Portrait of Beauty [Part 1]

Get inspiration from “Painter of the Wind” and beware for your eyes, kekekek. Sorry for grammar typo~ Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Portrait of Beauty [Part 1]~

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance, Angsty (?)

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Sooyoung, Taeyeon

———

Like an ice princess standing on the window…

I saw her icy face…

Sadness and lonelyness…

She has perfect body but…

Nobody can touch her…

Not even me…

Except you pay her…

———

“588?”

“Ya. Tempat itu berada di dekat stasiun Cheongnyangni-dong, Seoul. Kenapa?”

“Ti-tidak… Hanya saja…”

“Aku tahu apa maksudmu Yul. Mungkin saja model impianmu yang kau cari selama ini ada di tempat itu.”

“…”

Yuri terdiam. Gadis itu tampak ragu dengan usulan teman baiknya, Choi Sooyoung. Oh ya, sebelumnya perkenalkan, dia adalah Kwon Yuri, seorang pelukis muda berbakat yang tengah mencari seorang gadis untuk dia jadikan model lukisannya yang baru. Sayang, tidak gampang bagi Yuri menemukan gadis yang tepat.

Ya, kriteria yang diharapkan Yuri terlalu tinggi. Dia menginginkan seorang gadis yang rupa dan penampilannya mirip dengan apa yang selalu dia lihat dalam mimpi. Cantik, berkulit putih, namun mempunyai aura yang kuat. Alhasil, sampai saat ini Yuri belum juga bisa memulai lukisannya. Terlebih pameran tunggalnya hanya tinggal sebentar lagi.

Tidak hanya Yuri yang frustasi dengan hal tersebut, Sooyoung pun ikut merasakannya. Gadis yang dijuluki shikshin oleh teman-temannya itu sudah beberapa kali membantu mencarikan model untuk Yuri, tetapi selalu berakhir dengan kegagalan. Hingga sampailah Sooyoung di titik terendah dan memutuskan menyerah dalam pencarian Yuri.

“Jadi bagaimana Yul? Hanya itu yang bisa aku lakukan kali ini. Maaf, untuk selanjutnya aku sudah tidak bisa membantumu lagi… Kau tahu Sunny…”

Yuri mengangguk dan tersenyum. Memang sudah tiba waktunya bagi Sooyoung memberikan perhatian lebih kepada Sunny, kekasihnya yang selalu pengertian. Demi Yuri, Sunny rela mengalah dan mencoba memahami Sooyoung yang sangat menyayangi sahabat baiknya tersebut. Meski Yuri merasa sudah amat merepotkan mereka, namun keduanya tetap bersikeras ingin membantu Yuri.

“Aku tahu. Terima kasih atas bantuanmu selama ini Soo. Maaf sudah merepotkanmu.”

“Tidak masalah Yul.” ujar Sooyoung sambil meminum kopi pesanannya. “Hmm… Jadi kapan kau akan berangkat ke sana? Aku sudah mengurus semua kebutuhanmu termasuk tempat yang akan kau tinggali untuk sementara waktu.”

“Malam ini.”

“APA?!” Jawaban Yuri seketika membuat Sooyoung terkejut dan hampir saja menumpahkan kopi yang dia minum. “Tapi kau—“

“Kumohon Soo… Aku tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi.” potong Yuri dengan nada serius.

Sooyoung pun hanya bisa mengalah. Dia tahu pasti betapa keras kepalanya seorang Kwon Yuri. Jadi percuma saja menentang keinginan gadis berkulit gelap itu.

“Baiklah kalau begitu. Persiapkan barang-barangmu yang akan kau bawa sekarang juga karena aku akan menjemputmu satu jam lagi di rumahmu. Okey?”

“Okey Soo.”

———

“Unnie~ Lihat lihat!” Seorang gadis kecil memberikan secarik kertas kepada kakaknya. “Aku berhasil mendapat nilai 100!” serunya girang.

Gadis kecil itu tidak lain adalah Soojung, adik perempuan satu-satunya dari Sooyeon atau lebih dikenal dengan nama Jessica.

“Kau memang hebat Soojung-ah. Unnie bangga padamu.” puji Jessica sambil mengelus kepala sang adik sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya.

“Benarkah?”

“Iya. Kemarilah.”

Jessica lantas memeluk erat tubuh Soojung dan sesaat kemudian melepasnya. Dengan lembut Jessica merapikan setiap helai rambut Soojung.

“Aku sayang unnie dan aku ingin menjadi seperti unnie~”

Perkataan polos yang terlontar dari mulut Soojung sekejap membuat Jessica sangat sedih karena jauh di dalam lubuk hatinya, dia tidak ingin Soojung menjadi seperti dirinya sekarang. Ya, tidak ada yang tidak mengenal sosok Jessica di dunia prostitusi. Terlebih saat ini dia merupakan seorang wanita penghibur yang tengah menjadi primadona di Cheongnyangni-dong. Meski sebenarnya Jessica tidak ingin menjadi seperti itu, akan tetapi demi sang adik, dia pun rela melakukannya.

