The Story Only I Didn’t Know… [Part 3]

I’m back from long-time hiatus~ So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~The Story Only I Didn’t Know…~ [Part 3]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance

Cast: Taeyeon & Ji Eun (IU), YulSic

———

Sudah hampir satu minggu Taeyeon tinggal di rumah keluarga Ji Eun sejak peristiwa penusukan itu terjadi. Sejak itu pula Ji Eun dengan rajin merawat Taeyeon. Meski pada awalnya Taeyeon sungkan dan malu-malu, namun lambat laun dirinya mau menerima pertolongan Ji Eun. Tentu saja gadis manis itu sangat bahagia, terlebih dia mengira jika kini mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Ya, sejak Taeyeon menciumnya.

“Sonsaengnim~ Aaaaa~~~” ujar Ji Eun menyuapin Taeyeon. Hal ini tentu saja membuat wajahnya dalam sekejap berubah merah.

“A-aku bisa makan sendiri…” tolak Taeyeon pelan. Dia malu dengan perlakuan khusus Ji Eun kepadanya.

“Tapi kau kan masih sakit.” Ji Eun bersikeras melakukan hal tersebut sambil menunjukkan aegyo. “Ayo buka mulutnya~”

Taeyeon hanya bisa pasrah dan mengalah. “Baik, baik. Kau menang. Aaaa~~~~”

“Yeay~”

Setelah suap demi suap makanan itu pun akhirnya habis. Selanjutnya waktunya Taeyeon untuk mengganti perban. Sayang, pada saat dia akan melakukan hal tersebut, Ji Eun tidak tidak kunjung pergi meninggalkannya.

“Hmm… Ji Eun…”

“Ya?”

“Bisa kau tinggalkan aku? Aku ingin ganti perban… Jadi—” Belum sempat menyelaesaikan perkataannya, Ji Eun langsung meraih gulungan kain perban yang ada di dalam kotak obat.

“Aku akan membantumu menggantikannya.” potong Ji Eun yang kontan membuat Taeyeon terkejut. “Kumohon, izinkan aku membantumu. Terakhir aku melihatmu mengalami kesulitan ketika sedang mengganti perban.” pintanya pada lagi.

Taeyeon tidak menjawab karena apa yang dikatakan Ji Eun adalah benar dan dia memang butuh bantuan seseorang untuk mengganti perban. Dia pun kembali menghela nafas, lalu membuka kancing bajunya satu persatu. Kini giliran Ji Eun yang terkejut karena sempat mengira jika Taeyeon akan menolak pertolongannya lagi.

“Kenapa diam?” tanya Taeyeon yang kemudian menyadarkan Ji Eun. “Tolong bantu aku…” mohonnya pada gadis itu.

“A-ah… I-iya… Sonsaengnim…” Untuk pertama kalinya Ji Eun bisa memandang tubuh polos sang guru yang hanya berbalut pakaian dalam. ‘OH MY GOD!’ teriaknya dalam hati begitu pandangannya tertuju pada luka Taeyeon.

“Pelan-pelan…” ringis Taeyeon menahan sakit ketika Ji Eun menyentuh lukanya.

“Ba-baik…” Dengan berhati-hati, Ji Eun melilitkan perban pengganti ke sekitar abs Taeyeon dan Taeyeon bisa merasakan nafas hangat Ji Eun mengenai wajahnya.  Suasana ruangan itu pun mendadak menjadi sunyi. Keduanya saling diam hingga Ji Eun selesai menggantikan perban Taeyeon. “Su-sudah selesai…”

“Terima kasih.” balas Taeyeon tersenyum dan memakai kembali pakaiannya. “Kemarilah.” ucapnya sambil mengulurkan tangan kepada Ji Eun. Dengan polos, gadis imut itu pun menurut.

“Seperti ini?” Tanpa ragu, Taeyeon langsung menariknya dan kemudian memeluk tubuh Ji Eun erat-erat. “Sonsaengnim?!” pekik Ji Eun terkejut.

