokter aku membantumu.”

Jessica lantas meraih tangan kanan Yuri dan meletakkannya di pipi kirinya. Sambil memejamkan mata, dia ingin merasakan sentuhan terakhir dari pemuda itu.

“Bisakah kau memejamkan matamu dan jangan kau buka hingga aku memintamu membukanya?” pinta Jessica. Yuri mengangguk dan segera memejamkan matanya. Giliran Jessica membuka matanya, dia memandang sedih wajah Yuri. “This is just for you…” bisik Jessica sebelum akhirnya mencium Yuri tepat di bibirnya. ‘I love you Yul…’

Yuri tentu saja terkejut setengah mati mendapati sesuatu yang lembut menempel di bibirnya. Tanpaharus membuka mata, dia sudah bisa mengetahui apa yang terjadi yaitu Jessica tengah menciumnya. Setelah ciuman itu berakhir, Jessica yang masih menyuruh Yuri menutup matanya secara diam-diam meninggalkannya sendirian. Hanya air mata yang menemani kepergian Jessica.

“Sica?” Yuri terus memanggil nama itu, tetapi tidak ada balasan dari Jessica hingga dia memutuskan membuka matanya dan mendapati Jessica telah menghilang. “Jessica…”

———

“Jessie, apa kau tidak apa-apa kembali ke tempat ini? Bagaimana jika dia ada di dalam?” tanya Tiffany khawatir.

“Tenanglah Tiff, aku yakin dia sedang ada di New York untuk urusan bisnis.” uacapan Jessica sedikit benar karena Taecyeon menurut jadwal seharusnya sedang berada di luar negeri.

“Okey kalau begitu. Jika terjadi sesuatu, cepat hubungi aku.”

“Aku mengerti Tiff.”

“Bye Sica~”

“Bye Taengoo.”  Setelah TaeNy pergi, Jessica pun memasuki rumahnya “A-aku pulang…” ucap Jessica memberi salam. Gadis itu tampak sangat lega karena tidak mendapati sosok Taecyeon yang ternyata telah berdiri di belakangnya.

“Halo sayang~ Bagaimana liburanmu?” tanya Taecyeon menyeringai.

“Taec?!” pekik Jessica terkejut.

“Tentu saja ini aku. Memang siapa lagi? Dokter Kwon Yuri? Ckckckckck, kau nakal sekali Jessie~ Berani bermain api dengannya.”

“Bukankah aku…”

“Di New York? Aku membatalkan semuanya demi dirimu sayang~”

“Aku…”

“Mari kita bersenang-senang sekarang.” Tubuh Jessica kembali bergetar hebat saat Taecyeon mulai menyentuh dirinya bagian demi bagian. Dalam hati, Jessica berharap seseorang datang menolongnya.

‘Yul… Help…’

———

Yul… Help…

Perasaan Yuri mendadak berubah tidak enak. Dirinya langsung teringat akan Jessica. Dengan cepat Yuri menghubungi ponsel Tiffany untuk memastikan Jessica baik-baik saja.

“Halo Yuri, ada apa?”

“Fany, apa Jessica masih bersamamu?”

“Tidak, dia sudah di rumahnya. Ada apa?” Tiffany rupanya merasakan ada yang tidak beres dengan nada bicara Yuri. “Jangan bilang kalau kau—”

“Beritahu aku alamat Jessica! Aku harus memastikannya sekarang!”

“Tong kau catat alamatnya ada di—” Dengan cepat Yuri mencatat alamat Jessica.

“Okey, thanks Fany.”

“Sama-sama Yuri. Aku juga akan segera menyusul ke sana.”

“Baik, kita bertemu di sana.” ujar Yuri mengakhiri pembicaraan dan setelah itu Yuri pun bergegas menuju alamat tersebut. “Sica… Tunggu aku…”

———

Dengan sekuat tenaga Jessica mempertahankan diri meski Taecyeon terus menerus memukuli sekujur tubuhnya hingga lebam. Tanpa ampun pria itu pun berusaha membuka pakaian Jessica walau harus merobeknya secara paksa.

“Kumohon… Jangan…” pinta Jessica sambil menangis.

“Kau jangan coba-coba melawanku!!!” Taecyeon semakin beringas melihat Jessica berusaha mendorongnya. “KAU—”

BANG!!!

Tiba-tiba seseorang mendobrak pintu kamar Jessica. “YAH!!! LEPASKAN SICA!!!” teriak Taeyeon yang disusul kedatangan Tiffany.

