The Story Only I Didn’t Know… [Part 5]

Sorry for typo~ Hope you enjoy this chapter~ So enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~The Story Only I Didn’t Know…~ [Part 5]

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance

Cast: Taeyeon & Ji Eun (IU), YulSic

———

“Ji-ji Eun…”

Wajah Taeyeon sekejap berubah pucat begitu mendapati Ji Eun telah mendengarkan semua ucapannya. Tidak ayal lagi, ketakutan yang selama ini selalu dia hindari pun akhirnya benar-benar terjadi.

“…”

“Ji—“

“JANGAN SENTUH AKU!!!” teriak Ji Eun penuh emosi.

“Kumohon dengarkan penjelasanku du—“

“ENYAH!!!”

Ji Eun lantas mendorong tubuh Taeyeon yang mencoba memeluknya dan berlalu dari hadapan mereka berdua. Beruntung Yuri dengan cepat menahan tubuh Taeyeon agar tidak terjatuh.

“Kau tidak apa-apa, Taeng?”

Taeyeon mengangguk dan tersenyum pahit meratapi kepergian Ji Eun. “Aku baik-baik saja… Thanks Yul.” Kini Taeyeon tidak tahu harus berbuat apa agar Ji Eun mau mendengarkan semua penjelasannya.

Melihat kesedihan yang terpancar jelas di wajah Taeyeon, Yuri akhirnya mengerti betapa besar cinta sahabatnya itu untuk Ji Eun. Dia pun memutuskan untuk memberitahukan Taeyeon apa yang sebenarnya terjadi.

“Taeyeon.”

“Hmm?”

“Sebenarnya ada sesuatu yang perlu kau ketahui, mengenai kau dan gadis itu…”

“Apa maksudmu?” tanya Taeyeon tidak mengerti.

Sesaat Yuri menghela nafas dan kembali menatap langit sebelum memulai penjelasannya kepada Taeyeon.

“Akan aku jelaskan yang sebenarnya kepadamu…” ujar Yuri berbisik.

———

Hancur… Hanya kata itu yang bisa mengungkapkan apa yang dirasakan oleh Ji Eun saat ini. Masih terbayang jelas di benaknya mengenai kejadian semalam. Ya, secara tidak sengaja dia harus mengetahui kenyataan pahit itu terlontar langsung dari mulut Taeyeon, orang yang paling dicintainya.

“Kenapa…”

Larut dalam kesedihan rupanya membuat Ji Eun tidak menyadari kehadiran Jessica yang telah memperhatikan dirinya sejak dia mulai menangis.

“Ji Eun.” Suara lembut Jessica memanggil namanya. “Kenapa kau menangis?”

Ji Eun tersentak dan buru-buru menghapus air matanya ketika melihat sosok kekasih Yuri tersebut. Jessica hanya tersenyum kemudian menghampiri Ji Eun.

“Ti-tidak unnie… Aku—” Ji Eun berusaha mengalihkan pandangannya dari tatapan Jessica.

“Kau bohong.”

“…”

“Ji Eun… Kenapa kau menangis?” Jessica kembali mengulang pertanyaannya. Dia tahu ada yang tidak beres dengan gadis itu. “Apa yang terjadi?”

“A-aku…”

Setelah beberapa saat mencoba berbicara, Ji Eun tidak lagi melanjutkan perkataanya. Seakan ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya hingga tidak ada sepatah kata yang mampu dikeluarkan oleh Ji Eun. Yang bisa dia lakukan hanyalah kembali menangis.

“Sudah… Tidak apa-apa…” ujar Jessica sambil menenangkan Ji Eun.

“Unnie… Maaf…”

Melihat Ji Eun yang terus menangis membuat Jessica teringat akan masa lalunya dimana dia hampir saja kehilangan Yuri akibat sebuah kecelakaan di saat keduanya baru memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.

***

*Flashback*

“Seobang…”

“…”

“Yuri…”

“…”

“Kwon Yuri! Ayo bangun!”

