Portrait of Beauty [Part 5]

My apologize for long hiatus, so I give you bonus this chapter… Sorry for grammar typo~ Enjoy it! Always remember >>> NO COPAS or DIE!!!

~Portrait of Beauty [Part 5]~

Genre: Yuri (GirlxGirl), Romance, Angsty (?)

Cast: Yuri & Jessica (YulSic), Taeyeon & Tiffany (TaeNy)

———

“Maaf membuatmu menunggu.”

Yuri tersenyum melihat kedatangan Jessica. “It’s okay. Apa urusanmu sudah selesai?” Jessica hanya mengangguk. “Kalau begitu, apa kita bisa pergi sekarang?” tanyanya lagi.

“Ya.”

“Okay princess.”

Sambil bergendengan tangan, mereka masuk ke dalam Lotte World.

Namun, sesampainya di sana, secara tidak terduga Yuri dan Jessica bertemu dengan Soojung yang tentu saja sedang bersama Taeyeon dan Tiffany.

“Unnie!” seru Soojung berlari ke arah mereka berdua.

“Soojung???”

Spontan saja Jessica terkejut melihat keberadaannya adiknya dan tidak lama kemudian Taeyeon beserta Tiffany pun datang menghampiri mereka.

“Aigoo~ Soojung-ah, kami mencarimu kemana-mana ternyata kau— Lho? Sica? Sedang apa kau—“ Taeyeon tidak melanjutkan perkataannya begitu melihat keberadaan Yuri. “Ah~~~ Aku mengerti. Pantas saja semalam kau tidak menjawab atau menbalas pesan yang kukirim.” sindirnya menyeringai.

Wajah Jessica pun langsung tersipu setelah mendengar komentar Taeyeon yang menggodanya. Dia lupa jika semalam Taeyeon terus menghubunginya untuk meminta izin mengajak Soojung pergi ke Lotte World.

“Aish! Aku benar-benar melupakannya…”

Sementara itu, Yuri hanya tertawa menyaksikan reaksi Jessica.

“Unnie.” Suara Soojung akhirnya membuat Jessica tersadar. “Unnie, aku mau naik itu!” pintanya menunjuk ke wahana merry-go-round.

“Ta-tapi Soojung…”

“Kalian berdua pergilah.” bujuk Yuri. Dia tahu betapa inginnya Soojung pergi bersama Jessica.

“Yul… Tapi aku…”

“Tidak apa-apa, Sica. Aku akan menunggu kalian di si–”

“Ah! Yuri unnie juga ikut!” potong Soojung cepat.

Kali ini giliran Yuri yang terkejut. Baik dirinya dan Jessica hanya saling memandang.

“Er… Tapi Soojung… Aku—“

“Yah! Mau sampai kapan kalian ada di sini? Cepat naik. Kami berdua akan menunggu di kafe sebelah sana.” ujar Taeyeon sembari merenggangkan badan dan meraih membisikkan sesuatu kepada Yuri. “Aku tahu kau menyukai Jessica bukan? Kau tidak perlu lagi berjanji padaku, Yul. Bagiku yang terpenting adalah melihat mereka berdua bahagia.”

Taeyeon tersenyum dan kemudian berlalu bersama Tiffany.

“Taeyeon… Terima kasih…” gumam Yuri dalam hati seraya membalas senyuman Taeyeon.

“Yuri unnie.”

“Baiklah Soojung, ayo kita naik.”

Yuri pun menggandeng tangan kedua bersaudara menuju wahana yang akan mereka naiki.

Rupanya Soojung tidak puas hanya menaiki satu wahana dan gadis kecil itu menuntut lebih. Jessica yang sebenarnya hanya ingin berduaan saja dengan Yuri pun harus mengurungkan niatnya itu.

“Unnie! Ayo kita ke rumah hantu!” rengek Soojung menarik tangan sang kakak.

“Wha—“ Seketika wajah Jessica pun berubah pucat. “Yah! Soojung! Kau tahu kan kalau aku ini penakut!”

“Tapi unnie…”

Jessica yang tidak tega, akhirnya hanya bisa menghela nafas dan mengalah demi keinginan sang adik yang mulai menangis. Malang bagi Jessica, dia tidak tahu jika ternyata Soojung hanya berpura-pura. Ya, air matanya merupakan jurus yang paling ampuh untuk menaklukan hati sang kakak.

“Okey okey, ayo kita masuk ke sana.”

“Hore! Ayo unnie!” Dalam sekejap, Soojung langsung berubah gembira. “Unnie, Yuri unnie, ayo cepat!”

