Portrait of Beauty [Part 2]

Let’s continue~ Sorry for grammar typo~ Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Portrait of Beauty [Part 2]~

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance, Angsty (?)

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon & Tiffany (TaeNy)

———

“Silahkan pesanannya.”

Tiffany akhirnya datang membawa ramyun pesanan Yuri. Gadis itu lalu meletakan mangkok yang berisi ramyun dan beberapa pelengkapnya dengan hati-hati di atas meja Yuri.

“Terima kasih.”

“Sama-sama. Apa ada lagi yang ingin dipesan?” tanya Tiffany sebelum melayani pengunjung yang lain.

“Kurasa tidak ada. Cukup ini saja.” ujar Yuri yang sudah tidak tahan lagi ingin menyantap ramyunnya.

“Baiklah kalau begitu. Selamat menikmati makanannya.”

Tiffany kembali mengeluarkan eye-smile dan berlalu dari hadapan Yuri. Beberapa saat kemudian, restoran tersebut mendadak riuh. Didorong rasa penasaran, Yuri yang tadinya tidak tertarik lantas mencari tahu sumber keributan tersebut. Tidak disangka, sosok seorang gadis kecil berlari menghampirinya.

“Yuri unnie!”

“Soojung-ah?”

Yuri terkejut dengan kehadiran Soojung yang tanpa ragu langsung duduk dipangkuannya.

“Soojung-ah, sedang apa kau di sini?” tanya Yuri pada Soojung yang kini memakan ramyun miliknya tanpa permisi. Tapi melihat gadis kecil itu sangat menikmatinya, Yuri hanya bisa tertawa kecil. “Kau lapar ya?” tanyanya pada Soojung yang balas anggukkan darinya.

Namun tidak lama kemudian, giliran seorang wanita yang kali ini mendatangi Yuri. Dia begitu terkejut menyaksikan ulah adik kesayangannya.

“Yah! Soojung! Apa yang kau lakukan?!” seru wanita yang tidak lain adalah Jessica. “Ayo cepat minta maaf!” perintahnya kepada Soojung. Sayang, sang adik tidak mau menurut. “Soo—“

“Tidak apa-apa. Biarkan saja. Mungkin dia sudah sangat lapar. Aku bisa memesannya lagi.” Yuri mencoba melindungi Soojung karena dia tidak tega dengan gadis kecil itu.

“Tapi…”

“Sudah kubilang tidak apa-apa.”

Jessica menghela nafas dan mengalah. Dia benar-benar merasa malu atas perbuatan adiknya. Tapi ada satu hal yang membuatnya heran, kenapa Soojung yang biasanya menurut padanya, sekarang malah bersikap mengacuhkannya. Terlebih Soojung bukan tipe yang cepat dekat dengan orang asing. Oleh karena itu, secara diam-diam Jessica mengamati sosok Yuri mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“Hmm…” gumam Jessica pelan. Apakah dia, gadis yang diceritakan oleh Soojung? Siapa namanya? Yuri?

Yuri rupanya menyadari jika Jessica sedang memperhatikannya. “Er… Apa ada sesuatu yang aneh denganku?”

Pertanyaan Yuri seketika mengusik Jessica. “Ti-tidak… Maaf…”

Yuri tersenyum melihat reaksi Jessica yang di dalam hati berusaha untuk tetap tenang di hadapan model impiannya tersebut. Ya, tidak bisa diungkapkan betapa mempesonanya sosok Jessica. Sesuai apa yang diinginkan oleh Yuri, cantik dan mempunyai aura yang unik. Aura yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Siapa pun yang tidak mengenalnya akan mengira jika Jessica adalah seorang model.

“Unnie~ Ini Yuri unnie!” ujar Soojung sejenak menghentikan kesibukannya mengunyah makanan. “Yuri unnie, ini Sooyeon unnie.”

“Sooyeon?” ucap Yuri mengerutkan sebelah alis. “Bukankah dia—“

“Itu adalah namaku yang sebenarnya. Sedangkan Jessica, nama panggilanku saat aku bekerja.” jelas Jessica singkat.

“Ah~ Aku mengerti. Lalu aku harus memanggilmu apa?”

“Terserah. Kau boleh memanggilku sesukamu.” ujar Jessica tidak peduli dengan nada dingin. “Ayo Soojung, lekas turun dari situ. Kita makan di meja yang lain.” ajaknya sambil meraih tangan Soojung.

“Aku tidak mau. Aku mau makan di sini, bersama Yuri unnie.” rengek Soojung memandang Yuri. “Bolehkan unnie~” pintanya mengeluarkan aegyo.

Aigoo~ Anak ini benar-benar menggemaskan… Tentu saja Yuri tidak bisa menolak permintaan Soojung. Apa lagi dia menatap dengan wajah memelas. “Te-tentu saja.”

