Stand By Me [Part 4]

Demi Mickey Mouse, akhirnya saya bisa update lagi!!! So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Stand By Me~ [Part 4]

Genre: Gender-Bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon & Tiffany (TaeNy)

———

Dengan langkah lunglai, Yuri berjalan menuju dapur. Masih tergambar jelas di dalam benaknya tentang peristiwa yang terjadi semalam. Begitu pun rasa bersalah yang kini menghinggapi benaknya.

“Sica…” gumam Yuri sambil memejamkan mata dan menghela nafas. Jessica… Sosok gadis itu telah menghilang dari hadapannya ketika dia baru saja terbangun.

***

*Flashback*

Suara kicauan burung disertai sinar matahari yang telah datang menembus masuk dari jendela kamar milik Yuri, membuat pemuda itu akhirnya mau membuka mata. Di saat yang bersamaan dia juga menyadari jika Jessica sudah tidak ada lagi berada di sampingnya.

“Si-sica…” Yuri pun berubah panik dan dia berusaha mencari sosok Jessica ke seluruh ruangan rumahnya, namun hasilnya nihil. Yuri tidak menemukan keberadaan Jessica dimana pun. “Jessica… Kau dimana…” lirih Yuri yang kembali berbaring di kamarnya.

Selama beberapa saat mencoba menenangkan, Yuri akhirnya memutuskan untuk ke dapur untuk membuat sarapan. Namun ketika akan beranjak, tiba-tiba selembar kertas tanpa sengaja terjatuh tepat di hadapannya.

“Apa ini?” tanya Yuri sembari memungut kertas tersebut. Ternyata itu merupakan secarik pesan dari Jessica untuk dirinya. “Maafkan..aku…” gumam Yuri membaca isi pesan Jessica.

*End of flashback*

***

KRING!!!

Seketika lamunan Yuri pun buyar begitu mendengar suara telepon miliknya berdering.

“Siapa yang menelpon pagi-pagi seperti ini?” keluh Yuri. Dengan segera dia pun mengangkat telepon. “Ya? Halo?”

“Yuri…” isak sebuah suara yang tidak lain adalah Taeyeon. Suara pria itu terdengar parau dan terbata-bata. “Yul…”

“Taeng? Ada apa dengan suaramu… Tunggu! Apa kau sedang menangis?” tanya Yuri cemas. Meski Taeyeon tidak menjawab, dia bisa mendengar jelas suara isak tangis sahabatnya itu dari ujung telepon. “Taeyeon…”

“Yul… Aku…” lirih Taeyeon yang akhirnya mau membuka suara setelah beberapa saat terdiam untuk menenangkan diri sebelum melanjutkan pembicaraan.

“Ya?”

“A-aku…”

“Apa yang terjadi dengan dirimu, Taeyeon?”

“Aku… Putus dengan Tiffany…”

———

BLAM!!!

Suara keras bantingan pintu membuat Tiffany seketika terkejut setengah mati. Tidak lama kemudian dia melihat kedatangan sosok sahabatnya, Jessica. Tanpa mempedulikan Tiffany, gadis itu melintas begitu saja di hadapannya.

“Jessie!” seru Tiffany ketika melihat kehadiran Jessica. Tanpa ragu, dia pun segera memeluknya. “Semalam kau kemana saja Jess?! Kau benar-benar membuatku khawatir!” tambahnya lagi. Sayang, Jessica tidak bergemi. Dia hanya diam mendengarkan perkataan Tiffany. “Jessie?”

“Apa kau sudah selesai berbicara?” tanya Jessica dingin. “Kalau sudah, sekarang lepaskan aku.”

“Je-jess…” Tiffany kembali terkejut untuk yang kedua kalinya. Entah kenapa dia merasa jika Jessica yang ada di depannya bukanlah seperti Jessica yang biasa dia kenal, bukanlah Jessica teman baiknya, melainkan Jessica yang dingin… Sangat dingin hingga secara tidak sadar membuatnya ketakutan.

“Lepaskan.” Jessica mulai berusaha melepaskan diri dari pelukan Tiffany. Dia pun mulai kesal melihat ulah gadis ber-eye-smile tersebut yang tidak kunjung melepaskannya.