“Oh my God…” ucap Jessica pasrah mengikuti adiknya yang telah lebih dulu masuk ke dalam rumah hantu sementara Yuri berjalan di belakang mereka sambil menahan tawa.

“Mereka berdua sangat lucu.”

Setelah hampir setengah jam, ketiganya akhirnya keluar dari wahana tersebut dengan kondisi yang berbeda-beda. Terkecuali Soojung yang tampak sangat menikmati, Yuri dan Jessica justru menampakkan keadaan yang sebaliknya.

“Aigoo… Tampaknya aku harus segera pemeriksakan pendengaranku ke dokter THT…” gumam Yuri sambil menghela nafas dan sesekali meraba telinganya.

Ya, Jessica yang ketakutan terus menerus berteriak hingga membuat telinga Yuri yang dipeluknya selama berada di dalam rumah hantu menjadi sakit.

“Yul… Apa kau baik-baik saja?” panggil Jessica khawatir.

“Huh?” Beruntung ternyata Yuri masih bisa mendengar suara Jessica. “Oh, aku masih bisa mendengar. Syukurlah.”

“Maaf…” ujar Jessica menundukkan kepala. Gadis itu tampak merasa sangat bersalah kepadanya.

“Kau jangan khawatir, aku baik-baik saja.” hibur Yuri.

“Tapi…”

Yuri segera memeluk Jessica dan kemudian mengecup kening Jessica tanpa peduli jika Soojung menyaksikan kemesraan mereka berdua.

“Lain kali mungkin aku akan menggunakan penutup telinga jika kita kembali memasuk ke dalam rumah hantu.”

“Yah!”

Jessica memukul lengan Yuri dan mendorongnya. Namun, tenaga Yuri yang jauh lebih kuat membuat dirinya terus berada dalam pelukkan gadis pelukis itu.

“Eiy~ Aku cuma bercanda. Hahahahahaha.”

“Tidak lucu.” gumam Jessica cemberut. Akan tetapi dalam hatinya, dia merasa sangat senang. “Thank you, Yul…”

———

“Apa kau bilang?! Bagaimana bisa mereka menemukannya???” pekik seorang pria penuh emosi.

“Ma-maaf boss… Dan tampaknya sekarang ini kita mulai diawasi…”

BRAK!

Pria itu pun langsung menggebrak meja. “AKU TIDAK PEDULI!!! KALIAN HARUS BERESKAN SEMUANYA DENGAN CEPAT!!!” teriaknya memerintah sang anak buah.

“Ba-baik! Akan kami laksanakan!”

Setelah anak buahnya pergi, pria tersebut segera menghubungi seseorang.

“Halo? Aku punya sebuah tugas penting untukmu.”

———

Tidak terasa langit mulai beranjak gelap, kini Jessica hanya berdua dengan Yuri. Ya, Taeyeon dan Tiffany memutuskan untuk pulang bersama Soojung yang telah terlelap akibat terlalu lelah.

“Akhirnya…”

“Sica.”

“Hmm?” Jessica menoleh ke arah Yuri. “Ada apa, seobang?” tanyanya.

“Seobang?” Yuri mengerutkan keningnya.

Jessica tersenyum. “Seobang… Omma-ku selalu memanggil appa-ku dengan sebutan itu. Boleh aku memanggilmu demikian?”

Yuri mengangguk. “Tentu. Seperti yang kau inginkan.”

“Terima kasih, seobang.”

“Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?” Pertanyaan Yuri sejenak membuat Jessica berpikir. “Apa ada yang kau inginkan?” tanyanya lagi.

“Ferris Wheel.” Tunjuk Jessica ke arah biang lala. “Aku ingin naik itu berdua denganmu.”

Yuri mengandeng tangan Jessica.

“Ayo.”

Beruntung kali ini mereka tidak harus mengantri untuk menaiki wahana tersebut dan keduanya pun bisa menikmati indahnya pemandangan sore yang indah dari dalam ferris wheel. Bagi Jessica, ini merupakan momen yang paling membahagiakan dirinya setelah sekian lama dia tidak merasakannya. Namun, perasaan itu pun berganti menjadi sebuah ketakutan ketika dia mengingat apa yang akan terjadi pada selanjutnya.

***

*Flashback*

Jessica dengan cepat mengambil ponselnya untuk menghubungi Jo Kwon, sementara Yuri mengantri di loket Lotte World untuk membeli tiket.

“Halo, Madam Jo.”

“Jessie!”

“Madam Jo, maafkan aku! Semalam—“

“Sudah-sudah, nanti saja kau jelaskan. A-apa kau sudah membaca pesan yang aku kirim.” potong Jo Kwon.

