She Is My Hubby [One-Shoot]

Based from a Japanese manga but I forgot the title. Please tell me if you know about the manga. Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~She Is My Hubby [One-Shoot]~

Genre: Gender-bender, Romance, Comedy

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon , Miyoung

———

 “Yuri-ah…”

“Ya? Ada apa Sicababy?”

“…”

“Kena—“

“Aku hamil…”

***

*Beberapa bulan sebelumnya…*

“Aish! Dasar laki-laki brengsek! Kau pikir, kau bisa seenaknya membuangku begitu saja huh?!” umpat Jessica penuh emosi. “Yah! Kalian semua lihat apa?! Pergi!!!” Dia memaki setiap pejalan kaki yang berlalu lalang di hadapannya dan tidak satu pun di antara mereka ada yang berani mendekati Jessica. “Aish!”

Dengan kondisi mabuk berat, Jessica berusaha berjalan menuju apartemennya. Namun sayang, semakin dia berjalan, pandangannya semakin kabur. Mungkin ini salah satu efek dari banyaknya alkohol yang dikonsumsi oleh gadis itu.

“Ugh!” Mendadak Jessica mulai merasakan mual yang teramat sangat. Meski dia mencoba bertahan, pada akhirnya semua sia-sia… “HUWEK!!!” Seketika itu juga, perjuangan Jessica berakhir. Dia pun memuntahkan semua isi perutnya.

“Hei, apa kau baik-baik saja?” tanya seorang wanita yang kemudian menghampiri Jessica dan membantunya. “Ini, pakai saputanganku untuk membersihkan mulutmu.” ujar wanita itu memberikan saputangan miliknya kepada Jessica.

“Terima ka— UHUWEK!!!”

“APA YANG—“ Malang bagi wanita asing tersebut karena secara tidak sengaja dia ikut menjadi korban dari Jessica. Ya, kini sebagian tubuhnya kotor akibat terkena muntahan dari gadis yang ditolong olehnya.

“Ma…af…” bisik Jessica sebelum pingsan.

“Oh sh*t!”

———

Setelah beberapa saat tidak sadarkan diri, Jessica pun terbangun. Sejenak dia termenung menatap langit-langit ruangan tempatnya berbaring.

“Putih…” ucap Jessica kembali memejamkan mata. Tidak lama kemudian, gadis itu akhirnya tersadar jika dia bukan berada di kamarnya. “Ini dimana???” pekik Jessica histeris.

Namun semuanya mereda begitu dia mendengar suara ketukan pintu dan seseorang masuk ke dalam kamar. Dia adalah wanita yang telah menolong Jessica.

“Kau sudah siuman?” tanya wanita berambut panjang dan kulit eksotis tersebut sambil membawa semangkuk sup hangat. “Ini, untukmu. Pasti kau lapar.” tambahnya lagi.

“Ka-kau… siapa?”

Wanita itu hanya menghela nafas mendengar pertanyaan Jessica. Raut wajahnya berubah kesal lantaran gadis yang dia tolong lupa dengan apa yang telah terjadi. Tapi mau bagaimana lagi? Yuri tidak bisa menyalahkan Jessica karena hal itu.

“Okey. Perkenalkan, aku Kwon Yuri.” ujarnya memperkenalkan diri. “Sekarang kau berada di rumahku. Aku terpaksa membawamu ke sini karena aku tidak tahu dimana kau tinggal.” jelasnya kepada Jessica.

“Me-memangnya… Apa yang terjadi padaku???”

Yuri kembali menghela nafas. “Kau mabuk dan kemudian pingsan. Bahkan kau sampai muntah di bajuku.”

Jessica terdiam mendengarkan penjelasan Yuri dan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan terhadap Yuri.

“Aku minta maaf…” pinta Jessica pelan. “Maafkan aku…”

“Sudah, tidak apa-apa. Lagi pula kau tidak sengaja melakukannya.” hibur Yuri pada Jessica. “Sekarang lebih baik kau makan sup yang aku buat untukmu, mumpung masih panas.”

“I-iya.”

“Oh ya, siapa namamu? Kau belum memperkenalkan diri kepadaku.” ujar Yuri berusaha mencairkan suasana.

“Jessica… Aku Jessica Jung Sooyeon. Tapi tolong panggil aku Jessica.”

“Aku mengerti Jessica.” Yuri tersenyum dan mengangguk. “Sekarang kau habiskan supnya. Setelah itu, bersihkan dirimu di kamar mandi. Aku akan meminjamkanmu bajuku untuk kau pakai.”

“Te-terima kasih tapi kau tidak perlu—“

“Jangan sungkan. Jika kau perlu sesuatu, aku ada di kamar sebelah.”

“Tapi…” Tanpa memberikan kesempatan Jessica berbicara, Yuri sudah berlalu pergi meninggalkannya. “Wanita yang aneh, tapi dia baik…” gumam Jessica beranjak menuju kamar mandi.

———

Kini Jessica berdiri terpaku di depan cermin wastafel di dalam kamar mandi dan masih tidak habis pikir dengan apa yang telah dialaminya hari ini. Pria yang dia cintai mendadak memutuskan hubungan dengannya. Padahal Jessica sangat mencintai kekasihnya itu. Air matanya mengalir setiap kali mengingat kejadian tersebut.

“Kenapa…” isak Jessica perlahan. Tanpa sengaja, dia menyenggol perlengkapan mandi milik Yuri yang lantas jatuh berantakan. “Aish! Apa yang kulakukan?!” ungkapnya kesal sambil merapikannya kembali.

“Jessica, apa kau baik-baik saja?”tanya Yuri dari luar.

Rupanya Yuri yang bermaksud membawakan baju ganti untuk Jessica mendengar suara gaduh dari dalam kamar mandi dan dia khawatir terjadi sesuatu kepada gadis itu.

“Ti-tidak, aku tidak apa-apa.” sahut Jessica buru-buru membalas pertanyaan Yuri.

“Okey, kalau begitu. Aku letakkan baju gantimu di atas tempat tidur ya.”

“Iya, terima kasih Yuri-ah.” Tidak lama kemudian, Jessica mendengar suara pintu berbunyi, pertanda Yuri telah meninggalkan ruangan. Namun di saat dirinya akan keluar dari kamar mandi, ada satu hal yang menarik perhatiannya. “Apa ini?”

———

Yuri yang sedang mengganti baju mendadak terkejut saat pintu kamarnya terbuka lebar. Dia lebih terkejut lagi melihat Jessica membawa sesuatu di tangannya.

“Je-jessica???”

“Kau—“ Jessica langsung menghentikan ucapannya begitu melihat Yuri. “KYAAAAAAAA!!!!!!!!” Dengan cepat, gadis itu berlari meninggalkan Yuri.

“Oh f*ck!”

Yuri segera memakai bajunya dan kemudian mengejar Jessica.