“Je-jessica…”

“AKU BILANG LEPASKAN AKU!!!” bentak Jessica mendorong tubuh Tiffany hingga jatuh.

“Kyaaa!!!” Tanpa mempedulikan Tiffany mengerang kesakitan, Jessica langsung menuju ke dalam kamarnya yang tidak lama kemudian keluar dengan membawa sebuah koper. “Jessie! Kau mau kemana?!” Tiffany bergegas menghalangi kepergian Jessica. “Dengar Jess! Aku tahu aku salah karena telah merahasiakan hubunganku dengan Taeyeon. Tapi ada satu hal yang perlu kau ketahui—”

“APA LAGI YANG HARUS AKU KETAHUI DARIMU SELAIN KAU TIDAK LEBIH DARI SEORANG PENGKHIANAT TIFFANY HWANG MIYOUNG!!! teriak Jessica penuh emosi. Jiwanya benar-benar diliputi oleh amarah. Dia muak dengan semua kebohongan yang telah dilakukan oleh Tiffany. Ya, Jessica benar-benar sangat terluka…

“Jessie…”

“Kau tahu Tiff? Aku merasa seperti orang bodoh… Menceritakan semua rahasiaku padamu… Termasuk tentang Kim Taeyeon… Cinta pertama sekaligus orang pertama yang telah membuatku patah hati…” lirih Jessica menahan air matanya.

“Jessie…”

“TAPI KAU MALAH MERAHASIAKAN HAL INI PADAKU!!! FUCK YOU TIFF!!! FUCK YOU!!!

“Jessie… Maafkan aku…”

“TIDAK ADA LAGI YANG HARUS DIMAAFKAN KARENA SELAMANYA AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU TIFFANY HWANG MIYOUNG!!! TIDAK AKAN!!! DAN SEKARANG CEPAT LEPASKAN TANGANMU DARIKU!!! AAARGH!!!” Akhirnya dengan susah payah, Jessica berhasil melepaskan diri dari genggaman Tiffany.

“Kumohon Jess… Dengarkan aku untuk kali ini saja…” pinta Tiffany sambil berlutut di hadapan Jessica sebelum pergi meninggalkannya. Air mata kesedihan kini mengalir dari pelupuk matanya. Tiffany tidak menyangka jika Jessica akan berubah menjadi seperti ini dan dia sangat menyesal.

“…”

“Please…” Mendengar Tiffany yang terus memohon padanya, Jessica akhirnya mau mengalah dan memberikannya kesempatan untuk berbicara.

“Baik, lalu apa yang ingin kau katakan padaku?” tanya Jessica menatap tajam kedua mata Tiffany yang penuh dengan air mata. Namun demikian tidak membuat hatinya luluh.

“Jessie…” Tiffany memberanikan diri memeluk kembali Jessica. “Hubunganku dengan Taeyeon sudah berakhir…” bisiknya pelan. “Aku dan Taeyeon sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi…” Tiffany memperjelas perkataannya.

Untuk beberapa saat, Jessica terdiam. Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena dia sudah tidak peduli akan semuanya. Yang bisa dilakukan Jessica kini hanyalah tertawa kecil meratapi nasib Tiffany.

“Hanya itu saja yang ingin kau sampaikan?”

“A-apa???”

“Kau tahu Tiff? Apa pun yang terjadi padamu sekarang… Itu tidak akan mengubah semuanya…” Jessica melepaskan diri dari Tiffany dan sebelum pergi, gadis itu membalikan badannya dan menatap Tiffany sekali lagi sambil menyeringai. “Congratulation~” Setelah itu, dia pun berlalu dari hadapan Tiffany.

Sikap Jessica yang demikian membuat Tiffany sangat sedih dan shock. Dia tidak menyangka jika Jessica kembali menjadi sosok ice princess seperti yang dulu pernah terjadi kepadanya.

“Jessie…”

———

“Jadi sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua? Coba jelaskan satu persatu kepadaku.” ujar Yuri dengan hati-hati.

“A-aku tidak tahu Yul… Entah kenapa semalam Fany tiba-tiba menghubungiku dan…dan…” Taeyeon tidak kuat melanjutkan kata-katanya.