“Soojung-ah.”

“Ya unnie?”

“Apa kau menyayangi unnie?”

“Tentu saja. Aku sayang unnie.”

Jessica tersenyum dan mengecup kening Soojung.

“Kalau begitu dengarkan permintaan unnie.” Sang adik pun mengangguk patuh. “Berjanjilah pada unnie, Soojung akan belajar yang rajin dan membuat unnie bahagia. Jangan pernah menjadi seperti unnie…”

“Tapi kenapa aku—“

“Berjanjilah Soojung-ah.”

Nada kekecewaan terdengar jelas dari ucapan gadis kecil itu, meski demikian dia tetap menuruti keinginan Jessica.

“Aku mengerti unnie… Aku janji…”

———

Kesibukan terlihat dari sebuah apartemen kecil yang letaknya tidak jauh dari stasiun Cheongnyangni-dong. Beberapa pria tampak bergiliran membawa masuk barang-barang milik Yuri yang resmi akan menetap di tempat itu.

“Okey Yul, jika kau butuh sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungiku.”

“Ya, dan terima kasih banyak Soo.”

“Oh ya, sebelum aku pamit. Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan kepadamu.”

Seorang gadis betubuh mungil datang menghampiri Sooyoung dan Yuri dengan nafas tersenggal-senggal.

“Ma-maaf a-aku ter-lambat…” ujarnya terbata-bata sambil berusaha kembali mengatur nafasnya.

“Aigoo~ Kau tidak terlambat, tapi tepat pada waktunya.” ucap Sooyoung yang ikut menenangkan sosok tersebut. “Yuri, kenalkan ini temanku, Kim Taeyeon. Dan Taeyeon, ini Yuri. Sahabatku yang sering aku ceritakan.”

“Hai, namaku Kim Taeyeon. Kau bisa memanggilku Taengoo dan maaf aku datang agak terlambat karena harus menutup toko terlebih dulu, heheheheh.”

“Toko?” tanya Yuri mengerutkan sebelah alisnya.

“Kau tidak tahu?” Yuri menggelengkan kepalanya yang lalu mengalihkan pandangannya ke arah Sooyoung.

“Yul, Taeyeon merupakan pemilik restoran ramyun yang juga merangkap sebagai koki di sana.” jelas Sooyoung. “Tentu saja aku adalah pelanggan setianya, hahahaha.”

“Yeah, dan alangkah lebih baik jika kau tidak memintanya secara gratis.” sindir Taeyeon sekaligus membuka rahasia sang shiksin.

“Yah! Dasar pendek!”

“Apa kau bilang raksasa!”

Yuri tanpa sadar tertawa menyaksikan ulah keduanya. “Hei, sudah-sudah jangan berke—“

Seketika ucapan Yuri terhenti begitu melihat sosok seorang gadis cantik berambut panjang kecoklatan dengan gelombang pada ujungnya, keluar dari sebuah rumah yang berada tepat di samping apartemennya. Gadis yang mempunyai aura misterius itu langsung membuat Yuri terpesona. Sayang, belum sempat dia menghampirinya, sosok gadis tersebut sudah berlalu bersama seorang pria yang menuntunnya memasuki sebuah mobil.

Meski sekilas, namun tampaknya gadis itu mampu membuat Yuri tidak berkutik sedikit pun. Seakan-akan hanya ada sosoknya di hadapan Yuri. Setiap kali Yuri mengingat wajah gadis tersebut, jantungnya berdebar kencang.

“Hei Yul.” panggil Sooyoung yang heran dengan sikap Yuri. “Kau kenapa?”

“Siapa gadis itu?”

“Huh?”

“SIAPA GADIS ITU SOO???” Yuri menarik kerah baju Sooyoung dan kembali mengulang pertanyaannya.

“Yu-yuri… Se-sesak…” keluh Sooyoung mencoba bernafas.

“Ah! Maafkan aku Soo…” Yuri segera melepaskan cengkramannya. “Maafkan aku tapi—“

“Dia Jessica.” Taeyeon menjawab rasa penasaran Yuri.

“Jessica?”

“Ya, tapi sebelumnya ada satu hal yang harus kau ketahui mengenai Jessica.” Raut wajah Taeyeon pun merubah serius.

“A-apa maksudmu?”

“Jessica… Dia merupakan seorang wanita panggilan…”

Pernyataan Taeyeon membuat Yuri terkejut dan merasa kecewa karena ternyata model impiannya bekerja sebagai wanita panggilan. Walau demikian, Yuri berusaha menutupi perasaannya dan bersikap profesional. Dia tidak boleh melupakan tujuan utamanya datang ke Cheongnyangni, yaitu untuk mendapatkan model yang sesuai dengan keinginannya dan itu adalah Jessica.

