I Love You Even Today [One-Shoot]

Based from one of “A Thousand Days Promise” OST and a great movie “50 First Dates” & “The Notebook”. Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~I Love You Even Today [One-Shoot]~

Genre: Gender-bender, Romance

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon, Hyoyeon

———

“Tae, aku berangkat ya~” pamit Yuri sekaligus menyapa sahabatnya yang baru saja bangun itu.

“Yah! Yul! Tu—” Sayang, Yuri sudah terlebih dulu berlalu dari hadapan Taeyeon. Sambil menguap dan kemudian menggosok matanya, Taeyeon menatapa kepergian Yuri. “Mau sampai kapan dia seperti ini…” gumamnya pelan.

———

Pagi hari, seperti biasa Yuri menjalani hari-harinya dengan berolahraga yang juga merupakan aktifitas favoritnya. Pemuda itu terus berlari menuju ke sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari tempat dia tinggal. Senyum Yuri mengembang saat pandangannya tertuju pada sebuah sosok gadis yang sedang duduk di bangku taman. Gadis tersebut rupanya mengalihkan perhatian Yuri. Dia pun memutuskan untuk menghampirinya.

“Hai~” sapa Yuri tersenyum.

Gadis dengan raut wajah dingin itu lantas menengok ke arah Yuri. “Ya? Ada perlu apa?”

“Hmm, boleh aku duduk di sini?” tanya Yuri menunjuk ke arah bangku yang kosong di sampingnya. “Aku ingin istirahat sebentar.”

“Silahkan.” jawab gadis itu singkat sambil membereskan buku-buku yang dia letakkan di sana. “Maaf, aku menaruh bukuku sembarangan.”

“Tidak apa-apa.” ujar Yuri yang kemudian duduk di samping gadis tersebut. “Oh ya, aku Kwon Yuri.” tambahnya lagi memperkenalkan diri.

“Jessica… Jung Jessica…” balas Jessica pelan. Dia merasa aneh dengan sikap Yuri, entah kenapa tidak asing baginya.

Suasana kembali hening dan hanya terdengar suara kicauan burung-burung yang sedang beterbangan di taman itu. Jessica pun meneruskan kembali membaca buku, namun perlahan dia menyadari jika Yuri sedang memandanginya.

“Hmm, maaf. Apa ada yang aneh dengan wajahku?” tanya Jessica yang terusik dengan ulah Yuri.

Yuri tertawa kecil. “Tidak ada.”

“Lalu kenapa kau terus memandangku seperti itu?”

“Kau tidak bosan?”

“Apa?”

“Aku tanya, apa kau tidak bosan?”

Jessica menghela nafas dan kemudian merapikan barang bawaannya untuk segera meninggalkan Yuri. Akan tetapi sebelum pergi, Jessica merasakan sesuatu menggenggam erat tangannya. Itu adalah tangan Yuri.

“Tunggu.” ujar Yuri menghalangi kepergian Jessica. “Jangan pergi.”

“Yah! Lepaskan aku.” Jessica berusaha melepaskan genggaman Yuri.

Tanpa sengaja, langkah Jessica saat menghindari Yuri mengenai sebuah batu hingga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan. Beruntung Yuri masih menggenggam tangannya dan langsung menarik tubuh gadis itu.

“Hampir saja…” ucap Yuri lega. Dia lalu melepaskan tubuh Jessica dari pelukannya. ” Kau tidak apa-apa? Kau tidak terluka?” tanya Yuri cemas.

Jessica menggelengkan kepalanya. “Aku tidak apa-apa… Yuri… Maaf…”

Yuri pun kembali meraih tangan Jessica dan kali ini menggenggamnya dengan erat.

“Kau harus menemaniku makan siang sebagai ganti aku telah menolongmu.” ujar Yuri tanpa peduli Jessica akan menolaknya lagi.  Sayang, dugaan Yuri meleset. Jessica tidak menolaknya. Gadis itu malah mengikuti ajakan Yuri ke sebuah cafe kecil dekat taman.

“Selamat datang.” sapa pelayan yang bernama Hyoyeon disertai senyuman. Dia lalu mengantar Yuri dan Jessica menuju kursi yang masih kosong. “Silahkan duduk.” Pelayan wanita itu dengan sopan mempersilahkan mereka untuk duduk.

“Terima kasih.” ujar keduanya serempak.

