Already Late? [Part 1]

Okay, another story from me. Yep, new story but it just about 3 chapters. I need to refresh my mind. So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Already Late?~ [Part 1]

Genre: Gender-Bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon & Tiffany (TaeNy)

———

“Jessi.”

“…”

“Jessie~”

“…”

“Yah! Jung Sooyeon!” teriak Tiffany membangunkan Jessica. “Ayo bangun~ Ada berita penting yang harus kau dengar.” Jessica yang masih setengah tersadar secara perlahan-lahan mau membuka mata, meski sayup-sayup.

Menjadi seorang model sekaligus aktris yang sedang naik daun membuat Jessica tidak memiliki banyak kesempatan untuk beristirahat. Oleh karena itu, setiap kali dirinya break syuting, Jessica selalu memakai kesempatan tersebut untuk tidur dimana pun dia berada.

“Umm~ Gosip apa lagi yang mesti kudengar kali ini, Tiff?” ucapnya sambil merenggangkan badan. Setelah itu, Jessica kembali membenarkan posisi tubuhnya dan bersiap untuk memejamkan matanya lagi. “Aku ngantuk, jangan ganggu aku. Syuting kemarin masih membuatku lelah…”

“Aish! Jessie…”

Tiffany terus merengek tanpa henti hingga akhirnya membuat Jessica tidak tahan lagi dengan ulah sepupunya tersebut. Ya, Tiffany Hwang Miyoung merupakan sepupu Jessica yang berprofesi juga sebagai model, sama sepertinya.

“Okey, fine! Sekarang katakan padaku ada apa?” tanya Jessica kesal yang kemudian dibalas Tiffany dengan memberikan eye-smile. “Cepat Miyoung…” gerutunya.

“Yuri.”

“Huh?”

“Yuri sudah kembali!” pekik Tiffany yang serta merta langsung memeluk Jessica.

Sementara Jessica yang dipeluknya hanya terdiam setelah mendengar kabar itu. Ya, dia terkejut, sangat terkejut. Entah harus merasa senang atau sedih dengan berita kepulangan Yuri.

Yuri… Dia pulang…

“Kau pasti senang mendengar berita ini.”

Senang…

“Jessie?”

“…”

Jessica tidak menjawab. Dia lantas melepaskan dirinya dari pelukan Tiffany.

“Jess? Kau baik-baik saja?” tanya Tiffany yang bingung dengan reaksi Jessica. Terlebih gadis itu kemudian beranjak begitu saja meninggalkannya seorang diri tanpa sepatah kata pun. “Jessie!”

Meski Tiffany kembali memanggilnya, namun semuanya tidak dihiraukan oleh Jessica. Dia malah semakin mempercepat langkahnya menuju ke suatu tempat.

“Yuri… Kenapa kau kembali sekarang?”

***

*Flashback*

“Sica, maafkan aku…“

“Pergilah Yul…”

“Tapi bagaimana denganmu… Aku tidak bisa meninggalkan dirimu begitu saja!”

“Lalu aku harus bagaimana?!” bentak Jessica emosi. Sudah sekuat tenaga dia berusaha menahan amarah  juga air mata dan kini semuanya menjadi sia-sia… “Lalu aku harus bagaimana…” lirihnya pelan mengulang kembali kata-katanya.

“Sica…” Yuri tidak tahu harus berbuat apa. Yang bisa dia lakukan saat ini hanya memeluk tubuh kekasihnya tersebut. “Maafkan aku…” bisik Yuri berkali-kali.

Pergi meninggalkan Jessica tentu saja bukan keinginan Yuri. Ya, mendadak dia mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di salah satu universitas terkemuka di Inggris. Memang sudah sejak lama Yuri menantikan kesempatan itu,  jauh sebelum dia bertemu Jessica dan menjadi sepasang kekasih.

Tidak kuasa melihat Jessica yang terus menangis, Yuri melepas pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir di wajah Jessica.

“Aku pasti kembali…” gumam Yuri menatap dalam kedua mata Jessica. “Aku janji…” ucapnya lagi sebelum pada akhirnya dia mencium lembut bibir kekasihnya tersebut.

“Yuri…”

“Sica, apa kau bersedia menungguku?”