“Diam… Jangan berrgerak…” bisik Taeyeon. ‘Seandainya saja kau tahu yang sebenarnya…’

***

*Flashback*

“Tidak mungkin…” ucap Taeyeon tidak percaya saat membaca beberapa tulisan dari dalam buku harian peninggalan seniornya, Lee Ji Ah.

Seoul, 05 Agustus 19xx

Dear diary,

Akhirnya setelah sekian lama, aku bertemu kembali dengannya…
Pria itu…
Kim Young Min…

Apakah ini takdir?
Kenapa harus dia?

“Sunbae… Mengenal appa?” Taeyeon terus membaca lembar demi lembar buku kecil tersebut hingga dia mendapati sebuah fakta yang sangat mengejutkan.

Seoul, 27 Oktober 19xx

Dear diary,

Apakah aku harus mengatakannya bahwa aku mengandung benih darinya?
Tidak. Aku tidak boleh mengatakannya…
Pria itu…
Dia yang telah mencampakkanku demi harta…

Kini hati Taeyeon benar-benar hancur. Dia tidak menyangka jika ayahnya pernah mempunyai hubungan gelap dengan wanita lain. Ya, dia tahu selama ini sang ayah sering menyakiti ibunya. Namun Taeyeon mengira semua itu dikarenakan kesibukan belaka.

Seoul, 16 Mei 19xx

Akhirnya…

Aku melahirkan anak ini…
Aku sangat bahagia…
Benar-benar bahagia…
Aku menamainya…
Ji Eun…

“TIDAK!!!” teriak Taeyeon sekuat tenaga. “Ini tidak boleh terjadi…” isaknya sambil menangis. Air mata pun jatuh menetes membasahi halaman terakhir buku tersebut. “Ternyata… Ji Eun… Dia…”

*End of flashback*

***

“Sonsaengnim…” panggil Ji Eun untuk yang kesekian kalinya. Gadis itu mulai merasa sesak dalam pelukan Taeyeon. “Aku tidak bisa bernafas…”

“Maaf…” Taeyeon segera melepaskan tubuh Ji Eun. “Maafkan aku…”

“Tidak apa-apa.” ujar Ji Eun tertawa kecil. “Aku akan membuang perban bekas ini dulu, sonsaeng—”

“Panggil aku Taeyeon.” potong Taeyeon singkat. “Aku bukan lagi gurumu.”

“Ta-tapi…”

“Taeyeon.”

Meski merasa tidak enak, Ji Eun akhirnya mau memenuhi permintaan Taeyeon. “Baiklah, tapi biarkan aku memanggilmu dengan Taeyeon unnie.” Taeyeon menganggangguk setuju. “Okey, sekarang lebih baik unnie istirahat.”

Ji Eun membantu membaringkan Taeyeon kembali ke atas tempat tidur dan menyelimutinya.

“Terima kasih.”

“Sama-sama.” ujar Ji Eun tersenyum dan mengecup kening Taeyeon sebelum beranjak keluar ruangan. “Selamat beristirahat.”

Tidak lama setelah kepergian Ji Eun, Taeyeon diam-diam mengambil ponsel miliknya. Dia lalu membuka sebuah folder yang berisi beberapa foto. Air mata Taeyeon mulai menetes saat memandangi foto Ji Eun ketika sedang bernyanyi di sebuah acara.

“Ji Eun… Kenapa… Kenapa kau harus…” Kesedihan kembali mengusik kabulnya dan kali ini terasa sangat berat. Ingin rasanya Taeyeon tidak mempercayai fakta yang ada, fakta yang membuat dirinya harus kembali melukai perasaan Ji Eun. “Ji Eun… Maafkan aku… Adikku…”

———

Di sebuah gudang kecil, seorang pria tampak terluka akibat dianiaya oleh sekawanan gerombolan tak dikenal. Pria itu mencoba kabur namun semua usahanya sia-sia.

“Aku mohon… Lepaskan aku…” pinta pria malang itu. Sayang, ucapannya tidak digubris. Hanya pukulan dan tendangan yang menjawab permohonannya. Sekali lagi dia pun tersungkur tak berdaya.