“Aku sudah menemukannya…” gumam Yuri pelan.

“Yul… Apa yang kau maksud adalah…”

“Ya Soo, dia adalah sosok yang selama ini aku cari…”

“Kau serius???”

Yuri mengangguk. Dia lalu membungkukan badannya kepada Sooyoung dan Taeyeon. “Aku serius Taeng… Soo… Dan aku mohon bantuan kalian.”

Kedua hanya bisa saling berpandangan satu sama lain menyaksikan Yuri yang sedang memohon.

“Yuri…”

“Panggil saja aku Yul.”

“Okey Yul, berhentilah membungkuk. Aku akan membantumu semampuku.”

“Be-benarkah???”

Taeyeon mengangguk. “Karena itulah aku di sini.”

“Terima kasih Taeng!!!” girang Yuri memeluk Taeyeon. “Terima kasih…”

“Yu-yul… Cukup… Lepaskan aku…”

“Oh ya maaf…” Yuri melepaskan tubuh Taeyeon.

“Tidak apa-apa tapi sebelum aku membantumu, aku ingin kau berjanji satu hal padaku.” ujar Taeyeon sambil merapikan pakaiannya yang kusut.

“Apa itu?”

“Jangan sampai kau jatuh cinta kepadanya…” Yuri pun terdiam sesaat. Mengerti dengan ekspresi Yuri, Taeyeon berusaha kembali menjelaskan. “Bukannya aku melarangmu Yul tapi—“

“Tidak Taeng… Aku tidak akan jatuh cinta kepadanya… Aku janji padamu…” ucap Yuri tersenyum pahit.

“Yul…”

“Kau jangan khawatir Soo. Begitu lukisanku selesai, aku akan segera pulang.” Yuri mencoba tegar. Ya… Aku akan segera pulang…

———

Jessica akhirnya tiba di sebuah restoran, tempat dia akan bertemu dengan kliennya. Besama salah seorang pelayan, Jessica diantar menuju ruang VVIP.

“Kau sudah datang!” sambut JoKwon yang sedari tadi menemani sang tamu istimewa. “Ayo cepat masuk. Tuan Kim sudah menunggumu.”

Pria itu, Kim Young Min merupakan direktur perusahaan Kim&Co yang juga masuk ke dalam daftar orang terkaya di Korea. Kecantikan dan pesona Jessica rupanya menyita perhatian Young Min hingga dia rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk dapat bersamanya.

“Selamat malam Tuan Kim.” Jessica memberi salam dan membungkukkan badannya kepada pria tersebut.

“Jadi kau yang bernama Jessica?”

“Ya.”

Young Min menyeringai dan kembali menegak minumannya. “Kemari… Duduklah di sini… Di sampingku…” perintahnya kepada Jessica.

Gadis itu dengan patuh menuruti perintah Young Min, meski dalam hati ada sedikit rasa takut terhadapnya.

“Kalau begitu saya akan meninggalkan kalian berdua.” pamit JoKwon yang hanya dibalas anggukan oleh Young Min. “Jessica sayang, kau layani Tuan Kim dengan baik.”

“Aku mengerti.”

Tidak lama setelah kepergian JoKwon, Young Min langsung melancarkan aksinya. Dia sudah tidak bisa lagi menahan hawa nafsunya terhadap Jessica. Dimulai dengan menciumi tubuh gadis itu mulai dari atas kepala hingga bagian lainnya, satu demi satu dia pun melepas pakaian Jessica.

“Hmmmpphh…” desah Jessica saat merasakan sentuhan dari kliennya.

Young Min tertawa kecil mendengar desahan Jessica yang membuatnya semakin bergairah. Tanpa ragu lagi dia langsung membawa tubuh sang wanita menuju ke sebuah kamar yang juga berada di dalam ruangan tersebut.

“Mari kita mulai permainan yang sesungguhnya.”

———

Di tengah kesibukannya merapikan barang-barang, Yuri merasakan ada seseorang yang sedang mengamatinya. Penasaran dengan apa yang dia rasakan, Yuri pun mencari sosok itu yang tidak lain berasal dari seorang gadis kecil. Gadis itu memeluk erat sebuah boneka dan bersembunyi di balik semak-semak. Yuri lantas menghampiri gadis tersebut.

“Halo.” sapa Yuri dengan senyum. “Siapa namamu adik kecil?” tanyanya sambil duduk di samping gadis kecil itu.

“…”

“Ah, namaku Kwon Yuri, tapi biasa dipanggil Yul.” ujar Yuri memperkenalkan dirinya terlebih dulu.

“Soojung…” gumam Soojung yang akhirnya mau membuka mulut. “Jung Soojung…”

“Soojung?”

“Ya.”

Yuri kembali tersenyum. “Ini sudah malam, kenapa kau duduk sendirian di sini? Kemana appa dan omma-mu?” Pertanyaan Yuri langsung membuat mata Soojung berkaca-kaca. Dia pun kemudian menangis. “H-hei… Ada apa? Kenapa kau menangis?”