“I-iya… Aku sudah membacanya…”

Meski sebenarnya pria melambai itu tidak tega, akan tetapi demi kelangsungan usahanya dia harus meyampaikan hal tersebut kepada Jessica.

“Sebelumnya aku… Tidak, kami semua ingin meminta maaf kepadamu Jessica…” isak Jo Kwon berusaha menahan air matanya. “Ka-kau…”

Mendengar suara tangis sang mucikari, Jessica hanya bisa diam. Dia tidak tahu harus berbuat apa karena kini dirinya hanya diliputi oleh rasa ketakutan yang amat sangat. Tubuhnya tidak berhenti bergetar hingga keringat dingin pun tanpa terasa keluar melengkapi rasa ketakutan itu.

“Madam… Sebenarnya apa yang terjadi?”

Jo Kwon menghela nafas panjangnya sebelum kembali menjelaskan.

“Kim Young Min… Di-diaa akan membeli dirimu…”

“Ke-kenapa bisa??? Tidak… Aku tidak mau…” gumam Jessica parau. Sekejap wajahnya langsung berubah pucat.

“Jessica…”

“AKU TIDAK MAU!!!” Seketika suara teriakan Jessica membuat semua yang mendengarnya terkejut setengah mati. Baru kali ini mereka mendengar gadis itu begitu histeris. “AKU TIDAK MAU DAN AKU BUKAN BARANG YANG SEENAKNYA DIJUALBELIKAN!!!” teriaknya lagi.

“Sica…”

“POKOKNYA AKU TIDAK MAU DAN TIDAK AKAN PERNAH MELAKUKANNYA!!! MULAI SEKARANG AKU BERHENTI DARI PEKERJAAN INI!!!”

Jessica yang sudah sangat frustasi lantas bergegas untuk mematikan teleponnya. Namun sebelum hal itu terjadi, sebuah suara membuatnya berhenti.

“Jika itu keputusanmu, mungkin ini terakhir kalinya aku berbicara denganmu.” ujar Yeon Hee, wanita yang sudah dianggap Jessica sebagai seorang kakak akhirnya buka suara.

“A-apa maksudmu???”

“Jessica dengar… Kim Young Min mengancam akan menghancurkan tempat ini jika dia tidak bisa memilikimu…”

“…”

“Kau sudah tahu itu bukan, Sica? Dan kami semua tidak tahu harus berbuat apa… Nasib kami semua bergantung pada keputusanmu…”

Tubuh Jessica pun terkulai lemas dan hanya bisa meratapi nasibnya sambil menahan air mata yang mulai berjatuhan dari pelupuk matanya.

“Yuri… Bagaimana ini… Apa yang harus aku lakukan…”

*End of Flashback*

***

“Sica.”

“…”

“Sica.”

“Hmm?”

Yuri tertawa kecil melihat Jessica yang sedari tadi menyenderkan kepala di bahunya.

“Aku kira kau tertidur.”

“Tidak. Aku hanya memikirkan sesuatu…”

“Huh? Memangnya apa kau pikirkan?” Jessica pun bangkit dan menatap wajah Yuri. “Kenapa? Apa ada yang aneh dengan wajahku?” canda Yuri.

Jessica tersenyum dan menggeleng.

“Meski singkat, aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersamamu…”

“Sica?”

“Seobang.”

“Ya?”

“Cium aku.”

Yuri tersenyum. “Dengan senang hati.” ucapnya sebelum mendaratkan sebuah ciuman ke bibir Jessica.

“Yuri… Maaf, aku mencintaimu…”

———

“Tae.”

“Ya?”

“Apa menurutmu Jessie…”

Tiffany merasa ada sesuatu yang janggal dari sikap Jessica hari ini. Meski hubungan Jessica jauh lebih dekat kepada Taeyeon, namun tidak sering pula gadis itu menceritakan segala curahan hatinya pada Tiffany. Terlebih ketika akhirnya dia memutuskan untuk menetap di Korea bersama Taeyeon. Jessica-lah orang pertama yang memberinya ucapan selamat.

Taeyeon hanya diam. Dia paham apa yang dirasakan oleh Tiffany. Ya, bahkan jauh sebelum mengenal Tiffany, Taeyeon sempat memendam perasaan khusus pada Jessica.

“Lebih baik kau istirahat. Aku akan membaringkan Soojung ke kamar.”

“Tapi Tae..”

“Tiba pada saatnya dia akan menceritakan semuanya kepada kita.”

Tiffany mengerti maksud perkataan Taeyeon. Tidak ada gunanya mereka berdebat mengenai Jessica sekarang ini. Namun yang pasti, keduanya merasakan sesuatu yang buruk akan menimpa gadis itu.

