Only For You [Drabble]

My first fanfic in 2013. Sorry for grammar typo~ Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Only For You [Drabble]~

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance, Comedy, Friendship

Cast: Krystal & Sulli (JungLi)

———

“Hei, Jjung! Kau belum pulang?”

Pertanyaan Sulli sesaat mengalihkan perhatian Krystal yang sedang sibuk mengutak-atik notebook miliknya. Padahal sudah sejak tadi bel pulang sekolah mereka berbunyi.

“Aku ada rapat dengan dewan kelas.” jelasnya singkat kepada Sulli. Kemudian pandangan Krystal kembali tertuju pada layar monitor. “Kau sendiri, kenapa belum pulang Ssul?”

Sulli tersenyum sambil merapikan barang-barangnya ke dalam tas. Dia tahu betapa sibuknya Krystal yang belum lama ini terpilih menjadi salah satu pengurus dewan kelas.

“Aku ada latihan basket.” ujar gadis ber-eye-smile itu.

“Oh.”

“Kalau begitu, aku duluan ya. Sampai jumpa besok. Bye Jjung.”

Krystal hanya mengangguk tanpa menatap Sulli yang berlalu dari hadapannya.

———

“Hujan…” keluh Krystal yang kini tengah berdiri di pintu masuk gerbang sekolahnya.

Rapat dewan sekolah membuat Krystal harus pulang terlambat. Hujan yang turun semakin lama semakin bertambah deras hingga membuatnya tidak bisa segera menginjakkan ke rumah. Mau tidak mau, dia terpaksa menunggu sampai hujan benar-benar berhenti. Dalam hati, Krystal menyesal karena tidak mendengarkan nasehat sang kakak untuk membawa payung.

Harusnya aku mendengarkan omongan Sica-unnie dan tidak menganggap remeh berita perkiraan cuaca hari ini.

Tanpa disadari oleh Krystal yang sedang termenung meratapi nasib, seseorang datang menghampirinya.

“Lho Jjung, kau belum pulang juga? Bukankah rapatnya sudah selesai?”

Kehadiran Sulli yang tiba-tiba membuat Krystal terperanjat dan langsung memukul lengan gadis berambut pendek tersebut.

“Aish! Ssul! Kau hampir saja membuat jantungku copot!” bentak Krystal emosi.

“Auch… Maaf…” gumam Sulli sambil mengusap-usap lengannya yang sakit akibat pukulan Krystal. “Aku tidak bermaksud mengagetkanmu…”

Suasana pun berubah menjadi hening, yang terdengar hanyalah suara derasnya gemuruh hujan. Dilanda rasa bersalah karena telah memukul Sulli, akhirnya Krystal pun angkat bicara.

“Lupakan… Aku juga minta maaf karena telah memukulmu. Kau tahu? Reflek.”

“Okey, thanks.”

“Dan jangan pernah kau mengulanginya lagi. Aku tidak suka dikejutkan.” Kali ini Krystal memberi peringatan yang kemudian dibalas anggukan oleh Sulli.

Setelah itu, keduanya pun kembali terdiam hingga beberapa saat kemudian giliran Sulli membuka pembicaraan.

“Kurasa hujan akan berlangsung cukup lama.” ujarnya tersenyum sambil menunjuk ke arah langit yang masih tampak gelap.

“Ya… Kau benar…” Krystal memandangi langit dengan tatapan sedih. Sepertinya hujan akan semakin deras… Apa yang harus aku lakukan? Appa dan omma tidak mungkin aku hubungi karena mereka sedang di luar negeri. Oh ya, Sica-unnie! Tapi… Hari ini dia sedang sibuk mengadakan penelitian bersama teman-temannya dan aku tidak boleh mengganggunya… Bagaimana ini?

“Hmm… Ini.” Sulli memberikan payung miliknya kepada Krystal. Sekejap, gadis itu tersadar dari lamunannya.

“Huh?”

Sulli tertawa kecil saat melihat raut wajah Krystal yang tampaknya masih tidak mengerti maksudnya. Dia lantas meraih tangan kanan Krystal untuk menyerahkan payung kepunyaannya.

“Kau pakai saja.”