Hyoyeon kemudian memberikan buku menu kepada Yuri dan Jessica. “Anda berdua ingin pesan apa?” tanyanya sambil mengeluarkan buku catatan kecil dari saku bajunya.

Jessica tampak kebingungan dengan pilihan menu yang ada. Yuri yang menyadari hal tersebut segera memutuskan pilihannya.

“Saya pesan sandwich tuna tanpa ketimun dan orange juice. Kau mau pesan apa Sica?”

“Oh? Aku… Sama denganmu Yuri.”

“Okey, biar saya ulangi pesanan kalian agar tidak salah. 2 sandwich tuna tanpa ketimun dan 2 orange juice.” jelas Hyoyeon yang dibalas anggukan oleh keduanya. “Baik, mohon ditunggu. Pesanannya akan segera kami antar.” Setelah itu, dia pun berlalu dari hadapan Yuri dan Jessica.

“Nice cafe~” ujar Jessica sambil memandangi ruangan cafe tersebut. “Apa kau sering ke sini?”

“Yup!”

“Pasti dengan kekasihmu.” Raut kesedihan tampak di wajah Yuri saat mendengar ucapan Jessica. “Oh maaf… Apa aku menyinggungmu.” Jessica buru-buru meralat perkataannya begitu menyadari perubahan sikap Yuri.

Yuri hanya tersenyum kecil. “Ya, dia satu-satunya orang yang paling kucintai di dunia ini selain keluargaku… Tapi…”

Pembicaraan Yuri dan Jessica terpaksa terpotong karena Hyoyeon mendadak muncul dengan membawa pesanan mereka. Melihat makanan sudah datang, maka keduanya memutuskan untuk menyambung kembali obrolan sambil menyantap hidangan yang mereka pesan.

“Hmm~~~ Ini enak sekali!” puji Jessica pada sandwich yang disantapnya.

“Syukurlah kalau kau suka.” ungkap Yuri senang. ‘Sandwich ini merupakan favorit makanan kesukaannya.’ gumamnya dalam hati.

“Oh ya, Yuri.”

“Ya?”

“Apa kau tidak suka ketimun?”

“Aku suka.”

“Lalu kenapa kau tidak memesannya dengan ketimun?” tanya Jessica penasaran.

Yuri terdiam sesaat. “Aku sudah terbiasa memakannya tanpa ketimun. Memangnya ada apa?”

“Tidak. Tapi syukurlah kau tidak memesannya karena aku sangat membenci sayuran itu.” aku Jessica mulai membuka diri.

“Benarkah?” Jessica mengangguk. ‘Dia memang membenci ketimun.’ Yuri kembali bergumam dalam hati.

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat yang sayangnya tidak diikuti oleh cuaca yang mendukung. Ya, hujan deras tengah mengguyur hampir sebagian kota Seoul. Kini yang bisa dilakukan Yuri dan Jessica hanya menunggu sampai hujan itu berhenti.

“Membosankan…” keluh Jessica sambil memandangi jendela. Namun tak lama kemudian, pandangannya tertuju pada sebuah piano. “Apa di sini ada yang memainkan piano?”

“Semua pengunjung cafe ini boleh memainkannya.” jelas Yuri singkat.

“Benarkah?”

“Iya. Apa kau mau mendengar aku bermain piano?”

“Kau bisa bermain piano?”

“Tentu saja.”

Yuri lalu beranjak dari tempatnya duduk menuju piano tersebut. Pelan tapi pasti, suara dentingan tuts piano yang dimainkan olehnya mengalun menjadi sebuah lagu dan Yuri pun mulai bernyanyi…

“Like Words Being Said For The First Time” by Shin Seung Hoon
[click hear to for the song >> listen]

Go ahead. I’m fine.
You pass by me as if it’s the first time you’ve seen me
Do not seem to love me even once
It’s okay if you look at me like that

If I can, I want to say these words endlessly
How much I love you

The person who loves you, that is my name
But you will forget me like it never happened
Even if it’s just for a day or two, thank you so much
Because I can look at you

Go ahead. It’s fine. Please do not be hurt.
Even if you say you don’t know me, I know you
I will embrace you with my heart and speak with my tears
I love you. Even today.

If I look back, I did not love you as I do now
Like a fool, why didn’t I know back then?