Berulang kali Jessica membangunkan Yuri namun hasilnya tetap sama. Gadis itu tidak kunjung membuka mata. Sosoknya kini hanya bisa terbaring di sebuah tempat tidur dengan infuse dan oksigen yang terpasang untuk membantu pernafasan beserta beberapa alat kedokteran untuk menunjang dirinya agar tetap hidup.

“Sica…”

“Soo… Sebenarnya… Apa yang terjadi… Bagaimana bisa Yuri menjadi seperti ini???” pekik Jessica mendadak histeris di hadapan Sooyoung. “Kenapa?!”

Sooyoung memandang Jessica dengan wajah sedih. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menenangkannya.

“Sica… Kumohon tenangkan dirimu…” pinta Sooyoung yang lalu menghela nafas. Dia tidak punya pilihan lain lagi selain memberitahu semua pada Jessica. “Akan aku jelaskan semuanya kepadamu…”

Dia pun hanya bisa terkejut mendengarkan penjelasan Sooyoung. Ya, ternyata selama ini Yuri menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang pembunuh bayaran dari Jessica karena suatu alasan. Saat itu, salah seorang klien Yuri memberi tugas kepadanya untuk membunuh Jessica.

Pada awalnya, semua berjalan sesuai rencana. Demi mendekati Jessica, Yuri rela berbuat apa pun untuk gadis berjulukan ice princess tersebut. Sayang, seiring berjalannya waktu tanpa disadari, keduanya saling jatuh cinta satu sama lain dan sejak itu Yuri berbalik melindungi Jessica sampai pada akhirnya terjadilah peristiwa ini.

“…”

“Sica, aku sudah menjelaskan semuanya kepadamu. Sekarang aku serahkan semua keputusan di tanganmu. Jika kau ingin meninggalkan Yuri, lakukan saat ini juga. Lakukan sebelum dia tersadar…”

Jessica masih tertegun dengan penjelasan Sooyoung tentang semuanya. Pandangannya lalu beralih kepada Yuri dan menghampirinya. Jessica hanya bisa tersenyum pahit sambil membelai helai demi helai rambut yang menutupi wajah Yuri.

“Soo… Mungkin aku memang manusia bodoh…”

“Apa maksudmu?” tanya Sooyoung tidak mengerti.

Jessica mendekatkan wajahnya ke wajah Yuri dan mengecup lembut keningnya.

“Tapi akan jauh lebih bodoh lagi jika aku meninggalkan orang yang sudah mencintaiku dan rela berkorban untukku…”

“Sica…”

“Aku mencintainya… Sangat mencintainya hingga aku tidak lagi mempedulikan semua kekurangannya…” gumam Jessica pelan. “I love you… Kwon Yuri…”

Sejak itu, demi keselamatan Jessica, Yuri akhirnya memutuskan untuk berhenti menjadi pembunuh bayaran dan tinggal bersama Jessica. Keduanya kemudian membuka sebuah café kecil untuk menghidupi kebutuhan mereka.

*End of flashback*

***

“Ji Eun…”

“Ya… unnie?”

Jessica tersenyum kepada Ji Eun sambil mengelus pelan perutnya dimana buah cintanya dengan Yuri berada. Dia sudah tidak sabar untuk menantikan kehadirannya lahir ke dunia.

“Mungkin aku tidak tahu apa yang terjadi antara kau dan Taeyeon tapi…”

“Tapi apa unnie?”

“Aku bisa melihat bagaimana Taeyeon sangat menyayangimu. Tidak sebagai seorang guru terhadap murid atau kakak kepada adik.”

Sekejap perasaan Ji Eun bagai tertusuk seribu jarum ketika mendengar kata ‘kakak’ dan ‘adik’ terlontar dari ucapan Jessica. Namun dengan cepat dia berusaha menyembunyikannya.

“Ji Eun, kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat.” ujar Jessica cemas. “Apa kau sakit?”

Ji Eun menggelengkan kepala. “Lalu apa yang unnie lihat dari sonsaengnim kepadaku?” balasnya mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin Jessica mencemaskannya.

“Oh. Iya… Itu—“

“Sica.” Mendadak perkataan Jessica kembali terusik dengan suara Yuri yang memanggil-manggil namanya.