“OMG!!! JESSIE!!!” seru Tiffany menyaksikan kondisi Jessica.

“Tiff…”

“Sica…” sebuah suara tidak asaing terdengar jelas memanggil Jessica.

“Y-yul?” sahut Jessica berusaha menatap wajah asal suara tersebut. Sayangnya pandangan mata Jessica menjadi tidak jelas akibat tindak kekerasan dari Taecyeon. “Yuri…”

“SIAPA KAU???” teriak Taecyeon penuh amarah. “PERGI KALIAN SEMUA DARI SINI???!!!” Gertakan Taecyeon tidak berarti lagi setelah beberapa saat kemudian para petugas dari kepolisian menahannya.

Sementara yang polisi sibuk menangkap Taecyeon, Yuri langsung memeriksa keadaan Jessica yang tengah sekarang. Kondisi Jessica bisa dibilang jauh lebih parah dibanding ketika pertama kali Yuri menemukannya.

“Sica… Sadarlah…” isak Yuri membendung air matanya.

“Yuri…” Jessica berusaha tersenyum. Gadis itu senang karena akhirnya Yuri datang meski dia tahu sudah terlambat. “Yu-yul…”

“Kumohon jangan berbicara dulu Sica… Atau kau…”

“Yu…ri…”

“Tidak…”

“I…lo..ve…you…”

“I do Sica… Dan kumohon kau tetap bertahan…” Namun Jessica sekali lagi hanya tersenyum dan perlahan menutup kedua matanya. “No… Sica…”

“Jessie…” Tiffany tak kuasa menahan tangis melihat Jessica. Di sampingnya, Taeyeon sibuk menenangkan tangisan istrinya itu.

“Sica…”

“…”

“Sica… ayo bangun…” Sekuat apa pun Yuri berusaha membangunkan Jessica, tetap saja gadis itu tidak bergerak. Ya, Jessica telah pergi untuk selama-lamanya. “Kenapa… Kenapa Sica… JESSICA!!!” teriak Yuri sekuat tenaga sambil memeluk erat jasad wanita yang dicintainya itu.

———

Sudah 3 tahun sejak peristiwa tersebut, Yuri pun memutuskan untuk menerima tawaran bekerja di luar negeri sekaligus melupakan patah hatinya. Perlahan tapi pasti, kepergian Jessica mulai bisa diterima oleh Yuri yang menyibukkan diri dengan pekerjaan. Yuri sekarang resmi menjadi salah satu dokter di sebuah rumah sakit terkenal di San Fransico. Status lajang dan pekerjaannya sebagai dokter membuat Yuri dipuja banyak gadis di sekitarnya, namun demikian tetap tidak ada yang bisa menggantikan sosok Jessica. Hingga hari itu pun datang…

“Okey, pasien berikutnya silahkan masuk.” Sang suster mempersilahkan seorang gadis berambut pirang masuk ke dalam ruang praktek dimana Yuri sedang membaca profil pasien tersebut.

“Selamat siang Nona—” ucapan Yuri terhenti sejenak begitu membaca nama Jung yang mengingatkannya kepada Jessica.

“Jung.” jawab gadis itu singkat.

“Okey, Nona Jung, silahkan duduk.” ujar Yuri yang masih terfokus membaca file-nya. Kini pandangannya beralih ke pasien tersebut. “Ada yang bisa saya ban— Astaga…”

“Ya?” Yuri benar-benar terkejut melihat rupa sang pasien yang sangat mirip dengan Jessica.

“Ini tidak mungkin…” gumam Yuri pelan.

“Maaf?”

“Ah… Maafkan saya…” Yuri berusaha kembali berkonsentrasi pada pekerjaannya. “Perkenalkan, saya Kwon Yuri…”

“Jung Sooyeon. Senang bertemu dengan Anda.”

-FIN-

Kelamaan hiatus jadi gak tahu mw nulis apa!!!! AAAAAAAAAARRRRRRGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! D:<

Thanks udah baca and comment~ See you next~~~  🙂

Advertisements

52 thoughts on “Touch… [One-Shoot]

  1. Huwaaaaaa !! bagus !! XD
    tapi bnyk typo tuhh.. bnyk kata yang kurang lengkap,hahaha..
    hadeeeh… saya kira ini ceritanya bakal cerita Sci-fi abis judulnya TOUCH sih… jadi keingetan Film Touch.. .__. Lol *don’t mind about my randomness*

    ga ngira kalo umur Sica bakal pendek.. T__T tapi bagus deh Yul ketemu Sooyeon 🙂
    oh iya.. itu kenapa sih Taecyeon dipanggilnya Mr.Kotak-Kotak ?? aku ga ngerti dehh… dia itu kan si Mr.Kuda… liat aja giginya.. #eaaa lol

    bagus lah FF ini pokoknya !! FURY COUPLE FOREVER HORNY !! #eh #bukan hahaha… XD

  2. ngasih obt lwt mulut haha.cara yg bgs itu doktr yul..#plak
    Sedih jga pas sica mati udh bruk sangka aja kirain bkal sad ending eh ternya ada sooyoen ayo embat yul..