“Appa… Omma…”

“Ya?”

“Kata unnie, appa dan omma sudah berada di surga… Di sana…” Soojung menunju ke langit.

Yuri mengerti maksud perkataan Soojung dan ini menjadikannya merasa bersalah karena telah membuat gadis itu bersedih.

“Maafkan aku…”

Soojung menggelengkan kepalanya dan tanpa sadar menyandar pada pundak Yuri dan Yuri tidak keberatan dengan hal tersebut.

“Tidak apa-apa Yuri unnie… Meski mereka tidak ada, aku masih punya Sooyeon unnie…”

“Sooyeon?”

“Iya, kelak aku ingin menjadi seperti dia, tapi…”

“Kenapa?”

“Unnie tidak akan pernah mengizinkanku untuk menjadi seperti dirinya.”

“Oh ya? Memang apa pekerjaan unnie-mu?” tanya Yuri sambil mengusap air mata Soojung.

“Aku tidak tahu… Tapi setiap kali unnie pulang, dia selalu membawakan aku makanan dan mainan.” Raut wajah Soojung pun berubah ceria.

“Tampaknya kau sayang sekali dengan unnie-mu itu ya?” ujar Yuri mengelus kepala Soojung yang dibalas gadis itu dengan tawa riang.

“Tentu saja! Aku sangat sayang unnie!”

Percakapan kedua gadis berbeda usia itu pun terus berlanjut hingga Yuri memutuskan untuk membawa Soojung yang akhirnya tertidur masuk ke dalam apartemennya. Hal ini terpaksa dilakukan oleh Yuri karena dia tidak tahu dimana rumah gadis kecil tersebut.

———

Di keheningan malam, Jessica yang masih lelah setelah apa yang telah dilakukan Young Min kepadanya hanya bisa menatap langit-langit kamar. Tepat di sebelahnya, sosok pria itu tengah tertidur pulas. Air mata Jessica mengalir ketika dia kembali mengingat kejadian beberapa saat yang lalu…

***

*Flashback* (warning: skip this part if you have a weak heart!!!)

“Ah…” Suara erangan Jessica bergema jelas justru semakin membuat Young Min bernafsu melakukannya. “Tu-tuan…”

Tanpa mempedulikan permohonan Jessica, Young Min terus melancarkan aksinya hingga membuat gadis itu tidak berdaya. Sudah lama dia menantikan datangnya hari ini, hari dimana dirinya bisa menyentuh Jessica. Tidak mudah bagi Young Min untuk membawa seorang Jessica ke atas tempat tidur bersamanya. Butuh modal yang besar agar JoKwon mau menyanggupi permintaannya.

Kini Jessica sudah ada tepat di hadapannya tanpa sehelai benang yang menutupi tubuhnya. Peluh yang menetes dari wajah gadis itu semakin menjadikan dirinya begitu sexy di mata Young Min. Dengan kelihaiannya, perlahan-lahan dia berhasil membuat Jessica menuju puncak.

“AKH!!!” pekik Jessica saat merasakan Young Min menekan titik paling sensitif di dalam tubuhnya.

Young Min menyeringai puas saat menemukan letak kelemahan Jessica. Tanpa sungkan, dia pun kembali mengulang perbuatannya tersebut dengan cepat, lagi dan lagi hingga tempat tidur mereka berderik keras. Dengan sekali tekanan membuat tubuh Jessica mendadak tersentak dan berteriak sekuat tenaga.

“AAAAAHHH!!!”

Tidak berhenti di situ, hal itu terus terjadi sampai Jessica berhasil memuaskan hasrat Young Min meski dia sudah sangat lelah…

*End of Flashback*

***

“Soojung-ah… Maafkan unnie… Maafkan unnie…”

Jessica terus mengulang kata-katanya hingga dia akhirnya terlelap.

———

Sinar matahari perlahan-lahan masuk menembus tirai jendela kecil apartemen Yuri. Diikuti oleh suara kicauan burung membuatnya membuka mata.

“Hmm~” Yuri merentangkan kedua tangannya. “Selamat pagi.” sapanya pada dirinya sendiri. Tidak lama dia pun menyadari jika Soojung sudah tidak ada di sampingnya. “Soojung-ah~” panggil Yuri. “Kemana perginya gadis itu?” ujarnya cemas.

Secarik kertas yang berada di atas meja tidur segera menarik perhatian Yuri dan membaca isi pesan yang tertulis di kertas tersebut.

Yuri unnie, maaf kalau aku harus pulang diam-diam T.T Aku takut Sooyeon unnie akan mencariku. Sekali lagi terima kasih atas semuanya dan maaf kalau aku sudah merepotkan unnie. ^^

Lovely, Soojung~

=D

Yuri hanya tersenyum setelah membaca pesan tersebut. Dia lalu bangkit menuju dapur untuk membuat Ma. Sambil meminum minuman favoritnya, Yuri memandang keluar jendela. Namun perhatiannya seketika tertuju pada sebuah mobil yang terparkir di depan rumah tempat dia semalam melihat Jessica.

