You Belong To Me [Part 14]

Next updated~ So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~You Belong To Me [Part 14]~

Genre: Gender-bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon & Tiffany (TaeNy), Sooyoung & Sunny (SooSun)

———

Sebuah ciuman mendarat tepat di bibir Yuri. Ciuman yang datang dari Jessica itu pun berhasil membangunkannya dari tidur. Perlahan Yuri membuka kedua matanya dan bertemu dengan wajah Jessica, gadis yang sangat dia cintai. Raut bahagia tampak jelas di wajah Yuri hingga dia pun tersenyum.

“Selamat pagi princess.” sapa Yuri yang kemudian mengecup lembut kening Jessica. Gadis itu tampak malu-malu saat Yuri terus menatapnya.

“Pa-pagi…” ujarnya sambil menarik kembali selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak terbalut apa pun sejak peristiwa semalam. Yuri hanya bisa tertawa kecil melihat reaksi Jessica yang menggemaskan. Pelan-pelan dia pun membuka selimut yang menutupi Jessica. “A-apa yang kau lakukan???” tanya Jessica menyadari apa yang dilakukan Yuri.

“Kenapa harus kau tutupi?” ujar Yuri balik bertanya membuat wajah Jessica seketika berubah merah.

“He-hentikan Yul…” pintanya merebut kembali selimut dari tangan Yuri. “Jangan—” Yuri langsung memotong perkataan Jessica dengan ciuman. Dia lalu membisikan sesuatu kepada Jessica.

“And now, you belong to me… Jessica Jung…”

———

Untuk kesekian kalinya, Nickhun masih harus menggantikan posisi Yuri dalam pertemuan bisnis Jung Enterprise dengan Song Entertainment. Ketidakhadiran Yuri dalam rapat tersebut membuat Victoria terus mempertanyakan akan keberadaan mantan kekasihnya tersebut. Dia pun lantas memberanikan diri untuk bertanya mengenai Yuri kepada Nickhun.

“Tuan Horvejkul.” panggil Victoria beberapa saat setelah rapat mereka baru saja selesai.

“Iya, ada yang bisa saya bantu Nona Song?” tanya Nickhun yang sedang sibuk merapikan berkas miliknya.

“Kapan saya bisa bertemu dengan Tuan Kwon? Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan langsung kepada beliau.”

“Hmm, untuk hal ini saya sendiri belum bisa memastikan karena Tuan Kwon masih belum memberi kabar.” ujar Nickhun berusaha memberikan penjelasan. Namun rupanya Victoria tidak puas mendengar hal tersebut dan tersenyum kecil untuk menutupi kekecewaannya.

“Oh, begitu. Baiklah, akan saya tunggu. Sampaikan salam dari saya untuk Tuan Kwon.”

“Sekali lagi saya mohon maaf dan saya akan sampaikan salam Anda kepada beliau.” ujar Nickhun meminta maaf sambil membungkukkan badannya di hadapan Victoria. Sayang, wanita itu tidak peduli dan berlalu begitu saja.

———

“Sica, apa kau sudah siap?” tanya Yuri memastikan.

“Hmm~” balas sambil Jessica mengangguk.

“Okey, sebelum kita jalan, kau harus pakai ini dulu.” ujar Yuri memberikan sebuah helm. “Sini biar kupasangkan.” Jessica hanya bisa menuruti perintah Yuri. “Selesai! Ayo naik!”

Untuk pertama kalinya, seorang Jessica menaiki skuter. Ya, karena selama ini dia selalu menggunakan mobil untuk bepergian kemana pun. Rasa gugup memenuhi perasaan Jessica tapi berkat Yuri, dia merasa nyaman.

“Yul, kita mau kemana?” tanya Jessica penasaran. Yuri hanya tersenyum dan kemudian menyalakan skuter miliknya.

“Ke suatu tempat di muka bumi ini. So princess… PEGANGAN!!!” tukas Yuri yang mendadak melajukan skuter.

“KYAAAAA KWON YURI!!!” Dengan reflek Jessica langsung memeluk erat tubuh Yuri dan seterusnya selama perjalanan mereka berlangsung.