“Kau pikir dengan kegagalanmu kau bisa meminta maaf dengan mudahnya?” ujar salah satu di antara mereka yang kemudian mengeluarkan sebuah pistol dari saku jasnya. “Jangan harap kau bisa hidup kali ini!”

“Ti-tidak!!!”

DOR!!!

Dengan sekali tembakan, pria malang itu langsung menghembuskan nafas terakhirnya. Tidak lama berselang ponsel  penembak tersebut berbunyi.

“Ya bos? Oh, jangan khawatir. Dia baru saja kami bereskan. Baik, saya akan segera ke tempat anda sekarang juga. Sampai jumpa .” Sang penembak menutup pembicaraan. “Soo, aku pergi.”

“Yah! Yul! Bagaimana dengan jasad Jin Pyo?” panggil Sooyoung, teman satu kawanan Yuri.

“Biarkan saja. Nanti juga membusuk sendiri.” ujar Yuri tidak peduli sambil mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya. “Huff.”

“Tapi kalau dibiarkan di tempat ini, polisi akan menyelidiki kita.”

“Terserah kau saja Soo, kau yang urus semuanya. Aku harus segera menemui bos.” Yuri pun melenggang seorang diri meninggalkan tempat tersebut. “Huh? Kim Taeyeon… Kau menghalangi pekerjaanku…”

———

“Unnie. Taeyeon unnie~ Ayo bangun~” Suara Ji Eun perlahan membuat Taeyeon terbangun dari tidurnya. “Makan malam sudah siap. Ayo kita makan.”

“Ya.” jawab Taeyeon singkat. Dengan dipapah oleh Ji Eun, Taeyeon berjalan menuju meja makan dimana Lee Young Jae, ayah Ji Eun telah menunggu kedatangan mereka. “Selamat malam Tuan Lee.” ucap Taeyeon memberi salam.

“Aigoo~ Selamat malam Nona Kim, bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya pria paruh baya itu sambil mempersilahkan duduk Taeyeon.

“Sudah lebih baik. Ini semua berkat kalian, terutama Ji Eun.” Wajah Je Eun langsung merona merah mendengar pujian dari Taeyeon.

“Kau lihat itu? Dia malu.” ujar Young Jae menggoda putri semata wayangnya.

“Appa!”

“Hahahaha! Sudah-sudah, sekarang mari kita makan.”

“Terima kasih Tuan Lee.”

“Kau tidak perlu sungkan Nona Kim.” Young Jae memberikan seiris daging kepada Taeyeon untuk dicicipi. “Ini cobalah. Ji Eun sengaja memasakan ini khusus untukmu.”

“Yah appa! Cukup menggodaku!” kesal Ji Eun.

“Benarkah?” tanya Taeyeon memastikan. Ji Eun tidak menjawab dan hanya mengangguk malu. Dia tidak berani menatap wajah Taeyeon. Tanpa ragu, Taeyeon memakannya akan tetapi setelah memakannya dia terdiam.

“Ada apa? Apa makanannya tidak enak?” tanya Young Jae cemas.

“Ini…”

“Ya?”

“INI ENAK SEKALI!!!” pekik Taeyeon mengagetkan semuanya. “Kau yang memasak semua ini Ji Eun???”

“I-iya…” gumam Ji Eun yang speechless melihat tingkah Taeyeon yang baru kali ini dia tunjukkan.

“Ah… Maafkan aku…” Taeyeon akhirnya menyadari kelakuan konyolnya dan langsung tertunduk malu.

“Hei, kenapa diam? Ayo makan yang banyak!” ujar Young Jae berusaha mencairkan suasana. “Ini Nona Kim, habiskan supaya kau cepat sembuh.”

“Terima kasih Tuan Lee.”

“Aigoo~ Mulai sekarang kau panggil aku appa. Terlalu formal rasanya kau memanggilku dengan sebutan tuan.”

“Ya tu— Appa…” Taeyeon buru-buru mengoreksi ucapannya. “Sebagai gantinya panggil saja saya Taeyeon.”

“Okey Taeyeon. Nah, mari kita lanjutkan makan malam.” seru Young Jae riang.