“Seobang~”

Yuri akhirnya muncul dan terkejut saat melihat Jessica masih terjaga. “Yah! Apa yang kau lakukan di sini? Kau harus banyak istirahat.” Yuri mengomeli kekasihnya tersebut. “Bagaimana kalau nanti anak kita—“

“Seobang~ Tenanglah.”

Ji Eun tersenyum menyaksikan kemesraan mereka. Jauh di dasar lubuk hatinya, dia menginginkan hal yang sama terjadi kepada dirinya. Seandainya saja aku dan Taeyeon…

“Maaf Ji Eun.” Sontak Ji Eun pun tersadar begitu mendengar ucapan Jessica.

“Y-ya?”

“Kurasa aku harus istirahat sekarang karena…” Jessica melirik ke arah Yuri. Ji Eun pun segera mengerti maksud dari isyarat itu.

“Hahahaha~ Aku mengerti unnie. Selamat malam dan selamat beristirahat.”

“Kau juga. Selamat malam Ji Eun.”

Sekarang tinggallah Ji Eun seorang diri di kamarnya. Perasaannya sudah jauh lebih tenang serta sudah mulai menerima kenyataan tentang Taeyeon. Baginya sudah lebih dari cukup bila dia selalu berada di samping sang guru.

Walau pun kelak kau akan bersama orang lain, sampai tibanya waktu itu datang… Aku akan terus mencintaimu sonsaengnim… Meski kau hanya menganggap cintaku tidak lebih dari cinta seorang adik…

———

Taeyeon masih tampak duduk termenung di tempat yang sama. Dia terus memikirkan sesuatu yang baru saja dia ketahui dari Yuri. Entahlah… Taeyeon tidak tahu harus merasa senang atau sebaliknya untuk melindungi Ji Eun.

“Ji Eun… Seandainya apa yang dikatakan oleh Yuri adalah benar…”

***

*Flashback*

“Akan aku jelaskan yang sebenarnya kepadamu…”

“Yul…”

“Duduk dan dengarkan semua yang aku ceritakan.”

Layaknya anak kecil, Taeyeon mematuhi perkataan Yuri. “Lalu?”

Yuri tertawa melihat tingkah Taeyeon. Namun seketika raut wajahnya berubah saat dia akan mulai menceritakan apa yang dia ketahui di balik semua kejadian yang telah dialami Taeyeon dan Ji Eun.

“Mungkin kau akan terkejut begitu mendengar hal ini, Taeng.” Sejenak Yuri tersenyum dan menepuk bahu sahabatnya tersebut. “Tapi… Kau dan Ji Eun bukan kakak beradik…”

“Oh… Iya… Aku dan— APA???!!!” sontak Taeyeon langsung berdiri dan beranjak kepada Yuri. “YUL!!! KAU JANGAN MAIN-MAIN!!!” Kali ini dia berteriak sambil menarik kerah baju Yuri.

“Tae… Tae tenang!” Yuri berusaha menenangkan Taeyeon. “Aigoo~ sesak~~”

“Ah! Maaf Yul! Maaf!!!” Taeyeon segera melepaskan Yuri. “Aku hanya…”

“Aku tahu. Kau pasti mempertanyakan apa yang baru saja aku katakan padamu dan itu benar.”

“Ta-tapi dari mana kau tahu jika aku dan Ji Eun bukan saudara kandung???”

Yuri menghela nafas. “Aku tahu ini akan kembali membuatmu terkejut bila kau mengetahui siapa dalang di balik semua kejadian ini yang memberitahukan hal tersebut kepadaku…”

“Apa maksudmu??? Dan siapa yang kau maksud???” Taeyeon berusaha mengontrol dirinya.

“…”

“Yul…”

Yuri terdiam dan kembali menghela nafas. “Dalang di balik semua ini adalah… Kim Young Min… Ayahmu sendiri…”

Bagai tersambar petir, Taeyeon tidak berkutik. Perlahan tapi pasti, dia merasakan kedua kakinya tidak sanggup lagi menompang berat tubuhnya hingga dia pun lunglai tak berdaya. Taeyeon benar-benar shock mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Yuri. Dia tidak ingin percaya tapi hatinya berkata sebaliknya.