Jessica mengangguk dan tersenyum. “Aku akan selalu menunggumu untuk kembali…”

“Thank you…”

———

Kini sudah hampir 3 bulan lamanya, Yuri dan Jessica resmi berhubungan jarak jauh. Selama itu pula mereka tidak pernah mengeluh atau mempermasalahkan apa pun. Didukung dengan kecanggihan teknologi yang ada, membuat mereka serasa begitu dekat. Namun semuanya berubah setelah hubungan keduanya menginjak setengah tahun. Yuri mulai jarang memberi kabar kepada Jessica, meski gadis itu terus menunggunya. Jessica yang pada saat itu masih menjadi mahasiswa jurusan teater dan film pun rela meninggalkan sejenak aktifitasnya demi Yuri.

Hingga pada suatu hari, terjawab sudah alasan mengapa Yuri tidak pernah lagi menghubunginya. Ya, Yuri kekasihnya telah menikah bukan dengan dirinya, melainkan dengan gadis lain…

“Yuri… menikah…”

“Iya Jess…”

“Tidak… Ini pasti bohong… KAU BOHONG TIFF!!!”

Tiffany tidak berani menjawab, dia takut akan membuat Jessica semakin emosi. Makanya Tiffany lebih memilih diam sampai Jessica mereda.

“Jessie…”

“Tinggalkan aku… Aku ingin sendiri… Tolong Tiff…”

“Aku mengerti…” ujar Tiffany sebelum undur diri. “Jika kau butuh sesuatu, jangan sungkan untuk memanggilku…”

“…”

Hancur? Itulah yang dirasakan oleh Jessica. Sejak hari itu, dia terus mengurung diri di dalam kamar, meratapi nasibnya. Jessica terus bertanya-tanya mengapa Yuri tega melakukan hal tersebut? Padahal dengan susah payah, dia menolak semua pria yang pernah dijodohkan oleh kedua orang tuanya hanya demi seorang Kwon Yuri.

“Kenapa Yul… Kenapa kau tega padaku… Apa salahku…”

Isak tangis Jessica terus membahana sampai pada akhirnya air mata itu pun mengering. Disertai hatinya yang hancur, Jessica bertekad dalam hati untuk melupakan Yuri. Kedua matanya menatap ke sebuah foto yang bingkainya telah hancur dan mengambil foto di dalamnya.

“Goodbye Kwon Yuri…” ucap Jessica merobek foto tersebut. Foto dimana dia sedang mencium pipi Yuri yang tersenyum bahagia sambil memeluknya. Ironis…

*End of flashback*

***

Jessica akhirnya tiba di sebuah tempat, tempat dia selama ini menumpahkan segala kesedihannya akan Yuri… Juga tempat dia bertemu dengan cinta yang baru…

“Yuri… Kau hanya masa laluku…” gumam Jessica yang kemudian memandangi cincin di jari manis tangan kirinya. “Donghae… He is my future…”

———

“Yuri!” seru Taeyeon, sahabat baiknya sekaligus kekasih dari Tiffany. “Aigoo buddy~ Kapan kau pulang? Kenapa selama ini kau tidak mengabariku? Kudengar kau sudah—” Pertanyaannya berhenti begitu melihat seorang anak laki-laki berumur 3 tahun sedang berada dalam pelukan Yuri. “Yuri… Ini…”

“Hai Taeng.” balas Yuri tersenyum. Dia tahu jika Taeyeon pasti terkejut dengan anak yang digendongnya. “Ryu, ini uncle Kim Taeyeon, teman papa. Ayo beri salam.” Dengan patuh, Ryu pun memberi salam kepada Taeyeon.

“Halo, selamat siang uncle Taeyeon. Aku Kwon Ryu. Salam kenal.” ujarnya sambil menundukkan kepala.

“Aha… Iya Ryu. Salam kenal juga.”

“Okey Ryu, sekarang kamu main dulu ya dengan granpa dan granny. Papa mau mengobrol dulu sebentar dengan uncle Taeyeon.”

“Baik papa.” Ryu mengangguk menuruti permintaan sang ayah.

“Anak pintar.” puji Yuri mengusap lembut kepala putranya yang kemudian beranjak dari pelukan Yuri dan meninggalkan mereka berdua.