The person who loves you, that is my name
But you will forget me like it never happened
Even if it’s just for a day or two, thank you so much
Because I can look at you

Go ahead. It’s fine. Please do not be hurt.
Even if you say you don’t know me, I know you
I will embrace you with my heart and speak with my tears
I love you. Even today.

Like words being said for the first time today. I love you.

Air mata Jessica perlahan menetes dari pelupuk matanya begitu lagu itu selesai dinyanyikan Yuri. Para pengunjung yang juga ikut terkesan memberikan tepuk tangan kepada Yuri.

“Kenapa… Aku menangis?” tanya Jessica pada dirinya sendiri.

“Sica, kenapa kau menangis?” Yuri lantas mengambil sebuah saputangan dari saku jaketnya. “Ini pakailah.” Yuri memberikan saputangannya kepada Jessica.

“Terima kasih.” Jessica kembali tertegun melihat saputangan milik Yuri, sebuah saputangan berwarna pink rose dengan sulaman berinisial YS di salah satu sudutnya. ‘Ini…’

———

Taeyeon mulai khawatir dengan keadaan Yuri akhir-akhir ini. Terlebih sejak hari itu, hari dimana mimpi buruk berubah menjadi kenyataan pahit yang harus diterima oleh Yuri.

***

*Flashback*

Untuk kesekian kalinya, Yuri menemani Jessica memeriksakan diri ke dokter. Sudah hampir beberapa bulan ini, keanehan terjadi pada Jessica. Gadis itu gampang melupakan sesuatu, mulai dari yang sepele hingga yang besar. Hal ini membuat Yuri sangat cemas dan memutuskan membawa Jessica ke rumah sakit.

“Yuri, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Aku sakit apa?” tanya Jessica dengan wajah pucat, dia ketakutan.

“Tidak Sica. Kau hanya terlalu lelah, jadi kau harus istirahat.” jelas Yuri berusaha menenangkan kekasihnya.

“Syukurlah.” Jessica yang lega mendengar penjelasan Yuri, kemudian memeluknya. “Terima kasih Yul…” Yuri tidak menjawab. Dia hanya memeluk balik tubuh Jessica.

——-

“Alzheimer?”

“Ya. Menurut hasil pemeriksaan, Nona Jung mengidap penyakit Alzheimer. Meski bukan penyakit menular, penyakit ini menyebabkan otak akan tampak mengerut dan mengecil. Bisa dibilang, perlahan-lahan Nona Jung akan kehilangan daya ingatnya dan sayangnya belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit Alzheimer…”

Hati Yuri pun hancur mendengar penjelasan sang dokter. Dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika Jessica suatu saat akan melupakan dirinya. Tentu saja hal tersebut sangat berat dan menyakitkan bagi Yuri. Namun Jessica yang merupakan sumber kebahagiannya, sekarang juga sekaligus menjadi kesedihannya.

“Lalu… Apa yang harus saya lakukan untuk membuat Jessica terus mengingat semuanya?” isak Yuri tidak bisa menahan tangis. “Sica… Kenapa kau harus…”

Dokter Lee hanya menghela nafas sambil menunggu Yuri tenang. 

“Tetaplah bersamanya.” jawab sang dokter singkat. “Mungkin ini cobaan yang harus kau lalui, tapi jika kau terus menemaninya sampai waktu itu tiba akan jauh lebih baik dibanding kau menyerah sekarang.”

“Tapi dok…”

“Tuan Kwon, apa kau mencintai Nona Jung?” tanya dokter Lee. Yuri pun mengangguk. “Lalu apa yang harus kau takutkan? Meski mulai saat ini Nona Jung akan kehilangan ingatannya tapi satu hal yang tidak akan pernah bisa hilang.” 

“Apa itu?” Dokter Lee tersenyum pada Yuri.

“Perasaanmu padanya.” jawab pria paruh baya itu. “Cinta yang tulus darimu akan selalu abadi dalam ingatan hati kekasihmu.”

Yuri menangis sejadi-jadinya setelah mendengar perkataan Dokter Lee yang membuatnya bertekad untuk terus berada di samping Jessica.

———

Semakin hari, penyakit Jessica bertambah parah. Gadis tersebut sudah tidak bisa lagi mengingat Yuri kecuali Yuri memancing ingatannya dengan kenangan-kenangan indah mereka dulu walau tak selamanya berhasil setiap saat. Demi Jessica pula, Yuri rela tinggal bersebelahan dengan kekasihnya hingga Taeyeon memutuskan untuk menjaga dan menemani Yuri.