———

Suasana ruangan benar-benar menjadi hening hingga yang terdengar hanyalah suara detak jarum jam yang berjalan. Baik Yuri mau pun Jessica, sama sekali tidak ada yang berani membuka suara. Tidak kuat dengan keheningan yang terjadi, akhirnya Yuri memutuskan untuk mengalah.

“Jessica… aku…”

“Jelaskan.”

Yuri menghela nafasnya sebelum menjelaskan tentang ‘hal itu’ kepada Jessica. Sesungguh dia takut bila Jessica akan benci dan jijik setelah dia mengetahui yang sebenarnya. Tapi apa boleh buat, Jessica berhak tahu. Lagi pula dia bukan siapa-siapa. Hanya orang asing yang kebetulan lewat dan menolong Jessica.

“…”

“Yuri-ah.”

“Baiklah, tapi kumohon kau jangan berburuk sangka sampai aku selesai menceritakan semuanya.” Jessica mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. “Sebenarnya aku…”

***

*Flashback*

“Kemana perginya anak itu?!” teriak seorang pria paruh baya penuh emosi. “Yuri!” teriaknya lagi untuk yang sekian kalinya.

Ya, keluarga Kwon memang sudah terkenal di daerah tersebut. Tidak di bidang prestasi, tapi lebih kepada ada suatu keunikan yang dimiliki oleh keluarga itu.

“Mr. Kwon, barusan aku melihat Yuri berjalan ke taman dengan seorang laki-laki.” ujar salah seorang tetangganya memberitahu.

“Oh! Terima kasih!” Tanpa buang waktu, Mr. Kwon langsung menuju ke tempat dimana anaknya berada. “Dasar anak itu! Bikin malu!”

———

“Yuri noona, apa benar kau…” Yuri seketika menghentikan ucapan Minho dengan jari telunjuknya dan kemudian tersenyum.

“Kenapa Minho-ya? Apa kau tidak menyukaiku?” tanyanya dengan suara seduktif. Tentu saja hal ini makin membuat pemuda itu yakin jika Yuri benar-benar menyukainya.

“Ti-tidak noona! Hanya saja ini… Seperti mimpi…”

“Mimpi?”

Minho mengangguk. “Iya. Pada akhirnya noona menyambut perasaanku.” gumam Minho sambil perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Yuri.

“Oh ya?”

“Ya noona…”

Kini wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa senti saja dan akan semakin mendekat hingga…

“KWON YURI!!!” teriak Mr. Kwon dari kejauhan.

“Oh sh*it! Appa!” Langkah Yuri yang sudah bersiap kabur dari sang ayah terhenti karena Minho sudah terlebih dahulu menggenggam tangannya. “Yah! Minho! Apa yang kau lakukan?! Cepat lepaskan aku!!!” jerit Yuri berusaha melepaskan diri.

“Yuri noona! Biar aku yang akan menjelaskan semuanya kepada ayahmu. Tenanglah noona, aku akan melindungimu!” ujar Minho dengan penuh keberanian.

“Tapi Minho… Aku—“

“Kena kau sekarang!!! Ayo cepat pulang!!! Jangan berbuat ulah yang membuat malu keluarga kita lagi!!!” Mr. Kwon segera menarik kerah baju anaknya tersebut.

“Appa! Sakit!”

“Mr. Kwon tunggu!” Minho menghentikan langkah pria itu. Bak seorang pangeran yang ingin menyelamatkan sang putri, dengan gagah berani, Minho menghadap langsung kepada Mr. Kwon

“Siapa kau?”

“Selamat siang Mr. Kwon. Perkenalkan, aku Choi Minho.” Sesekali Minho menatap wajah Yuri yang mulai gelisah. Tenang saja noona, aku pasti akan menyelamatkanmu.

“Okey, lalu apa maumu nak? Apa kau tidak lihat kalau aku sekarang sedang sibuk mengurus anak nakal ini?”

“Aku…”

“Cepat katakan!”

Seketika tubuh Minho gemetar ketakutan mendengar suara bentakan Mr. Kwon. Namun dia tetap mencoba untuk tenang. Aku pasti bisa!

“Hei nak, apa yang kau—“

“Mr. Kwon! Tidak! Appa!” pekik Minho tiba-tiba. “Kumohon izinkan aku mencintai dan menjadi kekasih putrimu, Yuri noona! Kumohon!” pintanya sambil bersujud di hadapan Mr. Kwon dan Yuri.

“…”

“Appa… Mr, Kwo—“

Mr. Kwon berusaha menarik nafasnya dalam-dalam setelah mendengar pernyataan Minho, sementara Yuri hanya bisa tertunduk diam.

“A-apa kau serius nak? Kau ingin menjadi kekasih anakku?” Minho langsung mengangguk dan tersenyum. “Aku tanya sekali lagi, apa kau serius???” tanya Mr. Kwon memastikan.

“Aku serius, Mr. Kwon! Aku berjanji akan membahagiakan Yuri noona.”

Mr. Kwon kembali mengalihkan pandangannya kepada Yuri yang tetap menunduk tanpa mau melihat reaksi sang ayah.

“Yuri noona? Kau dengar?” goda Mr. Kwon yang membuat Yuri kesal setengah mati. “Yuri noona… PUHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!”

Akhirnya Mr. Kwon sudah tidak kuat lagi menahannya. Dia terus tertawa terbahak-bahak dengan apa yang terjadi. Ini adalah yang kesekian kalinya Yuri berbuat ulah yang sama.

“Appa hentikan…”

“YURI NOONA… HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!”

Minho tampak speechless dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya bisa menatap wajah Yuri seakan ingin bertanya tentang apa yang terjadi dengan Mr. Kwon. Setelah beberapa saat, pria itu pun tenang.

“Minho-ya.”

“Ya Mr. Kwon? Apa kau akan merestui hubungan kami?” tanya Minho penuh harapan.

Mr. Kwon kembali menghela nafas dalam-dalam sebelum mengatakan yang sebenarnya. Fakta yang pasti akan menghancurkan hati pemuda polos tersebut. Meski tidak tega, tapi dia tetap harus mengatakannya.

“Minho-ya… Bukannya aku tidak merestui hubungan kalian, tapi masih banyak gadis yang lebih pantas untuk pemuda baik hati sepertimu selain Yuri.”

Perkataan Mr. Kwon sekejap menghancurkan harapan Minho. “Ta-tapi kenapa??? Tolong jelaskan kenapa Anda tidak merestui hubungan kami??? Kenapa???”

“…”

“Yuri noona… Kau mencintaikukan? Kumohon lakukan sesua—“

“Dia anak laki-lakiku.” Mr. Kwon akhirnya membuka identitas Yuri yang sebenarnya.

“Huh?”

“Yuri noona yang kau cintai adalah seorang laki-laki. Maka dari itu aku tidak bisa merestui hubungan kalian.”