Beberapa saat setelah kepergian Ryu, Yuri kembali mengalihkan perhatiannya kepada Taeyeon dan bersiap menjawab pertanyaannya satu persatu.

“Sebelum aku menjawab pertanyaanmu tadi, kau pasti sudah tahu bahwa aku telah menikah bukan?” Taeyeon tidak menjawab dan hanya mengangguk. “Ya, dia anakku… tapi…”

“Tapi…” Taeyeon mengerutkan dahi. Pria itu memang telah menduga ada yang tidak beres dengan sahabatnya tersebut. Terlebih ketika Yuri mengumumkan tentang pernikahannya yang serba mendadak di Inggris. “Tapi apa Yul?”

Yuri menghela nafas sejenak sembari memejamkan mata. Sepintas kenangan akan Jessica dan dirinya kembali terlintas di dalam pikirannya.

Jessica…

“Yul…”

Yuri kembali membuka kedua matanya dan menatap Taeyeon dengan raut serius.

“Taeyeon… Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, tapi kumohon kau merahasiakan hal ini pada yang lain terutama Jessica…” pinta Yuri tersenyum pahit.

“Yuri…”

“Kumohon…”

Sebagai seseorang yang begitu dekat dengan Yuri, Taeyeon tentunya bersedia memenuhi permintaan Yuri karena dia yakin semua yang terjadi pasti mempunyai alasan, tidak terkecuali Yuri.

“Aku mengerti…”

———

Agar bisa memberikan Yuri dan Taeyeon sedikit privasi, Mr. Kwon membawa Ryu bermain di taman tempat biasa Yuri bermain di waktu kecil. Taman itu tidak berubah sedikit pun kecuali akibat perubahan musim.

“Ayunan!!!” seru Ryu riang beranjak dari sang kakek begitu saja. “Granpa! Ayo main!” Mr. Kwon tertawa kecil menyaksikan kelakuan Ryu. Anak laki-laki tersebut mengingatkannya dengan sosok Yuri kecil. “Granpa!” teriaknya lagi.

“Iya iya, kakek datang~” Pria tua itu berjalan menghampiri Ryu dan perlahan mendorong ayunan yang dinaiki oleh Ryu.

“Granpa.”

“Iya?”

“Aku haus.”

“Okey, Ryu mau apa?”

“Hmm…” Ketika sedang berpikir, sebuah mobil penjual es krim berjalan melewati mereka. “Aku mau es krim. Itu…” tunjuk Ryu ke arah mobil yang kemudian berhenti tidak jauh dari taman.

Jarak mobil yang agak jauh dari taman membuat Mr. Kwon khawatir jika harus meninggalkan Ryu sendirian. Namun jika mengajaknya, dia takut Ryu akan berdesakan dengan pembeli lainnya karena yang membeli es krim di tempat itu lumayan banyak. Tanpa disadari, seseorang yang tidak asing datang menghampiri keduanya.

“Paman?”

———

“Aish! Kemana perginya Jessica???” gerutu Heechul kesal. “Fany, apa kau tahu dimana Jessica?” tanya pria melambai itu kepada Tiffany.

“Aku tidak tahu oppa. Jessi tadi pergi begitu saja.”

“Aigoo~ Aigoo~ Bagaimana ini??? Padahal sebentar lagi dia ada jadwal pemotretan untuk majalah K Wave!!!

Tepat di saat itu, Jessica akhirnya datang. “Ada apa mencariku?” tanyanya heran karena sedari tadi Heechul terus memanggil namanya.

“Jessie~~~ Syukurlah kau sudah kembali~~~” ujar Heechul lega dan segera menarik Jessica. “Ayo cepat, waktunya kita berangkat sayang.”

“Oppa, bisa kau tunggu sebentar? Nanti aku akan menyusulmu.” pinta Jessica sebelum pergi.

“Hmm, baiklah. Kalau begitu aku tunggu di mobil ya cinta~”

Jessica mengangguk dan tidak lama usai kepergian Heechul, dia pun mengalihkan perhatiannya ke arah Tiffany yang sedang sibuk dengan ponselnya.

“Tiff.”

“Huh? Jessie? Kau masih di sini? Kukira kau—”

Belum sempat Tiffany melanjutkan perkataannya, Jessica telah terlebih dulu memberikannya sebuah kotak kecil yang dia keluarkan dari dalam tas. Seketika itu juga Tiffany pun menghentikan aktifitasnya ber-sms ria dan menerima pemberian Jessica tersebut.