“Semoga Yuri bisa menjaga dan melindungi Jessie dan Soojung…”

———

“Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan kabar keputusan Jessica?” Yeon Hee hanya menggeleng. “Mungkin lebih baik kalian semua mengakhir pekerjaan kalian.” ujar Jo Kwon putus asa.

“Tapi madam, jika kami berhenti lantas kami harus bekerja sebagai apa?!” Hara balik bertanya. “Apa masih ada di dunia ini orang yang mau menerima para mantan wanita penghibur seperti kami?!” tambahnya lagi.

“Hara, tenang.”

“Aku tidak bisa, Gyu! Aku tidak bisa tenang sebelum Jessica mengambil keputusannya dan aku harap dia mau menerima permintaan Kim Young Min!”

“HARA DIAM!!!”

Amarah Yeon Hee seketika memuncak dan membuat suasana mendadak hening.

“Yeon Hee…”

*Bip bip*

Sebuah pesan masuk di ponsel milik Jo Kwon. Tanpa buang waktu, pria melambai itu segera membuka dan membaca isi pesan yang berasal dari Jessica.

From: Jessica Darling

Madam Jo… Aku bersedia menerima permintaan Kim Young Min. Akan tetapi dengan syarat kau izinkan aku menghabiskan sisa waktu yang kupunya untuk berada bersama orang yang aku cintai. Sampai hari itu tiba, jangan pernah menggangguku. Jangan khawatir dan jangan datang menjemputku sebab aku akan datang sendiri membawa tubuhku kepadanya. Terima kasih. By J.

Setelah membaca pesan tersebut, Jo Kwon langsung menangis di hadapan semuanya. Dia benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa. Jessica… Dia sangat berhutang budi kepada gadis itu.

“Ma-madam… Apa kau sakit?” tanya Yeon Hee menghampiri Jo Kwon.

“Tidak…”

“Lantas ap—“

“Jessica… Dia bersedia mengorbankan dirinya untuk kita…”

———

“Seobang”

“Yup?”

“Apa aku boleh minta sesuatu darimu?”

“Hmm, memangnya apa yang kau inginkan?”

Jessica beranjak dari pelukan Yuri dan menatapnya.

“Aku ingin kau melukis diriku bersama Soojung. Sama seperti lukisan kakakmu bersama adikmu.” pintanya kepada Yuri.

Tentu saja gadis pelukis itu mengabulkan permintaan Jessica.

“Baiklah. Kapan aku bisa mulai melukis kalian?” tanya Yuri.

Jessica tersenyum dan kembali merebahkan dirinya ke dalam pelukan Yuri. Dia merasa nyaman berada di pelukan gadis tersebut. Tidak hanya hangat, dia seakan ada di dalam perlindungan Yuri.

“Besok… Dan bila kau tidak keberatan, aku ingin tinggal di sini bersamamu selama kau melukisku dan Soojung… Apa bo—“

Tanpa ragu, Yuri mengunci sisa ucapan Jessica dengan sebuah ciuman.

“Apa pun permintaanmu… Aku akan mengabulkannya, Sica… Rumahku ini selalu terbuka untukmu…”

“Thanks… Seobang…”

“I love you… Jessica Jung…”

Yuri kembali mencium Jessica dan kali ini mendapat balasan dari Jessica.

———

“Soojung-ah, apa kau bisa diam sebentar?”

“Maaf Yuri unnie, tapi aku capek…” rengek Soojung yang sedari tadi memang tampak lelah karena kegiatan di sekolahnya

“Jung Soojung!”

Soojung tertunduk begitu mendengar suara Jessica. Dia sangat takut bila sang kakak sudah memanggil dirinya dengan nama lengkap.

“Sica…” Yuri menghela nafas dan memutuskan untuk menyudahinya. “Okey, kurasa cukup sekian untuk hari ini. Kita lanjutkan lagi besok.” jelasnya sambil merapikan peralatan lukisnya.

“Tapi Yul…”

“Tidak Sica. Hari ini sudah cukup dan Soojung juga perlu istirahat.” Yuri menghampiri Soojung dan menggendongnya. “Soojung-ah, kau makan apa?” tanya Yuri menghibur Soojung yang hampir menangis.

“Aku—“

“Lho? Soojung kenapa menangis?”

Yuri pun segera mengusap air mata di pipinya secara bergantian sebelum gadis kecil itu kemudian membenamkan kepalanya di sisi Yuri dan kembali menangis.

“Unnie… Maafkan aku…” isak Soojung samar-samar terdengar.

“Aigoo~ Sudah sudah. Jangan menangis lagi.”

Melihat sang adik menangis, Jessica pun ikut merasa bersalah.