“Dan dia bilang ingin putus denganmu. Begitu?” tebak Yuri yang disertai anggukan dari Taeyeon, pertanda tebakannya benar. “Aigoo~ Taeng… Apa yang kau lakukan sampai Fany memutuskanmu? Apa kau berselingkuh di belakangnya?” candanya yang langsung mendapat tatapan tajam dari sahabatnya.

Taeyeon seketika itu segera bangkit dari duduknya dan menarik kerah baju Yuri. “KWON YURI!!!” pekiknya emosi.

“Ta-Taeng… Tenangkan dirimu… Aku minta maaf…” Yuri sangat terkejut melihat reaksi Taeyeon dan berusaha mengatur nafasnya yang sesak akibat cengkraman erat dari Taeyeon. “Aku… Tidak bisa… Bernafas… Taeng…”

“Sekali lagi kau katakan itu, aku tidak akan segan membunuhmu Kwon!!!” ancam Taeyeon dengan wajah serius. Yuri tanpa ragu mengangguk setuju karena dia memikirkan keselamatannya yang kini di ujung tanduk.

“Okey…” Taeyeon akhirnya melepaskan Yuri dan kembali duduk di bangkunya. “La-lalu kenapa bisa jadi seperti ini?” Yuri melanjutkan pertanyaanya sambil membenarkan kerah baju miliknya.

“Itu…”

***

*Flashback*

“Fa-fany… Katakan padaku kalau semua ini hanya lelucon… Kau hanya bercandakan?” ujar Taeyeon mencoba memastikan jika semua ini hanya lelucon belaka dimana Tiffany bermaksud menjahilinya. “Aku tahu! Kau pasti ingin mengerjaiku! Sayang sekali Tiffany, kau tidak berhasil dan ini tidak lucu.”

“Tidak Kim Taeyeon. Aku tidak sedang bercanda.” jelas Tiffany singkat dengan nada serius. “Aku ingin putus denganmu…”

“Tapi kenapa??? Kenapa kau ingin kita putus?! Tolong Fany… Aku minta maaf jika seandainya tanpa sengaja aku telah menyakitimu… Aku tidak ingin berpisah denganmu…” pinta Taeyeon ketakutan.

“Maaf Taeyeon tapi…”

“Tapi apa Fany??? Kumohon jelaskan padaku!”

Tiffany kini membisu. Dia tidak tahu harus berkata apa karena sebenarnya dia pun tidak ingin berpisah dari Taeyeon jika saja bukan demi Jessica, sahabatnya. ‘Maafkan aku Taeyeon…’

“Fany…” Taeyeon masih berharap kalau semua yang dia alami saat ini tidak nyata dan ketika terbangun, dia hanya tahu bahwa ini hanyalah sekedar mimpi buruk. Tidak nyata… Namun sayang, itu kenyataan…

“Kim Taeyeon, mulai saat ini kita putus…” ucap Tiffany sekali lagi sebelum mengakhiri pembicaraan yang membuat hati Taeyeon hancur berkeping-keping seketika itu juga.

“Miyoung…” Tanpa disadari, air mata meluncur deras di wajahnya. “Kenapa…”

*End of flashback*

***

“Jadi begitu… Tiffany tetap tidak mau menberitahukan alasannya kepadamu?”

“Ya…” Taeyeon menghela nafas panjang, usai menjelaskan permasalahannya kepada Yuri. “Kau tahu? Aku jadi teringat sesuatu dan mungkin ini karma untukku…” ujarnya tersenyum pahit.

“Karma?” tanya Yuri mengerutkan dahinya. “Apa maksudmu?”

“Yul, apa kau ingat tentang gadis yang dulu pernah menyatakan cintanya padaku yang kemudian aku tolak?”

“Ya, aku ingat.” Yuri mengangguk. “Memangnya siapa dia? Apa ada hubungannya dengan hal ini?”