“Yul.”

“Ya Tae?”

“Apa kau yakin akan melakukannya?”

“Hmm. Aku akan melakukannya terus sampai Jessica tidak bisa lagi mengingatku kelak…” Senyum pahit terpancar jelas dari wajah Yuri.

“Baiklah Yul, jika itu sudah menjadi keputusanmu.”

“Terima kasih Tae.”

*End of flashback*

***

Sejak itu, Yuri terus mengamati dan menemani Jessica kemana pun dia pergi. Pada awalnya Jessica hanya melupakan Yuri sebentar. Namun tampaknya penyakit Jessica semakin parah hingga dia mulai tidak bisa mengingat Yuri dan ingatannya akan kembali sekejap saja dalam hitungan menit. Ini yang membuat Taeyeon prihatin dengan kondisi Yuri yang setiap hari rela menemui Jessica di taman, mendekatinya sampai gadis tersebut ingat padanya dan keesokan harinya mengulang hal yang sama karena ingatan Jessica akan Yuri akan terhapus saat hari berganti.

“Yul… Tetaplah kuat…” Taeyeon tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa berdoa dan mendoakan keduanya.

———

Malam pun mulai menjelang, tampak Yuri berjalan sambil menggandeng erat tangan Jessica. Keduanya saling tersenyum satu sama lain. Mereka terus melangkah menuju taman tempat mereka berdua bertemu di pagi hari tadi.

“Yul… Maafkan aku…” lirih Jessica. “Maaf aku terus membuatmu seperti ini… Maaf jika—” Yuri memotong kata-kata Jessica dengan mencium bibir gadis yang dicintainya itu.

“Sica… Sampai kapan pun aku rela melakukannya untukmu dan ini adalah keputusanku… Jadi kumohon kau jangan menyalahkan dirimu…” pinta Yuri.

“Tapi Yul… Bagaimana jika suatu saat aku sudah tidak bisa mengingatmu?! Apakah kita akan tetap bisa melakukan hal ini???” Kini giliran Jessica mencium Yuri dan semakin memperdalam ciumannya seakan ini terakhir kalinya dia bisa melakukan hal tersebut.

“Sica…”

“Aku takut Yul… Aku takut…” Tanpa ragu, Yuri segera memeluk Jessica hingga gadis itu pun akhirnya menangis.

“Dengar Sica, meski nanti kau tidak akan bisa lagi mengingatku tapi kau akan tetap bisa mengingat perasaanku padamu dalam hatimu.”

“Yuri…”

“Sampai hari itu tiba, aku akan terus seperti ini. Menyapamu seakan pertama kali kita bertemu, berkencan denganmu, makan siang di cafe dekat taman, bermain piano untukmu, menggandeng tangan serta menciummu sebelum kau kembali tidak bisa mengingatku.” jelas Yuri sambil memandang dalam wajah Jessica. “Jadi tenanglah…”

“Terima kasih… Yuri… Terima kasih…” isak Jessica berusaha tersenyum.

“Apa pun akan kulakukan untukmu… Jung Jessica… Aku mencintaimu…” Yuri mengecup kening Jessica dan menghapus air mata di wajah gadis yang paling dicintainya. “Sekarang tersenyumlah… Jangan menangis lagi…”

“I-iya…” ujar Jessica mengangguk. “Yuri…”

“Ya?”

“I love you…”

“I love you too…”

Hingga hari berganti, Yuri menghabiskan waktunya di tempat Jessica.

“Yul…”

“Hmm?”

“Jangan lupa untuk menyapaku besok pagi.”

“Of course my princess. Sekarang kau istirahat…”

“Ya…”

Dan ketika Jessica tertidur, Yuri kembali bersiap untuk memulai aktifitas rutinnya seperti lagu yang biasa dia nyanyikan kepada kekasihnya itu…

The person who loves you, that is my name
But you will forget me like it never happened
Even if it’s just for a day or two, thank you so much
Because I can look at you

Go ahead. It’s fine. Please do not be hurt.
Even if you say you don’t know me, I know you
I will embrace you with my heart and speak with my tears
I love you. Even today.

Untuk membuat Jessica mengingatnya kembali dan menyapanya…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Hai, aku Kwon Yuri.”