“Ta-tapi kau???”

“Sampai jumpa, Jjung.” ujar Sulli yang dengan cepat menerobos derasnya hujan dan perlahan-lahan menghilang dari hadapan Krystal.

“Ssul…”

———

Keesokan harinya, Krystal yang ingin mengembalikan payung milik Sulli sekaligus berterimakasih kepadanya harus menelan kekecewaan ketika mengetahui Sulli tidak masuk sekolah karena jatuh sakit.

“Gara-gara aku, anak itu jatuh sakit…” gumam Krystal menyalahkan diri sendiri. “Ssul… Kenapa kau…”

“Selamat siang.” sapa seorang gadis asing mendatangi Krystal. Aku, Kang Jiyoung dari klub basket.” ujarnya memperkenalkan diri.

“Selamat siang, Jiyoung-ssi. Aku Krystal, ada yang bisa aku bantu?”

“Aku ingin menemui Choi Sulli. Apa dia ada?”

Krystal hanya menghela nafas saat mendengar pertanyaan Jiyoung dan kembali merasa bersalah.

“Maaf, tapi… Choi Sulli hari ini masuk… Dia sakit…”

“Sakit?!” pekik Jiyoung terkejut.

“Ya.” Krystal mengangguk pelan. Sejenak dirinya memandangi tempat duduk Sulli.

“Aigoo~ Kenapa dia tidak memberi kabar sama sekali? Padahal kemarin aku sudah memberitahu kalau hari ini ada latihan pertama klub basket setelah libur panjang. Apa lagi dalam waktu dekat ini akan ada kejuaraan antara sekolah.” keluh Jiyoung yang tanpa sadar ikut curhat. “Okey, baiklah. Kalau begitu aku permisi dulu. Terima kasih banyak atas informasinya, Krystal-ssi.”

Namun ketika Jiyoung akan beranjak meninggalkan kelas, Krystal mendadak menghentikan langkahnya. “Tu-tunggu sebentar!”

“I-iya?”

“Apa yang kau maksud dengan latihan pertama? Bukankah kemarin kalian ada jadwal latihan basket.”

Jiyoung menggelengkan kepala. “Tidak. Kami baru resmi memulai latihan hari ini.”

Krystal akhirnya menyadari sesuatu setelah mendengar ucapan Jiyoung barusan, sesuatu yang mungkin berkaitan erat dengan Sulli.

“…”

“Er… Apa ada lagi yang ingin kau tanyakan padaku, Krystal-ssi? Soalnya aku harus—”

“Ti-tidak. Hanya itu saja dan terima kasih, Jiyoung-ssi.”

“Ya, sama-sama.” Jiyoung pun bergegas menuju ke kelasnya karena waktu istirahat telah selesai. Jika itu benar, lantas kemarin kenapa dia…

———

“Dia ada di kamar, kau masuk saja.” ujar Sooyoung, kakak sepupu Sulli mempersilahkan Krystal. “Jika kalian butuh sesuatu, aku ada di dapur.”

Krystal mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar Sulli. Dengan hati-hati, dia memasuki kamar tersebut. Krystal bisa melihat Sulli kini tengah tertidur pulas, meski keringat membasahi hampir di seluruh tubuh gadis itu.

“Nggg…” gumam Sulli tanpa sadar ikut mengubah posisi tidur.

“Ssul?” panggil Krystal pelan dan kemudian duduk di samping tempat tidur sambil memandang wajah Sulli yang pucat. “Aigoo…” Krystal lantas mengambil baskom yang berisi  air dan handuk di atas meja kecil di sebelah tempat tidur Sulli.

“Hmmm…” desah Sulli saat Krystal mengompres keningnya. Rupanya rasa dingin yang diakibatkan dari kompres tersebut membuat Sulli tersadar. “Jjung??? Sedang apa kau di sini?!” tanyanya terkejut dengan setengah membuka mata. Menyadari kehadiran Krystal, Sulli pun mencoba bangkit.

“Minumlah.” Krystal menyodorkan Sulli segelas air. Tanpa ragu, gadis itu pun langsung meminumnya hingga habis.