“Katakan… Itu tidak benar…”

“Tae…”

“Katakan Yul… Itu bohongkan???” Tanpa disadari, air mata mengalir dari kedua pelupuk matanya. Taeyeon menangis… “Yuri… Ka-katakan… i-itu bo-bohongkkan…”

Sahabatnya hanya bisa menggelengkan kepala dan menghampiri Taeyeon. “Maaf Tae… Tapi… Dialah yang member perintah kepadaku untuk menghabisi Ji Eun dan juga kau…”

“Tidak…”

“Selebihnya kau bisa tanya langsung kepada Tuan Kim… Aku tidak punya hak untuk ikut campur dalam masalah pribadi kalian…”

Kemudian Yuri berlalu meninggalkan Taeyeon yang memang menyuruhnya untuk pergi karena dia butuh waktu untuk menyendiri memikirkan semuanya.

“Kenapa…”

*End of flashback*

***

Malam semakin larut membuat Taeyeon memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja dia melihat Ji Eun tengah tertidur pulas di ambang jendela kamarnya yang terbuka.

“Aigoo… Ji Eun…” gumam Taeyeon pelan. Dengan hati-hati, dia memindahkan tubuh Ji Eun ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh gadis itu. “Maafkan aku… Mungkin lebih baik kita tidak pernah bertemu…” Air mata kembali berlinang membasahi wajah Taeyeon. “Ta-tapi aku bersyukur… Ternyata kita bukan saudara kandung…”

“Be-benarkah itu???” Raut wajah Taeyeon berubah pucat begitu mengetahui Ji Eun ternyata mendengar semua pembicaraannya. “Sonsaeng— Tidak… Ta-taeyeon… Katakan kalau itu benar…” pinta Ji Eun.

Taeyeon tidak menjawab. Dia memilih untuk beranjak pergi meninggalkan Ji Eun yang terus memohon kepadanya. Namun dengan cepat, Ji Eun memeluk tubuh Taeyeon dari belakang untuk menghalanginya.

“Lepaskan Ji Eun… Kau hanya bermimpi…” ujar Taeyeon dingin. “Kau dan aku… Kita—“

“Aku mendengar semua yang kau bicarakan… Jadi kau tidak bisa berbohong padaku…” potong Ji Eun penuh emosi.

“…”

“Kumohon… Katakan itu benar…”

Akhirnya Taeyeon mengalah dan memutuskan untuk memberitahu yang sebenarnya. “Ya, itu benar… Kau dan aku bukan saudara kandung…”

“Benarkah???”

“Ya.”

Kini rasa bahagia berganti menyelimuti hati Ji Eun. Namun sayang, hal itu hanya sebentar karena Taeyeon berbalik menatap kedua matanya dengan kesedihan.

“Ji Eun…” Taeyeon berbisik dan perlahan mendekatkan wajahnya kepada Ji Eun.

“Tae—“

Gadis itu bisa merasakan sebuah ciuman mendarat di bibirnya yang mungkin sebuah ciuman terakhir sebagai tanda perpisahan dari Taeyeon untuknya sebelum dia pergi…

———

“Yul.”

“Hmm? Ya, Sica?”

Senyum kebahagian mengembang jelas dari wajah keduanya. Bagi Yuri, kehadiran Jessica merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Ya, Jesssica telah merubah hidupnya yang selama ini diliputi kegelapan menjadi sangat indah dan lebih indah dengan akan hadirnya buah cinta mereka kelak.

“I love you…”

“Always love you more Sica…” Yuri pun mengecup kening kekasihnya tersebut dan kemudian mengecup perut Jessica. “Appa love you too~”

Jessica hanya tertawa kecil melihat ulah Yuri. Sama halnya dengan Yuri, baginya mencintai dan dicintai Yuri adalah sebuah anugerah terlepas dari semua masa lalu dari gadis berkulit eksotik tersebut. Meski pada awalnya sempat terbesit niat membenci Yuri, tapi menyaksikan betapa besarnya pengorbanan Yuri hingga rela mempertaruhkan nyawa demi dirinya membuat Jessica sadar dan bersedia menerima semua kekurangan Yuri.