    Ff yg bgs thor suka suka suka

  3. omayyygottttt ~~
    Mr.squareF*ck siap-siap gue mutilasi lu, habis itu bangke lu bakal gue kasihin ke wowow tetangga #woah baik kan aku ngasih makan gratis ke wowow (ʃƪ´▽`)
    Kasihan yuri ditinggal pergi untuk selamanya sama sicababy (⌣̥̥́_⌣̥̥̥́)
    Tp gapapa ding yang penting masih ada sooyeon #tak ada sica,sooyeon pun jadi kekeke^^
    Nice ff author
    HWAITING

  4. Yakkk!! DAEBBAK 😀
    Keren keren ..sumpah keren thor ..
    hahaha baca’a ampe tegang sendiri,sedih sendiri,+seneng sendiri ..hahaha
    gilaa !! taec kejem banget! gk waras kaliyah maen mukul2 orang seenak jidat aja ..huh
    untung ada dokter yul, haha yul sabar banget ngadepin sica .. meski pada akhir’a ..sica meninggal & terlahir kembali sbagai jung sooyeon ..hahaha god job thor 🙂 nice banget ..
    ceritamu slalu memberi nuansa baru .. #vidiAldiano kali nuansa baru ..wkwkwk GAJE ..
    tetep SEMANGAT ^^

  5. Annyeong,,,,,
    Yahhhhh Jessica nya mninggal,,
    Ksian bnget Yul,,

    ff nya Daebak dehh!!!!
    Lanjut FIGHTING^^

  6. om kotak2 ini emang minta di gebukin…gila ajh dah bikin sica meninggal (untung cuman ff) klo dia dketin sica di sunia nyata pun aq sih GA rela xDD….

    masih pnsaran ma batin’y yuri yg ngomong ko bs da perasaan apa gitu ma sica…kya iketan batinn…apa dlu any somethingvato apa gitu…hehhehe *sory tp my mind just wanna say that

    kirain bakal sad ending tp trnyata happy ending…wlopun beda org…to itu kembaran sica… heheh who know,cuman author ma tuhan yg tau ^^..

    thanks for update ^^

  7. Om kotak2 pengen di jitak nih (‾˛‾”)ƪ(˘-˘)
    Selalu buat yulsic menderita,,,, (┌_┐)
    Tak Ada sica sooyeon pun jadi hehehe
    D tggu update soon

  8. YulSic YulSic YulSic…
    ihhssss tuch om kotak2 nyebelin tingkat dewa…(~_~メ)
    Yul pasti nyesel knpa ngak dri dulu aja ktemu ma sica…eh tpi nga apa2 Jung Jessica pergi diganti ma Jung Sooyeon…hehehehehe

    Lanjut author…jgn lama2 yaa… 🙂
    Fighting \(゜ロ\)(/ロ゜)/

  9. kirain pertamanya yul pernah ktemu sica ato something lah..
    gara2 om kotak kuda… jessica koit.. -_-
    syukurlah, g ada jessica, sooyeon pun datang 😀

  10. Aaarggh..
    Waeee.. Mysica haruz mninggal? Gw gorok juga itu om kotak” >.<
    Yul yg sbar ya,, mskipun sica gk ada,, msih ada sooyeon yg mnantimu 🙂

    d tnggu ff yg laen eon.. Fighting 😉

  11. aannyyoonnggg….#jeritpaketoak
    new reader imnida
    slam knal

    iisshh itu si taec tegan bgt ya
    nyiksa sica smpe dia meninggal 😦

  12. you touch my heart baby… touch..touch..
    you touch my heart baby… touch..touch..
    *lagu Miss A*

    entah kenapa baca ini aku pengen tuh perut manusia yang udah kaya cetakan tahu..!!!
    aaarrghh.. sica mati.. tapi gak papa ketemu sama sooyeon sapa tahu mereka kembar.. :3
    NICE APPA!!