“Dia… Sahabat Tiffany…” Taeyeon menundukan kepala penuh penyesalan. “Sebenarnya aku memanfaatkannya untuk mendekati Tiffany yang tanpa aku ketahui ternyata dia diam-diam menyukaiku…”

Yuri terkejut begitu mendengar pernyataan Taeyeon. Dia tidak mengira jika sahabatnya itu pernah menyakiti perasaan seorang gadis karena selama ini Taeyeon yang dikenalnya merupakan pria yang sangat menghargai lawan jenis.

“Taeyeon…”

“Aku tahu aku salah Yul… Tapi cuma itu satu-satunya cara agar aku bisa dekat dengan Tiffany.” potong Taeyeon cepat.

“Lalu dimana gadis itu sekarang? Apakah dia tahu tentang hubungan kalian?”

Taeyeon menggelengkan kepala. “Entahlah sebab Fany bersikeras ingin memberitahukan hal ini padanya karena selama ini dia merahasiakan hubungannya denganku dari sahabatnya tersebut.”

“Kurasa aku tahu kenapa Fany ingin putus denganmu Taeng.” Yuri mulaai mengerti duduk permasalahan yang di hadapi oleh Taeyeon.

“Kenapa?”

“Karena sahabatnya telah mengetahui hubungan kalian.”

“Ah! Kau benar… Mungkin saja Jessica sudah mengetahuinya dari Fany…” Mendadak Yuri terdiam begitu mendengar nama Jessica terlontar dari mulut Taeyeon. Dia tiadk percaya dan berupaya kembali memastikannya.

“Apa? Jessica? Maksudmu Jessica Jung?”

“Ya, Jessica Jung Sooyeon. Dia sahabat Fany. Memangnya kau menge—”

Kali ini giliran Yuri yang bangkit dari duduknya dan mencengkram erat kerah baju Taeyeon. “KAU BRENGSEK!!!” pekik Yuri penuh emosi.

“Yu-yul…” Taeyeon terkejut setengah mati dengan apa yang dilakukan Yuri. Dia tidak mengerti apa yang membuatnya marah.

“KAU BAJINGAN KIM TAEYEON!!!” Sebuah pukulan pun dilayangkan Yuri dan mendarat tepat ke wajah Taeyeon.

“YAH!!! KWON YUL!!! APA MASALAHMU DENGAN—” belum selesai Taeyeon menyelesaikan perkataannya, Yuri sudah kembali memukulnya. Dia tidak memberi kesempatan sedikit pun kepada Taeyeon untuk berbicara. “YU—”

“DIAM!!!” Yuri benar-benar sangat kecewa dengan Taeyeon yang ternyata telah tega menyakiti Jessica, sosok yang diam-diam dia cintai. ‘Jadi ini penyebab Jessica… ARGH!!!’ teriaknya dalam hati.

“Yuri… Hentikan…” pinta Tayeon. Malang baginya, walau pun terus memohon dan berusaha membela diri, namun Yuri tidak kunjung menghentikan perbuatannya sampai pada akhirnya dengan bantuan para pelayan beserta pengunjung yang bersedia memberanikan diri berhasil melerai keduanya.

“Ah…” rintih Taeyeon kesakitan yang meski demikian tidak dipedulikan Yuri.

Setelah puas memukul Taeyeon hingga tidak berdaya, Yuri segera bergegas keluar dari cafe tersebut untuk mencari keberadaan Jessica karena dia merasakan sesuatu yang buruk telah menimpa gadis itu.

“Jessica… Kau dimana…”

———

Sudah hampir larut malam, akan tetapi Jessica belum juga menemukan tempat tinggal yang baru sejak memutuskan keluar dari dorm. Dia mulai kebingungan melihat langit yang semakin gelap dan udara malam yang semakin dingin menusuk tubuhnya.

“Sekarang apa yang harus kulakukan?” gumam Jessica pada dirinya sendiri.

Kini Jessica hanya bisa duduk diam di sebuah taman, tempat dimana dia pernah bertemu dengan Yuri. Tanpa sadar dia pun tersenyum. Ya, ada apa gerangan kepada Jessica sekarang karena dalam pikirannya, wajah Yuri terus terbayang. Lalu dia kembali teringat tentang peristiwa yang terjadi semalam yang serta merta membuat wajahnya merona merah.