“Seobang, kelak saat anak ini lahir, kau akan menamakannya apa?” tanya Jessica sambil mengelus perut dan membelai rambut Yuri secara bergantian.

Yuri kembali menatap wajah Jessica. “Kalau kau mengizinkan, aku ingin menamakannya Yoona.”

“Kenapa?”

“Karena…”

Yuri terdiam. Ingatannya akan sosok Yoona, sang adik membuat perasaan bersalah kembali hinggap di hatinya. Yoona… Adik perempuan sekaligus keluarga satu-satunya yang dia miliki harus meregang nyawa di tangan Taecyeon yang dulu merupakan partner-nya.

“Yuri…” Air mata pun mengalir membasahi wajah Yuri. Jessica tahu, dia tidak seharusnya menanyakan alasan di balik nama Yoona karena itu hal yang tabu dan sensitif bagi Yuri. “Maaf Yul… Aku…” pinta Jessica yang segera memeluk tubuh Yuri.

“Tidak… Tidak apa-apa Sica…” gumam Yuri terisak dan menangis dalam pelukan. “Semua memang aku yang salah… Dan aku juga hampir saja kehilangan dirimu akibat dari pekerjaanku dulu…”

“Ssshhh… Sudah jangan menangis lagi, seobang. Bagaimana jika nanti anak kita mendengar kalau appa-nya menangis?” canda Jessica untuk menghibur Yuri. “Aku tidak mau Yoona menjadi anak yang cengeng.”

“Sic—“ Tanpa member kesempatan, Jessica langsung mendaratkan ciuman kepada Yuri.

“Ya, ini anak kita. Kwon Yoona.”

Yuri tersenyum. Dia kemudian mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya. “Sebelum itu terjadi, ada hal yang harus kita lakukan terlebih dahulu.”

Jessica terkejut ketika Yuri menyematkan sebuah cincin di jari manis kanannya. “Yul…”

“Mungkin ini bukan waktu yang tepat tapi… Jessica Jung Sooyeon… Setelah semuanya berakhir, maukah kau menikah denganku?” pinta Yuri yang kini berlutut di hadapan Jessica dan kemudian mengecup tangannya.

“…”

“Sica… Apa kau— Ugh!”

Jessica kembali memeluk Yuri, kali ini dengan sangat erat. Dia lantas membenamkan wajahnya di tengkuk leher sang seobang hingga tanpa disadari dia pun menangis.

“Aku mau…”

“Huh?”

“YAH!!!” Jessica memukul lengan Yuri. Dia kesal karena Yuri masih sempat menggodanya tepat di hari yang sudah lama dinantikannya. “Yuri…”

Yuri akhirnya mengalah dan mengusap air mata di wajah Jessica.

“Terima kasih, Sica…”

———

Entah sejak kapan ciuman tersebut berubah menjadi sesuatu yang lebih intim. Tanpa disadari, Ji Eun telah berbaring di tempat tidurnya dengan posisi Taeyeon tepat berada di atas tubuhnya.

“Hmm~” Desahan pelan keluar dari mulut Ji Eun saat dia merasakan Taeyeon mulai mencumbu tengkuk lehernya dan meninggalkan sebuah tanda di daerah itu. “Sonsaeng— ahhh!“

Tubuh Ji Eun seketika tersentak ketika Taeyeon menekan bagian sensitif pada daerah kewanitaannya. Lembut dan perlahan, Taeyeon kembali mengulang hal yang sama hingga tanpa terasa daerah itu menjadi lembab.

“Ji Eun… Apa kau yakin… Ingin melakukannya?” tanya Taeyeon memastikan sebelum mereka melanjutkan aktifitas tersebut.

Ji Eun yang sudah tidak kuasa hanya bisa mengangguk sambil menahan dirinya sejenak.

“I-iya…” jawabnya dengan nafas yang mulai tidak beraturan. “Kumohon…”

“Baiklah.”