Malam itu mungkin malam yang tidak akan pernah dilupakan oleh seorang Kim Taeyeon yang selama ini terbiasa hidup dalam kesendirian. Suasana hangat yang dipancarkan keluarga Lee mulai membuatnya kembali membuka pintu hatinya yang telah lama tertutup sejak kematian sang sunbae.

***

“Taeyeon unnie.” panggil Ji Eun. “Apa yang kau lakukan di sana?”

Rupanya Taeyeon sedang mengamati langit malam yang cerah dimana kala itu bintang-bintang tampak bersinar terang menemani keindahan cahaya bulan purnama. Ji Eun lantas segera menghampiri Taeyeon dengan membawakannya sebuah selimut.

“Hai, Ji Eun.” balas Taeyeon tersenyum.

“Unnie, jangan membuatku khawatir. Kondisimu kan masih belum sembuh benar.” protes Ji Eun sambil membalutkan selimut ke tubuh Taeyeon.

“Maaf telah membuatmu khawatir.” gumam Taeyeon memasang wajah sedih.

Ji Eun hanya bisa menghela nafas. “Sudahlah, yang penting unnie tidak apa-apa.”

“Kemari.” Taeyeon menggeser posisinya. “Duduk di sini.” Dengan patuh Ji Eun duduk  di sampingnya. “Coba kau lihat.” tunjuk Taeyeon ke langit.

“Apa?” tanya Ji Eun penasaran.

“Kau pernah dengar cerita jika orang yang telah meninggal akan berubah menjadi bintang?”

“Ya, tentu saja. Dulu saat omma masih ada, dia selalu menceritakan kisah itu padaku.” Taeyeon hanya tersenyum kecil mendengar pernyataan Ji Eun. Hatinya sedih setiap kali mengingat sang sunbae. “Memangnya ada apa unnie?”

“Ji Eun, apa kau merindukan ibumu?” tanya Taeyeon sambil kembali menatap langit. Diam-diam dia ingin mengetahui reaksi Ji Eun mengenai hal tersebut.

Ji Eun sedikit terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Taeyeon. Dia bingung karena tidak tahu harus menjawab apa. “Aku tidak tahu…” lirihnya pelan. “Mungkin aku merindukannya, tapi mungkin juga tidak.”

“Kenapa?” Taeyeon kembali melontarkan pertanyaan.

Ji Eun terdiam. “Omma telah meninggalkanku… Dia meninggalkan aku dan juga appa hanya demi menggapai impiannya… Omma…egois…” Air mata pun menetes dari kedua pelupuk mata Ji Eun.

“Ji Eun…”

“Maafkan aku tapi…”

“Sssshhh~ Sudah… Jangan diteruskan…” pinta Taeyeon yang kemudian mengusap air mata Ji Eun. Dia merasa bersalah telah mengingatkan Ji Eun pada ibunya.

“Ta-tapi…” isak Ji Eun semakin menjadi-jadi. “Aku… Omma…”

Taeyeon pun segera memeluk gadis itu dan berusaha menenangkannya. “Kumohon jangan menangis lagi…” bisik Taeyeon lembut. “Jangan menangis lagi Ji Eun…”

———

Yuri akhirnya tiba di sebuah restoran mewah untuk menemui sang bos. Namun ketika akan memasuki tempat itu, mendadak dia dihadang oleh salah seorang pria berseragam pelayan.

“Aku datang untuk bertemu dengan Tuan Kim.” jelas Yuri singkat. Mengerti dengan maksud ucapan Yuri, pelayan tersebut lantas mengantarkannya menuju tempat tujuan Yuri.

“Silahkan masuk.” Sang pelayan membukakan pintu.

“Terima kasih.” Yuri lalu memasuki ruangan itu. Tempat dimana bosnya berada. “Tuan Kim, ini aku Yuri.”

“Oh Yuri. Duduklah.” ujar Tuan Kim mempersilahkannya duduk. “Bagaimana kabarmu hari ini?” tanya pria itu basa-basi.

“Langsung saja menuju pokok pembicaraan kita bos.”