“Kenapa… Padahal aku hanya bermaksud menjadikannya sebagai tempat pelarian tapi… Kenapa aku terus memikirkannya?” Jessica terus bertanya-tanya hingga dia tidak mempedulikan sosok yang mendatanginya. “Apa aku…”

“Sica…” panggil sebuah suara yang sudah tidak asing baginya. Gadis itu pun segera memandang sosok asal suara itu berasal.

“Yuri?!” seru Jessica tidak percaya. Bagaimana bisa Yuri begitu mudah mengetahui keberadaannya. Meski demikian, ada perasaan bahagia yang dia rasakan saat melihat kehadiran Yuri. “Kenapa kau—“

Yuri langsung memeluk tubuh Jessica dengan erat. Dia bahkan tidak memberikan kesempatan melanjutkan kata-katanya. “Sica… Akhirnya aku berhasil menemukanmu…” bisiknya pelan.

Jessica pun terdiam. Dia hanya mendengar suara nafas Yuri yang hangat menyentuh kulitnya dan merasakan detak jantung Yuri yang berdebar kencang.

“Yul…” Perlahan-lahan Jessica pun membalas pelukannya. Harus dia akui jika dirinya amat nyaman dan aman berada di dalam pelukan Yuri.

***

Dengan hati-hati, Jessica mengobati luka di wajah Yuri. Sesekali pria itu merintih kesakitan akibat rasa perih dari obat yang mengenai lukanya.

“Akh!” pekik Yuri ketika Jessica tanpa sengaja menekan lukanya terlalu kuat. “Pe-pelan…” pintanya sambil memelas.

Jessica tersenyum tetapi tidak menjawab dan kembali meneruskan tugasnya mengobati Yuri.

“Kenapa kau pergi begitu saja?” tanya Yuri memecah keheningan. Jessica kembali tidak menjawab dengan berpura-pura tidak mendengar. “Sica… Kumohon jawab pertanyaanku?”

“Selesai!” Jessica lantas merapikan kotak obat-obatan. “Sekarang yang harus kau lakukan adalah beristirahat. Aku akan mengembalikan kotak obat ini ke tempatnya semula.”

Namun ketika akan beranjak, Yuri dengan cepat menarik lengan Jessica yang membuat langkah gadis tersebut seketika terhenti. “Biarkan saja kotak itu ada di sini… Kau jangan pergi…”

“Yah! Sonsaengnim—“

“YUL.” tegas Yuri. Kedua kini saling berpandangan satu sama lain. “Duduklah.”

Jessica akhirnya mengalah dan mematuhi perintah Yuri. “Aku sudah duduk. Sekarang apa yang kau inginkan?” tanyanya sedikit kesal karena Yuri tidak membiarkannya pergi.

“Kau.” jawab Yuri singkat.

“Apa?” Jessica tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh pria itu. Yuri menghela nafasnya sebelum melanjutkan pembicaraan dan kembali menatap wajah Jessica. “Apa maksudmu Yul? Apa kau menginginkan aku melakukan seperti apa yang kita lakukan semalam?” tanya Jessica blak-blakan.

“A-aku…” Yuri terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Jessica.

“Sudah kuduga.” Jessica tersenyum sinis. “Kalian, lelaki semua sama saja!” Dia pun bangkit dari duduknya, namun lagi-lagi niatnya terhalangi oleh Yuri.

“Tunggu, aku belum selesai bicara padamu.”

“Lalu apa yang harus aku dengarkan darimu?”

Sekali lagi, Yuri kembali menghela nafas. “Aku tahu masalah yang sedang kau alami saat ini.”

“Kau? Tahu masalah yang sedang aku alami?” Yuri mengangguk. “Cih! Jangan bercanda!”

“Aku tidak bercanda.”

“Jangan harap aku akan mempercayaimu.”

“Dan aku tidak berharap kau percaya kepadaku.”

“…”

Setelah beberapa saat, Jessica akhirnya tenang dan kembali duduk seperti semula. “Sica… Aku memang baru mengenalmu akan tetapi aku juga tahu masalah yang sedang kau hadapi sekarang…” Jessica tidak menjawab dan memilih untuk diam. “Kim Taeyeon…”

Raut wajah Jessica langsung berubah begitu mendengar nama cinta pertamanya sekaligus kekasih sahabat baiknya itu disebut Yuri.