Giliran Minho yang diam membisu. Apa yang dikatakan Mr. Kwon barusan benar-benar mengguncang mentalnya. Jangankan berbicara, bahkan berkedip pun tidak. Hal inilah yang ditakutkan oleh Mr. Kwon setiap kali putrannya berbuat ulah.

“Minho-ya… Min—“

GUBRAK!!!

Sejak saat itu, tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan Minho dan terdengar kabar jika pemuda itu telah pindah ke tempat lain. Setelah mendengar berita tersebut, Yuri pun memutuskan untuk kabur ke Seoul dari sang ayah. Dia sudah muak dengan usaha ayahnya yang terus memaksanya menjadi pria sejati.

*End of flashback*

***

“Jadi kau ke Seoul untuk menjadi seorang banci? Pantas saja aku menemukan alat cukur kumis di kamar mandi.”

“Jangan panggil aku banci. Aku ini wanita.” protes Yuri.

“Tapi kau kan pria!”

“Tapi aku sekarang wanita!”

“Pria!”

“Wanita!”

“Pria!”

“Wanita!“

“Pri—”

“Okey cukup! Aku pria! Kau puas?!” Jessica tersenyum penuh kemenangan. “Aish!”

Akhirnya suasana bisa kembali mencair dan apa yang takutkan oleh Yuri tidak terjadi. Sebaliknya, Jessica justru senang bisa berteman dengan Yuri karena sebenarnya tidak mempunyai teman dekat. Ya, Jessica datang ke Seoul hanya agar bisa bersama kekasihnya. Demi hal itu, dia rela membuang impiannya belajar disain ke luar negeri dan menentang kedua orang tuanya.

“Yuri-ah…”

“Ya, Jessica?”

“Terima kasih, kau telah mau menolongku. Seandainya saja aku tidak bertemu denganmu, mungkin sampai saat ini aku akan tetap berada di jalanan dan aku…”

“Aigoo~ Sudah kubilang tidak apa-apa. Sesama wanita harus saling membantu satu sama lain. Mengerti?”

“Tapi kau pria.”

“Terserah… =___=”

———

Perlahan tapi pasti, kehadiran Yuri membuat Jessica benar-benar merasa memiliki seorang sahabat. Di balik ketidaknormalan Yuri, ternyata wanita (pria) itu seorang yang serba bisa. Tidak hanya jago mengurusi urusan rumah tangga, dia juga ahli dalam hal merajut, menjahit dan sulam-menyulam. Ya, Yuri memang bercita-cita menjadi wanita sejati.

“Hai Sicababy~” sapa Yuri. “Maaf membuatmu menunggu lama. Maklum, pelanggan pada bawel~~~” jelasnya sambil mengibaskan rambut panjang kebanggaanya.

Jessica menggeleng. “Tidak kok. Aku juga baru selesai mengantarkan contoh disainku.”

“Oh ya? Eiyyy~ Good luck Sicababy.” Secara reflek, Yuri mencium pipi kanan Jessica dan seketika membuat gadis itu tersentak. “Kau kenapa?”

“Ti-tidak…” Jessica lalu berupaya menyembunyikan wajahnya yang berubah merah agar tidak diketahui oleh Yuri. Pe-perasaan apa ini…

“Yuri?” Seorang pria tiba-tiba memanggil Yuri dari kejauhan.

Pada awalnya Yuri tidak mengenali sosoknya hingga akhirnya dia berhasil menyadari siapa sebenarnya sosok yang memanggil namanya.

“Taeyeon!” sahut Yuri yang lalu berlari memeluknya. “Taengoo-ya~~~”

“Yul~~~”

Jessica terdiam menyaksikan adegan reuni antara Yuri dan seorang pria asing di depan matanya. Dalam hati, dia terus bertanya-tanya mengenai hubungan di antara mereka berdua dan entah mengapa hatinya merasa terluka dengan hal itu.

“Sicababy~” Suara Yuri membawa Jessica kembali ke alam sadar. “Hei, kenapa kau melamun? Ayo sini, ada yang ingin aku kenalkan padamu.” Jessica pun menurut.

“Hai, aku Kim Taeyeon, sahabat kecil Kwon Yul.”

“Jessica Jung Sooyeon.” jawab gadis itu singkat.

“Je-ss-shik-kah?” Taeyeon berusaha mengeja nama Jessica.

Sadar bila suasana menjadi canggung, Yuri segera mengambil alih pembicaraan. “Panggil saja Sica.”

“Oh, Sica.”

“Ya.”

Ketiganya pun berakhir di sebuah kafe kecil. Sementara Yuri dan Taeyeon sibuk melepas rindu, Jessica hanya bisa mengamati keduanya sambil sesekali mengaduk minuman yang dia pesan. Namun tidak lama kemudian, Yuri pun beranjak keluar kafe karena harus menerima telepon. Maka tinggallah Jessica duduk berdua dengan Taeyeon.

“Sica-ssi.”

“Iya?”

“Terima kasih.” Jessica mengerutkan dahinya dan merasa bingung.

“Untuk?” Taeyeon tersenyum mendengar pertanyaan Jessica.

“Karena kau telah bersedia menerima Yuri.” balas Taeyeon singkat. “Aku lega, pada akhirnya dia bisa dekat dengan orang lain terutama lawan jenis.”

“Oh.”

Taeyeon tertawa kecil melihat reaksi Jessica. “Mungkin kau tidak tahu tapi dulu Yuri merupakan musuh besar para wanita.”

“Ke-kenapa?”

“Sebab dia lebih cantik dari mereka. Tapi…”

“Tapi?”

“Aku tetap berharap dia bisa menjadi seorang pria… Ya, seandainya saja peristiwa itu tidak terjadi…” Taeyeon memejamkan kedua matanya.

***

*Flashback*

“Yoong!”

“Yul!”

“Aish! Kalian berdua ini, selalu saja ribut!” keluh Taeyeon kepada Yoona dan Yuri.

“Hahahahahah~~~” sahut keduanya.