———

Sementara itu, suasana di dapur Soshi Family Restaurant tampak lebih sepi dari biasanya. Hal ini dikarenakan Taeyeon memutuskan untuk menutup restorannya lebih awal karena tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Tiffany. Meski dibantu oleh para karyawannya, Taeyeon tetap ikut serta dalam membuat kue pernikahannya. Dia ingin menyajikan sesuatu yang spesial untuk calon istrinya tersebut.

“Yah! Taeng! Lebih baik sekarang kau beristirahat. Sebentar lagi kau kan akan menikah, jadi jaga kesehatanmu dari sekarang.” ujar Sooyoung terus mengingatkan.

Taeyeon menghela nafas. “Tapi aku tidak tenang jika menyerahkan urusan pembuatan kue kepadamu. Kau kan—”

“Apa maksudmu?!” potong Sooyoung tiba-tiba sambil menatap tajam Taeyeon. Dia lantas menyilangkan kedua tangannya di depan dada seakan menunjukkan bahwa dirinya sedang kesal.

“Y-ya! Aku hanya berkata sesuai fakta!” ucap Taeyeon sedikit ketakutan melihat sikap yang berada di hadapannya Sooyoung.

“Aish! Asal kau tahu ya, aku baru saja mendapat beasiswa untuk belajar ke luar negeri menjadi seorang pastry.” ungkap Sooyoung tersenyum bangga.

“Kau? Belajar ke luar negeri? Menjadi pastry?” tanya Taeyeon tidak percaya.

“Yup~” jawab Sooyoung mengangguk. Namun tetap saja Taeyeon masih menganggapnya sebagai lelucon belaka.

“Yeah, right~” Pemuda pendek itu kembali menghela nafasnya. “Tetap bermimpi Soo…”

“Tapi aku serius!!!” tukas Sooyoung dengan nada meninggi. “Lihat ini kalau kau tidak percaya!” Sang shikshin kemudian menunjukan surat penerimaan beasiswa yang ditujukan untuk dirinya kepada Taeyeon. Setelah membaca surat tersebut, barulah Taeyeon percaya kalau Sooyoung tidak sedang main-main.

“Jadi kau… Benar-benar…”

“Kau bisa lihat sendiri bukan?!” jawab Sooyoung kesal. “Kenapa tidak ada satu orang pun yang percaya dengan hal ini… Bahkan kau, sahabatku sekali pun…” keluhnya lagi.

Baru kali ini Taeyon melihat Sooyoung bersikap demikian dan membuatnya merasa bersalah.

“Soo… Maafkan aku… Aku tidak—”

“Sudahlah Taeng. Aku tahu apa yang kau maksud. Ya, memang selama ini banyak yang mengira aku hanya main-main, tapi asal kau tahu aku tetap mempunyai cita-cita yang menjadi tujuanku untuk menjalani hidup.” Nada kecewa terdengar jelas dari mulut Sooyoung. Taeyeon hanya bisa tertegun mendengar perkataan Sooyoung yang kemudian berlalu meninggalkannya seorang diri.

“Maafkan aku Soo… Aku benar-benar tidak bermaksud demikian padamu…” Taeyeon menyesali sikapnya.

——–

Setelah perjalanan selama satu jam, akhirnya Yuri dan Jessica tiba di tempat tujuan. Ternyata Yuri membawa Jessica ke sebuah pantai yang menyimpan kenangan manis masa kecil mereka. Masa dimana dia berjanji untuk menjaga gadis itu sebelum tragedi merenggut ingatan keduanya.

“Sica.”

“…”

“Sica~ Kita sudah sampai, ayo turun.” panggil Yuri berusaha membangunkan Jessica. Usahanya berhasil karena akhirnya Jessica mau membuka kedua matanya. “Sudah sampai.”

“Ini… Dimana?” gumam Jessica yang tidak lama kemudian berubah takjub begitu mengetahui dimana dirinya berada. “Indah sekali…”

“Yup~” balas Yuri singkat. Ada perasaan tidak asing dalam hati Jessica dengan tempat tersebut, akan tetapi dia tidak bisa mengingatnya. ‘Apa aku pernah ke tempat ini?’ tanyanya dalam hati.