“Bukankah itu mobil…” gumam Yuri yang diliputi rasa penasaran. Beberapa saat kemudian dia kembali terkejut dengan sosok yang keluar dari mobil tersebut. “Jessica…” Tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah ketika menyaksikan seorang gadis kecil yang semalam dikenalnya berlari memeluk Jessica. “Soojung???”

———

“Terima kasih.” ucap Jessica sesaat setelah turun dari mobil, dia lalu melangkahkan kedua kakinya memasuki halaman.

Di depan pintu, seorang gadis kecil telah menanti kedatangan sang kakak. Senyum pun mengembang dari wajahnya.

“Unnie!” sambut Soojung yang kemudian berlari memeluknya erat Jessica. “Unnie unnie!!!”

“Aigoo~ Soojung-ah~” Jessica balas mengecup kening adiknya tersebut dan menggendongnya menuju ke dalam rumah mereka.

Sepanjang perjalanan, Soojung mencoba menceritakan apa yang terjadi semalam dan tentang Yuri yang kini menjadi temannya.

“Unnie dengar, aku dapat teman baru.”

“Oh ya? Siapa dia? Apa dia teman sekolahmu?”

“Bukan.”

“Lalu?”

“Namanya Yuri unnie. Tadi malam aku menginap di tempatnya.” ujar Soojung dengan polosnya.

Pernyataan sang adik kontan membuat Jessica yang mendengarnya terkejut setengah mati dan raut wajahnya berubah sangat khawatir.

“Soojung-ah… Bukankah sudah kubilang agar tidak menyapa orang asing… Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?”

“Unnie… Unnie  jangan cemas… Yuri unnie orang yang baik. Dia yang menemaniku saat aku sangat kesepian semalam…” jelas Soojung lagi. “Yuri unnie menghiburku ketika tidak ada seorang pun yang mau bermain denganku…”

“Soojung…”

“Kenapa unnie… Kenapa teman-teman sekolahku menjauhiku…” isak Soojung menitikkan air mata. “Mereka menyebut unnie wanita perusak…” Gadis kecil itu terus menangis.

Jessica tidak bisa berkata apa-apa begitu mengetahui keadaan sang adik yang ternyata selalu dikucilkan akibat pekerjaannya sebagai seorang wanita panggilan. Meski dirinya sudah biasa dicaci maki, namun tidak untuk Soojung yang masih sangat kecil untuk tahu kenyataan yang sebenarnya.

“Jangan menangis Soojung-ah… Maafkan unnie…”

“A-aku…”

“Sssshhhh… Sudah sudah… Kelak jangan dengarkan ucapan mereka…”

Jessica berusaha menenangkan tangisan Soojung hingga kemudian dia mendengar suara yang berasal dari perut adiknya.

GROWL~

“Unnie~ Aku lapar~” rengek Soojung dengan wajah cemberut. Jessica hanya tertawa kecil menyaksikan kelakuan Soojung yang menggemaskan. Tidak lupa dia mencubit lembut pipi gadis mungil itu.

“Terus Soojung mau makan apa?” hibur Jessica sambil mengusap air mata Soojung.

“Hmm~” Soojung berpikir sejenak. “Aku mau makan ramyun!”

“Ramyun?” Soojung mengangguk. “Lalu apa lagi?” tanya Jessica kini membelai rambut Soojung.

“A-aku…”

“Iya?”

“Aku ingin ke Lotte World…” gumam Soojung pelan. Dia takut jika Jessica akan menolak keinginannya karena setiap kali gadis itu meminta sang kakak untuk membawanya ke sana, Jessica selalu menghindar dengan alasan sibuk bekerja. “Ta-tapi kalau unnie sibuk…”

Jessica terhenyak mendengar permintaan Soojung. Dia akhirnya sadar bahwa selama ini dirinya tidak pernah memperhatikan keinginan adik perempuan satu-satunya itu dan hanya mementingkan pekerjaannya.

“Kalau begitu besok kita pergi ke sana.”

Soojung yang tadinya sedih, langsung berubah bahagia saat itu juga. “Benarkah unnie???”

Jessica mengangguk. “Iya. Karena Soojung sudah menjadi anak yang baik.”

“Hore! Aku sayang unnie!” ujar Soojung kembali memeluk Jessica.

Rasa bersalah dan penyesalan mendera batin Jessica ketika melihat kegembiraan yang terpancar jelas dari wajah Soojung. Seandainya saja bisa, dia ingin pergi jauh meninggalkan pekerjaannya dan memulai kehidupan baru bersama Soojung. Ya, seandainya bisa… Jessica tidak ingin bekerja sebagai wanita penghibur karena dia tidak ingin kembali mempermalukan Soojung dengan dirinya.