Yoona dan Yuri atau lebih dikenal oleh para tetangga mereka dengan julukan YoonYul adalah sepasang anak kembar dari kelurga Kwon. Meski kembar identik, tapi mereka mempunyai jenis kelamin yang berbeda. Kedua sangat sulit dipisahkan satu sama lain sehingga kemana pun mereka pergi, pasti selalu bersama-sama. Hal itu terjadi sampai pada suatu hari sebuah tragedi menimpa Yoona…

“Yoong… Yoong… Ayo bangun…” isak Yuri meratapi wajah Yoona yang sudah tak bernyawa. “Yoong…”

“Yul…”

“Taengoo… Kenapa Yoong tidak mau bangun??? Apa dia masih tertidur? Ah iya, pasti dia masih tidur karena terlalu lelah… Iya kan Tae…”

Taeyeon tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sendiri pun masih shock mengetahui Yoona meninggal karena kecelakaan. Ya, kejadian tersebut terjadi begitu cepat. Saat itu ketiganya tengah asyik berjalan-jalan dan secara tiba-tiba sebuah mobil melaju sangat kencang ke arah mereka ketika sedang menyebrang. Nasib malang menimpa Yoona, sekejap tubuhnya terhempas jauh setelah dihantam mobil tersebut. Tidak ayal lagi, seketika itu juga dia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

“Yul…”

Beberapa minggu setelah kematian Yoona, Yuri perlahan mengalami perubahan drastis. Dia lebih suka memakai pakaian milik Yoona dan berdandan semirip mungkin dengan saudara kembarnya. Sejak itulah Mr. Kwon menjadi sangat khawatir akan kondisi psikologis yang dialami oleh putra satu-satunya. Terlebih Yuri mulai membuat ulah dan semakin menjadi-jadi. Beruntung para tetangga memaklumi apa yang dilakukan Yuri karena terlepas penampilannya, Yuri tetap seorang anak yang baik.

“Taeyeon-ah.”

“Huh?”

“Mungkin tidak lama lagi kita akan berpisah.” Yuri berkata sambil memandang langit. “Aku memutuskan untuk pergi ke Seoul dan memulai kehidupan baru di sana.”

Taeyeon tidak bisa berbuat apa-apa. Baginya sudah cukup bila Yuri bahagia, dia akan mendukung apa pun keputusan sahabat baiknya itu.

“Good luck Yul…”

“Thanks Tae…”

*End of flashback*

***

“Hai~ Maaf lama menunggu. Kalian harus tahu betapa cerewetnya bos-ku yang satu ini, huft!” sela Yuri kembali ke tempat duduk. “Oh ya, kalian sedang bicara apa tadi? Sepertinya aku memotong pembicaraan kalian.”

Jessica menggeleng dan tersenyum. “Tidak, kami hanya bertukar pikiran saja. Bukan begitu Taeyeon-ssi?”

“Ya, Sica-ssi. Oh ya Yul, aku tidak bisa lama-lama karena ada urusan lain. Jadi aku harus pergi sekarang.” pamit Taeyeon sebelum berlalu dari hadapan mereka. “Sekali lagi, senang bertemu kalian. Terutama kau, Sica-ssi. Aku titipkan Yuri padamu.” Jessica mengangguk.

“Hei, sejak kapan kalian—“

“Dan kau Yul, kau harus menjaga Sica-ssi baik-baik. Jangan membuat dia menangis atau aku akan memberitahukan keberadaanmu kepada ayahmu.” ancam Taeyeon yang seketika membuat Yuri tidak berkutik.

“Aku mengerti Taeyeon-ah. Sampai jumpa dan hati-hati di jalan.”

“Yep, sampai jumpa lagi.”

———

Malam semakin larut. Demi memenuhi janjinya kepada Taeyeon dan memang juga sudah menjadi kebiasaannya, Yuri selalu mengantar Jessica pulang ke apartemennya. Tapi hari itu, seorang pria yang tengah bersama seorang wanita di dalam sebuah restoran yang cukup mewah menarik perhatian Jessica.

“Dong Wook oppa.” panggil Jessica begitu melihat sosok mantan kekasihnya.

“Dong Wook?” Menyadari perubahan pada raut wajah Jessica, Yuri mengalihkan pandangannya ke arah yang menjadi perhatian gadis itu. “Si—“

Jessica lantas segera berlari meninggalkan tempat tersebut untuk menghindari Dong Wook. Dia masih ingat dengan jelas bagaimana pria itu mencampakkannya begitu saja dan membuat hatinya hancur berkeping-keping.

“Kenapa…” Air mata mengalir deras dari kedua pelupuk mata Jessica. Seakan alam mengerti kesedihan yang dia alami, hujan pun kemudian turun membasahi seluruh tubuhnya.

“Sica… Apa yang terjadi?” tanya Yuri yang menyusul kepergian Jessica.

Melihat kehadiran Yuri, Jessica dengan cepat memeluk tubuh wanita (pria) tersebut dan menangis sejadi-jadinya di sisi Yuri.

“Yu-yuri-ah…” isak Jessica. Seandainya… Seandainya saja aku tidak bertemu Yuri… Mungkin aku sudah… Dia terus bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirimkan Yuri kepadanya sebagai seorang sahabat tempat dia berbagi.

“Sicababy…” Yuri berusaha menenangkan Jessica yang terus menangis. Dengan lembut, dia mengelus punggung gadis itu. “Sudah, jangan menangis lagi…” pintanya.

———

Yuri memutuskan untuk membawa Jessica ke rumahnya. Dia takut jika meninggalkannya sendirian, akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terlebih kondisi Jessica saat ini sangat rapuh.

“Kau mandilah dulu, jangan sampai jatuh sakit. Aku akan ambilkan baju ganti untukmu dan menyiapkan makan malam.” bujuk Yuri tersenyum.

Jessica mengangguk patuh dan bergegas menuju kamar mandi. Namun demikian, di dalam sana, Dia tetap saja belum bisa membendung air matanya dan kembali menangis. Selang beberapa saat, Jessica mulai merasa tenang. Segera setelah mandi dan memakai baju ganti yang dipinjamkan Yuri untuknya, dia pun menghampiri Yuri yang sedang sibuk memasak di dapur.

“Yuri-ah…”

“Oh Sica, sebentar lagi makan malam siap. Tunggu ya.” Jessica hanya tersenyum, sementara Yuri sibuk menyiapkan masakannya yang sudah matang. “Okey, mari kita makan.” seru Yuri yang memang sudah kelaparan. “Ayo Sicababy, makan yang banyak.”

“Iya, terima kasih.”

“Sama-sama.”

Sehabis menyelesaikan makan malam, mereka berdua memutuskan untuk menonton acara televisi. Namun karena bosan, keduanya malah menghabiskan sisa malam dengan mengobrol.

“Yuri-ah.”

“Ya?”

“Sekali lagi, aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu.” ujar Jessica yang menyenderkan kepalanya di pundak Yuri. “Seandainya saja kau tidak ada, mungkin aku sudah mengakhiri hidupku…”

Yuri langsung tersentak begitu mendengar perkataan Jessica. Raut wajahnya yang tadinya tenang kini berubah kesal.

“Sicababy, kumohon padamu. Jangan pernah sekali pun kau berpikir untuk melakukan hal bodoh seperti itu.” pinta Yuri sedih karena sejenak mengingatkannya akan kematian Yoona.

Jessica akhirnya menyadari apa yang telah diucapkannya. Tidak seharusnya dia berkata demikian kepada Yuri yang mempunyai kenangan buruk di masa lalu. Ya, Jessica menyesal.