“Tuh kan unnie~”

“Aish! Kau ini… Maaf merepotkanmu Yuri…”

“No problem.” ucap Yuri senang karena dia memang menunggu datangnya hari ini. Ya, sepertinya Yuri harus berterima kasih banyak kepada Soojung. Aku berhutang padamu gadis kecil. ^^

———

Taeyeon tampaknya sangat sibuk mengurus dapur hingga tidak sempat menemui Yuri. Walau demikian, disela-sela kesibukannya, dia sesekali mengamati Yuri dari jauh. Tapi kemudian Taeyeon mendadak terkejut saat melihat Jessica duduk bersama gadis berkulit gelap tersebut.

Yuri… Bersama Jessica???

Seakan tidak percaya, Taeyeon lalu memanggil Tiffany yang baru saja selesai melayani pesanan beberapa pengunjung.

“Ya Tae?”

“Fany, apa itu benar Jessica?” tunjuk Taeyeon ke arah meja Yuri.

“Iya. Itu Jessie. Aku baru saja ingin menanyakan pesanannya. Memangnya ada apa?” tanya Tiffany heran sekaligus sedikit cemburu.

“Tidak.”

“Oh… Okay…”

Taeyeon akhirnya menyadari sikap Tiffany. Dia lantas meraih tangan gadis itu dan mengelusnya lembut. “Kau jangan khawatir…  Sampai kapan pun kau tetap yang paling istimewa di hatiku.” Taeyeon berusaha menjelaskan.

“Lantas kenapa kau menanyakan tentang Jessie?” tanya Tiffany cemberut.

Taeyeon tersenyum dengan sifat kekanakan Tiffany. “Kau lihat gadis yang duduk bersamanya?” Tiffany kembali mengalihkan pandangannya pada meja tempat Jessica duduk. Dia baru menyadari jika gadis itu sedang bersama dengan seorang pengunjung yang memesan ramyun beberapa saat yang lalu.

“Dia… Gadis yang tadi memesan ramyun..” gumam Tiffany pelan.

“Namanya Kwon Yuri.”

“Yuri?”

“Kau masih ingat? Kemarin Sooyoung yang meminta bantuanku.” Tiffany mengangguk. “Yuri adalah sahabat baiknya dan dia baru saja pindah ke tempat ini.”

“Ah! Jadi itu sebabnya kau semalam pergi menemui Sooyoung?”

“Ya.”

“Lalu apa hubungannya dengan Jessie? Kelihatannya kau terkejut melihat mereka berdua? Apa mungkin Yuri… Kau tahu pekerjaan Jessie kan?”

Taeyeon tidak punya pilihan lain selain menjelaskan semuanya kepada Tiffany. Perlahan gadis ber-eye smile itu akhirnya paham dengan maksud tujuan kedatangan Yuri ke tempat ini. Ya, gadis yang berprofesi sebagai pelukis itu datang untuk mencari model impiannya yang tidak lain adalah Jessica.

“Jadi Yuri bermaksud untuk menjadikan Jessie sebagai model lukisannya?”

“Begitulah.”

“Wow~ You’re so lucky Jess… I wish I’m the model coz Yuri is so hot…” ujar Tiffany mengeluarkan bahasa Inggrisnya.

Sayang, Taeyeon yang sudah lama tinggal bersama Tiffany sangat mengerti dengan apa yang dikatakan olehnya. Raut wajah Taeyeon pun berubah kesal.

“Oh, jadi kau iri? Kau ingin menjadi modelnya Yuri? Silahkan.” sindir Taeyeon yang memutuskan untuk kembali melakukan pekerjaannya sebagai koki.

“Kau kenapa? Oh! Astaga!” Sadar dengan apa yang telah terlontar dari mulutnya, Tiffany buru-buru menghampiri Taeyeon untuk konfirmasi maksud perkataannya sekaligus meminta maaf. “TaeTae~~~”

———

“Terima kasih atas semuanya… Yu—“

“Yul… Panggil saja aku Yul… Sica-ah…”

Keduanya pun tertawa kecil untuk mengalihkan rasa gugup yang menghinggapi mereka dan setelahnya suasana kembali canggung…

“Unnie… Aku ngantuk…” gumam Soojung yang sudah tidak mampu menahan rasa kantuknya.

“Oh iya… Ayo kita masuk Soojung-ah…” ujar Jessica tersadar. “Hmm… Yul… Apa kau bisa turunkan Soojung? Biar kali ini aku yang menggendongnya.”

Yuri menatap Soojung yang tengah nyenyak berada di punggungnya. Ya, selepas mereka meninggalkan restoran ramyun milik Taeyeon, Soojung merengek meminta digendong oleh Yuri dan Yuri dengan senang hati menggendongnya meski Jessica sempat menolak bantuannya.

“Kalau kau tidak keberatan, boleh aku tetap menggendong Soojung sampai ke kamarnya?”

Jessica terdiam. Dia ingin kembali menolak permintaan Yuri, terlebih dirinya baru saja mengenal Yuri hari ini. Namun melihat Soojung begitu nyaman, akhirnya Jessica pun terpaksa setuju karena dia tidak ingin mendengar rengekkan sang adik.

“Baiklah kalau begitu, silahkan masuk.”