Appa… Umma… Maafkan aku… Aku janji akan membahagiakan Soojung…

———

Yuri memulai aktifitasnya dengan mengunjungi restoran milik Taeyeon yang letaknya tidak jauh dari apartemennya. Kebetulan sudah lewat jam makan siang, jadi restoran pun agak sepi.

“Selamat datang~” sambut gadis ber-eye-smile menyapa kedatangan Yuri.

“Ah, iya. Terima kasih.” balas Yuri malu-malu. Pelayan yang cantik…

Gadis itu lalu mengantar Yuri menuju meja yang kosong dan memberikan buku menu kepadanya.

“Perkenalkan, aku Fany. Jika sudah siap memesan, silahkan panggil aku.” jelas pelayan tersebut singkat.

“Ya, terima kasih.” Yuri mengangguk.

Selama sibuk menentukan menu yang akan dipesannya, Yuri secara tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan dua orang pengunjung pria yang duduk tepat di belakangnya.

“Apa kau serius???”

“Tentu saja. Aku mendengarnya sendiri dari salah satu pengawal Tuan Kim.”

“Aish! Beruntung sekali Tuan Kim itu bisa mendapatkan Jessica… Seandainya saja aku punya banyak uang seperti dia…”

“Yah! Yah! Keinginanmu itu terlalu muluk! Kau tahu sendiri JoKwon… Dia selalu mematok harga selangit untuk tambang uangnya sendiri, terlebih lagi Jessica.”

“Kau benar…”

Yuri hanya bisa menghela nafas mendengar semua percakapan dari kedua pria tersebut. Dia mulai gundah dan ragu dengan usahanya menjadikan Jessica sebagai model lukisan.

Kurasa tidak mudah untuk mendekati Jessica…

-TBC-

I’ll be focus for this fanfic for a while… Just 3 chapters, I guess… Don’t worry, I almost finish the 2nd part. Hope you can write a comment for this story coz I really need suggestions or critics from my lovely reader. Thanks for reading. Stay healthy~ ^^

Advertisements

49 thoughts on “Portrait of Beauty [Part 1]

  1. AAAHH STREESSS .. hwaaaa ngga rela liat sica eomma jdi kaya gitu ..

    yull appa .. dapatkan sica eomma .. FIGHTING!!!! jangan gampang menyerahh … yuull appa FIGHTING!! i’m with you ..

    eonni kenapa mesti pas joKwon dengan sica melakukannya dimasukkan juga?? .. jadi lebih terasa kan kesedihannya dan ngga relanya T.T..

    eooni .. lanjutt .. figting!!

    #ex yoonsictaeny

  2. Daebak… Ceritanya menarik skali author.. Baru episod pertma aja udah seru gini.. Duh Sica koq jdi gitu ya.. Benar2 gak sbar tuk part selanjutnya,, part dimana YulSic bertemu dan Sica jatuh hati sama Yul… O ya skedar saran aja,, kalo ada adegan intim Jessica dgn orang lain (kecuali Yul) tlong di skip aja ya.. Soalnya bikin galau tuh adegan.. Tp tuk adegan hot YulSic ratusan kalipun gak pa2 koq author, malah semangat 45..kekeke
    Thanks Aru..

  3. aaa.. ga rela aku sica begituan sama org lain. tp kalo ma yul sih gpp.. hehe.. btw critanya bgs and aku suka tema2 yg g biasa gni.. agak2 dark gtu haha.. keep da gud work. saya mnantikan gmana author mlanjutkan critanya. pnasaran.. semangka!

  4. ceritanya bagus dan mengharukan antara adik dn kaka ..
    Gereget banget pas adegan jessica nya aduh *emosi*
    penasaran sama pertemuan yulsic entar bakal kaya gmana
    ?
    sabar menanti update nya
    FIGHTING 🙂

  5. Wwaaaahh Sica kenapa jadi gituan??? :”((((
    Semoga Yuri nya jatuh cinta sama Sica atau sebaliknya trus gak kerja gituan lagi *amin
    Nice ff kak 🙂 lanjutkan!!! I’ll be waiting for you, eh for your ff 😄

  6. aaaku suka kalo crita tema seperti ini, cinta i2 memang hrus perjuangan. Wkwk .. Gmana tuh cra yuri buat dketin sica? Pa pkai konsep dketin adikny biar dpet kakaknya? Hehehe daebak.
    .
    😄

  7. cerita na keren, dan menarik un. cuma jujur bikin galau n sakit ati sica d buat kek gt. soal na baru x ini baca ff sica jadi wanita penghibur.. tp untung ny ini cerita keren, menarik n bikin penasaran.. di tgg un update’na lagi jika wkt mu ga sibuk.. Semangkaaaa…..