“Ma-maaf…”

Yuri menghela nafas dan memeluk erat tubuh Jessica, berharap agar gadis itu menjadi lebih tenang. “Tidak apa-apa. Kelak suatu saat, kau pasti mendapatkan pria yang lebih baik dari mantan kekasihmu itu.”

Jessica terhenyu dengan ucapan Yuri. Mendadak suhu tubuhnya menjadi panas dan jantungnya berdebar kencang. Sebagai orang yang pernah menjalin sebuah hubungan, dia tahu persis apa yang terjadi pada dirinya.

Apakah aku… Ti-tidak mungkin… Mustahil! pekik Jessica dalam hati.

“Sicababy?”

“Huh?”

“Kau baik-baik saja? Apa kau sakit? Coba aku periksa sebentar.” Tanpa mempedulikan reaksi yang bersangkutan, Yuri menempelkan keningnya di kening Jessica. “Sedikit panas, tapi…”

Yuri seketika menghentikan ucapannya dan memandangi wajah Jessica. Entah sadar atau tidak, tangannya kini sudah menyentuh pipi gadis itu.

Ha-halus… Seperti Yoona…

“Yu-yuri…” Jessica mulai panik ketika Yuri mendekatkan wajahnya ke arahnya. “Apa yang kau—“ Yuri tidak memberikan kesempatan Jessica untuk melanjutkan kata-katanya. “Hmmmph~” desah Jessica.

Ciuman yang tadinya sederhana mulai berubah agresif ketika Jessica menyambut ciuman Yuri hingga pada akhirnya mereka terhanyut di dalamnya. Dimana pada malam itu untuk pertama kalinya, sepasang sahabat itu bercinta dan membuat hubungan mereka tidak lagi sama seperti sebelumnya.

———

Jessica termenung mengingat peristiwa yang terjadi semalam, antara dirinya dan Yuri. Perasaannya saat ini tercampur aduk dan tidak tahu harus merasa senang atau merasa sedih. Senang karena kini dia telah menyadari perasaannya. Ya, Jessica telah jatuh cinta kepada Yuri. Dan sedih karena dia tahu apa yang mereka lakukan hanya sebuah ketidaksengajaan. Terlebih Yuri bukanlah pria biasa.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang…” gumam Jessica meratapi nasibnya. Tanpa dia ketahui, Yuri sedari tadi telah mengamati kegelisahan yang dialami Jessica.

“Sica…” Yuri memeluk Jessica dari belakang. “Maafkan aku…” bisiknya pelan. Jessica tidak menjawab. Dia terdiam. “Maaf…”

Jessica berusaha keras menahan air mata yang memaksa keluar dari pelupuk matanya, tapi tidak berhasil dan dia pun menangis. Tidak hanya sakit, hatinya pun hancur mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Yuri.

“…”

“Sica…”

“Su-sudah Yuri-ah… Tentang peristiwa semalam… Lebih baik kita lupakan saja… Kau tidak sepenuhnya salah…” Jessica memaksakan diri untuk tersenyum demi menutupi kesedihannya.

“Tapi Sica—“

“Sudah cukup… Aku tidak apa-apa…”

Yuri pun mengalah. Dia tidak ingin memaksa Jessica. “Sekali lagi aku minta maaf…”

“Dimaafkan… Karena kau satu-satunya sahabatku yang aku miliki… Yuri-ah…”

“Te-terima kasih…”

Sejak itu, Yuri dan Jessica berjanji untuk tidak lagi mengungkit kembali tentang peristiwa tersebut dan tetap melanjutkan hubungannya sebagai sepasang sahabat baik hingga datangnya hari dimana mengubah kehidupan mereka. Ya, sebulan setelahnya Jessica mendapati dirinya tengah hamil…

***

*Kembali ke awal…*

“Apa?”

“Aku hamil, Yuri-ah… Dan ini adalah anakmu…”

“…”

“Yuri-ah…” Yuri rupanya masih shock dengan pernyataan Jessica. Tidak terbayang sedikit pun di benaknya jika peristiwa itu akan menyebabkan masalah baru. “Yu—“

“Su-sudah berapa bulan?” tanya Yuri mencoba menenangkan diri.

“Jalan dua bulan.” jawab Jessica singkat. Dia tahu pasti jika Yuri tidak akan bisa bertanggungjawab atas kehamilannya.

“Dua bulan ya…”

“Ya…”

“…”

“Yuri-ah, dengarkan aku. Aku tidak akan memaksamu untuk bertanggungjawab karena aku memahami dirimu.”

“A-apa maksudmu???” tanya Yuri tidak mengerti. Dia semakin bingung dengan jalan pikiran Jessica.

“Aku hanya ingin kau tahu kalau ini adalah anakmu dan aku memutuskan untuk membesarkannya seorang diri…” jelas Jessica dengan suara parau.

“Si-sica…”

“Oleh karena itu, untuk kebaikan kita berdua, aku akan pergi dari kehidupanmu selamanya dan mungkin ini terakhir kalinya aku menemuimu…”

“…”

“Selamat tinggal… Yuri-ah…” Jessica lalu memberanikan dirinya mencium Yuri untuk yang terakhir kali. “I love you…” bisiknya pelan dan kemudian berlalu dari hadapan wanita (pria) tersebut.

———

“APA???!!!” teriak Taeyeon setelah Yuri menceritakannya berita tentang kehamilan Jessica. Speechless, itu yang kini dialami oleh Taeyeon. Dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang terjadi pada Yuri.

“Ssssttt! Jangan berteriak!” keluh Yuri kesal sekaligus malu. Sebenarnya dia tidak ingin memberitahukan masalah Jessica kepada siapa pun. Akan tetapi rasa bersalah terus membebani pikirannya dan Taeyeon-lah satu-satunya orang yang dia percaya selain Jessica. “Tae… Bagaimana ini… Aku bingung…”

Taeyeon hanya memandangi Yuri. “Kau harus tanggung jawab.” jawabnya singkat.

“Tapi…”

“Yul, apa pun yang terjadi, kau tetap harus bertanggung jawab karena anak yang dikandung oleh Jessica adalah anakmu.”

“Aku tahu…”

“Lalu? Apa lagi yang menjadi masalah?”

“Tapi aku ini wanita. Aku tidak bisa—“

“Cukup!” potong Taeyeon emosi. “Cukup Yul! Mau sampai kapan kau terus lari dari kenyataan? Dan kau pikir Yoona akan senang melihatmu seperti ini? Tidak, dia pasti sangat sedih!”

“…”

“Sebenarnya aku bersyukur kau bertemu Jessica. Meski gadis itu terlihat rapuh, tapi sesungguhnya dia sangat tegar. Dia bahkan tidak memaksamu untuk bertanggungjawab walau tahu kau telah menghamilinya.”