“Thanks.” Krystal lalu membantu Sulli kembali berbaring ke tempat tidur. “Er… Jjung…”

“Aku kemari ingin menngucapkan terima kasih dan mengembalikan payung yang kau pinjamkan padaku kemarin juga menyerahkan catatan beserta tugas hari ini agar bisa kau kerjakan.”

Sulli yang sebenarnya berharap lebih dari itu hanya bisa merasa sedih setelah mendengar penjelasan Krystal. Dia pun berusaha menutupi kesedihannya dengan mencoba tersenyum. Ya, selama ini tanpa diketahui oleh siapa pun, Sulli diam-diam menyimpan perasaan khusus terhadap Krystal. Entah apa yang membuatnya tertarik pada sosok gadis yang terkenal sangat dingin tersebut.

“Sekali lagi… Terima kasih banyak Jjung… Maaf kalau aku jadi merepotkanmu…”

“Sudah seharusnya sesama teman saling membantu.”

Sekali lagi, hati Sulli kembali terluka mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari mulut Krystal. Apa boleh buat, memang seperti itulah kenyataannya bahwa gadis yang disukainya belum menyadari perasaannya sedikit pun…

“Ya… Teman…” gumam Sulli pelan.

“Kau kenapa?” tanya Krystal melihat perubahan sikap Sulli yang mendadak murung.

Dengan cepat, Sulli menggelengkan kepalanya. “Tidak, hanya masih sedikit pusing… Kurasa aku harus banyak istirahat…”

Krystal tersenyum mendengar ucapan Sulli. Dia tahu ada yang tidak beres dengan gadis itu dan sengaja bersikap demikian untuk mengoreknya lebih dalam karena ingin memastikan satu hal.

“Oh ya, bagaimana latihanmu kemarin? Kudengar klub basket sebentar lagi akan mengikuti pertandingan.”

Raut wajah Sulli mendadak berubah gugup begitu mendengar pertanyaan Krystal.

“I-iya begitulah… Hahaha…” Sulli mencoba menutupinya dengan tawa dan berharap gadis itu tidak mengetahui yang sebenarnya.

“Kau bohong.” ujar Krystal menatap tajam ke arah Sulli.

“A-apa maksudmu? Aku tidak mengerti…” Sulli segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain karena dia tidak berani memandang wajah Krystal.

“Kang Jiyoung. Dia tadi datang mencarimu dan memberitahu semuanya.”

“…”

“Klub basket baru memulai latihannya hari ini.”

“…”

Sulli tampaknya tidak bisa mengelak lagi dari Krystal karena kebohongannya sudah terbongkar.

“Choi Sulli!“

“Okey! Iya, kau benar. Semua yang telah kau katakan itu benar.” Sulli menjawab dengan menundukkan kepala di hadapan Krystal. “Kemarin memang tidak ada latihan, aku berbohong padamu… Maaf…” lanjutnya pelan.

“Tapi kenapa?“

Dengan segenap keberanian, Sulli akhirnya memutuskan untuk menyatakan perasaannya kepada Krystal. Dia tidak peduli dan pasrah bila gadis itu nanti akan menolaknya.

“Itu karena…” Sulli menghela nafas sekali lagi demi menenangkan diri. “Aku…suka…padamu… Jjung…”

“…”

“Er… Aku tahu kau pasti ti—“

“Bodoh.”

“Eh?”

Tanpa disangka, Krystal merespon pernyataan cinta Sulli dengan mendaratkan sebuah ciuman di pipi sebelah kanan gadis ber-eye-smile tersebut.

“Thank you.” jawab Krystal sambil tersenyum.

Beberapa menit kemudian, Sulli baru menyadari jika Krystal baru saja menciumnya. Perlahan, dia pun meraba pipi kanannya untuk memastikan apakah yang baru saja terjadi adalah kenyataan. Krystal tertawa kecil melihat reaksi lambat Sulli.

“Jjung… Apa kau…” Sulli menunjukkan jarinya ke pipi kanan. “Aku…” Krystal mengangguk.

“Ya.”

Suhu tubuh Sulli mendadak langsung naik secara drastis saat itu juga hingga membuat pandangannya kembali berkunang-kunang dan tidak lama kemudian jatuh tidak sadarkan diri.