“Soojung-ah… Maafkan unnie…”

Sayang, Soojung sudah terlanjur tertidur pulas di pelukkan Yuri. “Dia tidur.” bisiknya.

———

Jessica terus memandangi wajah adiknya yang tengah tidur. Sambil membelai rambut Soojung, Jessica perlahan mengecup keningnya dan kembali menatap wajah itu. Di dalam hatinya, Jessica semakin terusik dan khawatir dengan bagaimana nasib Soojung jika kelak dirinya pergi. Taeyeon… Hanya dia yang terlintas di benak Jessica. Hanya gadis itu yang dipercaya olehnya untuk merawat Soojung bila dia tidak kembali.

Lalu bagaimana dengan Yuri? Jessica bahkan belum memberitahukan tentang hal tersebut kepadanya. Dia terlalu takut melihat reaksi Yuri. Dia takut perpisahannya akan terasa semakin berat…

“Soojung-ah… Maaf bila unnie tadi bersikap berlebihan padamu… Unnie hanya ingin lukisan itu cepat selesai dan unnie bisa melihatnya sebelum pergi meninggalkanmu…” gumam Jessica pelan.

Sekali lagi Jessica mencium kepala sang adik sebelum beranjak menghampiri Yuri yang sedang menelpon.

———

“Baiklah, aku mengerti. Iya Soo, aku akan kembali ke Seoul seperti yang kau minta. Jadi jangan khawatir dan berhenti mencemaskanku. Okey, bye!”

Tepat setelah Yuri mengakhiri pembicaraannya dengan Sooyoung, Jessica keluar dari kamar tempat dimana Soojung beristirahat.

“Yul.”

Yuri segera menutup ponselnya begitu mendengar Jessica memanggilnya. “Hei.” Dia tersenyum. “Kemari, duduk di sampingku.”

Jessica mengangguk dan bergegas duduk di samping Yuri. Tidak lupa Yuri memeluk tubuh gadis itu.

“Yuri… Boleh aku bertanya?”

“Tentu. Apa yang ingin kau tanyakan, princess?” Princess… Jessica tersipu jika Yuri sudah memanggilnya demikian. “Oh ya, aku akan kembali ke Seoul.” Seketika Jessica terhenyak mendengar perkataan Yuri dan langsung menatap wajah gadis pelukis tersebut seakan meminta penjelasan. Yuri pun mengerti arti dari reaksi Jessica. “Kau jangan khawatir. Aku pergi hanya sebentar untuk mengantarkan lukisan kepada Sooyoung. Setelah itu, aku akan kembali ke sini.” jelasnya. “Tunggu… Aku tidak hanya kembali, tapi juga akan tinggal di sini selamanya bersamamu.” Yuri menambahkan dengan senyum.

“…”

Jessica tidak bisa berkata apa-apa begitu mendengar semua penjelasan Yuri. Hanya air mata yang mengalir dari pelupuk matanyalah yang menjawabnya.

“Si-sica… Kenapa kau menangis???” tanya Yuri cemas saat melihatnya menangis.

“A-aku…”

Air mata Jessica mengalir semakin deras hingga akhirnya Yuri kembali memeluk Jessica dan membiarkan gadis itu menangis di pelukkannya.

“Mungkin memang terlalu cepat… Aku tahu kau mungkin masih belum siap, Sica… Tapi aku akan terus dengan sabar menunggu keputusanmu.” gumam Yuri sambil menenangkan Jessica yang belum berhenti menangis.

“Ti-tidak… Bu-bukan itu… Yu-yul…” isak Jessica berupaya menjawab agar Yuri tidak salah paham.

“Lantas kenapa kau menangis?”

Jessica menghela nafas panjang sebelum kembali menjawab pertanyaan Yuri.

“A-aku hanya te-terlalu bahagia… Ya… Sangat bahagia…” jawab Jessica.

Kali ini gadis itu tersenyum kepada Yuri dan untuk pertama kalinya dia tulus tersenyum pada orang lain selain keluarganya. Orang itu adalah Kwon Yuri…

———

Jessica kembali mendesah saat Yuri menyentuh bagian sensitifnya. Terlebih ketika Yuri sesekali menekan inti dari bagian tersebut. Perlahan tapi pasti, Jessica merasakan bagian itu mulai mengeluarkan cairannya. Dengan lihai, jari jemari Yuri pun bermain-main di sana dan semakin membuat Jessica mengerang.

“Yu-yul… Ah… Ahhh…”

Kini jari-jari itu berganti dengan sentuhan lembut. Ya, lidah Yuri kini menggeliat menggantikan jari-jarinya. Seketika tubuh Jessica terhentak begitu Yuri menciumin dan mengecup inti sensitifnya.