“Jessica…”

“Yuri-ah… Kau merupakan orang yang sangat beruntung mendapatkan cinta dari seorang gadis seperti dia.” Taeyeon tersenyum. “Hanya Jessica yang bisa mencintai dirimu seutuhnya. Dia bahkan menerima ketidaknormalanmu.”

“Dia aneh.” Kali ini Yuri tersenyum. “Padahal dia bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari diriku, tetapi dia malah memilihku.”

“Hahahaha. Aku setuju padamu.” ucap Taeyeon menambahi. “Okey, Yul. Kurasa sudah saatnya kau move on dari Yoona. Hiduplah dengan membuka lembaran baru bersama Jessica sebelum semuanya terlambat dan kau menyesal.”

“Terima kasih Taeyeon-ah.”

“Oh ya, satu lagi.”

“Apa itu?”

“Jangan lupa undang aku ke pernikahan kalian.”

Yuri tertawa kecil. “Tentu saja, kau orang pertama yang akan aku undang. Kalau begitu aku pamit dulu, Tae. Aku harus segera menemui Jessica dan sekali lagi aku ucapkan terima kasih padamu karena berkat kau, aku bisa menyadari sesuatu yang sangat penting dalam hidupku sebelum terlambat.”

“Sama-sama Yul.”

———

Kesibukan Jessica merapikan barang-barang miliknya ke dalam kardus terusik ketika mendengar bunyi suara ketukan pintu. Dengan berhati-hati, dia pun bangkit dan beranjak untuk membukakan pintu.

“Sica…”

“Yuri? Sedang apa kau di sini???” Namun melihat wajah Yuri yang tampak sangat lelah dan berkeringat, Jessica mempersilahkannya masuk. “Duduklah, aku akan mengambilkan minuman untukmu.”

“Tunggu!” Dengan cepat Yuri menghalangi langkah Jessica. “Aku tidak perlu minum, yang kuperlukan hanya dirimu, Jessica Jung Sooyeon.”

“Yuri-ah…”

“Sica… Dengarkan aku…” pinta Yuri sambil berlutut di hadapan Jessica. “Aku tidak tahu apakah kelak aku akan menjadi seorang ayah yang baik untuk anak kita, tapi aku akan berusaha untuk mewujudkannya. Jadi, kumohon izinkanlah aku ikut bertanggungjawab membesarkan anak ini bersamamu.”

“…” Jessica shock mendengar apa yang baru saja dikatakan Yuri.

“Jessica… Aku memang bukan seperti pria pada umumnya. Seperti yang kau tahu, aku lebih suka berperilaku layaknya seorang wanita. Tapi hal ini merupakan bentuk pelarianku yang tidak bisa menerima kenyataan atas kematian adik perempuan yang juga saudara kembarku, Yoona.”

“…”

“Sampai akhirnya aku sadar… Bahwa Yoona… Tidak akan pernah kembali…” Yuri kini menitikkan air matanya dan menangis.

“Tapi kau tidak mencintaiku… Dan aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak mencintaiku, Yuri-ah… Jadi lupakan saja… Aku tidak bi—Hmmph!” Yuri yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya mencium Jessica. “Yuri! Apa yang kau—“

“Kau pikir aku melakukan hal itu padamu tanpa memiliki perasaan sedikit pun?! Kau salah! Kau salah besar, Jessica!” potong Yuri menahan emosi.

“…”

Yuri berusaha menenangkan dirinya. Dia tidak ingin melampiaskan kemarahannya di hadapan Jessica. Terlebih gadis itu sedang hamil dan hal tersebut tidak baik untuknya.

“Sica… Maaf jika aku terlambat menyadari semaunya… Karena aku mencoba untuk menghindar dari perasaanku sendiri… Aku takut jika kau mengetahui perasaanku yang sebenarnya, justru kau akan membenciku dan aku tidak mau itu terjadi… Maka lebih baik aku menjadi sahabatmu…”

“Yuri…”

“Tapi ternyata aku salah… Yang terjadi malah sebaliknya…”

“Yuri-ah…”

“Sica… Aku mencintaimu…” gumam Yuri pelan. “Aku mencintaimu bukan sebagai sahabat… Aku mencintaimu seperti seorang pria yang mencintai seorang wanita… Kau telah membuatku menyadari hal itu…”

Jessica tidak bisa lagi membendung rasa senangnya dan segera memeluk Yuri. Dia begitu bahagia mendengar pernyataan cinta Yuri yang memang sudah dinantikannya.

“Yuri-ah… Aku…”

“Sicababy, maukah kau menikah denganku? Aku akan berusaha membahagiakanmu dan anak kita.”

“Iya! Aku mau menikah denganmu, Yuri-ah.”

Yuri tersenyum dan mengecup kening Jessica. “Terima kasih. I love you, Sicababy.”

“I love you too, Yul.”

———

*Epilogue*

“Seobang!!! Ngghhhh!!!”

“Sicababy, tahan! Aku ada di sini!”

“Sakit~~~ ARGH!!!”

“Aigoo~~~ Apa yang harus aku lakukan??? Taengoo-ya!!!”

“Aish! Kalian ini berisik sekali! Namanya juga melahirkan, pastinya sakit!”

“YURI!!!!”

“TAENG!!!”

“Iya iya~ Ayo Sica-ssi, sedikit lagi~~~”

“AAAAAAAAAAARRRRRGGGGHHHH!!!!!!!!!!!!!!!”

“OEK!!!”

“Selesai!”

“Benarkan? Aduh, akhirnya aku menjadi ayah.”

“Selamat ya Yul, Sica-ssi, anak kalian laki-laki. Kau akan beri nama apa?”

“Sicababy, apa kau punya usul?”

“Yoong?”

“Okey, kalau begitu kita beri dia nama Yoong, Kwon Yoong.”

“Baiklah. Suster Miyoung, tolong kau data anak mereka, aku masih ada pasien lain.”

“Baik Dok.”

“Yul, Sica-ssi, aku mohon diri dulu ya. Sekali lagi selamat.”

“Thanks Taengoo-ah.”

“Hmm, maaf. Boleh saya tahu dimana suami Anda, Mrs. Kwon?”

“Itu…”

“Aku! Aku suaminya suster~ Tehehehe~~~”

“What the—“

.

.

.

.

.

GUBRAK!!!

“Aigoo! Suster Miyoung!”