Jessica lalu mengantar Yuri menuju kamar Soojung. Kemudian dengan hati-hati Yuri membaringkan gadis cilik itu ke atas tempat tidurnya dan menyelimuti tubuh mungilnya tersebut.

“Dia lucu.” gumam Yuri pelan. Tanpa sadar dia pun mengecup kening Soojung. “Selamat tidur Soojung-ah… Mimpi indah…”

“Apa yang kau lakukan?” Pertanyaan Jessica membuat Yuri tersentak kaget. Wanita itu segera menarik Yuri keluar dari kamar Soojung.

“Maaf… Aku tidak bermaksud—“ Yuri berusaha menjelaskan. Sayang, Jessica tidak mendengarkannya dan terus berjalan hingga mereka berada di depan pintu rumah Jessica yang lalu mendorong paksa Yuri keluar dari rumahnya

“Yuri, lebih baik kau tidak dekat-dekat dengan kami…”

“Kenapa?”

“Karena… Aku…”

“Sica, aku ingin kau menjadi model lukisanku.” potong Yuri cepat mengutarakan keinginannya.

“Yuri…”

“Jessica… Aku mohon… Hanya kau yang bisa… Kau satu-satunya wanita yang selama ini hadir dalam mimpiku… Hanya kau…” tambahnya lagi. “Kumohon…”

Meski sebenarnya Jessica ingin menerima permintaan Yuri, namun dia sadar akan ada banyak bahaya yang akan terjadi kepada Yuri. Terlebih jika hal ini diketahui oleh JoKwon, sang mucikari yang sangat matrealistis. Oleh sebab itu, dengan berat hati Jessica menolak permintaan Yuri tersebut.

“Maaf… Aku tidak bisa…” tolak Jessica. “Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu…” ucapnya sebelum menutup pintu dan meninggalkan Yuri seorang diri.

“Sica…”

Maafkan aku Yul…

———

Hari pun berlalu sejak peristiwa tersebut. Sejak itu juga, tampaknya Jessica tidak lagi mengizinkan Soojung untuk mendekatinya. Hal ini semakin membuat Yuri bertambah frustasi. Untuk mengurangi rasa stressnya, Yuri akhirnya memutuskan untuk pergi melihat-lihat kota Cheongnyangni yang memang belum pernah dijelajahinya semenjak dia pindah.

Setelah beberapa saat berjalan mengitari sudut kota, Yuri baru menyadari betapa suramnya pemandangan di tempat itu. Di samping banyaknya kios pedagang kaki lima, dia juga menemukan ada banyak tempat prostitusi di sana seperti yang diutarakan oleh Sooyoung. Sejenak, Yuri kembali teringat dengan Jessica.

“Sica…”

Lamunan Yuri pun terusik begitu menyaksikan kerumanan para pria berkumpul di depan sebuah jendela dari apartemen kecil. Di dorong rasa penasaran, dia kemudian ikut mendatangi tempat tersebut. Betapa terkejutnya Yuri saat melihat apa yang telah mencuri perhatian mereka. Ya, dari jendela besar itu terdapat beberapa orang wanita sedang memamerkan tubuhnya dengan hanya mengenakan lingerie.

“Hyuna!!!”

“Gyuri!!!”

“Yeon Hee!!!”

Teriakan demi teriakan terus berlanjut dan semakin keras ketika sosok seorang wanita yang telah mereka tunggu-tunggu akhirnya muncul.

“JESSICA!!!”

“SICA-SAMA!!!”

Pandangan Yuri langsung tertuju pada Jessica begitu mendengar namanya diteriakan. Ya, Jessica… Jessica yang merupakan kakak dari Soojung… Jessica yang sebenarnya bernama Sooyeon…

Jessica…

Seakan sudah biasa, Jessica tidak lagi sungkan untuk memamerkan tiap lekuk tubuhnya di hadapan para pria yang sebagian besar adalah hidung belang. Bisa dilihat dari tingkah mereka yang menatap tubuh Jessica dengan penuh hawa nafsu dan beberapa di antaranya bahkan mengeluarkan air liur dari mulutnya. Menjijikan…

“Sica…” gumam Yuri pelan sambil meratap dari kejauhan.

Yuri tidak pernah menyangka jika dia akan menjadi sedih dan terluka. Jauh di lubuk hatinya, ada perasaan tidak rela melihat Jessica melakukan hal tersebut meski tahu itu memang pekerjaan Jessica. Namun apa yang bisa dilakukannya? Dia tidak bisa berbuat apa-apa.

———

“Hei Jessie. Kemari.” panggil Gyuri.

“Ada apa?”

“Kau lihat gadis yang ada di sana? Aku perhatikan sedari tadi dia terus memandang ke arahmu.” tunjuk Gyuri kepada Yuri yang membuat Jessica terkejut melihat kehadirannya. “Apa kau mengenalnya?”

“Yuri…” ujar Jessica pelan. Kenapa kau ada di sini?

“Jadi kau mengenalnya?” Kali ini giliran Hyuna yang bertanya. “Woah, dia cute~ Benarkan Yeon Hee?” godanya pada Jessica.