“Oh my— Nggggggghhhhhh…” Jessica berusaha menahan desahannya sekecil mungkin. Namun tampaknya mustahil, ketika Yuri memasukkan dua jarinya ke dalam bagian sensitif Jessica.

“Sica… I love you…”

Tubuh Jessica kembali terhentak saat Yuri mulai menggerakan dua jarinya di dalam Jessica dan perlahan bergerak semakin cepat hingga akhirnya Yuri berhasil menyetuh titik paling sensitif di dalam Jessica.

“YURI!!!” Yuri segera menciumi bibir Jessica sementara gadis itu terus mengerang setiap kali Yuri menyentuh titik sensitifnya. “Ahhh… Ahhh… Ahhh…”

Hingga tiba saat dimana tubuh Jessica semakin mengapit erat tubuh Yuri. Ya, Jessica sudah tiba… Dan dengan sekali tekan, cairannya pun keluar bertubi-tubi. Akan tetapi, Yuri tidak menghentikan gerakan jarinya. Dia terus bergerak sampai tubuh Jessica dirasa tenang.

“Wow…”

Yuri terpukau melihat banyaknya cairan yang dikeluarkan oleh Jessica dan ini membuatnya semakin terangsang. Tanpa ragu, dia pun mencicipi cairan tersebut seraya membersihkan bagian sensitive Jessica. Namun sayang, bagi Jessica hal tersebut malah membuatnya kembali mengeluarkan cairan untuk yang kedua kalinya.

Akhirnya Yuri sudah tidak bisa menahan diri lagi dan segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Dia memposisikan bagian sensitifnya untuk bertemu dengan milik Jessica.

“Hmmm…” Yuri menahan nafas sesaat ketika merasakan dirinya menyatu dengan Jessica. “Ahhh…”

Yuri mulai menggerakkan tubuhnya pelan-pelan. Keduanya mendesah dan mengerang setiap kali inti bagian sensitif mereka bersentuhan. Untuk Yuri yang baru pertama kali melakukannya, tentu saja dia benar-benar merasa seperti berada di surga. Yuri merasakan sesuatu yang luar biasa meluap dalam tubuhnya.

“Ahhh… Ahhh… Ahhh…”

“Nggghhh…”

Perlahan Yuri mempercepat gerakan hingga membuat ranjang miliknyan ikut berderik. Jessica pun merasakan hal yang sama dengan mempererat pelukkannya kepada Yuri. Tidak lama kemudian, keduanya pun mengerang hebat dan meneriakkan nama masing-masing saat berada di puncak kenikmatan itu.

“SICA!!!”

“YURI!!!”

Setelah itu, Yuri masih tetap bergerak dan memperlambat gerakannya. Dia bisa merasakan cairan miliknya bercampur dengan Jessica. Bisa dikatakan, ini merupakan hal yang paling indah dalam hidupnya. Yuri yang selama ini selalu menghindar untuk mencintai seseorang sejak kedua saudaranya meninggal, pada akhirnya bisa mencintai seseorang.

Sama seperti Yuri, Jessica pun demikian. Ini pertama kalinya dia melakukannya dengan orang yang dia cintai. Orang yang menerima dirinya seutuhnya terlepas dari pekerjaan yang dia tekuni. Tanpa sadar, ketakutan kembali merasuki perasaan Jessica.

***

*Flashback*

“Akhirnya selesai.” Yuri meletakkan kuasnya dan kemudian bergegas menemui Jessica di dapur. “Sica, kemari.” Jessica yang sedang sibuk mencuci piring lantas menghampiri Yuri. Sang pelukis itu membawanya menuju ruang lukis. “Lukisanmu sudah selesai.” bisik Yuri seraya memperlihatkan lukisan tentang Jessica dan Soojung.

“Ini…” Jessica tertegun begitu melihat lukisan dirinya bersama sang adik seperti permintaannya kepada Yuri. Sesuai dengan apa yang dia bayangkan, sempurna… “Yuri-ah… Terima kasih…”

Yuri tersenyum bangga. Dia senang karena Jessica menyukai lukisan yang dia buatkan untuknya.

“Aku senang jika kau menyukainya.”

Tidak cukup dengan mengucapkan terima kasih, Jessica pun mencium Yuri. Tentu saja aksinya mengejutkan Yuri. Namun gadis itu tanpa ragu membalas ciumannya.

Bagi Jessica, ciumannya kepada Yuri bukan sekedar ciuman biasa atau pun sebagai ungkapan terima kasih tapi juga sebagai salam perpisahan. Ya, tanpa terasa kebersamaannya dengan Yuri hanya tersisa satu hari lagi. Terlebih keesokkan harinya, Yuri akan pergi ke Seoul.