FYI: Meski sudah menikah, Yuri tetap berdandan seperti perempuan karena dia sudah merasa nyaman. Sepertinya dia butuh banyak waktu untuk bertransformasi menjadi laki-laki… =_=”

-FIN-

Howdy~~~? Gimana? Panjang ya? Hahahahahahah~~~ Very kasma and stay healthy~~~ XDDD

Advertisements

70 thoughts on “She Is My Hubby [One-Shoot]

  1. hahaha….gila ending nya kocak…XD sica pasti dapet tekanan batin tuh..wkwk

    huft…gila ga nyangka….yul jago juga nge buatnya(?)..XD

  2. Ngakak abis dh bca nih ff,, palagi bgian minho & bgian ending.. Wkwkwk.. Bgian yg plg bkin ngakak terus 😀
    see u d updte’an slnjutnya eon.. Caaww 😉

  3. Ehhh ternyata aku ud ketingalan banyak bgt di wepe ini..kalo ga liat tl gatau kakak apdet..
    Prasaan dulu ud ngefolo tapi ga ada notifnya. Eh pas aku liat ternyata blom folo.. ganti nama wepe bs ngaruh ama folowerkah kak? *bingung *oke lupakan

    Ahahahaha kakak.. beneran ini aku ngakak2 setiap kali yuri bilang dan ngotot kalo dia cewek.. bayangin dia cowok dan ngotot gt brasa koplaknya tapi unyu..hehe
    Flashbacknya ama yoong miris euy..hehehe
    Oke deh..
    Tengkyu apdetannya kakak 🙂

  4. wakakakakakakka XD haduuu….. ahahaaahahahh……. XDDD *lempar bass betot*
    sakit perut… ya ampun kwon yuri kebanyakan gaul sama kakak jung leydeh nih… ahahahahhahah ^-^V peace..

    haduh jd lupa mau komen apa td gegara kebanyakan ketawa =_=

    thx for comeback again kakaknya~
    romance comedy~ ㅋㅋㅋ
    plot twice nih..biasa nya yuri wanita kelaki-lakian sekarang jd laki-laki kewanita-wanitaan lol

    sekali lg thx for update… ^^~ ditunggu update an lain nya.. HWAITING!!!

  5. yeee .. akhirny eonni update lagi

    sempat bingung sendiri bacanya ..

    mwoo?? yul appa tetap berdandan cewe?? haisss sayang banget … kiran setelah menikah yul appa akn jadi cowo maco nan kerenn ..

    lanjutt eonn .. fighting!!

  6. wkwkwkwk .. WHAT THE_ ?? gak ending gak awal cerita bikin ngakak… hihihi yuri odong.. tp sumpah keren .. top markotop deh sama unni yg satu ini …
    yul to the sic.. ada yul pasti ada sica.. sica pasrah banget ama yul ..wkwkwk
    heran dan bikin ngakak.. yul bisa langsung gtuan ama sica.. dasar seobanggg black .. bener2 deh makin gemes sama mereka.. kangen juga ama moment2 yulsic.. hehehe …
    unni?? terimakasih… buat ceritanya 😀

  7. gw suka cerita lu thor, penuh imajinasi,kreatif dan menarik. jarang jarang ada yang seperti ini, yeah yulsic tetap bersatu walaupun si yul masih tetap pada jiwa kewanitaanya -_-” . thanks for your story, dae to the bak. 🙂

  8. anjiir ngakak pas baca note!! QAQ
    BWAHAHAHA!! baca ini sambil dgr lagu nya dance herlem shake~ *goyang perut*

    Yuri nyeremin ya~ khawatir sama baby Yoong kelak ngikutin bapak nya yang… eww~~

    eh itu cerita dari manga? yaampun kocak deh pasti..
    btw, merciiii~~ ^^ udh ksh tw lg di mention, aku baru bca(barusan). aku pikir nanti agak maleman ato tengah mlm tau nya udh drtd. keke~
    makasih jg td udh mnyelamatkan kebosanan dan kekesalan utk hari ini.. ==” hehe~ *bow*

    jgn lupa di lanjutin ff yg msh TBC yaa~
    ganbatte~ sukses bwt unppo~~
    keep health too~ yuk goyang perut lagi HAHA~ XD

  9. Bhahahahaha.
    Ngakak bareng appa nya yul
    eh buset yul aja aja ada kamuh.
    Sica itu ibarat hidayah bwt kwon yul ya.haha
    nasib anak nya gmana ya??
    certianya bagus lucu ending ny juga bkn ngakak ..like like.
    Thank you udah update kaka..FIGHTING 🙂 😀

  10. wkwkwkwkwkwlwkwkw, tengah mLm maen k sini rupa ny update dan ……….. Kyaaaaaaaaaa Yul jd Lekong. huaaaakakakakakakakakakakakaka kocak banget un, apa lg pas d MinYul moment. Sumpeh, ga bisa kebayangan ekspresi minho setelah dia tau yuri itu laki. hahahahahahha *poor minho..

    Wew, Yuri bisa juga ngamilin sica, hahhahaa cieeeee Yuri. bialpun lekong gt bisa jg ya.. hahhaaha

    duh cucian neng miyoung ampe pingsan gt liat bapak ny kwon yoong. tae, gihhh sana bangunin neng miyoung yg pinsan liat sohib u kek gt..
    hahahahaha

  11. Bingung neh ngbyanginya. Prtma yuri jd c0w(uda agk byasa yah?) tp uda gt hrz byangin lg dy jd cew pdhl azlinya c0m. Hadeuh! Ribet d. Tp bguz thor. Critanya mnarik. Fiuh, untung sica dtg. Jd yuri bza trzelamatkn dr ktdkn0rmalanya t.
    Haha, mzqi c0vernya princess td trnyt dlemnya hercules yah. Lgzg jd aja tuh ank. Qeqeqe… Hwaiting th0r! Dtggu yg laen lg.

  12. yuri minho kasian si minho tau yuri namja wkwk

    yul ga normal bisa ngamilin orang .__.a keren sica nerima yul apa adanya
    (‘-‘/\) tapi pas endingnya ngakak bayanginnya xD

    FFmu selalu keren eon puas baca one shootnya ditunggu FF selanjutnya ‘-‘)/

  13. Annyeong readers baru absen
    Haha yuri jadi bani dong ya ampun kepikiran aja thor sama ceritanya tapi bagus ko
    Endingnya bikin ngakak, kasian itu miyoung pasti syok berat

  14. Annyeong ……,,,
    – – – – – –
    Hhaaahaaaahaaa ,,,,, adddooh bkin trus ktawa bgini,….,,,
    Apalgi akhirnya tuh,ya ampun mskipun udah jadi ayah ternytaaa msih ttep aja,,
    Kekeke

    Ya ampun Yul gak nyangka bneran deh,,,
    Daebakkkk kaka critanya,,,, hhuu~
    Gak tau mau comment apaan lagi.,pkoknya kereeen,,,,

    Oke, dtunggu next update nya,,,
    SEMANGAAAAAAT~

  15. Wkwkwk..
    Yul jadi wanita(pria)..
    Gak bisa bayangin gmn ekspresi’na Miyoung pas sadar dr pingsan.. Pasti pingsan lg.. 😀
    kocak abisss..

  16. annyeong thor
    salam kenal, aku reader baru
    aslikocak ngakak baca ni ff
    bagus thor ceritanya beda, lain dari yang lain ??