“Sica, apa kau baik-baik saja?” tanya Yuri khawatir. “Ng~ Aku tidak apa-apa Yul… Tapi…”

“Tapi?”

“Sepertinya aku pernah datang ke sini…” Yuri yang mengetahui keadaan Jessica yang sebenarnya, merasa senang dengan reaksinya karena dia yakin ingatan Jessica pelan-pelan akan pulih. Meski kecil kemungkinan, namun Yuri berharap Jessica bisa mengingat dirinya kembali.

‘Tentu saja kau tahu Sica… Pantai ini merupakan tempat biasa kita bermain saat kita kecil…’ Yuri hanya bisa meratapi sisa-sisa kenangan manisnya itu.

“Yul?” Suara Jessica sekejap menyadarkan Yuri yang sedang melamun. “Kenapa kau diam?” tanyanya lagi. Yuri lantas menggelengkan kepalanya dan kemudian menggandeng tangan Jessica.

“Hei Sica, ikut aku.”

“Huh? Kita mau kemana lagi Yul?” Yuri tidak menjawab. Dia terus membawa Jessica berjalan menyisiri bibir pantai hingga tiba di sebuah gubuk kecil. “Yuri…”

“Tunggu di sini sebentar.” Yuri lalu membuka pintu dan masuk ke dalam. Tidak lama kemudian, dia pun keluar dari gubuk tersebut. “Princess, masuklah.” ujarnya mempersilahkan Jessica. Dengan perasaan sedikit ragu, gadis bertubuh mungil itu akhirnya bersedia masuk. Betapa terkejutnya Jessica ketika mengetahui apa yang ada di dalam gubuk itu.

“Ini—”

———

Bel pergantian kelas pun berbunyi dan Sunny langsung sibuk merapikan buku-buku miliknya untuk pindah ke kelas berikutnya. Tidak lupa gadis itu menyiapkan beberapa catatan perkuliahan yang akan dia berikan kepada Jessica. Ya, sejak insiden itu terjadi, Jessica mengajukan cuti kuliah untuk sementara waktu.

“Hei Sunny. Apa kau ada waktu?” tanya Wooyoung, salah satu teman sekelas Sunny yang diam-diam menyukainya. “Aku ingin mengajakmu makan siang.” Sunny hanya tersenyum kecil mendengar ajakan Wooyoung dan bergegas meninggalkan kelas.

“Maaf, tapi aku ada kelas.” jawab gadis imut itu singkat. Namun begitu dia akan beranjak keluar, Wooyoung berusaha menghalanginya. “Ada apa? Bukankah sudah kubilang aku ada kelas. Lekas minggir dari hadapanku.” tukas Sunny dingin.

Gerah dengan penolakan yang terus menerus dari Sunny, Wooyoung langsung menariknya masuk kembali ke dalam kelas. Perasaan takut mulai menghinggapi hati Sunny saat melihat sikap kasar Wooyoung terhadap dirinya. Sekejap dia pun teringat akan peristiwa yang menimpa Jessica.

“Sampai kapan kau akan terus menolak ajakanku?” tanya Wooyoung dingin. Tatapan pemuda itu seketika berubah tajam dan perlahan berjalan mendekati Sunny.

“He-hentikan…” pinta Sunny yang sekarang benar-benar ketakutan. “Wooyoung…” Mendadak Wooyoung pun menghentikan langkahnya saat melihat gadis yang disukainya kini terdesak di antara dirinya dan dinding kelas.

“Kau tidak bisa lari lagi.” bisik Wooyoung menyeringai sambil mendekatkan wajahnya ke arah Sunny dan kemudian mencium gadis itu. Sayang, sepasang mata tengah menyaksikan adegan tersebut.

“Sunny…” ucap Sooyoung pelan. Kini hatinya telah hancur. Tanpa panjang lebar lagi, Sooyoung pun bergegas meninggalkan tempat tersebut. Sunny yang mendengar suara Sooyoung segera mendorong Wooyoung dan mengejarnya.