Yeon Hee yang sejak awal hanya diam pun ikut angkat bicara. “Ya. Selain itu dia juga tampan untuk ukuran wanita.”

Raut wajah Jessica lambat laun berubah merah mendengar teman-temannya terus menerus menggodanya.

“Yah! Hentikan!” seru Jessica sambil menutupi wajahnya dengan tangan karena malu. “Dia bukan siapa-siapa. Dia hanya seorang pelukis.” jelas Jessica singkat.

“Pelukis?” tanya Gyuri, Hyuna dan Yeon Hee serempak.

Jessica mengangguk perlahan. “I-iya…”

“Lalu???” Mereka kembali bertanya penuh antusias. Hal ini wajar saja karena baru kali ini mereka melihat Jessica bersikap demikian. Ya, selama ini baik Gyuri, Hyuna dan Yeon Hee hanya bisa menyaksikan sosok dingin seorang Jessica yang jarang sekali menunjukkan ekspresinya.

“Yuri… Memintaku untuk menjadi model lukisannya…” gumam Jessica pelan.

“Lantas kau tolak?” Jessica kembali mengangguk.

“Aigoo~ Jessie…”

Pandangan mereka semua pun beralih kepada Yuri yang masih betah bertahan berdiri di luar menatap Jessica. Namun tiba-tiba Yeon Hee berlari ke dalam kamarnya begitu menyadari sesuatu tentang Yuri. Tidak lama kemudian dia pun keluar membawa sebuah majalah.

“Yuri… Apa yang kau maksud Kwon Yuri???”

“Dari mana kau tahu?!”

“Lihat dan baca.” perintah Yeon Hee sambil memperlihatkan artikel dari majalah yang dibawanya kepada Jessica dan kedua temannya.

Setelah beberapa saat membaca artikel yang dimaksud, ketiganya terhenyak dan tidak menyangka bahwa Yuri merupakan salah satu pelukis muda berbakat yang tengah memulai karirnya sebagai pelukis profesional. Di situ juga dijelaskan betapa pemilihnya Yuri dengan model yang akan dijadikan lukisannya. Tidak itu saja, Jessica akhirnya juga mengetahui latar belakang Yuri yang ternyata merupakan putri satu-satunya dari kerajaan bisnis Kwon Co. Demi menggapai impiannya menjadi seorang pelukis, Yuri harus rela berpisah dari keluarganya.

“I-ini…”

“Woah~”

“…”

“Jessie, kau itu sangat beruntung dipilih secara pribadi oleh Yuri untuk menjadi model lukisannya.”

“Tapi aku…”

Sementara Gyuri, Hyuna dan Yeon Hee masih sibuk beradu pendapat mengenai Yuri. Jessica kembali mengalihkan perhatiannya kepada Yuri. Tapi sayang, sosok Yuri sudah tidak ada lagi. Gadis itu sudah pergi…

Yuri…

———

Yuri berjalan menyusuri sudut kota Cheongnyangni dengan langkah gontai. Sesekali dia menghela nafas dan menatap langit yang kini mulai senja. Tanpa terasa, perjalanannya berakhir di depan restoran ramyun milik Taeyeon. Seperti biasa, kehadiran Yuri langsung disambut oleh senyuman Tiffany.

“Selamat da– Oh Yuri!” pekik Tiffany girang. “Ayo silhkan masuk~” Sang pelayan tersebut kemudian mengantar Yuri menuju meja yang kosong. “Kau mau pesan apa?”

“Apa Taeyeon sibuk? Aku ingin menemuinya.”

“Taeyeon? Di sini tidak ada menu bernama Taeyeon.” Yuri hanya bisa tertegun dan mengerutkan alisnya mendengar lelucon yang terlontar dari mulut Tiffany.

“Serius Fany?”

“Yah! Kau tidak tahu yang namanya lelucon ya??? Aish!” ungkap Tiffany kesal. “Ya sudah, jadi hanya itu pesananmu? Tunggu di sini, akan aku panggilkan.”

Namun begitu Tiffany akan beranjak, Yuri kembali memanggilnya. “Tunggu!”

“What?”

“Aku pesan 2 ramyun untuk take-out.”

“Okey. Ada lagi?” tanya Tiffany memastikan sambil mencatat pesanan Yuri.

“Tidak, itu saja. Terima kasih.”

“You’re welcome.”

Tidak lama setelah Tiffany berlalu dari hadapannya, Taeyeon pun muncul dan menghampiri Yuri.

“Hai, maaf membuatmu menunggu.” ujar Taeyeon dengan masih memakai celemeknya. Bisa dilihat kalau Taeyeon sedang sibuk mengurus pesanan untuk restorannya. Tapi demi Yuri, koki ramyun itu rela meninggalkan kesibukannya.

“Justru akulah yang harusnya meminta maaf padamu Taeng karena telah mengganggu waktumu.”

“Jangan khawatir Yul. Kebetulan sejak hari ini, sepupuku datang untuk membantuku dan keahlian memasaknya tidak jauh berbeda denganku.” hibur Taeyeon yang kemudian menjelaskan sedikit tentang kehadiran sepupunya, Hyoyeon. “Jadi, sekarang aku punya banyak waktu dan tidak sesibuk sebelumnya.”

