Friends [Drabble]

Er… This is just drabble and maybe too mainstream but who care. Sorry for grammar typo~ Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Friends [Drabble]~

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance, Friendship

Cast: Krystal & Sulli (JungLi)

———

“Pergi!!!”

“Tapi—“

“Kami tidak sudi bermain denganmu!!!”

Seperti biasa, tidak seorang pun mau bermain dengan Soojung. Baik di sekolah, mau pun di lingkungan tempat tinggalnya, keberadaannya selalu ditolak oleh teman-teman sebayanya.

“Omma… Appa…” isak Soojung meratapi nasibnya.

Sejak kepergian kedua orang tuanya, Jessica-lah yang menggantikan mereka untuk menjadi tulang punggung keluarga demi membesarkan Soojung. Ya, saking sibuknya bekerja, Jessica tidak pernah menyadari betapa kesepiannya sang adik. Terlebih semua orang tahu apa yang menjadi pekerjaan Jessica Jung yang tidak lebih dari seorang wanita panggilan.

Secara tidak langsung, pekerjaan tersebut berefek pada Soojung. Hampir semua teman-temannya diperingatkan oleh orang tua mereka masing-masing untuk menjauhi Soojung. Mereka tidak ingin sang anak bermain dengan adik dari wanita rendahan seperti Jessica.

Soojung yang masih kecil tentu saja tidak mengerti. Yang dia tahu hanyalah bermain. Bermain dengan teman sebayanya. Meski Soojung dikucilkan, gadis kecil itu tidak pernah mengeluh kepada Jessica karena dia tahu jika sang kakak pasti sangat lelah bekerja. Baginya Jessica merupakan sosok kakak yang sangat baik dan penyayang. Soojung sangat mengidolakan Jessica.

“Hei, kenapa kau menangis?”

Seorang anak kecil datang menghampiri Soojung. Anak perempuan yang kurang lebih sebaya dengan Soojung itu lantas mengeluarkan saputangan miliknya dan kemudian memberikannya kepada gadis yang sedang menangis tersebut.

“Ini, pakai saja.” ujarnya sambil tersenyum yang tanpa sadar mengeluarkan eye-smile.

Soojung sedikit sungkan kepadanya karena dia takut jika anak perempuan itu malah mengerjai dirinya seperti yang biasa terjadi selama ini.

“…”

“Kenapa?” tanyanya heran. “Ambil saja, tidak kotor kok. Lihat.” Dia pun memperlihatkan saputangannya dan merentangkan saputangan itu di hadapan Soojung. “Bersihkan?”

Soojung mengangguk dan pada akhirnya memberanikan diri menerima saputangan tersebut, meski masih ragu.

“Terima kasih.”

“Sama-sama.”

Keduanya memutuskan untuk duduk di salah satu bangku taman yang kosong. Sementara Soojung sibuk menghapus air matanya, gadis kecil ber-eye-smile hanya bisa mengamatinya secara diam-diam.

“Ada apa?” Soojung seketika sadar jika sedari tadi dia terus diamati.

“Tidak.” balasnya menggelengkan kepala. “Er… Kenapa kau sendirian? Kau tidak main bersama teman-temanmu?”

“Aku tidak punya teman… Tidak satu pun dari mereka mau bermain denganku…” lirih Soojung berusaha tetap tegar.

“Oh…”

“Kau sendiri juga kenapa sendirian? Apa kau tidak ikut dengan yang lainnya untuk menjauhiku?”

“Huh? Apa maksudmu?” tanyanya tidak mengerti dengan pertanyaan Soojung.

“Kau pikir aku tidak tahu. Kau pasti mengasihaniku karena tidak ada seorang pun yang mau bermain denganku.” Mendadak Soojung menaikkan nada suaranya yang membuat gadis asing itu terkejut. “Pergi! Aku tidak butuh belas kasihanmu!” pekiknya lagi sambil melempar saputangan milik gadis tersebut.

Soojung bergegas meninggalkannya dan beranjak pergi, namun dengan cepat langkahnya dihentikan oleh gadis yang ternyata lebih tinggi dari dirinya itu.

“Tunggu. Sepertinya kau salah paham.”

“Lalu apa maumu???”

“Aku ingin bermain bersamamu.” jelasnya singkat kepada Soojung.

“Lucu sekali.” ujar Soojung menyeringai. “Aku tidak sudi! Lepaskan tanganmu!”

Sayang, semakin Soojung ingin melepaskan diri, semakin kuat gadis asing itu menggenggam tangannya hingga akhirnya dia pun menyerah.