“Baiklah kalau itu maumu.” Tuan Kim lantas menyerahkan sebuah amplop besar berisi beberapa foto dari seorang wanita. “Jangan khawatir, dia baik-baik saja. Aku tidak akan pernah menyakitinya asalkan kau tetap menuruti perintahku.” ucapnya menyeringai.

Perlahan Yuri membuka isi amplop tersebut dan memandangi foto-foto tersebut satu demi satu. “Jessica…” gumamnya pelan.

***

*Flashback*

“Yuri.” Suara Jessica memanggil Yuri yang sedang sibuk memasak di dapur cafe miliknya.

Ya, sejak bertemu dengan Jessica, Yuri yang kala itu merupakan seorang pembunuh bayaran kelas satu memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya. Meski awalnya Yuri mencoba menghindari perasaannya kepada Jessica namun tidak bisa dipungkiri bahwa dia benar-benar mencintai gadis itu. Beruntung bagi Yuri, ternyata Jessica memiliki perasaan yang sama dan merelakan dirinya hidup dalam bahaya. Oleh karena itu, Yuri memutuskan berhenti menjadi seorang pembunuh dan membuka lembaran baru bersama Jessica.

“Ya, aku datang.” sahut Yuri melepaskan celemeknya dan kemudian menghampiri Jessica. “Ada apa?”

“Hai Kwon.” ujar seorang yang tidak asing bagi Yuri. Seketika raut wajahnya berubah pucat begitu mengetahui siapa yang sedang berada dihadapannya.

“Ka-kau… Mau apa kau?!” pekik Yuri yang langsung melindungi Jessica. “Pergi!!!”

“Woah~ Santai saja Yul~ Bukankah kita ini teman?”

“Cih! Aku tidak lagi mempunyai teman sepertimu Taec! Tidak sejak kau membunuh adikku, Yoona!!!” Sadar amarah Yuri mulai memuncak, Jessica pun hanya bisa memeluk kekasihnya.

“Yuri…” Sayang, apa yang dilakukan Jessica justru membuat Yuri lengah. Dengan cepat pria tersebut langsung menarik tubuh Jessica dan segera membawanya ke dalam mobil. “YURI!!!” teriak Jessica tak berdaya.

“SICA!!!” Yuri berupaya menolong Jessica namun usahanya dihalangi oleh Taecyeon. “YAH TAEC!!! KUMOHON LEPASKAN JESSICA!!! pinta Yuri sambil berlutut.

“Maafkan aku Kwon, tapi aku terpaksa melakukan ini karena bos membutuhkanmu.” jelas Taecyeon singkat. “Besok datanglah ke markas dan untuk sementara waktu Jessica akan kami jadikan sandera sampai semuanya selesai.” ujarnya lagi sambil berlalu meninggalkan Yuri seorang diri.

“Sica…”

*End of flashback*

***

“Akan kulakukan semua perintahmu tapi izinkan aku bertemu Jessica sekarang.” ucap Yuri menahan emosi. Saking emosinya, dia mengepalkan kedua tangannya.

“Bisa diatur.” ucap Tuan Kim puas. Senyum licik mengembang di wajahnya. “Hei! Bawa gadis itu kemari.” perintah pria paruh baya itu kepada salah satu anak buahnya. Tidak lama sosok yang dirindukan oleh Yuri akhirnya muncul.

“YURI!!!” teriak Jessica begitu melihat Yuri, dengan segera dia berlari dan memeluknya.

“Sica…” bisik Yuri mempererat pelukannya. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya cemas. Yuri takut terjadi sesuatu pada kekasihnya itu.

Jessica pun mengangguk. “Iya…” gumamnya pelan.

“Ingat, waktu kalian hanya 10 menit.” ujar Tuan Kim mengingatkan. “Silahkan kalian melepas rindu.” Pria itu lalu bergegas meninggalkan keduanya.

“Yuri… Aku takut…”

“Sica… Tenanglah… Setelah semua misiku selesai, kita akan hidup seperti dulu lagi.”