Yuri sejenak terdiam dan kemudian menatap Taeyeon dengan wajah serius. “Taeng, aku butuh bantuanmu…”

“Aku tahu.”

“Huh?”

“Aku tahu Yul. Pasti ini mengenai Jessica, apa aku benar?” Yuri mengangguk. “Untuk itulah aku ada di sini. Kau tenang saja, aku akan membantumu.”

“Benarkah? Lalu apa yang harus aku lakukan agar Jessica mau menjadi modelku?” keluh Yuri frustasi. “Sejak hari itu, dia terus menghindariku. Aku tidak mengerti kenapa dia menyuruhku untuk menjauhinya? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku benar-benar tidak bingung…”

Melihat kondisi Yuri, tidak ada jalan lain bagi Taeyeon kecuali menjelaskan semua hal tentang Jessica.

“Yul… Ada sesuatu yang harus kau ketahui mengenai Jessica…”

———

“Unnie… Kau dimana? Aku takut…” ujar Soojung yang tengah duduk seorang diri di beranda rumahnya. Seperti biasa, gadis kecil itu menunggu kedatangan sang kakak yang belakangan ini sangat sibuk dengan pekerjaannya hingga melupakan janjinya untuk membawa dirinya pergi ke Lotte World. “Seandainya saja ada Yuri unnie…” gumamnya pelan.

***

*Flashback*

“Soojung, unnie harap kau jangan pernah lagi bermain dengan Yuri.” pinta Jessica kepada adiknya itu.

“Tapi kenapa unnie? Yuri unnie kan baik sama kepadaku.” protes Soojung.

Jessica berusaha menahan dirinya dan bersabar menghadapi Soojung. Tidak mudah baginya untuk menjelaskan alasan hal tersebut. Terlebih pada Soojung yang masih kecil.

“Dengar Soojung-ah… Kau sayang dengan unnie kan?” Soojung tentu saja langsung mengangguk. “Kalau begitu, unnie mohon kepada Soojung… Jangan temui Yuri unnie lagi… Mengerti?”

“Aku mengerti unnie… Tapi besok jadi—“

“Maaf Soojung… Mendadak besok unnie harus bekerja… Mungkin lain kali saja kita pergi ke Lotte World-nya ya?”

“…”

Lagi-lagi Soojung harus menelan kekecewaan dari Jessica. Matanya kini mulai berkaca-kaca disusul dengan air mata yang turun dari kedua pelupuk matanya. Soojung menangis…

“Soojung-ah…”

Tanpa mempedulikan panggilan Jessica, Soojung berlari masuk ke dalam kamarnya dan menumpahkan segala emosi beserta kesedihanya lewat tangisan. Sementara Jessica kembali merasa sangat bersalah, tapi apa yang bisa dia lakukan? Ini semua semata-mata demi keselamatan mereka berdua. Ya, Jessica terpaksa melakukannya.

“Unnie jahat…”

*End of Flashback*

***

Angin malam membuat Soojung memeluk erat tubuhnya. Terlebih malam pun mulai larut dan suasana yang tampak sepi membuatnya ketakutan. Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki yang perlahan-lahan terdengar semakin jelas.

“Soojung-ah? Sedanga apa kau sendirian di sini?” Soojung segera menoleh ke asal suara yang tidak asing lagi baginya.

“Yuri unnie!!!” serunya terkejut. Tanpa ragu, Soojung langsung bangkit dari duduknya dan memeluk Yuri. “Unnie…” isak gadis kecil itu menitikkan air mata.

“Aigoo Soojung-ah… Jangan menangis… Unnie di sini menemanimu…” pinta Yuri sambil mengusap air mata yang mengalir di wajah Soojung. “Apa kau sudah makan?” tanya Yuri mengalihkan pembicaraan.

“Belum… Aku menunggu unnie membawa makanan…” ujar Soojung menggelengkan kepala.

Yuri tersenyum sedih mendengar pernyataan polos Soojung. Dia tidak tega melihatnya kelaparan seperti itu. Beruntung Yuri sempat memesan ramyun untuk dibawa pulang.

“Ah, kebetulan unnie membeli ramyun. Ayo kita makan bersama.” ajak Yuri yang seketika membuat Soojung teringat akan permintaan Jessica.

“Maaf Yuri unnie… Aku tidak bisa… Karena unnie memintaku tidak boleh dekat-dekat dengan Yuri unnie…”

“Kenapa?” tanya Yuri tidak mengerti.

“Aku tidak tahu…”

Yuri lalu melepaskan pelukan Soojung dan memberikan ramyunnya kepada gadis itu. “Soojung-ah, ini untukmu.”

“Tapi Yuri unnie…”

“Unnie-mu memang meminta agar kau tidak dekat-dekat denganku tapi dia tidak melarangmu untuk menerima sesuatu dariku bukan?”

“I-iya…”

“Jadi ambillah.”