“Kau sudah tenang?” tanyannya yang tidak dibalas oleh Soojung. Melihat Soojung tidak menjawab, dia lalu melepaskan genggamannya dan menghela nafas. “Okey, aku minta maaf karena telah memaksamu untuk bermain…”

“…”

“Sebenarnya aku datang dari Seoul dengan sepupuku yang kebetulan sedang ada urusan… Jadi aku tidak tahu…”

“…”

“Hmm… Aku—”

“Pantas selama ini aku tidak pernah melihatmu.” potong Soojung. “Kupikir kau sama seperti mereka yang menghindariku…”

Gadis itu kembali mengeluarkan eye-smile. “Tentu saja tidak. Justru aku heran, kenapa mereka tidak mau bermain dengan gadis cantik sepertimu? Ckckck, aku jamin mereka pasti akan rugi dan iri padaku.” ujarnya penuh percaya diri.

Soojung tertegun mendengar pernyataan teman barunya karena beru kali ini ada yang memujinya selain sang kakak. Entah apa yang terjadi, namun tiap kali Soojung menatapnya, jantungnya berdebar kencang.

Eh? Ada apa dengan jantungku…

“Oh ya, siapa namamu?”

“Huh? Aku… Jung Soojung…”

“Aku Ssul. Salam kenal Jjung.”

“I-iya…”

Kemudian Soojung segera menepis perasaannya dan bermain bersama Ssul sampai pada akhirnya langit mulai beranjak senja. Ini artinya Soojung harus segera pulang ke rumah sebelum Jessica mencari keberadaannya. Mendadak ada perasaan sedih di hati Soojung karena harus berpisah dari Ssul.

“Jjung…”

“Hmm?”

“Terima kasih sudah menemaniku bermain.”

“Sama-sama.”

Sesaat Soojung dan Ssul terdiam. Hanya suara derik ayunan yang sedang mereka naik yang terdengar jelas.

“Ssul…”

“Ya?”

“Apakah kita bisa bermain lagi?”

Ssul dengan cepat mengangguk. “Tentu saja. Karena Jjung adalah temanku.”

“Janji?”

“Iya, aku janji.”

Keduanya lalu saling mengaitkan salah satu jari kelingkingnya sebagai tanda pengikat janji di antara mereka.

“Oh ya, ini saputanganmu. Terima kasih banyak.” Soojung mengembalikan saputangan milik Ssul. “Maaf aku menjatuhkannya…”

“Kau simpan saja.” tolak Ssul lembut. “Kelak sapu tangan itu yang akan menggantikanku sampai aku kembali menemuimu dan menepati janji kita.”

“Ta-tapi…”

“Kenapa? Kau tidak suka?”

“Bukan begitu… Tapi… Aku tidak punya sesuatu untuk kuberikan padamu…”

Ssul kembali tersenyum. “Kau tidak perlu memberikanku apa-ap—“

Tanpa memberikan kesempatan Ssul menyelesaikan ucapannya, Soojung dengan cepat mengecup pipinya.

“Kuharap kau menyukainya…” gumam Soojung malu-malu.

“Ah… Aku…”

Mendadak ponsel milik Ssul bergetar, sebuah pesan singkat menyuruhnya untuk segera menemui sang sepupu. Ssul pun menghela nafas. Sudah saatnya dia harus pulang ke Seoul.

“Jjung… Aku harus pulang…”

“Ya… Sampai jumpa Ssul… Terima kasih atas semuanya… Terima kasih telah menjadi temanku meski hanya sehari…” Soojung mulai tidak kuasa menahan air kesedihannya.

“Pejamkan matamu Jjung… Dan jangan kau buka sampai aku menyuruhmu membukanya…” pinta Ssul.

“Okey…”

Soojung tanpa ragu langsung memejamkan kedua matanya. Dia penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Ssul.

“Jjung… Aku pasti akan kembali… Love you…” bisik Ssul sebelum akhirnya mengecup bibir Soojung dan dengan cepat menghilang dari hadapannya.

Soojung yang terkejut pun segera membuka matanya. Namun belum sempat dia ingin mendengarkan penjelasan Ssul dengan apa yang baru saja dilakukannya, gadis ber-eye-smile itu sudah berlari sangat jauh.

“Ssul…”

Kini giliran Soojung yang tidak berkutik hingga sayup-sayup terdengar suara seseorang memanggil namanya.

“Soojung-ah! Sedang apa kau sendirian di situ?” teriak Tiffany memanggilnya. “Ayo kemari, aku akan meminta TaeTae untuk membuatkan ramyun special untukmu. Kau pasti lapar.”

“I-iya.” sahut Soojung tersadar dan bergegas menghampiri Tiffany.