“SOO!!! TUNGGU!!!” teriak Sunny sekuat tenaga. Dia terus berlari hingga akhirnya berhasil memeluk Sooyoung dari belakang dan seketika membuat langkah pemuda itu terhenti. “Tu-tunggu… aku…”

Sooyoung tidak menjawab, dia membisu dan tidak tahu harus berbuat apa. Yang terdengar hanyalah suara nafasnya.

“Lepaskan.” lirih Sooyoung. “Lepaskan aku… Lee Sunkyu” Sunny terkejut mendengar nama lengkapnya terlontar jelas dari ucapan Sooyoung. Ini pertanda bahwa saat ini dia sedang serius.

“Soo…”

“Kupikir aku tidak akan sanggup untuk pergi belajar ke luar negeri karena dirimu tapi…”

“Tapi… Tapi apa?” tanya Sunny mulai ketakutan.

“Dengan ini semuanya jelas…” Perlahan Sooyoung melepaskan dirinya dari Sunny dan memandang wajah gadis itu dalam-dalam. “Apa yang tadi kusaksikan, itu sudah cukup membuktikan semuanya…”

“Soo! Kumohon kau jangan salah paham!” ujar Sunny membela diri.

“Salah paham?” Sooyoung tersenyum pahit. “AKU MELIHATMU BERCIUMAN DENGAN PRIA LAIN DI DEPAN MATAKU SENDIRI KAU PIKIR AKU INI APA???!!! bentak Sooyoung penuh amarah.

“So-soo…”

“Cukup sudah! Aku tidak ingin mendengar penjelasan apa pun dari dirimu!”

Air mata pun menetes dari pelupuk mata Sunny. Dia tidak menyangka jika Sooyoung yang selama ini begitu dia cintai ternyata tidak mempercayai dirinya.

“Baik Soo… Bagiku tidak masalah jika kau tidak ingin mendengar penjelasanku…” isak Sunny berusaha menahan tangis. “Percuma hubungan ini terus berjalan bila kau tidak mempercayaiku…”

“Ya, lebih baik kita akhiri saja semuanya sekarang.” tegas Sooyoung yang hanya bisa menghela nafas. Dalam hatinya dia merasa sangat menyesal telah melukai perasaan Sunny.

“Jika itu yang kau inginkan… Selamat tinggal…” pamit Sunny dengan senyuman untuk menutupi kesedihannya. Setelah itu, dia pun kembali menuju ruang kelas.

Sunny terus berjalan sambil menangis tanpa tahu Sooyoung pun melakukan hal yang sama. Pemuda itu hanya bisa meratapi kepergian Sunny yang semakin lama semakin menjauh.

“Maafkan aku Sunny… Maafkan aku…”

———

“Ini—

“Ya.”

Ember dan sekop pasir?” tanya Jessica memastikan.

“Betul sekali.” jawab Yuri singkat. Dia sudah bisa menebak reaksi Jessica yang kini sedang kebingungan.

“Buat apa?” Jessica mengerutkan dahi. Yuri tersenyum menyaksikan raut wajah istrinya yang menggemaskan dan tanpa sadar dia pun tertawa kecil.

“Tentu saja untuk membuat istana.” jelas Yuri yang kemudian membawa Jessica ke tepi pantai. “Kita akan membuat istana pasir di sini.” ujarnya sambil meletakan peralatan yang mereka bawa.

“Istana pasir?” Yuri mengangguk mendengar pertanyaan gadis itu. Entah kenapa Jessica merasa tidak asing dengan hal tersebut. Namun sayang, dia lagi-lagi tidak bisa mengingatnya. ‘Aneh… Sepertinya aku pernah mengalami hal ini tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya?’

“Hei, kenapa kau diam? Ayo lekas kumpulkan pasirnya.” Ajakan Yuri membuyarkan lamunan Jessica.