“Ini.”

“Apa ini Jess?”

“Tolong kau berikan pada Yuri dan jika dia tidak mau menerimanya, kau boleh membuangnya ke tempat sampah.”

“Tapi apa isi kotak ini?”

Sayang, pertanyaan Tiffany tidak dijawab oleh Jessica yang sudah berlalu dan membiarkan sepupunya tersebut kebingungan.

———

“Paman? Anda Paman Kwon?”

Mr. Kwon memicingkan mata dan berusaha mengingat sosok pemuda seumuran Yuri yang sekarang berdiri di hadapannya. “Kau… Donghae?”

“Iya paman! Ini aku, Lee Donghae!”

“Ya tuhan! Donghae! Lama tidak bertemu.” Pekik Mr. Kwon yang lalu memeluk erat tubuh Donghae.

Ya, Lee Donghae merupakan anak dari sahabat baik Mr. Kwon, Lee Young Jae. Maka tidak heran jika pria tersebut sudah menganggapnya speperti anak sendiri terlebih Donghae adalah teman sepermain Yuri. Meski demikian hubungan keduanya tidak terlalu dekat bila dibandingkan oleh kedua ayah mereka karena Yuri dan Donghae hanya bertemu sekali dan setelah itu keluarga Lee pindah ke Amerika. Sejak itu juga, Mr. Kwon kehilangan kontak dengan ayah Donghae.

“Hahaha~ Paman apa kabar? Kudengar kalian pindah ke Inggris dan tinggal sementara di sana.”

“Iya, tapi hanya sebentar. Kau sendiri bagaimana bisa ada di sini? Bukankah Young Jae membawa kalian semua tinggal di Amerika?”

Donghae tersenyum. “Aku ada pekerjaan di Korea, jadi hanya aku saja yang pindah ke sini. Lagi pula aku juga akan segera menikah dengan tunanganku.” ucapnya malu-malu.

“Benarkah?! Kau akan menikah?! Wah, selamat untukmu Donghae!” ujar Mr. Kwon sambil menepuk pundaknya.

“Terima kasih paman. Oh ya, ngomong-ngomong siapa anak manis yang bersama paman?” tunjuk Donghae ke arah Ryu.

“Perkenalkan, ini Ryu. Dia cucuku.”

“Cucu???” Donghae terkejut dengan pernyataan Mr. Kwon. “Apakah anak ini…”

“Ya.” Mr. Kwon mengangguk. “Dia anak laki-laki Yuri.” tambahnya lagi. “Ayo Ryu, beri salam pada paman Donghae.”

Bocah laki-laki itu pun menuruti permintaan sang kakek untuk mengucap salam kepada Donghae sebagaimana yang sering diajarkan oleh Yuri.

“Halo uncle Hae.” sapa Ryu membungkukkan badan. “Aku Ryu, Kwon Ryu. Senang berkenalan dengan paman.”

“Uncle?” Donghae lantas mengerutkan kening.

“Hahaha~ Maafkan Ryu, dia masih terbiasa memakai bahasa asing. Tidak terkecuali dengan paman sendiri.” jelas Mr. Kwon tertawa kecil.

“Tidak apa-apa paman. Aku mengerti.” Donghae kemudian melihat jam di tangannya. Dia seketika teringat akan janji makan malam dengan Jessica. ‘Ah, sudah jam segini. Kuharap Jessica tidak marah jika aku akan sedikit telat sampai di sana.’ ujarnya dalam hati.

“Ada apa Donghae?”

“Hmm… Paman, aku ada janji makan malam dengan tunanganku. Maaf kalau aku harus pergi sekarang.”

“Ah! Silahkan dan maaf sudah mengganggu waktumu.”

“Oh tidak paman! Aku malah senang bisa bertemu kembali dengan paman dan dengan Ryu kecil.”

“Terima kasih atas waktunya.”

“Sama-sama paman. Kalau begitu sampai jumpa dan sampaikan salamku untuk bibi serta Yuri.”

“Akan paman sampaikan. Mereka pasti senang mendengarnya.”