“Soojung-ah, apa kau sakit?” tanya wanita ber-eye-smile itu cemas.

“Tidak, aku tidak sakit Fany-unnie. Memang kenapa?”

“Tapi kenapa wajahmu merah?”

“Aku tidak tahu.”

“Ya sudahlah kalau begitu. Ayo kita pergi dan kuharap si shikshin itu sudah pergi dari tempat ini atau aku harus kembali membeli bahan makanan yang telah habis dia lahap.” keluh Tiffany kesal sambil menggandeng tangan Soojung.

“Ya.”

Hari itu mungkin hanya hari biasa, tapi bagi Soojung, hari itu merupakan hari yang sangat istimewa. Karena untuk pertama kalinya dia mendapatkan seorang teman dan…

Sampai jumpa lagi Ssul…

-FIN-

Okay, I’m bored… So I decided to write this story. Yep, you can say this as side story from my previous ff, POB. Why not Amber? Sorry dude, I ship JungLi, kekekeke. Alright, time to me to leave. I really need an inspiration right now… =___=
Well, see you soon my dearest readers. Thanks for reading and stay healthy. 😉

Advertisements

25 thoughts on “Friends [Drabble]

  1. ah so sweet deh jujur baru kali ini baca ff jungli #gakgaulya?
    Buat lg dong.hehehe
    cium pipi di bales cium bibir ih wow kecil2 ya.keke
    untung c kaka gak tau lw enggak wah…

    Aru fighting 🙂

  2. unppo!!
    sumpah itu nanggung… OAO
    eh nanggung ato emg aku yg krg sm ff JungLi ya aaaaaaaaa~~
    aku jd ketagihan baca ff JungLi masa.. T^T

    ayo unppo buat ff JungLi lg yayayaya~~ XD
    hahahaha di bikin lebih panjang bakal ajib tuh~

    btw gomawo udh ksh tw update nya~ ^^
    take care and keep health #okesip
    ganbatte unnie~
    jgn lupakan ff mu yg msh ad TBC nya.. =__=
    never makes me disappointed with every your ff kekeke kasih ingus~
    #escape

  3. aiisshhh krystal sama sully gemesin bangett … masihh kecill udahh pintarr cium-ciumann … kekeke’

    lanjutt eonni .. FIGHTING!!

  4. huaaa keren.. sisi lain dr ‘potrait beauty’.. aku suka thor krn aku juga jungli shipper #gananya
    Gimana kalo ini dijadiin ff juga thor?? coz kan jarang2 ada ff jungli.. cuma saran loh..

  5. Annyeong,,,,,,,,,,
    Whh,kereen ka ..,Bneran dah,,
    Baru pertma emng bca FF JungLi,,hadooh bnneran bgus,,,
    – – – – –
    Aigooo~
    Anak sepolos mreka bner” yah,,
    Cium nya Ssul sesuatu emng buat SooJung,,,,
    Ahh ,bner” Sweet dah mreka,,,,,
    Byangin nya jadi lucu Sndiri ,
    Daebakkk,,,,
    – – – – – –
    SEMANGAAAAAAT kaa~

  6. Waah.. Ini Pob tpi dri sdut pndang’a krystal yak? Bgus” ☺
    tapii…. Sprti yg dirimu blg eon,,
    knapa bukan Amber….??? T___T #deritaseorangkryber(lebay)

    ff’a cpetan d lnjut dunk eon,, ttp semangadt.. Caaww 😉

  7. dan tebakan g benar, authornya JungLi shipper, yakk para kryber pada patah hati~ termasuk gw T^T, drabbel ini lanjutan dari portrait of beauty ya? menceritakan kisah si baby jung dengan jodohya, #eaa. so sweet nbanget ciuman selamat tinggal. hhahahah daebak ceritanya, ditunggu karya karya selanjutnya

  8. Wow cool,finally you made it.Have been waiting for a long time. This’s my first time to read fiction in bahasa. Try to write in english lah… Hwaiting byun!!….

  9. yulsic co cweeet. Pairing ne slalu mmbuatqu ngiri. Ah, tp td paz di awal2 kacian bgt sicanya. Trnyt prnh dt0lak ma taeng. Hikz!
    Smangat th0r! Dtggu krya slanjutnya!

  10. jd inget cerita2 kayak film a millionaire’s
    first love ..
    mau balik lagi demi menuhi janji d masa lalu, kirain alur crtanya g jauh beda dg film itu tp eh kepotong ceritanya, nanggung sebenernya.
    tp ceritanya sweet dah~ //kadang cerita yg ‘nanggung’ itu bisa jd cerita yg sangat berkesan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s