“Huh? Ya.” Jessica lantas mengikuti ajakan Yuri mengumpulkan pasir. Sesekali keduanya saling bersenda gurau untuk membunuh kebosanan seperti Yuri yang iseng melumuri wajahnya dengan pasir.

“Sica~ Lihat kemari~” panggil Yuri.

“Apa—” Yuri langsung menempelkan pasir ke wajah gadis tersebut begitu dia menengok ke arahnya. “YAH!” pekik Jessica terkejut.

“Hahaha~” balas Yuri yang kemudian berusaha berlari, menghindar dari Jessica yang terus mengejarnya. “Ayo tangkap aku kalau bisa.” goda Yuri lagi.

“KWON YURI!!!”

Setelah itu tidak butuh waktu lama, akhirnya istana pasir mereka pun jadi. Senyum puas mengembang di wajah keduanya. Suasana yang tadinya riang pun berubah hening. Baik Yuri dan Jessica hanya duduk terdiam dan saling bertukar pandang satu sama lain.

“Sudah sore… Ayo kita pulang.” Yuri mulai beranjak dari duduknya.

“Tapi aku masih mau di sini. Tidak bisakah kita kembali nanti saja?” pinta Jessica membuat Yuri kembali duduk di posisinya semula.

“Baiklah.” ujar Yuri mengalah. Kini angin malam mulai bertiup kencang, membuat udara di sekitar mereka berubah dingin. Yuri yang menyadari hal tersebut lalu memakaikan jaket miliknya ke tubuh Jessica yang sedikit gemetar akibat kedinginan. “Pakailah.”

“Terima kasih.” ucap Jessica malu-malu. Wajahnya merona merah saat meyadari Yuri terus memandanginya.

“Sama-sama.” jawab Yuri tersenyum dan mengecup kening Jessica.

Namun beberapa saat kemudian ciuman pemuda itu mendarat tepat di bibir gadis tersebut. Rupanya suasana romantis yang tercipta membuat Yuri dan Jessica semakin terlarut. Tidak ada lagi kata sungkan bagi mereka menunjukan rasa cintanya hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengulang kembali peristiwa manis yang terjadi semalam.

———

“Tae, kau belum tidur?” tanya Fany yang kebetulan berada di dapur untuk mengambil segelas air.

“Seperti yang kau lihat. Aku sedang menunggu Sooyoung.” jelas Taeyeon gelisah. “Sudah jam segini tapi dia belum juga kembali. Aku takut terjadi sesuatu padanya.” tambahnya lagi.

“Oh ya? Tidak bisanya dia seperti ini.” Tiffany mulai merasa ada yang tidak beres dengan Taeyeon dan Sooyoung. “Apakah kalian tadi bertengkar?”

Taeyeon terkejut mendengar pertanyaan Tiffany. “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Simpel. Sooyoung tidak akan kembali dalam waktu dekat jika dia sedang ada masalah. Kau sendiri yang memberitahukan hal itu padaku.” ujar Tiffany sambil meneguk air dalam gelasnya.

“Iya, kau benar.” jawab Taeyeon menundukan kepala.

“Memang sebenarnya apa yang terjadi?” Tiffany kembali melontarkan pertanyaan.

“Ini semua salahku.” gumam Taeyeon menghela nafas. “Aku telah kelewatan padanya… Kupikir dia hanya bercanda tapi ternyata—”

“TAEYEON!!!” Suara teriakan Hyoyeon memotong pembicaraan yang kontan membuat keduanya kaget setengah mati. “TAENG, CEPAT KEMARI!!!” seru gadis itu lagi. Dengan segera Taeyeon dan Tiffany langsung berlari menghampiri Hyoyeon.

“Ada ap— OH MY GOD!!! SOO!!!”