“…”

“Kau pasti sudah mengenalnya karena dia juga sahabat baikku sampai hari ini…” Giliran Yuri tersenyum pahit dan kemudian melanjutkan perkataannya. “Aku tidak tahu… Apakah mungkin kau menjadikanku sebagai pelarianmu semata karena hal ini?”

‘Yuri…’

“Akan tetapi ada satu hal yang mesti kau ketahui, Sica…”

‘Kenapa…’

“Bahwa kau tidak pernah lagi menganggapmu sebagai muridku sejak apa yang terjadi semalam…”

‘Yul…’

“Sebab aku menganggapmu sebagai seorang wanita… Wanita yang kucintai… Wanita yang telah berhasil mencuri hatiku semenjak kepergian Victoria, istriku…”

Jessica tidak tahu harus berkata apa saat mendengar pernyataan cinta Yuri kepadanya. Ada perasaan bahagia sekaligu sedih yang dia rasakan.

“Maafkan aku Yuri tapi…”

Yuri mengangguk mengerti. “Aku paham jika kau butuh waktu untuk menerima kehadiran seseorang di hatimu, Sica… Dan aku tidak berharap kau menjawab pernyataanku sekarang.” ujarnya tersenyum.

“Yuri…”

“Asal kau izinkan aku untuk membantumu dan berada di sampingmu ketika kau butuh seseorang untuk bersandar.”

Tanpa Jessica sadari, air mata mulai mengalir di wajahnya. Perasaan kecewa karena pengkhianatan Tiffany serta luka akibat patah hati karena tersakiti oleh orang yang pernah dia cintai sekejab menghilang setelah mendengar kata-kata Yuri.

“Sica? Kau tidak apa-apa?” ujar Yuri berubah panik begitu melihat Jessica menangis. “Apakah ada perkataanku yang menyakitimu?”

“Kenapa… Kenapa kau sangat baik dan perhatian padaku… Kenapa harus kau orangnya…” isak Jessica berusaha mengendalikan air matanya yang terus berjatuhan. “ Kenapa Yul???”

Dengan lembut, Yuri mengusap kepala Jessica dan perlahan memeluknya. “Maafkan aku…”

“Kenapa…”

Jessica terus menangis hingga dia pun tertidur akibat kelelahan. Yuri lantas membawa tubuh gadis itu ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidur.

“Aku akan menunggumu… Jessica Jung… Aku akan menunggu hingga kau mau membukakan pintu hatimu kembali… Meski bukan untukku…” ujar Yuri sambil mengecup kening Jessica. “Because I love you…”

-TBC-

Wokeh! Akhirnya saya bisa update ff ini kembali. Sorry ye Jung, hadiahnya telat! wkwkwkwk~ Tapi sumpah, berarti otak aye dibuat multi-tasking coz bisa ngelanjutin hampir semua ff on-going yg tertunda… Btw tp kata temen klo kebanyakan multi-tasking malah jadinya bisa bikin kita jadi pelupa… Emang bener? Im?

Yasu, sekian update kali ini. See you next time~ bubye~ enjoy and thanks to all my readers especially my loyal readers. Thanks very much. ^^

Advertisements

43 thoughts on “Stand By Me [Part 4]

  1. yaaa … sedikit bingung sih bacanya -_- … kelewat 1 part …

    kereeenn .. yulsic dah ada getran2 cinta … sejak kejadian semalam??? jadi yul cinta 1 malam dst nya dongg … wkwkwkw

    jadi knapa sica bisa tau hubungan taenyy??? sedilit bingung

    lanjuuttt

  2. yeye lala update lagi.*seneng*
    si duren udah ngungkapin prasaan ny m sica udh terima aja
    sica ny suka juga kn???
    Perkelahian taeri agak lucu
    pas taeng td g jd eh pas giliran si yul yg marah maen tonjok aja n itu demi sica baby uuuh,,
    Seru drama y apakh sica bkln maafin ffany lg,?
    di tunggu next part nya thor FIGHTING….