Taeyeon kembali mencium Ji Eun sambil melepaskan pakaian gadis itu satu persatu sampai tidak ada lagi satu pun benang yang menutupi tubuhnya. Dia pun berhenti sesaat untuk memandangi indahnya tubuh Ji Eun.

“Sonsaengnim… Berhenti memandangiku…” pinta Ji Eun sambil menutupi beberapa bagian pribadinya.

“Kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan itu?” Pertanyaan Taeyeon tidak dijawab oleh Ji Eun. Meski demikian, dia tidak marah tapi tersenyum dan mengecup kening Ji Eun. “Taeyeon… Mulai sekarang panggil aku Taeyeon…”

Lalu tanpa ragu, Taeyeon kembali mencium Ji Eun yang kali ini dengan penuh gairah seakan dia sangat merindukannya. Seakan mereka sudah lama sekali tidak melakukannya.

“Hmmngh~”

Ji Eun mendesah saat merasakan kedua tangan Taeyeon meraba buah dadanya. Pelan-pelan dia mengusap serta memijat lembut bagian itu.

“Aahhh!” erang Ji Eun ketika Taeyeon menyentuh ujung dari bagian tersebut dan memilinnya perlahan dengan lidahnya. “Ngghhh… Tae… Aaahhh…”

Dibantu jari-jarinya yang lihai, Taeyeon memainkan ujung buah dada Ji Eun secara bergantian. Dengan sentuhan terakhir, Taeyeon berhasil membuatnya tegang sekaligus membuat tubuh Ji Eun bergetar.

Setelah puas bermain, Taeyeon berpindah menuju daerah kewanitaan Ji Eun yang sedari tadi sudah basah atau semakin basah akibat perbuatanya. Sambil menciumi bagian-bagian sensitif pada tubuh Ji Eun, Taeyeon memulainya dengan kembali mengusap bagian tersebut secara perlahan. Ya, pelan tapi pasti, hal itu membuat tubuh Ji Eun tersentak berkali-kali.

“Aaahhh… aaaahhhh… Ngghhh….”

Ji Eun terus menerus mengerang hebat setiap kali Taeyeon berhasil menyentuhnya.

“Hmm~ Ji Eun…” gumam Taeyeon mencium dan menekan bagian paling sensitive Ji Eun. Akibatnya tubuh gadis itu kembali bergejolak. Tidak lama kemudian cairan milik Ji Eun pun keluar.

“Hmmmppphhh…”

Ji Eun mencoba menahan kenikmatan yang kembali dia rasakan menari-nari di dalam tubuhnya saat Taeyeon mencicipi cairannya. Tidak cukup puas, Taeyeon dengan sengaja kembali menekan ujung daerah kewanitaan Ji Eun yang masih sangat sensitif. Akibatnya Ji Eun kali ini benar-benar tersentak hebat dan keluar untuk yang kedua kalinya.

“AAAAKKK— Hnggg!!!” Taeyeon langsung menahan suara erangan Ji Eun dengan menciumnya. Dia tidak ingin seisi rumah mengetahui aktifitas mereka saat ini.

———

Tanpa Taeyeon ketahui, Sooyoung yang ingin mengambil air minumsekaligus mencari makanan di dapur ternyata mendengar semua apa yang mereka lakukan. Tapi dia hanya memilih diam dan beranjak menuju kamarnya.

“Astaga… Tidak bisakah mereka melakukannya lebih tenang…” gumam Sooyoung seorang diri.

———

“Apa kau sudah siap?”

“I-iya…”

Taeyeon tersenyum. “Tenanglah, aku akan lembut padamu.” ujarnya mengecup kening Ji Eun. “Okey, kita mulai.”

Taeyeon yang kini sama-sama tidak mengenakan apa pun, segera memposisikan miliknya bertemu dengan Ji Eun. Erangan kecil terlontar dari mulut mereka berdua saat merasakan satu sama lain. Pelan dan perlahan, Taeyeon mulai menggesek dan menekan miliknya kepada Ji Eun. Keduanya kembali mengerang saat mereka bertemu.