“Terima kasih unnie…”

“Ya. Sekarang kau masuk dan makan ramyunnya sebelum dingin, okey?” Soojung kembali mengangguk dan tersenyum. “Selamat malam Soojung-ah.”

“Selamat malam Yuri unnie!” Tanpa Yuri sadari, Soojung dengan cepat mengecup pipinya. “Aku sayang unnie…”

Kemudian Soojung pun berlari masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Yuri yang masih tertegun sambil memegang pipinya.

———

“Jessica~”

“Ya? Ada apa Madam Jo?”

“Ini.” JoKwon memberikan secarik kertas kepada Jessica. “Itu alamat klien yang harus kau layani besok, paham?”

“Iya Madam…”

“Bagus. Persiapkan dirimu dan jangan sampai kau terlambat.” ujar JoKwon yang kemudian berlalu dari hadapan Jessica.

Wanita itu hanya bisa menghela nafas dan kembali membaca alamat yang tertera di atas kertas. Namun raut wajahnya mendadak berubah saat melihat nama sang klien.

“Kwon Yuri?”

-TBC-

Seems will be longer than I expect… LOL~ But still like I said before, I’ll focus to this story and make it finish as soon as possible. Okay, first thank you to my lovely readers for your comments and also please stay healthy, don’t get sick. ><
Well, that’s for today and I will update again next week. So please be patient. Have a nice day~ 🙂

54 thoughts on “Portrait of Beauty [Part 2]

  1. kereeenn .. kereenn .. kerenn ..

    yaa knpa pembicaraan tae dan yul tidak dilanjutkan??? kan ngegantunginn .. 😦

    sedihh bangett liat jessi punya kerjaan kaya gitu ..

    yuull dapatkan sica .. fighting!!! i’m with you ..

    lanjutt eonni ..fighting!!

    #ex YonnsicTaeny

  2. Ngakak pas ada dialog “madam jo” hahahaha…

    arghh… Sica, kenapa larang soojung deket sama yul, itu soojungnya kasian. Sumpah!! Masih kecil, polos, nggak punya temen, sendirian pula.. Ckckckc miris banget
    O’ow yul orang kaya toh, udah yul kan banyak uangnya tebus (?) aja jessica nya.. Oke oke oke
    Dan taeny! Haha cemburunya bisa gantian gitu..

    Lanjut eonni.. Fightiiiiiiiiing ^^

  3. unnie~ aq suka FF unnie yang ini ………………………………………..
    bagus………….apalagi sambil dengerin bgm yg num 1 itu, ya walopun aq kgag ngarti artinya,, wehehehehe
    eh btw maap unnie lgsung coment disindang di part dul, maren blom smpt baca.
    oy judul lagunya apaan syp yg nyanyi ini unn langsung ke DL soalnya? *ups maap jadi nglantur*

    tapi serius unn ini ff unnie yg paling aq suka (yg laen soalnya kadang lama aq mudengnya) *eh jujur bgt deh ini kekekeke

    tadi sempet seneng pas bc prtma2 di part atu, itu aq kira unn bikin cerita pake eng ver,, *ya walopun aq sndiri kgag bgitu becus dan menguasai bhasa tersebut, tapi keknya lebih keren gt,,wkwkwk maklum tongkrongonnya uda kbnykn di aff ssf, wahahaha (siapa gurunya~~ nunjuk author) eh ini bukan brrti aq ngga bangga ma bhasa nasional kita,,hehehe nglantur lagi deh aq’nya

    udah deh klo sica ngga mau sama aq aj~ item ama item itu lebih lumer, daripada kesannya yul pedo gt ngedeketin soojung mlu *eh tapi itu pan ada mksudnya y unn
    yasalam kok aq coment nglantur gni sih~ udah ah,,,
    aq pamit dulu ya kakakku yg cantik~(kakak2,kpn lu nikah sm adek gw??*nglantur maning deh sy)
    mkasi uda bikini ff yg cucok marcodot di 121212.. papay~ :**************************

  4. duh..
    penasaran..
    agak lucu juga jokwon dipanggil madam xD
    karena dritdi ngebahas ramen jadi pengen makan :3
    astaga penasaran akan kelanjutannya..
    update soon’-‘)/

  5. iyaaaa ini panjang kakak..
    Puas bacanya..hhehe
    Kasian ama soojung sendirian gt..
    Itu tae bocorin apa??
    Next chap endingkah?
    ditunggu kakak..