  13. Idih itu si okcat kenapa deh, gila ya? Mukulin sica mulu..
    Meninggal kan tuh sica nya, kasian yuri 😦
    Eh tapi ada sooyeon hehe
    Yeey yulyeon hahaha

  14. Uah mak, mata gw brkaca2 pas sica mninggal. Sedih sica meninggal krn kekerasan.. Sialan tu si tekyon sakit jiwa!!! Lanjut dong thor crita Yuri sm Sooyeon #eaaaa hahahahahah

    gile gw telat banget ni bacanya. Tp semangat terus ya bwt dirimyu. Fighting! ^^

  15. Sweetheart.. Mian omma telat datang bulan, eh salah telat baca ff ini huhuhu ibu maca apa aku ini… Ibu ter-SEXY pastinya yah 😉
    Tapi aku tetap ga terima perlakuanmu pada adikku, SQUARE FVCK!!! Kau harus MATI juga!! Mari kita kubur dia hidup!! *sadis
    Keren bgt ru ceritanya, gila gw mpe nahan napas gitu saking dalemnya menjiwai cerita ini.
    Perasaan ini udah ff kedua lo yang menceritakan ttg kekerasan seksual, iya kan? tema yang jarang diangkat ke dalam fanfiction tapi lo berani menulisnya dengan gaya tulisan lo yang berhasil mencabik2 hati gw. Great job, baby.. 🙂
    Btw itu beli di mana kapsul bius, nak?? Tapi ini fanfic yah hehe dan semua bisa terjadi disini hehehe. Please habis ini bikin ff yang pairingnya gw sama jiyeon yah *ngarep. Lah kan di ff semuanya mungkin hahhahaa
    Semangat terus yah nulisnya, FIGHTING!!

  16. mau donk kalo dibiusnya kayak gitu :*
    taecyeon oh taecyeon oppaku, mengapa kau jahat sekali -,-

    untung adegan kekerasannya gg ditongolin banyak, kalo iya mah.
    Eaaaaa ~.~

  17. aigoo itu si squer fvck brani2 nya buat nona icy mati -.-
    aku pikir bkal sad ending pas sica mati eh tau nya msh ada lanjutan’a kwkw

    di tunggu ff yg msh TBC unnie~~
    hwaiting!

  18. Tak ada jessica~
    Sooyeon pun jadi. . . .
    Hahahaha
    yg penting marga’a sama2 Jung deh#plak

    Oh ya, leh minta pw semua ff yg di protek gx unnie??
    Kirim ke 087713560608 / fb kid @Kid chan SungHyun UchiMaki Zaoldyeck

  19. *mewek* 😦
    Sica-ah :(((((

    Taec kampreeeeeeetttt,,,
    aaaaarrrrrggghhh kagak tau dah mau coment apa u,u

    tp yg wkt pasien jung itu udh ketebak klo pasti jd sooyeon ehem
    jodohmu sudah itu Yuri, jung sooyeon XDD

    CEMANGAT KAKA

  20. ahh.. taecyeon sialan.. kok kasar banget sihh..
    kasian kan sica…
    critanya sad banget.. aplagi awal endingnya.. knp hrus sica .. pergi..
    untung aja, akhir endingnya bisa di blang happy..

    ceritanya bagus banget.. aku suka endingnya.. cuz klo endingnya kek gitu.. feelnya dapet..
    author fighting !! lanjutkan

  21. Annyeong aku new reader 😀 Hweeee nice FF ^^ love it so much,tapi sad ending T-T Yul ngasih obat nya lewat mulut >< kyaaa XD aku mau baca FF lain nya ya thorr 😀

  22. Dasar, cowo menyebalkan,,,
    Idiiiihhh amit2 deh,,,
    Bikin sica kaya gitu, ga kebayang sica dipukulin ampe babak belur gitu…
    Yuri baik bgt, suka deh ama yul…
    Tidak ada jessica sooyeon pun jadi,,, ​​​”̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

  23. doooh taec brani2nya kai memukuli my sica baby?? huh
    aduh ngbayangin yul jdi dokter, dokter touch hhha
    yaaah sica kok akhirnya matiii…hiks
    tp tenang ada gantinya sica yaitu sooyeon hhha

  24. namja kampret tu si taec huuffttt beraninya ma yeoja huu..aduhhh gak tega sica hrus meninggal tp reinkarnasinya di selipi di endong wkwkwkk jung soo yeon wkwkwkkk..ternyata author masih kasih jatah bwt yul wkwkwkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s