“Tae— AAAHHH!!!” pekik Ji Eun mengerang hebat ketika Taeyeon menekan syaraf sensitif yang kemudian membuat tubuhnya bergetar tanpa henti tiap kali Taeyeon mengulang hal yang sama. “OH!!!”

“Ah… ah… ah… Ji Eun…” Taeyeon pun mendesak sambil terus menerus melakukan pekerjaannya. “Se-sedikit… lagi… AH!!!”

Ji Eun mulai merasakan Taeyeon membawa dirinya menuju puncak kenikmatan. Oleh karena itu, dia pun mempererat pelukannya dan merapatkan kakinya di pinggang Taeyeon. Ritme mereka kini semakin cepat hingga membuat suara tempat tidur berderik keras.

“Ta-tae… Aku… Nggghhh…” Tubuh Ji Eun mulai bergetar tak terkendali. Taeyeon tahu jika gadis itu sudah berada di puncaknya. Dengan sekali gesekan, Taeyeon menekan bagian sensitif Ji Eun. “OH!!! AAAH!!! TAE!!!” Akhirnya Ji Eun kembali mengeluarkan cairan miliknya.

Taeyeon semakin mempercepat gesekannya terhadap Ji Eun meski gadis itu telah mencapai puncaknya hingga gilirannya tiba dan mengerang hebat akibat hal tersebut.

“Ngghhh… Ji… Eun… AAAHHH!!!” Taeyeon akhirnya ikut mengeluarkan cairan dan bercampur dengan milik Ji Eun.

Setelah aktifitas mereka selesai, keduanya yang sama-sama kelelahan pun kemudian terlelap. Namun sebelum menuju ke alam mimpi, Taeyeon kembali memandang wajah Ji Eun yang telah terlebih dulu tertidur.

“Semoga kau mimpi indah, Ji Eun… Selamat tinggal…”

-TBC-

Okey, sebelumnya saya telah mengedit beberapa bagian pada part sebelumnya agar sesuai dengan alur yang saya inginkan. Jadi, jangan heran klo ada yg berubah. wkwkwk~

.

.

.

.

.

Udah itu aja… HAHAHAHAHAH!!! Bye~~~ 😄

11 thoughts on “The Story Only I Didn’t Know… [Part 5]

  1. *clingak clinguk* uh? im first?

    *nyanyi* habis mandi ku terus makan…habis itu langsung baca semut~ lol
    /)____(\ uh bochuoor bochuoorr~~ makin sesak perut habis makan baca beginian muahahahaha 😄

    hhmm…jd tae sama ji eun bkn sodara kandung? syukur deh… kan aneh aja gt pacaran apa lg making love sama sodara sendir…incest! ><
    trus itu di part terakhir…jgn blg tae mau ninggalin ji eun? O.O dasar byuntae! udah dapetin ji eun se enak pantat aja mau ninggalin *ngomel sendiri*

    itu yulsic aku kira udh nikah soale sica nya pan hamil…eh ternyata… ㄱ.ㄱ nakaal yaw~ ㅋㅋㅋㅋ

    oke segitu dulu deh hehe…
    duh lama ga berkunjung banyak oneshot yg update -_____- dan td sempet lupa sama alamat wp ini :V

    and thx for gimme this pw *^* keep writing and fighting author-ssi ^^~

  2. pertama baca sih sempat bingung soalny Lupa” ingat dengan alurnya.

    kereenn eonn …

    omooo O.O .. taeIU apa yang kalian lakukan?? jangan sampai IU hamil seperti sica .. bisa tambah brabe masalah …

    acara lamaranny ngga terkesan romantis tapi ngga apalah yang penting yul appa ma sica eomma nikah dan yang pnting jga bentar lagi yoong oppa akan muncull #senengnya …

    lanjuutt eonn … FIGHTING!!!