  6. ah makin keren ceritanya serius loch aku..
    Kasian soojung kesepian cup cup jgngan sedih ya *gajeyaaku*
    di sini yul cool bgt di candain pun respon ny kaya gituh aduh..
    Untung gak ada adegan kaya di part.1 jd gak terlalu galau Asik sica mau ketemu yul lagi.keke

    maaf ya lw coment aku gaje sangat
    intinya ff ini kereeen
    tak sabar menanti kelanjutan nya..
    lanjukan hehe FIGHTING.!! 🙂

  7. Ko aku lebih feeling sama SooJung ya drpd ke Sica dr chap ini sama yg pertama.. O.O
    Sumpah kasian si SooJung hhh~
    Alright, mgkn aku aneh #abaikan

    Nih masih ada harapan si Sica, si Yuri coba aj kembali ke keluarga nya trus langsung beli si Sica di tempat prostitusi itu, selesai deh~
    Tp si Yuri bakal ninggalin profesi nya dan mmg perkataan jauh lebih mudah drpd melakukan.. =___=
    Nah next ff sama kyk pemikiran aku di atas ato kyk gimana nih?
    Aku tunggu aj dh~

    Over all, jujur aj aku jd makin pnasaran ending nya hahaha~ #abaikan
    Serius nih smw yg unppo tulis sprti nyata.. OAO #okengawur
    Then, ganbatte unppo~
    Gomawo udh kasih tau aku update-an nya~
    Aku tunggu nih ending chapter sad or happy.. T^T
    Plus dgn rasa pnasaran hahaha #abaikan(lagi)

    Okay satu lg *lempar ingus*
    Hahahahaha #escape

  8. Ah, ga rela ngliat sica pmer2in tbuhnya ke ahjusi2 tu. Kwon Yul, cpt slamatkan sica!
    Kacian skali lil jung, slalu ksepian.
    Lnjt thor, dtggu!

  9. mian unnie baru bisa komen.

    unnie aku suka banget ama alur ceritanya, kesentuh banget ama kehidupannya jessica. krystal juga, aku pernah ngerasain jadi krystal di PHP in gitu *lol *curhat #BUAGH

    Lanjut unn, ga tega rasanya T^T

    Unnie jjang daebak !!~~

  10. madam Jo xD ngakak.
    eh ngapa tuh sica blushing gegara digodain tentang yul’-‘)? hayooo
    krystal kasian banget padahal sica nya uda janji ,mana dia gak boleh main sama yuri pula.
    dan jengjengjeng ,sang klien ternyata adalah kwon yuri.
    coba kita liat apa yang akan terjadi selanjut nya.

    ditunggu. fighting’-‘)9

  11. Annyeong,,,,,,,
    ——
    Hheh,,Sicaaaa ,,hadoh gk bsa byangin dah ktika sica eonni kyk gtu,,tpi gk mau byangin juga,,,,hha
    Tpi klo yng d byangin Hyuna Sih bsa aja,,,#plakkkk
    Uuuh,Soojung Kecil bneran Ngegemesin dahh,,
    Waww,emang pesona Yuri gk bsa d hndarii,,,
    ,dia cantik juga tampan….><
    –l—–
    Pasti brhasil dah buat Jessica jadi model nya Yuri,,udh byar mahal yuri nihhh,,,kekekeke

    Bneran penasran next chapter nyaaah,,,,
    SEMANGAAATT kaa,,,^_^

  12. Keren deh… Tapi tega banget sica ngebatalin janjinya ama krystal udah gtu krystal gak boleh dket” ama yuri lgi.. Tolong sica tinggalkan pekerjaan mu itu

  13. Jngankan yuri,, aq aja gk rela ngliat sica hruz nglakuin hal kyk gtu,, apalagi yul yg seobang’a sica >.<
    ayo yul,, apapun yg akn trjadi,, jgn nyerah bwt dpetin sica jdi modelmu, truz keluarin sica dri dunia kelam'a..
    Aq bner" gregetan bca nie ff.. Next chap jgn lma" eon,, caaww 😉

  14. Sumpah gak tega liat Sica ditonton oleh orang orang hidung belang >< soojung ayo bantu Yuri biar deket sama Sica!!!
    Oh Yuri udah bayar ke si Jo? Bagus deh, abis itu bawa sica sama soojung nya kabur ya 😄

    Thanks for the update 🙂
    Keep waiting ^^
    Hwaiting

  15. Pembicaraan tae ma yul’y gantung tuh thor.. ternyata yuri tuh tajir ya haha 😀
    eh soojung masih kecil udah cium2 dsar genit.. gkgkgk tp tetep lucu 🙂
    Klien sicca berikutnya yuri?? owowow #otakyadong

  16. Asik deabak dah ceritanya makin gantung yulsicnya,,, lucu pas bagian taeny hehe
    Puas bgt baca part ini lumayan panjang hehe

  17. Eakzzzzzzzzz Yul mesen sica(?) adoooh kasian bgt sama jessica ;; yul cepatlah tolong sica… update soon kak ^^ mangaaat

  18. ekh it serius sih yul yg menyewa jessica? wew yuri memang pintar~ disini jo kwon jdi yeoja y? wkwkwk lucu2 madam jo kwon. wkwkwk ceritanya daebak thor semakin dapat feel konflik dan sisi karakter kedua tokoh utama. ditunggu klnjtnnya~

  19. ehem.. gara2 author aku jadi laperrrr bgt gara2 baca trus2an tulisan ramen.. jd ngiler kan…
    gara2 author.. aku jd penasaran to the max..
    hehe
    SEMANGKA!