“Jessica… Jessica Jung…”

-FIN-

Alright~ I’m done! Mood lagi bener-bener random. Hope you all like it. Thank you to all of my loyal readers for your support to me until today. Very kamsa~ See you again~ ^^

56 thoughts on “I Love You Even Today [One-Shoot]

  1. unnie oh gosh!!
    jadi ini ff yg km tls sedih tp d twitter malah nglawak?
    ya tuhan baru td pagi aku minta saran, malah lagu ini lg muncul wakakaka *kasih kuda nil*

    sumpah sbner’a ini sedih, stidak’a mgharukan lah tp brhubung gara2 unnie ngmgin ingus mulu d twitter, aku bca ini jd malah ktawa2 kwkwkwk

    unnie ah, jgn memancing ku lg..
    tanggung jwb kalo aku sharian ktawa ato snyum2 sdri haha

    over all, gda ff unnie yg mengecewakan *ksh ingus*
    wakakakakaka
    well, aku tggu next ff’a~

  2. Anjir.
    Awalnya gue rada males baca nih cerita ggue pikir ceritanya bakal gini…
    Yuri jogging—>ketemu jessica di taman—> kenalan—> ternyata satu sekolah—> pacaran—> happily ever after.. Ternyatah sistah…
    Gue gak yakin cerita lo lebih dari 1.500 kata. Sumpeh. Dan lo nyajiinya simpel banget. Sike hati gue jadi nyesek gini………..

    Gue gk komen apa2 lagi.. Mo nangis dulu di pojok kamar… Mana malem minggu, mana gue jomblo lagi, duh…

  3. kereenn bner2 keren tapi menyedihkannn, tpi disitulah sisi yang membuat ff ini kerenn …

    saya suka gaya yul di ff nihh …

    btw thorr .. cara dapet PW gmana yahh?? infonya bisa di krim k emailku ga??? gomawoo …

    lajut buat ffny dan FIGHTING!!!

  4. ahhhh … salah masukin email lagi … jadi bukan ini yang terbaca melainkan Y *koment diatas … ini akibat ON melalui hp …

    kereenn bner2 keren tapi menyedihkannn, tpi disitulah sisi yang
    membuat ff ini kerenn …

    saya suka gaya yul di ff nihh …

    btw thorr .. cara dapet PW gmana yahh?? infonya bisa di krim k emailku ga??? gomawoo …

    ajut buat ffny danFIGHTING!!!

  5. menyedihkan TT_____TT
    Yang tadinya hati lagi berbunga-bunga liatin selca nya sica nah skrg jd galau gini….. (-̩̩-̩̩͡_-̩̩-̩̩͡)

    Karater yuri di ff ini Wow banget
    Sosok yang setia dan penuh kasih sayang…..
    OMG dmna aku bisa mendapatkan yg seperti itu kekeke^^

    Nice update author
    Aku sukaaaa (ʃƪ´▽`)
    Hwaiting 😄

  6. Wow! daebak!! 😉
    yulsic …yulsic .. hehehe
    epep’y bener2 ! salut buat yul, ending’y bikin gemes… tp ada lucu’y juga ..^^ hehe
    sica punya penyakit pikun *dikeroyokGOrjess
    dan sad’y yul rela ngelakuin apa aje buat sica ^^ yuhuuuu yul to the sic.. bagus banget un karyamu … *peluk2author’y ..*gubrak! hehee fighting

  7. Annyeong,,,,
    Huuaaaa Daebakkk,,,bner” mngharukan yap,,,Yuri aku Padamuuu,,,
    #apaanSih?
    Kreeen author,,bneran kereen…..
    D tunggu Yng laennya ya Author,,,,
    FIGHTAENG,,,

  8. Oah cerita yg mengharukan. Rasanya kl qt d posisi jessica pasti kita takut n resah tiap hari..tp untungnya Yuri terus setia dsamping sica. Aaah Yul cipok juga luh! Hahah

    btw thx ya smsnya, nampaknya lg semangat update neh..hahah, bagus mak semangat terus okay ^^

  9. Chinguuu….baguuss bangeettt ff inii..
    Sumpah..sumpaahh..
    Jd ngebayangin kl cerita ini bnr2 kenyataan 😥
    Terus lanjutt yaa bikin ff baruu 😀