“OH SHIT!!! SSUL!!!”

Ya, Sulli pingsan…

-FIN-

HAPPY NEW YEAR 2013!!! Finally 2o12 was over… Well, I got so many good moments last year, especially when I meet SNSD at SM Town INA. I’ll never forget that time and now my next target is GG Tour INA 2013. So guys, better you save your money since now. Thanks very much to all my dearest readers those always visiting, reading also giving comments on my fanfics. Alright! Have a nice holiday and please stay healthy. Love ya~ Bye! :*

PS: I present this fanfic to my byun unnir who always bully my. Sorry unnir, I can’t translate it to English coz I’m too lazy. wkwkwkwkwkwk~ XD

Advertisements

20 thoughts on “Only For You [Drabble]

  1. First? ok, pertama2.. Happy new year thor!
    moga2 karyamu dithn ini bs lbh baik lg #amin
    hehehe

    komen bwt ficnya cm satu: LOL! :p

    Semangka! *kabur

  2. aku puas hahaha walopun one shoot akhirnya… T^T
    allright, smoga wish nya tercapai di thn 2013 trmasuk miara hippo kwkwk~~

    unppo, be better~ ^^
    ganbatte and happy new year~

  3. happy new year author aru
    semoga harapan nya tercapai amin ya’rabb. 🙂
    hahaha ending nya lucu sulli kau malah pingsan..
    Ya ampun jd senyum2 sendri.kekeke
    yeah ini ff pertama yg aku baca thn 2013.
    Fighting kaka 🙂

  4. ff pertama ditahun 2013~ happy new year thor. hahaha sulli pingsan setelah tau dia diterima oleh krystal. wkwkwkwk

  5. Nice story lazy pervy byun author. Review for this story,a little bit flat and easy to guessing about the ending. A lot of their moment out there that can be your references. Put more conflict so it’ll make your reader more curious scene by scene. Btw good job byun. I still waiting for your english version.

  6. Annyeong,,,,,,
    Wow ,JungLi,,,,kren nih FF ,bneran dah….,,,,
    – – – – –
    Sweet juga mreka ya,mskipun aku bkan shiper nyah,tpi suka dah critanya,,,,,,
    Tpi,aku nunggu Potret beauty ,,,,hhee
    Bner” buat pnasran,,,,tpi tunggu ajalah,,,,,,
    So,,skian Comment gaje,,,,,,
    And HAPPY NEW YEAR ,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    Sukses,,and Stay Love SNSD,,,,,,
    Chaww~~

  7. Happy New Year, Kakak..!!!
    Diaamiinin doanya..
    Momen SMTown kemaren emang kece badai..
    Semoga bisa sama2 ngejogrog di GGTourINA..
    Nice post.. Jungli unyuuu..

  8. haha JungLi lucu.. Ssul masa baru dicium dipipi aja udh pingsan.. ahh payah hehe 🙂
    Oh iya Happy new year juga thor… 🙂

  9. huuuuaaa, kembali dengan couple yang unyu….
    gak kebayang unyunya couple ini selain kryber….
    nice deh FFnya….

  10. -Tidak ada hal yg sangat menyenangkan ketika melihat orang lain bahagia-
    komen buat ff nya “seneng liat sulli seneng sampe pingsan pula dia..xD

  11. muahahaha~
    ssul~ssul… aku masih bayangin kamu yg rambut pendek tuh, cocok banget sama ini cerita :p
    kekeke~ dedek Jjung mulai cinta2an nih ceritanya, eaa~ mau yg kryber dong thor ^^

  12. oh yeahhhh!! akhirnya ada juga FF JungLi setelah sekian lama mencari T___T
    tiap nemu FF Krystal pasti pasangannya amber *sakit hati para JungLi shipper*

    dan yah, setelah baca FF ini, mungkin ini alasan kenapa Kang Jiyoung dan Choi Sulli di sebut ‘Giant Baby’, mereka terlalu banyak maen basket .__.
    and, Sooyoung ngapain ke dapur? cari makan? wkwkwk XD

    FF JungLi again juseyoo 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s