  8. Wow sica….. *speechless
    Kasian banget sama soojung yang dikucilin *peluksoojung
    Tapi nggak bisa sepenuhnya nyalahin sica, dia pasti terpaksa kerja kayak gitu
    Yul udah langsung deketin aja sicanya,, kali aja dia langsung terima tawaran buat jadi model kamu terus dia berenti jadi cewek malam deh
    Over all ceritanya bagus pake banget, two thumbs up !!
    Semangat unnn !!!

  9. unppo ff nya ttg kuku malam ya ehh kupu2 malam~
    btw itu toko jadi took ya kwkwkwkwk~~

    nah pkonya jgn sampe angst.. OAO
    unppo saran aku itu ff nya kalo ad adegan yg kyk “gitu” skalian aj d pw kalo emg mw d bwt nc..
    krn itu nanggung bgt loh jatoh nya (ad flashback nya) hahahaha jgn blg aku byun, tp itu pendapat ku~

    aku ga bisa komen byk krn msh awal~
    alright, aku akn tggu next ff nya~~
    fighting unppo~ *lempar lumpur*
    hahaha #escape

  10. sesuai motto unnie…. reader galau, author puas LOL dan ini berhasil buat aku galau apa lg berpotensi angsty(?)….. -_____-
    eh tunggu dulu….ini ff yg aku vote yurixyuri angsty itu ya? .____. kkkkkk~
    ff galau buat kado ultah yuri ==” lol

    lanjut kecerita. sica sica…demi sang adik tercinta dy rela bekerja jd C.O 😦 kakak yg baik…tp walaupun berniat baik tp ga harus jg menghalalkan segala cara.. apa lg harus mengorbankan kehormatan sendiri 😦 cerita ini bagus buat pesan moral.. ciyus deh enelan~
    trus itu yul yakin ga bakal jatuh cinta sama sica? alah gaya lo yul..padahal baru liat pertama aja udah tersepona gt~ 😄
    disini Kim Young Min bejat ya~ ya walaupun aslinya bejat juga sih #eh XDD
    YulSic disini kayak the girl next door who iam looking for…….. lol ft little soojung~ kyaa~ dedek krys~ sini peluk qaqa~ (つ¯ ³¯)づ

    hehe ditunggu next chap nya aja deh…. thx for update kakaknya~ keep writting!! :**

  11. Annyeong,,,,,,
    Wwaaahh,,Crita baruu,,,,,keren nihh,,,,
    —–
    Kasian amat ya ,Apalgi SooJung kecil tuh,,
    Sicaaa,,gak tega deuuh sica kyak bgini,,kekekeke
    —–
    Yul belum memulainya,,bgimna usaha nya Yul ,tpi kyaknya bklan mudah juga seeh,,,

    Gak tau mau coment apa lagi,tpi ini crita nya bgus ,Menarik bkin penasaraan dah,,
    D tunggu Next chapter Kak,,,,,,
    Tetep Sehat Jugaa ,,,^^
    SEMANGAAAAAT~

  12. Knapa aq nysek sndiri pz tw sica jdi wnita pnggilan,, 😥 apalagi smpe d sntuh” gtu.. Aqu gk reeelllaaaa T___T
    Tpi crita’a bner” sngat mnarik,, gk sbr ama next chap’a..
    Jgn lma” updte’a,, ttp smangaat eon.. 😉

  13. Siipp, jemp0l 4 bwtmu th0r. Critanya mnarik, bqin pnazaran. Tp tebakanqu ntar yuri yg bkal mengentaskan “?” jessica dr khidupan kelam itu kan? Btul tak?Cuman lum bz mmpredikzi gmn cranya. L0w iya, Bqin cra y mnarik ya th0r. Yg bda gt ma yg biasa2nya. Ok!hwaiting!!

  14. permisi , baru pertama main’-‘)/
    ini cerita nya keren banget. ide dan plot yang jarang dan gak biasa .
    yuri cepet tolong sica deh biar berhenti dari profesi nya yang sekarang itu. pasti bisa kok deketin sica’-‘)9
    soojung lucunya ><

    saya mau berburu ff disini dulu . . . . thanksss^-^

  15. ahhh kasian sicanya..
    Suka ama momen sooyeon-soojung..
    Unyuuuu..haha
    Aku penasaran dg cara apa yul deketin sica..
    Mana kayakna dia masi bimbang gt.. Hoho..
    Ditunggu chapter selanjutna kakak..

  16. T.o.p dah ceritanya
    Sebenarnya sih gak rela sica jadi cewe panggilan tapi kan baru part 1 hehe
    Galau bgt pas baca bagian sica sama young min stresss deh,,,
    D tggu aj deh yulsic momentnya

  17. Lanjut Lanjut Lanjut 🙂 ……!!!! Ff nya keren ceritanya beda dri yg lain ….!!!!! Please lanjut kan secepatnya yah thor ….!!!!!