  3. WHOA! O.O
    Unnie hippo update lg~

    Multi-tasking?
    Kalo aku siy iya, tp emg unnie pelupa? -.-

    Btw, itu Yuri jd sangar ya ngehajar si Taeng~
    *akhir’a d ff ini Yuri yg ngehajar si pendek-_-*
    #abaikan
    Nah smoga Jessie cpt baikan sm Fany, duo American itu errgh..

    Aku serius unppo~
    Please lanjutkan tiap bln ff’a~
    #puppy eyes
    Well, aku mw bobo lg~
    Fighting unppo~!

  4. Karena belum baca part 3 nya.. Jadi ngebayangin sendiri aja apa yg di lakukan yulsic nyahahahaha #sokinnocent
    Oiya itu yuri emg kena pukul sama taeyeon ya? Kok di obatin sama jessica? Haha #gagpenting
    Jessie.. Udah lupain si taeng.. Ada bang yuri yg setia menunggumu hoho
    Taeng sabar ya.. aku masih jomblo kok wkwkwkwk #plaaaak

  5. FUCK YOU LAH TAE!!!!
    Itu pelajaran yg tepat bwt orang cemen macem lo.. Bonyok dah tu muka sama hati lo!!! Tp kesian juga.. *peluk Tae oppa *yang erat *dan lebih erat lagi #eaaaa

    Sica jangan sakitin Yuri plisss.. Lo sendiri taukan rasanya dsakitin itu kyk apa.. Sayangin Yuri tulus tanpa harus ada embel2 “pelarian”.. Maafin TaeNy..trutama Tiffany Jess, biar gmnapun tippany sayang sm elo apapun alasannya. (EH GW KNAPA DEH, SOTOY BANGET) HAHAHAHAH

    Waaa thanks ya Aruuu, gw seneng banget lo update yg ini, jinjja.
    Ttp sehat ttp semangat 🙂

  6. hueeee.. ini sakit smua ujungnya? Hehe
    Sica jelas diboongin, tae ditabokin, fany ud mutusin, ditinggalin pula, yul.. itu nabokin tae jd luka..hehe
    Seru.. Kakak.. Seruuuu.. Hehe

  7. Annyeong,,,,,
    Hehh updet,,,,,,,,,,,^^
    Sdikit bngung deh saya,,,hahahaa
    Tpi,,,
    Feel nya Yul dpet bnget ktika dia nyatain cintanya ma Sica,,ksian juga dia cuma d jdiin pelarian,,,,
    Tpi bntar lagi juga,bklan resmi hati Sica baby just For Kwon Seobang,,,,,hheee

    TaeNy galauuu,,,huu ksian,,,,,
    D tunggu lanjutannya,,,,,,
    Fightaeng^^

  8. keren keren, tu tae kterlaluan bngt~ gak nyangka, yuri daebak dah, kasihan tiffany~ jessica omo kau jangan terlalu bersedih skarang sdh ada abang yuri~ blm bca part 3 nya hvhuhu

  9. Busyet dah,, aq ampe lupa ama nie ff.. Hehe ._.V
    yaaah.. Taeny putus, jeti berantem, yultae juga berantem,, yulsic?? Apakah sica mw nerima yul?? Terima yul aja ya.. Truz baikan lgi ama taeny,, 🙂

    cemungudth eon bwt nglanjutin ff”a,, good luck.. Caaww 😉

  10. ini ff jg dilanjut ternyata.
    lg good mood yya unnie.

    heran nih sica selalu ketiduran kalo di samping yul. pasti krna yul bikin sica nyaman. *asyek*
    yul di sini baek bgt yya. ya iya lah dya kn udh dpt semlm dr sica.
    semoga sica tinggal ma yul.
    bakalan seru kalo mereka serumah.

    lanjuuut unnie.
    hwaiting.

  11. Ngeri bangt sica ini, lagian kan ƍäª usah semarah itu sica sama fany kan fany ƍäª rebut taeng dari kamuh. Keren-keren nih .
    Hadeuuhh yulsic ehem-ehem deh murid n dosen love2an ampe gituan lgi, parah eh pdhlkan baru kenal.
    Beneran pas baca ampe yultae bertengkar aja aku baru ingan dgn ff ini.dri awal baca mikir mulu ƙªℓȏ ini ff yg mana gtu. Eh pas d tengan2 ktauan jg.