“Mungkin inilah waktunya… Waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa aku benar-benar mencintainya…” gumam Jessica dalam hati. “Yul.”

“Huh?”

“Apa kau bisa mengabulkan satu lagi permintaanku? Aku janji, ini yang terakhir kalinya.”

Yuri tertawa mendengar permintaan Jessica. Dia lalu memeluk tubuh gadis itu.

“Aku akan selalu mengabulkan apa pun permintaanmu, princess. Apa pun permintaanmu sesuai kesanggupanku.”

Jessica kemudian menatap wajah Yuri, kemudian menyentuh pipinya dan kembali menciumnya. “Kalau begitu… Apa kau mau bercinta denganku?” ujarnya pelan. “Make love with me…”

*End of Flashback*

***

Dan akhirnya saat perpisahan itu pun tiba. Yuri harus meninggalkan Jessica yang masih tertidur setelah lelah dengan aktivitas yang mereka lakukan semalam untuk menemui Sooyoung di Seoul dan menjelang siang, Jessica pun tersadar jika Yuri telah pergi. Sesaat dia pun duduk termenung sambil memandang sisi tempat tidur yang kosong di sampingnya, tempat dimana Yuri berada bersamanya semalam.

“Yuri-ah… Selamat tinggal…”

-TBC-

Hiatus membawa kemalasan… HAHAHAHAHA

Advertisements

59 thoughts on “Portrait of Beauty [Part 5]

  1. di awal diabetes sm yulsic, ke bawah jd.. duh butuh AC, si kakak ga masang warning nih 😄

    dramaa~~ sica~ kau baik skali mengorbankan dirimu T__T

  2. Annyeong…
    Reader baru dan maaf udah ngegeledah ini wepe buat baca YBTM sama POB dari awal soalnya saya nemu ini wepe pas ngga sengaja baca POB beberapa bulan yg lalu tapi ngga langsung diacak2.
    Eheee…
    Mau komen tapi bingung komennya dimana soalnya sy bacanya dirapel.
    Ehehehe
    Sekali lagi maaf dan terima kasih… #bow

    Pye pye…

  3. Hai gw siluman reader yg bru nampakin komen,,hihi

    ni ff yg bikin gw pnasaran n gw tunggu2, dan akhirnya update,,hihi

    Gw tunggu klanjutan ni ff.

  4. ini lah yg namanya habis manis drama menjelang, macam reader di bawa ke atas dengan sweet moment terus di lempar ke bawah dengan perpisahan.. ngenesss… hiks tusuk menusuk

  5. Aaaaaaa sedih T T baru aja seneng udah ada yang ganggu soojung’nya juga kasian…… Seharusnya yuri berbuat sesuatu tuh bukannya bapaknya kaya ya??? Next chap semangat yaa!!!!!

  6. Bonus ny bikin gerah nih thor,, lol~

    Duhh sica knpe ga bilng aj deh ke soebang mu???!!! Drama,,drama,, hehee,,

    D tunggu part slnjty thor,, tq^^

  7. aduh,sedih untuk akhir cerita yulsic.Sica,kok kamu tinggalin yuri. WAEYO???
    Thor,buat yulsic bersama donk jangan sampe sica sama kim young min. Ditunggu kelanjutannya secepatnya =D

  8. thor…..sica nya jangan sampai d beli sm om2 tua itu donk,…pleaseeeeee…….kasian yul nya thor….
    lanjut thor….

  9. annyeong…

    adddoooohhh dari awal Yulsic di buat nempel terus,mana NC an pula >.< tapi di akhir mereka dihadapkan dengan kenyataan bahwa mereka harus berpisah 😦 *klimaks 😥
    Lagian itu si Om ngebet banget pengen Jessica 😦

  10. Ini yulsic Manis”menggalau lagi dooh sicanya kenapa gk cerita aja ke yuri coba pasti di bantu kan ma yuri tuh..
    Sica baek bnr ngorbanin dr bwt temen”nya
    Gmana tar ps yuri kmbali sica gk ada??????
    Aaaaah aku knget ff mu kk hehe thank you 🙂

  11. Akhirnya lanjut juga.. parah baru juga happy2 udah musti pisah.. untung yurinya balik ke korea jd sica bisa diem2 tanpa yultau.. entar kl yul tau gimana tuh :\

  12. Omooo, akhir nya update jg . .
    Ko kwon rese bgt nih , ksihan sica apaan di jual” , be strong sica!
    Poor yul , yulsic fightiing

  13. aigo,,,,, pas awalnya sweet banget dach hahahahh
    tapi makin kebawah kok sedikit nyesek???
    eh,, kebawah lagi hohohohho ada sesuatu hihihihihihihi
    ke bawah lagi kenapa tambah nyesek???? T_T
    lama bener dach nunggu update lagi?
    yang YOU BELONG TO ME juga segera update ya? heheheh
    hwaiting!!!!!!!!!!!!!!