-TBC-

Okey, satu persatu saya akan lanjutkan ff saya yang udah hampir setahun kagak kelar-kelar. Anjir… Yasu, have a nice weekend my dearest readers and thanks for your visiting. Love you~ ^^

Advertisements

53 thoughts on “You Belong To Me [Part 14]

  1. Watepen with sooyoung????!!!!! Omaygod!! Palingan die mabok-_- gw lupa ama nih ff,tiba2 sunny sama soo pacaraaaannn aja. Eh thor! Nape hiatusnya lama banget -_- eh thor minta pw yg ep13 boleh?? Nanti di mention deh……

  2. Uuuhhhh yulsic co cweet (ʃ⌣ƪ)
    Mereka mengulangi yang terjadi semalem ?
    Dipantai ?
    Apakah tak dilihat orang ? OMG ˘ĦăĦăª (งˆ▽ˆ)ง
    Woahhhh ada apa dgn soo ?
    Galau kayaknya hahahaaaa
    *cian LOL

    Update soon author
    Semangaaattttt (ʃƪ´▽`)

  3. Sneng’a ada yulsic moment,, ☺ Huuuaa Soo knapa tuh?? cpet lnjutkan eon,, jgn bkin aq mati pnasaran..

    See u next chap.. Caaww.. 😉

  4. ah yulsic cocweet bgt dah,,
    sica kenapa mesti malu.hahah
    ya soosun nya putus
    ada apakah dgn soo,,?
    Taeny mau kawin di tunggu undangan nya,,kekeke
    update soon SEMANGAT,,,

  5. awal baca langsung happy gara gara YulSic yang masih telanjang XD itu soo kenapa? 0.,0 kecelakaan? Mabok? Atau gila? O.O lanjutkan!

  6. akhirny update juga … makin keren thor … daebakk!!!

    ap yng terjadi dngan soo??? jangan blang gantung diri …

    wow wow wow … mengulangi hal semalam ??? dipantai??? benar benar dasyat …

    taeny mw nikah … tapi kapan taeng ngelamar fany nya???

    lanjut dah thor … fighting!!!

  7. Mengulang kjadian smalam? Emg mrka ngap thor? Apa kah mrka ngronda? Kok g d jlsin? #eaaaaa
    yah! Soosun kasian tuh thor! Emg soo knapa? Mabok smbl bawa cwe lain?
    #eaaaa
    semangka!

  8. My soo kenapa O.O *di gampar sunny* ._.v sunny diantara ooyoung xD (SooYoung dan WooYoung) gyahahahaha

    beh beh beh YulSic mainnya digubuk nih ye cemungud cemungud (?)

    ok unni aku tunggu lanjutannya sj kapan kamu bs u.u
    sorry comentku gaje ._.v

  9. Wuaahhh,,,syang sweet moment YULSIC Untuk prtma klinya d lewat,,pdahal penasaran,#plak
    Tpi mreka lkuin lgi d pantai,,wkwk
    Gk tkut ada yng lewt apah?ckckck
    Tpi klo msh ada victoria,blum brnafas lega nih,,*apadah

    Slah pham nie Soo,ahhh trus knpa tuh Soo ,,mbuk dah pastinya…..,!
    D lanjut author,,,fightaeng,,,,,

  10. itu Soo kan ? pasti kan ?? ya tuhan kenapa dia ? 😦

    yulsicnya sweet banget, apalagi pas bangun tidur tadi.
    trus yg dipantai juga, sekarang dah gak kaku lagi :*

    hmm wooyoung yelah pengganggu banget dah bener *sigh

  11. kyaaa,,,, yulsic sweet bgt dah,,,,hehehe
    soo kenapa tuh,,,,?
    wah bakalan makin seru nih ceritanya,,,
    d tggu update soon,,,,heheh

  12. asikasik YulSic baikan…
    TaeNy mau nikah…
    tpi kasihan SooSun lgi galau gra2 salah paham…-_-#
    waahhhh apaan yg di liat TaeNyHyo(⊙o⊙)?

    Lanjut…Fighting\(゜ロ\)(/ロ゜)/

  13. YAAAAA!!
    TBC itu lagii ishh!!

    Kalo di chapter ini SooSun moment lebih dominan ya..
    Itu jgn2 syoo bnuh diri lg @_@
    andwae!!
    Smoga smw akn baik2 aj d ending ff *wish*

    lgsg aj, i’ll be waiting soon!
    fighting unnie~~

  14. Waah yulsic sosweet…
    yah soo salah paham, payah nih soo, itu kenapa lagi dia?
    eeh victo belum ketemu yuri.. Bagus deh haha
    Lanjut thor.. Fightiing !