“Benarkah? Tapi itu berarti kau kembali menja—” Sebuah kecupan memotong perkataan Jessica. “Yuri…”

“Demi dirimu… Aku rela melakukannya… Hanya  untukmu…” Yuri kembali mencium Jessica. Ya, Yuri tidak ingin membuang waktu yang telah diberikan karena mungkin ini terakhir kalinya dia bisa menyentuh Jessica.

———

Seiring berjalannya waktu, luka pada tubuh Taeyeon pun akhirnya sembuh. Ini berarti sudah saatnya dia harus kembali ke Seoul. Namun ada satu hal yang masih membuat Taeyeon cemas yaitu Ji Eun karena tujuan awal kedatangannya adalah untuk menjemput kembali gadis itu.

“Sudah saatnya.” gumam Taeyeon yang lantas mencari keberadaan Ji Eun. Sayang, sosok Ji Eun tidak tampak di setiap sudut rumah keluarga Lee. “Tidak ada. Mungkinkah dia…”

Akhirnya Taeyeon memutuskan mencari Ji Eun di tempat lain. Dia lalu berjalan menuju sebuah bukit kecil tempat dimana Ji Eun biasa berada yang diketahuinya dari cerita Young Jae.

***

*Flashback*

“Bukit 1000 janji?”

“Ya.”

“Kenapa dinamakan demikian?” tanya Taeyeon penasaran.

Young Jae tersenyum mendengar pertanyaan Taeyeon. “Aku pun tidak tahu. Namun cerita mengatakan jika kau mengikat janji dengan seseorang di sana, kelak suatu saat akan takdir akan selalu mempertemukan kalian.” jelasnya.

“Benarkah?”

“Hahah! Kenapa? Apa kau penasaran?”

“Tidak juga, hanya saja kenapa Ji Eun menjadikan bukit itu sebagai tempat favoritnya?”

Kali ini Young Jae menghela nafasnya dalam-dalam. Raut kesedihan tampak jelas dari wajahnya. “Dulu ketika Ji Eun masih kecil, istriku Ji Ah selalu mengajaknya ke bukit itu… Dan sejak kerrgian Ji Ah, Ji Eun selalu datang ke tempat itu untuk melepas kerinduannya pada istriku.”

“Maafkan aku…”

“Tidak, tidak apa-apa Taeyeon. Paling tidak kau bisa mengetahui lebih dalam tentang Ji Eun.”

Kemudian Young Jae pun mulai menceritakan hal lain mengenai Ji Eun kepada Taeyeon hingga tanpa disadari malam pun mulai larut.

*End of flashback*

***

Setelah beberapa saat, Taeyeon pun sampai di tempat tersebut dan mendapati Ji Eun. Gadis itu ternyata tidak sendirian di sana, dia bersama seorang asing. Tapi yang membuat Taeyeon sangat terkejut adalah sosok asing itu tidak lain orang yang dikenalnya. Orang yang selama ini telah menghilang. Sekaligus sahabat baiknya.

“Yuri?”

-TBC-

Howdy~ akhirnya saya kembali!!! Okey, silahkan untuk yg udah nunggu lanjutan ff ini. Sedikit aye tambahin YulSic dimari. Alright~ See you again. Thanks udah mampir. ^^

21 thoughts on “The Story Only I Didn’t Know… [Part 3]

  1. OMO!!!!!
    Tuan Kim bokapnya Taeyeon apa Tuan Kim yg lainnya nih?!!
    Aduh pikiran gw jd suram nih. Jieun adeknya Taeyeon yaah ga bisa nganuan dong..hahah
    Yuri brsahabat sm Taeyeon, trus td Yuri bilang Taeyeon menghalangi pkrjaannya..duh akankah mrka maen tikam2an demi sica n jieun.. Ah Otk!!! Krjaan tuan Kim nih!! Gw bdoa spy mrka baik2 aja smuanya.. Sica baik2 ya sayang..huhuhu

    wah ru lu dateng2 bw teka-teki silang..hahah
    thx ya ru ud update.. Semangat terus ya 🙂