“Okey, sampai ketemu lagi ya Ryu.” Donghae mengelus lembut kepala Ryu.

“Iya uncle Hae. Bye-bye~”

Tidak lama setelah kepergian Donghae, Mr. Kwon akhirnya memutuskan untuk mengajak Ryu kembali pulang yang tentu saja setelah mereka membeli es krim.

———

Setelah mendengar penjelasan Yuri, Taeyeon hanya bisa menggeleng-geleng kepalanya. Dia tidak mengerti, mengapa Yuri harus melakukan hal itu. Padahal di dalam hatinya, Yuri sangat mencintai Jessica. Tapi apa pun yang terjadi, semuanya sudah terlambat. Terlebih Taeyeon memberitahu Yuri jika saat ini Jessica telah bertunangan dengan orang lain.

“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Taeyeon yang merasa kasihan kepada nasib Yuri.

“Entahlah… Yang pasti aku akan membesarkan Ryu dan mungkin akan kembali ke Inggris untuk tinggal di sana…” ujar Yuri berusaha menahan kesedihannya.

“Kau akan kembali ke Inggris? Kali ini sampai kapan?”

“Mungkin untuk kali ini… Aku tidak akan kembali lagi ke Korea…”

“Lantas bagaimana dengan Jessica??? Apa kau akan memberitahukan alasanmu meninggalkannya???”

Yuri tersenyum pahit. “Kurasa tidak… Aku tidak ingin dia tahu tentang hal tersebut… Terlebih akulah yang telah mencampakkannya…”

“Tapi Yul…”

“Tidak Taeng… Sica berhak mendapatkan kekasih yang mencintainya lebih dari aku lagi pula aku juga sudah merelakannya…” Yuri memejamkan matanya, tidak lama kemudian tetes demi tetes air mata pun mulai mengalir. “A-asalkan di-dia bahagia… A-aku rela…” isaknya tidak kuasa menahan tangis.

Taeyeon benar-benar tidak tahu lagi harus berkata apa. Dia kini mulai merasa tidak berguna karena tidak bisa membantu sahabatnya itu.

Aku tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut, Yul… Sica harus tahu yang sebenarnya karena dia berhak tahu…

-TBC-

Thanks for reading. See you again~ ^^

15 thoughts on “Already Late? [Part 1]

  1. yeaah ff yulsic seneng tp sedih,T_T ceritanya jd penasaran kenapa yul ninggalin sica
    dn pulang bawa anak.
    Di tunggu next part nya chemungut 🙂 🙂

  2. Aq qra nie ff ada adgan mngejutkan mka’a d protek, trnyata gda ya.. #plak
    Huuuaa.. Ini apa”an?? Knapa yulsic jd kyk gni?? Truz omma’a Ryu sypa? Omma’a Ryu skrg dmana?? Jgn blg yg jd omma’a ryu victoria eon -_-
    smoga d ending nanti yulsic brsatu,,
    d tnggu klanjutan’a eon,, ama ff yg lain juga yoo..
    Caaww.. 😉

  3. baruu sempatt baca ..

    aahh kereeennn .. tapi penasarann nihh knPa yull mnikah dengan orang lain…?? dan siapa yeoja itu??

    alurnyaa bikinn sedihh eonn T.T

    kereeenn .. kereennn .. kereeennn …

    lajuuuttt eonn … fightingg …

  4. wwuuttss?? O_O aduh baru part 1 udah melo melo melambai~ sebenernya td udah curiga sama judulnya…already late -_____- eh ternyata onde mande… ditunggu part selanjutnya aja deh ttg alasan yul ninggalin sica 😦 huhuhu mana sica ud tunangan pula.. ah yg penting sebelum janur kuning melengkung sica masih bs direbut lg :’) mudah2n deh…

    thx for update kakaknya~ ^^
    ditunggu next partnya~

  5. Annyeong,,,,,,,
    Akhirnya bisa baca,,,,hheee
    Skli lagi gomawo,,,,,,,
    ——–
    Hhaa,kenapa ma YulSic penasran knpa Yul Tiba” nikah gitu?
    Udh pnya anak jugaa skarang ,, ,,
    Bkin penasran,apa yng terjadi,,,,

    Bneran d tunggu next Chap nya author,,,,,,
    SEMANGAAT~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s