  20. Jadi yul suka sama sica atau sama soojung sih *eh hhh madam Jo aku giles juga nih –” yuri berjuang! Keluarkan jessica dari situ

  21. wuahhhh daebak deh cerita kamu thor,,,,cepet d lanjutin ya,,,,,mian aku baru komen dddddddddddd sini,hehehehehehehehe..
    fighting thor…

  22. Annyeong i’m new reader 🙂
    Good story thor (y) sorry baru comen disini ,di chap sbelomnya ga sempet gara” ngebet pgen baca part ini
    Kasian ama jungsis menderita bgitu 😦
    Pnasaran ama latar blakangnya sica ,cepet update ya thor

  23. WAAAAAAAAAAA good idea yul!! kalo clientnya sica itu yul mah g masalah. no problemo jinja! ehehehehehe

    miris bgt soojung sllu nungguin sica pulang dg kondisi kelaparan n sndirian. untung ada goddess YUL! muhahahaha. sicaaaa, jgn larang soojung maen sm yuri dong. sica have to know that yuri don’t have any bad intention toward u & u’r little sister malah sbaliknya, she will always be the knight in shinning armor for jungsis!

    ahh, i can’t wait, bakal pgimane prtemuan sica n yuri ntarnya.

    unnie!! hurry up UPDATE yak! 😀
    i love this update!! n you always jjang unnie!

    sampe ktmu di update-an slnjutnya un! love u!

  24. Uweeeeeeeeeeee~ 😄 *MUNTAH PELANGI, TEBANG NAIK KUDA PONI, LANGIT PENUH PELANGI* lol

    huanjeeeeeeeeer !! keren kak FF nya !!
    hahaha.. tunggu deh.. aku pernah baca FF yang Yuri jadi pelukis juga dan ternyata Sica itu dari jaman dulu gitu.. itu ff buatan mu juga ga sih kak ?? pas baca part 1 POB aku kira ini ff lanjutan itu.. aku lupa.. 😐

    tapi ini keren !! ngebayangin JoKwon jadi mucikari bikin ngakak !!! 😄 lol
    itu btw, Krystal umur berapa tuh ?? kejam bener sica ninggalin bocah kecil malem-malem sendirian.. 😐

    oke.. aku jadi penasaran sama part 3 !! kemarin sih aku liat di twitter mau di protect yee part 3 nya ?? tell me ya kak nanti kalo update^^~ hehehe..
    kalo pun RATED pt.3 nya aku udah DEWASA kok !! *kedip kedip* mwehehehe..
    C’yaa~ in part 3~

  25. hhuuaaaa,,,, semoga takdir jessica berubah dengan adanya yuri….
    sicca nasibmu begitu tragis, keren bgdtt deh…
    walaupun ceritanya serem bgdttt untuk dibayangkan tapi ini bner” keren, brasa bgdtt aku bacanya, hati tercabik-cabik….

  26. -sesuatu yg tak terduga sulit buat diduga-

    sebagai seorang reader pendapat buat ff ini “keren” wlpn “sulit d duga”
    nice ff..

    part 3 nya g nemu.

  27. OMG O.O Kwon Yuri Klien Jessica O.O *ngayal mereka yadongan* ._______.v

    nggak ada sweet moment YulSic :3

    aaahh SooJung ngemesiiiinnnn >______<

    aih aih apa sih rahasia Jessica, oy unni apa sih rahasianya??? Apa sih taeng??? Apa?? Apa??? Apaa?????

    Tunggu chap 3 ya :3

    cemangat xD

  28. FFnya makin keren aja eonni doh SUKA SUKA apalagi yulsic castnya…

    baca part 1 sama ke 2 jadi
    bayangin soojung kasian ia bocah sekecil itu(?) dikucilin temen2 sekolah, dirumah ga punya temen, tambah ga boleh deket yul udah kek sebatang kara sering ditinggal pula ckck

    kira2 yulsic jadian ga ya? smoga jessica tersepona dengan kegantengan yul #apaini

    maaf jejaknya aneh, can’t wait for next part xD fighting eon!

  29. Anjriitt ngakak gw jokwon dipanggil madam…hahahaha
    itu trnyata sica ada tmnnya yg sm2 jd wnita panggilan..gyuri hyuna..aigooo…ngga tega..

    Hmm yuri ngbooking sica..?? Oh my..seruuu ini..!! XDD

  30. Fany bcanda na pke muka serius sih jd yul na bengong deehh *poor fany* heyhee

    Wah yul berhsl “pesen* sica??? Jd penasaran deeh??
    mksh^^

  31. SOOJUNG#tereakpaketoak
    kau imut sekali nak.. Ayo bantuin Yuri buat dekat onnie-mu biar yuri jadi onnie iparmu

  32. aku agak sdikit gak ngerti knp sica gk mw dkt2 sama yul ya? mmgnya knp bsa gitu?
    klien sica berikutnya itu yul ! kok bisa?? yul kereeen. .
    pasti mahal bgt tuh wkwkwk

  33. kasian soojung, dia slalu kesepian tp untungnya ada yuri unnie:-):-):-):-)
    duh gak sabar nunggu prtemuan yulsic:-):-):-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s