  10. huawaaaaaaaaaaah.. finally i have some time to read ur fic unnie~ hahaha.. 😄

    Eh ?? sica kena Alzheimer ?? penyakit pikun ?? hahaha.. tragis banget si Yul 😦 sumpah tabah banget ya Yul ngadepin semuanya.. karena aku juga nonton film the notebook aku jadi bingung mau komen apa,lol
    Kalo “Yul” beneran eksis bakalan aku gebet ga bakal dilepasin !! mau dia udah punya cewe apa blm tetep ditempel !! kalo perlu rebut sekalian !! lol #delusional

    hadeeh.. aku kira bakal buat Fic tentang JungLi eh ternyata YulSic~ tapi gpp lah YulSIc lagi on fire lately !! 😄

    oke itu aja sih komen ku^^~ btw, kapan mau buat fic JungLi ?? hehehe..
    oke deh,Stay healthy and keep writing~

  11. Jadi seperti ini *angguk2* awalnya sempat mikir kalau Jessica itu reinkarnasi SooYeon pacar Yuri yg sudah meninggal :p ternyata dan teryata Jessica mempunyai penyakit yang terus2 melupakan Yuri u,u yang sapu tangan YS juga ane fikir itu Yuri – SooYeon :p

    Yul begitu tabahny dirimu :*

  12. Aku udah nonton dua film itu, tapi gag ngerasa sedih.. Tapi kenapa pas baca ff ini berasa sedihnya 😦
    Kayaknya aku lebih menghayati membaca dari pada menonton…
    Intinya FF nya keren, daebak !!
    Author jjang

  13. gwaddd, sedih banget nih ff .
    cocok banget lagunya , gw ampe nangis baca ini 😦

    gak taulah rasanya diposisi yuri, gilak sabarnya gak nanggung2
    speechless gw lol

  14. So sweet..
    Hmm penyakitnya kyk di film korea, judulnya apa gitu..
    Tpi ini versi yulsic
    Sumpah sweet bgt ini 🙂
    Ditunggu untuk ff lainnya..

  15. sedih bgt ni ff..
    trharu dgn ketabahan sikap yuri yg mencintai jessica setulus itu.
    tp suka bgt ma crta nya. ngena bgt gtu..
    dtnggu karya2 selanjutnya~

  16. mengharukan thor..
    yuri emang tipe cwo setia..saking cintanya tuh kkab yul ma ice princess dia rela nyapa jessica tiap pagi dan melakukan hal2 utk memancing ingatan jessica kembali walopun pda akhirnya cuma bertahan 1 hari..and besoknya sicca lupa lagi.. T.T

    ngena bgt ke hati nih thor..good job!

  17. berasa intinya mirip ma flim the vow , kekekek .
    sampe kapan yul kyk gtu . nyesek ngebayangin yul kyk gtu terus ..
    sori baru komen soalnya baru nemu dan itupun di kasi tau tmn fb . kekekek ..

  18. nyesek bacanya, entah kenapa gw lebih suka fanfic pairing yulsic ktmbang taeny~ romantis n konyol huahua love royal shipper, tapi masih locksmith~ kamsahamnida ffnya thor daebak~ mav bru gabung aku reader baru

  19. sumpah nyesek di dada..
    yuull .. he love sica so much till he never can’t move on. tetep nemuin sica, brusaha bikin sica inget sm dia tiap hari despite her alzheimer disease..

    SOOOOOO jjang this oneshoot unnie ..
    jdi makin cinta sm fics mu un.. kekeke.

    love u un! #kisskisskisscheek

  20. [sica…]
    kadang aku tidak tahu apa arti diriku untukmu,
    kadang aku merasa kita berteman dan kadang lebih dari teman dan kadang hanya sekedar teman namun kadang aku merasa kita bukan siapa-siapa
    “mungkin itu yg d alami sica xD kyak film2 gitu deh y

    keren ff mu ini aruunn…

  21. sumpah nih ff- aissshh jinjja ㅠ.ㅠ simple tapi ngena bget di hati huhuhu. udah gitu ngga main stream lagih aduh author love you dah ah :*

  22. ya ampun sad ending huuffff sica kena penyakit gituan…
    bener banget semua bisa di lupakan sama ayang sica tp enggak perasaannya huwaahh romantis n nyesek hikz hikz hikz.. yulsic never ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s