  15. Aduh gila, gw bs ngrasain yg Soo rasain. Mulai dr becandaan Tae ke Soo, trus yg dia liat sunny d cipok, sampe ke SooSun putus..anjirrr ga enak banget jadi Sooyoung. Gw ikut sedih.. Tapi lo salah paham Soo… Aduuh~

    Yuri Sica makin manis. Yuri sabar banget men..
    gilak gw jatuh cinta bgd sm Yuri n Sooyoung dsni. *cipokin Yul en Soo atu2 :p

    ah aru sorry bgd ni gw telat baca.. Yaudin semangat terus ya mak..
    Aru jjang! 🙂

  16. Seneng bgt lihat yulsic disiniii (๑′ᴗ‵๑)
    Romantis, sweet…
    Tapi kasiaaann si sooyoung..
    Ada apa dengannya??koq bersambungg??
    Mian niy chingu, bisa kirim password utk You Belong To Me rated part nya?? :’)
    Makasii 🙂
    Update yaa 😀

  17. T.T alangkah senangnya baca ff di web ini lagi, yaaaaaah banyakin taeny ya ya ya, kan mau nikah tuh, spesial dong hahaha, lanjut kan!!!

  18. Hallo.. salam kenal author ^^
    Setelah muter2 baca ff disini, ini comment pertama saya. huhu mian ya author baru kali ini comment 😦
    Untuk selanjutnya di coba untuk rajin comment deh..
    ff disini kerennn2.. buat author terus semangat ya lanjutin dan buat ffnya. yeah fight fight ! ^0^

  19. hai thor,aku boleh minta PWnya YBTM part 13 kagak? 🙂
    kalo boleh kirim ke fb aku “Septian Benazir” ya…~^^

    oiya,aku tunggu part selanjutnya 😀

  20. ce cie yul , pengen bkin sica baby inget masa kecilnya . kekekeke , itu soo , pacarnya mau di perkosa bukan nolong malah marah” -.-
    gw suka ma taeny , anteng” aja . wkwkwk ..
    thor aru minta pw chap 13 sama pw yg laen” dong . kirim ke @ yo ..
    kelanjutannya jgn lama ..

  21. Hai salam kenal thor ,maaf baru bisa komen ,i’m really love your fanfic especially you belong to me
    Yul bner” setia n sabar bnget ama sica ampe akhirnya sica luluh ,moga” ingatan sica cepet kembali ya hihi
    Soo knapa tuh di ending jadi pnasaran haha
    Btw thor boleh minta pw chap13?? 🙂 my twitter @nielanti ,berharap bnget dikasi pw na haha

  22. WOW! Yulsic sex on the beach! Ikuuuuuuut~~~ LOL

    Disini yul gentle bgt… sabar bgt nungguin ingatan sica kembali. Makin cinta ama yuri deeeeeeh…♡

    Aaaaaah kasian soo… *peluk sooyoung

    Aruuuu, sorry omma baru sempet baca yg ini… hehehe

    lanjut next chapt B-)

  23. KYAAAAAAAAAA unnieeee aku kembaliiii… 😀
    uwooooow, brarti kalo ngulang yg semalem, sex on the beach kah mereka akhirnya un? nyahahaha tp masih malu-malu meong bgitu. so cuuuteee!! xD

    aiyyyy soo .. #mukaprihatin

    this chap daebak like always!
    & now, mau lanjut catch up update-an unnie yg lain! kekeke

    love u un! mwaah

  24. suit suit yulsic mesra bnget ya, jd iri :-):-):-):-)
    soo knp tuh?
    tp sayng chap 13 nya gak kebaca, pdhal kl ada adegan yg bgituan, ane demen tuh#otak yadong mode on

  25. hnmm author sdh gk melayani pw yak..gpp lahh enjoy aj ma next part keeeee
    btw knp tae terkejut tu uhhh lanjuutt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s