    Okay ditunggu kelanjutannya.
    Tq

  12. Wooow, yul always sweet . .
    Kalo duda nya kaya yuri mah, eke jg mau . .
    Hahahahah,
    Iya. Klewat 1 part jdi g mudeng dkit yah . .
    Hehheh, bgi password dong author . .

  13. hehe akhirnya lanjut juga hehehe,,, walaupun agak bingung sama alur ceritanya soalnya gak baca part 3 hehehe,,,,,
    wooohke d tggu deh klanjuttanya
    slalu setia menunngu ffnya hehe

  14. Yyyeeeeeeyyyyyy \^O^/ akhirnya FF ini di update jugaaaaaaaaaaaa

    yyyyeeeeeeyyyyy akhirnya si dosen duda keren kwon yuri nyatain cinta sama sica baby jung sooyeon \^o^/ *pukul panci* *nyalain petasan* *dorong aru unni kekolam renang dirumah YulSic* wkwkwkwkwkwkwkwk *coment gaje* xDDD

    tp tp tp ;((( TaeNy :(((( yang sabar ya ;(((( klian pasti bersatu ;((((

    cukup deh coment gajeku unni u.u doaku semoga unni makin rajin update :p

    aku tunggu kelanjutan FF ini kapan pun unni bisa lanjutinnya u.ub

    CEMANGAT 😀

  15. maap ni thor aru , bru komen part ini , td jg bru bc , jd komennya sni aja yo , kekekek .
    rada aneh bc part ini tpi ga bc part 3 -_-
    jd jeti gmna ? yultae ? bener” menguras bak ni -_-
    roman”nya next chap bakal jadian ni , kekekek . di tgg dah next chapnye .

  16. maap ye kak aru bru komen part ini , soalny bru liat unn updet jd bru bc + komen skrg .
    rada aneh ga bc part 3nya . itu my jejes unn kasar amat bicaranya . kekekek . jd yultae + jeti persahabatanny gmna tuh ?
    tdny pgn bc aly tp part 1 diprotek kaga jd . wkwk
    ditgg deh next chapny .

  17. astaga yul so sweet banget><
    semoga sica cepet nyadar ama perasaan dia.

    dan….aku lupa, entah udah baca yang part 3 atau kelupaan isinya….

    di tunggu next update nya~~

  18. Heee……
    Taeng udah diputusin Ppany dapat jatah pula dari yuri *poor taeng*
    Cihuy yul udah ngungkapin cintanya, udahlah sica terima aja duren kayak yuri…. Dijamin puas *eh…
    Lagian sica kan ada getar2 asmara juga sama yuri… Yaudah tunggu apa lagi cusss lah ya kekeke^^

    Update soon author
    Hwaiting 😉

  19. walah2 ada kata2 yg prlu disensor disini. tp sori taeng, kata2 itu emang cocok buat elo

    sempet lupa ma critanya, baru ngeh waktu baca bag sica yg marah ma fany gara2 tae..
    hehehe
    kayaknya prasaan yul cocok bgt sama lagunya armada
    haha
    lanjut!

  20. yaaaa,,,,
    kirain yg NC itu Taeny,,, kayanya yulsic….
    Pw lagi n lagi,,,,
    penasaran bgt,,, sumpah ih penasaran tingkat dewaa,,,,,
    PW Moring Glory aza blum kelar n masih penasaran bgt…
    eh skarang ada pw lagi,,, ah yulsic kau membuatku galau #abaikan
    plis dong thor pw nya,,,, @nuy_sone n nuysdm@gmail.com
    hiks,,, hikss,,,,,

  21. Waw… Kembali lagi yul menjadi malaikat penyelamat buat sica. Hell sica sudah berhasil dijinakkan(?) oleh yul… Author jjang. Lanjut dong

  22. yaaaahhh ternyata si sica suka m taeng sosengnim huufff..
    yul sabar ya sica hanya butuh waktu kekekekee ceillleee gw sok swiit bingit ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s