  3. thanks bwt pw nya…
    Wuih nc nya hot pokonya.
    Bahasa nya gak terlalu gmana gituh jd enk bacanya..
    Eh tp knp dgn taeyeon kok selamat tinggal gak asik taeng ah jahat..*plak
    abis liat pic yulsic dn disini yulsic romantis juga seneng seneng.. 🙂
    soo kasian..lol

    maaf komen aku gaje ya kakanya..hehehe
    Like like FIGHTING 🙂

  4. Annyeong ,,,,,,

    – – – – – –
    Tae-IU Ternyata bkan adek kaka,hhuuft lmayan bisa bernafas lega ….,,,tpi stelah ini kmbli Sesek,
    – – – – –
    Laaah,ternyata YulSic Bru lamaran .,aku kira mreka sdah mresmikan..,kekeke
    YulSic nya Sweet dah gtu,kngen deh jadinya sama Moment mreka..,>,,<
    Gmnaaaaa,aku penasaran lnjutannya,,,,
    D tunggu Ya Kak,*SokAkrab*
    Okkee,,,,SEMANGAAAAAT

  5. AAAAAACK!!! OAO
    okeh numpang scream btr kwkwk~

    itu taeyeon main bye2 aj, pasti nanti ada apa2 nya deh sama IU!
    errrr..

    btw cepet lahir yaa my prince Yoong~ *^*
    pokonya kisah nya YulSic #okesip bgt dh, full romance d blog unppo *aku akuin dan itu fakta*
    asal jgn sad ending ato ngegantung, bikin bete nanti nangis… T^T

    engg kalo smut nya two thumb buat unppo deh~ *^*

    keep health and ganbatte unppo~
    rajin nulis yaw, kalo udh nanti aku ksh cap butt hippo tiap ff nya kwkwkwk~
    #escape

  6. Akhr’a bsa mampir jugaa 🙂
    Waaww.. Tumben kali ini bca nc tae-iu,, *moga ppany gk bca ._.
    hmm.. Apakah nnti taeiu akn mghasilkan sma sprti yulsic ya? Tpi knapa tae blg “selamat tinggal”?
    Tae mau kmana?
    Next chap jgn lama” yoo.. Fighting eon, thkz pw’a,, caaww 😉

  7. Syukur taeyeon iu bukan saudara kandung. Kl mreka sodara kandung pan kaga bisa “gitu2an”. *gitu2an apaan lagi* hahahah

    Kwon Yoona cepet lahirrr..ga sabar mau liat keluarga bahagia.

    Sapu mana sapu??!!!! Pengen gebuk taeyeon pake sapu ni gw. Enak banget abis make aiyu mau maen pergi gitu aja.. Apa maksudnya tu thor kata selamat tinggal??!!! Gada yg pergi. Taeyeon ga bole pergi! Kalo taeyeon pergi gw sumpahin taeyeon digigit nyamuk seumur hidup..authornya juga! Eh kaga ru bcanda..hahah amit-amiiiitttt..hahahah

    Hmmm..pendeskripsian smut lo makin asik aja. Halus n ga vulgar.. Joha!! 🙂
    Thanks ya ru ud update..semangat
    terus. Sampe ktemu ya thor.. :))))

  8. wakaka.. entah knapa pd bag ratedny, ppany yg muncul d otak saya. hbs iu trlalu polos, susah mbayangi bgtuan. btw tae g tanggung jawab, hbs bgituan masak dtinggal pergi.. ok, semangka!

  9. aiiih… smut nya uun.. jempolan dah. tp ko wktu baca part itu, yg kebayang bukan ji-eun ama taenggo.. tp pany n taenggo.. aiyya.. #typical royal family n locksmith shipper# hfufufufufufufufu
    tae prgi? prgi kmn?? masa lgsg ditinggal gitu aja ji-eun nya?
    ckckckck ksian ji-eun #puk puk (?) kpala ji-eun#
    yulsicnya.. uuuh co cweeet de ah! itu si yul bukan telah lagi tuh nglamar sica. kudunya kn dilamar dulu baru bikin dedek, ini si yul seobang malah kebalikannya. yahahahaha. byun like usual.

    unnie, POB nyah ditunggu loooh.. 😦

    en spt biasa, this chap is awsome.
    DAEBAK like usual!

    I’M WAITING FOR NEXT UPDATE UNNIE! love ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s