  17. Pertama bersyukur banget yuri ga operasi anu-nya.. Pedang sakti yuri masih tajem meskipun dia feminim. Tak lekong oleh sekong itu namanya seus yuri.. Hahahahahah

    Waah kagum sama cintanya jessica yg bisa trima yuri apa adanya. Sica jjang!! Dan yuri.. Ih cucok banget deseu jd bakpia tapi teteup rambate rambahayo yey masih panjang, suster ngesot miyoung ampe pingsan. Hahahah

    Wah aru ini bagus banget ceritanya menarik. Wuhuuw aru jjang!!!
    Oke semangat terus ya maaakkk :)))

  18. wkwkwkwkwk aduh kak ini serius ceritanya? gak kebayang gimana cantiknya Yuri meskipun dia ternyata lelaki 😀
    pertama kali baca aku kira Yuri nya cewek
    demi deh ceritanya menarik banget 😀 dan scene terakhir yang bikin aku ngakak hahaha

    nice one ^^ keep writing kak ^-^

  19. annyeong thor,,reader baru,,,,
    ngakak aku bacanya,sumpah lucu bangt ceritanya thor,,yuri lekong,,bwahahahahahahaahahhahahaaha,,,
    keren thor,,,,
    thor,boleh aku minta pewe d ff ini???boleh a thor,,,,boleh ya???#maksa# heehehehehheheehe.. FIGHTHING THOR!!!!!!

  20. Ahahahaha kak aruu XD kocak aah.. Sampe tengah tuh isinya antara bengong, shock, kaget..dan akhirnya ngakak di akhir XD *dan salam pukpuk jg buat minho kekekeke

    yul, yul..kau ada2 saja, miyoung sampe pingsan gt *ngbayangin muka yuri pas ketawa “tehehehe”

  21. wanjir kak xD ini cerita lawak abis, ga nyangka aja, biasanya yuri pengen jd laki2, nah ini yuri malah jd banci xD endingnya juga… aigoo~ sica tahan aja sama keabnormalan yuri 😀

  22. wakakakak…aduh sampe mules bacanya…
    kocak bgt yg bagian epilogue..
    tp pendek bgt thor…can i ask for sequel??she is my daddy,perhaps? XD

  23. Thor aq jdi kepikira gmna klo yuri onnie bener’n cowo
    klo diperhatiin yuri onnie kya ada jakun di leher’a
    ah tpi lucu ff nya thor apa lgi pas adegan minyul nya minho lngsung gk bisa apa” tau yuri cowo
    yulsic emang jjang
    i love yulsic

  24. karena ga ada bacaan genben-nya kukira tadinya Yul’y beneran cwe ternyata hahaha 😀

    baru kali ini aku baca yg kaya gini thor.. Unik apalagi endingnya –” sesuatu.. Good Job 🙂

  25. Wahahaha ff terkoplak yg pernah gw baca..gokil lu thor..!!
    Bisa gitu yah yuri, dia trauma ditinggal yoong jadinya bertransformasi jadi cewek, udh jadi suami sicapun dandanan masi cewe..sampe miyoung shock..wkwkwk
    keren..keren thor..!!

  26. lmao this oneshot is so hilarious xD
    lawak sumpah ,yuri nya lekong hahaha. biasanya juga cewe manly ,yang ini luar biasa jadinya cowo feminim lol.
    endingnya lebih lawak, kirain kalo punya anak bakal berubah gitu ya, ternyata masih tetep aja hahaha.
    keren lah keren, di tunggu karya lain lainnya..

  27. demi apa yuri banci xDDDD….banci ngamilin sica,,,muahahahahahahahaa,,,,keren!! daebbak!!! hoel!!! lol

    sumpah ngakak itu adalah pas bagian Minho, Minho ketipeng dong sama Yuri,,,astaga ada2 ajah kah dek Yuri ini… Bokap’y Yuri jugak xDDD…parah lah ini mah….

    tapi keren lah 🙂

    thanks for update… makasih ya *bow*

  28. WKWKWKWKWKWK lucu banget ini FF T______T
    kenapa my handsome daddy jadi bencong begini wkwkwkwkw 😥

    btw, ini FF bertama yg ak baca di wp ini *maklum baru nemu*
    jadi, mau jalan” dulu yag mengelilingi FF yg laen

    next FF, Yul to the Sic juseyooooo!! Fighting ya Aru unn!! ^^9

  29. hai unnie~
    urimanio <[gatau nulisnya]
    hahah setelah sekian lama mampir juga ke wp unnie ini,, meskipun susahnya minta duit masuk ke wp unn,gtw knp lola mndadak
    lucu lucu,, yul jadi lekong yah,,
    hemm adaflashback di cerita lalu,, artinya flashback didalam flashback,*ngomong apa sih aku*
    yaudah pamit,, jaljayo unnie :*

  30. Wkwkwkkk,,suster miyoung pingsan,,
    jd wlwpn yul kya pere tp tteep bsa bkin sica hamil y,,
    keren thor,,
    Mksh^^

  31. comic mak? genrenya 15+ nih. typo lumayan dkit. pendeskripsian, diksi, bhasa ma plot ckup manga kok, bgus mak. jam terbangX kentara dah tinggi, jdi g sungkan tuk ngungkapin sesuatu dgn pas. cman yg dri awal Q pkirin sjak bca ni ff, pesan apa yg maw dsampein? taw ni ff cman maw ngibur hati doank.

    jgn kaget yeh mank gni cra comment Q, lbh mri ngeriview pdhal tau nulis aja gak. cman suka meratiin tulisan org, bis ntu kritik dah. maaf mak kalo ni bkin drmu kaget hehehe *salam ketcup kenyot driku* byee….

  32. GUBRAKK!!!!
    Gw angkt 20 jempol deh 😀
    Critax kreatif bgt, gw g k’pkiran klo yul unie jd androjini…wkwkwk
    guling2 ngakak gw bacax :’D
    lamken z dah, gw reader bru 🙂

  33. hadeh.,, aku bingung mau komen mula drimna.,,
    asliny Yul itu cowok?? wk wk wk 😀
    sgtu bersalahny Yul sma adiknya smpai rela kyak gtu.,,
    Sica aigoo., nasibmu x_x
    tpi tak apalah krena dgn bgtu kau brtmu dgn ‘Seobangmu’ 🙂
    endingny gokil dah 😀 🙂

  34. wawawahh sica nekat banget suka yul si namja yang bergaya yeoja wkwkwkkw ff ini koplak tp seru wkwwkwkk lanjuttt

  35. I love this story haha
    Lucu, manis, kocak, sedih semuanya ada hehe
    Kebayang nanti udh gede yoong reaksinya gimana waktu liat appa nya dandan kaya cewe gitu haha
    Ditunggu cerita2 yulsic yg genre family gini lagi yah!! Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s