  18. akh galau gw sica eomma jadi seperti it, wuah kasihan soojung yg di bohongi trz olh sica, semangat yul kau pasti bisa kok membuat sica jadi modelmu. syukurlah g da adegan nc sica n pria it~ akh gomawo thor

  19. Tidaaaaak adegannya buat gw prutang *eh prustasi –” kenapa dia bisa seperti itu….jo kwon sialan! *tabok jo kwon*

  20. thanks for let me see your fanfic 🙂

    sebener’y agak nyesek sich baca ternyata sica jadi escort disini,,,tp…just enjoying chap per chap lah….fighting buat yuri dah…semoga berhasil,tp T_T kenapa harus janji ga bakal suka ma sica sich,,,nyakitin banget sumpah….

    oia,,,aku suka teaser’y keren ….

  21. knp sica kudu jd escort dsini. g kebayang btp trpaksanya sica krj bgitu cuma demi soojung. & the scene when sica with her “customer”. just made my blood BOILIIIINGGGGG!!!!!!!!1 argrrrgh! kau bikin aku prustasi unnieee..
    yul, HWAITING ya! get your sicababy!!

    continue comment next chap!

    love this your new fics! so much!!
    but please just don’t make too much sica’s being with her client scene, okay un. i just can’t bear it read my sica suffer.

    love u n this fic of course!

  22. hhuuaaa, ceritanya bikin aku nangis darah, sedih bgdtt dnegan perngorbanan jessica yang begitu besar untuk adiknya, biasanya dia bisa menghamburkan uang dengan bebas, sekarang dia hrus berjuang menjual diri demi adiknya….
    ini FF bikin aku terharu…
    nice bgdttt….
    semoga happy ending deh….

  23. ceritanya bagus aku suka…aku mau lanjut ke part 2
    kirain km ilang thour…nyatamya ganti blog..hadeuhhhh
    untung ketemu

  24. *baca* *serius* *diam* *bengong lamaaaaaaa banget* *kembali lihat flashbacknya* *merenung* mewek boleh nggak unn?? ._____.

    Aaaaaaa!!!!!!!! *hancurin semua barang2* aaaahhhhh nggak tega nggak tega nggak tega aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh

    jessica wae TT^TT wae sica TT^TT kau bs jadi pelayan restoran Taeng TT^TT kenapa kau malah milih jadi pelayan ….. TT^TT flasbacknya itu <//////////3
    patah hati bangeeeeeeeettttt!!!TT^TT

    next chaap deh TT^TT

  25. Ohmaygawddd jessica jd wanita panggilan #ngeblank langsung# XDD
    knp..knp..knp..??? Apa untuk mnghidupi soojung smpai hrs krj sprti itu jessie.. T.T
    wlopun pengen skip bagian sica nc sm orng lain tp ttp pnasaran LOL 😄

  26. sumpah sedih banget ngeliat jessica jadi kayak gitu, di pegang2 cowok lain, nggak relaaaaa, sedih hati ini :'(( *halah* yul sayang kamu pasti bisa kok ngedapetin kembali pujaan hatimu, fightaeng yul, i love you 🙂 *apaini*
    ey jokwon jerk, how dare you touch my property, she is mine!

  27. omosiro sou…
    wooow aku suka bgt ceritanya…
    sebenernya gak rela bgt liat
    jessica jd wanita panggilan…
    tp tdk apa apa ini hnya sebuah
    cerita…
    waaaw yuri seoarang pelukis…
    kereeen
    dan soojung sgt lucuuu

  28. Omegaaat , apaaa ini jessica kyaaa
    Critanya beda author , keren daebak *ketinggalan bca
    Lanjut author , good job

  29. Lam knal y thor, aq newreadrs dsni,,
    Woww sica jd … ga tega nyebutny deh,,,
    moga nti yul bs bebasin sicababy dr kerjaanny..

    Soojung gemesin deh^^
    Mksh^^

  30. ngebayangin sica kaya gitu, sumpah sedih bgt…..
    biasanya baca NC suka semangat, tp x ini gak tega,,, #abaikan….
    sica unnie,,,,, hikss,,,, hiks,,,,
    yulsic jjang,,,, yulsic daebak,,,,

  31. Hiks.. Hiks
    kenapa pekerjaan si sica gak ‘Senonoh’ sih..?
    Gak rela si sica jadi cewekPanggilan

  32. hyaaaa gillaaaaaa, pekerjaan sica wow bgt yah 😮
    ceritanya bagus banget hehe
    akusuka. .
    si yul lngsng jtuh cinta pd pandangan prtama yah xD
    aku reader baru di sini 🙂

  33. annyeong thor 🙂 aku reader baru disini hehe ceritanya daebak thor,aku suka ~~ apalagi ama yulsic ^^
    salam kenal thorr ….

  34. anyeong…..slm kenal:-):-):-)
    critanya seru keren, jd sedih liat kehidupan jung sister, knp sica jd kyk gitu:-(:-(:-(
    gak sabar nunggu prtemuan yulsic, kyaaaa….moga mereka sling jatuh cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s