  14. yeaaayyyyyyy Update jg,, akhirnya….
    sica jngn tinggalin yulsic dong, kasian sica berkorban untuk bnyk orang,,, Good Job…
    Yul cepet kembali yul,,,,

  15. anyeong thor aku reader baru.. aku sangat suka sama fanfic mu ceritanya bnr2 wooowww… hehehe
    dan maaf aku br bs komen disini

  16. kyaaa author akhirnya kembali dan update juga

    aduhh yulsic manis banget sih terus berubah jadi panas hahaha

    tapi aku juga sedih, ah kenapa sica mau nerima juga itu tawaran T,T mana yul nya malah pergi ke seoul

  17. akh akhirnya update jg setelah sekian lama menunggu ni ff ~~wuah andwae jessica knp hrs mengorbankan diri sh T.T yul cepat tolong jessica !

  18. Wooaah.. Trnyata ini ff udh d updte,, baru tw diriqyu… ^.^
    Tapi..tapi.. Apa”aan ini!! Aaarggh.. Emank”a sica barang bsa dijual belikan!! Oo come’on yuull.. Selamatkan sicamu!! Sblm Mr. Kim itu mmbawanya!! *esmosi
    next chap ditunggu eon.. Ttp Cmangaddtt eaa.. 😉

  19. annyeong ,,,,,,,,

    akhirnya lanjut kak ,,,,,, kkkee
    mkin miris aja lah Sica,,Yul bgimna nasibnya klo bgtu,,,,
    SooJung jga ksian ,, ckck
    moment nya tak terlupakan lah buat YulSic,,
    next chap nyesek gak ya,,,,mkin penasran dtunggu kak,,,,,
    next~

  20. Whooa.. Kemarin aku cek wp ini eh ff yg ini di protek dan sekarang nggak?? Huaaaa seneng soalnya aku nunggu-nunggu bgt ff ini, hiks

    Sicaaaa!! Andwee 😥 jangan tinggalin soojung.. Ya ampun kasian bgt nasib jungsis.. Yuri juga pake pergi, tunda dikit kan bisa huhuhu cegah sicababymu yul..

  21. bru bca part ini cukup dapet feelnya..,
    tpi penasaran sma crita sebelumnya.,??
    Sica kau rela berkorban hiks hiks terharu dah.,
    Yul kau harus merebut Sica dan lindungi dia.,
    sprti yg di harapkan Taeng 🙂
    oke prev post biar tau crita sblmny 🙂

  22. kemarin udah sempet baca setengah..tapi karena kondisi yang tidak memungkinkan jadinya diulur bacanya..hehehe..maka’nya baru sempet komen..

  23. aduhhhh nc nya bkin suasana mkin panas ya. jekardah mlam ini sungguh panassssa ahahaha
    tp tkut deh yul bkal mrah besar ke sica krna pergi tnpa blg ke yul plus dy nybunyiin mslahny dr yul u.u
    drama d mulai~

  24. huwaaa aku terharu.. author akhirnya comeback lagi. T^T tapi baru bisa baca part ini sekarang..
    bahagia liat yulsic moment tp kok dibarengi kegalauan ya. Sica oenn, jangan pergi. 😦 kasihan yul nya. semoga ada yg bisa mencegah sica oenni.. T_T

  25. lanjuuuuuuuuut >_< stelah berbulan bulan menunggu akhirnya update jg 😀 makasi thothor udah di lanjutin , bagus ffnya :3

  26. yaelaaahhh tbc nongol lg…..
    haduh sica kasian bnget hidupnya:-):-):-)
    knp sica gak ngomong aja ke seobangnya??pasti kwon yul gak akan diam kl tau apa yg sbenarnya trjd sm sica
    lnjut author …..

  27. Aduuuhhh baru baca aku part ini x.X padahal udah lama di update x.X
    jadi bingung sendiri deh ngomen gimana x.X
    abisnya gw kesel sm sica, kenapa nggak blg aja gitu ke yuri klo dia bakalan dibeli x.X biar yuri juga beli jessica ke yong min ato ngebunuh yong min aja deh x.X kesel gw sumpah x.x
    mana yuri balik ke seoul pula makin greget aja daaaaaaahhhh
    cepetan lanjut un -.-v *bawel*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s