  2. udh aga lupa m ni cerita,,
    tp stlh baca langsung inget lagi
    oh jd jie eun tuh adek kaka m taeng toh,,
    yuri antara sahabat dn kekasih dong hayo…
    Mudah2n taeng m yul g pada brantem..
    Ah jd penasaran m kelanjutan nya,,
    di tunggu epep ny yg laeng
    ya thor semangat.hehehehehe

  3. wah..akhir’a kau comeback juga thor..aku sampai lupa ama cerita ni ff u,u jd IU ade taeng toh..udah sama2 cewe kaka ade lg sungguh terlarang..#plak yul apa kau mau menyakitin TaeU demi sica u,u

  4. walah2 uda agak lupa sih critanya…
    hehe

    btw, tu taeyul kira2 bakal tikam2an demi cwenya masing2 ga ya???

    semngat thor!

  5. Ĵ¡!¡!媕·•ªªªåååћћ
    IU adek nya taeng ? Trus mereka ga bisa itu dong ??? -______- *acian
    Nah tuan kim jahat bana, btw tuan kim itu yg bapak a taeyeon ya thor ?? Klo iya berarti sama aja dia mo nyuruh orang buat bunuh anaknya sendiri,,, *kasian iu* semoga tidak terjadi apa2 sama iu (-̩̩-̩̩͡_-̩̩-̩̩͡)
    Aduh my yul my sweety my lovely……
    Demi sica ayolah bunuh siapa aja LOL

    Eheemmm…..
    Apdate soon author
    Semangattt ya (ʃƪ´▽`)

  6. Annyeong,,,,,
    Wahhh jdi bneran Ji eun adeknya Tae?? Truss tu Mr.kim Appa nya Tae kah yng dah membunuh???
    Penasran,,,,,
    Ada YulSic nya ,,,hhee sneng
    Tpi Yul Jdi pmbunuh byaraan o,o….
    Lanjut Author,Fightaeng….^^

  7. Dulu pernah baca cerita ini, sampe lupa cerita2 sbelumnya hehe

    annyeong, new reader hehe ^^

    yuri dan soo jd pembunuh? Kykny yul keren bgt deh.. *ngbayangin film 9 naga (?)* hehe

    itu tuan kim appanya taeyeon kah? Trs dia pngn ngilangin anak hasil hubungan gelapnya? Andwaeee ~

    lanjut thor 😀

  8. kasihan ji eun udh berbunga-bunga karena taeng,,,eh t’nyata mereka kakak-adik…(>_<)
    YulSic YulSic…
    wooowwww Yuri jdi pembunuh bayaran…(^O^)
    apa yuri di suruh buat ngebunuh ji eun atw malah taeng???tauu ahhh nunggu next partnya aja…

    Lanjut…Fighting\(゜ロ\)(/ロ゜)/

  9. itu TBC nya ihhhh!!

    ya tuhan ff ini udh lama bgt ga nongol lg, aku pkir unnie mlupakan’a hahaha

    ih yaampun ternyta si IU adek’a taeyeon?
    patah hati dong?
    yaaaaahh~

    asiiik YulSic moment~~
    itu yul misi’a apaan si ko sampe tkt ninggalin sica -.-
    ahh ayo unnie cpt di lanjutin lagiii ayo ayo *bwa spanduk*

    unnie ah hiatus’a jgn lama lama huffh
    aku tunggu next chap’a, fighting!!

  10. Taec membunuh yoong ??? lalu mendekap sica??? isshhh aku b**** taecyeon .. sangt malah …

    knapa taeng malah menjadikan IU pacarnya setelah tau kalau IU itu adiknya??? apa yang kw rencanakn tae??

    tuam kin itu appanya taeng kan??? waee?? apa jangan2 dia tau kalau IU itu anknya??? tpi kanPa dia ingin membunuh taeng???

    yull bersahabat dengan taeng??? apakah yul tetap akan pda misinya pada IU?? kasian taeng dan IU .. tapi kalau tidak dilaksanakn gimana nasib sica??? ahhhh …

    lanjuutt thor .. jngan lama diupdateny … FIHGTING!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s